Perkuat Kompetensi Pranata Humas, ASN Indramayu Ikuti Magang di Diskominfo

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya pejabat fungsional Pranata Hubungan Masyarakat (Pranata Humas).

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan magang atau praktik kerja sejumlah Pranata Humas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, yang berlangsung di Aula Diskominfo, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan magang difokuskan pada penguatan kemampuan komunikasi publik, pengelolaan media digital, produksi informasi, serta strategi komunikasi pemerintahan.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, magang menjadi ruang pembelajaran bagi Pranata Humas untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas komunikasi publik.

“Magang ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi Pranata Humas, khususnya dalam mengelola komunikasi publik dan media digital agar informasi pemerintahan dapat disampaikan secara efektif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Indramayu, Nurde Christien Juniarsy, mengatakan kegiatan magang merupakan salah satu bentuk pengembangan kompetensi ASN sebagaimana mengacu pada Peraturan LAN Nomor 10 Tahun 2018.

“Magang ini salah satu bentuk pengembangan kompetensi ASN. Setelah selesai, peserta akan dievaluasi bersama, termasuk dari sisi teknis dan fungsional,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu atas dukungan dan penerimaan terhadap peserta magang. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kapasitas ASN.

Pranata Humas Punya Peran Strategis

Plt. Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Indramayu, Firman, turut mendorong para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan dan memahami peran strategis Pranata Humas dalam pemerintahan.

“Pranata Humas memiliki peran sentral dalam membangun komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Manfaatkan kegiatan ini untuk menyerap ilmu dan pengalaman di bidang komunikasi dan informatika,” tuturnya.

Menurutnya, kemampuan komunikasi publik yang baik menjadi bagian penting dalam memastikan informasi pemerintahan dapat diterima masyarakat secara jelas dan tepat.

Salah seorang peserta magang, Yuana Rachma Damayanti, Pranata Humas Ahli Pertama Bapperida Kabupaten Indramayu, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memperkuat kompetensinya di bidang kehumasan.

“Magang di Diskominfo memberikan kesempatan bagi kami untuk memperdalam komunikasi publik dan pengelolaan media digital. Pengetahuan yang diperoleh akan kami terapkan untuk mendukung pelayanan informasi di perangkat daerah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong terwujudnya aparatur kehumasan yang profesional, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi.

Penguatan kapasitas Pranata Humas diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyampaian informasi pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan informasi publik yang semakin efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Pemkab Indramayu Dorong ASN Kuasai Agentic AI untuk Tingkatkan Efisiensi Birokrasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong transformasi digital di lingkungan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pemanfaatan Agentic Artificial Intelligence (Agentic AI) yang digelar selama dua hari, Selasa–Rabu (11–12 Agustus 2026), di Aula Bank BJB Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu H. Suwenda, Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu M. Zaenal Muttaqien, Direktur Kampus UPI di Cibiru Prof. Dr. Karim Suryadi beserta jajaran, Kepala Bank BJB Kabupaten Indramayu Heru Baharudin, serta sejumlah undangan lainnya.

Mewakili Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu H. Suwenda mengatakan, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan layanan manual menjadi digital, tetapi juga bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi proses kerja birokrasi.

“Transformasi digital bukan sekadar pemindahan layanan analog ke aplikasi digital, melainkan efisiensi proses bisnis birokrasi demi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Ia menjelaskan, Agentic AI memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan AI generatif yang umumnya digunakan untuk menjawab pertanyaan atau membuat teks.

“Jika Generative AI hanya membantu menjawab pertanyaan atau membuat teks, Agentic AI bertindak sebagai asisten otonom yang mampu mengeksekusi tugas, menganalisis data, merencanakan, dan mengambil keputusan terstruktur,” ujarnya.

Workshop tersebut diikuti sekitar 70 ASN yang merupakan perwakilan dari berbagai perangkat daerah dan kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan platform workflow automation n8n untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan administrasi sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep peralihan dari otomatisasi berbasis aturan atau rule-based menuju Agentic AI. Sistem tidak hanya merespons perintah, tetapi dapat menjalankan sejumlah tahapan pekerjaan secara proaktif berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.

Melalui sesi demonstrasi dan praktik langsung (hands-on), peserta mencoba membuat berbagai alur kerja otomatis. Di antaranya pengiriman notifikasi ke grup Telegram berdasarkan data Google Forms, penerusan dokumen dari situs web melalui webhook secara real-time, serta distribusi email secara massal maupun personal berdasarkan data Google Sheets.

Peserta juga mempelajari penerapan AI dalam pencatatan finansial secara otomatis. Model AI digunakan untuk memilah informasi tanggal, jenis, dan nominal transaksi dari pesan teks yang kemudian dicatat ke dalam Google Sheets.

Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan AI chatbot layanan publik yang terintegrasi dengan Google Gemini. Sistem tersebut dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan masyarakat sekaligus memberikan informasi mengenai ketersediaan layanan secara dinamis.

Meski pemanfaatan AI dinilai mampu memangkas waktu dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan rutin, aspek pengawasan manusia tetap menjadi perhatian utama.

Dalam workshop tersebut ditekankan prinsip Human in the Loop, yakni AI digunakan sebagai asisten digital untuk membantu pengolahan data dan menyusun rekomendasi, sementara keputusan hukum, kebijakan, serta tanggung jawab akhir dalam pelayanan publik tetap berada pada ASN.

Pemkab Indramayu juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek etika, privasi, dan keamanan data pemerintah dalam setiap pemanfaatan teknologi AI.

Melalui workshop tersebut, Pemkab Indramayu berharap kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi digital semakin meningkat sehingga otomatisasi dapat diterapkan secara tepat guna, mempercepat pekerjaan administratif, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Camat Sukagumiwang Tekankan Budaya 5S dan Etika Bermedia Sosial dalam Rakor Tingkat Kecamatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, memimpin Apel Koordinasi yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kecamatan Sukagumiwang di Balai Desa Bondan. Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembinaan aparatur di wilayah Kecamatan Sukagumiwang. Senin (13/7/2026)

Rakor dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukagumiwang, para kepala UPTD/UPTB, kuwu se-Kecamatan Sukagumiwang, kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, serta jajaran pegawai kecamatan dan perangkat desa.

Dalam arahannya, Camat Mohamad Mulya Setiawan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Menurutnya, pelayanan yang ramah, cepat, dan humanis harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur pemerintah, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

“Pelayanan publik merupakan wajah pemerintah. Oleh karena itu, setiap aparatur harus mengedepankan sikap ramah dengan menerapkan budaya 5S dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di desa maupun di kecamatan,” tegasnya.

Selain menyoroti kualitas pelayanan, Camat juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat pemerintahan agar menjaga kewibawaan serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus disikapi secara positif dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng citra institusi.

Ia menekankan bahwa etika bermedia sosial merupakan bagian dari profesionalisme ASN. Setiap unggahan maupun komentar di ruang digital harus mencerminkan integritas, etika, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

“Jagalah kewibawaan diri dengan bijak dalam bermedia sosial. Sikap tersebut merupakan marwah ASN sekaligus menjadi kehormatan bagi diri sendiri, keluarga, dan orang tua,” pesannya.

Melalui apel dan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin solid antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi pembangunan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Tunjangan 3.611 Guru Madrasah Diniyah di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim mengalokasikan dana hibah sebesar Rp13 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Indramayu. 

Melalui program tersebut, setiap guru penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus memperhatikan kesejahteraan para guru madrasah sebagai ujung tombak pembinaan generasi muda.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Dra. Iin Indrayati, M.Si., saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Menurut Iin, perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap Madrasah Diniyah tidak hanya diwujudkan melalui pemberian tunjangan, tetapi juga melalui berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar proses pembelajaran di madrasah semakin berkualitas.

“Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan sebanyak 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu yang juga Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aspuri, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap para guru madrasah.

Menurut Aspuri, bantuan hibah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam mendukung peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Madrasah Diniyah.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 992 Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Indramayu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.611 guru menerima tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak termasuk sebagai penerima hibah.

“Penerima tunjangan dari dana hibah ini sebanyak 3.611 guru madrasah, sedangkan yang tidak menerima merupakan guru dengan status ASN,” kata Aspuri.

Apresiasi juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal DPP FKDT, Akhmad Sururi, yang menilai besaran dana hibah untuk guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Indramayu menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat.

Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

“Anggaran hibah untuk tunjangan guru madrasah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah,” ujarnya.

Ia menambahkan, di banyak kabupaten dan kota lain, nilai hibah untuk FKDT umumnya berada di kisaran Rp10 miliar, sedangkan Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan hingga Rp13 miliar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ahmad Syukri, S.S., menegaskan bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keimanan, dan ketakwaan generasi muda.

Menurutnya, dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.

“Dana hibah yang cukup besar dari APBD Kabupaten Indramayu menjadi penyemangat bagi guru madrasah dalam mencerdaskan para santri serta memajukan pendidikan keagamaan di Indramayu,” ungkap Ahmad Syukri.

Melalui dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesejahteraan guru Madrasah Diniyah semakin meningkat sehingga mampu mendorong lahirnya pendidikan keagamaan yang lebih berkualitas serta mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Transformasi Digital, Diskominfo Sosialisasikan Tiga Aplikasi Pendukung Kinerja ASN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat transformasi digital sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, CERMATIN, dan SIAGA AYU yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendasar dalam birokrasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan budaya kerja ASN melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, keberhasilan implementasi transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan seluruh aparatur dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami cara penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambahnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menjadi motor penggerak penerapan berbagai inovasi digital sehingga tercipta budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi bimbingan teknis, peserta memperoleh pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme penggunaan tiga aplikasi yang dikembangkan Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Aplikasi PATAS Co-Work (Portal ASN Tanpa Batas) dipaparkan oleh Pranata Komputer Ahli Pertama, Indra Kusumah. Platform ini dirancang sebagai ruang kerja digital yang mendukung kolaborasi antar-ASN, mempermudah koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan produktivitas kerja secara terintegrasi.

Selanjutnya, Pranata Komputer Terampil Saji Yogi memperkenalkan SIAGA AYU (Sistem Informasi Agenda dan Monitoring Kegiatan Pemerintahan Indramayu) yang berfungsi untuk mengelola agenda pimpinan dan perangkat daerah secara lebih tertib, terkoordinasi, serta terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, Pranata Komputer Terampil Wahyu Hermawan memaparkan aplikasi CERMATIN (Cerdas Bermedia dan Literasi Digital Indramayu). Platform ini menjadi sarana pembelajaran digital yang menyediakan berbagai materi literasi digital, webinar, pelatihan, serta kegiatan edukasi guna meningkatkan kompetensi digital ASN maupun masyarakat.

Pada sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai alur penggunaan aplikasi CERMATIN, mulai dari proses pendaftaran akun, pengisian presensi, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga penyimpanan sertifikat elektronik ke Google Drive pribadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata. Setiap perangkat daerah harus segera mengintegrasikan ketiga aplikasi ini ke dalam aktivitas kerja sehari-hari agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, efektif, dan responsif,” katanya.

Melalui pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, SIAGA AYU, dan CERMATIN, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis mampu memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang modern, meningkatkan kinerja aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sesuai tuntutan perkembangan teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Mahasiswa Unnes Kembangkan Aplikasi Manajemen TTE untuk Diskominfo Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya digitalisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Salah satunya melalui program magang mahasiswa yang menghasilkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Awan Saputra Romadhoni, berhasil mengembangkan aplikasi manajemen TTE selama menjalani program magang di Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu.

Aplikasi tersebut dipresentasikan secara resmi pada 11 Juni 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sertifikat elektronik aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Indramayu menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, sistem yang dikembangkan mampu mempermudah proses pemantauan dan pengelolaan TTE yang sebelumnya dilakukan secara manual.

“Pengelolaan TTE yang sebelumnya memerlukan ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sedikit kini dapat dipantau secara instan dan akurat melalui sistem ini, sehingga efisiensi kerja dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Aplikasi tersebut memiliki empat fitur utama, yakni Dashboard dan Visualisasi Statistik, Manajemen Data TTE Aktif, Manajemen Data TTE Proses, serta Arsip TTE Expired.

Melalui dashboard interaktif, pengguna dapat memantau jumlah TTE aktif, pengajuan yang sedang diproses, hingga sertifikat yang telah kedaluwarsa. Sementara itu, fitur manajemen data memungkinkan pengelolaan informasi sertifikat elektronik secara lebih cepat dan terintegrasi.

Selain itu, sistem juga dilengkapi modul pelacakan proses pengajuan sertifikat baru maupun perpanjangan, sehingga memudahkan pemantauan terhadap tahapan verifikasi yang dilakukan oleh instansi terkait.

Fitur arsip TTE Expired berfungsi sebagai penyimpanan data historis sertifikat elektronik yang telah habis masa berlakunya. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan audit maupun penelusuran dokumen di masa mendatang.

Awan Saputra Romadhoni mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut merupakan implementasi langsung dari ilmu yang diperolehnya selama perkuliahan. Ia berharap sistem yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan administrasi di Diskominfo Indramayu.

Keberhasilan pengembangan aplikasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu melahirkan solusi digital yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, modern, dan berbasis teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kadiskominfo Indramayu Ajak ASN Implementasikan Nilai Pancasila dalam Kehidupan dan Pelayanan Publik

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Suwenda, saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Diskominfo Indramayu, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Suwenda menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi berfokus pada perjuangan melawan penjajahan fisik, melainkan menjaga persatuan dan kesatuan di tengah derasnya arus informasi, polarisasi sosial, serta dinamika global yang berkembang sangat cepat.

Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan sejarah yang tertulis dalam dokumen kenegaraan. Lebih dari itu, Pancasila harus hadir sebagai ideologi yang hidup dan menjadi pedoman dalam sikap, perilaku, serta tindakan masyarakat Indonesia.

Suwenda yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Indramayu menyampaikan, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang dapat terus terjaga melalui nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, setiap elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengamalkan, dan memperkuat nilai-nilai Pancasila demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengharuskan setiap warga negara menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), kata Suwenda, pengamalan nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui integritas dalam bekerja, semangat gotong royong, serta pelayanan yang profesional dan tulus kepada masyarakat.

“ASN tidak hanya bertugas menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Suwenda mengajak seluruh ASN untuk menjadikan integritas, tanggung jawab, gotong royong, dan semangat persatuan sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila dalam membangun daerah dan melayani masyarakat.

Ia berharap seluruh ASN dapat menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Indramayu yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing.

“Jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja, melayani masyarakat, dan membangun Kabupaten Indramayu yang lebih maju. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesia. Salam Pancasila,” pungkasnya.

Sumber Diskominfo Indramayu


Andika

Diskominfo Indramayu Perkuat Kapasitas PPID, Dorong Layanan Informasi Publik Transparan dan Akuntabel

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Transparansi informasi publik menjadi tolok ukur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Di Kabupaten Indramayu, meningkatnya jumlah permohonan informasi yang diajukan masyarakat kepada berbagai Perangkat Daerah mendorong perlunya kesiapan layanan yang lebih optimal dan seragam.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Kegiatan yang berlangsung di Aula Diskominfo, dihadiri para Sekretaris Badan, Dinas, dan Inspektorat yang bertugas sebagai PPID Pembantu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Selasa (10/2/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Suwenda, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan partisipasi para peserta. Ia menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, ASN bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan informasi, mulai dari penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian informasi kepada masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan. 

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan layanan informasi secara bijak dan solutif, dengan mengedepankan pendekatan win-win solution agar tidak memunculkan persoalan baru.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Supendi, menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik masih relevan dan terus diimplementasikan hingga kini. 

Ia menyebut, prinsip keterbukaan informasi akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap badan publik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Diskusi berlangsung dinamis hingga akhir sesi. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan, mulai dari aspek regulasi dan hukum keterbukaan informasi, mekanisme penyelesaian sengketa informasi, peran media massa dalam mendukung transparansi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendorong layanan publik yang transparan dan akuntabel.

Sumber Diskominfo Kabupaten Indramayu

Andika

Hasil Ujian Dinas dan UPKP Diumumkan, Lima ASN Dijadwalkan Ikuti Remedial

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu resmi mengumumkan hasil Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) yang digelar pada 22–23 Desember 2025 di Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jawa Barat. Pengumuman tersebut mencakup seluruh peserta yang mengikuti kedua jenis ujian tersebut.

Penetapan hasil ujian tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Indramayu Nomor 800.1.4/1541/BKPSDM tentang Hasil Ujian Dinas Tingkat I, Ujian Dinas Tingkat II, dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tahun Anggaran 2025. Dalam keputusan tersebut tercantum nama-nama ASN yang dinyatakan lulus atau memenuhi Passing Grade (PG), yakni nilai ambang batas minimal yang harus dicapai melalui metode Computer Assisted Test (CAT).

Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Muttaqin, ST., MM., pada Senin (12/1/26) menyampaikan bahwa hasil ujian sudah dapat diakses oleh peserta dari seluruh instansi. Peserta dapat mengunduh nilai nominatif beserta sertifikat ujian melalui tautan resmi yang disediakan BKPSDM.

“Bagi lima ASN yang belum dinyatakan lulus, BKPSDM memberikan kesempatan untuk mengikuti remedial atau mengulang ujian pada periode berikutnya. Adapun keputusan hasil ujian ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” jelas Zaenal.
Ia menambahkan, guna memastikan informasi hasil ujian tersampaikan secara menyeluruh, BKPSDM meminta setiap SKPD untuk membantu menyampaikan hasil ujian kepada ASN peserta di lingkungan kerjanya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Atang Suwandi, S.STP., M.Si., secara terpisah mengimbau seluruh ASN peserta ujian, khususnya yang bertugas di Diskominfo, agar segera mengecek hasil ujian dan mempersiapkan tahapan selanjutnya. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui portal resmi Diskominfo atau langsung menghubungi BKPSDM.

“Atas nama Diskominfo, kami bersyukur dua ASN peserta ujian dinas, yakni Ridwan dan Jubaedah, dinyatakan lulus dan memenuhi Passing Grade metode CAT. Keduanya telah siap melangkah ke proses berikutnya,” ujar Atang.

Keberhasilan serupa juga diraih ASN dari Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu, Esah Mulyaningsih. 

Ia mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari persiapan yang matang. “Kunci utama menghadapi ujian dinas adalah belajar secara konsisten agar Passing Grade dapat terpenuhi,” pungkasnya.

(S/Diskom/Andika)

Sidak Pasca Libur Nataru, BKPSDM Temukan Satu ASN Mangkir Kerja

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perangkat daerah usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini menyasar Sekretariat Daerah, Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,” Jumat (2/1/2026).

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris BKPSDM Citra Sukma Pertiwi bersama Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Ono Harsono. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Bapenda Indramayu yang tidak masuk kerja tanpa keterangan.

“Ditemukan satu ASN yang tidak hadir tanpa izin, tidak ada surat sakit maupun keterangan lainnya. Itu kami kategorikan sebagai bolos kerja,” ujar Ono Harsono.

Ono menjelaskan, sidak diawali dari lingkungan Sekretariat Daerah, dilanjutkan ke Bapenda, dan berakhir di Diskominfo Indramayu. ASN yang kedapatan mangkir tersebut akan dicatat sebagai bahan evaluasi BKPSDM.

Ia menyayangkan masih adanya ASN yang tidak disiplin, terlebih pada hari kerja meskipun berada di masa yang kerap disebut sebagai “hari kejepit”. Menurutnya, kondisi tersebut tetap tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak masuk kerja.

Selain satu ASN yang bolos, BKPSDM juga mencatat ketidakhadiran tiga ASN lainnya, masing-masing dua orang di Sekretariat Daerah dan satu orang di Bapenda. Namun, ketidakhadiran tersebut disertai dengan pengajuan cuti resmi.

Ono menambahkan, meskipun sistem absensi ASN saat ini telah terintegrasi secara daring, sidak lapangan tetap diperlukan guna meminimalkan potensi manipulasi kehadiran.

“Kadang ada ASN yang tercatat absen, tetapi tidak berada di kantor. Kalau memang sedang dinas luar tentu tidak masalah, namun itu tetap harus jelas dan sesuai aturan,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan sidak di Diskominfo, BKPSDM berencana melanjutkan pemeriksaan ke kantor pemerintahan lainnya, termasuk kecamatan dan kelurahan. Ia berharap tidak ditemukan lagi ASN yang mangkir dari kewajibannya.

“Bagi ASN yang terbukti bolos, sudah disiapkan sanksi administratif berupa pengurangan tunjangan kinerja, bahkan sanksi lain sesuai ketentuan PP Nomor 94,” tegas Ono.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan sidak tersebut. Ia memastikan seluruh pegawai di lingkungan Diskominfo hadir pada hari pertama kerja.

“Di Diskominfo alhamdulillah hadir semua. Bahkan ada satu ASN yang memang menjalankan tugas sesuai tupoksinya untuk kegiatan peliputan sidak BKPSDM di kantor-kantor pemerintahan,” pungkas Erni.

(S.Diskom/Andika)