24 Remaja Diamankan Resmob Polres Indramayu, Diduga Terlibat Janjian Tawuran di Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Indramayu mengamankan 24 remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok pelajar di wilayah Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari komunikasi melalui media sosial yang berujung pada kesepakatan untuk bertemu dan melakukan tawuran. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (3/10/2026).

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bahar membenarkan adanya penanganan perkara tersebut.

AKP Arwin mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan kedua kelompok remaja sebelumnya saling berkomunikasi melalui media sosial sebelum menentukan lokasi pertemuan.

“Dari hasil pemeriksaan, kedua kelompok awalnya berkomunikasi melalui media sosial. Mereka kemudian menyepakati untuk bertemu,” ujar AKP Arwin didampingi Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, Kapolsek Balongan AKP Asep Suryana dan Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana.S, Selasa (6/10/2026).

Awalnya, pertemuan tersebut disebut-sebut hanya menggunakan balok atau kayu. Namun, ketika kedua kelompok bertemu, polisi mendapati dugaan adanya sejumlah remaja yang membawa senjata tajam.

Situasi tersebut membuat kelompok lainnya berusaha meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor secara berboncengan. Dalam upaya melarikan diri itu, beberapa remaja dilaporkan terjatuh hingga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Salah satu korban berinisial RMF, warga Kecamatan Sliyeg, sempat memperoleh penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. Setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, korban sempat diperbolehkan pulang.

Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik dari sejumlah saksi, sebelum terjatuh korban bersama rekannya diduga sempat dikejar oleh beberapa orang yang membawa senjata tajam. Dalam perkembangan selanjutnya, korban diketahui meninggal dunia.

Polisi kemudian melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk dugaan hubungan antara aksi pengejaran, tawuran, hingga meninggalnya korban.

Menerima informasi tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara, penyelidikan, serta penelusuran terhadap para remaja yang diduga berada di lokasi kejadian.

Hasilnya, sebanyak 24 anak dan remaja berusia sekitar 13 hingga 16 tahun diamankan dari sejumlah lokasi di Kecamatan Balongan dan Sliyeg untuk menjalani pemeriksaan.

Mengingat seluruhnya masih tergolong anak, kepolisian tidak mengungkap identitas lengkap mereka kepada publik.

Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami peran masing-masing remaja, termasuk dugaan keberadaan di lokasi kejadian, aksi pengejaran menggunakan sepeda motor, kepemilikan benda tumpul, hingga dugaan membawa senjata tajam.

Polisi juga mendalami keterkaitan dua kelompok yang dalam pemeriksaan disebut menggunakan nama Buster 28 dan BASTIM.

Dari 24 remaja yang diperiksa, penyidik menemukan tiga anak yang diduga memiliki keterlibatan berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang diamankan.

Ketiganya berinisial S, K, dan A.

S diduga membawa senjata tajam jenis samurai, K diduga membawa celurit panjang, sementara A diduga membawa senjata tajam jenis corbek.

“Dari rangkaian pemeriksaan, tiga anak diproses lebih lanjut sesuai dengan peran dan alat bukti yang ditemukan. Penanganannya tetap mengacu pada ketentuan sistem peradilan pidana anak,” jelas AKP Arwin.

Sementara itu, terhadap remaja lainnya yang belum ditemukan cukup bukti untuk diproses lebih lanjut, kepolisian menyerahkannya kembali kepada orang tua masing-masing setelah menjalani pembinaan dan membuat surat pernyataan.

“Mereka dikembalikan kepada orang tua dengan kewajiban mengikuti pembinaan dan wajib lapor sesuai ketentuan yang ditetapkan penyidik,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu kunci sepeda motor, 17 unit telepon seluler, dua senjata tajam jenis corbek, satu samurai, satu gobang, satu celurit, serta satu senjata tajam berukuran kecil.

Telepon seluler yang diamankan juga diperiksa untuk mengungkap komunikasi sebelum kejadian, termasuk dugaan koordinasi dan ajakan tawuran melalui media sosial.

AKP Arwin mengingatkan para pelajar dan remaja agar tidak menjadikan tawuran sebagai bentuk solidaritas ataupun sarana menunjukkan keberanian.

Menurutnya, tawuran dapat menimbulkan konsekuensi serius, baik berupa korban luka maupun meninggal dunia, terganggunya pendidikan, hingga berhadapan dengan proses hukum.

“Jangan pernah menganggap tawuran sebagai sesuatu yang membanggakan. Membawa senjata tajam atau melakukan kekerasan dapat membawa dampak panjang bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain,” tegasnya.

Kepolisian juga mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya dalam penggunaan media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk mengatur pertemuan tawuran.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Jangan sampai anak-anak baru diketahui terlibat setelah terjadi korban,” katanya.

Senada, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno meminta para orang tua membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan anak-anaknya.

Ia menilai pengawasan terhadap pergaulan, aktivitas di luar rumah, serta penggunaan media sosial menjadi langkah penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan.

“Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak bergaul, ke mana mereka pergi, dan bagaimana aktivitas mereka di media sosial. Komunikasi yang terbuka sangat penting untuk mendeteksi lebih dini potensi keterlibatan dalam tawuran,” ujar AKP Tarno.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center Polri 110,” jelasnya.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Hari Jadi ke-499, Lucky Hakim Soroti Ketimpangan Ekonomi di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-499 menjadi momentum bagi Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Menurut Lucky, Indramayu memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, minyak dan gas bumi hingga kekayaan laut. Namun, melimpahnya potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Lucky usai mengikuti Rapat Kerja Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu di Gedung DPRD Indramayu, Rabu (7/10/2026).

Lucky menilai, persoalan kesejahteraan tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya potensi ekonomi daerah. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah ketimpangan dalam penguasaan sumber daya ekonomi.

Ia mencontohkan sektor pertanian. Menurutnya, kepemilikan lahan dalam skala besar dapat memberikan keuntungan kepada pemilik lahan, sementara pengelolaannya melibatkan banyak pekerja yang belum tentu menikmati hasil ekonomi secara proporsional.

Hal serupa, kata Lucky, juga dapat terjadi di sektor perikanan. Kepemilikan kapal dalam jumlah besar oleh pihak tertentu berpotensi menciptakan kondisi masyarakat lainnya hanya bergantung pada pekerjaan sebagai buruh.

“Kalau ada yang punya 500 hektare, kemudian satu hektare dikerjakan banyak orang, kapan kayanya, kapan sejahteranya?” ujar Lucky.

Ia menegaskan, pemerintah perlu mencari langkah yang dapat memperkecil kesenjangan ekonomi tanpa menghambat aktivitas dunia usaha. Menurutnya, pelaku usaha tetap membutuhkan keuntungan agar roda perekonomian terus bergerak, tetapi kesejahteraan pekerja juga harus menjadi perhatian.

Lucky menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya produksi atau nilai ekonomi yang dihasilkan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana manfaat ekonomi tersebut berputar dan dirasakan oleh masyarakat.

Ia kemudian menyinggung potensi produksi pertanian Indramayu yang disebut mencapai sekitar 1,8 juta ton. Dengan asumsi harga Rp6.500 per kilogram, nilai ekonominya sangat besar.

Namun, Lucky mempertanyakan seberapa luas manfaat ekonomi tersebut dirasakan masyarakat.

“Uangnya ke mana? Jangan-jangan hanya dimiliki oleh beberapa orang,” katanya.

Prioritaskan Masyarakat yang Membutuhkan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lucky mengatakan pemerintah perlu memulai intervensi dari masyarakat yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi prioritas sebelum pemerintah mendorong program pemberdayaan ekonomi lainnya.

“Yang paling miskin kita bantu dulu. Kebutuhan sehari-harinya, kemudian pendidikan yang berkualitas. Setelah itu baru entrepreneurship,” ujarnya.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Lucky menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan berkualitas. Pendidikan dinilai menjadi salah satu kunci agar generasi berikutnya memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki taraf hidup.

Ia juga mendorong agar masyarakat tidak selamanya berada pada posisi sebagai pekerja. Menurut Lucky, masyarakat perlu diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha.

Dorong Investasi dan Wirausaha

Lucky juga menilai investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Indramayu. Namun, manfaat investasi menurutnya tidak sebatas menciptakan lapangan pekerjaan di sektor industri.

Kehadiran investasi diharapkan turut membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha pendukung, seperti kuliner, bengkel, perdagangan maupun usaha kecil lainnya.

“Investasi itu membuka peluang. Bukan hanya supaya kita jadi buruh, tapi supaya muncul entrepreneurship,” kata Lucky.

Lucky menegaskan, menjadi pekerja bukanlah sesuatu yang keliru. Namun, masyarakat harus memiliki pilihan dan kesempatan untuk meningkatkan kondisi ekonominya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi yang ideal adalah pembangunan yang mampu membuka peluang lebih luas, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih merata.

Reporter : Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Penataan Ruang melalui Penyusunan RDTR dan KLHS

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belinn Hotel Indramayu tersebut menjadi bagian dari penyusunan materi teknis dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RDTR Kabupaten Indramayu.

Pembahasan difokuskan pada sejumlah aspek penting, di antaranya penetapan delineasi wilayah, pemetaan persoalan kewilayahan, serta identifikasi isu pembangunan berkelanjutan. Kajian tersebut mencakup tiga Wilayah Perencanaan (WP), yakni WP Haurgeulis, WP Jatibarang–Widasari, dan WP Karangampel.

Team Leader RDTR Indramayu, Elvandro Rahaditya Pramono Putro, menjelaskan bahwa RDTR memiliki fungsi penting sebagai pedoman dalam pemanfaatan sekaligus pengendalian ruang. Keberadaan dokumen tersebut juga diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta mendukung kemudahan proses perizinan melalui integrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

“RDTR menjadi instrumen penting untuk mewujudkan penataan ruang yang jelas, terukur, dan mendukung pembangunan serta investasi di Kabupaten Indramayu,” ujar Elvandro.

Sementara itu, Tenaga Ahli KLHS RDTR Indramayu, Gilang Adinugroho, menekankan pentingnya memasukkan aspek lingkungan sejak tahap awal perencanaan tata ruang.

Menurutnya, KLHS mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari daya dukung dan daya tampung lingkungan, jasa ekosistem, hingga potensi risiko lingkungan yang dapat muncul akibat pemanfaatan ruang.

“KLHS memastikan aspek lingkungan menjadi bagian yang terintegrasi dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih terarah dan berkelanjutan,” ungkap Gilang.

Forum yang dipandu Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Didi Permadi, tersebut turut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan kondisi, aspirasi, serta kebutuhan di wilayah masing-masing.

Camat Jatibarang, Mardono, menyambut positif pelaksanaan forum tersebut. Ia menilai pembahasan RDTR dan KLHS dapat menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Jatibarang,” tuturnya.

Melalui penyelarasan RDTR dengan KLHS, Pemkab Indramayu berupaya membangun sistem penataan ruang yang lebih terarah, terukur, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dalam pembangunan, meningkatkan kemudahan pelayanan perizinan, membuka peluang investasi, sekaligus memastikan pemanfaatan ruang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sumber: Diskominfo Kab. Indramayu

Bupati Lucky Hakim Jadi Narasumber Rakornas Strategi Kebijakan Percepatan Ekonomi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Strategi Kebijakan Daerah dalam rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Jum’at (2/10/2026).

Rakornas yang berlangsung di The Luxton Cirebon Hotel & Convention, Kota Cirebon, tersebut menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk membahas berbagai kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dalam forum itu, Lucky Hakim turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penyusunan kebijakan daerah yang tepat sasaran, melibatkan berbagai pihak, serta diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan potensi wilayah, penguatan sektor-sektor produktif, serta penciptaan lingkungan yang mendukung aktivitas dan usaha masyarakat.

Koordinasi dan penyelarasan kebijakan menjadi salah satu poin penting dalam Rakornas tersebut. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemkab Indramayu sendiri terus mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah melalui berbagai kebijakan yang menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, optimalisasi potensi lokal, dan kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi dalam Rakornas tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarpemerintahan agar kebijakan yang diterapkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah sekaligus tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi pusat dan daerah semakin kuat dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

Sumber: Diskominfo Kab. Indramayu

Jamasan Pusaka Warnai Peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar tradisi Jamasan Pusaka di Pendopo Kabupaten Indramayu.  Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu,”  Jum’at (2/10/2026).

Prosesi Jamasan Pusaka tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat sekaligus mengenalkan peninggalan sejarah dan budaya daerah kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan membawa sejumlah pusaka dari Pancaniti menuju Pendopo Kabupaten Indramayu. Setibanya di Pendopo, prosesi dilanjutkan dengan lantunan Kidung Rahayu dan doa bersama.

Selanjutnya, pusaka diserahkan secara berantai sebelum memasuki tahapan utama, yakni Jamasan. Dalam prosesi tersebut, benda-benda pusaka dibersihkan dan dirawat oleh juru pelihara sesuai dengan tata cara yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Setelah seluruh rangkaian selesai, pusaka kemudian dibawa kembali ke tempat penyimpanannya di Pancaniti.

Bupati Indramayu yang dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, menyampaikan bahwa tradisi Jamasan Pusaka memiliki nilai penting dalam memperkenalkan sejarah serta kebudayaan daerah, terutama kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal dan menghargai warisan budaya Indramayu sebagai bagian dari jati diri daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kegiatan pelestarian tradisi dan peninggalan sejarah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjaga warisan leluhur, upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskominfo Kab. Indramayu

Pemdes Sukamahi Realisasikan Sejumlah Pembangunan, Betonisasi, Pengaspalan hingga Kampung Dayeuh

BOGOR.radarinformasi.com — Pemerintah Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, tengah merealisasikan sejumlah pembangunan di beberapa wilayah desa. Kegiatan tersebut mencakup betonisasi jalan, pengaspalan, hingga pembangunan Kampung Dayeuh Pajajaran.

Salah satu pekerjaan yang tengah berlangsung berada di Kampung Blendung RW 05, berupa betonisasi jalan poros desa dan kelengkapannya.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, pekerjaan tersebut memiliki volume sepanjang 430 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.

Kegiatan betonisasi tersebut bersumber dari Bankeu Akselerasi Khusus Kabupaten Bogor Tahun 2026 dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sukamahi.

Anggaran pekerjaan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama tercantum sebesar Rp261.570.000, sedangkan tahap kedua sebesar Rp273.400.000. Dengan demikian, total anggaran kedua tahap mencapai Rp534.970.000, termasuk upah pekerja dan pajak.

Selain betonisasi di Kampung Blendung, pembangunan juga berlangsung di Kampung Bojong Kaso RW 04 berupa pengaspalan jalan sepanjang 500 meter, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter.

Di wilayah Bojong Kaso RW 04 tersebut, terdapat pula kegiatan lain yang berjalan secara terpisah, yakni pembangunan Kampung Dayeuh Pajajaran.

Pembangunan Kampung Dayeuh Pajajaran dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi serta kebutuhan di lapangan. Program tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan lingkungan masyarakat yang berjalan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Sukamahi, Budi Mamat, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor atas dukungan yang diberikan melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa, khususnya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang menjadi kepentingan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Desa Sukamahi, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor atas bantuan yang telah diberikan melalui Bantuan Keuangan Akselerasi. Bantuan ini sangat membantu dalam merealisasikan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa KBM.

Selain itu, ia juga berharap pembangunan jalan poros tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mengingat ruas jalan itu menjadi akses penghubung dengan wilayah Desa Bendungan dan Desa Banjarsari.

“Harapan kami, pembangunan jalan poros ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, karena akses ini berbatasan dan menjadi penghubung dengan Desa Bendungan serta Desa Banjarsari. Mudah-mudahan dengan kondisi jalan yang semakin baik, mobilitas masyarakat juga semakin lancar,” pungkasnya.

Dengan adanya sejumlah kegiatan tersebut, pembangunan di Desa Sukamahi tidak hanya difokuskan pada peningkatan akses jalan melalui betonisasi dan pengaspalan, tetapi juga menyasar penataan lingkungan permukiman masyarakat.

Red

Pemilihan BPD Wilayah Desa Pandansari Digelar di RW 02, Sutrisno Wibowo Raih Suara Terbanyak

BOGOR.radarinformasi.com — Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wilayah Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, digelar di wilayah RW 02, tepatnya di SD Sindangsari, Minggu, 4 Oktober 2026.

Pemilihan tersebut diikuti oleh perwakilan masyarakat dari tiga RT yang berada di wilayah RW 02. Unsur pemilih terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan lainnya yang ditetapkan dari masing-masing RT.

Dalam pemilihan tersebut, tercatat sebanyak 19 orang memiliki hak pilih untuk menentukan keterwakilan wilayah RW 02 dalam keanggotaan BPD Desa Pandansari.

Terdapat tiga kandidat yang mengikuti proses pemilihan. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Sutrisno Wibowo, kandidat nomor urut 1, memperoleh 8 suara.

Sementara itu, kandidat nomor urut 2, Farhan Rizki Tanrobak, memperoleh 3 suara, sedangkan kandidat nomor urut 3, Erlan, mendapatkan 6 suara.

Dengan demikian, Sutrisno Wibowo memperoleh suara terbanyak dengan selisih dua suara dari Erlan. Total suara sah yang tercatat dari ketiga kandidat mencapai 17 suara.

Pelaksanaan pemilihan BPD Desa Pandansari ini merupakan bagian dari tahapan untuk menentukan keterwakilan masyarakat dari masing-masing wilayah RW dalam lembaga BPD.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Pandansari, Ujang Hotib, memimpin pelaksanaan tahapan pemilihan bersama jajaran panitia. Dalam kepanitiaan tersebut, Soleh Damates bertugas sebagai sekretaris, Apen sebagai bendahara, serta anggota panitia terdiri dari Ade Mulyana, Adang, dan Adah.

Secara keseluruhan, terdapat tujuh orang yang tergabung dalam panitia pemilihan BPD Desa Pandansari. Panitia terus bekerja keras mengawal seluruh tahapan pemilihan hingga tuntas, termasuk pelaksanaan pemilihan keterwakilan masyarakat di delapan RW yang menjadi bagian dari wilayah Desa Pandansari.

Ketua RW 02 Desa Pandansari, Ira Wibowo, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pemilihan BPD di wilayahnya.

“Alhamdulillah kegiatan pemilihan Ketua BPD wilayah berjalan dengan baik,” ujar Ira.

Ia berharap calon yang terpilih nantinya dapat membangun sinergi dengan masyarakat dan berbagai unsur di wilayah desa dalam menjalankan tugasnya.

“Harapan saya semoga Ketua BPD wilayah terpilih bisa bersinergi dalam bekerja, salah satunya dalam menangani soal sampah,” katanya.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dan ditangani secara bersama-sama agar lingkungan masyarakat tetap bersih dan nyaman.

Hasil pemilihan di RW 02 selanjutnya menjadi bagian dari keseluruhan tahapan pemilihan anggota BPD Desa Pandansari sebelum dilakukan penetapan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya keterwakilan dari setiap wilayah, BPD diharapkan dapat menjadi wadah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta turut mengawal penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan berbagai kebutuhan warga di tingkat desa.

Red

KIM Jabar Pinter Digital Dorong Penguatan Literasi Digital di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Penguatan kapasitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) terus didorong sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas penyebaran informasi di tengah pesatnya perkembangan komunikasi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital Program KIM Jabar Pinter Digital yang diselenggarakan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Provinsi Jawa Barat di Aula KPRI Mekarjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut memberikan pembekalan kepada peserta mengenai pemanfaatan media digital, mulai dari memahami dan mengolah informasi hingga menyampaikannya kepada masyarakat.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan memeriksa informasi sebelum disebarluaskan. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keberadaan KIM dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain menjadi salah satu sarana penyebarluasan informasi pembangunan, KIM juga dapat menjadi wadah komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Provinsi Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan sekaligus membagikan berbagai informasi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi sebelum memahami dan memastikan kebenarannya.

Ia menambahkan, penguatan literasi digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas KIM dalam menjalankan fungsi komunikasi di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang memadai, KIM diharapkan mampu membantu menyampaikan informasi yang akurat sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Sumber: Diskominfo Kab Indramayu

Samsat Indramayu 1 Hadirkan Layanan Keliling di Sejumlah Lokasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3DW) Indramayu 1 melalui Samsat Indramayu 1 kembali menghadirkan layanan Samsat Keliling untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Pelayanan Samsat Keliling dijadwalkan berlangsung pada Jum’at, 2 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Layanan tersebut meliputi pembayaran pajak kendaraan tahunan dan e-Samsat. Masyarakat yang akan menggunakan pelayanan diwajibkan membawa STNK asli serta identitas pemilik kendaraan.

Sejumlah titik yang disiapkan untuk pelayanan Samsat Keliling, antara lain Tugu KB Singaraja, Balai Desa Junti Kebon, Balai Desa Pabean Ilir, dan sekitar Jembatan Bangkir.

Selain layanan keliling, masyarakat juga dapat memanfaatkan pelayanan melalui Samsat Outlet yang tersedia di Outlet BJB Karangampel, Outlet BJB Jatibarang, serta Kantor Kecamatan Cikedung.

Masyarakat diimbau memastikan kelengkapan dokumen sebelum mendatangi lokasi pelayanan agar proses pembayaran pajak kendaraan dapat berjalan dengan lancar.

Sumber Instagram Samsat Indramayu

Andika

Ketua PDM Muhammadiyah Indramayu Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Indramayu, Prof. Dr. H. Ahmad Junaedi Karso, S.H., M.H., M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan suasana Kabupaten Indramayu tetap aman dan kondusif.

Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Junaedi Karso di tengah derasnya arus informasi yang beredar di masyarakat. Ia meminta warga tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan mengutamakan sikap saling menghormati.

“Saya Prof. Dr. H. Ahmad Junaedi Karso selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Indramayu sekaligus bagian dari masyarakat Indramayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendinginkan suasana dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Ahmad Junaedi Karso, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, media sosial perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Masyarakat diminta melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menerima ataupun menyebarluaskan informasi kepada orang lain.

“Mari kita bijak dalam bermedia sosial dan jauhi tindakan provokasi serta penyebaran berita bohong,” katanya.

Ahmad Junaedi Karso juga mengingatkan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Fungsi media adalah memberikan edukasi, bukan memberikan provokasi,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menggunakan berbagai ruang komunikasi, termasuk media sosial, untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat dan tidak menyebarkan konten yang dapat memicu keresahan maupun pertentangan di tengah masyarakat.

Selain persoalan informasi, ia meminta masyarakat menghindari tindakan yang bertentangan dengan hukum, termasuk penganiayaan dan perusakan.

“Jangan sampai melakukan tindak pidana, baik penganiayaan maupun perusakan, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Ia menilai terciptanya keamanan dan kedamaian di Kabupaten Indramayu merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum memiliki peran dalam menjaga situasi tersebut.

Apabila terdapat perbedaan pendapat maupun persoalan di lingkungan masyarakat, Ahmad Junaedi Karso mengimbau agar penyelesaiannya ditempuh melalui komunikasi, musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Mari kita jaga dan rawat Kabupaten Indramayu agar tetap aman, damai dan semakin sejahtera menuju Indramayu yang reang,” katanya.

Ia berharap masyarakat semakin memperkuat persatuan, tidak mudah terpengaruh provokasi, serta bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing agar Kabupaten Indramayu tetap aman, damai dan kondusif.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika