Semarak SEKARAYU Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perkuat Kekompakan Aparatur Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Semarak Kemerdekaan Aparatur Indramayu (SEKARAYU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Alun-Alun Landraad Indramayu, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparra) Kabupaten Indramayu tersebut diikuti perwakilan pegawai dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

SEKARAYU tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, meningkatkan sportivitas, sekaligus menjaga kebugaran para aparatur.

Sejumlah perlombaan olahraga ketangkasan dan permainan tradisional turut memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya estafet terompah panjang, estafet air, gerak jalan beregu, ketapel dan airsoft gun, estafet halang rintang, bola keranjang, lompat tali, serta aerobik perorangan.

Kepala Disparra Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, mengatakan kegiatan SEKARAYU menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan sportivitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, perlombaan yang dikemas secara rekreatif tersebut diharapkan dapat memberikan suasana berbeda bagi aparatur setelah menjalankan rutinitas pekerjaan, sekaligus memperkuat komunikasi antarpeserta dari berbagai perangkat daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Semangat yang muncul dalam perlombaan ini diharapkan juga dapat dibawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dalam setiap perlombaan. Persaingan berlangsung kompetitif, namun tetap dalam suasana penuh keceriaan dan menjunjung tinggi sportivitas.

Salah seorang peserta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Diana Putri, mengaku senang dapat mengikuti rangkaian perlombaan SEKARAYU.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan dari perangkat daerah lainnya.

“Seru sekali mengikuti lomba seperti ini. Selain bisa bersenang-senang, kami juga bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman dari OPD lain. Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi kebersamaan dan kekompakannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan SEKARAYU, semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui kemeriahan perlombaan, tetapi juga melalui nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, dan kekompakan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan para aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

81 Tahun Merdeka, Begini Perjalanan Panjang Indonesia hingga Proklamasi 17 Agustus 1945

BOGOR.radarinformasi.com – Tepat pada 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di balik kemeriahan perayaan, pengibaran bendera Merah Putih hingga berbagai perlombaan di pelosok negeri, terdapat perjalanan panjang dan penuh pengorbanan yang mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka.

Kemerdekaan Indonesia tidak lahir secara tiba-tiba.

Jauh sebelum Proklamasi dibacakan, wilayah Nusantara telah mengalami penjajahan. Berbagai kerajaan dan masyarakat di daerah melakukan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Namun, perjuangan yang masih bersifat kedaerahan membuat perlawanan tersebut belum mampu membebaskan seluruh Nusantara.

Memasuki awal abad ke-20, muncul perubahan besar dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Perjuangan mulai bergeser dari perlawanan bersenjata yang bersifat lokal menuju gerakan kebangsaan. Berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 menjadi salah satu tonggak penting yang kemudian dikenal sebagai Kebangkitan Nasional.

Kesadaran sebagai satu bangsa semakin tumbuh. Berbagai organisasi pergerakan muncul dan mulai menyuarakan cita-cita kemerdekaan.

Puncak penting dari tumbuhnya semangat persatuan terjadi pada 28 Oktober 1928.

Dalam Kongres Pemuda II, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Semangat tersebut menjadi salah satu fondasi penting menuju lahirnya Indonesia sebagai sebuah negara.

Jepang Datang, Penjajahan Berlanjut

Namun perjalanan menuju kemerdekaan masih panjang.

Pada 1942, Jepang mengambil alih kekuasaan dari Belanda dan menduduki Indonesia. Harapan sebagian rakyat bahwa Jepang akan membebaskan Indonesia justru berujung pada penderitaan baru.

Rakyat mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk pengerahan tenaga secara paksa melalui sistem romusha.

Situasi berubah ketika Jepang mulai mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.

Pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Kabar kekalahan Jepang menjadi momentum yang sangat penting bagi para pejuang Indonesia.

Golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu keputusan Jepang.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian melahirkan Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, ketika Soekarno dan Hatta dibawa oleh sejumlah pemuda ke Rengasdengklok, Karawang.

Setelah melalui perundingan, keduanya kembali ke Jakarta.

Pada malam harinya, teks Proklamasi dirumuskan di kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Soekarno, Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo terlibat dalam perumusan naskah tersebut, sementara Sayuti Melik kemudian mengetiknya.

Detik-Detik Proklamasi

Pagi 17 Agustus 1945, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, menjadi saksi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan teks Proklamasi didampingi Mohammad Hatta.

Bendera Merah Putih kemudian dikibarkan.

Indonesia menyatakan dirinya sebagai negara yang merdeka.

Namun, proklamasi bukan berarti perjuangan langsung berakhir.

Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia setelah Perang Dunia II. Perlawanan pun terjadi di berbagai daerah. Salah satu yang paling dikenal adalah Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Selain melalui perjuangan bersenjata, para pemimpin Indonesia juga melakukan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangan panjang tersebut akhirnya membawa Indonesia menuju pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 27 Desember 1949.

81 Tahun Kemerdekaan

Kini, 81 tahun setelah Proklamasi, Indonesia telah melewati perjalanan yang sangat panjang.

Dari bangsa yang terpecah dalam berbagai wilayah dan kerajaan, kemudian tumbuh menjadi satu bangsa melalui semangat kebangsaan, hingga akhirnya berdiri sebagai negara yang merdeka.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 bukan sekadar seremoni tahunan.

Merah Putih yang berkibar menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dibangun melalui pengorbanan, persatuan dan keberanian para pendahulu bangsa.

Pertanyaan bagi generasi hari ini bukan lagi bagaimana merebut kemerdekaan dari penjajah.

Melainkan, apa yang sudah dilakukan untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan begitu mahal tersebut?

Sebab, 81 tahun Indonesia merdeka bukan hanya tentang menghitung usia sebuah negara, tetapi juga tentang melihat sejauh mana cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Red

Siswi MI/PUI Dermayu Raih Juara I Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Piala Presiden 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Indramayu. Setelah sebelumnya sejumlah pelajar Indramayu mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional, kini giliran Liyyana Maulida, siswi MI/PUI Dermayu, yang sukses mengharumkan nama daerah melalui cabang olahraga pencak silat.

Liyyana berhasil meraih Juara I Tanding Usia Dini 2 Putri Kelas Prestasi Pool 9 pada Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada 25–28 Juni 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) tersebut diikuti ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, mulai jenjang SD hingga SMA/SMK, baik pada kategori tanding maupun seni.

Ajang nasional ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan teknik, mental bertanding, dan daya juang dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Di tengah persaingan yang ketat, Liyyana tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih medali emas pada kategorinya. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu sekaligus membuktikan bahwa atlet-atlet muda daerah mampu bersaing di level nasional.

Ayah Liyyana, Uus, mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, serta dukungan keluarga dan pelatih selama proses pembinaan.

“Kami selalu memberikan kepercayaan kepada Liyyana untuk mengikuti program latihan yang telah disusun pelatih. Harapan kami, ke depan Liyyana terus berkembang dan mampu menembus kejuaraan yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga SEA Games, sehingga dapat terus mengharumkan nama Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Keberhasilan Liyyana menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini memiliki peran penting dalam melahirkan generasi berprestasi. Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak dan pelajar lainnya di Kabupaten Indramayu untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Prestasi Liyyana diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat nasional hingga internasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Temui Menteri Pertanian, Perjuangkan Infrastruktur dan Modernisasi Pertanian Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mempertahankan posisi Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Lucky Hakim menyerahkan langsung surat permohonan dukungan sarana dan prasarana pertanian guna mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Indramayu. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini berjalan baik.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman atas dukungan dan bantuan kepada Kabupaten Indramayu,” ujar Lucky.

Dalam dokumen permohonan bantuan tersebut, Pemkab Indramayu memaparkan capaian sektor pertanian sepanjang 2025. Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Indramayu memiliki luas baku sawah mencapai 124.517 hektare dengan indeks pertanaman sebesar 1,8 poin.

Sepanjang tahun 2025, luas tanam padi di Indramayu mencapai 251.971 hektare, sedangkan luas panen mencapai 249.817 hektare. Produksi padi tercatat menembus sekitar 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan produktivitas mencapai 68,24 kuintal per hektare, atau setara sekitar 900.931 ton beras selama periode Januari–Desember 2025.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Indramayu mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai peringkat ke-7 nasional dalam peningkatan produksi beras serta kontribusi terhadap swasembada pangan berkelanjutan.

Meski demikian, Lucky Hakim mengakui sektor pertanian Indramayu masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, dampak perubahan iklim, hingga kondisi infrastruktur irigasi yang belum optimal.

“Sebagian jaringan irigasi mengalami kerusakan dan sedimentasi sehingga distribusi air belum maksimal, terutama saat musim kemarau,” jelasnya.

Melalui surat permohonan itu, Pemkab Indramayu mengusulkan sejumlah dukungan strategis, di antaranya normalisasi Waduk Cipancuh, perbaikan Bendung Karet Waledan di Kecamatan Cantigi, Bendung Karet Cipanas di Kecamatan Kandanghaur, Bendung Karet Pangkalan di Kecamatan Lohbener, hingga kelanjutan modernisasi Rentang Kanan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan percepatan operasional Bendungan Cipanas serta Daerah Irigasi Cikawung Premium dan Sadawarna. Upaya antisipasi banjir rob di kawasan pertanian Kandanghaur juga menjadi perhatian melalui rencana pembangunan kanal sepanjang 7,5 kilometer.

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Indramayu turut mengajukan bantuan modernisasi pertanian berupa 200 titik irigasi perpompaan (Irpom), 302 titik Jalan Usaha Tani (JUT), serta pengadaan alat dan mesin pertanian modern seperti drone pertanian, combine harvester besar, rotavator, traktor roda dua, vertical dryer, hingga ratusan unit pompa air berbagai kapasitas.

Melalui dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap produktivitas pertanian terus meningkat sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Raih UHC Award Madya 2026, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Merata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Kabupaten Indramayu sukses meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya, yang diterima langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam acara Deklarasi dan Pencanangan UHC di Ballroom JIEXPO, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi sebagian besar masyarakat. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Indramayu sebagai daerah yang konsisten mendorong pemerataan pelayanan kesehatan bagi warganya.

Bupati Lucky Hakim menyampaikan, penghargaan UHC Madya merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam membangun sistem layanan kesehatan yang inklusif.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat Indramayu mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan berkualitas tanpa diskriminasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh tenaga kesehatan dan aparatur di sektor pelayanan publik untuk terus meningkatkan mutu layanan.

“Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan meningkatkan standar pelayanan agar manfaat program UHC benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Lucky.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menjelaskan bahwa dalam UHC Awards 2026 terdapat tiga kategori penghargaan, yakni Pratama, Madya, dan Utama, dan Indramayu berhasil menembus kategori Madya.

Menurutnya, penghargaan ini diberikan oleh BPJS Kesehatan karena Pemkab Indramayu dinilai berhasil memberikan perlindungan kesehatan yang optimal selama kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati H. Syaefudin. 

Hal tersebut tercermin dari capaian kepesertaan JKN yang telah melampaui 98 persen, tingkat keaktifan peserta di atas 85 persen, serta kepatuhan pemerintah daerah dalam pendaftaran dan pembayaran iuran PBPU pemerintah daerah.

Wawan juga mengungkapkan, Pemkab Indramayu telah mendaftarkan masyarakat ke dalam program JKN sejak 2018. Indramayu pertama kali meraih UHC Award kategori Pratama pada Juli 2024, kemudian memperkuat implementasi program UHC sepanjang Oktober 2024 hingga Desember 2025, hingga akhirnya naik ke kategori Madya pada 2026.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari peran kuat kepala daerah dalam menetapkan kebijakan kesehatan yang sejalan dengan RPJMN serta kepedulian terhadap perlindungan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dengan diraihnya UHC Award 2026 kategori Madya, Pemkab Indramayu diharapkan terus memperluas dan menjaga keberlanjutan cakupan jaminan kesehatan nasional demi mewujudkan masyarakat Indramayu yang sehat dan sejahtera.

Sumber: Diskominfo Indramayu

Andika

Prabowo: Polisi Terluka Saat Ricuh Akan Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

JAKARTA.radarinformasi.com– Presiden Prabowo Subianto menjenguk sejumlah anggota Polri yang mengalami luka saat mengamankan aksi unjuk rasa. Para personel yang dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur itu dijanjikan akan memperoleh kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).

“Semua petugas dinaikin pangkat, dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” ujar Prabowo kepada wartawan, Senin (1/9/2025).

Prabowo menegaskan bahwa aparat berkewajiban melindungi massa aksi yang taat aturan. Menurutnya, hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Kalau demonstran murni yang baik justru oleh aparat harus dilindungi, hak menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, tapi ada ketentuannya, demonstrasinya harus damai, harus sesuai undang-undang,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, ketentuan undang-undang mengatur bahwa demonstrasi harus melalui izin resmi dan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

“Jadi undang-undang mengatakan kalau mau demonstrasi harus minta izin dan izin harus dikasih dan berhentinya 18.00,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut dirinya mendapat laporan adanya pihak yang sengaja memicu kericuhan dengan melakukan pembakaran dan menggunakan petasan berdaya ledak tinggi. Akibatnya, banyak polisi yang mengalami luka bakar.

“Di berbagai tempat saya dapat laporan datang truk-truk di situ ada petasan-petasan yang besar dan ini anggota banyak kena petasan, ada yang terbakar leher, ada paha, kebanyakan laki-laki terbakar alat vitalnya, ini menurut saya sudah perusuh, niatnya bakar,” katanya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Prabowo Apresiasi Polri Bantu Peningkatan Produksi Pangan Nasional

JAKARTA.radarinformasi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya dalam meningkatkan kedaulatan pangan nasional. Presiden menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi kunci keamanan suatu negara. Rabu (2/7)

“Polri juga ikut menjadi penggerak pembangunan Indonesia, serta mendukung langsung upaya kedaulatan pangan nasional,” ujar Presiden di Lapangan Silang Monas saat memberikan amanat di HUT Bhayangkara ke-79, Selasa (1/7/25).

Menurut Presiden Prabowo, Polri menunjukkan prestasi dan peran luar biasa dalam produksi jagung nasional yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah RI.

“Produksi jagung nasional mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah RI, dan peran Polri sangat signifikan di balik pencapaian ini, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya,” ungkapnya.

Presiden juga memuji inisiatif Polri dalam program strategis, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dan ibu hamil dan menyusui. Hal itu menunjukan bahwa Polri terus berkontribusi dalam program memajukan bangsa.

“Saya mengapresiasi inisiatif pimpinan Polri yang secara langsung dan masif ikut serta dalam program strategis bangsa, termasuk pemberian makanan bergizi kepada rakyat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan rakyat di masa depan. Hal itu disebutnya sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan anak-anak dan cucu untuk menyelamatkan masa depan bangsa.

Presiden Prabowo meminta Polri agar terus melanjutkan perjuangannya. Presiden juga mengingatkan agar Polri menjaga kepercayaan rakyat.

“Saudara-saudara, lanjutkan perjuangan ini, jaga terus kepercayaan rakyat, dan selalu utamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Jangan sekali-kali mengecewakan rakyat kita,” jelasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kapolres Bogor Hadiri Upacara HJB ke-543, Gubernur Jabar Ajak Wujudkan Bogor Maju dan Aman

BOGOR.radarinformasi.com — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar upacara peringatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong. Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., hadir sebagai inspektur upacara, didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor. Selasa (3/6)

Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor dan mengajak semua pihak menjadikan peringatan HJB ke-543 sebagai momentum memperkuat komitmen membangun Bogor yang maju, inklusif, dan berdaya saing.

“Bogor memiliki potensi luar biasa — dari sumber daya manusia, alam, hingga budayanya. Di usia ke-543 ini, mari kita bersinergi membangun Kabupaten Bogor yang aman, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada TNI-Polri, khususnya Polres Bogor, atas perannya dalam menjaga stabilitas kamtibmas yang dinilai sebagai faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, yang turut hadir, menegaskan komitmen Polres Bogor untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Peringatan ini menjadi momentum bagi kami untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menjaga stabilitas wilayah agar pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.

Selain upacara resmi, peringatan HJB ke-543 juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni budaya tradisional, kirab budaya, serta pameran UMKM lokal yang menampilkan kekayaan warisan budaya dan semangat gotong royong masyarakat Bogor.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polri Tegaskan Ijazah Jokowi Asli dan Sah, Tidak Ditemukan Unsur Pidana

JAKARTA.radarinformasi.com – Bareskrim Polri menegaskan bahwa ijazah milik Presiden Joko Widodo adalah asli dan sah berdasarkan hasil penyelidikan dan uji forensik mendalam. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Utama Gedung Awaloedin Djamin, Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan menindaklanjuti laporan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) terkait dugaan pemalsuan ijazah S1 Presiden Jokowi.

“Kami telah memeriksa 39 saksi, termasuk perwakilan dari UGM, alumni, dosen, pihak sekolah menengah atas, serta satu terlapor, yakni Joko Widodo. Dari hasil pemeriksaan dan uji laboratorium forensik, kami simpulkan bahwa dokumen ijazah Presiden Joko Widodo adalah asli dan sah,” ungkap Brigjen Pol. Djuhandhani.

Laporan yang diterima semula mencantumkan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 263, 264, dan 266 KUHP, serta Pasal 68 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Namun, hasil penyelidikan tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana.

Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh di 13 lokasi, termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan Universitas Gadjah Mada. Dari lokasi-lokasi tersebut, ditemukan dokumen pendukung seperti STTB, formulir pendaftaran, Kartu Hasil Studi, surat keterangan praktik, dan ijazah asli. Seluruh dokumen tersebut telah melalui uji forensik dan dinyatakan valid dan identik dengan dokumen pembanding.

“Ijazah asli S1 dengan nomor 1120 telah diuji secara forensik dan hasilnya identik. Bahkan skripsi ditemukan dalam bentuk fisik, diketik menggunakan mesin tik dan dicetak dengan teknik sesuai era 1985,” tambahnya.
Brigjen Djuhandhani juga menyampaikan bahwa TPUA selaku pelapor tidak terdaftar sebagai lembaga berbadan hukum di Kementerian Hukum dan HAM.

Meski telah menyimpulkan tidak terdapat unsur pidana, Polri menegaskan bahwa kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan dan belum ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Jika nantinya ditemukan unsur pidana dalam pelaporan yang tidak berdasar, tentu bisa kami proses lebih lanjut. Namun untuk saat ini, belum ada langkah ke arah tersebut,” tandasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kapolda Jabar: Sinergi adalah Kunci dalam Mewujudkan Keamanan, Ketertiban, dan Kesejahteraan di Jawa Barat

BANDUNG.radarinformasi.com  – Kepolisian Daerah Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui penguatan sinergi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Nota Kesepakatan serta Komitmen Bersama tentang Sinergi di Bidang Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban Umum untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Daerah di Provinsi Jawa Barat. Jumat (16/5)

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, dalam sambutannya di Bale Pakuan, Kota Bandung, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan wilayah yang aman dan kondusif. “Kita mungkin berbeda, tetapi memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mewujudkan Jawa Barat yang aman,” ujar Rudi.

Ia juga mengapresiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah menginisiasi pertemuan strategis ini. Sejak dilantik sebagai Kapolda Jabar pada 5 Mei 2025, momen ini menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat kerja sama antar instansi. “Kami siap mendukung terwujudnya Jawa Barat yang maju, aman, tertib, dan barokah,” lanjutnya.

Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban tidak dapat dicapai secara individual. Diperlukan sinergi antara kepala daerah, jajaran Polres, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Saya meyakini tidak ada kesuksesan yang diraih sendirian. Keamanan, ketertiban, dan ketentraman di Jawa Barat hanya bisa terwujud dengan kerja sama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah hukum Jawa Barat untuk aktif menjalin komunikasi dan mendukung penuh program-program pemerintah daerah. Menurutnya, hubungan yang erat antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai penutup, Irjen Pol Rudi Setiawan berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, melainkan didasari niat tulus untuk menciptakan kemaslahatan bersama. “Insya Allah, setelah acara ini akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis antara OPD-OPD terkait dengan pejabat utama kami, hingga diteruskan di tingkat Polres. Semoga ini menjadi langkah nyata untuk membangun Jawa Barat yang aman, tertib, dan sejahtera,” ucapnya.

Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas lintas sektor demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan di Jawa Barat.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Ketua DPRD Jawa Barat, Sekretaris Daerah, para Bupati dan Wali Kota, serta Kapolres se-Jawa Barat.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule