INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kirab Pusaka dalam rangka memperingati Hari Jadi Indramayu ke-498 singgah di Kecamatan Karangampel. Rombongan kirab disambut hangat oleh Camat Karangampel, H. Johar Manun SH, bersama jajaran Muspika, kepala UPT, kuwu se-Kecamatan Karangampel, serta masyarakat yang hadir dengan penuh antusias,” Selasa (30/9/2025).
Dalam prosesi tersebut, pusaka sakral berupa Cakra Udaksana dan Gagak Winangsih diserahkan secara simbolis kepada Camat Johar Manun. Gagak Winangsih sendiri terdiri atas patung burung gagak, pusaka Udaksana, dan tombak, yang sarat makna filosofis tentang kegigihan, keberanian, semangat, serta tekad masyarakat pesisir Indramayu membangun peradaban di sekitar Sungai Cimanuk.
Dalam sambutannya, Johar Manun menegaskan bahwa kirab ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana edukasi budaya sekaligus refleksi atas perjuangan para leluhur. “Pusaka Gagak Winangsih dan Cakra Udaksana mengajarkan kita arti keberanian, kegigihan, dan persatuan. Nilai-nilai ini harus terus diwariskan, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.
Secara historis, Gagak Winangsih merupakan lambang pemerintahan Indramayu pada masa Raden Arya Wiralodra III di era 1750-an. Keberadaannya menjadi bukti kuatnya akar tata pemerintahan Indramayu sejak berabad lalu, sekaligus penopang identitas masyarakat hingga kini.
Kirab Pusaka yang menjadi agenda tahunan Hari Jadi Indramayu ini juga mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan perangkat desa menambah kekhidmatan jalannya acara yang berlangsung tertib dan penuh kebersamaan.
“Pusaka ini bukan sekadar benda, melainkan simbol perjuangan, keberanian, dan persatuan. Mari kita jadikan Hari Jadi Indramayu ke-498 sebagai momentum refleksi untuk mewujudkan Indramayu yang religius dan lebih baik,” tutup Johar Manun.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menjadi saksi lahirnya sejarah baru, Selasa (30/9/2025). Sebidang tanah kosong di kawasan industri setempat mendadak ramai dengan tenda, undangan, pejabat, hingga investor yang berkumpul untuk menghadiri Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik koper milik PT. Quanzhou Jinlin Luggage Indonesia.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turun langsung memimpin prosesi dengan menabur pasir menggunakan sekop. Tepuk tangan meriah dari hadirin menandai awal dimulainya pembangunan, yang diyakini bakal mengubah wajah perekonomian daerah.
“Ini adalah momentum besar. Investasi ini bukan hanya mendirikan pabrik, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat Indramayu,” tutur Lucky Hakim penuh semangat.
Ia menekankan, hadirnya perusahaan asal Tiongkok ini membuktikan bahwa iklim investasi Indramayu semakin kondusif, didukung pelayanan perizinan cepat, tertib, dan transparan. Menurutnya, keberadaan pabrik koper raksasa tersebut akan memicu pergerakan ekonomi lokal, mulai dari transportasi, logistik, hingga pasar produk unggulan daerah.
“Kesuksesan pembangunan ini butuh dukungan bersama. Mari kita jadikan Indramayu benar-benar maju, sesuai cita-cita Indramayu Reang,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT. Quanzhou Jinlin Luggage Indonesia, Mr. Fung, menegaskan pabrik di Indramayu merupakan ekspansi kedua setelah Semarang. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan mampu menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja lokal.
“Kami percaya, dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, pabrik ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi Indramayu,” kata Fung.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Delapan dekade sudah Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri sejak kelahirannya sebulan pasca-Proklamasi, 17 September 1945. Lembaga kemanusiaan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak kala itu: memberikan pertolongan bagi para pejuang dan rakyat yang terluka akibat perang.
Di Indramayu, semangat itu kembali digelorakan lewat peringatan HUT PMI ke-80, HUT Unit Donor Darah (UDD) ke-36, sekaligus peluncuran Bulan Dana PMI 2025 yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten, Selasa (30/9/2025).
Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, hadir mewakili Bupati Lucky Hakim sekaligus bertindak sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Indramayu. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa PMI merupakan garda terdepan dalam urusan kemanusiaan, mulai dari ketersediaan darah hingga penanganan bencana.
Ketua PMI Indramayu, Mulya Sedjati, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan stok darah.
“Sering kali pasien sangat membutuhkan, tetapi stok terbatas. Namun, dengan dukungan pemerintah daerah, kami berkomitmen memastikan setiap pasien tetap terlayani,” ujarnya.
Mulya menambahkan, masalah lain yang kerap muncul justru ketika stok berlebih, karena darah hanya bisa disimpan selama 10 hari. Meski demikian, PMI bersama relawan selalu sigap, tidak hanya di bidang donor darah tetapi juga dalam aksi kebencanaan, berkolaborasi dengan BPBD hingga mengirimkan bantuan lintas daerah.
Syaefudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan PMI.
“Atas nama Bupati, saya ucapkan selamat ulang tahun ke-80 untuk PMI. Semoga tetap menjadi pilar kemanusiaan yang melayani tanpa diskriminasi,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Indramayu mendukung penuh Bulan Dana PMI 2025.
“PMI bukan hanya tentang donor darah, tapi juga kepedulian saat bencana dan kondisi darurat. Mari kita bersama-sama menyukseskan Bulan Dana demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Acara ini turut diramaikan dengan penyerahan penghargaan bagi pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan lebih dari 50, 75, hingga 100 kali. Selain itu, Wabup menyerahkan trofi lomba gerak jalan HUT PMI ke-80 kepada PMR Madya SMPN 1 Indramayu dan PMR Wira SMAN 1 Kandanghaur.
Sebagai penutup, dilakukan penggalangan dana secara simbolis yang dipimpin langsung Wakil Bupati, sejalan dengan semangat gotong royong serta visi Indramayu Bermartabat (REANG).
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kebahagiaan menyelimuti warga pesisir Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Senin (29/9/2025). Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim meresmikan Kampung Nelayan Sejahtera, sebuah kawasan hunian dan ekonomi baru bagi masyarakat nelayan.
Sebanyak 93 unit rumah layak huni kini berdiri menggantikan bangunan lama yang rawan rusak. Tidak hanya tempat tinggal, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas sosial dan ekonomi, mulai dari sentra UMKM, masjid, Z Corner, hingga taman ramah anak dan lansia.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyebut peresmian ini sebagai tonggak penting bagi masyarakat pesisir.
“Ini bukti nyata negara hadir untuk nelayan. Terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial atas kepeduliannya. Semoga hunian, sentra UMKM, dan fasilitas umum ini benar-benar membawa manfaat bagi warga,” ujar Lucky.
Ia menambahkan, Kampung Nelayan Sejahtera bukan sekadar program, melainkan harapan agar nelayan Indramayu lebih berdaya dan sejahtera.
“Mari kita rawat bersama fasilitas ini untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.Senada, Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa pembangunan kawasan tersebut adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.
“Kampung ini bukan hanya bangunan, tetapi juga ruang tumbuh bersama. Ada hunian yang layak, pusat ekonomi, dan ruang sosial yang bisa memperkuat kebersamaan. Namun, kesejahteraan tidak hanya diberikan, tetapi juga harus dijaga dan diperjuangkan,” katanya.
Kehadiran kampung baru ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kusnirah (47), salah satu penerima rumah, mengaku lega karena kini bisa tinggal di hunian yang aman setelah rumah lamanya sering terendam banjir. “Anak-anak punya tempat bermain, orang tua bisa bersantai di taman, dan kami para nelayan punya wadah untuk usaha,” tuturnya.
Kampung Nelayan Sejahtera pun menjadi simbol gotong royong, bukti bahwa masyarakat pesisir Indramayu mampu tumbuh lebih kuat, berdaya, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.
JAKARTA.radarinformasi.com- Diori Parulian Ambarita, yang akrab disapa Ambar, resmi melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya. Ambar, seorang jurnalis yang dikenal berani mengungkap fakta di lapangan, menjadi korban pengeroyokan pada Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 15.30 WIB.
Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau Opan, menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/9/2025), bahwa Ambar didampingi oleh sejumlah wartawan serta perwakilan LSM, termasuk AWIBB dan LBH Harimau Raya, saat membuat laporan kepolisian pada Sabtu, 27 September 2025.
“Selain membuat laporan, Ambar juga dibawa ke RS Polri untuk visum. Proses ini sesuai dengan LP Nomor STTLP/B/6885/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya,” jelas Opan.
Opan menegaskan, pengeroyokan dilakukan lebih dari 10 orang, termasuk dugaan keterlibatan pemilik usaha bernama Ali. Akibat insiden tersebut, Ambar mengalami luka serius di kelopak mata kiri hingga berpotensi kebutaan, memar di kepala, serta lebam di beberapa bagian tubuh.
Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, sehari setelah laporan diterbitkan, mendatangi Ambar di RSUD Bekasi Kabupaten untuk meminta keterangan lebih detail. Tim juga meninjau TKP, yaitu home industri pengepakan makanan kucing merek “Me-O” di Jalan Kp. Siluman, Dusun 1, Mangun Jaya, Tambun Selatan, Bekasi. Namun, Opan menyoroti bahwa lokasi tersebut diduga ilegal dan tidak dipasangi police line, serta ketua RT setempat sulit dikonfirmasi.
Menurut Opan, ada indikasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk oknum Ketua RT, anggota karangtaruna desa Mangun Jaya, hingga seorang pengacara yang mengaku dari Kongres Advokat Indonesia (KAI). Ambar menyebut adanya tekanan untuk menandatangani mediasi perdamaian yang menguntungkan pemilik usaha ilegal dan para pelaku.
“Kasus ini jelas menunjukkan upaya menghalangi tugas jurnalistik, intimidasi, diskriminasi, hingga kriminalisasi terhadap wartawan,” ujar Opan. Ia menambahkan bahwa Ambar kini mengalami gangguan serius, termasuk mata kiri berisiko buta, penglihatan sebelah kanan kabur, luka di hidung, dan pusing berat. Kondisi saraf tengkuk yang terdampak juga memengaruhi pencernaan dan menimbulkan mual hebat.
Tak hanya itu, alat-alat jurnalistik Ambar juga sempat dirusak, menghambat aktivitas peliputan. Berdasarkan hal tersebut, Opan menekankan agar kepolisian segera menindak tegas para pelaku sesuai Pasal 170 KUHP dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Desa Juntiweden bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Desa (Musdes) sekaligus melantik Panitia Pemilihan Kuwu untuk Pilkades serentak yang akan dilaksanakan pada 10 Desember 2025.
Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kuwu Juntiweden pada Senin (29/09/2025) dan dipimpin langsung oleh Ketua BPD Ivan Hermawan, sesuai Peraturan Bupati Indramayu Nomor 30 Tahun 2025.
Hadir dalam acara tersebut Camat Juntinyuat Ali Alamudin SH, Kuwu Juntiweden Asromin, Babinsa Koramil Juntinyuat, Babinkamtibmas Polsek Juntinyuat, perwakilan Satpol PP, Ketua Karang Taruna, serta para Ketua RT dan RW.
Ivan Hermawan dalam sambutannya berharap para anggota panitia dapat bekerja profesional dan menjaga netralitas. “Mari kita sukseskan Pemilihan Kuwu ini sebagai pesta demokrasi desa yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Kuwu Juntiweden Asromin turut menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses penjaringan hingga pelantikan. “Kami bangga semua tahapan berjalan tertib. Harapan saya, panitia dapat mengemban tugas dengan amanah hingga hari pemilihan nanti,” ucapnya.
Asromin juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan dan kerukunan menjelang pemilihan. “Beda pilihan itu wajar, tapi desa harus tetap damai. Kepala boleh panas, hati tetap dingin demi Juntiweden yang kondusif,” tutupnya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meninjau proyek revitalisasi pendidikan di Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/9/2025). Kunjungan ini meliputi SDN 1 Parean Girang dan SMK Muhammadiyah Kandanghaur, yang menjadi fokus pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyebut revitalisasi sekolah dan pembangunan gedung baru SMK Muhammadiyah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Fasilitas ini harus menjawab kebutuhan pendidikan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Revitalisasi bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi bagi masa depan generasi muda Indramayu,” tegas Lucky.
Ia menambahkan, visi pembangunan pendidikan di Indramayu menitikberatkan pada peningkatan kualitas anak usia dini hingga pendidikan menengah, dengan dukungan sarana berstandar nasional dan akses pendidikan yang merata.
“Visi ini harus diwujudkan bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya menjadi slogan,” ujarnya.
Lucky juga menegaskan komitmen Pemkab Indramayu melalui program “Indramayu Reang” yang mencakup wajib belajar 12 tahun, peningkatan kualitas guru, dan pemerataan akses pendidikan.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran, sertifikasi dan peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan kompetensi pendidik.
“Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap pendidikan. Revitalisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing,” ungkap Mu’ti.
Selain meninjau sekolah, Mendikdasmen juga membuka Workshop Desain Pembelajaran Mendalam yang diikuti kepala sekolah SDN dan SMPN di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana Sabtu pagi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, tampak lebih hidup dari biasanya. Lahan seluas lima hektare milik PT Bumi Wiralodra Indramayu (Perseroda) menjadi pusat perhatian ketika Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir langsung meninjau lahan demonstrasi plot (demplot) pertanian.
Namun demplot ini bukan sekadar ladang percobaan. Bupati menyebutnya sebagai “laboratorium terbuka” bagi para petani, terutama generasi muda, untuk menguji dan mempraktikkan ilmu yang sebelumnya hanya mereka dapatkan di ruang kelas atau pelatihan.
“Pemerintah daerah mendorong petani muda belajar cara menanam yang efektif dan efisien. Teori yang sudah diterima silakan langsung dipraktikkan,” kata Lucky Hakim saat berdialog dengan petani, Sabtu (27/9/2025).
Program demplot tersebut diharapkan mampu memangkas biaya produksi dan meningkatkan hasil panen hingga 10–20 persen. Tak berhenti di situ, Pemkab Indramayu juga menargetkan pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 35 persen dan menggantinya dengan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
Dukungan pemerintah itu disambut antusias Ketua Koperasi Sri Unggul Sejahtera, Taryono. Menurutnya, langkah ini membuka peluang petani mengenal teknologi baru. “Kami berharap kelompok tani bisa segera memanfaatkan teknologi seperti drone untuk penyemprotan hama secara serentak,” ujarnya optimistis.
Kehadiran Bupati di tengah para petani tak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga penyemangat. Pemkab berharap pertanian Indramayu ke depan lebih modern, efisien, dan berkelanjutan serta memberi ruang bagi generasi muda menjadikan pertanian sebagai masa depan yang menjanjikan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Satu keputusan bisa membuat publik heboh, terutama jika dinilai tak masuk akal. Itulah yang kini terjadi di Indramayu. Keputusan Bupati Lucky Hakim dari Partai NasDem yang menunjuk tenaga ahli dari kalangan masyarakat sipil justru memicu badai kontroversi di warung kopi, media sosial, hingga ruang diskusi politik.
Pertanyaan pun bermunculan. Apakah ini langkah strategis atau sekadar panggung politik? Apakah ini akan menyedot APBD? Bahkan, ada yang curiga, jangan-jangan ini cara baru membagi-bagi kue proyek pemerintah.
Dalam politik lokal, langkah kecil bisa jadi gelombang besar. Alih-alih menumbuhkan kepercayaan publik, keputusan ini justru menyisakan tanda tanya besar.
Salman, Sosok Misterius di Balik Kontroversi
Nama Salman kini menjadi perbincangan paling panas. Ia mendadak terkenal bukan karena prestasi, melainkan karena jabatan staf khusus yang diberikan langsung oleh bupati. Publik bertanya-tanya: siapa Salman? Apakah ia seorang pakar pembangunan, ahli pemerintahan, atau hanya “orang dekat” yang sedang diberi panggung?
Pertanyaan itu sesungguhnya mewakili kegelisahan lebih besar: apakah pengangkatan ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang?
Media Sosial Jadi Arena Tarung
Isu Salman bukan hanya dibahas di forum resmi, tapi juga meledak di media sosial. TikTok, grup WhatsApp, hingga komentar netizen dipenuhi perdebatan. Bahkan politikus Bambang Hermanto ikut bersuara lantang, mengajak relawan bupati “menggeruduk” pendopo.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: kepercayaan terhadap bupati mulai goyah. Apakah ini awal perpecahan di lingkaran pendukung Lucky Hakim, atau hanya luapan emosi sesaat?
Inilah wajah politik lokal di era digital: satu video bisa lebih mengguncang daripada rapat resmi, satu unggahan bisa lebih membentuk opini publik daripada pidato panjang.
Stafsus: Kursi Kerja atau Kursi Panggung?
Sejak lama, posisi staf khusus di daerah kerap jadi sorotan. Tak jarang jabatan ini dianggap sekadar kursi kehormatan bagi kerabat atau loyalis, bukan pos kerja nyata. Dan kini, sorotan itu kembali diarahkan ke Bupati Indramayu.
Pertanyaannya sederhana: apakah pengangkatan Salman murni demi mempercepat pembangunan, atau hanya panggung politik berbiaya APBD?
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, bahkan memberi peringatan: kepala daerah harus bijak. Jangan mengakomodir kepentingan kelompok, jangan menghamburkan anggaran untuk jabatan tanpa dampak nyata.
Peringatan ini seolah jadi tamparan halus. Publik pun bertanya: apakah bupati mendengarnya? Ataukah ia lebih sibuk tampil di TikTok ketimbang menelaah regulasi?
Menguji Kepercayaan Publik
Kontroversi ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas bupati. Rakyat menuntut transparansi:
Berapa biaya yang dikeluarkan untuk stafsus?
Apa kontribusi nyata yang diharapkan?
Bagaimana mekanisme pengangkatannya?
Tanpa jawaban jelas, kepercayaan publik bisa semakin terkikis.
Ketika Kebijakan Jadi Bumerang
Keputusan politik selalu punya risiko. Namun risiko terbesar adalah ketika kebijakan itu dianggap blunder. Kasus Salman menunjukkan kurangnya komunikasi dan transparansi dari pemerintah daerah.
Alih-alih menjadi jembatan antara bupati dan rakyat, stafsus justru bisa menjadi tembok yang memperlebar jarak.
Pelajaran untuk Kepala Daerah
Mengangkat staf ahli memang hak kepala daerah, tapi bukan tanpa batas. Hak itu harus dipertanggungjawabkan – kepada aturan hukum, dan kepada hati nurani rakyat.
Kontroversi Salman adalah peringatan keras bahwa komunikasi politik yang buruk bisa meruntuhkan legitimasi.
Pertanyaan yang Menggantung
Pada akhirnya, publik berhak bertanya:
Siapakah Salman sebenarnya?
Untuk apa jabatan stafsus diberikan?
Apakah kebijakan ini untuk rakyat atau hanya untuk segelintir orang?
Apakah bupati masih mendengar suara rakyat, atau lebih sibuk mengejar tepuk tangan di layar ponsel?
Demokrasi tumbuh dari keberanian rakyat bersuara. Dan hari ini, suara itu menggema dari pelosok Indramayu, menuntut jawaban yang jelas dari pemimpinnya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Persiapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) 2025 di Kabupaten Indramayu semakin matang. Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) di setiap desa, termasuk Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, telah resmi dibentuk pada 24 September 2025 lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahapan berikutnya adalah melengkapi administrasi dan menyiapkan kanal informasi seperti media sosial dan email hingga 30 September.
Selanjutnya, Panpilwu akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pada 1–3 Oktober. Pendaftaran bakal calon Kuwu dibuka pada 1–13 Oktober, dilanjutkan penetapan calon pada 21 November dan pengumuman resmi pada 24 November. Pengundian nomor urut digelar sehari setelahnya, 25 November.
Bersamaan dengan penetapan calon, Panpilwu mulai melakukan pencacahan daftar pemilih tetap (DPT) hingga 26 November. DPT kemudian ditetapkan pada 27–28 November, disusul distribusi kartu pemilih pada 5–9 Desember.
Kampanye calon Kuwu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 2–4 Desember, kemudian masa tenang pada 5–9 Desember. Puncaknya, pemungutan suara akan digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 07.00–12.00 WIB, dengan penghitungan suara dimulai pukul 13.00 WIB.
Tahun ini, Pilwu menggunakan sistem hybrid. Satu TPS digital akan disediakan di setiap desa, berlokasi dekat Balai Desa, sementara TPS lain tetap menggunakan sistem pemungutan suara manual berbasis kertas.
Ketua Panpilwu Leuwigede, Casyanto, melalui wakil ketua Ahmad Khoeri menjelaskan, kapasitas maksimal tiap TPS adalah 500 pemilih. “Dengan sistem hybrid ini, seluruh proses di 139 desa yang mengikuti Pilwu bisa terpantau secara real time,” ujar Khoeri, Jum’at (26/9).
Khoeri berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan Pilwu 2025 di Desa Leuwigede sukses sesuai harapan masyarakat.