Konker PGRI Indramayu Dibuka, Guru Didorong Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Penguatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kolaborasi bersama organisasi profesi guru dinilai penting untuk menciptakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 yang berlangsung di Gedung PGRI Indramayu, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Soliditas dan Profesionalisme Guru untuk PGRI Indramayu Maju Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program kerja PGRI untuk periode mendatang.

Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Yus Rusmadi, menyampaikan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan mampu mengikuti perubahan zaman.

“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Menurut Yus, peningkatan profesionalisme tenaga pendidik perlu dibarengi dengan lingkungan kerja yang mendukung. Guru harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang, kepastian dalam menjalankan tugas, penghargaan, serta suasana kerja yang aman dan nyaman.

Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Peran PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar pembangunan pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pendidikan adalah pintu masuk untuk mewujudkan Indramayu REANG. Karena itu, mari kita perkuat gotong royong dan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indramayu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu, Caridin, menyebut Konkerkab menjadi kesempatan penting bagi organisasi untuk melihat kembali pelaksanaan program sebelumnya sekaligus merumuskan program yang lebih nyata dan tepat sasaran.

PGRI, kata Caridin, akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat persatuan organisasi, serta memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga pendidik.

“PGRI akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat soliditas organisasi, serta mengawal kesejahteraan dan perlindungan guru,” terangnya.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui komunikasi, advokasi, serta membangun sinergi yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia pendidikan.

Caridin juga mengingatkan para guru agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menurutnya perlu dilakukan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.

“Yang kita butuhkan bukan banyaknya program, tetapi program yang realistis, terukur, dan memberikan dampak langsung. Mari kita bangun PGRI yang semakin solid, guru yang semakin profesional, dan pendidikan Indramayu yang semakin maju,” katanya.

Konkerkab I PGRI Kabupaten Indramayu diikuti pengurus PGRI Kabupaten, jajaran PGRI Provinsi Jawa Barat, pengurus cabang, utusan ranting dari berbagai wilayah Kabupaten Indramayu, serta perwakilan perangkat kelengkapan organisasi.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah kerja yang konkret dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Tidak hanya membahas agenda organisasi, kegiatan Konkerkab juga turut memberikan ruang bagi UMKM binaan PGRI dari berbagai cabang di Kabupaten Indramayu untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada peserta kegiatan dan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Mochamad Rusdi Dilantik Jadi Ketua MKKS Kabupaten Bogor Periode 2026–2030

BOGOR.radarinformasi.com – Mochamad Rusdi resmi dilantik sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bogor periode 2026–2030. Bersamaan dengan itu, kepengurusan baru MKKS Kabupaten Bogor juga resmi dikukuhkan.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung di salah satu hotel di wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor beserta jajaran. Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan menjadi bagian dari prosesi pelantikan ketua sekaligus pengukuhan pengurus MKKS periode 2026–2030.

Mochamad Rusdi diketahui merupakan Kepala SMP Negeri 3 Gunung Putri. Sebelum dipercaya memimpin MKKS, Rusdi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MKKS Kabupaten Bogor.

Dalam proses pemilihan Ketua MKKS periode 2026–2030, Rusdi mendapat dukungan dan diusulkan oleh 33 perwakilan. Dukungan tersebut kemudian mengantarkannya untuk memimpin MKKS SMP Kabupaten Bogor selama empat tahun ke depan.

Usai dilantik, Rusdi menyampaikan harapannya agar MKKS tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan diskusi bagi para kepala sekolah dalam membahas berbagai persoalan pendidikan.

“MKKS ini diharapkan menjadi wadah diskusi bagi para kepala sekolah, baik terkait pendidikan, kegiatan belajar mengajar, maupun berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah. Jadi kita bisa saling berbagi dan mencari solusi bersama,” ujar Rusdi.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarkepala sekolah menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai dinamika dunia pendidikan. Melalui MKKS, berbagai pengalaman dan gagasan dari para kepala sekolah diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
Dengan dilantiknya ketua dan dikukuhkannya kepengurusan baru, MKKS SMP Kabupaten Bogor kini memasuki periode kepemimpinan 2026–2030.

Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarkepala sekolah serta membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Red

KIP Kuliah 2026 Jadi Peluang bagi Siswa Indramayu yang Terkendala Biaya Kuliah

INDRAMAYU.radarInformasi.com – Bagi siswa di Kabupaten Indramayu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi terkendala biaya, Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Tahun 2026 dapat menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan dukungan biaya pendidikan.

KIP Kuliah merupakan program pemerintah yang memberikan bantuan biaya pendidikan kepada lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.

Berdasarkan informasi resmi KIP Kuliah, calon penerima harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, termasuk memiliki potensi akademik baik, memenuhi kriteria keterbatasan ekonomi, serta lulus seleksi masuk perguruan tinggi.

Siapkan Dokumen Sebelum Mendaftar

Calon mahasiswa yang ingin mendaftar perlu memastikan data kependudukan dan pendidikan telah sesuai. Data yang digunakan dalam pendaftaran antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta alamat email aktif.

Selain itu, calon pendaftar perlu menyiapkan dokumen pendukung kondisi ekonomi sesuai kategori yang dipenuhi, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), data DTSEN, atau dokumen lain sesuai ketentuan.

Dalam ketentuan KIP Kuliah 2026, keterbatasan ekonomi antara lain dapat dibuktikan dengan kepemilikan KIP, terdata dalam DTSEN maksimal desil 4, atau berasal dari panti sosial/panti asuhan.

Bagi calon pendaftar yang tidak memenuhi kategori tersebut, masih terdapat ketentuan lain untuk dapat mendaftar, antara lain memenuhi persyaratan pendapatan orang tua/wali sesuai ketentuan dan mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Pendaftaran Dilakukan Melalui Laman Resmi

Pendaftaran akun KIP Kuliah 2026 dilakukan secara online melalui laman resmi KIP Kuliah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Calon pendaftar tahun 2026 yang memenuhi ketentuan dapat melakukan pendaftaran akun dengan memasukkan NIK, NISN, NPSN dan email aktif.

Setelah berhasil membuat akun, calon mahasiswa dapat melanjutkan proses pendaftaran dengan melengkapi data yang diperlukan. Seluruh informasi harus diisi secara benar dan sesuai kondisi sebenarnya karena akan menjadi bagian dari proses verifikasi.

Jangan Keliru, KIP Kuliah Bukan Jaminan Langsung Diterima di Kampus

Calon mahasiswa juga perlu memahami bahwa memiliki akun atau mendaftar KIP Kuliah tidak otomatis membuat seseorang diterima di perguruan tinggi.

Peserta tetap harus mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur yang dipilih. KIP Kuliah berlaku untuk jalur SNBP, UTBK-SNBT, seleksi mandiri PTN dan seleksi mandiri PTS sesuai ketentuan.

Setelah dinyatakan lulus seleksi masuk perguruan tinggi, calon penerima akan menjalani proses verifikasi kelayakan oleh perguruan tinggi sebelum ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.

Jadwal KIP Kuliah 2026

Berdasarkan laman resmi KIP Kuliah, pendaftaran akun siswa KIP Kuliah 2026 dibuka mulai 3 Februari hingga 31 Oktober 2026.

Sementara itu, jadwal seleksi yang tercantum meliputi SNBP pada 10–18 Februari 2026, UTBK-SNBT pada 25 Maret–7 April 2026, seleksi mandiri PTN pada 15 Juni–31 Oktober 2026, dan seleksi mandiri PTS pada 15 Juni–31 Oktober 2026. Jadwal dapat berubah sehingga calon pendaftar dianjurkan memantau informasi resmi.

Masyarakat Indramayu Bisa Memanfaatkan Informasi Ini

Bagi pelajar dan orang tua di Indramayu yang memiliki keterbatasan ekonomi, informasi mengenai KIP Kuliah dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Calon pendaftar diimbau tidak hanya mempersiapkan dokumen, tetapi juga memastikan NIK, NISN, NPSN dan data lainnya telah valid. Jika terdapat permasalahan data, perbaikan perlu dilakukan melalui pihak atau sistem yang sesuai.

Informasi resmi KIP Kuliah juga menyediakan panduan dan FAQ yang dapat digunakan calon mahasiswa untuk memahami persyaratan serta tahapan pendaftaran.

Link Informasi dan Tutorial

Untuk memperoleh informasi resmi mengenai KIP Kuliah 2026, masyarakat dapat mengakses:

Portal resmi KIP Kuliah:
KIP Kuliah Kemdiktisaintek

Panduan dan FAQ KIP Kuliah:
Panduan KIP Kuliah

Tutorial melalui Instagram:
https://www.instagram.com/reel/DUSd_t2ESYK/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=NTc4MTIwNjQ2YQ==

Dengan adanya program tersebut, keterbatasan ekonomi diharapkan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri sejak dini, memastikan data valid, serta mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber: KIP Kuliah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Andika

Camat Sukagumiwang Beri Motivasi Calon Siswa Sekolah Rakyat Jelang Keberangkatan ke SRT Cikawung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, memberikan motivasi dan arahan kepada calon siswa Sekolah Rakyat yang akan berangkat menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sukagumiwang tersebut dihadiri Pendamping Sosial Kecamatan Sukagumiwang, para calon siswa, serta orang tua dan wali murid.

Dalam arahannya, Mohamad Mulya Setiawan menyampaikan apresiasi kepada para calon siswa yang berhasil memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Ia mengajak para peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui semangat belajar, kedisiplinan, dan tekad meraih cita-cita.

“Kesempatan ini merupakan peluang yang sangat berharga. Manfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk belajar, menjaga disiplin, serta terus mengembangkan kemampuan agar kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Camat Sukagumiwang juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan dukungan moral dan doa agar anak-anak dapat menjalani proses pendidikan dengan baik selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Menurutnya, sinergi antara keluarga dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan para peserta didik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembekalan awal bagi calon siswa sebelum memasuki lingkungan pendidikan yang baru. Para peserta diberikan berbagai informasi terkait kehidupan di asrama, tata tertib, serta kesiapan mental agar mampu beradaptasi dengan baik selama mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Cikawung merupakan program pemerintah yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp236 miliar. Kawasan pendidikan tersebut berdiri di atas lahan seluas 9,2 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi dan didukung ruang terbuka hijau seluas 69.628 meter persegi.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif guna mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Melalui kegiatan motivasi dan pembekalan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan yang berkualitas, sekaligus memastikan para calon siswa siap mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Infrastruktur Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Cikawung Siap Gelar MPLS Perdana Akhir Juli

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini memasuki tahap akhir. Sekolah hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia tersebut dijadwalkan mulai menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada 31 Juli 2026.

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare ini akan melayani peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

Kesiapan penyelenggaraan MPLS dipastikan saat Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, melakukan monitoring dan evaluasi di lokasi sekolah.

Iin mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Sosial RI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“Sekolah Rakyat menjadi bukti komitmen pemerintah, baik Kementerian Sosial maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Agus Saputra Aryanto, menjelaskan bahwa kawasan Sekolah Rakyat dirancang sebagai kompleks pendidikan modern dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Fasilitas yang tersedia meliputi gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, rumah ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, hingga sarana olahraga.

Selain itu, kawasan pendidikan tersebut juga dilengkapi lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area multifungsi, taman edukasi, serta sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Menurut Agus, dimulainya kegiatan MPLS menjadi penanda bahwa Sekolah Rakyat telah memasuki tahap operasional dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan dan segera dapat digunakan oleh para siswa,” katanya.

Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu akan menampung 270 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 100 siswa dari sekolah rintisan yang juga akan mengikuti proses pembelajaran di kawasan tersebut.

Dengan hampir rampungnya pembangunan infrastruktur, Sekolah Rakyat Cikawung diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu menciptakan generasi muda Indramayu yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing, sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Tuntaskan Kendala Kuota SPMB 2026, Sebanyak 242 Calon Siswa Dipastikan Tertampung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat terkait keterbatasan daya tampung dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Indramayu tetap memperoleh haknya atas layanan pendidikan dasar.

Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, Caridin, menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami kekhawatiran para orang tua, khususnya di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, yang sempat menghadapi kendala akibat terbatasnya kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

“Kami memahami sepenuhnya aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait keterbatasan daya tampung SPMB Tahun 2026. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menghadirkan solusi agar seluruh peserta didik dapat mengakses pendidikan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kabupaten Indramayu melakukan koordinasi, verifikasi, dan evaluasi secara intensif dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Melalui mekanisme pengecualian sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah mengajukan penambahan jumlah rombongan belajar di sejumlah sekolah.

Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan penuh dari BBPMP Jawa Barat. Sebanyak 12 sekolah dasar yang mengajukan penambahan kuota, termasuk beberapa sekolah di Desa Dadap, kini memperoleh tambahan rombel sehingga mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik.

Berdasarkan data Disdikbud, sebanyak 242 calon siswa yang sebelumnya berpotensi tidak memperoleh kuota dipastikan 100 persen dapat diterima dan mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

Keberhasilan penyelesaian persoalan kuota SPMB ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendukung pelaksanaan program wajib belajar serta menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Pemkab Indramayu juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif sehingga permasalahan dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ke depan, Disdikbud Kabupaten Indramayu akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan daya tampung sekolah, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), penataan tenaga pendidik, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta didik pada tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih atas dukungan, kesabaran, dan sinergi seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mewujudkan layanan pendidikan di Kabupaten Indramayu yang bermutu, adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak,” tutup Caridin.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Gabuswetan Berlangsung Sederhana dan Penuh Makna

INDRAMAYU.radarinformasi.com – UPTD SMP Negeri 1 Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 secara sederhana namun penuh makna di halaman sekolah, Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para siswa, orang tua/wali murid, dewan guru, komite sekolah, serta tamu undangan lainnya. Suasana haru tampak mewarnai jalannya acara, terutama saat prosesi pelepasan dan penyampaian pesan perpisahan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan bakat peserta didik, pihak sekolah menampilkan berbagai pertunjukan seni yang diperankan langsung oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Gabuswetan. Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, penampilan musik dan vokal, hingga atraksi seni modern yang mendapat sambutan meriah dari para hadirin.

Kepala UPTD SMP Negeri 1 Gabuswetan, H. Rohsidin, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan pelepasan siswa kelas IX tahun ini dilaksanakan secara sederhana sesuai arahan dan imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar kegiatan perpisahan sekolah lebih mengedepankan nilai syukur dan kesederhanaan.

“Meskipun dilaksanakan secara sederhana, kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar bagi seluruh keluarga besar sekolah, khususnya bagi siswa-siswi kelas IX yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Rohsidin juga berpesan kepada seluruh lulusan agar senantiasa menghormati kedua orang tua, menjaga sikap saling menghargai sesama, serta terus menuntut ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Ia juga mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga nama baik almamater dan tidak bersikap sombong atas berbagai pencapaian yang diraih.

“Jadilah pelajar yang bermanfaat bagi masyarakat, teruslah belajar, dan jangan pernah merasa paling hebat. Kesuksesan akan diraih oleh mereka yang mau berusaha, berdoa, dan menghormati orang tua serta guru,” pesannya.

Lebih lanjut, dirinya bersama seluruh dewan guru mendoakan agar para lulusan SMP Negeri 1 Gabuswetan dapat meraih cita-cita yang diimpikan dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan. Menurutnya, keberhasilan para siswa di masa depan merupakan kebanggaan tersendiri bagi para guru yang telah mendampingi proses pendidikan mereka selama tiga tahun.

“Semoga kalian menjadi orang-orang yang sukses, berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Harapan kami sebagai guru adalah dapat melihat kalian meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Ketika kalian berhasil mencapai cita-cita, di situlah kebanggaan terbesar kami sebagai pendidik,” tuturnya.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara siswa, orang tua, serta para guru. Momentum tersebut menjadi kenangan indah sekaligus awal langkah baru bagi para lulusan SMP Negeri 1 Gabuswetan dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi demi mewujudkan masa depan yang gemilang.

Reporter : Andika

Akhirussanah dan Perpisahan Kelas VI MIN 5 Indramayu Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Acara Akhirussanah dan Perpisahan siswa-siswi kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Indramayu berlangsung sukses, lancar, dan penuh khidmat pada Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Acara dihadiri oleh Kepala MIN 5 Indramayu, dewan guru, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan seni dan kreativitas siswa, hingga penyampaian pesan dan kesan dari para siswa kelas VI.

Kepala MIN 5 Indramayu, H. Camin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjuangan para siswa yang telah menyelesaikan masa pendidikan di madrasah. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan tetap menjaga akhlak mulia serta semangat belajar.

“Semoga seluruh lulusan MIN 5 Indramayu dapat meraih cita-cita yang diimpikan dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Suasana haru mewarnai jalannya acara ketika para siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang selama ini telah memberikan bimbingan, pendidikan, serta dukungan dalam proses belajar mereka.

Dengan terselenggaranya acara Akhirussanah dan Perpisahan ini, keluarga besar MIN 5 Indramayu berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Reporter : Andika

Pelepasan Siswa Kelas VI Angkatan 71 SDN Telukpinang 01 Berlangsung Meriah dengan Penampilan Seni Budaya

BOGOR.radarinformasi.com – SDN Telukpinang 01 menggelar acara Pelepasan Siswa Kelas VI Angkatan 71 Tahun Ajaran 2025/2026 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momen perpisahan sekaligus apresiasi bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Sebanyak 68 siswa kelas VI mengikuti prosesi pelepasan yang diselenggarakan di lingkungan sekolah. Acara dihadiri oleh para guru, orang tua siswa, komite sekolah, serta tamu undangan yang turut memberikan dukungan dan doa bagi para lulusan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan oleh para siswa. Kesenian khas Jawa Barat menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Para siswa menampilkan tari Jaipong dengan penuh semangat dan percaya diri, yang berhasil menghibur para tamu undangan. Selain itu, penampilan paduan suara turut memukau hadirin melalui lagu-lagu yang dibawakan dengan harmonis.

Kepala SDN Telukpinang 01, Momon Heryana, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun. Ia berharap seluruh lulusan dapat terus belajar, menjaga akhlak yang baik, serta meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya.

“Pelepasan ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Kami berharap seluruh siswa dapat menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Momon Heryana.

Acara ditutup dengan prosesi pelepasan siswa, pemberian kenang-kenangan, serta sesi foto bersama yang penuh haru dan kebahagiaan. Momentum tersebut menjadi kenangan berharga bagi seluruh siswa Angkatan 71 SDN Telukpinang 01 yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Red

Beasiswa Dikembalikan, Sanksi Tetap Nihil: Jawaban Singkat Kasi PDPK Disdik Bogor Picu Tanda Tanya

BOGOR.radarinformasi.com – Meski seluruh dana beasiswa SPP yang sempat dipotong telah dikembalikan sepenuhnya kepada orang tua siswa, ketiadaan sanksi terhadap pihak sekolah terus menuai sorotan publik. Hingga kini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum menjelaskan secara tegas bentuk penindakan atas praktik pemotongan dana yang telah terjadi.

Kasus ini mencuat setelah terungkap pemotongan dana beasiswa sebesar Rp600.000 per siswa di SMP Bhakti Candra Caringin. Setelah dilakukan klarifikasi langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pihak sekolah memanggil kembali orang tua siswa dan mengembalikan seluruh dana yang menjadi hak penerima beasiswa.

Pengembalian dana dilakukan pada pagi ini dan diterima langsung oleh orang tua siswa. Secara materiil, hak siswa telah dipulihkan. Namun demikian, tidak ada sanksi administratif yang diumumkan kepada publik, meskipun pemotongan dana diakui telah terjadi.

Sebelumnya, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Muchlis, menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan maupun instruksi dinas yang membenarkan pemotongan, pengondisian, atau skema “deposit” dana beasiswa.

Namun saat dikonfirmasi awak media terkait sanksi yang diberikan kepada pihak sekolah, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Disdik Kabupaten Bogor, Muchlis, tidak memberikan penjelasan mengenai penindakan administratif. Ia hanya menegaskan pengembalian dana kepada siswa.

“Yang jelas semua dana yang menjadi hak siswa sudah dikembalikan seluruhnya,” ujar Muchlis singkat, Kamis (15/1).

Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan lanjutan di tengah masyarakat. Karena pemotongan uang tersebut sudah terbukti terjadi di lingkungan sekolah terkait, dan secara aturan ada beberapa hal yang dilanggar.

Hingga berita ini diturunkan, Disdik Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi tertulis terkait alasan tidak dijatuhkannya sanksi administratif dalam kasus pemotongan dana beasiswa tersebut.

Red