Camat Sukagumiwang Beri Motivasi Calon Siswa Sekolah Rakyat Jelang Keberangkatan ke SRT Cikawung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, memberikan motivasi dan arahan kepada calon siswa Sekolah Rakyat yang akan berangkat menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sukagumiwang tersebut dihadiri Pendamping Sosial Kecamatan Sukagumiwang, para calon siswa, serta orang tua dan wali murid.

Dalam arahannya, Mohamad Mulya Setiawan menyampaikan apresiasi kepada para calon siswa yang berhasil memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Ia mengajak para peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui semangat belajar, kedisiplinan, dan tekad meraih cita-cita.

“Kesempatan ini merupakan peluang yang sangat berharga. Manfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk belajar, menjaga disiplin, serta terus mengembangkan kemampuan agar kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Camat Sukagumiwang juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan dukungan moral dan doa agar anak-anak dapat menjalani proses pendidikan dengan baik selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Menurutnya, sinergi antara keluarga dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan para peserta didik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembekalan awal bagi calon siswa sebelum memasuki lingkungan pendidikan yang baru. Para peserta diberikan berbagai informasi terkait kehidupan di asrama, tata tertib, serta kesiapan mental agar mampu beradaptasi dengan baik selama mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Cikawung merupakan program pemerintah yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp236 miliar. Kawasan pendidikan tersebut berdiri di atas lahan seluas 9,2 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi dan didukung ruang terbuka hijau seluas 69.628 meter persegi.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif guna mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Melalui kegiatan motivasi dan pembekalan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan yang berkualitas, sekaligus memastikan para calon siswa siap mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

AKBP Prianggo Resmi Pimpin Polres Indramayu, Estafet Kepemimpinan Ditandai Farewell Parade

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upacara Farewell Parade atau pisah sambut Kapolres Indramayu Polda Jawa Barat berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolres Indramayu. Kegiatan tersebut menjadi penanda resmi estafet kepemimpinan Polres Indramayu dari AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. kepada AKBP Prianggo P. M., S.H., S.I.K., M.Si,” Rabu sore (29/7/2026).

Prosesi dihadiri jajaran pejabat utama, para kapolsek, perwira, personel Polres Indramayu, Bhayangkari, serta tamu undangan. Suasana penuh haru mewarnai pelepasan pejabat lama sekaligus penyambutan Kapolres Indramayu yang baru.

Dalam amanat perpisahannya, AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Polres Indramayu atas dedikasi, loyalitas, serta kerja sama yang terjalin selama masa kepemimpinannya.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh personel Polres Indramayu. Semua capaian yang telah kita raih tidak akan terlaksana tanpa bantuan, dukungan, dedikasi, dan integritas rekan-rekan sekalian,” ujarnya.

AKBP Fajar juga menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Prianggo P. M. yang kini resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Indramayu. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan berbagai program positif serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Indramayu.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Fajar turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan maupun kekurangan, baik secara kedinasan maupun pribadi.

“Saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Tetap jaga motivasi, semangat, integritas, dan persatuan karena kita semua adalah sahabat dan saudara,” pesannya.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya, AKBP Prianggo P. M. menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan seluruh jajaran Polres Indramayu. Ia juga mengajak seluruh peserta apel memberikan tepuk tangan penghormatan kepada AKBP Mochamad Fajar Gemilang sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Polres Indramayu.

“Mari kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada AKBP Mochamad Fajar Gemilang atas pengabdiannya. Saya siap menerima estafet kepemimpinan ini. Apa yang sudah baik akan kita pertahankan dan apa yang masih perlu ditingkatkan akan kita sempurnakan bersama,” tegasnya.

AKBP Prianggo menegaskan bahwa soliditas internal menjadi fondasi utama dalam membangun sinergi dengan masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengedepankan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis kepada masyarakat.

“Pesan saya sederhana, mulai dari Bapak Wakapolres hingga seluruh jajaran Polres dan Polsek, layani masyarakat dengan respons cepat,” katanya.

Dengan bergantinya kepemimpinan, Polres Indramayu diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta menghadirkan institusi Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya di tengah masyarakat.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Ngaku Cari Batu dari Sekitar Irigasi dan Kebun, Proyek P3-TGAI di Desa Cilember Tuai Sorotan

BOGOR.radarinformasi.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Leuwi Gede, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Proyek yang dilaksanakan oleh P3A Mitra Cai Lestari dengan anggaran Rp195 juta yang bersumber dari APBN itu diduga menggunakan batu kali yang diambil dari sekitar irigasi dan kawasan kebun.

Dugaan tersebut mencuat setelah Komek, selaku mandor sekaligus pelaksana lapangan proyek P3-TGAI, mengakui bahwa batu yang digunakan dalam pekerjaan tidak dibeli dari pemasok material, melainkan dicari dari sekitar lokasi proyek.

“Dari kali sementara nggak boleh, kita nyari yang di kebun. Ditampol sama tukang batunya, baru kita bayar. Daripada beli dari material juga bayar. Gitu teteh infonya,” ujar Komek via pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2026).

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas sumber material yang digunakan dalam proyek yang dibiayai menggunakan dana APBN. Jika batu memang diambil dari sekitar irigasi maupun kawasan kebun, muncul pertanyaan apakah material tersebut berasal dari lahan milik sendiri, milik warga yang telah memberikan izin, atau justru diambil dari lokasi tanpa dasar perizinan yang jelas.

Selain itu, kualitas batu yang diambil dari sekitar kebun juga patut dipertanyakan. Batu yang berada di permukaan tanah umumnya telah mengalami proses pelapukan akibat cuaca serta memiliki kandungan tanah dan pori yang lebih tinggi dibandingkan batu yang berasal dari kuari (quarry). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan pasangan batu pada bangunan irigasi apabila tidak memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan.

Tak hanya dari sisi teknis, penggunaan material tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi. Dalam pelaksanaan Program P3-TGAI, setiap pengadaan material pada prinsipnya harus dapat dipertanggungjawabkan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) melalui dokumen transaksi, seperti nota pembelian atau kuitansi sesuai nilai pengadaannya.

Apabila batu memang dibeli dari masyarakat atau pemasok material, seharusnya terdapat bukti transaksi yang sah. Sebaliknya, apabila batu diperoleh dengan mengambil langsung dari sekitar lokasi tanpa adanya transaksi jual beli, maka material tersebut tidak dapat dicatat sebagai pembelian. Persoalan menjadi lebih serius apabila dalam LPJ nantinya dicantumkan adanya pengeluaran untuk pembelian batu, sementara fakta di lapangan menunjukkan material diperoleh tanpa transaksi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara kondisi riil di lapangan dengan dokumen pertanggungjawaban penggunaan dana APBN dan dapat menjadi temuan dalam pemeriksaan maupun audit.

Dari sisi hukum, apabila batu diambil dari kebun milik orang lain tanpa persetujuan pemilik, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan sengketa hukum. Sementara apabila pengambilan dilakukan dalam skala yang menyerupai kegiatan penambangan, terlebih berasal dari sungai, sempadan sungai, atau lahan negara tanpa izin, maka kegiatan tersebut berpotensi bersinggungan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta peraturan mengenai pengelolaan sumber daya air dan lingkungan hidup.

Dengan demikian, persoalan yang patut menjadi perhatian bukan semata-mata mengenai kualitas batu yang digunakan, melainkan juga legalitas sumber material dan kesesuaian pertanggungjawaban penggunaan dana APBN. Sebagai program yang dibiayai uang negara, seluruh material yang digunakan dalam P3-TGAI seharusnya memiliki asal-usul yang jelas, diperoleh sesuai ketentuan, serta didukung dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di D.I. Leuwi Gede, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, dengan nilai bantuan Rp195.000.000 yang mulai dilaksanakan pada 17 Juni 2026 oleh P3A Mitra Cai Lestari.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3A Mitra Cai Lestari maupun pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan Komek tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memastikan legalitas asal material yang digunakan, mekanisme pengadaannya, serta kesesuaiannya dengan ketentuan pelaksanaan Program P3-TGAI dan pertanggungjawaban penggunaan dana APBN.

Red

P3-TGAI D.I. Cinagara Disorot, Pondasi Terendam Air

BOGOR.radarinformasi.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Cinagara, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp195 juta itu didapati memasang pondasi pada galian yang masih dipenuhi genangan air.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane yang dilaksanakan oleh P3A Bumi Tani Cinagara Asri dengan nilai bantuan Rp195.000.000 berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nomor HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.3.

Hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan dasar galian pondasi masih dipenuhi air berlumpur. Meski demikian, batu-batu pondasi telah terlihat dipasang di dalam genangan tersebut. Hingga saat pemantauan dilakukan, tidak tampak adanya upaya pengeringan lokasi pekerjaan.

Dalam pekerjaan konstruksi saluran irigasi, area pemasangan pondasi pada umumnya diupayakan berada dalam kondisi kering agar dasar galian dapat diperiksa, dibersihkan dari lumpur, serta memastikan pondasi bertumpu pada tanah yang memiliki daya dukung memadai. Pada kondisi saluran yang masih dialiri air, lazim diterapkan kisdam (cofferdam) atau metode pengalihan aliran sementara agar lokasi pemasangan pondasi terbebas dari genangan selama proses pekerjaan berlangsung.

Namun, pada pekerjaan di D.I. Cinagara, awak media tidak menemukan adanya kisdam maupun metode pengendalian air lainnya pada titik pemasangan pondasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan yang diterapkan oleh pelaksana pekerjaan.

Selain persoalan teknis, sejumlah warga juga mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi mengatakan bahwa masyarakat di wilayah proyek tersebut tidak dilibatkan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Enggak tahu, Pak. Kalau dari rencananya di RT saya, pas pelaksanaannya ternyata berbeda,” ujarnya.

Warga tersebut juga mengaku tidak melihat adanya pelibatan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaan, padahal program P3-TGAI pada prinsipnya mengedepankan pola swakelola dan pemberdayaan masyarakat.

Apabila pemasangan pondasi dilakukan tanpa dasar galian yang memadai dan tanpa pengendalian air, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pendamping teknis mengenai metode pekerjaan yang digunakan di lapangan, termasuk terkait mekanisme pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jaka selaku mandor pelaksana telah dimintai penjelasan terkait pemasangan pondasi di tengah genangan air, tidak terlihatnya kisdam di lokasi pekerjaan, serta adanya keluhan warga mengenai minimnya informasi dan pelibatan masyarakat. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada P3A Bumi Tani Cinagara Asri, pendamping teknis, maupun BBWS Ciliwung Cisadane untuk memberikan klarifikasi. Apabila terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait, berita ini akan diperbarui sesuai prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

AKBP Prianggo P. M. Resmi Sambut Tugas Sebagai Kapolres Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Keluarga Besar Polres Indramayu menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Prianggo P. M., S.H., S.I.K., M.Si. yang resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Indramayu.

Kehadiran Kapolres yang baru diharapkan mampu melanjutkan pengabdian serta memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat dengan mengedepankan semangat Polri Presisi yang profesional, modern, dan humanis.

Keluarga Besar Polres Indramayu mendoakan agar AKBP Prianggo P. M. senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta memimpin jajaran Polres Indramayu.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Indramayu tetap aman, nyaman, dan kondusif melalui sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat pengabdian, AKBP Prianggo P. M. diharapkan dapat menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin responsif, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus melanjutkan berbagai program yang mendukung terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.

Keluarga Besar Polres Indramayu juga berharap setiap langkah pengabdian yang dijalankan membawa manfaat, menginspirasi, serta menjadi keberkahan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sumber: Humas Polres Indramayu.
Andika

Polres Indramayu Sampaikan Apresiasi atas Pengabdian AKBP Mochamad Fajar Gemilang

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Keluarga Besar Polres Indramayu menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. beserta Ny. Lina Fajar atas dedikasi, kepemimpinan, dan pengabdian selama mengemban amanah sebagai Kapolres Indramayu dan Ketua Bhayangkari Cabang Indramayu.

Selama memimpin Polres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang dinilai berhasil menghadirkan berbagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mendorong terwujudnya Polri yang Presisi melalui berbagai inovasi dan program kerja.

Berbagai upaya yang dilakukan di bawah kepemimpinannya menjadi bagian penting dalam perjalanan Polres Indramayu, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, hingga penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan.

Keluarga Besar Polres Indramayu menilai keteladanan, integritas, serta semangat pengabdian yang ditunjukkan AKBP Mochamad Fajar Gemilang bersama Ny. Lina Fajar akan selalu menjadi inspirasi bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Seiring berakhirnya masa tugas di Kabupaten Indramayu, Keluarga Besar Polres Indramayu mengucapkan selamat atas amanah di tempat tugas yang baru. Doa dan harapan turut mengiringi agar senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, kesuksesan, perlindungan, serta keberkahan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pengabdian yang tulus akan selalu dikenang, dan keteladanan yang diberikan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan Keluarga Besar Polres Indramayu.

Sumber: Humas Polres Indramayu.
Andika.

FWJ Indonesia Lantik DPD dan Korwil Indramayu di Jakarta, Siap Perkuat Profesionalisme dan Pengabdian

JAKARTA.radarinformasi.com – Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Indramayu dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso No. 27–29, RT 19/RW 5, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara, DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Pelantikan yang dihadiri sekitar 350 peserta tersebut menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru untuk memulai pengabdian sekaligus memperkuat profesionalisme organisasi dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Fredi Setiawan, perwakilan Kadiv Humas Polri Kombes Pol. Hadi Wahyudi, S.I.K., M.H., M.Han., perwakilan Kepala Suku Dinas Kesbangpol Jakarta Utara, Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Jakarta Utara, perwakilan Kapolres Metro Jakarta Utara, perwakilan Dandim 0502/Jakarta Utara, Ketua Umum Media Online Indonesia (MIO) AYS Prayogi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Selain tamu undangan dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan, acara juga dihadiri para pengurus DPD, Korwil, serta anggota FWJ Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi simbol soliditas dan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang profesional dan berintegritas.

Dalam sambutannya, jajaran pengurus pusat menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari pembuktian melalui kerja nyata. Seluruh pengurus diminta menjaga integritas, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pelantikan ini merupakan titik awal pengabdian. Mari bersama-sama membuktikan bahwa FWJ Indonesia mampu menjadi organisasi wartawan yang profesional, solid, independen, serta hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar salah seorang pengurus dalam sambutannya.

FWJ Indonesia juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat guna mendukung pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.

Ditemui awak media usai pelantikan, Ketua FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang akrab disapa Bang Opan, untuk memimpin FWJ Indonesia Korwil Indramayu.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. Kami siap menjaga marwah organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memperkuat solidaritas antaranggota dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik,” ujar Mutadi.

Ia menegaskan, kepengurusan FWJ Indonesia Korwil Indramayu akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami juga siap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim melalui visi dan misi Indramayu Reang. Semoga FWJ Indonesia Korwil Indramayu semakin maju, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kepengurusan yang baru, FWJ Indonesia diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai organisasi profesi wartawan yang menjunjung tinggi independensi, etika, dan kompetensi, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang edukatif, objektif, dan terpercaya.

Reporter : Andika

P3A Tunas Mekar 1 Laksanakan Pembangunan Irigasi P3-TGAI di D.I. Batu Kembar

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Batu Kembar, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dalam meningkatkan kualitas jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, pembangunan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 berdasarkan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.1, dengan pelaksana P3A Tunas Mekar 1.

Ketua P3A Tunas Mekar 1, Asep Saepuloh, mengatakan program P3-TGAI menjadi angin segar bagi para petani di Desa Ciderum karena keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengairan lahan pertanian.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan pelaksanaan Program P3-TGAI kepada P3A Tunas Mekar 1. Kami berharap pembangunan ini dapat memperlancar aliran air sehingga para petani lebih mudah memenuhi kebutuhan irigasi sawah,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat melalui sistem padat karya. Selain memperbaiki infrastruktur irigasi, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang ikut terlibat dalam proses pengerjaan.

Menurut Asep, kualitas pekerjaan menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Harapan kami, saluran irigasi ini dapat dimanfaatkan dalam waktu lama dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan para petani di Desa Ciderum,” tuturnya.

Program P3-TGAI merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, diharapkan distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan hasil panen petani.

Program P3-TGAI di D.I. Ciletuh Perkuat Infrastruktur Irigasi Pertanian Desa Ciderum

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Ciletuh, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, pembangunan bersumber dari APBN Tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417, dan dilaksanakan oleh P3A Tani Mandiri.

Ketua P3A Tani Mandiri, Beni Herdiansyah, mengatakan program tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi penopang aktivitas pertanian masyarakat di Desa Ciderum.

“Program P3-TGAI ini sangat membantu para petani. Dengan adanya perbaikan saluran irigasi, kami berharap distribusi air menjadi lebih lancar sehingga lahan pertanian dapat terairi secara optimal,” ujar Beni.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar melalui pola padat karya. Selain menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat bagi petani, program tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat selama proses pembangunan berlangsung.

Beni berharap pembangunan dapat selesai sesuai jadwal dengan kualitas yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin hasil pekerjaan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi petani. Ketika jaringan irigasi berfungsi dengan baik, produktivitas pertanian akan meningkat dan hasil panen diharapkan menjadi lebih maksimal,” tuturnya.

Melalui Program P3-TGAI, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Ciderum semakin meningkat serta mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

Red

P3-TGAI Tahun 2026 Hadir di Desa Pancawati, Dukung Produktivitas Pertanian

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali hadir untuk mendukung peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Citengah, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.


Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000.

Sesuai informasi pada papan kegiatan, pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.6. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Legok Pancawati.

Ketua P3A Mitra Cai Legok Pancawati, Rusdi, mengatakan program P3-TGAI menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan para petani, khususnya dalam penyediaan jaringan irigasi yang lebih baik.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan saluran irigasi yang lebih baik, distribusi air ke lahan pertanian akan semakin lancar sehingga para petani bisa lebih optimal dalam mengelola sawahnya,” ujar Rusdi.

Menurutnya, pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat melalui pola padat karya. Selain memperbaiki infrastruktur irigasi, program tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi warga selama proses pembangunan berlangsung.

Rusdi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan bangunan yang berkualitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap saluran irigasi ini mampu mendukung produktivitas pertanian di Desa Pancawati. Jika pasokan air lancar, tentu hasil panen petani juga diharapkan menjadi lebih baik dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” tuturnya.

Program P3-TGAI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, sektor pertanian diharapkan semakin produktif serta mampu memperkuat ketahanan pangan di daerah.