Siswi MI/PUI Dermayu Raih Juara I Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Piala Presiden 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Indramayu. Setelah sebelumnya sejumlah pelajar Indramayu mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional, kini giliran Liyyana Maulida, siswi MI/PUI Dermayu, yang sukses mengharumkan nama daerah melalui cabang olahraga pencak silat.

Liyyana berhasil meraih Juara I Tanding Usia Dini 2 Putri Kelas Prestasi Pool 9 pada Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada 25–28 Juni 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) tersebut diikuti ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, mulai jenjang SD hingga SMA/SMK, baik pada kategori tanding maupun seni.

Ajang nasional ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan teknik, mental bertanding, dan daya juang dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Di tengah persaingan yang ketat, Liyyana tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih medali emas pada kategorinya. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu sekaligus membuktikan bahwa atlet-atlet muda daerah mampu bersaing di level nasional.

Ayah Liyyana, Uus, mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, serta dukungan keluarga dan pelatih selama proses pembinaan.

“Kami selalu memberikan kepercayaan kepada Liyyana untuk mengikuti program latihan yang telah disusun pelatih. Harapan kami, ke depan Liyyana terus berkembang dan mampu menembus kejuaraan yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga SEA Games, sehingga dapat terus mengharumkan nama Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Keberhasilan Liyyana menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini memiliki peran penting dalam melahirkan generasi berprestasi. Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak dan pelajar lainnya di Kabupaten Indramayu untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Prestasi Liyyana diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat nasional hingga internasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Tuntaskan Kendala Kuota SPMB 2026, Sebanyak 242 Calon Siswa Dipastikan Tertampung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat terkait keterbatasan daya tampung dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Indramayu tetap memperoleh haknya atas layanan pendidikan dasar.

Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, Caridin, menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami kekhawatiran para orang tua, khususnya di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, yang sempat menghadapi kendala akibat terbatasnya kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

“Kami memahami sepenuhnya aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait keterbatasan daya tampung SPMB Tahun 2026. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menghadirkan solusi agar seluruh peserta didik dapat mengakses pendidikan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kabupaten Indramayu melakukan koordinasi, verifikasi, dan evaluasi secara intensif dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Melalui mekanisme pengecualian sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah mengajukan penambahan jumlah rombongan belajar di sejumlah sekolah.

Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan penuh dari BBPMP Jawa Barat. Sebanyak 12 sekolah dasar yang mengajukan penambahan kuota, termasuk beberapa sekolah di Desa Dadap, kini memperoleh tambahan rombel sehingga mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik.

Berdasarkan data Disdikbud, sebanyak 242 calon siswa yang sebelumnya berpotensi tidak memperoleh kuota dipastikan 100 persen dapat diterima dan mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

Keberhasilan penyelesaian persoalan kuota SPMB ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendukung pelaksanaan program wajib belajar serta menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Pemkab Indramayu juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif sehingga permasalahan dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ke depan, Disdikbud Kabupaten Indramayu akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan daya tampung sekolah, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), penataan tenaga pendidik, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta didik pada tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih atas dukungan, kesabaran, dan sinergi seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mewujudkan layanan pendidikan di Kabupaten Indramayu yang bermutu, adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak,” tutup Caridin.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Peringati Harganas ke-33, Diskominfo Indramayu Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Unggul

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Harganas 2026 menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang hadir secara fisik dan emosional, menjadi teladan, memberikan rasa aman, serta terlibat aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada Upacara Peringatan Harganas ke-33 di lingkungan Diskominfo Kabupaten Indramayu, Senin (29/6/2026).

Dalam amanatnya, Suwenda menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang memasuki masa bonus demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila kualitas sumber daya manusia dibangun sejak dari lingkungan keluarga.

“Penguatan kesehatan, pendidikan karakter, ketahanan mental, pencegahan stunting, serta pola pengasuhan yang berkualitas merupakan investasi penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Suwenda.

Ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting dari Kemendukbangga/BKKBN dalam peringatan Harganas tahun ini. Pertama, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dicintai, didengar, dan dihargai. Kedua, pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh ayah dan ibu sebagai satu tim.

Selain itu, keterlibatan ayah dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendukung perkembangan sosial dan emosional anak, menjaga kesehatan mental, hingga meningkatkan capaian pendidikan.

Suwenda juga mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif tanpa mengurangi kualitas komunikasi dan kedekatan antaranggota keluarga.

Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah Yogya Kembali pada 29 Juni 1949, ketika para pejuang Indonesia kembali berkumpul bersama keluarga setelah mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.

Melalui peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, Pemerintah berharap seluruh keluarga Indonesia semakin menyadari pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika