
SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Rangkaian penelitian lapangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Huta Lumban Ambarita, Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, resmi berakhir. Selama 10 hari, tim peneliti melakukan kajian mengenai hubungan budaya, sastra lisan, dan lingkungan masyarakat adat Batak Toba.
Penutupan penelitian ditandai dengan keikutsertaan tim dalam kegiatan Hari Ekologis Keuskupan Agung Medan (KAM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan penelitian akademik dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat,” Jumat (29/8/2026).
Hari Ekologis digelar melalui kolaborasi sejumlah organisasi, di antaranya JPIC OKPM, Masyarakat Adat LAMTORAS, JPIC Kapusin Medan, AMAN Tano Batak, Sekber-GOKESU, BRWA Sumatera, BAKUMSU, PPMAN, serta organisasi mahasiswa GMNI, PMKRI, dan GMKI.
Penelitian yang dilakukan BRIN mengangkat tema “Kosmologi Ekologis Batak Toba: Kajian Etnografi dan Ekosastra terhadap Sastra Lisan Masyarakat Adat Lumban Ambarita.”
Kajian tersebut dipimpin Yeni Yulianti, S.S., M.A. dari Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN. Ia didampingi Erwin Syahputra Kembaren, S.S., M.Hum., dan Natal P. Sitanggang, S.S., M.Hum., sebagai anggota tim inti.
Penelitian juga melibatkan kolaborator lintas perguruan tinggi, yakni Dr. Kristiawan Indriyanto, S.S., M.Hum. dari Universitas Prima Indonesia (UNPRI) serta Desri Maria Sumbayak, S.S., M.Hum., TESOL dari Universitas Sumatera Utara (USU).
Melalui pendekatan etnografi dan ekosastra, tim menggali berbagai bentuk sastra lisan dan pengetahuan masyarakat adat yang berkaitan dengan alam, kehidupan sosial, tradisi, serta hubungan manusia dengan lingkungan.
Rangkaian Hari Ekologis diisi dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin Pater Harold Harianja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman sekitar 1.500 bibit pohon di kawasan wilayah adat.
Selain aksi penghijauan, kegiatan juga ditandai dengan peresmian kembali Rumah Bersama Masyarakat Adat LAMTORAS-Sihaporas.
Rumah tersebut sebelumnya mengalami kebakaran setelah peristiwa penyerangan pada 22 September 2025. Pembangunan kembali rumah bersama itu kemudian menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat sekaligus simbol keteguhan dalam mempertahankan identitas dan wilayah adat leluhur.
Bagi tim peneliti BRIN, keterlibatan dalam Hari Ekologis bukan sekadar rangkaian penutup kegiatan penelitian. Kehadiran langsung bersama masyarakat dan keterlibatan dalam kegiatan lingkungan memberikan pengalaman lapangan yang memperkaya kajian etnografis.
Interaksi tersebut juga memperlihatkan bahwa penelitian mengenai sastra lisan dan kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekologis yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah menyelesaikan penelitian lapangan, tim BRIN selanjutnya memasuki tahap penyusunan laporan akhir. Hasil penelitian juga akan dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang direncanakan untuk diajukan ke jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.
Selain publikasi ilmiah, temuan penelitian yang memenuhi persyaratan akan dipersiapkan untuk pengajuan Kekayaan Intelektual (KI).
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan kekayaan budaya masyarakat Batak Toba sekaligus memperluas pemahaman mengenai hubungan antara manusia, tradisi, dan lingkungan dalam kehidupan masyarakat adat.
Sumber Humas (UNPRI)
Andika









