Tim Peneliti BRIN Akhiri Riset di Sihaporas, Ditutup dengan Hari Ekologis Keuskupan Agung Medan

SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Rangkaian penelitian lapangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Huta Lumban Ambarita, Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, resmi berakhir. Selama 10 hari, tim peneliti melakukan kajian mengenai hubungan budaya, sastra lisan, dan lingkungan masyarakat adat Batak Toba.

Penutupan penelitian ditandai dengan keikutsertaan tim dalam kegiatan Hari Ekologis Keuskupan Agung Medan (KAM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan penelitian akademik dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat,” Jumat (29/8/2026).

Hari Ekologis digelar melalui kolaborasi sejumlah organisasi, di antaranya JPIC OKPM, Masyarakat Adat LAMTORAS, JPIC Kapusin Medan, AMAN Tano Batak, Sekber-GOKESU, BRWA Sumatera, BAKUMSU, PPMAN, serta organisasi mahasiswa GMNI, PMKRI, dan GMKI.

Penelitian yang dilakukan BRIN mengangkat tema “Kosmologi Ekologis Batak Toba: Kajian Etnografi dan Ekosastra terhadap Sastra Lisan Masyarakat Adat Lumban Ambarita.”

Kajian tersebut dipimpin Yeni Yulianti, S.S., M.A. dari Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN. Ia didampingi Erwin Syahputra Kembaren, S.S., M.Hum., dan Natal P. Sitanggang, S.S., M.Hum., sebagai anggota tim inti.

Penelitian juga melibatkan kolaborator lintas perguruan tinggi, yakni Dr. Kristiawan Indriyanto, S.S., M.Hum. dari Universitas Prima Indonesia (UNPRI) serta Desri Maria Sumbayak, S.S., M.Hum., TESOL dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Melalui pendekatan etnografi dan ekosastra, tim menggali berbagai bentuk sastra lisan dan pengetahuan masyarakat adat yang berkaitan dengan alam, kehidupan sosial, tradisi, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Rangkaian Hari Ekologis diisi dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin Pater Harold Harianja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman sekitar 1.500 bibit pohon di kawasan wilayah adat.

Selain aksi penghijauan, kegiatan juga ditandai dengan peresmian kembali Rumah Bersama Masyarakat Adat LAMTORAS-Sihaporas.

Rumah tersebut sebelumnya mengalami kebakaran setelah peristiwa penyerangan pada 22 September 2025. Pembangunan kembali rumah bersama itu kemudian menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat sekaligus simbol keteguhan dalam mempertahankan identitas dan wilayah adat leluhur.

Bagi tim peneliti BRIN, keterlibatan dalam Hari Ekologis bukan sekadar rangkaian penutup kegiatan penelitian. Kehadiran langsung bersama masyarakat dan keterlibatan dalam kegiatan lingkungan memberikan pengalaman lapangan yang memperkaya kajian etnografis.

Interaksi tersebut juga memperlihatkan bahwa penelitian mengenai sastra lisan dan kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekologis yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menyelesaikan penelitian lapangan, tim BRIN selanjutnya memasuki tahap penyusunan laporan akhir. Hasil penelitian juga akan dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang direncanakan untuk diajukan ke jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.

Selain publikasi ilmiah, temuan penelitian yang memenuhi persyaratan akan dipersiapkan untuk pengajuan Kekayaan Intelektual (KI).

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan kekayaan budaya masyarakat Batak Toba sekaligus memperluas pemahaman mengenai hubungan antara manusia, tradisi, dan lingkungan dalam kehidupan masyarakat adat.

Sumber Humas (UNPRI)

Andika

Konker PGRI Indramayu Dibuka, Guru Didorong Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Penguatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kolaborasi bersama organisasi profesi guru dinilai penting untuk menciptakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 yang berlangsung di Gedung PGRI Indramayu, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Soliditas dan Profesionalisme Guru untuk PGRI Indramayu Maju Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program kerja PGRI untuk periode mendatang.

Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Yus Rusmadi, menyampaikan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan mampu mengikuti perubahan zaman.

“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Menurut Yus, peningkatan profesionalisme tenaga pendidik perlu dibarengi dengan lingkungan kerja yang mendukung. Guru harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang, kepastian dalam menjalankan tugas, penghargaan, serta suasana kerja yang aman dan nyaman.

Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Peran PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar pembangunan pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pendidikan adalah pintu masuk untuk mewujudkan Indramayu REANG. Karena itu, mari kita perkuat gotong royong dan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indramayu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu, Caridin, menyebut Konkerkab menjadi kesempatan penting bagi organisasi untuk melihat kembali pelaksanaan program sebelumnya sekaligus merumuskan program yang lebih nyata dan tepat sasaran.

PGRI, kata Caridin, akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat persatuan organisasi, serta memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga pendidik.

“PGRI akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat soliditas organisasi, serta mengawal kesejahteraan dan perlindungan guru,” terangnya.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui komunikasi, advokasi, serta membangun sinergi yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia pendidikan.

Caridin juga mengingatkan para guru agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menurutnya perlu dilakukan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.

“Yang kita butuhkan bukan banyaknya program, tetapi program yang realistis, terukur, dan memberikan dampak langsung. Mari kita bangun PGRI yang semakin solid, guru yang semakin profesional, dan pendidikan Indramayu yang semakin maju,” katanya.

Konkerkab I PGRI Kabupaten Indramayu diikuti pengurus PGRI Kabupaten, jajaran PGRI Provinsi Jawa Barat, pengurus cabang, utusan ranting dari berbagai wilayah Kabupaten Indramayu, serta perwakilan perangkat kelengkapan organisasi.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah kerja yang konkret dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Tidak hanya membahas agenda organisasi, kegiatan Konkerkab juga turut memberikan ruang bagi UMKM binaan PGRI dari berbagai cabang di Kabupaten Indramayu untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada peserta kegiatan dan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Gerak Cepat Polres Indramayu, Motor Korban Pencurian Dikembalikan Tanpa Biaya

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polres Indramayu. Sebuah sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan hilang dicuri berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya tanpa dipungut biaya.

Penyerahan kendaraan berlangsung di Aula Atmani Wedhana Polres Indramayu,  usai konferensi pers terkait pengungkapan kasus dalam Operasi Libas Lodaya 2026,” Sabtu pagi (29/8/2026).

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., menyerahkan langsung kendaraan tersebut kepada pemilik sahnya, Rundija, warga Indramayu.

Rundija sebelumnya melaporkan kehilangan sepeda motornya pada 25 Agustus 2026. Setelah mengetahui kendaraan miliknya tidak berada di tempat, ia segera mendatangi Polsek Indramayu Kota untuk membuat laporan.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti kepolisian. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari, kendaraan yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan dan selanjutnya dikembalikan kepada pemiliknya.

Kecepatan penanganan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kapolres Indramayu melalui slogan “Layani Masyarakat Dengan Respon Cepat.”

Rundija mengaku bersyukur sekaligus mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani laporan kehilangan yang disampaikannya. Ia mengaku tidak menyangka sepeda motornya dapat kembali dalam waktu relatif singkat.

Selain proses yang cepat, pengembalian kendaraan tersebut juga dilakukan secara gratis. Pemilik tidak dikenakan biaya dalam proses pengambilan kembali barang miliknya.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Rundija untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan. Ia mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika memarkir sepeda motor, sebagai langkah pencegahan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Ubinan BPS Catat Produktivitas Padi PM-AAS Plosokerep Tembus 10,45 Ton per Hektare

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Panen perdana di Blok Suket Baju mencatat produktivitas padi rata-rata mencapai 10,45 ton per hektare.

Angka tersebut berdasarkan hasil pengukuran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu melalui lima titik ubinan yang dilakukan pada lahan dengan varietas dan kelompok tani berbeda.

Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, menjelaskan hasil pengukuran menunjukkan variasi produktivitas di masing-masing lahan. Kelompok Tani Bina Tani 2 dengan varietas Inpari 32 menghasilkan 8,44 ton per hektare.

Sementara Tani Makmur dengan varietas Ciherang mencatat 12,35 ton per hektare. Kemudian Bina Tani 3 varietas Inpari 32 masing-masing mencapai 9,09 ton dan 11,74 ton per hektare. Adapun Bina Tani 4 dengan varietas yang sama menghasilkan 10,65 ton per hektare.

“Sehingga kalau dirata-ratakan ini istimewa, yaitu 10,45 ton per hektare,” ujar Januarto saat penyampaian hasil ubinan pada kegiatan panen, Rabu (26/8/2026).

Ia menerangkan, metode ubinan digunakan untuk memperoleh gambaran produktivitas tanaman padi berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan. Selain itu, BPS juga melakukan pemantauan pertanian menggunakan Kerangka Sampel Area (KSA), mulai dari fase pertumbuhan tanaman hingga masa panen.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Detia Tri Yunandar, mengatakan penerapan PM-AAS memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas. Sebelum menggunakan sistem tersebut, hasil produksi pada lahan yang sama berada di kisaran 3–6 ton per hektare dan kini dapat mencapai sekitar 10 ton.

Menurut Detia, penerapan teknologi tersebut didukung berbagai sarana, di antaranya 11 unit pompa, delapan unit irigasi perpompaan, satu combine harvester, serta satu drone sprayer. Proses penanaman dimulai pada Mei 2026, sementara panen dilakukan secara bertahap sejak 19 Agustus 2026.

Dari aspek biaya, penerapan sistem modern membuat kebutuhan modal usaha tani meningkat. Biaya produksi yang sebelumnya sekitar Rp15 juta per hektare menjadi kurang lebih Rp20 juta.

Namun, kenaikan biaya tersebut diikuti potensi peningkatan pendapatan. Dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram, tambahan pendapatan diperkirakan sekitar Rp24 juta per hektare. Sementara apabila harga gabah mencapai Rp8.500 per kilogram, tambahan pendapatan dapat berada di kisaran Rp32 juta per hektare.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menilai hasil tersebut menjadi capaian positif karena telah melampaui target awal produktivitas sebesar 8 ton per hektare.

Sebelumnya, produktivitas di lahan tersebut berada pada kisaran 5–6 ton per hektare. Setelah penerapan teknologi pertanian modern, hasil pengukuran BPS menunjukkan angka di atas 10 ton.

“Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih,” kata Lucky.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan dan semangat petani untuk memanfaatkan teknologi dalam proses budidaya. Modernisasi pertanian dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan produksi sekaligus menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.

“Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian,” ujarnya.

Hasil pengukuran BPS tersebut juga menjadi bagian penting dalam menyediakan data produktivitas pertanian yang lebih terukur. Data tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan produksi sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program modernisasi pertanian di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Maulid Nabi di Desa Dukuh, Wabup Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Gotong Royong

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana penuh keakraban mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Buyut Permana, Desa Dukuh, Kecamatan Indramayu, Rabu malam (26/8/2026).

Warga berkumpul dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menyatukan Hati, Kuatkan Iman” tersebut. Selain diisi tausiah oleh Dr. KH. Ibrohim Nawawi, S.Ag., M.Pd.I., acara juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kepedulian antarmasyarakat.

Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan yang diajarkan Rasulullah sangat relevan untuk diterapkan dalam membangun desa.

Syaefudin menilai semangat tersebut sejalan dengan visi Indramayu REANG, yang menempatkan kebersamaan dan gotong royong sebagai kekuatan dalam pembangunan daerah.

“Semangat ukhuwah dan gotong royong harus kita terapkan untuk membangun desa. Jangan berharap desa akan maju kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri,” katanya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kuwu Desa Dukuh, Yanto, mengatakan peringatan Maulid Nabi telah menjadi agenda rutin masyarakat setempat dan selama enam tahun terakhir terus dilaksanakan.

Menurut Yanto, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pembangunan desa.

Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari pembenahan saluran irigasi, penerangan jalan, perbaikan jalan lingkungan, hingga jalan usaha tani. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian.

“Kami berharap aspirasi masyarakat Desa Dukuh dapat menjadi perhatian dan direalisasikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan juga terlihat dari partisipasi warga dalam mendukung kegiatan tersebut. Ketua Pelaksana, Suradi, menyebut panitia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp17 juta, dengan total pengeluaran mencapai kurang lebih Rp16,8 juta.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk Bapak dan Ibu yang telah memberikan sedekah untuk mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi di Desa Dukuh akhirnya tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Di balik lantunan doa dan tausiah, terselip pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, saling membantu, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut menjadi modal sosial bagi warga untuk terus menjaga kekompakan dan bersama-sama mendorong kemajuan Desa Dukuh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indramayu yang semakin religius, aman, nyaman, dan mengedepankan gotong royong.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Panen Perdana PM-AAS di Terisi, Indramayu Dorong Pertanian Makin Modern

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya mendorong pertanian yang lebih modern dan produktif terus dilakukan Kabupaten Indramayu. Pengembangan teknologi pertanian menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada.

Hal tersebut terlihat dalam panen perdana program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang digelar di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu (26/8/2026).

Program tersebut diterapkan pada lahan seluas 100 hektare di Indramayu dan menjadi bagian dari demonstrasi farming (demfarm) nasional dengan total luas 2.000 hektare yang tersebar di 14 provinsi.

Di Kabupaten Indramayu, pelaksanaan PM-AAS melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan, serta 93 petani. Sejumlah teknologi pertanian turut dimanfaatkan, di antaranya pompa dan irigasi perpompaan, combine harvester, hingga drone sprayer.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya. Menurutnya, bantuan alat mesin pertanian dan sarana produksi menjadi dukungan penting bagi petani dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca dan keterbatasan sumber air.

“Walaupun sekarang ada El Nino, tentu ada kekeringan, tapi ini bisa menjadi pelipur lara dan optimisme kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan sekaligus penanggung jawab swasembada pangan Jawa Barat, Rachmat, menilai pemanfaatan teknologi pertanian di Indramayu perlu terus diperluas.

Menurutnya, modernisasi pertanian dapat membantu petani bekerja lebih efisien sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

“Saya siap support Indramayu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi, Amin Nur. Ia memastikan BRMP Padi siap memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi pertanian serta memperkuat pendampingan bagi para petani melalui penyuluh.

“BRMP Padi siap support,” tegasnya.

Amin menjelaskan, modernisasi pertanian tidak hanya sebatas penggunaan mesin maupun peralatan berteknologi. Bagi petani, penerapan teknologi juga menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas kerja, menghemat waktu dan tenaga, serta memperoleh hasil produksi yang lebih optimal.

Penguatan pendampingan juga dinilai penting. Salah satu perwakilan koordinator penyuluh berharap proses pendampingan kepada petani terus ditingkatkan agar penggunaan teknologi dapat diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan budidaya.

Penerapan sistem pertanian modern tersebut mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil pengukuran BPS Kabupaten Indramayu, produktivitas rata-rata dari lima titik ubinan tercatat mencapai 10,45 ton per hektare.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pertanian memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan.

Dengan dukungan pemerintah, penyuluh, brigade pangan, kelompok tani, dan para petani, Indramayu terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

FWJI Dampingi Restu dan Bimo, Kini Miliki Akta Kelahiran dan KK

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pendampingan Juned selaku paman atau wawa Restu dan Bimo melalui Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu membuahkan hasil. Setelah dilakukan pelaporan kepada dinas terkait, Restu dan Bimo kini telah memiliki akta kelahiran dan tercatat dalam KK Ibu Aliyah.

Dalam keterangannya kepada awak media, Juned mengatakan dokumen tersebut penting agar kedua anak dapat memperoleh hak administrasi dan pelayanan dasar. Restu kini sudah dapat bersekolah, sedangkan Bimo belum masuk sekolah.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Bimo juga memperoleh bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, senilai sekitar Rp2,4 juta.

Bantuan tersebut berupa Susu, Vitamin, Sepeda, Pakaian Harian, Sepatu, Biskuit, dan Ikan Kaleng . Pengadaan kebutuhan dilakukan di Toserba Surya, Jalan Jenderal Sudirman No. 44, Lemahabang, Kecamatan Indramayu, serta toko sepeda.

Ketua FWJI Korwil Indramayu,  Mutadi, A.Md,Kom, mengapresiasi perhatian pemerintah dan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, dinas terkait, serta Bupati Indramayu Lucky Hakim atas dukungan yang diberikan.

Juned berharap FWJI Korwil Indramayu semakin jaya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial dan pendampingan bagi warga yang membutuhkan.

Reporter : Andika

Pemkab Indramayu Catat Kemajuan Pemerintahan Desa dan Tata Kelola Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu mencatat sejumlah capaian dalam bidang pemerintahan desa dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Data Pemkab menunjukkan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus berjalan, sementara kinerja pemerintahan daerah juga mencatat prestasi dalam evaluasi tingkat nasional.

Di bidang pemerintahan desa, sebanyak 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbangun dari target 317 unit. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Sementara dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kabupaten Indramayu berdasarkan data Pemkab berhasil menempati peringkat kelima nasional dan peringkat ketiga di Provinsi Jawa Barat dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator hasil evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Indramayu.

Selain mengejar capaian pembangunan dan tata kelola pemerintahan, Pemkab Indramayu juga melanjutkan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol (Mihol).

Penegakan perda tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat serta memastikan aturan yang berlaku di Kabupaten Indramayu dapat diterapkan.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Indramayu (Pemkab Indramayu).

Aramichi Renggalih Resmi Pimpin Lapas Kelas IIB Indramayu, Gantikan Fery Berthoni

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu resmi berganti. Fery Berthoni menyerahkan amanah kepemimpinan kepada Aramichi Renggalih dalam acara pisah sambut yang digelar di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat struktural dan pegawai di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan pelayanan, pembinaan, dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Mewakili Bupati Indramayu, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Fery Berthoni atas pengabdiannya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Ia juga menyambut Aramichi Renggalih sebagai pimpinan baru dan berharap sinergi antara Lapas dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat terus diperkuat.

“Setiap amanah memiliki masa dan tanggung jawabnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Fery atas dedikasinya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Kepada Pak Aramichi, kami mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan amanah baru di Kabupaten Indramayu,” ujar Syaefudin.

Menurut Syaefudin, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan jajaran Lapas, terutama dalam mendukung pembinaan serta pemberdayaan warga binaan.

“Kolaborasi harus terus dibangun karena tugas pemasyarakatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Pemerintah daerah siap mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan,” katanya.

Sementara itu, Fery Berthoni menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu.

Ia berharap berbagai program pembinaan serta sinergi yang telah terbangun selama masa kepemimpinannya dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh pimpinan berikutnya.

“Selama menjalankan amanah di Indramayu, saya mendapatkan banyak dukungan dari seluruh jajaran dan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu. Saya berharap sinergi dan program pembinaan yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ungkapnya.

Fery juga berpesan kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu agar senantiasa menjaga integritas, kekompakan, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.

“Terus jaga kekompakan, integritas, dan berikan pelayanan terbaik. Apa yang sudah baik agar dipertahankan dan yang masih perlu diperbaiki agar terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Aramichi Renggalih menyatakan siap melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya. Ia berkomitmen memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan, pelayanan, serta pemenuhan hak warga binaan.

“Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya dan bersama seluruh jajaran melakukan penguatan, baik dalam pembinaan, pelayanan maupun pemenuhan hak warga binaan,” ujarnya.

Aramichi menambahkan, sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

“Kami membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. Lapas tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta pemangku kepentingan lainnya akan terus kami bangun untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” pungkasnya.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di Lapas Kelas IIB Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Wabup Syaefudin Apresiasi Momentum Kesatuan Doa di Gereja Oikumene Bumi Patra

INDRAMAYU.radarinformasi.com Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mengapresiasi pelaksanaan Momentum Kesatuan Doa yang digelar di Gereja Oikumene Bumi Patra Indramayu, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri umat Kristiani, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah perwakilan gereja di Kabupaten Indramayu.

Syaefudin mengatakan, Momentum Kesatuan Doa Tahun 2026 dengan subtema “Allah Memulihkan Umat-Nya Menjadi Negara yang Berdaulat, Adil, dan Makmur” tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat kehidupan beragama serta senantiasa menebarkan kebaikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Indramayu.

“Kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama untuk membangun masyarakat yang damai, sejahtera, dan beradab. Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama,” ujar Syaefudin.

Sementara itu, panitia Momentum Kesatuan Doa, Ferdinand Kili, mengatakan kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian gereja dalam membangun karakter umat sekaligus memperkuat fondasi kebangsaan.

Ia berharap Momentum Kesatuan Doa dapat menjadi sarana untuk mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Mari kita jadikan Momentum Kesatuan Doa ini sebagai fondasi dasar keimanan dan karakter bangsa serta negara untuk membantu program-program pemerintahan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Daffa Mulya Octoritama menilai Momentum Kesatuan Doa hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang bagi umat beragama untuk mengambil peran bersama melalui doa dan tindakan nyata demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Menurut Daffa, pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh umat beragama untuk terus menebarkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemerdekaan, kata dia, tidak cukup hanya dirayakan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masa depan bangsa.

“Dari momentum ini, jika umat beragama bersatu hati dalam berdoa, maka akan terpatri kesatuan dan persatuan di bangsa ini, yang merupakan bukti bahwa beragama bisa beriringan dengan nasionalisme,” jelasnya.

Momentum Kesatuan Doa tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Indramayu, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika