Polisi Ikut Program Ketahanan Pangan, Karo SDM Polda Jabar Jelaskan Alasannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung, memiliki alasan tersendiri. Polri menyebut kehadirannya bukan untuk mengambil alih tugas petani, melainkan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Polda Jawa Barat Kuartal III Tahun 2026 di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Menurut Fadly, ketahanan pangan memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, stabilitas tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan dan tindak kriminal, tetapi juga dengan terpenuhinya kebutuhan dasar serta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, ketersediaan pangan, kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.

“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” kata Fadly.

Ia menyebut peran Polri dalam program tersebut lebih diarahkan pada pendampingan dan koordinasi. Salah satunya membantu menghubungkan kebutuhan kelompok tani dengan instansi maupun pihak yang memiliki kewenangan di bidang pertanian.

Mulai dari pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, ketersediaan benih dan pupuk, hingga akses permodalan menjadi bagian yang dapat dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Untuk aspek teknis pertanian, Fadly menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan dari tenaga yang memiliki kompetensi tersebut dinilai diperlukan agar petani dapat memperoleh informasi dan teknik budidaya sesuai kondisi lahannya.

Fadly juga menyoroti keberadaan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lahan yang masih memungkinkan digunakan pada musim kemarau dapat dipetakan dan disesuaikan dengan komoditas yang cocok, termasuk jagung.

Selain produksi, persoalan pembiayaan juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan lembaga keuangan dinilai dapat membantu membuka akses pembiayaan bagi kelompok tani yang memenuhi persyaratan. Penggunaan dana pun perlu diarahkan untuk kegiatan yang bersifat produktif.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Pendampingan Tak Berhenti Saat Tanam

Menurut Fadly, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari proses penanaman. Tahapan setelah panen juga perlu dipersiapkan agar hasil produksi petani memiliki jalur pemasaran yang jelas.

Karena itu, koordinasi diharapkan melibatkan pemerintah daerah, dinas teknis, penyuluh pertanian, kelompok tani, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, hingga pihak yang dapat menyerap hasil panen.

Dengan pola tersebut, petani diharapkan memperoleh dukungan sejak tahap persiapan lahan, produksi, panen, hingga pemasaran.

“Kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.

Ia menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak dimaksudkan menggantikan peran petani maupun instansi pertanian. Polri mengambil bagian melalui koordinasi dan dukungan agar berbagai unsur yang terlibat dapat bekerja secara terpadu.

Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu terus dikembangkan melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dari sisi produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polres Indramayu Imbau Warga Waspadai Kekeringan dan Potensi Karhutla

INDRAMAYU,radarinformasi.com- Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kekeringan yang berpotensi meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Indramayu.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat turut berperan menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan serta kelestarian alam.

Polres Indramayu mengajak masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan dalam aktivitas sehari-hari, di antaranya tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat.

Masyarakat juga diminta menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan memastikan tidak terdapat tumpukan material yang mudah terbakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering.

Apabila menemukan indikasi titik api (hotspot), masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada Polsek terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Polres Indramayu juga menyediakan sejumlah kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni layanan “Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu” melalui WhatsApp 0819-9970-0110 serta Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis.

Melalui kepedulian dan kewaspadaan bersama, Polres Indramayu berharap potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.

Sumber: Humas Polres Indramayu

Dishub Indramayu dan Polda Jabar Perkuat Ramp Check, Tekan Risiko Kecelakaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Pemerintah daerah terus memperkuat keselamatan transportasi umum melalui koordinasi peningkatan ramp check (ramcek) kendaraan angkutan AKAP dan AKDP. Bersama Polda Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan tersebut di Aula Dishub Indramayu, Rabu (22/4/2026).

Forum ini menjadi wadah koordinasi lintas instansi untuk meningkatkan pengawasan sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Barat. Pembahasan difokuskan pada kelayakan teknis kendaraan angkutan penumpang, kepatuhan administrasi uji berkala, serta pemenuhan standar keselamatan transportasi.

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar, Eti Haryati, menegaskan bahwa ramp check merupakan langkah preventif yang harus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara kepolisian dan Dinas Perhubungan.

“Ramp check memiliki peran strategis dalam memastikan keselamatan transportasi. Pemeriksaan mencakup aspek teknis kendaraan serta kelengkapan dokumen seperti SIM, STNK, dan izin trayek,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak 
sekadar seremonial, melainkan dapat diimplementasikan secara konsisten dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keselamatan di jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Indramayu, Ali Fikri, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi uji berkala kendaraan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012. Menurutnya, seluruh unit pengujian wajib terakreditasi guna menjamin standar keselamatan.

Ali juga mengungkapkan bahwa UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Indramayu telah meraih akreditasi A pada 2025 dari Kementerian Perhubungan, serta mendapatkan predikat pelayanan terbaik di Jawa Barat dari BPTD Kelas I Jawa Barat. Capaian ini menjadi indikator peningkatan kualitas layanan pengujian kendaraan di daerah tersebut.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak. Kami mengapresiasi sinergi yang terus terjalin dalam pelaksanaan ramp check yang berjalan secara masif,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya satuan lalu lintas, atas kerja sama dalam pengawasan kendaraan selama arus mudik Lebaran, yang dinilai mampu menekan angka kecelakaan secara signifikan di Indramayu.

Dengan penguatan sinergi lintas sektor berbasis lima pilar keselamatan jalan manajemen, infrastruktur jalan, kendaraan, pengguna, serta penanganan kecelakaan diharapkan sistem transportasi di Indramayu dan Jawa Barat semakin aman, tertib, dan berkelanjutan.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Bulog Indramayu Dukung Penanaman Jagung Serentak Program Polda Jabar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perum Bulog Cabang Indramayu menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Penanaman Jagung Serentak yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut dilaksanakan di Jalan Raya Pecuk, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dengan total luasan mencapai 750 hektare, Kamis (29/1/2025).

Kegiatan penanaman jagung ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, TNI–Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, Perum Bulog, hingga kelompok tani setempat. 

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir sebagai penanda dimulainya optimalisasi lahan pertanian produktif di wilayah Jawa Barat, khususnya Indramayu.

Program penanaman jagung serentak tersebut menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan produksi pertanian. 

Jagung dipilih sebagai komoditas strategis karena perannya yang vital dalam menjaga ketersediaan pangan serta menopang stabilitas ekonomi masyarakat.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Bulog sangat mendukung program penanaman jagung serentak ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan. Kolaborasi antara Polri, TNI, Forkopimda, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi jagung di Indramayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bulog Cabang Indramayu siap berperan aktif dalam mendukung hasil produksi petani melalui penyerapan panen serta penguatan sistem distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

Melalui kegiatan ini, Polda Jawa Barat menegaskan peran aktifnya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah di sektor ketahanan pangan. 

Diharapkan, penanaman jagung serentak tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Indramayu dan Jawa Barat secara berkelanjutan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Jamin Keamanan Ibadah Natal, Tim Jibom Gegana Brimob Sterilisasi Sejumlah Gereja di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Guna menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman dan kondusif, Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat melakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu, Rabu (24/12/2025).

Langkah sterilisasi ini merupakan bagian dari skema pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2025 yang digelar Polri untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru, khususnya di wilayah hukum Polres Indramayu.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubden Jibom Sat Brimob Polda Jabar, IPTU Irfa Herfian, SH, dengan pendampingan Karendal Ops Res Indramayu, Kompol Eko Susilo, S.H., M.H.

Adapun rumah ibadah yang menjadi sasaran sterilisasi meliputi Gereja Santo Mikail, Gereja GKI Indramayu, Gereja Pantekosta, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja GKI Jatibarang, Gereja Santo Yusup, hingga Gereja Filadelfia.

Pemeriksaan dilakukan secara detail dan menyeluruh, mencakup bagian dalam gereja hingga area sekitar lokasi. Petugas memastikan tidak ada barang mencurigakan yang berpotensi membahayakan keselamatan jemaat.

Dari hasil sterilisasi tersebut, aparat tidak menemukan benda berbahaya maupun indikasi adanya bahan peledak di seluruh lokasi yang diperiksa.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah menjadi prioritas utama kepolisian selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Sterilisasi dan pengamanan ini adalah bentuk komitmen kami agar umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan,” kata AKP Tarno.

Ia menambahkan, kehadiran aparat kepolisian tidak hanya sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat.

AKP Tarno turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama, terutama di momen hari besar keagamaan.

Selain itu, Polres Indramayu mengimbau masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama libur akhir tahun.

“Jika menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera melapor melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU via WhatsApp di nomor 0819-9970-0110 atau melalui call center 110,” tutupnya.

(Andika/S/Humas).

Kapolda Jabar Kunjungi Indramayu, Tinjau Gudang Ketahanan Pangan dan Resmikan SPPG

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Polres Indramayu pada Kamis (21/8/2025). Kehadirannya semakin istimewa karena didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Jabar, Ny. Diana Rudi Setiawan, serta pejabat utama (PJU) Polda Jabar.

Rombongan Kapolda disambut langsung oleh Forkopimda Indramayu bersama jajaran Polres Indramayu. Dalam agenda kunjungan ini, Kapolda meninjau sejumlah program strategis, termasuk pembangunan Gudang Ketahanan Pangan di Kecamatan Lelea. Selain itu, ia juga meresmikan dan menandatangani prasasti Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kecamatan Lohbener.

Dalam arahannya, Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan program Asta Cita, terutama di sektor ketahanan pangan yang menjadi prioritas nasional,” tegasnya.

Kapolda juga menegaskan dukungan penuh Polda Jabar terhadap program swasembada jagung. Menurutnya, capaian Polres Indramayu pada masa tanam ke-3 periode 1 Juli–19 Agustus 2025 menunjukkan perkembangan positif.

“Kita akan terus mendukung target penanaman 1 juta hektare di berbagai wilayah Jawa Barat. Upaya ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tapi juga berkontribusi pada kemandirian pangan nasional,” ujarnya.

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya Gerakan Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ia juga kembali menegaskan komitmen Polda Jabar dalam memberantas geng motor dan premanisme demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasie Humas AKP Tarno, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan Kapolda.

“Suatu kehormatan bagi Polres Indramayu mendapat kunjungan langsung dari Bapak Kapolda Jabar. Apalagi beliau pernah bertugas di sini, sehingga kehadirannya menjadi motivasi besar untuk kami dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat,” ungkapnya.

Reporter : Andika

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan: Pentingnya Edukasi Hukum di Era Demokrasi dan Digital

PURWOKERTO.radarinformasi.com – Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya edukasi hukum di era demokrasi dan digital, terutama terkait pemberitaan dan opini publik di media sosial.

Mewakili rekan-rekan Mitra Strategis TNI-Polri yang sedang menempuh studi S3 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Hendra menyayangkan pemberitaan kasus dugaan di lingkungan Unsoed yang langsung tersebar luas ke publik.

Menurutnya, seharusnya persoalan tersebut ditangani terlebih dahulu melalui mekanisme internal kampus karena sifatnya masih privat. “Di sinilah pentingnya edukasi hukum di era demokrasi dan digital. Kita harus berhati-hati agar tidak menggiring opini publik terhadap suatu kasus yang masih dugaan, karena bisa menimbulkan penghukuman publik. Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada institusi Unsoed yang seharusnya kita jaga bersama nama baiknya,” ujar Hendra, Sabtu (16/8/2025).

Hendra menambahkan, karena proses penyelesaian internal tengah berlangsung sesuai ketentuan, sebaiknya semua pihak mempercayakan hasilnya pada mekanisme kampus secara arif, adil, dan bijaksana. Ia menilai, penyebaran opini publik justru berpotensi menimbulkan polemik, konflik, permusuhan, hingga trauma bagi pihak-pihak terkait.

Unsur Pencemaran Nama Baik

Dalam keterangannya, Hendra juga menjelaskan unsur-unsur pencemaran nama baik, yakni:

1. Kesengajaan, adanya niat mencemarkan nama baik orang lain.

2. Menyerang kehormatan, yaitu tindakan merendahkan reputasi atau martabat seseorang.

3. Tuduhan atau fitnah, menuduhkan perbuatan yang tidak benar.

4. Penyiaran ke publik, menyebarluaskan tuduhan agar diketahui umum.

Pencemaran nama baik melalui media sosial, lanjut Hendra, dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE, Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 27A. Selain itu, ancaman pidana juga diatur dalam Pasal 45A ayat (1), dengan hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Sementara menurut KUHP baru Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 433, pencemaran nama baik dapat dikenai pidana 9 bulan penjara atau denda maksimal Rp10 juta. Jika dilakukan melalui tulisan atau gambar di ruang publik, ancamannya meningkat menjadi 1 tahun 6 bulan penjara atau denda maksimal Rp50 juta.

“Artinya, penyebaran informasi yang tidak benar atau merugikan orang lain di media sosial bisa berimplikasi hukum yang sangat serius,” tegas Hendra.

Jaga Marwah Unsoed

Hendra mengimbau civitas akademika dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi kasus yang muncul di publik. Ia menekankan pentingnya membangun komitmen bersama menjaga nama baik Unsoed dengan menyerahkan proses penyelesaian sepenuhnya melalui mekanisme internal kampus.

“Unsoed harus kita rawat bersama. Jangan sampai nama baik institusi tercoreng karena opini publik yang belum tentu benar,” pungkasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Selamatkan Ribuan Jiwa, Polda Jabar Ungkap Jaringan Narkoba Asal Aceh

BANDUNG.radarinformasi.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil ditindak selama periode Januari hingga Juli 2025. Salah satu pengungkapan terbesar dalam periode tersebut adalah terungkapnya jaringan pengedar narkoba asal Aceh yang beroperasi hingga wilayah Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa dari pengungkapan jaringan ini, pihaknya berhasil menangkap tiga tersangka, yakni RTH, ARM, dan H. Ketiganya diamankan di tiga lokasi berbeda, yakni di Purwakarta, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

“Dari tangan para tersangka, kami berhasil menyita narkotika jenis sabu seberat 3.293 gram atau sekitar 3,2 kilogram. Jumlah ini diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 16.465 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ungkap Kombes Hendra, Kamis (31/7/2025).

Tak hanya itu, dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, Ditresnarkoba Polda Jabar bersama jajaran juga berhasil mengamankan berbagai jenis barang bukti lainnya, antara lain:

Sabu (metamfetamin): 8.392,67 gram

Ekstasi: 189 butir

Ganja: 5.855,92 gram

Tembakau sintetis: 6.804,56 gram

Bibit tembakau sintetis: 4.972,43 gram

Psikotropika: 2.583 butir

Obat keras tertentu (OKT): 5.784.226 butir

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman maksimal berupa pidana mati, penjara seumur hidup, serta denda hingga Rp10 miliar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert Raden Denny Sulistyo Nugroho, S.Sos., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam merespons keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba.

“Ini adalah hasil kerja keras kami. Tidak ada sejengkal tanah pun di Bumi Pasundan yang boleh menjadi tempat bernaung bagi para sindikat narkoba. Negara harus hadir dan tidak boleh kalah dari jaringan serta sindikat narkotika,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polda Jabar tak akan berhenti dalam upaya memberantas peredaran narkoba. Hal tersebut juga selaras dengan semangat Astacita yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kapolda Jawa Barat Melayat Ke Rumah Duka Aipda Anumerta Cecep

GARUT.radarinformasi.com. Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H  melayat ke rumah duka Alm. Aipda Anumerta Cecep Saeful Bahri di Perum Guntur Residen No. 24, Garut. Turut hadir mendampingi Ketua Bhayangkari Daerah Jabar, Kabid Propam, Kabid Humas, Kabid Dokkes, serta Dirintelkam Polda Jabar.

Kapolda Jabar mengucapkan turut berbela sungkawa atas wafatnya almarhum saat menjalankan tugas negara. Selain itu, disampaikan juga penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dengan pemberian kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi menjadi Aipda Anumerta.

“Atas nama pribadi dan negara, saya mengucapkan rasa berduka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum, semoga yang ditingalkan diberikan kekuaran serta ketabahan,” ujar Kapolda, Sabtu (19/7/25).

Almarhum diketahui merupakan anggota Polri terbaik yang gugur saat bertugas dalam pengamanan pesta rakyat di Garut. Kapolda pun mendoakan agar almarhum tempat yang layak di sisi Allah SWT.

“Yakinlah bahwa Tuhan punya rencana baik atas apa yang terjadi dan akan memberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ungkap Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jabar memberikan santunan kepada keluarga almarhum. Diharapkan, tali asih ini bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga santunan ini dapat bermanfaat,” tutup Kapolda.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Gugur Ketika Bertugas, Bripka Cecep diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta

GARUT.radarinformasi.com. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa Anumerta kepada Alm. Bripka Cecep Saeful Bahri. Dari kenaikan pangkat ini, ia memperoleh gelar Aipda Anumerta.

Kenaikan pangkat itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : Kep/1085/VII/2025 tertanggal 18 Juli 2025. Kenaikan pangkat anumerta ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi atas dedikasi dan pengorbanan almarhum dalam menjalankan tugasnya.

“Telah dinaikkan pangkatnya ke dalam pangkat yang baru sebagaimana tercantum dalam ruang/kolom 8 (delapan) dan diberikan gaji pokok sebagaimana tercantum dalam ruang/kolom 11 (sebelas) lampiran keputusan ini, serta penghasilan-penghasilan lainnya yang sah berkaitan dengan pangkat baru,” bunyi surat keputusan Kapolri, dikutip Sabtu (19/7/25).

Kenaikan pangkat tersebut kemudian disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H.

“Anggota kami itu (Bripka Cecep) memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi karena yang bersangkutan gugur di dalam membantu masyarakat,” ungkap Kapolda.

Saat melayat, Kapolda Jabar mengucapkan turut berbela sungkawa atas wafatnya almarhum saat menjalankan tugas negara. Almarhum diketahui merupakan anggota Polri terbaik yang gugur saat bertugas dalam pengamanan pesta rakyat di Garut.

“Atas nama pribadi dan negara, saya mengucapkan rasa berduka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum, semoga yang ditingalkan diberikan kekuaran serta ketabahan,” ujar Kapolda, Sabtu (19/7/25).

Kapolda pun mendoakan agar almarhum tempat yang layak di sisi Allah SWT. Selain itu, Irjen Pol. Rudi juga memberikan santunan kepada keluarga almarhum.

“Yakinlah bahwa Tuhan punya rencana baik atas apa yang terjadi dan akan memberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Semoga santunan ini dapat bermanfaat,” ungkap Kapolda.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule