Kapolda Jabar Ucapkan Bela Sungkawa Atas Gugurnya Anggota Kepolisian Saat Bertugas dan 2 Warga Masyarakat dalam Pesta Rakyat

GARUT.radarinformasi.com – Pesta rakyat yang di gelar di Kabupaten Garut hari Jumat 18 Juli 2025 telah menelan korban jiwa, dua orang warga masyarakat dan satu orang lagi dari anggota kepolisian Polda Jabar yang sedang bertugas.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K.,S.H.,M.H., menyampaikan duka yang mendalam  atas peristiwa tersebut, dimana  ada dua warga masyarakat yang meninggal dunia dan satu orang anggota kepolisian.

“Anggota kami dilapangan menolong warga masyarakat yang akhirnya gugur dalam tugasnya membantu mengamankan  masyarakat. Kami akan melakukan pendalaman dan investigasi, bagaimana peristiwa ini bisa terjadi. Sehingga mengakibatkan ada tiga yang meninggal dunia pada siang hari ini,” kata Kapolda Jabar, Sabtu (19/7/2025) dini hari.

“Tadi kami sudah pelajari semua, Polres Garut sebagai mana biasa nya,setiap kegiatan masyarakat itu  melakukan pengamanan. Polres Garut   Berdasarkan informasi dari Pemerintah Garut untuk melaksanakan pengamanan rangkaian kegiatan ini sudah di tempuh sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Kapolda Jabar menambahkan bahwa dari bagian perijinan telah menyampaikan perkiraan potensi gangguan yang akan terjadi dan sudah di siapkan penanggulangan nya, sudah di buat rencana pengamanan melibatkan personil dari pagi hari berjumlah  404 personel gabungan  sudah di siagakan dan sudah  menempati tempatnya sesuai yang sudah di brifing supaya semuanya berjalan lancar,itu prosedur yang sudah saya dalami barusan,” imbuh Kapolda Jabar.

“Secara teknis, Polisi akan melakukan penyelidikan, mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak dan nanti siapa yang akan paling bertanggung jawab,” tuturnya.

Sementara seorang warga mengucapkan “Sim kuring ngahaturkeuen nuhun ka Polisi anu parantos ngamankeuen sinareng nyalamatkeuen anu pingsan, dugi ka aya anu ngantunkeuen, sim kuring sadayana ngiring prihatin,” ucapnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polres Indramayu Matangkan Persiapan Masa Tanam Ketiga Lahan Baku Sawah, Fokus Dukung Swasembada Jagung

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Polres Indramayu Polda Jabar menggelar rapat koordinasi internal dalam rangka persiapan masa tanam ke-3 Lahan Baku Sawah (LBS). 

Kegiatan yang berlangsung, Jumat (18/7/2025) di Aula Patriatama Polres Indramayu dan dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K.

Rapat diikuti oleh Kabag SDM, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh Kapolsek jajaran Polres Indramayu. 

Fokus utama rapat adalah menindaklanjuti instruksi Kapolri mengenai swasembada pangan, yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

“Program ini bukan sekadar simbolis, melainkan aksi nyata Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya melalui optimalisasi produksi jagung,” ujar Kapolres AKBP Fajar Gemilang dalam arahannya kepada jajaran.

Dalam rapat tersebut, Kabag SDM Kompol Bekti Setiawan turut memaparkan tentang potensi dan kendala di lapangan, termasuk pemetaan lahan yang tidak dapat ditanami, serta kebutuhan alat dan sarana pertanian yang harus diusulkan ke Kementerian Pertanian melalui dinas terkait. 

Kompol Bekti juga menyampaikan pentingnya analisis cuaca dan ketersediaan air sebagai faktor kunci dalam pelaksanaan masa tanam ketiga.

“Langkah ini memerlukan kolaborasi lintas sektor dan komitmen penuh dari seluruh personel Polres,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tersebut merupakan bentuk konkret kontribusi Polri dalam menjawab tantangan nasional di sektor pertanian. 

Ia menyebut, Polres Indramayu siap menjalankan arahan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, agar setiap personel Bhabinkamtibmas mendampingi pengelolaan satu hektar lahan jagung dengan target panen 6 ton.

“Diharapkan seluruh jajaran dapat bergerak cepat, dengan target penanaman maksimal pada 25 Juli 2025 mendatang,” terang AKP Tarno.

Lanjut disampaikan AKP Tarno bahwa Polres Indramayu telah mendata lahan-lahan yang akan dikelola serta menyiapkan pengajuan kebutuhan pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada instansi terkait.

Kasie Humas juga menyoroti arahan Kapolda Jabar yang menargetkan peningkatan signifikan hasil panen jagung di wilayah Polda Jabar.

“Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat desa,” tambah AKP Tarno.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

Tim Kompolnas Award 2025 Kunjungi Mapolda Jabar, Kapolda: Polda Jabar Masuk 5 Besar Kategori Polda Tipe A

BANDUNG.radarinformasi.com – Tim Kompolnas Award 2025 melakukan kunjungan ke Mapolda Jawa Barat untuk melihat langsung kinerja dan pelayanan yang diberikan oleh jajaran kepolisian Jawa Barat, Senin (23/6/2025). Kedatangan tim juri disambut langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan di Aula Herman Sudjanadiwirja. Selasa (24/6)

Turut hadir dalam kegiatan ini Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, unsur Forkopimda Jawa Barat, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Anggota Dewan Juri Kompolnas Award 2025, Arif Zulkifli, mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung implementasi pelayanan publik di lingkungan Polda Jabar, yang menjadi bagian dari penilaian dalam ajang Kompolnas Award.

“Apa yang kami lihat hari ini akan kami bawa ke Jakarta untuk dibahas bersama tim juri lainnya. Hasil kunjungan ini akan dibandingkan dengan Polda, Polres, Polsek, dan unit kepolisian lain di seluruh Indonesia guna menentukan yang terbaik,” ujar Arif.

Ia juga menyebut, Polda Jabar termasuk salah satu Polda Tipe A yang besar, dengan jumlah penduduk lebih dari 41 juta jiwa serta berbagai dinamika dan tantangan yang kompleks.

“Namun, kami melihat seluruh personel dan pimpinan di sini mampu menangani berbagai persoalan masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan mengapresiasi kehadiran tim juri Kompolnas Award, serta dukungan dari masyarakat dan Forkopimda Jawa Barat.

“Tentu kami merasa bangga dan senang karena Polda Jabar masuk dalam lima besar nominasi untuk kategori Polda Tipe A. Semoga apa yang telah kami lakukan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Jawa Barat,” ujar Kapolda.

Irjen Rudi juga berharap kehadiran tim Kompolnas Award tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sebagai ruang untuk menerima masukan, kritik, dan saran demi perbaikan kinerja kepolisian.

“Kami sadar, membangun Polri yang unggul dan dicintai masyarakat bukan pekerjaan instan. Dibutuhkan proses berkelanjutan, konsistensi, integritas, serta pembelajaran terus-menerus. Oleh karena itu, keikutsertaan kami dalam Kompolnas Award bukan semata-mata untuk memenangkan penghargaan, melainkan sebagai momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Kapolda.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Tim Juri Kompolnas Award 2025: Polda Jabar Tonjolkan Digitalisasi untuk Pelayanan Prima kepada Masyarakat

BANDUNG.radarinformasi.com – Anggota Dewan Juri Kompolnas Award 2025, Mohammad Choirul Anam, melakukan pengecekan dan verifikasi berbagai inovasi serta program yang diterapkan di Mapolda Jawa Barat, khususnya terkait pelayanan publik, tata kelola, serta hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Selasa (24/6)

Dalam kunjungannya ke Mapolda Jabar pada Senin (23/6/2025), Anam menyebut Polda Jabar menonjolkan pendekatan digitalisasi sebagai salah satu upaya utama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Tadi kami mendapatkan berbagai penjelasan. Yang menarik adalah Polda Jabar menonjolkan pendekatan digitalisasi. Menurut kami, digitalisasi ini sangat berdampak, terutama dalam dua hal, yakni mempercepat proses pelayanan yang sebelumnya bisa memakan waktu berhari-hari, kini dapat diselesaikan dalam 10-15 menit,” ujar Anam.

Selain mempercepat layanan, lanjutnya, digitalisasi juga menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli), seperti dalam pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang kini tidak lagi menerima pembayaran tunai, melainkan melalui sistem transfer. Hal ini dinilai dapat memangkas mata rantai pertemuan langsung dan menjadi langkah serius menuju kepolisian yang modern dan transparan.

“Dengan digitalisasi, pelayanan semakin cepat, integritas meningkat, dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan DPRD Jabar, kejaksaan, TNI, hingga tokoh adat yang turut memberikan gambaran terkait kinerja Polda Jabar.

Anam juga meninjau langsung sejumlah layanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, seperti Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pengurusan unjuk rasa, hingga layanan SKCK. Menurutnya, semua proses pelayanan dicek mulai dari waktu pelayanan hingga ketersediaan petugas piket.

“Ternyata, petugas siap melayani hingga dini hari. Ini menunjukkan Polda Jabar hadir 24 jam untuk masyarakat Jawa Barat,” kata Anam.

Ia berharap pelaksanaan Kompolnas Award dapat menjadi pendorong bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kinerja.

“Terima kasih kepada Polda Jabar yang telah membuka akses informasi seluas-luasnya. Keterbukaan seperti ini adalah jalan terbaik untuk mendorong Polda Jabar semakin baik,” tutup Anam.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Panen Raya Jagung, Langkah Nyata Indramayu Menuju Swasembada Pangan

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung program nasional swasembada pangan tahun 2025, khususnya komoditas jagung, digelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kawasan Hutan Perum Perhutani Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Kamis (5/6/2025).
‎
‎Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program strategis Presiden Republik Indonesia dan Kapolri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung lokal.
‎
‎Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya pencapaian swasembada jagung di Jawa Barat, khususnya Kepolisian Daerah Jawa Barat, Polres Indramayu, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
‎
‎”Saat ini Jawa Barat menjadi salah satu kontributor jagung nasional dengan kontribusi sekitar 6-7%, menempati peringkat ke-8 secara nasional. Namun, capaian tersebut dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya, khususnya di daerah Indramayu yang memiliki lahan pertanian luas namun belum termanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
‎
‎Wakil Gubernur Jabar berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Lucky dan Wabup Syaefudin, potensi pertanian di Indramayu bisa digali lebih maksimal agar menjadikan daerah ini sebagai sentra jagung tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga nasional. 
‎
‎Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menegaskan dengan dilaksanakannya panen raya ini, Pemkab Indramayu ikut mendorong Swasembada Pangan. Masih banyak lahan luas yang akan ditanam dan dimanfaatkan untuk jagung.
‎
‎Menurutnya, pada hari ini telah disiapkan lahan seluas 104 hektare yang ditanami jagung hybrida dengan varietas unggul. Varietas tersebut dipilih karena memiliki bobot tinggi dan tahan terhadap penyakit. 

‎”Dukungan dari Polda Jabar, Polres Indramayu, dan Pemprov Jabar sangat penting, dan Kabupaten Indramayu siap ikut mendorong terwujudnya swasembada pangan 2025,” tambahnya.
‎
‎Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan juga menegaskan, program Presiden untuk swasembada pangan adalah upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan, khususnya jagung. Polda Jabar akan membina lebih dari 1.500 hektare lahan pertanian untuk tahun depan.
‎
‎“Panen raya tiba kembali, jagung melimpah, Indramayu berseri. Kami dari Polda Jabar siap mendampingi dan menjadi pembina bagi proses penanaman jagung ke depan,” ucapnya.
‎
‎Kapolda memastikan tidak ada lagi mafia pupuk di Jawa Barat. Jatah pupuk harus sampai ke tangan petani. Polda Jabar juga mendorong agar modal petani berasal dari pemerintah, bukan dari tengkulak.
‎
‎Puncak acara ditandai dengan prosesi petik jagung secara simbolis dalam Panen Raya Serentak Kuartal II . Selain itu, dilakukan juga penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada perwakilan petani Indramayu serta pemberian bantuan sembako untuk lansia di wilayah Kecamatan Gantar.
‎
‎Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi produksi jagung di Jawa Barat serta mewujudkan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kapolda Jawa Barat Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat Saat Kunjungan Kerja ke Polres Tasikmalaya Kota

TASIKMALAYA.radarinformasi.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Polres Tasikmalaya Kota pada Kamis (22/5/2025). Kunjungan ini disambut hangat oleh Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pejabat utama, serta Kapolsek jajaran.

Kegiatan diawali dengan pertemuan dan ramah tamah bersama Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya. Selanjutnya, Kapolda Jabar memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Tasikmalaya Kota yang hadir secara langsung di Aula Endra Dharmalaksana maupun secara virtual melalui Zoom.

Dalam arahannya, Kapolda Jabar menekankan pentingnya optimalisasi pelayanan publik sebagai wujud nyata pelaksanaan konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

“Polri harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang humanis, cepat tanggap, dan profesional. Tingkatkan kualitas pelayanan publik dan jaga kepercayaan masyarakat,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan pembagian paket sembako kepada 75 anak yatim piatu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kunjungan ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja serta memperkuat semangat dan moral seluruh personel Polres Tasikmalaya Kota dalam menjalankan tugas di wilayahnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Kapolda Jawa Barat, yang menurutnya menjadi motivasi besar bagi seluruh personel untuk terus berbenah dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat Kota Tasikmalaya.

Sumber Humas Polres Bogor
Bule

Kapolda Jabar: Sinergi adalah Kunci dalam Mewujudkan Keamanan, Ketertiban, dan Kesejahteraan di Jawa Barat

BANDUNG.radarinformasi.com  – Kepolisian Daerah Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui penguatan sinergi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Nota Kesepakatan serta Komitmen Bersama tentang Sinergi di Bidang Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban Umum untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Daerah di Provinsi Jawa Barat. Jumat (16/5)

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, dalam sambutannya di Bale Pakuan, Kota Bandung, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan wilayah yang aman dan kondusif. “Kita mungkin berbeda, tetapi memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mewujudkan Jawa Barat yang aman,” ujar Rudi.

Ia juga mengapresiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah menginisiasi pertemuan strategis ini. Sejak dilantik sebagai Kapolda Jabar pada 5 Mei 2025, momen ini menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat kerja sama antar instansi. “Kami siap mendukung terwujudnya Jawa Barat yang maju, aman, tertib, dan barokah,” lanjutnya.

Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban tidak dapat dicapai secara individual. Diperlukan sinergi antara kepala daerah, jajaran Polres, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Saya meyakini tidak ada kesuksesan yang diraih sendirian. Keamanan, ketertiban, dan ketentraman di Jawa Barat hanya bisa terwujud dengan kerja sama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah hukum Jawa Barat untuk aktif menjalin komunikasi dan mendukung penuh program-program pemerintah daerah. Menurutnya, hubungan yang erat antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai penutup, Irjen Pol Rudi Setiawan berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, melainkan didasari niat tulus untuk menciptakan kemaslahatan bersama. “Insya Allah, setelah acara ini akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis antara OPD-OPD terkait dengan pejabat utama kami, hingga diteruskan di tingkat Polres. Semoga ini menjadi langkah nyata untuk membangun Jawa Barat yang aman, tertib, dan sejahtera,” ucapnya.

Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas lintas sektor demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan di Jawa Barat.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Ketua DPRD Jawa Barat, Sekretaris Daerah, para Bupati dan Wali Kota, serta Kapolres se-Jawa Barat.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polda Jabar Ungkap Kasus Joki UTBK Gunakan Dokumen Palsu

BANDUNG.radarinformasi.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus penipuan dan pemalsuan dokumen yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di salah satu kampus di Jawa Barat. Jumat (9/5)

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah panitia ujian mencurigai salah satu peserta berinisial F.R.B. Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa F.R.B bukanlah peserta asli, melainkan seorang joki yang mengikuti ujian menggantikan peserta sebenarnya.

“Dalam penyelidikan, kami mengamankan tiga orang tersangka, yaitu A.S., M.T.S., dan F.R.B. Modus yang digunakan adalah dengan memalsukan sejumlah dokumen seperti KTP, fotokopi ijazah, dan kartu peserta ujian. Dokumen palsu tersebut digunakan untuk mendaftar melalui portal resmi SNPMB Kemendikbud dan dipakai saat pelaksanaan UTBK,” ujar Kombes Hendra Rochmawan.

A.S. diduga sebagai otak pelaku yang memalsukan dokumen. Dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada M.T.S. untuk diberikan kepada F.R.B., yang berperan sebagai joki ujian. Namun, aksi mereka gagal setelah panitia menemukan ketidaksesuaian identitas saat pelaksanaan ujian.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain tiga unit handphone, satu laptop, satu printer, dua KTP palsu, dua lembar print out ijazah, tiga lembar kartu peserta ujian, dan satu fotokopi KTP atas nama F.R.B.

Ketiga tersangka kini telah ditahan di Polda Jawa Barat dan dijerat dengan Pasal 94 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan serta Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, dengan ancaman hukuman penjara hingga enam tahun.

Kabid Humas Polda Jabar mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik kecurangan serupa dan menekankan pentingnya kejujuran serta integritas dalam setiap proses seleksi pendidikan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polda Jabar Tangkap 145 Pelaku Premanisme Dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025

JAWABARAT.radarinformasi.com – Polda Jawa Barat (Jabar) menangkap 145 pelaku premanisme dalam pelaksanaan Operasi Pekat II Lodaya 2025 yang digelar sejak 1 Mei lalu. Operasi ini memang menyasar aksi-aksi premanisme yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Jabar. Jumat (9/5)

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H. mengatakan, berdasarkan data hingga hari kedelapan, 36 dari 145 adalah yang sudah ditargetkan. Sebab, sebelumnya ada 44 yang sudah ditargetkan oleh penyidik. 

“36 dari 44 target operasi berhasil diungkap atau setara dengan 81,82 persen dari total target yang ditetapkan,” ujar Irjen Rudi Setiawan, Jumat (9/5/25).

Menurutnya, kepolisian juga mengamankan 109 pelaku non-target dan mencatat 98 korban. Selain itu, Polda Jabar sudah menangani 99 kasus premanisme yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk terminal, pasar tradisional, proyek pembangunan, hingga kawasan sengketa tanah dan hiburan malam.

Beragam barang bukti berhasil disita, antara lain 42 bilah senjata tajam, 1 airsoft gun, 15 sepeda motor, 4 mobil, 8 ponsel, 46 dokumen, dan uang tunai sebesar Rp 1.320.500.

“Operasi ini melibatkan 935 personel, terdiri dari 185 anggota Polda dan 750 anggota dari satuan wilayah jajaran,” ujar Kapolda.

Ditegaskan Kapolda Jabar, operasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat.

“Polda Jabar serius dan konsisten dalam menindak segala bentuk premanisme yang meresahkan warga. Operasi ini tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan melalui kegiatan intelijen dan pembinaan masyarakat. Kami juga menyasar pelaku-pelaku yang beroperasi secara digital,” jelasnya.

Ia menambahkan, Polda Jabar berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan. Selain itu, membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar lebih berani melapor bila mengalami atau menyaksikan aksi premanisme.

“Polda Jabar optimistis dapat menuntaskan operasi ini dengan hasil maksimal, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan mendukung pertumbuhan investasi di Jawa Barat,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan Operasi Pekat II, Ditreskrimum Polda Jabar bersama satuan wilayah juga berhasil mengungkap sejumlah kasus pemerasan dan pungli yang dilakukan oleh pelaku premanisme di berbagai lokasi. Di antaranya, pengungkapan praktik pungli di Pasar Caringin Kota Bandung yang dilakukan oleh kelompok pelaku yang memaksa sopir kendaraan niaga membayar uang parkir tanpa dasar hukum, serta aksi premanisme penjualan minuman secara paksa. Di Ciamis, Polisi menangkap sekelompok pelaku yang melakukan kekerasan terhadap orang dan barang di Pasar Ramadan, yang sempat viral di media sosial.

Selain itu, dalam unjuk rasa Hari Buruh (Mayday) di Taman Dago Kota Bandung, seorang mahasiswa diamankan karena membawa senjata tajam dan tongkat pemukul serta terjadi pengrusakan berat yang dilakukan 3 pelaku terhadap mobil patroli milik Polsek Kiaracondong dan tersangka kini ditahan di Mapolda Jabar.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menuturkan, di wilayah Subang premanisme juga terungkap di kawasan industri Smartpolitan dan pabrik keramik, di mana sopir logistik dipaksa membayar pungutan keamanan fiktif. Kasus serupa terjadi di Pasar Bogor, dengan modus penjualan kue secara paksa kepada pedagang, yang dilakukan oleh pelaku dengan rekam jejak panjang dalam kegiatan pungli. Bahkan, praktik pungutan parkir liar yang dikendalikan oleh individu bersenjata tajam juga berhasil dibongkar di sekitar Cafe Bajawa, Kota Bogor.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kakorlantas Minta Polda Metro dan Polda Jabar Paparkan Kesiapan Penanganan Mudik Lebaran

JAKARTA.radarinformasi.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, meminta Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya memaparkan kesiapan mereka dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi bersama jajaran Direktorat Lalu Lintas kedua polda tersebut di Polres Karawang pada Jumat 28 Februari kemarin. Sabtu (1/3)

Dalam rapat tersebut, Kakorlantas menekankan pentingnya penyesuaian strategi pengamanan lalu lintas, terutama dengan adanya jalan tol fungsional yang akan digunakan selama arus mudik dan balik Lebaran. “Hari ini kita membahas bagaimana Operasi Ketupat dapat berjalan lancar, tertib, dan aman. Ada beberapa evaluasi dari tahun lalu yang menjadi dasar perubahan cara bertindak tahun ini,” ujar Irjen Agus, Sabtu (1/3/2025).

Salah satu perubahan dalam strategi pengamanan tahun ini adalah rencana pemanfaatan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan II secara fungsional. Tol ini akan digunakan untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya saat arus balik. Dalam satu jam, tol fungsional ini diperkirakan mampu menampung hingga 1.000 kendaraan, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di Tol Cikampek.

“Contohnya, nanti di KM 76 akan ada tol fungsional yang langsung mengarah ke KM 37 atau 34. Hal ini tentu akan mengubah pola pengamanan di ruas Tol Cikampek-Cipularang hingga Polda Metro. Dengan berfungsinya tol ini, diperkirakan dalam satu jam sekitar 1.000 kendaraan bisa melintas, sehingga akan mengurangi kepadatan di Cikampek. Namun, strategi pengamanan di KM 37 dan 34 tentu perlu disesuaikan,” jelasnya.

Pembahasan lebih lanjut mengenai kesiapan Tol Japek Selatan II akan dilanjutkan dalam rapat berikutnya bersama para pemangku kepentingan (stakeholder). Tujuannya adalah memastikan kelancaran arus mudik dan balik pada libur Lebaran 2025. Selain itu, Kakorlantas juga mengimbau para pengusaha transportasi agar membatasi operasional kendaraan sumbu tiga ke atas di jalur tol maupun arteri selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Hal ini menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kemacetan dan potensi kecelakaan akibat kendaraan berat, seperti rem blong dan kelebihan muatan.

“Berdasarkan pengalaman dan masukan masyarakat, kami menyarankan agar kendaraan sumbu tiga ke atas tidak beroperasi selama Operasi Ketupat, yaitu mulai 26 Maret hingga 8 April. Bukan sekadar sistem window time, tetapi benar-benar pembatasan penuh selama periode tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan survei jalur serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan yang tepat terkait pembatasan kendaraan berat. Hasil kajian ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat tingkat pusat guna menentukan langkah terbaik dalam penanganan arus mudik Lebaran.

“Kami akan membawa hasil survei dan koordinasi ini ke tingkat pusat untuk merumuskan solusi terbaik dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025,” pungkas Kakorlantas.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule