Diskominfo Indramayu Perkuat Transformasi Digital Desa Melalui Sosialisasi SIDOMA dan CERMATIN

INDRAMAYU.radarinformasi.com– Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong percepatan transformasi digital hingga ke tingkat desa. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Aplikasi SIDOMA dan Program CERMATIN yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang diikuti para kuwu, lurah, dan perangkat desa se-Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan digital.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sejalan dengan visi Indramayu REANG, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Suwenda menjelaskan, salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah SIDOMA (Sistem Informasi Pengajuan Domain Desa). Aplikasi ini memudahkan pemerintah desa dalam mengajukan dan mengelola domain resmi desa.id sebagai identitas digital desa.

Menurutnya, website desa tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana pelayanan publik, transparansi pemerintahan, serta mendukung peningkatan Indeks Pemerintahan Digital Indonesia (PemDI). Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan seluruh 317 desa dan kelurahan memiliki domain desa.id sebagai identitas resmi pemerintah desa.

Selain SIDOMA, Diskominfo juga memperkenalkan CERMATIN (Cerdas Bermedia Digital Indramayu) sebagai platform pembelajaran bagi perangkat desa. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengikuti pelatihan, webinar, serta memperoleh materi mengenai teknologi informasi, keamanan siber, etika digital, hingga pemanfaatan teknologi secara produktif.

“Teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Suwenda.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto, menuturkan bahwa SIDOMA dan CERMATIN saling melengkapi dalam mendukung percepatan digitalisasi pemerintahan desa.

“Melalui SIDOMA kami ingin memastikan seluruh desa memiliki identitas digital resmi melalui domain desa.id. Sedangkan CERMATIN menjadi ruang belajar bagi perangkat desa agar semakin siap memanfaatkan teknologi informasi secara aman, efektif, dan berkelanjutan dalam mendukung pelayanan publik,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Ribuan Warga Padati Sport Center Indramayu, Karnaval SCTV HUT ke-36 Berlangsung Meriah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Ribuan masyarakat memadati Sport Center Indramayu untuk menyaksikan Karnaval SCTV dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 SCTV. Antusiasme warga terlihat sejak pagi ketika mereka berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu,” Sabtu-Minggu (11–12/7/2026).

Masyarakat datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati rangkaian hiburan sekaligus menyaksikan secara langsung penampilan artis, musisi, dan para pemain sinetron yang selama ini hanya mereka lihat melalui layar televisi.

Suasana semakin semarak ketika Ben Kasyafani, Fanny Ghassani, Anwar BAB, dan Kayla The Icon memandu jalannya acara dengan penuh semangat. Berbagai permainan interaktif dan hiburan yang disuguhkan mampu menghidupkan suasana serta mengundang antusiasme ribuan penonton.

Pada hari pertama, panggung Karnaval SCTV dimeriahkan oleh penampilan Bian Gindas, Rizwan Fadilah, dan Wika Salim. Kehadiran para pemain sinetron Sebening Cinta seperti Zoe Jackson, Rizky Nazar, Fandy Christian, dan Dosma Hazebosch juga disambut histeris oleh para penggemarnya.

Kemeriahan berlanjut pada hari kedua, Minggu (12/7/2026). Para pemain sinetron Asmara Gen Z menyapa masyarakat Indramayu, disusul penampilan Five Minutes, Indra Sinaga, dan Vita Alvia yang berhasil menghibur ribuan penonton.

Puncak acara berlangsung melalui siaran langsung SCTV pada Minggu siang. Sejumlah pemain sinetron Wajah Cinta Yang Lain, di antaranya Dinda Kirana, Ibrahim Risyad, Aulia Sarah, dan Fenly Christove, turut hadir menyapa masyarakat dan menambah semarak suasana.

Momen istimewa juga hadir ketika Aisyah Mahulidah, putri daerah Kabupaten Indramayu yang berhasil meraih Juara I tingkat nasional, tampil di atas panggung dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Sorotan utama kemudian tertuju pada penampilan grup band D’Masiv yang sukses membakar semangat ribuan penonton. Lagu-lagu yang dibawakan membuat seluruh area Sport Center bergemuruh oleh tepuk tangan dan nyanyian bersama. Penampilan Budi Doremi, Jordy Riz, Duo Anggrek, serta Resty Ananta semakin melengkapi kemeriahan Karnaval SCTV di Indramayu.

Karnaval SCTV merupakan program roadshow tahunan yang digelar di sejumlah daerah di Indonesia sebagai bagian dari perayaan HUT ke-36 SCTV. Setelah sebelumnya diselenggarakan di Jepara, Kabupaten Indramayu dipercaya menjadi kota berikutnya yang menjadi tuan rumah.

Selama dua hari pelaksanaan, Karnaval SCTV tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan yang mempererat interaksi antara warga dengan para artis. Antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan bahwa kehadiran acara berskala nasional tersebut menjadi hiburan yang dinantikan sekaligus memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi dan promosi Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika

Estim Enting Serap Aspirasi Warga Haurgeulis Melalui Reses Masa Persidangan II Tahun 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Estim Enting, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di sejumlah titik di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai forum dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai kebutuhan pembangunan di daerah,” Jum’at (10/7/2026).

Dalam sambutannya, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI itu menegaskan bahwa reses merupakan sarana komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga secara langsung.

“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus mempererat silaturahmi. Semua masukan yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD,” ujar Estim Enting.

Ia menjelaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan dibahas melalui mekanisme di DPRD sebelum dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Menurutnya, berbagai usulan yang muncul dalam kegiatan reses didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta sektor-sektor lain yang dinilai mendukung kesejahteraan warga.

“Suara masyarakat adalah landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Kami ingin memastikan setiap kebutuhan warga mendapat perhatian dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Estim Enting didampingi Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Haurgeulis, Nani Dewi Yanti, S.T.r.Keb., CHTT. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan reses sebagai ruang dialog yang terbuka untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan secara konstruktif.

Melalui komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat terpetakan secara komprehensif sehingga menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Gantar, dan sekitarnya.

Reporter  : Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting melalui Evaluasi Triwulan II 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Evaluasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu secara daring, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat untuk menyelaraskan langkah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh daerah dalam memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting.

Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Suhartati.

Dalam paparannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi spesifik di bidang kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan intervensi sensitif dari berbagai sektor, seperti sanitasi, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi Triwulan II Tahun 2026, sejumlah indikator prioritas menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada kelompok remaja putri dan ibu hamil, pelaksanaan skrining anemia ditargetkan mencapai 77 persen. Sementara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) ditargetkan sebesar 67 persen bagi remaja putri dan 70 persen bagi ibu hamil.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menargetkan cakupan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali (ANC 6x) mencapai 82 persen serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) atau berisiko KEK sebesar 85 persen.

Di sektor kesehatan balita, partisipasi masyarakat dalam penimbangan dan pengukuran balita di Posyandu ditargetkan mencapai 85 persen. Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi usia di bawah enam bulan dengan target capaian sebesar 76 persen.

“Pemkab Indramayu terus mengoptimalkan berbagai program untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting,” kata Suhartati.

Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, di antaranya pengadaan alat pemeriksaan hemoglobin (Hb-meter) yang terstandar, digitalisasi pelaporan gizi melalui aplikasi Satu Sehat dan Sigizi Terpadu, serta penguatan Program Aksi Bergizi melalui gerakan minum Tablet Tambah Darah bersama di lingkungan sekolah.

Di luar sektor kesehatan, pemerintah turut mengakselerasi berbagai intervensi sensitif melalui pembangunan Unit Pengolahan Setempat (septic tank), pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta program budidaya guna meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga.

Rapat evaluasi tersebut diikuti seluruh unsur Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Indramayu, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, DPMD, DP3AKB, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, TP PKK Kabupaten, serta TPPS tingkat kecamatan yang terdiri atas camat, kepala UPTD Puskesmas, dan kepala UPTD PLKB se-Kabupaten Indramayu.

Melalui evaluasi berkala dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indramayu yang lebih maju.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Dorong Modernisasi Pertanian untuk Perkuat Status Indramayu sebagai Lumbung Pangan Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong modernisasi sektor pertanian sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempertahankan posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Combine Harvester yang diselenggarakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jawa Barat, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian, di UPTD Balai Pembenihan dan Pembibitan Hortikultura, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, pada 6–8 Juli 2026.

Kepala BBPMP Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan operator alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya combine harvester, di Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, sebagai daerah dengan luas panen padi terbesar di Jawa Barat yang mencapai sekitar 126 ribu hektare, kebutuhan tenaga operator alsintan di Indramayu masih cukup tinggi. Saat ini tercatat sekitar 70 unit combine harvester bantuan pemerintah dan sekitar 100 unit milik masyarakat telah beroperasi di wilayah tersebut.

Sebanyak 100 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu mengikuti pelatihan yang mencakup materi pengoperasian hingga perawatan ringan combine harvester. Diharapkan, kegiatan ini mampu mencetak operator yang terampil guna mendukung percepatan modernisasi pertanian.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi penyelenggaraan bimtek sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Menurutnya, predikat Indramayu sebagai lumbung pangan nasional harus terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi pertanian.

Ia menegaskan, pemerintah daerah juga terus berupaya melindungi lahan pertanian melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak beralih fungsi.

Bupati Lucky mengakui modernisasi pertanian membawa tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sistem panen konvensional. Namun demikian, menurutnya perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan pembukaan peluang kerja baru.

“Kita tidak bisa menghentikan modernisasi. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan masyarakat agar mampu beradaptasi dan memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan modernisasi pertanian memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat. Para peserta bimtek juga diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan serius serta membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani dan operator lainnya.

“Manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, utamakan keselamatan saat mengoperasikan alsintan, dan bersama-sama menjaga sektor pertanian agar Indramayu tetap menjadi lumbung pangan nasional serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Camat Jatibarang Sosialisasikan Larangan Penggunaan Jalan Provinsi untuk Hajatan, Pemdes Bulak Lor Siapkan Solusi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Jatibarang mulai menyosialisasikan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait larangan penggunaan ruas jalan provinsi untuk kepentingan pribadi, seperti hajatan, maupun aktivitas perseorangan dan kelompok yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Sosialisasi tersebut dilakukan Camat Jatibarang, Mardono, bersama para kuwu dan perangkat desa di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Surat edaran itu diterbitkan oleh UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat sebagai upaya menjaga fungsi jalan provinsi agar tetap aman dan lancar bagi pengguna jalan.

Camat Jatibarang, Mardono, mengatakan sosialisasi perlu dilakukan agar masyarakat memahami aturan tersebut sekaligus menyadari pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik.

“Surat Edaran Gubernur Jawa Barat sedang kami sosialisasikan kepada para kuwu, perangkat desa, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Jatibarang. Tujuannya agar masyarakat mengetahui serta memahami larangan menggunakan jalan provinsi sebagai lokasi hajatan,” ujarnya.

Menurut Mardono, kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Senada dengan itu, Kuwu Desa Bulak Lor, Ali Sadikin, menilai jalan provinsi tidak semestinya digunakan untuk mendirikan tenda hajatan karena dapat menghambat arus kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jalan raya merupakan hak seluruh pengguna jalan. Jika digunakan untuk mendirikan tenda hajatan, selain menimbulkan kemacetan juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Sebagai solusi, Pemerintah Desa Bulak Lor memberikan alternatif bagi warga yang tidak memiliki lahan untuk menggelar hajatan. Halaman Kantor Desa Bulak Lor dipersilakan digunakan sebagai lokasi resepsi, sementara aula kantor desa dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan akad nikah.

“Kami memberikan fasilitas halaman kantor desa bagi warga yang akan menggelar hajatan. Aula kantor desa juga dapat digunakan untuk akad nikah sehingga masyarakat tetap dapat melaksanakan kegiatan tanpa harus menggunakan badan jalan,” jelas Ali Sadikin.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Bulak Lor, Nurman, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, penyediaan fasilitas dari pemerintah desa menjadi solusi yang membantu masyarakat, sekaligus mengurangi biaya penyelenggaraan hajatan karena tidak perlu menyewa gedung.

“Saya mendukung Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan penggunaan jalan provinsi untuk hajatan. Dengan adanya fasilitas dari pemerintah desa, masyarakat tetap memiliki tempat yang layak untuk menggelar resepsi tanpa mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Jatibarang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga fungsi jalan sebagai fasilitas umum serta bersama-sama menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Transformasi Digital, Diskominfo Sosialisasikan Tiga Aplikasi Pendukung Kinerja ASN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat transformasi digital sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, CERMATIN, dan SIAGA AYU yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendasar dalam birokrasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan budaya kerja ASN melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, keberhasilan implementasi transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan seluruh aparatur dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami cara penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambahnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menjadi motor penggerak penerapan berbagai inovasi digital sehingga tercipta budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi bimbingan teknis, peserta memperoleh pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme penggunaan tiga aplikasi yang dikembangkan Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Aplikasi PATAS Co-Work (Portal ASN Tanpa Batas) dipaparkan oleh Pranata Komputer Ahli Pertama, Indra Kusumah. Platform ini dirancang sebagai ruang kerja digital yang mendukung kolaborasi antar-ASN, mempermudah koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan produktivitas kerja secara terintegrasi.

Selanjutnya, Pranata Komputer Terampil Saji Yogi memperkenalkan SIAGA AYU (Sistem Informasi Agenda dan Monitoring Kegiatan Pemerintahan Indramayu) yang berfungsi untuk mengelola agenda pimpinan dan perangkat daerah secara lebih tertib, terkoordinasi, serta terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, Pranata Komputer Terampil Wahyu Hermawan memaparkan aplikasi CERMATIN (Cerdas Bermedia dan Literasi Digital Indramayu). Platform ini menjadi sarana pembelajaran digital yang menyediakan berbagai materi literasi digital, webinar, pelatihan, serta kegiatan edukasi guna meningkatkan kompetensi digital ASN maupun masyarakat.

Pada sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai alur penggunaan aplikasi CERMATIN, mulai dari proses pendaftaran akun, pengisian presensi, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga penyimpanan sertifikat elektronik ke Google Drive pribadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata. Setiap perangkat daerah harus segera mengintegrasikan ketiga aplikasi ini ke dalam aktivitas kerja sehari-hari agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, efektif, dan responsif,” katanya.

Melalui pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, SIAGA AYU, dan CERMATIN, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis mampu memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang modern, meningkatkan kinerja aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sesuai tuntutan perkembangan teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Tuntaskan Kendala Kuota SPMB 2026, Sebanyak 242 Calon Siswa Dipastikan Tertampung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat terkait keterbatasan daya tampung dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Indramayu tetap memperoleh haknya atas layanan pendidikan dasar.

Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, Caridin, menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami kekhawatiran para orang tua, khususnya di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, yang sempat menghadapi kendala akibat terbatasnya kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

“Kami memahami sepenuhnya aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait keterbatasan daya tampung SPMB Tahun 2026. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menghadirkan solusi agar seluruh peserta didik dapat mengakses pendidikan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kabupaten Indramayu melakukan koordinasi, verifikasi, dan evaluasi secara intensif dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Melalui mekanisme pengecualian sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah mengajukan penambahan jumlah rombongan belajar di sejumlah sekolah.

Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan penuh dari BBPMP Jawa Barat. Sebanyak 12 sekolah dasar yang mengajukan penambahan kuota, termasuk beberapa sekolah di Desa Dadap, kini memperoleh tambahan rombel sehingga mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik.

Berdasarkan data Disdikbud, sebanyak 242 calon siswa yang sebelumnya berpotensi tidak memperoleh kuota dipastikan 100 persen dapat diterima dan mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

Keberhasilan penyelesaian persoalan kuota SPMB ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendukung pelaksanaan program wajib belajar serta menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Pemkab Indramayu juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif sehingga permasalahan dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ke depan, Disdikbud Kabupaten Indramayu akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan daya tampung sekolah, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), penataan tenaga pendidik, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta didik pada tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih atas dukungan, kesabaran, dan sinergi seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mewujudkan layanan pendidikan di Kabupaten Indramayu yang bermutu, adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak,” tutup Caridin.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Jalan Temiyang–Kroya Direkonstruksi, Warga Apresiasi Pembangunan DPUPR Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rekonstruksi Jalan Temiyang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Tahun 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur jalan yang kini lebih baik dinilai memberikan kenyamanan serta memperlancar mobilitas warga, Sabtu (27/6/2026).

Proyek rekonstruksi tersebut telah rampung dengan hasil yang dinilai sesuai spesifikasi teknis. Pekerjaan memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.774.917.000 dan dikerjakan oleh PT Putri Pringgabaya, yang beralamat di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan jalan yang telah diperbaiki disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Warno, mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, jalannya sekarang sudah mulus. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Warno berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Yang penting jalannya mulus dan lancar. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai rekonstruksi Jalan Temiyang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Masyarakat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang telah lama diharapkan. Mereka berharap kualitas jalan tersebut dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Reporter : Andika

Jalan Temiyang–Kroya Direkonstruksi, Warga Apresiasi Pembangunan DPUPR Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rekonstruksi Jalan Temiyang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Tahun 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur jalan yang kini lebih baik dinilai memberikan kenyamanan serta memperlancar mobilitas warga, Sabtu (27/6/2026).

Proyek rekonstruksi tersebut telah rampung dengan hasil yang dinilai sesuai spesifikasi teknis. Pekerjaan memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.774.917.000 dan dikerjakan oleh PT Putri Pringgabaya, yang beralamat di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan jalan yang telah diperbaiki disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Warno, mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, jalannya sekarang sudah mulus. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Warno berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Yang penting jalannya mulus dan lancar. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai rekonstruksi Jalan Temiyang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Masyarakat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang telah lama diharapkan. Mereka berharap kualitas jalan tersebut dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Reporter : Andika