Kecamatan Sukagumiwang Sosialisasikan Administrasi Kependudukan dan Percepatan Kepemilikan KIA bagi Anak Usia Dini

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar sosialisasi tata kelola administrasi kependudukan sekaligus percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 hingga 5 tahun di Ruang Kerja Camat Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP., didampingi Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Dudy Riswandi, S.IP., serta Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dedi Nurhadi, SE.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut nota lisan Camat Sukagumiwang terkait pentingnya penataan administrasi kependudukan sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak berusia 0 hingga 5 tahun. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan sebagai dasar memperoleh berbagai layanan publik.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang mengundang Koordinator Dinas Pendidikan Kecamatan Sukagumiwang bersama Ketua Persatuan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (PGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), serta Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sukagumiwang.

Camat Sukagumiwang Moh. Mulya Setiawan mengatakan, sinergi antara pemerintah kecamatan dan dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung tertib administrasi kependudukan. Melalui jaringan satuan pendidikan anak usia dini, informasi mengenai pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan dan KIA dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada para orang tua maupun wali murid.

Menurutnya, KIA tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi anak, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pendukung dalam mengakses berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial lainnya.

“Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh anak usia dini di wilayah Kecamatan Sukagumiwang memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Sukagumiwang, Dudy Riswandi, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi pendidik dalam mendorong percepatan penerbitan KIA bagi anak usia dini.

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dedi Nurhadi menegaskan pentingnya tertib administrasi kependudukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang optimal.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Dengan meningkatnya kepemilikan KIA dan dokumen kependudukan lainnya sejak usia dini, diharapkan terwujud data kependudukan yang akurat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Pemkab Indramayu Dukung Investasi Strategis PPB, Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digagas PT Polytama Propindo. Investasi strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri di Kabupaten Indramayu.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Proyek PPB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jum’at (19/6/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu memiliki berbagai potensi yang mendukung perkembangan sektor industri. Salah satunya adalah kondisi geografis yang relatif datar sehingga memudahkan aktivitas logistik dan distribusi barang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Seluruh pekerjaan, menurutnya, harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar keselamatan yang berlaku guna meminimalkan risiko.

“Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Perputaran ekonomi di sekitar proyek harus bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Lucky Hakim.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pembangunan pabrik polipropilena kedua akan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun.

Proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 tersebut diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan menjadi 600.000 metrik ton per tahun.

Menurut Permono, pembangunan PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor polipropilena yang hingga saat ini masih cukup tinggi.

“Keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan industri nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Project Director PPB, Burhanudin, memaparkan bahwa proyek tersebut berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Kilometer 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Pembangunan proyek akan dilaksanakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd. bersama PT Enviromate Technology International dengan komitmen tinggi terhadap standar keselamatan kerja.

Pihak konsorsium menargetkan pencapaian Zero Lost Time Incident atau tidak adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. Selain itu, pelaksanaan proyek juga akan mengedepankan standar kualitas, ketepatan waktu, pengendalian biaya, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan industri, proyek PPB juga akan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, dan vendor daerah yang memenuhi standar kompetensi.

Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan diselenggarakan guna mendukung transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada tenaga kerja lokal.

Melalui dukungan terhadap investasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

HLM TPID dan TP2DD 2026, Indramayu Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang membuka kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk mengendalikan inflasi, di antaranya melalui gerakan pasar murah, Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), serta mendorong masyarakat menanam cabai guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga terus mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan daerah.

“Sinergitas dan kolaborasi harus dilaksanakan lintas sektor, baik perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha maupun seluruh pihak terkait,” tegas Lucky Hakim.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu telah menerbitkan sejumlah kebijakan pendukung, termasuk peta jalan implementasi transaksi pemerintah daerah dan penggunaan layanan digital perbankan dalam transaksi keuangan di lingkungan perangkat daerah serta mitra kerja pemerintah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi ekonomi daerah merupakan dua agenda strategis yang sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tengah meningkatnya tekanan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang, cabai, dan beras.

“Target inflasi tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen atau 2,5 persen plus minus 1 persen. Karena itu diperlukan langkah bersama untuk menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan,” ujarnya.

Wihujeng juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat, Indramayu dinilai perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan daerah.

Di bidang digitalisasi, Bank Indonesia terus mendorong percepatan ETPD guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta optimalisasi pendapatan daerah di tengah berbagai tantangan fiskal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Indramayu selama semester pertama tahun 2026.

Ia menjelaskan, IPH digunakan sebagai indikator untuk memantau perkembangan harga bahan pangan dan melihat pergerakan inflasi daerah. Berdasarkan hasil pemantauan, cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling memengaruhi perubahan IPH bersama beras, daging, dan telur.

“Sepanjang semester pertama tahun 2026 terjadi fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi. Karena itu diperlukan upaya pengendalian harga secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” katanya.

Melalui pelaksanaan HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan visi Indramayu REANG yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Sinkronkan Program Pembangunan Indramayu dengan Bappenas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di Jakarta.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, didampingi jajaran kepala perangkat daerah, melakukan pertemuan dengan perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi dan harmonisasi program prioritas pembangunan Kabupaten Indramayu dengan agenda pembangunan nasional,” pada Kamis (11/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu memaparkan berbagai kebutuhan strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur kewilayahan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, penyelarasan program daerah dengan pemerintah pusat merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami hadir bersama seluruh jajaran kepala dinas teknis untuk memastikan setiap program prioritas yang dirancang Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat berjalan beriringan dan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis, seperti ketahanan pangan, kemaritiman, kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Ia menambahkan, program-program lokal yang terintegrasi dengan kebijakan nasional akan memiliki daya dorong yang lebih kuat dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

Sementara itu, pihak Kementerian PPN/Bappenas memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat.

Perwakilan Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan yang disampaikan Pemkab Indramayu melalui mekanisme perencanaan nasional.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi landasan dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pengelola Pantai Bali 2 Sampaikan Kronologi Insiden Bocah Tenggelam di Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pengelola Objek Wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang bocah akibat tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Menurut Akso, saat insiden terjadi kondisi pantai sedang cukup ramai oleh pengunjung. Ia memperkirakan terdapat sekitar dua hingga lima bus wisata yang datang ke lokasi pada hari tersebut.

Dari hasil keterangan yang dihimpun, korban diketahui datang bersama tiga temannya. Informasi itu diperoleh langsung dari anak-anak yang bersama korban dan masih berstatus pelajar sekolah dasar.

“Informasi ini saya dapatkan setelah meminta keterangan langsung dari teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi,” ujar Akso.

Ia menjelaskan, dari empat anak yang datang bersama, tiga di antaranya diketahui beberapa kali keluar masuk area pantai melalui jalur samping atau jalan alternatif. Sementara seorang lainnya ikut mendampingi korban menuju rumah sakit setelah kejadian.

Akso mengaku sempat mempertanyakan aktivitas ketiga anak tersebut. Meski demikian, pihak pengelola tetap merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap insiden yang terjadi di kawasan wisata Pantai Bali 2.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan rekan korban, bocah tersebut diketahui berasal dari wilayah Pekandangan dan Rawadalem. Korban juga disebut sedang menjalankan ibadah puasa saat peristiwa terjadi.

“Menurut keterangan yang kami terima, korban tidak memiliki kemampuan berenang dan biasanya tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut,” katanya.

Sebelum korban ditemukan, salah seorang temannya bernama Pata disebut sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena kondisi korban yang cukup berat, upaya penyelamatan tersebut belum membuahkan hasil.

Akso menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar permintaan tolong dari seseorang yang berada di sekitar lokasi. Namun teman-teman korban saat itu mengira situasi tersebut hanya candaan sehingga respons pertolongan tidak segera dilakukan.

Setelah diketahui korban benar-benar hilang, warga, pedagang, serta tim pencarian langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sejumlah warga bahkan turun ke laut untuk membantu proses pencarian.

Korban akhirnya ditemukan di area bebatuan pantai. Akso mengaku ikut terlibat dalam proses evakuasi dan mengalami luka pada bagian kaki akibat kondisi medan yang dipenuhi batu karang.

Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan sebelum dibawa ke RSUD Indramayu. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Saya dan semua pihak yang ada saat itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses penyelamatan,” ujarnya.

Akso juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan dan tidak menyalahkan maupun menuntut pengelola atas peristiwa tersebut. Selain memberikan bantuan kerohiman, pihak pengelola juga mendampingi keluarga korban selama beberapa hari pascakejadian sebagai bentuk kepedulian.

Ia menegaskan, pengelola akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada setiap pengunjung yang mengalami musibah di kawasan wisata Pantai Bali 2.

“Kami turut berduka atas kejadian ini dan akan terus berupaya memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang terdampak,” pungkasnya.

Reporter : Andika

Pemkab Indramayu Bahas Kerja Sama Bapperida dan Institut Asyifa Indonesia untuk Dukung Pembangunan Berbasis Riset

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu memfasilitasi pembahasan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu dengan Institut Asyifa Indonesia. Pembahasan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Selasa (9/6/2026).

Rapat dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, Caridin, serta dihadiri perwakilan dari Bapperida, Institut Asyifa Indonesia, dan sejumlah perangkat daerah terkait.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan substansi kerja sama yang mencakup pelaksanaan kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi.

Dalam sambutannya, Caridin menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Menurutnya, hasil penelitian yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, khususnya melalui pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pembahasan teknis draf PKS dipimpin oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jafar Abdullah. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak melakukan penelaahan terhadap berbagai aspek kerja sama, mulai dari ruang lingkup kegiatan, hak dan kewajiban masing-masing pihak, mekanisme pelaksanaan program, hingga bentuk dukungan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jafar menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia akademik.

Menurutnya, sinergi yang terjalin nantinya tidak hanya berfokus pada kegiatan penelitian, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan inovasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan dengan kalangan akademisi untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu,” kata Jafar.

Ia juga berharap seluruh proses penyusunan dan pelaksanaan perjanjian kerja sama dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama sehingga memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak maupun masyarakat luas.

Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, inovatif, dan berbasis riset.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

CFN Indramayu Semakin Semarak, Pelajar SD Tampilkan Kreasi Seni dan Budaya Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Suasana Car Free Night (CFN) Kabupaten Indramayu di kawasan Pasar Mambo semakin meriah dengan penampilan seni budaya yang dibawakan para pelajar sekolah dasar, Atraksi yang ditampilkan berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan,” Sabtu malam (6/6/2026).

Para siswa dari SDN 3 Margadadi dan SDN 4 Margadadi tampil penuh percaya diri dalam ajang Pentas Seni Malam Budaya Harmoni Bangsa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Beragam pertunjukan seni tradisional dan budaya daerah disuguhkan, menghadirkan hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat yang hadir.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, serta kecintaan mereka terhadap seni dan budaya lokal sejak usia dini. Penampilan para siswa pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang tampak antusias menyaksikan setiap pertunjukan hingga selesai.

Tidak sedikit pengunjung yang memberikan tepuk tangan dan apresiasi atas kemampuan para pelajar dalam membawakan berbagai kreasi seni yang sarat nilai budaya.

Seiring perkembangannya, Car Free Night di kawasan Pasar Mambo tidak hanya menjadi ruang publik bebas kendaraan bermotor, tetapi juga berkembang menjadi wadah ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai potensi seni, budaya, dan kreativitas.

Kehadiran pertunjukan seni dari kalangan pelajar turut menambah daya tarik CFN sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui keterlibatan generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya lokal dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi penerus.

Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.

Salah seorang pengunjung CFN, Heri (56), mengaku terkesan dengan penampilan para siswa yang dinilainya mampu menghadirkan hiburan berkualitas di tengah suasana akhir pekan.

Menurutnya, panggung seni yang tersedia di kawasan CFN dapat menjadi sarana untuk melahirkan bibit-bibit seniman muda berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama Indramayu.

“Penampilan anak-anak sangat bagus dan menghibur. Mudah-mudahan dari kegiatan seperti ini lahir talenta-talenta baru yang dapat mengembangkan seni budaya daerah,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan pentas seni di CFN ke depan semakin beragam dengan melibatkan lebih banyak putra-putri daerah agar kawasan tersebut menjadi pusat kreativitas sekaligus ruang pelestarian budaya masyarakat Indramayu.

Sumber : Diskominfo Indramayu
Andika

Seniman Indramayu Sambut Positif Ranperda Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Ditengah pesatnya perkembangan zaman yang terus membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, pelestarian seni dan budaya lokal menjadi tantangan tersendiri. Para seniman dan budayawan di Kabupaten Indramayu pun terus berupaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

Harapan baru bagi dunia seni budaya mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, Muhamad Sidkon DJ, di Gedung Kesenian Indramayu, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Kesenian Indramayu (DKI), Ray Mengku Sutentra, Ketua DPAC PKB Kecamatan Indramayu Andi Hayadi, Sekretaris Jenderal DKI Ade Supriyadi, serta sejumlah seniman dan budayawan yang selama ini aktif mengembangkan berbagai bidang kesenian di Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan itu, Muhamad Sidkon DJ menjelaskan bahwa kunjungannya ke Indramayu merupakan bagian dari tugas DPRD Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, sektor seni dan budaya menjadi salah satu bidang yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan karakter daerah.

“Salah satu tujuan kami hadir di Indramayu adalah melihat sejauh mana program pengembangan seni dan budaya yang didukung APBD Provinsi Jawa Barat telah berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sidkon menilai seni dan budaya bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian penting dari sejarah, identitas, serta jati diri masyarakat yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Dalam dialog bersama para pelaku seni, Sidkon juga menyampaikan kabar mengenai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat yang saat ini sedang dibahas oleh DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat dalam mendukung pelestarian, pembinaan, dan pengembangan seni budaya di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Indramayu.

“Kami tengah membahas Ranperda Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat yang diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperkuat perlindungan dan pengembangan kebudayaan daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan perda nantinya tidak hanya memberikan arah kebijakan yang lebih jelas, tetapi juga membuka peluang dukungan yang lebih luas bagi para pelaku seni melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi kegiatan, hingga dukungan pendanaan.

Sidkon menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia seni harus diberikan secara merata kepada seluruh cabang kesenian tanpa membedakan bentuk maupun jenis ekspresi budaya yang berkembang di masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh bentuk kesenian mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang. Tidak hanya seni pertunjukan tertentu, tetapi juga sastra, puisi, teater, musik tradisional, dan berbagai ekspresi budaya lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, para seniman dan budayawan yang hadir menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembinaan, regenerasi pelaku seni, serta perlindungan terhadap warisan budaya lokal yang kini menghadapi tantangan akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Mereka berharap proses penyusunan Ranperda dapat melibatkan masukan dari komunitas seni dan budaya sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan para pelaku seni di daerah.

Bagi kalangan budayawan, pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga upaya mempertahankan identitas daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui forum tersebut, berbagai gagasan dan masukan dari para seniman diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan Ranperda Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat. Dengan dukungan regulasi yang kuat, seni dan budaya Indramayu diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan budaya yang membanggakan Jawa Barat dan Indonesia.

Reporter  : Andika

Hadiri Khotmil Qur’an Angkatan V SDIT Al-Urwatul Wutsqo, Ruswa Apresiasi Semangat Generasi Qurani

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, H. Ruswa, menghadiri kegiatan Khotmil Qur’an Metode UMMI Angkatan V yang diselenggarakan SDIT Al-Urwatul Wutsqo di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (6/6/2026).

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para siswa, orang tua, dewan guru, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Suasana haru dan kebanggaan tampak mewarnai prosesi wisuda para peserta yang telah berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode UMMI.

Khotmil Qur’an ini merupakan bentuk penghargaan atas keberhasilan siswa dalam menuntaskan tahapan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode yang menitikberatkan pada kemampuan membaca secara tartil, benar, dan sesuai kaidah tajwid. Metode UMMI sendiri telah banyak diterapkan di berbagai lembaga pendidikan Islam sebagai sarana mencetak generasi Qurani yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, H. Ruswa menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan proses pembelajaran Al-Qur’an hingga tahap khatam. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki keimanan kuat, wawasan keilmuan, dan akhlak yang baik.

“Selamat kepada seluruh siswa yang telah mengikuti Khotmil Qur’an Metode UMMI Angkatan V. Semoga ilmu yang telah dipelajari menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para guru, orang tua, dan pihak sekolah yang telah berperan aktif mendampingi serta membimbing para siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Menurut Ruswa, keberhasilan para peserta tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan membangun generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki moral yang kuat.

Lebih lanjut, ia berharap para siswa tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga terus mempelajari makna serta mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prosesi wisuda Khotmil Qur’an, hingga doa bersama. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua yang menyaksikan putra-putrinya berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an.

Kegiatan Khotmil Qur’an Metode UMMI Angkatan V ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sekaligus memperkuat komitmen lembaga pendidikan dalam mencetak generasi Qurani yang kelak mampu menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Reporter  : Andika

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Indramayu Ajak Masyarakat Bergerak Nyata untuk Iklim

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan korve dan aksi bersih-bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Tirta Ayu, Kecamatan Balongan, tersebut melibatkan lebih dari 400 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Sabtu (6/6/2026)

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.

Mewakili amanat Bupati Indramayu, Ahmad Syadali menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan respons terhadap ancaman triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, tantangan lingkungan tersebut membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran. Ia menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ahmad Syadali juga menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan secara nyata di Kabupaten Indramayu, seperti kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem yang tidak menentu, serta abrasi pantai yang mengancam kawasan pesisir. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor usaha.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan aksi bersih pantai sebagai momentum untuk menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, kantor, maupun lingkungan industri.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, menjelaskan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 adalah “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat berbagai program pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi, penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta berbagai upaya pelestarian lingkungan lainnya.

Ia menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup menilai aksi-aksi tersebut sebagai bentuk pertobatan ekologis yang mendorong masyarakat mengubah perilaku agar lebih peduli terhadap lingkungan. Peringatan tahun ini juga selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang telah dicanangkan oleh Prabowo Subianto.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi bersih-bersih pantai, pengumpulan dan penimbangan sampah, serta telekonferensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga pengendalian perubahan iklim dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan pengelolaan sampah yang lebih baik, khususnya di kawasan wisata dan pesisir.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika