INDRAMAYU.radarinformasi.com – Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi mengunjungi keluarga korban kecelakaan lalu lintas maut di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, yang berada di wilayah Kecamatan Lelea, Selasa (14/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi didampingi Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama jajaran Kepolisian terhadap keluarga korban yang terdampak musibah.
Selain menyampaikan belasungkawa, Gubernur Jawa Barat bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. turut memberikan santunan kepada keluarga korban. Bantuan dari Kapolda Jawa Barat disalurkan melalui Kapolres Indramayu dan diserahkan secara langsung kepada ahli waris.
Pada kesempatan tersebut, rombongan juga memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan yang menimpa.
Musibah yang merenggut sejumlah korban jiwa tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan saat berlalu lintas.
Polres Indramayu mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan kendaraan sesuai dengan peruntukannya. Mobil bak terbuka diperuntukkan untuk mengangkut barang, bukan penumpang. Pengendara juga diingatkan agar tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, menjaga jarak aman, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengedepankan etika dan disiplin di jalan raya demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
BOGOR.radarinformasi.com – Warga RT 04 RW 06 Kampung Cikalang, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi listrik yang tidak kunjung membaik meski permohonan perbaikan telah diajukan sejak lebih dari satu tahun lalu. Hingga kini, warga masih harus menghadapi tegangan listrik rendah atau spaneng yang kerap terjadi, terutama pada malam hari.
Ketua RT 04, Iwan, mengatakan persoalan tersebut diduga disebabkan oleh sistem penyaluran listrik yang belum memadai. Menurutnya, sekitar 25 rumah warga saat ini masih menerima aliran listrik yang disalurkan secara paralel dari satu rumah yang berfungsi sebagai induk.
“Sudah setahun lebih kami mengajukan perbaikan jaringan listrik. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Aliran listrik masih dibagi dari satu rumah induk ke sekitar 25 rumah lainnya. Dampaknya listrik sering spaneng dan bahkan padam karena voltasenya terlalu rendah,” ujar Iwan.
Kondisi tersebut, lanjutnya, paling sering terjadi setelah waktu Maghrib hingga menjelang pagi hari. Akibatnya, berbagai aktivitas rumah tangga warga menjadi terganggu.
“Pernah ada warga yang memasak nasi dari waktu Isya sampai Subuh, tetapi nasinya tidak matang-matang karena listrik terlalu lemah. Kejadiannya saat bulan Ramadhan. Itu sangat menyulitkan warga,” katanya.
Ironisnya, sekitar Maret tahun lalu pihak PLN diketahui telah memasang sejumlah tiang listrik baru di kawasan tersebut. Saat itu warga berharap pemasangan tiang menjadi awal dari perbaikan jaringan yang selama ini dinantikan. Namun hingga kini, menurut warga, belum ada tindak lanjut yang mampu mengatasi persoalan listrik yang mereka alami.
“Tiang listrik memang sudah dipasang, tetapi setelah itu tidak ada kelanjutan. Sampai sekarang listrik masih sering terganggu dan tidak stabil,” ungkap Iwan.
Ia juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak PLN, termasuk kepala jaringan yang menangani wilayah tersebut. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mendapatkan respons yang diharapkan.
“Saya sudah mencoba berkomunikasi dengan kepala jaringan. Pesan WhatsApp hanya dibaca, sementara telepon tidak pernah diangkat. Kami tentu kecewa karena keluhan warga belum juga mendapat solusi,” tegasnya.
Kekecewaan warga semakin bertambah ketika mendatangi kantor PLN. Di area resepsionis, terpampang piagam penghargaan pelayanan terbaik tingkat Jawa Barat. Namun menurut Iwan, kondisi yang dialami warga di lapangan belum mencerminkan kualitas pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam penghargaan tersebut.
“Ketika saya datang ke kantor PLN, saya melihat ada piagam pelayanan terbaik se-Jawa Barat. Namun kenyataan yang kami rasakan berbeda. Keluhan sudah disampaikan sejak lama, tetapi belum ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.
Warga berharap PLN Cibogo Megamendung segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi teknis dan mempercepat pembangunan jaringan listrik yang memadai. Mereka meminta agar pemasangan tiang yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai proyek tanpa kelanjutan, melainkan benar-benar diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pasokan listrik bagi masyarakat.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga Kampung Cikalang tersebut.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat menertibkan aktivitas penyapu koin di kawasan perbatasan Indramayu–Subang, tepatnya di Jembatan Sewo, Rabu (18/3/2026).
Langkah tersebut diambil menyusul aktivitas penyapuan koin yang dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya di jalur padat Pantura.
Dalam peninjauan langsung di lokasi, Dedi Mulyadi meminta warga yang selama ini beraktivitas di jalan untuk menghentikan kegiatan tersebut dan kembali ke rumah masing-masing.
“Sekarang pulang ke rumah masing-masing. Nanti akan kami koordinasikan dengan kepala desa. Sore ini saya siapkan bantuan untuk kebutuhan Lebaran selama 15 hari, jadi tidak perlu lagi mencari koin di jalan,” ujar Dedi di hadapan warga.
Ia juga menginstruksikan kepada aparat setempat, khususnya RT, untuk segera melakukan pendataan guna memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Nanti didata oleh RT, sekarang silakan kembali ke rumah dulu,” tambahnya. Seiring kebijakan tersebut, aktivitas penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo untuk sementara dihentikan. Warga diminta tetap berada di rumah selama kurang lebih dua pekan selama masa Lebaran.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura di wilayah Indramayu.
BOGOR.radarinformasi.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di RT 001 Situ Berem Legok, Kelurahan Bojong Kerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis malam, 29 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, atau sesaat setelah salat Isya.
Longsor terjadi saat hujan lebat masih berlangsung. Air hujan yang terus menerus mengguyur kawasan tersebut diduga menyebabkan tanah di bagian bawah terkikis, sehingga kehilangan daya topang dan akhirnya membuat bangunan rumah milik warga bernama Untung roboh.
Ketua RW setempat, Saiful, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung cepat dan tanpa tanda-tanda mencolok sebelumnya. “Kejadiannya sekitar jam delapan malam, pas hujan lebat. Kemungkinan tanah di bawah sudah terkikis air, jadi tidak kuat menahan beban bangunan dan akhirnya roboh,” ujarnya.
Esok hari pasca kejadian, warga sekitar langsung bergerak cepat melakukan gotong royong pengangkatan puing-puing bangunan serta mengamankan area untuk mencegah risiko lanjutan.
Lurah Bojong Kerta, Nandang, mengapresiasi kepedulian warga dan memastikan pihak kelurahan telah menindaklanjuti kejadian tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah membantu pengangkatan puing-puing. Kami juga sudah membuat laporan ke Dinas Sosial terkait bantuan darurat, semoga tidak ada halangan dalam prosesnya,” kata Nandang.
Sementara itu, Kasi Pembangunan Kelurahan Bojong Kerta, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa dari hasil pendataan sementara, tujuh orang anggota keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa. “Dari data yang saya dapat, jumlah anggota keluarga ada tujuh orang dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saya juga telah berkoordinasi dengan BPBD serta pihak Kecamatan Bogor Selatan terkait kejadian ini,” jelas Muhammad Yusuf.
Korban terdampak, Asih, menyampaikan rasa terima kasih kepada warga dan pemerintah setempat yang telah memberikan bantuan dan perhatian pascakejadian. “Saya mengucapkan terima kasih kepada warga sekitar dan pemerintah setempat atas bantuan dan kepeduliannya kepada keluarga kami,” ujar Asih.
Saat ini, bantuan darurat sedang dianggarkan untuk penanganan awal bagi keluarga terdampak, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Pemerintah kelurahan bersama instansi terkait akan melakukan asesmen lanjutan guna menentukan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
Saiful juga turut menyampaikan harapannya agar rumah warga yang terdampak dapat segera diperbaiki. “Harapan saya, semoga bangunan rumah dari Pak Untung bisa kembali seperti semula lagi,” harapnya.
Dengan kejadian ini, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan di wilayah Bogor masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan, khususnya di wilayah dengan kontur tanah rawan pergerakan.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., mewakili masyarakat Tapanuli Utara menyambut penuh sukacita dan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) atas kunjungan kemanusiaan dan penyaluran bantuan miliaran rupiah bagi korban bencana alam di enam kecamatan, yang meliputi relokasi dan pembangunan 58 unit rumah dengan nilai Rp75 juta per unit, rumah ibadah, fasilitas desa, serta dukungan bagi masyarakat dan pelaku UMKM terdampak, Tarutung (Senin 12 Januari 2026). Bupati JTP Hutabarat menyambut rombongan KDM di Bandara Sisingamaraja XII Silangit. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG, dan Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri, M.M., serta pimpinan Bank Jawa Barat dengan meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Utara. Di Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting, KDM menyerahkan bantuan Rp1,5 miliar untuk pembangunan dan relokasi 20 unit rumah ditambah bantuan pembangunan kantor desa 250 juta, pengadaan fasilitas desa 15 juta dan santunan bagi keluarga korban meniggal dunia 25 juta. Bantuan juga disalurkan ke beberapa wilayah lain, yakni Desa Simangumban Julu, Kecamatan Simangumban sebesar Rp400 juta, Desa Robean Kecamatan Purbatua sebesar Rp300 juta, dan Desa Sukamaju (Kecamatan Pahae Jae) sebesar Rp625 juta, untuk pembangunan rumah dan rehabilitasi rumah ibadah, disertai bantuan sosial bagi masyarakat yang diterima langsung para warga, Tokoh Agama dan Pemerintah Desa.
Di Kantor Dekranasda Tapanuli Utara, KDM kembali menyalurkan bantuan pembangunan rumah di Kecamatan Tarutung, Sipoholon, dan Parmonangan dengan total 25 unit. KDM juga membeli berbagai produk tenun perajin lokal serta memberikan bantuan kepada penenun lansia penyandang disabilitas. Kang Dedi Mulyadi menyampaikan harapannya agar bencana yang melanda Tapanuli Utara segera berlalu dan masyarakat segera bangkit. ”Saya berharap musibah ini segera berlalu. Semoga masyarakat Tapanuli Utara memasuki masa baru yang lebih cerah, bangkit dengan semangat, dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Kang Dedi Mulyadi. Setiap kunjungan rombongan disambut para warga dengan hangat dan penuh suka cita terlebih dengan khas KDM yang penuh dengan candaan menyapa seluruh masyarakat.
Bupati Tapanuli Utara dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas kepedulian tersebut. ”Terimakasih Bapak Gubernur bersama Bapak Bupati Cianjur dan Wali Kota Depok, Bapak pimpinan Bank Jawa Barat, para ASN Kota Depok, para anggota Pramuka atas perhatian dan bantuan materi yang diberikan.“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami dan akan mempercepat pemulihan pascabencana. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Tapanuli Utara, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kang Dedi Mulyadi dan seluruh rombongan,” kata Bupati. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen mengawal seluruh bantuan agar tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya terpadu Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menekan kasus stunting kembali mendapat pengakuan. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat, Indramayu berhasil meraih predikat Terbaik II Penanganan Stunting tingkat Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah Indramayu mencatat penurunan signifikan angka stunting dari 18,4 persen pada 2023 menjadi 9,8 persen pada 2024. Capaian itu berada jauh di bawah standar nasional 14 persen dan menempatkan Indramayu sebagai daerah dengan kinerja akseleratif progresif dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting periode 2019–2024.
Piagam penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim yang diwakili Wakil Bupati, H. Syaefudin, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting se-Jawa Barat di Pusdai, Bandung, Kamis (20/11/2025).
Syaefudin menegaskan penurunan stunting di Indramayu berjalan sesuai rencana strategis dalam RPJMD. Ia mengungkapkan, sekitar 80 persen kasus stunting disebabkan malnutrisi kronis pasca kelahiran serta belum maksimalnya sistem rujukan pelayanan kesehatan.
Untuk itu, Pemkab Indramayu terus menggenjot berbagai langkah percepatan, di antaranya pemeriksaan seluruh balita stunting oleh dokter spesialis anak melalui kerja sama dengan tiga RSUD, penguatan pendampingan keluarga berisiko, perbaikan sistem rujukan berjenjang, hingga penyediaan makanan tambahan bagi balita gizi kurang lewat program Orang Tua Anak Asuh Stunting (OTAAS).
“Kami menargetkan angka stunting turun menjadi 7 persen pada 2026. Target ini hanya mungkin dicapai jika seluruh elemen bergerak bersama, termasuk sektor swasta dan masyarakat,” ujar Syaefudin.
Pada 2025, Pemkab Indramayu juga menetapkan 15 desa sebagai lokus prioritas percepatan penanganan stunting, di antaranya Cipancuh, Drunten Kulon, Loyang, Tempel, Lelea, Purwajaya, Segeran, Malangsemirang, Sukaurip, Krimun, Anjatan Baru, Anjatan Utara, Ujunggebang, Bantarwaru, dan Kendayakan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berinovasi dalam membuka akses lapangan kerja yang lebih luas dan transparan bagi masyarakat. Terbaru, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan aplikasi pencari kerja berbasis digital bernama “Nyari Gawe”, Selasa (7/10/2025), di PT Sun Bright Lestari (SBL), Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Peluncuran aplikasi ini menjadi langkah nyata Pemprov Jabar dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang efektif, efisien, dan bebas praktik percaloan. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat terhubung langsung dengan perusahaan tanpa perlu melewati proses panjang yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
“Cukup daftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja. Nantinya HRD perusahaan akan langsung menghubungi pelamar sesuai kualifikasi. Prosesnya cepat dan tanpa biaya tambahan,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan, sistem Nyari Gawe memungkinkan pemerintah daerah mengirimkan data pencari kerja secara langsung kepada perusahaan sesuai kebutuhan. Selain mempercepat proses rekrutmen, sistem ini juga menutup celah terjadinya pungutan liar.
Pada tahap awal, PT SBL membutuhkan 530 tenaga kerja baru, sementara 17 perusahaan lain ikut bergabung secara daring dengan total proyeksi 11.500 lowongan hingga akhir tahun 2025. Pemerintah menargetkan peningkatan formasi kerja hingga 25 persen pada tahun 2026, atau setara 14.375 lowongan baru.
Bupati Indramayu Lucky Hakim yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut positif inovasi ini. Ia menilai, “Nyari Gawe” merupakan solusi konkret untuk mengakhiri praktik tidak sehat dalam proses penerimaan tenaga kerja.
“Masih banyak warga yang harus membayar jutaan rupiah hanya untuk bisa bekerja di pabrik. Bahkan ada yang pingsan karena mengantre panjang. Ini harus kita hentikan,” tegas Lucky Hakim.
Lucky juga mengimbau seluruh perusahaan di Indramayu agar mendukung sistem rekrutmen yang transparan, adil, dan tanpa biaya tambahan. Menurutnya, kehadiran aplikasi ini adalah langkah penting menuju pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Saat ini, aplikasi “Nyari Gawe” sudah dapat diakses melalui tautan s.id/appNyariGawe dan akan segera tersedia di Play Store. Pemerintah berharap platform ini menjadi bagian dari transformasi digital di sektor ketenagakerjaan Jawa Barat, sekaligus memudahkan warga dalam mencari pekerjaan yang layak dan terpercaya.
BOGOR.radarinformasi.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menegaskan larangan keras terhadap praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah mana pun. Pernyataan ini disampaikan menyusul temuan dugaan penjualan LKS di SDN Tonjong 01 Kecamatan Tajur Halang, seharga Rp15 ribu per buku.
Humas Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana, menegaskan tidak ada alasan yang membenarkan penggunaan atau penjualan LKS di sekolah.
“Tidak boleh dengan alasan apa pun, baik sekolah maupun komite. LKS tidak dipergunakan di sekolah,” tegas Iqbal, Selasa (7/10/2025).
Ia meminta masyarakat melaporkan bukti penggunaan LKS agar dapat dijadikan dasar penindakan.
“Kirimkan evidennya supaya bisa kami tindak. Laporan akan kami teruskan ke pengawas,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media via pesan singkat.
SDN Tonjong 01 Disorot
Sebelumnya, orang tua siswa mengaku diminta membeli LKS setiap semester serta membayar uang kas Rp10 ribu per bulan.
“Kalau tidak beli, anak ketinggalan pelajaran,” ujar salah satu orang tua siswa.
Pihak sekolah membantah kewajiban pembelian, menyebut LKS hanya untuk yang ingin membantu proses belajar. Namun, keterangan itu bertolak belakang dengan pengakuan orang tua dan mekanisme pengumpulan dana melalui komite.
Aturan Jelas Melarang
Penjualan LKS di sekolah dilarang dalam PP No. 17 Tahun 2010, Permendikbud No. 75 Tahun 2020, dan UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Pelanggar bisa dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional.
Disdik Kabupaten Bogor menegaskan akan menindaklanjuti laporan SDN Tonjong 01 dan mengingatkan seluruh sekolah agar tidak lagi menggunakan LKS dalam proses belajar mengajar.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana semarak menyelimuti Kirab Budaya Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Barat, Selasa (19/8/2025), saat rombongan bergerak dari Gedung Merdeka menuju Gedung Sate. Tampil mencuri perhatian, Bupati Indramayu Lucky Hakim menunggang kuda dengan penuh semangat menempuh rute sejauh 3,5 kilometer di jantung Kota Bandung.
Sejak iring-iringan dilepas, masyarakat yang berjajar di sepanjang jalan tampak antusias. Teriakan semangat, lambaian tangan, hingga ponsel yang diarahkan untuk mengabadikan momen, menjadi warna tersendiri. Antusiasme tersebut mencerminkan hangatnya sambutan warga terhadap partisipasi kabupaten/kota dalam memeriahkan hari lahir Jawa Barat.
Menurut Lucky Hakim, keikutsertaan Indramayu memiliki makna mendalam. “Kirab Budaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kekompakan kita dalam menjaga warisan budaya. Kehadiran Indramayu adalah simbol semangat kebersamaan,” tuturnya.
Rangkaian Kirab makin meriah dengan iringan musik tradisional, atraksi seni daerah, hingga kostum etnik nan mencolok dari para peserta. Derap langkah kuda Bupati berpadu harmonis dengan tari-tarian khas yang ditampilkan sepanjang perjalanan, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya Jawa Barat.
Kirab Budaya merupakan bagian agenda utama HUT Jawa Barat, tak hanya sebagai parade seni — tapi juga ajang silaturahmi budaya dan memperkuat kebhinnekaan. Sesampainya di pelataran Gedung Sate, tepuk tangan meriah kembali mengiringi langkah Bupati menutup perjalanan budaya tersebut.
“Semoga semangat gotong royong dan persatuan ini terus kita jaga. Budaya adalah kekuatan Jawa Barat,” pungkasnya.
Kontingen Indramayu sendiri turut menyuguhkan beragam seni tradisi seperti tari Topeng, berokan, dan gadis Ngarot, yang sukses memperkaya gelaran budaya tahunan ini.
BOGOR.radarinformasi.com – Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., turut menghadiri kegiatan Streaming Launching Koperasi Merah Putih Tahun 2025 yang diselenggarakan di Kantor Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Senin (21/7/2025).
Acara peluncuran Koperasi Merah Putih ini digelar serentak di 37 provinsi dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui sambungan live streaming. Kehadiran Kapolres Bogor merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program nasional yang berfokus pada penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat melalui kelembagaan koperasi.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bogor mendampingi sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Faisol Izzuddin Karimi, S.E., Bupati Bogor Rudy Susmanto, serta unsur Forkopimda dari tingkat provinsi maupun kabupaten.
Presiden RI secara simbolis meresmikan berdirinya 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP), serta menyerahkan hibah obat-obatan, sertifikat HAKI logo koperasi, dan Surat Keputusan badan hukum koperasi kepada perwakilan daerah.
Kapolres Bogor menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan mendukung penuh pelaksanaan program-program strategis nasional, khususnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari Polres Bogor akan selalu hadir dan siap mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui pendampingan kegiatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan,” ujar AKBP Wikha.
Acara juga diisi dengan dialog interaktif antara Presiden RI dan pengurus KDMP dari berbagai wilayah, serta peninjauan gerai dan gudang logistik koperasi secara virtual. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga selesai pada pukul 13.30 WIB.