Kapolres Indramayu Tinjau Perbatasan Sewo, Pastikan Jalur Pantura Siap Sambut Mudik 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, jajaran Polres Indramayu melakukan pengecekan langsung di titik pembatas wilayah Jalur Pantura. Fokus peninjauan dipusatkan di Jembatan Sewo, perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Subang, guna memastikan kesiapan infrastruktur dan pengamanan bagi para pemudik,”l Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Indramayu, AKBP Fajar Gumilang, didampingi Wakapolres Kompol Tahir, Kasat Lantas Undang, Kabag Ops Kompol Eko, Kasat Samapta AKP Wawan, Kasi Propam AKP Agustian, serta Kapolsek Sukra Iptu Andi Supriyatna bersama sejumlah personel.

Dalam peninjauan itu, Kapolres menyoroti potensi gangguan keselamatan di kawasan Jembatan Sewo, terutama terkait kebiasaan melempar uang receh kepada penyapu koin.

“Kami mengimbau kepada seluruh pemudik, baik pengendara roda dua maupun roda empat, agar tidak melemparkan uang receh di Jembatan Sewo. 

Tindakan tersebut berisiko menimbulkan kecelakaan dan menghambat arus lalu lintas,” tegas AKBP Fajar.

Selain mengevaluasi kondisi jalur utama Pantura, rombongan juga memeriksa kesiapan posko terpadu di sekitar lokasi. 

Pemeriksaan mencakup kelengkapan fasilitas, kesiapan personel, hingga mekanisme pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan saat puncak arus mudik.

Untuk menghadapi lonjakan kendaraan pada musim mudik tahun ini, Polres Indramayu menyiapkan sekitar 20 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik.

Posko tersebut disiapkan sebagai pusat layanan informasi, pengamanan, sekaligus tempat istirahat bagi pemudik sebelum melanjutkan perjalanan.

Kepolisian menegaskan komitmennya untuk melakukan patroli dan pemantauan secara intensif, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran, demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah Indramayu tetap kondusif.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Polres Indramayu Petakan Jalur dan Tetapkan Lokasi Pos Operasi Ketupat 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Polres Indramayu Polda Jawa Barat mulai melakukan langkah awal pengamanan Lebaran 2026 dengan melaksanakan survei jalur sekaligus penentuan lokasi Pos Operasi Ketupat 2026. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik,” pada Jum’at (16/1/2026).

Assessment ini digelar lebih awal guna memastikan kesiapan infrastruktur serta merumuskan skema pengamanan yang efektif dan terukur sejak dini.

Kegiatan dipimpin oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. yang diwakili Kabag Ops Polres Indramayu KOMPOL Eko Susilo, S.H., M.H., bersama sejumlah perwira terkait. Turut hadir di antaranya Kanit Kamsel Sat Lantas IPDA Vikki Deska Nurdian, S.H., Kanit Paminal IPDA Sudarman, S.H., Kanit Provos IPDA Agus ST., KBO Sat Samapta IPDA Tri Prasetyo Tatang Wibowo, S.H., serta Kanit Turjawali Sat Lantas IPDA Zacky.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa assessment tersebut merupakan tahapan awal dalam perencanaan Operasi Ketupat 2026 agar pelaksanaannya berjalan optimal.

“Survei ini bertujuan untuk memastikan kesiapan jalur, infrastruktur, serta pola pengamanan sejak awal, sehingga masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan mudik dan balik Lebaran,” jelas AKP Tarno.

Dalam pelaksanaannya, petugas meninjau sejumlah titik yang direncanakan menjadi lokasi pos pengamanan dan pos pelayanan. Lokasi tersebut meliputi Pos Simpang Tiga Karangampel, Pos SPBU Krangkeng, Pos PJR Jatibarang, Pos Pasar Tulungagung Sukagumiwang, Pos Widasari, Pos Pasar Patrol, Pos Kandanghaur, Pos Jembatan Timbang Losarang, Pos Lingkar Lohbener, hingga Pos Sukra.

Assessment ini bertujuan untuk memetakan titik rawan kecelakaan atau black spot, titik rawan kemacetan atau trouble spot, serta jalur yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, mengingat kondisi cuaca yang masih memasuki musim hujan.

Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada penentuan lokasi strategis pendirian Pos Terpadu, Pos Pelayanan, dan Pos Pengamanan agar pelayanan kepada pemudik dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Petugas turut mengecek kondisi pendukung lainnya, mulai dari kelayakan fisik jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), jalur alternatif, hingga kesiapan kantong parkir di sepanjang jalur utama mudik, khususnya di jalur arteri Pantura.

Perhatian khusus juga diberikan pada potensi hambatan lalu lintas seperti pasar tumpah dan perlintasan kereta api.

AKP Tarno menambahkan, pelaksanaan assessment ini melibatkan berbagai unsur terkait guna menghasilkan perencanaan pengamanan yang komprehensif dan terintegrasi.

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polres Indramayu untuk mewujudkan Mudik yang Aman, Nyaman, dan Berkesan, dengan menekan angka kecelakaan serta mengantisipasi kemacetan panjang selama arus mudik dan balik,” tutupnya.

(S/Humas/Andika).

Polres Indramayu Tingkatkan Pengamanan Pilwu Serentak 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Menjelang Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025, Polres Indramayu Polda Jabar menggelar apel pengamanan untuk memastikan pemungutan dan penghitungan suara di 139 desa berjalan aman dan lancar.

Apel digelar di Lapangan Apel Polres Indramayu pada Selasa (9/12/2025) dan dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa tahapan Pilwu yang dimulai sejak September telah berlangsung kondusif. Ia menekankan, hari pemungutan dan penghitungan suara menjadi momen krusial yang menuntut kehadiran polisi secara profesional sekaligus humanis.

“Rabu, 10 Desember 2025, menjadi hari penting. Pemungutan, penghitungan, hingga penetapan kuwu terpilih harus berlangsung aman dan lancar. Polri hadir untuk memberikan jaminan keamanan serta ketenangan bagi seluruh masyarakat,” ujar AKBP Fajar Gemilang.

Kapolres juga menginstruksikan pengecekan kesiapan personel, sarana-prasarana, serta penempatan anggota di TPS secara menyeluruh. Setiap anggota harus memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya, serta mengutamakan langkah preemtif dan preventif.

“Pilwu memiliki karakteristik berbeda dibanding pemilu legislatif atau daerah. Pendekatan persuasif dan humanis menjadi prioritas agar masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom,” tambahnya.

Selain itu, sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat di masing-masing wilayah juga ditegaskan sebagai kunci kelancaran seluruh tahapan Pilwu.

Terpisah, Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan. Layanan pengaduan dapat diakses melalui WhatsApp Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di 0819-9970-0110 atau call center 110.

(Andika/S/Humas).

Polres Indramayu Selenggarakan Rakor Lintas Sektoral, Pastikan Pilwu 2025 Berjalan Aman dan Terpercaya

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Menjelang dua hari sebelum pencoblosan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025, Polres Indramayu Polda Jabar menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara terlaksana dengan aman dan akuntabel. Kegiatan berlangsung di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (8/12/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan lembaga terkait, dan berbagai pemangku kepentingan. Tampak hadir Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, S.H., M.H., Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Ketua DPRD Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., Ketua Pengadilan Negeri Yogi Dulhadi, S.H., M.H., Kepala BPBD Dadang Oce Iskandar, Kasat Pol PP Teguh Budiarso, S.Sos., M.Si., Wakapolres Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., serta para camat, kapolsek, dan tokoh masyarakat dari 139 desa.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam menghadapi potensi kerawanan selama tahapan Pilwu, mulai dari distribusi logistik, mobilisasi massa, hingga pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menegaskan bahwa Pilwu harus berjalan secara aman, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tahapan demi tahapan telah berjalan dengan baik. Kami ingin seluruh elemen, dari kabupaten hingga tingkat desa, memiliki komitmen yang sama untuk memastikan Pilwu sukses dan akuntabel,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pilwu bukan sekadar memilih pemimpin desa, tetapi juga menentukan arah pembangunan dan pelayanan publik. “Kepala desa terpilih harus mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Proses pemilihan harus dijaga bersama,” tegasnya.

Dalam rakor, peserta menerima pemetaan wilayah rawan, strategi pengamanan TPS, serta penekanan agar seluruh pihak menjaga netralitas dan memperkuat komunikasi di lapangan. Edukasi masyarakat soal bahaya hoaks, provokasi, dan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga juga menjadi pembahasan utama.

“Kami mengimbau warga untuk menjaga ketertiban menjelang pencoblosan, mengedepankan persaudaraan, dan menghindari ajakan yang bisa memicu konflik,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan. “Warga dapat menghubungi layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp 0819-9970-0110 atau call center 110,” jelasnya.

(Andika/S/Humas).

Kapolres Indramayu Ikuti Deklarasi Damai, Pastikan Pilwu Berjalan Kondusif

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menjelang Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025, ratusan calon kuwu dari 139 desa di Kabupaten Indramayu mengikuti kegiatan Doa Bersama dan Deklarasi Damai yang digelar di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jum’at sore (28/11/2025).

Agenda tersebut menjadi wadah konsolidasi sekaligus komitmen bersama untuk mewujudkan pesta demokrasi tingkat desa yang aman, damai, dan bermartabat.

Acara dimulai pukul 15.30 WIB dan dihadiri sejumlah unsur pemerintah serta aparat keamanan, di antaranya Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Wakil Ketua DPRD Kiki Zakiyah, perwakilan Kodim 0616 Indramayu, Kejaksaan Negeri Indramayu, para camat, dan ketua panitia Pilwu. Total 492 calon kuwu turut hadir langsung dalam kegiatan ini.

Melalui Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, Kapolres menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal memperkuat komitmen bersama dalam menjaga situasi kamtibmas selama tahapan Pilwu berlangsung.

“Deklarasi damai ini mengingatkan bahwa perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh menjadi pemicu konflik. Polres Indramayu siap menjaga keamanan, namun keharmonisan masyarakat harus menjadi kesadaran bersama,” ujar AKP Tarno.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia, calon, serta masyarakat agar pelaksanaan Pilwu berjalan tertib dan berlandaskan nilai demokrasi yang sehat.

AKP Tarno turut mengajak para calon beserta pendukungnya mengedepankan etika kontestasi, menjauhi provokasi, dan menghindari tindakan yang dapat merusak stabilitas desa.

“Harapan kami, seluruh proses Pilwu Serentak 2025 dapat berlangsung damai dari awal hingga akhir. Mari jaga kondusivitas bersama demi kelancaran pembangunan desa,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta turut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan aduan cepat.

“Jika menemukan indikasi gangguan, segera laporkan melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 081999700110 atau call center 110,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas tokoh sebagai bentuk harapan agar proses demokrasi desa di Kabupaten Indramayu berlangsung harmonis, aman, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

(Andika/S/Humas)

Kapolres Indramayu Pimpin Apel Operasi Zebra Lodaya 2025, Fokus Tertibkan Lalu Lintas Menjelang Akhir Tahun

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Polres Indramayu Polda Jawa Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lodaya 2025 di halaman Mapolres Indramayu, Senin (17/11/2025).

Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., dan diikuti jajaran Forkopimda, sejumlah instansi terkait, serta personel gabungan.

Apel dimulai dengan laporan kesiapan pasukan, dilanjutkan pembacaan amanat Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan.

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini difokuskan pada peningkatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sebagai langkah awal menuju pelaksanaan Operasi Lilin akhir tahun.

Operasi Zebra Lodaya 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan total 2.088 personel yang diterjunkan di tingkat Polda hingga Polres jajaran.

“Prioritas tahun ini adalah menekan angka fatalitas kecelakaan, mengurangi pelanggaran lalu lintas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas,” bunyi amanat yang dibacakan Kapolres.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan agar pelaksanaan operasi tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, serta menjauhkan tindakan yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

Usai apel, Kapolres bersama unsur Forkopimda meninjau kesiapan pasukan dan armada operasional dari berbagai unit seperti Satlantas, Dishub, Satpol PP, BPBD, hingga Senkom.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Rizky Aulia Pratama mengatakan bahwa penindakan selama Operasi Zebra akan difokuskan pada pelanggaran yang terlihat jelas dan berpotensi membahayakan pengendara.

“Kami akan menindak pelanggaran kasat mata seperti pengendara tanpa helm, melawan arus, maupun kendaraan tanpa kelengkapan standar,” tegasnya.

AKP Rizky menekankan bahwa setiap anggota wajib mengedepankan etika dan pendekatan persuasif dalam bertugas.

“Penegakan hukum tidak harus dilakukan dengan cara keras. Komunikasi yang baik akan membuat masyarakat lebih memahami pentingnya keselamatan,” tambahnya.

Sebanyak 38 personel Satlantas akan disebar di titik rawan kecelakaan dan ruas jalan dengan kepadatan tinggi.

Kasat Lantas juga mengajak masyarakat berperan aktif mendukung operasi ini. “Kesadaran berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri. Gunakan helm, cek kendaraan, dan utamakan keselamatan karena keluarga menunggu di rumah,” pesannya.

Pada bagian lain, Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas. “Silakan laporkan melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 081999700110 atau call center 110,” ujarnya.

Dengan digelarnya Operasi Zebra Lodaya 2025 ini, diharapkan kondisi lalu lintas di Kabupaten Indramayu semakin tertib dan angka kecelakaan dapat ditekan menjelang libur akhir tahun.

(Andika/Sbr/Humas).

Polisi Bongkar Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kasus pembunuhan lima anggota keluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, akhirnya terungkap. Polisi memastikan dua warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, berinisial R (35) dan P (29), sebagai pelaku. R diketahui menjadi dalang lantaran menyimpan dendam kepada korban, Budi Awaludin (45).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan dendam itu berawal dari masalah sewa mobil. R menyewa mobil Avanza dari Budi dengan biaya Rp750 ribu. Namun saat hendak diambil, kendaraan tersebut mogok. 

“Tersangka meminta uang kembali, tetapi korban menolak karena uang sudah dipakai membeli kebutuhan sembako. Dari situlah muncul niat jahat pelaku,” terang Hendra, Selasa (9/9/2025).

R kemudian mengajak P untuk melancarkan aksi. Pada Kamis (28/8/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB, keduanya mendatangi rumah Budi sambil membawa pipa besi. Dalam eksekusi itu, R memukul kepala Budi hingga tewas, lalu menyerang anggota keluarga lainnya. Sementara P menenggelamkan bayi berusia delapan bulan ke bak mandi.

Korban yang meninggal adalah Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7), bayi B (8 bulan), serta ayah Budi, Sahroni (76). Seluruh jasad ditemukan terkubur dalam satu liang sepanjang 4 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman 4 meter di halaman belakang rumah.

Usai beraksi, kedua pelaku sempat mengepel lantai untuk menghapus jejak darah, kemudian membawa kabur dua mobil, perhiasan, serta sejumlah uang milik keluarga korban. Pipa besi yang dipakai sebagai alat pembunuh dibuang ke Sungai Cimanuk.

Kapolres Indramayu, AKBP Fajar Gemilang, menyebutkan R adalah residivis. Setelah kabur hingga ke Surabaya, keduanya ditangkap saat berencana menjadi anak buah kapal. “Kami masih mendalami apakah niat awal pelaku memang menghabisi semua korban atau hanya menyasar satu orang,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, menambahkan, korban dan pelaku sebenarnya tidak asing satu sama lain. “Mereka saling kenal dan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban di sebuah bank,” ujarnya.

Keberadaan jasad para korban terungkap berkat kecurigaan warga. Ema (55), kerabat korban, menuturkan dirinya mencium bau busuk dari rumah tersebut. “Kami curiga karena keluarga Haji Sachroni tidak bisa dihubungi beberapa hari. Saat dicek, terlihat gundukan tanah di bawah pohon nangka, bahkan ada kaki manusia yang muncul dari tanah. Ternyata jasad Haji Sachroni,” ungkapnya.

Kasus yang mengguncang warga Indramayu ini masih terus didalami polisi. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.

(HMS/Andika).

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kasus pembunuhan lima orang sekeluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya berhasil diungkap. Polisi memastikan pelaku sudah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Indramayu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., membenarkan informasi tersebut.

“Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melaporkan bahwa tersangka pelaku pembunuhan lima orang sekeluarga sudah berhasil diamankan,” ujarnya di Mapolda Jabar, Senin (8/9/2025).

Hendra menegaskan, pihak kepolisian sangat berhati-hati dalam menyampaikan detail kasus ini.

“Kami membutuhkan waktu untuk memperkuat bukti awal. Kehati-hatian merupakan wujud profesionalisme, investigasi mendalam, serta penerapan SOP kepolisian,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama Polres Indramayu, Polda Jabar, serta Puslabfor Mabes Polri.

Sebelumnya, lima korban ditemukan terkubur dalam satu lubang di area belakang rumah mereka pada Senin (1/9/2025). Para korban yakni:

Sachroni SE alias Roni (76), pensiunan BRI

Budi Awaludin (40), wiraswasta, anak Sachroni

Euis Juwita Sari (37), pedagang, istri Budi

Ratu Khairunnisa (7), anak Budi dan Euis

Bela (10 bulan), anak Budi dan Euis

Penemuan berawal ketika seorang saksi, Nikko, bersama istrinya mendatangi rumah korban sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka mencium bau menyengat, lalu mendobrak pintu rumah. Saat memeriksa bagian belakang, terlihat gundukan tanah mencurigakan. Warga kemudian melapor ke polisi.

Tim Inafis Polres Indramayu yang tiba di lokasi langsung melakukan penggalian dan menemukan kelima jasad sekitar pukul 18.00 WIB dalam kondisi membengkak.

Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya cangkul, ember, sprei, serta terpal yang terdapat bercak darah. Polisi juga mencatat adanya kehilangan mobil pikap milik korban dan beberapa telepon genggam.

Kelima jenazah telah dimakamkan di pemakaman keluarga Desa Sindang, Indramayu, pada Rabu (3/9/2025). Pihak kepolisian memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai ketentuan.

(HMS/Andika).

Kapolres Indramayu: Aspirasi Masyarakat Terbuka, Tetapi Hukum Tetap Jadi Panglima

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Aksi unjuk rasa yang digelar sekelompok massa di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jum’at (29/8/2025), berakhir dengan pembubaran oleh aparat kepolisian.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan bahwa sempat terjadi sedikit ketegangan di lapangan, namun situasi berhasil dikendalikan dengan cepat.

“Alhamdulillah, massa bisa membubarkan diri dan kondisi kembali aman. Memang sempat ada gesekan, tapi skalanya kecil dan langsung tertangani,” ungkapnya.

Dalam penanganan aksi tersebut, polisi sempat mengamankan beberapa orang untuk didata dan dimintai keterangan. Dari hasil identifikasi, sebagian kecil diketahui masih berstatus mahasiswa, sementara sisanya sudah tidak bersekolah maupun bekerja.

“Mereka semua malam ini juga bisa pulang ke rumah masing-masing setelah pendataan selesai,” tambah Kapolres.

Fajar menegaskan, Polres Indramayu tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat sebagai wujud demokrasi. Namun ia mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus berjalan sesuai koridor hukum dan tidak menimbulkan keresahan publik.

“Demokrasi itu penting, kami selalu membuka ruang untuk aspirasi. Tapi jangan lupa, aturan hukum wajib kita junjung bersama demi kepentingan umum,” tegasnya.

Diketahui, massa sempat menutup akses lalu lintas di depan Mapolres Indramayu. Setelah dilakukan pendekatan persuasif, jalan kembali dibuka dan arus kendaraan kembali normal.

Menutup keterangannya, Kapolres mengimbau masyarakat Indramayu, khususnya kalangan muda, agar lebih arif dalam menyalurkan aspirasi dengan cara damai dan membangun.

“Mari sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar Indramayu tetap kondusif,” tandasnya.

(HMS/ Andika).

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Apresiasi Polres Indramayu Ungkap Kasus Tragis di Rifda Kos

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Indramayu Polda Jabar atas langkah cepat dalam menangani kasus meninggalnya P.A. (24), warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, yang ditemukan tewas di kamar kos Desa Singajaya.

Didampingi Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Gubernur Dedi mengunjungi keluarga korban sekaligus memberikan tali asih pada Kamis (28/8/2025). Acara berlangsung di rumah duka dan diawali doa bersama serta penyampaian belasungkawa dari pemerintah daerah maupun jajaran kepolisian.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas AKP Tarno menegaskan bahwa tali asih merupakan wujud kepedulian dan empati Kapolda Jabar. “Kami turut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Polisi memastikan pelaku berinisial AMS (23), warga Bandung, yang diketahui merupakan mantan anggota Polri. AMS telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) pada 14 Agustus 2025 melalui putusan Sidang Komisi Kode Etik Polri Nomor 42-2025.

“Tidak ada tebang pilih dalam kasus ini. Proses hukum berjalan profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas AKP Tarno, seraya mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap percaya kepada aparat.

Gubernur Dedi menilai langkah cepat kepolisian menjadi bukti profesionalisme penegakan hukum. “Saya berterima kasih kepada Kapolda Jabar, Kapolres Indramayu, dan jajaran yang telah bergerak cepat menangkap pelaku, meski pelaku adalah mantan aparat,” ucapnya.

Dedi juga mendoakan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Reporter : Andika