Ketua MUI Indramayu Apresiasi Pendekatan Dialogis Kapolres Tangani Insiden Sindang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, mengapresiasi langkah Kapolres Indramayu dalam menangani insiden yang terjadi di wilayah Kecamatan Sindang beberapa waktu lalu.

Menurut KH Ahmad Syaerozi Bilal, penanganan yang dilakukan Kapolres Indramayu tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga mengedepankan komunikasi dan pendekatan kepada berbagai unsur masyarakat.

Ia menilai keterlibatan tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat serta perwakilan kelompok masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga suasana tetap kondusif dan mencegah persoalan berkembang lebih luas.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolres yang telah mampu menangani permasalahan itu. Beliau meluangkan waktu khusus untuk menangani hal ini,” ujar KH Ahmad Syaerozi Bilal, Senin (28/9/2026).

Salah satu langkah yang dilakukan, kata dia, yakni mempertemukan unsur masyarakat Madura dengan sejumlah pihak untuk membangun pemahaman bersama mengenai situasi yang terjadi.

Pertemuan tersebut melibatkan Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) dari tingkat pusat, Jawa Barat hingga Kabupaten Indramayu dan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Mu’minin.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Indramayu memberikan penjelasan mengenai situasi serta rangkaian peristiwa yang terjadi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi secara utuh dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

KH Ahmad Syaerozi Bilal mengatakan, komunikasi yang dibangun tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Madura yang tinggal dan mencari nafkah di Kabupaten Indramayu.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati serta menaati norma kehidupan bermasyarakat di lingkungan masing-masing.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita hidup bersama-sama, mencari rezeki dan menjaga kehidupan yang damai,” katanya.

Upaya menjaga situasi tetap kondusif juga dilakukan melalui silaturahmi dan dialog dengan masyarakat Desa Rambatan Wetan dan Desa Rambatan Kulon.

Dalam pertemuan tersebut, warga diajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, menahan diri, serta mengutamakan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi persoalan.

Menurut KH Ahmad Syaerozi Bilal, pertemuan yang dilakukan bersama berbagai unsur masyarakat tersebut telah menghasilkan sejumlah kesepahaman yang dapat diterima bersama.

Karena itu, ia kembali mengapresiasi langkah Kapolres Indramayu yang mengedepankan komunikasi persuasif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia menilai peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur lainnya diperlukan untuk menjaga keamanan sekaligus mencegah munculnya persoalan baru di tengah masyarakat.

KH Ahmad Syaerozi Bilal berharap masyarakat Indramayu terus menjaga persatuan, saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu perpecahan.

“Mudah-mudahan Indramayu tetap kondusif, aman dan terkendali, serta menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Kita hidup bersama-sama, mencari rezeki demi bekal ibadah masing-masing,” tuturnya.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Korban Penganiayaan Sindang Jalani Pemulihan, Kapolres Indramayu Jenguk Langsung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kapolres Indramayu Polda Jawa Barat AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., menyambangi Ristono alias Aris, korban dugaan penganiayaan di Kecamatan Sindang, yang kini tengah menjalani masa pemulihan di kediamannya, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Jum’at (25/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah korban diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kapolres datang bersama sejumlah pejabat kepolisian dan unsur masyarakat untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga.

Dalam kunjungan itu, Kapolres didampingi Kapolsek Lohbener KOMPOL Ginting Sumantri, S.H., Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchamad Arwin Bachar, S.T.K., S.I.K., serta Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H.

Turut hadir Ketua Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Kabupaten Indramayu Mahsus, Babinsa Sertu Bambang yang mewakili Danramil Lohbener, Kuwu Rambatan Kulon H. Kuswanto, serta tokoh masyarakat Madura Kecamatan Lohbener, Syam.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, kedatangan rombongan tersebut bertujuan memastikan kondisi korban setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Silaturahmi ini untuk melihat langsung kondisi Ristono setelah kembali dari rumah sakit. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses pemulihan di rumah,” ujar AKP Tarno.

Menurutnya, keterlibatan unsur kepolisian, pemerintah desa, TNI, dan tokoh masyarakat dalam kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan keluarga korban serta masyarakat di lingkungan sekitar.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Indramayu telah menetapkan seorang pria berinisial M sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, pada Rabu (23/9/2026).

“Tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum,” jelas AKP Tarno.

Polres Indramayu kembali mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga yang mengetahui adanya tindak kriminalitas atau gangguan kamtibmas dapat menyampaikannya melalui layanan Lapor Pak Polisi–SIAP MAS Indramayu di WhatsApp 0819-9970-0110 atau Call Center Polri 110.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polisi Tetapkan M sebagai Tersangka Penganiayaan dengan Senjata Tajam di Sindang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Satreskrim Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, menetapkan seorang pria berinisial M (31), warga Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bachar mengatakan, setelah melalui proses pemeriksaan, penyidik menetapkan M sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan untuk kepentingan proses hukum.

“M telah kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” ujar AKP Muchammad Arwin Bachar didampingi Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, Kamis (24/9/2026).

Dalam perkara tersebut, korban diketahui berinisial R (38), warga Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Polisi juga telah meminta keterangan dari tujuh orang saksi guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa.

AKP Arwin menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian bermula ketika korban mengendarai mobil pikap menuju arah pusat Kota Indramayu. Di perjalanan, korban berpapasan dengan M yang disebut hendak menyalip sambil menggeber sepeda motornya.

Korban kemudian mengejar dan memepet sepeda motor yang dikendarai M. Perselisihan berlanjut ketika korban menghampiri M di sebuah warung. Keduanya sempat terlibat adu mulut dan saling dorong sebelum akhirnya dilerai oleh warga.

Namun, setelah itu M diduga mengambil senjata tajam jenis celurit yang berada di warung dan mengejar korban.

“Tersangka diduga mengayunkan senjata tajam tersebut sebanyak dua kali. Ayunan pertama tidak mengenai korban, sedangkan ayunan kedua mengenai korban hingga menyebabkan luka sobek di bagian pantat sebelah kanan,” jelas AKP Arwin.

Korban kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit dan saat ini telah kembali ke kediamannya untuk menjalani masa pemulihan.

Dari hasil penanganan perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah celurit, celana milik korban yang mengalami sobekan, serta rekaman CCTV yang diduga merekam kejadian tersebut.

AKP Arwin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar, khususnya kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ikut menyebarkan berita bohong maupun informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Satreskrim Polres Indramayu berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan Lapor Pak Polisi–SIAP MAS Indramayu di WhatsApp 0819-9970-0110 atau Call Center Polri 110.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Rawat Indramayu, Polisi Ajak Warga Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Polres Indramayu, Polda Jawa Barat, mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah menyusul beredarnya berbagai informasi di media sosial terkait insiden di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu (23/9/2026).

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan, kondisi di Kecamatan Sindang hingga Kamis (24/9/2026) terpantau aman dan kondusif. Personel kepolisian masih melakukan pengamanan serta pemantauan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.

“Situasi di Kecamatan Sindang saat ini kondusif. Petugas masih berjaga di wilayah Kecamatan Sindang untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKP Tarno.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terlebih menyebarkannya sebelum mengetahui kebenarannya. Masyarakat diminta membiasakan diri melakukan verifikasi informasi atau saring sebelum sharing.

“Periksa kebenaran informasinya sebelum membagikan. Jangan menyebarkan hoaks, potongan video tanpa konteks, foto atau narasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana dan memecah kerukunan antarwarga,” katanya.

Menurut AKP Tarno, tindakan yang dilakukan oleh individu tidak sepatutnya dikaitkan dengan identitas suku, ras, agama, ataupun kelompok tertentu. Ia mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah akibat informasi yang belum teruji.

“Kita semua bersaudara. Apa pun ras dan sukunya, kita adalah Indonesia. Mari bersama-sama menjaga dan merawat Indramayu sebagai rumah kita,” tegasnya.

Sementara terkait penanganan insiden tersebut, masyarakat diminta mempercayakan proses penyelidikan dan penegakan hukum kepada aparat kepolisian. Warga juga diingatkan untuk tidak membuat kesimpulan sendiri maupun melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Serahkan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Kami mengajak seluruh masyarakat menahan diri dan membantu menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

Polres Indramayu juga membuka ruang bagi masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan keamanan untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi–SIAP MAS Indramayu di WhatsApp 0819-9970-0110 maupun Call Center Polri 110.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Kapolres Indramayu Pastikan Penanganan Insiden Sindang Sesuai Prosedur Hukum

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. memastikan penanganan insiden yang terjadi di sebuah warung di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dilakukan melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Indramayu pada Rabu malam (23/9/2026), menyusul peristiwa yang terjadi pada sore harinya.

AKBP Prianggo menegaskan, pihaknya berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional dan objektif dengan berpedoman pada prosedur hukum.

“Berkaitan dengan kejadian sore tadi, saya selaku Kapolres Indramayu menjamin proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar AKBP Prianggo.

Saat ini, Satreskrim Polres Indramayu masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Penyidik juga mendalami keterangan saksi serta berbagai bukti yang telah diperoleh untuk mengetahui secara jelas rangkaian kejadian.

“Pemeriksaan sedang dilaksanakan oleh Satreskrim Polres Indramayu. Seluruh keterangan saksi dan bukti yang ditemukan akan didalami sebagai dasar dalam proses penanganan perkara,” katanya.

Di tengah proses pemeriksaan, Kapolres mengajak masyarakat, khususnya warga Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, bersama kuwu, tokoh masyarakat, TNI, serta seluruh unsur masyarakat untuk turut menjaga situasi tetap kondusif.

Ia meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami meminta seluruh masyarakat menahan diri dan bersama-sama mendinginkan suasana agar persoalan ini tidak berkembang menjadi lebih rumit,” tegasnya.

Kapolres kembali memastikan bahwa proses penyelidikan dan pemeriksaan akan dilakukan berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan penyidik di lapangan.

“Sekali lagi, atas nama Polres Indramayu, saya menjamin proses pemeriksaan yang sedang dilakukan Satreskrim berjalan sesuai prosedur. Serahkan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” pungkasnya.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polisi Imbau Warga Tetap Tenang Usai Insiden di Sindang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Polda Jawa Barat, langsung melakukan pengamanan menyusul terjadinya sebuah insiden di salah satu warung yang berada di wilayah Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu sore (23/9/2026).

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, personel kepolisian segera menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP) turut dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M.

“Begitu menerima informasi, personel Polres Indramayu langsung mendatangi dan mengamankan lokasi. Penanganan dipimpin langsung oleh Bapak Kapolres,” kata AKP Tarno.

Ia menyampaikan, kondisi di sekitar lokasi hingga saat ini masih aman dan terkendali. Personel Polres Indramayu bersama jajaran polsek juga tetap melakukan pemantauan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terkait penyebab dan rangkaian kejadian, kepolisian masih melakukan pendalaman serta penyelidikan. Informasi resmi akan disampaikan setelah proses pengumpulan keterangan dan fakta di lapangan selesai dilakukan.

“Kami masih mendalami peristiwa ini. Informasi secara lengkap akan disampaikan setelah fakta dan kronologi kejadian dapat dipastikan,” ujarnya.

AKP Tarno juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Warga diminta menghindari penyebaran kabar bohong maupun narasi provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Percayakan penanganan serta proses hukum kepada pihak kepolisian dan jangan mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.

Polres Indramayu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta suasana yang kondusif di Kabupaten Indramayu.

Masyarakat juga dapat melaporkan gangguan keamanan maupun dugaan tindak kriminal melalui layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu di WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polres Indramayu Dorong Warga Gadingan Kembangkan Usaha Lewat Pelatihan UMKM

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Polres Indramayu Polda Jabar. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan usaha yang menyasar warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Kali ini, masyarakat mendapatkan pelatihan pembuatan sabun cair dan semir ban yang berlangsung di Kantor Desa Gadingan, Jumat (18/9/2026) siang.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kasat Tahti Polres Indramayu IPTU Agus Setiawan, S.H., sebagai pemateri. Hadir pula Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana S., S.H., jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Sliyeg, Pemerintah Desa Gadingan, serta sejumlah warga peserta pelatihan.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui IPTU Agus Setiawan menjelaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Desa Gadingan yang sebelumnya mengajukan pelatihan keterampilan usaha bagi masyarakat.

Menurut Agus, pelatihan tersebut menjadi ruang bagi kepolisian untuk berbagi pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan warga sebagai bekal mengembangkan usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Desa Gadingan. Kami hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan bisa dikembangkan masyarakat menjadi kegiatan yang produktif,” ujar IPTU Agus kepada wartawan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima pemaparan teori. Warga juga diajak mengikuti praktik secara langsung, mulai dari proses pembuatan sabun cair, khususnya sabun pencuci piring, hingga pembuatan semir ban.

Keterampilan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan dengan memanfaatkan bahan dan proses produksi yang dapat dipelajari masyarakat.

IPTU Agus mengatakan, kegiatan pemberdayaan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam membuka peluang ekonomi.

“Kami dari kepolisian ingin ikut berpartisipasi dalam mendorong perekonomian masyarakat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha dan membuka peluang pekerjaan baru,” katanya.

Ia menambahkan, praktik langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengaplikasikannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

IPTU Agus berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan produk bernilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi keluarga.

“Harapannya ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan saja. Masyarakat dapat mempraktikkannya dan mengembangkan menjadi usaha yang membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Gadingan Suwarto menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Indramayu beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan tersebut.

Menurut Suwarto, pelatihan pembuatan sabun cuci memberikan manfaat praktis bagi warga karena keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Atas nama Pemerintah Desa Gadingan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolres Indramayu beserta jajaran yang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat kami,” ungkap Suwarto.

Ia berharap warga dapat memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh dengan terus mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan tersebut. Dengan begitu, kegiatan pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif.

Suwarto juga berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan kontribusi Polres Indramayu dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Semoga sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” tuturnya.

Antusiasme juga disampaikan Rustinih, salah seorang warga Desa Gadingan yang mengikuti pelatihan. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai proses pembuatan sabun cuci yang sebelumnya belum diketahuinya.

“Saya mewakili masyarakat Desa Gadingan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Indramayu beserta jajaran yang telah memberikan pelatihan kepada kami,” kata Rustinih.

Menurutnya, keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha tambahan.

“Sekarang kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Tidak hanya bisa dipraktikkan sendiri di rumah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Rustinih berharap program serupa dapat kembali digelar di kemudian hari. Ia menilai kegiatan pemberdayaan yang bersifat praktis seperti itu memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kami sangat senang karena pelatihan ini memberikan manfaat secara langsung. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan Polres Indramayu semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Sebelum Tanam Jagung, Kapolres Indramayu Ikuti Syukuran dan Doa Bersama Warga

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Nuansa kebersamaan tampak dalam rangkaian Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun Anggaran 2026 di Petak 20B Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Sebelum kegiatan penanaman dimulai, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., memilih duduk bersama warga dan kelompok tani untuk mengikuti syukuran serta doa bersama.

Doa bersama tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat sebelum memulai aktivitas pertanian. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan itu juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberhasilan hingga jagung memasuki masa panen.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si., jajaran Pejabat Utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Pemerintah Desa Mekarwaru, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Gantar.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, syukuran dan doa bersama memiliki makna penting karena menjadi momentum untuk mengawali kegiatan pertanian dengan rasa syukur sekaligus memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat.

“Melalui doa bersama ini, kita memohon agar seluruh proses penanaman jagung diberikan keselamatan, kelancaran, dan hasil yang baik serta dapat memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat,” ujar Prianggo.

Menurutnya, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dukungan terhadap program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya para petani.

Ia menilai semangat gotong royong menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan program ketahanan pangan. Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dinas teknis, kelompok tani, dan masyarakat diperlukan agar kegiatan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus menjaga kebersamaan. Petani memiliki peran yang sangat besar dalam ketahanan pangan, sehingga perlu didukung bersama agar setiap proses pertanian dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Setelah rangkaian syukuran dan doa bersama selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari dukungan Polres Indramayu terhadap program pemerintah dalam mendorong swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polres Indramayu Dukung Swasembada Jagung Lewat Penanaman Kuartal III 2026

INDRAMAYU.radarinformasai.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Polres Indramayu, Polda Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Forkopimcam Gantar, kelompok tani, serta sekitar 50 warga Desa Mekarwaru.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Indramayu bersama jajaran Polda Jawa Barat menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Bantuan itu berupa satu unit mesin pemipil jagung, 50 paket sembako, enam ton pupuk, serta 300 kilogram bibit atau benih jagung.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, ketahanan pangan tidak sebatas memastikan ketersediaan bahan pangan. Menurutnya, sektor tersebut juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani, kestabilan harga, pertumbuhan ekonomi, hingga ketahanan nasional.

“Kabupaten Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Indramayu akan terus mengambil bagian dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pangan, termasuk melalui program penanaman jagung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, sepanjang Januari hingga September 2026, dukungan penanaman jagung telah dilakukan pada lahan seluas 64,5 hektare dengan total produksi mencapai 437,226 ton.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Semua pihak perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap lahan-lahan produktif di wilayah Indramayu dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kegiatan pertanian mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Polri Dorong Pendampingan dari Hulu hingga Pascapanen

Pada kesempatan yang sama, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung agar kebijakan pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan kepastian bagi petani.

Ia menjelaskan, aspek kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga memiliki hubungan dengan stabilitas keamanan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Fadly menegaskan, kehadiran polisi dalam program tersebut bukan untuk menggantikan peran petani. Polri lebih diarahkan untuk membantu menghubungkan berbagai kebutuhan petani dengan instansi maupun pihak terkait.

Pendampingan tersebut mencakup pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, akses permodalan, ketersediaan pupuk dan benih, hingga pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian.

Tak hanya berhenti pada proses penanaman, perhatian juga diarahkan hingga masa panen dan pascapanen. Hal ini penting agar petani memiliki akses pasar serta kepastian dalam penyerapan hasil produksi.

“Kepolisian bukan bertugas menanam jagung, tetapi hadir untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelasnya.

Fadly juga mendorong pemetaan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama pada musim kemarau. Lahan tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk tanaman jagung.

Ia menilai keterlibatan Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian lapangan menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas lahan dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, akses pembiayaan serta ketersediaan sarana produksi juga perlu dikoordinasikan dengan baik sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi kelompok tani.

Dengan pola pendampingan yang berkesinambungan dari hulu hingga pascapanen, Fadly berharap potensi sektor pertanian di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran Kabupaten Indramayu dalam mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Krisis Air Bersih, Polres Indramayu Salurkan 40 Ribu Liter Air ke Warga Desa Tanjakan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menghadapi kondisi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, Polres Indramayu Polda Jabar menyalurkan bantuan air kepada masyarakat Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jum’at (11/9/2026).

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Binmas Polres Indramayu IPTU Tasim, S.I.P., serta Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H.

AKBP Prianggo mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak enam truk tangki dikerahkan dalam kegiatan tersebut dengan total sekitar 40 ribu liter air bersih yang didistribusikan kepada warga Desa Tanjakan.

“Hari ini kami dari Polres Indramayu melaksanakan pendistribusian dan pembagian air bersih sebanyak enam truk tangki dengan total kurang lebih 40 ribu liter untuk masyarakat Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng,” ujar AKBP Prianggo.

Menurutnya, penyaluran tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian menerima informasi mengenai kondisi kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami masyarakat di wilayah tersebut.

Polres Indramayu, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan kembali menyalurkan bantuan serupa ke wilayah lain yang mengalami kondisi sama. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Ke depan, wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan juga diharapkan dapat terjangkau sehingga bantuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

AKBP Prianggo menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan akan terus dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Harapannya tentu dapat membantu masyarakat yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Ke depan kami akan terus berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun kecamatan agar informasi yang kami terima semakin akurat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan warga ketika menghadapi kondisi darurat seperti kekeringan.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika