30 Finalis Nok Nang Dermayu 2026 Resmi Dikukuhkan, Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tahapan awal pemilihan Duta Pariwisata Kabupaten Indramayu resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) menggelar Pinton Anggon (Sashing Ceremony) Paguyuban Nok Nang Dermayu 2026, Minggu (2/8/2026).

Prosesi penyematan selempang tersebut diberikan kepada 30 finalis yang terdiri dari 15 pasang Nok dan Nang Dermayu setelah berhasil lolos dari rangkaian seleksi audisi tahap I dan tahap II.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya masa karantina dan pembekalan bagi para finalis sebelum tampil pada malam Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Ketua Pelaksana Pasanggiri Nok Nang Dermayu 2026, Joe Afgan, mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah berhasil melewati setiap tahapan seleksi hingga mencapai babak final.

“Nok Nang Dermayu merupakan role model bagi generasi muda Kabupaten Indramayu. Selamat kepada seluruh finalis yang telah berhasil melalui proses seleksi dan resmi menjadi Finalis Nok Nang Dermayu 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, menegaskan bahwa para finalis memiliki peran strategis sebagai representasi generasi muda sekaligus duta daerah.

“Nok Nang Dermayu harus menjadi panutan bagi anak-anak muda Indramayu. Mereka adalah duta yang memiliki tanggung jawab memperkenalkan berbagai potensi daerah, baik di bidang pariwisata, kebudayaan, maupun ekonomi kreatif,” katanya.

Ketua Paguyuban Nok Nang Dermayu, Wanto Prihanto, menjelaskan bahwa Sashing Ceremony merupakan awal dari rangkaian pembinaan yang akan dijalani seluruh finalis selama masa karantina.

Menurutnya, para finalis akan mendapatkan berbagai materi dan pelatihan intensif, mulai dari pengembangan karakter, wawasan kepariwisataan, kebudayaan, public speaking, etika, hingga kepemimpinan sebagai bekal menuju malam puncak pemilihan.

Berikut daftar 15 pasang Finalis Nok Nang Dermayu 2026:

Finalis Nang

1. Celvin Maulana – Kecamatan Sliyeg
2. Bima Cahyo – Kecamatan Indramayu
3. Ajji Syahuqi – Kecamatan Widasari
4. Revanza – Kecamatan Balongan
5. M. Tokid – Kecamatan Pasekan
6. Ilham R. Amir – Kecamatan Indramayu
7. Ahmad Shaoqi – Kecamatan Lelea
8. Naufal Hanif – Kecamatan Sindang
9. Insan Fadilah – Kecamatan Indramayu
10. M. Syarif Tohir – Kecamatan Arahan
11. Cahyo Guntur – Kecamatan Jatibarang
12. Waqi Syafiq – Kecamatan Indramayu
13. Arjuna Megantara – Kecamatan Indramayu
14. Fajar Septiadi – Kecamatan Indramayu
15. Rakha Javier – Kecamatan Indramayu (lolos melalui voting tertinggi)

Finalis Nok

1. Chika Putri – Kecamatan Indramayu
2. Agita Safira – Kecamatan Indramayu
3. Melly Aprilia – Kecamatan Juntinyuat
4. Putri Tiara – Kecamatan Indramayu
5. Nadia Rukhatun – Kecamatan Lohbener
6. Rindu Ariesti – Kecamatan Anjatan
7. Gita Lestari – Kecamatan Tukdana
8. Karmila Nur – Kecamatan Indramayu
9. Duta Nursyabila – Kecamatan Indramayu
10. Chantika Audy – Kecamatan Gantar
11. Lidyanti – Kecamatan Krangkeng
12. Pebi Indrianti – Kecamatan Indramayu
13. Filda Rufahnia – Kecamatan Jatibarang
14. Dini Riszki – Kecamatan Pasekan
15. Nurhidayah – Kecamatan Sindang (lolos melalui voting tertinggi)

Melalui ajang Pasanggiri Nok Nang Dermayu 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap para finalis tidak hanya memiliki penampilan yang menarik, tetapi juga berkarakter, berwawasan luas, serta mampu menjadi duta yang aktif mempromosikan potensi pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal Kabupaten Indramayu di tingkat regional maupun nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Ratusan Penari Muda Meriahkan Lomba Tari Topeng di Pantai Tirtamaya, Lestarikan Budaya Sekaligus Dongkrak Pariwisata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pantai Tirtamaya menjadi panggung pelestarian seni budaya tradisional melalui penyelenggaraan Lomba Tari Topeng Kreasi Nusantara, Tari Topeng Samba, dan Tari Topeng Kelana yang digelar pada 4–5 Juli 2026.

Sebanyak 171 peserta dari jenjang TK hingga SMA ambil bagian dalam ajang tersebut. Kegiatan yang digagas Diamond Management di bawah pimpinan Kak Poepoen itu tidak hanya menjadi wadah bagi generasi muda menampilkan bakat, tetapi juga menjadi upaya mengenalkan kembali seni tari topeng kepada masyarakat luas.

Mengusung konsep pertunjukan di kawasan wisata, lomba ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan daya tarik Pantai Tirtamaya sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Indramayu.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui kehadiran Pelaksana Tugas Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispara) Kabupaten Indramayu, Runita, yang secara resmi membuka acara.

Runita mengapresiasi inisiatif Diamond Management yang memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Membawa seni tari topeng ke destinasi wisata seperti Pantai Tirtamaya merupakan langkah positif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata daerah,” ujarnya.

Ia juga menilai antusiasme peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap warisan budaya daerah.

“Semangat peserta dari tingkat TK hingga SMA menunjukkan bahwa mereka tetap mencintai budaya daerah. Hal ini menjadi modal penting dalam membentuk karakter dan identitas generasi muda sebagai penerus pelestarian budaya Indramayu,” katanya.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya. Melalui berbagai karakter dalam Tari Topeng, seperti Topeng Samba yang ceria hingga Topeng Kelana yang gagah, para peserta diajak memahami nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam seni tradisi sehingga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri budayanya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Jadi Motor Ekonomi Daerah, Indramayu Genjot Bidang Pariwisata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam program “Dialog Jabar Hari Ini” yang disiarkan pada Kamis (9/4/2026).

Melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Suhardi, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparra) Indramayu mengungkapkan bahwa daerah ini memiliki potensi wisata yang beragam, mencakup wisata alam, budaya, hingga agrowisata. 

Letak geografis Indramayu di pesisir utara Pulau Jawa dengan garis pantai sekitar 135 kilometer menjadi kekuatan utama dalam pengembangan wisata bahari dan pesisir, yang didukung oleh karakter budaya masyarakat setempat yang khas.

Usai momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Barat tercatat meningkat sebesar 3,28 persen. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis bagi Indramayu untuk memaksimalkan potensi pariwisatanya. Selain unggul di sektor bahari, Indramayu juga memiliki kekayaan budaya seperti tradisi Nadran dan Ngarot di Desa Lelea, serta keuntungan posisi di jalur Pantura yang memudahkan akses wisatawan.

Dari sisi ekonomi, Indramayu berperan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) sekaligus dikenal sebagai lumbung pangan dan kawasan industri migas. Potensi agrowisata turut menjadi daya tarik, terutama komoditas mangga unggulan seperti gedong gincu, cengkir, arumanis, dan agrimania yang dapat ditemukan di sejumlah sentra produksi, antara lain Desa Mangunjaya, Jatibarang, dan Balongan. Tak hanya itu, wisata mangrove, aktivitas nelayan, hingga pembuatan kapal tradisional juga menjadi pengalaman unik bagi pengunjung.

Berbagai destinasi wisata turut memperkaya pilihan, di antaranya Pantai Tirtamaya, Pantai Balongan Indah, Pantai Pletong, Pulau Biawak, serta objek wisata budaya seperti Alun-Alun Indramayu dan Museum Bandar Cimanuk. Kuliner khas daerah, seperti pindang gombyang dan pedesan entog, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Untuk memperkuat pengembangan sektor ini, pemerintah daerah terus meningkatkan aksesibilitas, mengoptimalkan promosi digital, serta memberdayakan desa wisata. Pembinaan generasi muda melalui program “Nok Nang Dermayu” dan kerja sama dengan agen perjalanan juga terus digencarkan. Dengan strategi yang terintegrasi, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi Indramayu yang berkelanjutan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Ujungaris Tampil Beda, Jadi Simbol Desa Modern yang Cantik dan Berbudaya

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Siapa sangka, Desa Ujungaris yang dulu terkesan biasa saja kini menjelma menjadi desa ikonik yang ramai diperbincangkan. Berada di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, desa ini sukses menarik perhatian publik berkat tampilan barunya yang memikat: jalanan penuh warna, lingkungan bersih, dan suasana asri yang menenangkan. Rabu (17/6)

Wajah desa berubah total. Lorong-lorongnya kini disulap menjadi kanvas raksasa yang dihiasi warna-warni cerah. Setiap sudut desa memancarkan energi baru yang mengundang orang untuk berhenti, berfoto, dan menikmati keindahan desa yang tertata rapi dan artistik.

Transformasi ini tentu tak lepas dari tangan dingin sang kepala desa, H. Tatang Tarkilah. Dengan visi membangun desa tanpa mencabut akar tradisi, ia mengedepankan penataan ruang yang estetis sekaligus fungsional. Bukan hanya memoles tampilan luar, ia juga melakukan pembenahan infrastruktur dasar, seperti sistem irigasi, yang krusial bagi kehidupan para petani di desa.

“Desa itu cerminan peradaban. Kalau kita rawat dengan cinta, dia bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial,” ujar H. Tatang saat diwawancarai pada Selasa (17/6/2025).

Kini, Ujungaris mulai menuai hasil dari upaya kolektif yang dilakukan. UMKM berkembang pesat, kunjungan wisata meningkat, dan aktivitas ekonomi warga makin bergeliat. Desa ini bukan lagi sekadar pemukiman, tapi telah bertransformasi menjadi destinasi inspiratif bagi desa-desa lain.

Menariknya, semangat perubahan ini terinspirasi dari konsep “Lembur Pakuan” gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menekankan keseimbangan antara tata ruang yang apik dan pelestarian nilai-nilai lokal Sunda.

Ujungaris membuktikan bahwa kemajuan tak harus mengikis budaya. Dari kampung sederhana yang dihias warna-warni, tumbuh harapan besar: desa bisa modern tanpa kehilangan jati dirinya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Karnaval Budaya Perdana, Desa Panyingkiran Kidul Hidupkan Kembali Tradisi Mapag Sri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Nuansa kearifan lokal kembali terasa di Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. pemerintah desa setempat menggelar kirab budaya bertajuk “Mapag Sri” pada Selasa, (3/6/2025). Tradisi turun-temurun sebagai bentuk syukur atas hasil panen padi yang melimpah. Rabu (4/6)

Mapag Sri merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat agraris di Jawa Barat, khususnya Indramayu, yang hingga kini masih terpelihara kuat. Tradisi ini melambangkan penghormatan kepada Dewi Sri, sosok mitologis yang dipercaya sebagai dewi kesuburan dan simbol kemakmuran bagi para petani.

“Ritual ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan panen tak lepas dari keharmonisan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual yang menyertainya,” ungkap Kepala Desa Panyingkiran Kidul, Sugiyanto, saat membuka rangkaian acara.

Sugiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah turut serta menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi ini menjadi awal yang baik dalam mempererat kebersamaan warga dan melestarikan warisan leluhur.

Tak hanya ritual adat, perayaan kali ini dikemas lebih meriah dengan karnaval budaya perdana yang mengelilingi desa. Acara dilanjutkan dengan pentas wayang kulit serta pembagian doorprize, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, kipas angin, dan puluhan hadiah menarik lainnya.

Mapag Sri bukan sekadar seremoni, tapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar mereka tak melupakan akar, nilai, dan tradisi yang membentuk jati diri desa.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Pj. Gubernur Samsudin Dukung Pembangunan Gedung Pertunjukan

BANDARLAMPUNG.radarinformasi.com – Pj. Gubernur Lampung Samsudin mendukung dibangunnya gedung pertunjukan untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata dan budaya di Provinsi Lampung. Rabu (8/1)

Hal tersebut disampaikan Samsudin saat menerima kunjungan Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung dan Konduktor Betik Youth Singers, di Ruang Kerja Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa, 7 Januari 2025.

Disebutkan Samsudin, rencana pembangunan gedung pertunjukan ini memang sudah direncanakan. Namun, terkendala pada biaya pembangunan. Sehingga, dia menjamin, bahwa pemerintah siap memberikan lahan yang akan dibangun gerdung pertunjukan di Kota Baru.

“Kalau lahan berapa pun luasnya kita ada, lokasinya di Kota Baru (Lampung Selatan, red). Kalau nanti ada dana masuk (CSR, red) siap. Barulah menyesuaikan lahan tempat rencana akan dibangun,” ucap Samsudin.

“Nanti kita akan lakukan MoU dan kita awasi bersama. Kita fokus dulu untuk membangun gedung budayanya dulu. Yang penting efektif dan efisien serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Samsudin.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri dan Konduktor Betik Youth Singers Rayza Aldira menuturkan, gedung pertunjukan yang ada di Lampung masih kurang layak.

Untuk itu, dirinya memiliki gagasan untuk membangun gedung pertunjukan yang memenuhi standar, sehingga dapat digunakan untuk mengundang tamu-tamu penting saat ada pertunjukan.

Ia juga menilai bahwa ekonomi masyarakat Lampung  dan daya beli masyarakat sudah cukup baik, sehingga perlu dilakukan rencana pembangunan gedung pertunjukan yang memenuhi standar.

Terkait dana, dirinya juga akan membicarakan dengan pihak sponsor untuk mendukung rencana pembangunan gedung pertunjukan. Tentunya Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut.

Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Ketua IWO Lampung Aprohan Saputra dan jajaran IWO Lampung,  Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Achmad Saefulloh, dan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan.

Selain gedung pertunjukan, Aprohan Saputra menilai pemerintah melalui Legislatif juga perlu merancang peraturan daerah (perda) atau atau peraturan gubernur (pergub) yang mengatur tentang hari sadar wisata, sebagai langkah strategis dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata Lampung.

“Hari Sadar Wisata dapat dimanfaatkan untuk kampanye besar-besaran yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam memperkenalkan destinasi unggulan di Lampung,” ujar Aprohan.

Salah satu kegiatan menarik yang dapat diadakan dalam rangka Hari Sadar Wisata adalah pemberian diskon untuk berbagai layanan dan produk yang berkaitan dengan pariwisata.

“Diskon ini terkait tiket wisata, harga hotel, restoran, kafe, penyedia transfortasi, dan sebagainya, sehingga mendorong banyak wisatawan dari luar Lampung menikmati destinasi Lampung, secara luas,” tandasnya.

Red