Ujungaris Tampil Beda, Jadi Simbol Desa Modern yang Cantik dan Berbudaya

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Siapa sangka, Desa Ujungaris yang dulu terkesan biasa saja kini menjelma menjadi desa ikonik yang ramai diperbincangkan. Berada di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, desa ini sukses menarik perhatian publik berkat tampilan barunya yang memikat: jalanan penuh warna, lingkungan bersih, dan suasana asri yang menenangkan. Rabu (17/6)
Wajah desa berubah total. Lorong-lorongnya kini disulap menjadi kanvas raksasa yang dihiasi warna-warni cerah. Setiap sudut desa memancarkan energi baru yang mengundang orang untuk berhenti, berfoto, dan menikmati keindahan desa yang tertata rapi dan artistik.
Transformasi ini tentu tak lepas dari tangan dingin sang kepala desa, H. Tatang Tarkilah. Dengan visi membangun desa tanpa mencabut akar tradisi, ia mengedepankan penataan ruang yang estetis sekaligus fungsional. Bukan hanya memoles tampilan luar, ia juga melakukan pembenahan infrastruktur dasar, seperti sistem irigasi, yang krusial bagi kehidupan para petani di desa.
“Desa itu cerminan peradaban. Kalau kita rawat dengan cinta, dia bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial,” ujar H. Tatang saat diwawancarai pada Selasa (17/6/2025).
Kini, Ujungaris mulai menuai hasil dari upaya kolektif yang dilakukan. UMKM berkembang pesat, kunjungan wisata meningkat, dan aktivitas ekonomi warga makin bergeliat. Desa ini bukan lagi sekadar pemukiman, tapi telah bertransformasi menjadi destinasi inspiratif bagi desa-desa lain.
Menariknya, semangat perubahan ini terinspirasi dari konsep “Lembur Pakuan” gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menekankan keseimbangan antara tata ruang yang apik dan pelestarian nilai-nilai lokal Sunda.
Ujungaris membuktikan bahwa kemajuan tak harus mengikis budaya. Dari kampung sederhana yang dihias warna-warni, tumbuh harapan besar: desa bisa modern tanpa kehilangan jati dirinya.
Reporter : Andika
Redaktur : Rizal
