Bupati Lucky Hakim Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Tunjangan 3.611 Guru Madrasah Diniyah di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim mengalokasikan dana hibah sebesar Rp13 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Indramayu. 

Melalui program tersebut, setiap guru penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus memperhatikan kesejahteraan para guru madrasah sebagai ujung tombak pembinaan generasi muda.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Dra. Iin Indrayati, M.Si., saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Menurut Iin, perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap Madrasah Diniyah tidak hanya diwujudkan melalui pemberian tunjangan, tetapi juga melalui berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar proses pembelajaran di madrasah semakin berkualitas.

“Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan sebanyak 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu yang juga Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aspuri, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap para guru madrasah.

Menurut Aspuri, bantuan hibah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam mendukung peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Madrasah Diniyah.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 992 Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Indramayu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.611 guru menerima tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak termasuk sebagai penerima hibah.

“Penerima tunjangan dari dana hibah ini sebanyak 3.611 guru madrasah, sedangkan yang tidak menerima merupakan guru dengan status ASN,” kata Aspuri.

Apresiasi juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal DPP FKDT, Akhmad Sururi, yang menilai besaran dana hibah untuk guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Indramayu menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat.

Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

“Anggaran hibah untuk tunjangan guru madrasah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah,” ujarnya.

Ia menambahkan, di banyak kabupaten dan kota lain, nilai hibah untuk FKDT umumnya berada di kisaran Rp10 miliar, sedangkan Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan hingga Rp13 miliar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ahmad Syukri, S.S., menegaskan bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keimanan, dan ketakwaan generasi muda.

Menurutnya, dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.

“Dana hibah yang cukup besar dari APBD Kabupaten Indramayu menjadi penyemangat bagi guru madrasah dalam mencerdaskan para santri serta memajukan pendidikan keagamaan di Indramayu,” ungkap Ahmad Syukri.

Melalui dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesejahteraan guru Madrasah Diniyah semakin meningkat sehingga mampu mendorong lahirnya pendidikan keagamaan yang lebih berkualitas serta mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Transformasi Digital, Diskominfo Sosialisasikan Tiga Aplikasi Pendukung Kinerja ASN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat transformasi digital sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, CERMATIN, dan SIAGA AYU yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendasar dalam birokrasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan budaya kerja ASN melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, keberhasilan implementasi transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan seluruh aparatur dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami cara penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambahnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menjadi motor penggerak penerapan berbagai inovasi digital sehingga tercipta budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi bimbingan teknis, peserta memperoleh pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme penggunaan tiga aplikasi yang dikembangkan Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Aplikasi PATAS Co-Work (Portal ASN Tanpa Batas) dipaparkan oleh Pranata Komputer Ahli Pertama, Indra Kusumah. Platform ini dirancang sebagai ruang kerja digital yang mendukung kolaborasi antar-ASN, mempermudah koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan produktivitas kerja secara terintegrasi.

Selanjutnya, Pranata Komputer Terampil Saji Yogi memperkenalkan SIAGA AYU (Sistem Informasi Agenda dan Monitoring Kegiatan Pemerintahan Indramayu) yang berfungsi untuk mengelola agenda pimpinan dan perangkat daerah secara lebih tertib, terkoordinasi, serta terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, Pranata Komputer Terampil Wahyu Hermawan memaparkan aplikasi CERMATIN (Cerdas Bermedia dan Literasi Digital Indramayu). Platform ini menjadi sarana pembelajaran digital yang menyediakan berbagai materi literasi digital, webinar, pelatihan, serta kegiatan edukasi guna meningkatkan kompetensi digital ASN maupun masyarakat.

Pada sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai alur penggunaan aplikasi CERMATIN, mulai dari proses pendaftaran akun, pengisian presensi, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga penyimpanan sertifikat elektronik ke Google Drive pribadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata. Setiap perangkat daerah harus segera mengintegrasikan ketiga aplikasi ini ke dalam aktivitas kerja sehari-hari agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, efektif, dan responsif,” katanya.

Melalui pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, SIAGA AYU, dan CERMATIN, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis mampu memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang modern, meningkatkan kinerja aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sesuai tuntutan perkembangan teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Atlet Muda MTFC Indramayu Borong 25 Medali di Kejuaraan Taekwondo Internasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kabupaten Indramayu. Tim Mangoes Taekwondo Fans Club (MTFC) Indramayu sukses membawa pulang 25 medali dari ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta pada 19–21 Juni 2026.

Dari total 26 atlet yang diturunkan, MTFC berhasil mengoleksi 11 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Capaian tersebut mengantarkan tim asal Indramayu menempati peringkat ke-13 dari 172 kontingen peserta berdasarkan perolehan medali.

Kejuaraan bertaraf internasional itu diikuti lebih dari 3.000 atlet dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Australia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi untuk menguji kemampuan para atlet sekaligus mempererat persaingan sehat di tingkat internasional.

Raihan medali MTFC berasal dari dua nomor pertandingan. Pada kategori Kyorugi (pertarungan), tim menyumbangkan 10 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Sementara pada kategori Poomsae (seni jurus), MTFC menambah 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena diraih atlet dari berbagai kelompok usia, mulai kategori pra-sekolah hingga senior. Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Adhisa Legitya Dermawan. Di usia 4,5 tahun, ia berhasil mempersembahkan medali emas pada penampilan keduanya di ajang resmi.

Sementara itu, atlet senior Ahmad Rafa Rosidi turut menyumbangkan medali perunggu. Usai kejuaraan ini, Rosidi dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Indramayu pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Ketua MTFC Indramayu, Lukman Pribadi, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para atlet yang dinilai telah membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat internasional.

“Hasil dari pertandingan ini bukan hanya mengharumkan nama tim, melainkan juga membawa nama daerah, Indramayu,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet taekwondo lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mampu bersaing pada kejuaraan nasional maupun internasional.

Hal senada disampaikan Pelatih MTFC Indramayu, Sabeum Abdul Rojak. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet selama menjalani latihan.

“Selamat kepada seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat. Prestasi ini patut disyukuri, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu turut mengapresiasi prestasi yang diraih MTFC. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga.

Usai mengikuti kejuaraan internasional tersebut, seluruh atlet MTFC kini kembali menjalani program latihan rutin sebagai persiapan menghadapi berbagai kompetisi mendatang. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang membawa nama Kabupaten Indramayu ke level nasional hingga internasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Santri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 resmi dibuka sebagai ajang pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta mempererat silaturahmi antar santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu.

Pembukaan PORSADIN VIII dilakukan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Iin Indrayati mengatakan PORSADIN merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.

Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sebagai modal utama pembangunan daerah.

Ia menambahkan, penyelenggaraan PORSADIN selaras dengan visi Indramayu REANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan insentif bagi guru Madrasah Diniyah sebesar Rp13,99 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

“Untuk anak-anakku seluruh peserta, mari junjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama mengikuti perlombaan. Kepada dewan juri dan para pelatih, kami berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab,” ujar Iin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, menegaskan bahwa PORSADIN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembinaan santri agar tumbuh sebagai generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan di bidang keagamaan, olahraga, dan seni.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas kepada para peserta.

“PORSADIN diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit santri berprestasi yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana evaluasi pendidikan dan pengembangan minat serta bakat santri sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG.

Menurutnya, PORSADIN menjadi momentum bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan.

Aspuri menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan komitmen Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu. PORSADIN VIII tahun ini diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas santri, dewan juri, dan panitia dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Melalui penyelenggaraan PORSADIN VIII, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki prestasi di bidang olahraga dan seni, serta mampu menjadi generasi berkarakter yang berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Peringati Harganas ke-33, Diskominfo Indramayu Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Unggul

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Harganas 2026 menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang hadir secara fisik dan emosional, menjadi teladan, memberikan rasa aman, serta terlibat aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada Upacara Peringatan Harganas ke-33 di lingkungan Diskominfo Kabupaten Indramayu, Senin (29/6/2026).

Dalam amanatnya, Suwenda menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang memasuki masa bonus demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila kualitas sumber daya manusia dibangun sejak dari lingkungan keluarga.

“Penguatan kesehatan, pendidikan karakter, ketahanan mental, pencegahan stunting, serta pola pengasuhan yang berkualitas merupakan investasi penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Suwenda.

Ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting dari Kemendukbangga/BKKBN dalam peringatan Harganas tahun ini. Pertama, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dicintai, didengar, dan dihargai. Kedua, pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh ayah dan ibu sebagai satu tim.

Selain itu, keterlibatan ayah dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendukung perkembangan sosial dan emosional anak, menjaga kesehatan mental, hingga meningkatkan capaian pendidikan.

Suwenda juga mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif tanpa mengurangi kualitas komunikasi dan kedekatan antaranggota keluarga.

Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah Yogya Kembali pada 29 Juni 1949, ketika para pejuang Indonesia kembali berkumpul bersama keluarga setelah mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.

Melalui peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, Pemerintah berharap seluruh keluarga Indonesia semakin menyadari pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kecamatan Sukagumiwang Perkuat Validasi Data Anak Tidak Sekolah untuk Dukung Program Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Anak Tidak Sekolah (ATS) bersama operator ATS desa se-Kecamatan Sukagumiwang, pengawas Sekolah Dasar (SD), dan pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aula Ki Sapu Angin Kecamatan Sukagumiwang. Selasa (30/6/2026)

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Juniri, S.E., M.A.P., didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Dedi Nurhadi, S.E. Agenda ini bertujuan memastikan keakuratan data Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai dasar penyusunan kebijakan penanganan anak putus sekolah di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Dalam proses verifikasi, seluruh operator ATS desa bersama pengawas pendidikan melakukan pencocokan dan validasi data terhadap anak usia 7 hingga 18 tahun yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Juniri menegaskan bahwa data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program penanganan Anak Tidak Sekolah. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, satuan pendidikan, dan pemerintah kecamatan harus terus diperkuat agar setiap anak memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan.

“Pendataan yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan langkah intervensi dan kebijakan agar anak-anak yang tidak bersekolah dapat kembali memperoleh hak pendidikan secara optimal,” ujarnya.

Operator ATS memiliki peran penting sebagai ujung tombak pendataan di tingkat desa. Mereka bertugas mengidentifikasi, memverifikasi, dan memvalidasi data anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan sehingga pemerintah memiliki basis data yang valid dalam menentukan langkah penanganan.

Pelaksanaan verval ini juga merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Regulasi tersebut menjadi landasan nasional dalam upaya menekan angka anak tidak sekolah melalui pendataan yang akurat, kolaborasi lintas sektor, serta berbagai bentuk intervensi, mulai dari reintegrasi ke sekolah formal, pendidikan nonformal melalui Paket A, B, dan C, hingga pelatihan vokasi.

Pemerintah menargetkan penanganan sekitar 645 ribu Anak Tidak Sekolah secara bertahap hingga tahun 2045 melalui pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) periode 2026–2029, 2030–2034, 2035–2039, dan 2040–2045.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap tersusunnya data ATS yang akurat dan komprehensif sehingga program penanganan anak tidak sekolah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi seluruh anak di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Kecamatan Sukagumiwang Sosialisasikan KIA untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan administrasi kependudukan bagi anak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA) di Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH). Senin (29/6/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., didampingi Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat, Dudy Riswandi, S.IP. Sementara materi teknis mengenai kepemilikan dan tata cara pembuatan Kartu Identitas Anak disampaikan oleh Bayu Febrianto Shona, S.E.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Republik Indonesia terkait pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program tersebut mengacu pada surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Nomor 400.3.3/5462-Bid. Pemb. PAUD PNF tanggal 26 Juni 2026 mengenai implementasi wajib belajar bagi anak usia 5 hingga 6 tahun.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan menegaskan bahwa kepemilikan Kartu Identitas Anak bukan hanya berfungsi sebagai identitas resmi bagi anak, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan serta mendukung berbagai program pemerintah di bidang pendidikan dan perlindungan anak.

“Kepemilikan KIA bukan hanya sebagai identitas resmi anak, tetapi juga menjadi bagian penting dalam integrasi data kependudukan yang mendukung pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk akses terhadap pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan serta menyalurkan berbagai program pembangunan secara tepat sasaran, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, untuk berperan aktif dalam memastikan seluruh anak memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap.

Sementara itu, Bayu Febrianto Shona menjelaskan secara rinci persyaratan serta prosedur pembuatan Kartu Identitas Anak. Ia mengimbau para orang tua agar segera mengurus KIA sebagai bentuk kepatuhan terhadap administrasi kependudukan sekaligus upaya memenuhi hak identitas bagi setiap anak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap seluruh anak usia dini di wilayahnya memiliki Kartu Identitas Anak sehingga dapat mendukung implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun secara optimal.

Selain meningkatkan tertib administrasi kependudukan, kepemilikan KIA juga diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas serta mendukung lahirnya generasi muda Kabupaten Indramayu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Peringati Harganas ke-33, Kecamatan Sukagumiwang Ajak Perkuat Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berkualitas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kecamatan Sukagumiwang di halaman Kantor Kecamatan Sukagumiwang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Senin (29/6/2026)

Upacara diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala UPTD/UPTB, para kuwu beserta perangkat desa se-Kecamatan Sukagumiwang, kepala sekolah, serta aparatur sipil negara dan pegawai instansi pemerintah di lingkungan Kecamatan Sukagumiwang.

Pelaksanaan upacara mengacu pada Surat Edaran Bupati Indramayu Nomor 400.14.1.1/1868/DP2KBP3A tanggal 24 Juni 2026 tentang Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang kemudian ditindaklanjuti melalui surat undangan resmi dari Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang.

Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi fondasi utama dalam membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Dari keluargalah nilai-nilai moral, kasih sayang, serta tanggung jawab mulai ditanamkan,” ujarnya dalam amanat.

Pada peringatan Harganas tahun ini, pemerintah mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai ajakan kepada para ayah agar semakin aktif berperan dalam pengasuhan, pendidikan, serta pendampingan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, peran seorang ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pelindung, pendidik, teladan, sekaligus pendamping yang hadir dalam setiap fase kehidupan anak. Keterlibatan ayah dinilai sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari pengaruh teknologi digital, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pencegahan stunting.

“Keterlibatan ayah dalam mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak merupakan salah satu kunci untuk mencetak generasi yang tangguh, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Sukagumiwang juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat keharmonisan keluarga melalui komunikasi yang baik, meluangkan waktu bersama keluarga, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Ia menambahkan, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh keberhasilan membangun sumber daya manusia yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Keluarga adalah titik awal pembangunan bangsa. Mari jadikan peringatan Harganas ke-33 sebagai momentum untuk memperbaiki pola asuh, menjaga kesehatan keluarga, dan merencanakan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Mohamad Mulya Setiawan mengajak seluruh peserta untuk terus menggaungkan semangat “Berencana Itu Keren” serta mengimplementasikan pesan utama Harganas, yakni “Cintai Keluarga dengan Cinta yang Terencana untuk Membentuk Keluarga Berkualitas, Indonesia Kuat, SDM Unggul, dan Bangsa Pemenang.”

Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tingkat Kecamatan Sukagumiwang berlangsung dengan khidmat dan tertib. Pemerintah Kecamatan berharap peringatan ini menjadi penguat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang sejahtera, maju, dan berdaya saing.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Jalan Temiyang–Kroya Direkonstruksi, Warga Apresiasi Pembangunan DPUPR Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rekonstruksi Jalan Temiyang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Tahun 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur jalan yang kini lebih baik dinilai memberikan kenyamanan serta memperlancar mobilitas warga, Sabtu (27/6/2026).

Proyek rekonstruksi tersebut telah rampung dengan hasil yang dinilai sesuai spesifikasi teknis. Pekerjaan memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.774.917.000 dan dikerjakan oleh PT Putri Pringgabaya, yang beralamat di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan jalan yang telah diperbaiki disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Warno, mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, jalannya sekarang sudah mulus. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Warno berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Yang penting jalannya mulus dan lancar. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai rekonstruksi Jalan Temiyang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Masyarakat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang telah lama diharapkan. Mereka berharap kualitas jalan tersebut dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Reporter : Andika

Jalan Temiyang–Kroya Direkonstruksi, Warga Apresiasi Pembangunan DPUPR Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rekonstruksi Jalan Temiyang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Tahun 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur jalan yang kini lebih baik dinilai memberikan kenyamanan serta memperlancar mobilitas warga, Sabtu (27/6/2026).

Proyek rekonstruksi tersebut telah rampung dengan hasil yang dinilai sesuai spesifikasi teknis. Pekerjaan memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.774.917.000 dan dikerjakan oleh PT Putri Pringgabaya, yang beralamat di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan jalan yang telah diperbaiki disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Warno, mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, jalannya sekarang sudah mulus. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Warno berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Yang penting jalannya mulus dan lancar. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai rekonstruksi Jalan Temiyang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Masyarakat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang telah lama diharapkan. Mereka berharap kualitas jalan tersebut dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Reporter : Andika