Indramayu Raih 10 Emas dari Cabor Pickleball di Porsenitas XII

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Cabang olahraga pickleball kembali mencuri perhatian dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XII Tahun 2025, yang digelar pada 7–11 Oktober 2025 di Kabupaten Indramayu. Dari arena pertandingan, kontingen tuan rumah berhasil mendulang 10 medali emas dan menegaskan dominasinya di cabang yang tengah naik daun ini.

Para atlet Indramayu tampil impresif di berbagai nomor, mulai dari Ganda Putra, Ganda Campuran Eselon, Ganda Putra Eselon, Beregu Putra, Beregu Campuran, Beregu Putri, Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putri, hingga Ganda Campuran. Torehan tersebut menjadi bukti nyata potensi besar Indramayu dalam mengembangkan olahraga yang relatif baru di tingkat daerah ini.

Seluruh atlet yang mayoritas berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan determinasi tinggi dan kekompakan luar biasa di setiap laga. Salah satu atlet, Nono Sugiono, yang turun di hampir semua nomor pertandingan, mengaku bangga atas hasil gemilang yang diraih timnya.

“Para atlet bermain dengan semangat luar biasa. Kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci utama hingga kami bisa membawa pulang sepuluh medali emas ini. Ini kemenangan untuk masyarakat Indramayu,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dukungan juga datang langsung dari Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, yang memantau jalannya pertandingan di lokasi. Ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat juang para atlet yang terus menunjukkan performa terbaik.

“Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tapi juga tentang semangat sportivitas dan kebersamaan yang tumbuh di antara para atlet. Saya berharap keberhasilan cabor pickleball ini bisa menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.

Dengan raihan 10 emas, pickleball kini menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Indramayu di Porsenitas XII. Semangat kompetitif yang berpadu dengan nilai persaudaraan menggambarkan semangat “Indramayu Reang” yang terus hidup di setiap perjuangan atletnya.

(Andika/Diskom).

Pemkab Indramayu Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Rokok Ilegal

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) memusnahkan ribuan botol minuman beralkohol serta jutaan batang rokok ilegal hasil penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan minuman beralkohol.

Kegiatan berlangsung di Halaman Gedung Wisma Haji Indramayu, Jalan Olahraga No. 1, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pejabat daerah,” Pada Jum’at (10/10/25).

Sebanyak 10.053 botol minuman beralkohol berbagai merek dan jenis, 310 liter minuman tradisional seperti tuak, ciu, dan arak, serta 1.627.406 batang rokok ilegal tanpa pita cukai dimusnahkan sebagai hasil operasi gabungan antara Satpol PP dan Bea Cukai Cirebon sepanjang tahun 2024 hingga 2025.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Pendidikan Satpol PP Indramayu, Edy Junaedi, dalam laporannya menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan dan melindungi masyarakat dari dampak negatif barang ilegal.

“Pemusnahan ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat dari peredaran minuman beralkohol serta rokok ilegal,” tegas Edy Junaedi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Indramayu yang tidak dapat hadir karena agenda penting di Bandung bersama Gubernur Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam menegakkan Perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang pelarangan peredaran dan konsumsi minuman beralkohol di wilayah Indramayu,” ujar Teguh Budiarso.

Ia juga menyoroti dampak buruk peredaran rokok ilegal yang tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat karena tidak terjamin kualitasnya.

Teguh Budiarso memberikan apresiasi kepada seluruh unsur aparat, mulai dari Polres, Kejaksaan, TNI, Bea Cukai, hingga masyarakat, atas peran aktifnya dalam memberantas barang ilegal di Indramayu. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan terbebas dari pengaruh negatif minuman keras serta barang ilegal lainnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bupati Indramayu, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Kepala KPP Pratama, Komandan Subdenpom 33 Indramayu, Kepala Rutan Indramayu, serta Ketua MUI Kabupaten Indramayu.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan mewujudkan Indramayu yang religius, aman, dan bebas dari peredaran barang ilegal.

(Andika)

Bupati Lucky Ingatkan ASN Indramayu: Jangan Pamer Gaya Hidup, Fokus Tingkatkan Kompetensi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Indramayu untuk tidak terjebak dalam perilaku flexing atau pamer gaya hidup. Sebaliknya, para ASN diminta terus meningkatkan kapasitas diri, menguasai teknologi, dan menjaga integritas.

Pesan itu disampaikan Lucky saat melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 172 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II formasi 2024 di Aula Bappeda-Litbang Indramayu, Rabu (1/10/2025).

Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan, para ASN baru berikrar setia kepada UUD 1945, menjunjung tinggi etika, serta berkomitmen menghindari penyalahgunaan wewenang.

“Pelantikan ini menjadi awal moral dan profesionalisme saudara sebagai ASN. Saya percaya tugas dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai hukum dan tanggung jawab yang melekat,” tegas Lucky.

Lebih jauh, Lucky menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi para abdi negara. “Jangan kedepankan flexing. Jaga kesopanan, tutur kata, raut wajah, dan sikap. ASN adalah panutan masyarakat, maka harus sabar dan memahami aspirasi publik,” ujarnya.

Ia juga mendorong ASN mendukung program pembangunan daerah sekaligus aktif meningkatkan kompetensi. Menurutnya, pengetahuan harus terus diasah dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh PPPK yang dilantik. Semoga amanah dan mampu mengemban tugas demi Indramayu yang lebih baik,” tutupnya.

(Andika/Diskom).

Mensos Resmikan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu, Nelayan Sambut Harapan Baru

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kebahagiaan menyelimuti warga pesisir Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Senin (29/9/2025). Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim meresmikan Kampung Nelayan Sejahtera, sebuah kawasan hunian dan ekonomi baru bagi masyarakat nelayan.

Sebanyak 93 unit rumah layak huni kini berdiri menggantikan bangunan lama yang rawan rusak. Tidak hanya tempat tinggal, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas sosial dan ekonomi, mulai dari sentra UMKM, masjid, Z Corner, hingga taman ramah anak dan lansia.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyebut peresmian ini sebagai tonggak penting bagi masyarakat pesisir.

“Ini bukti nyata negara hadir untuk nelayan. Terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial atas kepeduliannya. Semoga hunian, sentra UMKM, dan fasilitas umum ini benar-benar membawa manfaat bagi warga,” ujar Lucky.

Ia menambahkan, Kampung Nelayan Sejahtera bukan sekadar program, melainkan harapan agar nelayan Indramayu lebih berdaya dan sejahtera.

“Mari kita rawat bersama fasilitas ini untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.Senada, Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa pembangunan kawasan tersebut adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.

“Kampung ini bukan hanya bangunan, tetapi juga ruang tumbuh bersama. Ada hunian yang layak, pusat ekonomi, dan ruang sosial yang bisa memperkuat kebersamaan. Namun, kesejahteraan tidak hanya diberikan, tetapi juga harus dijaga dan diperjuangkan,” katanya.

Kehadiran kampung baru ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kusnirah (47), salah satu penerima rumah, mengaku lega karena kini bisa tinggal di hunian yang aman setelah rumah lamanya sering terendam banjir. “Anak-anak punya tempat bermain, orang tua bisa bersantai di taman, dan kami para nelayan punya wadah untuk usaha,” tuturnya.

Kampung Nelayan Sejahtera pun menjadi simbol gotong royong, bukti bahwa masyarakat pesisir Indramayu mampu tumbuh lebih kuat, berdaya, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.

(Andika/Diskom).

Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi Sekolah di Indramayu, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meninjau proyek revitalisasi pendidikan di Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/9/2025). Kunjungan ini meliputi SDN 1 Parean Girang dan SMK Muhammadiyah Kandanghaur, yang menjadi fokus pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyebut revitalisasi sekolah dan pembangunan gedung baru SMK Muhammadiyah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Fasilitas ini harus menjawab kebutuhan pendidikan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Revitalisasi bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi bagi masa depan generasi muda Indramayu,” tegas Lucky.

Ia menambahkan, visi pembangunan pendidikan di Indramayu menitikberatkan pada peningkatan kualitas anak usia dini hingga pendidikan menengah, dengan dukungan sarana berstandar nasional dan akses pendidikan yang merata.

“Visi ini harus diwujudkan bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya menjadi slogan,” ujarnya.

Lucky juga menegaskan komitmen Pemkab Indramayu melalui program “Indramayu Reang” yang mencakup wajib belajar 12 tahun, peningkatan kualitas guru, dan pemerataan akses pendidikan.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran, sertifikasi dan peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan kompetensi pendidik.

“Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap pendidikan. Revitalisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing,” ungkap Mu’ti.

Selain meninjau sekolah, Mendikdasmen juga membuka Workshop Desain Pembelajaran Mendalam yang diikuti kepala sekolah SDN dan SMPN di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu.

(Diskom/Andika).

Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia, Bupati Lucky Dorong Petani Beralih ke Organik

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana Sabtu pagi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, tampak lebih hidup dari biasanya. Lahan seluas lima hektare milik PT Bumi Wiralodra Indramayu (Perseroda) menjadi pusat perhatian ketika Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir langsung meninjau lahan demonstrasi plot (demplot) pertanian.

Namun demplot ini bukan sekadar ladang percobaan. Bupati menyebutnya sebagai “laboratorium terbuka” bagi para petani, terutama generasi muda, untuk menguji dan mempraktikkan ilmu yang sebelumnya hanya mereka dapatkan di ruang kelas atau pelatihan.

“Pemerintah daerah mendorong petani muda belajar cara menanam yang efektif dan efisien. Teori yang sudah diterima silakan langsung dipraktikkan,” kata Lucky Hakim saat berdialog dengan petani, Sabtu (27/9/2025).

Program demplot tersebut diharapkan mampu memangkas biaya produksi dan meningkatkan hasil panen hingga 10–20 persen. Tak berhenti di situ, Pemkab Indramayu juga menargetkan pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 35 persen dan menggantinya dengan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan pemerintah itu disambut antusias Ketua Koperasi Sri Unggul Sejahtera, Taryono. Menurutnya, langkah ini membuka peluang petani mengenal teknologi baru. “Kami berharap kelompok tani bisa segera memanfaatkan teknologi seperti drone untuk penyemprotan hama secara serentak,” ujarnya optimistis.

Kehadiran Bupati di tengah para petani tak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga penyemangat. Pemkab berharap pertanian Indramayu ke depan lebih modern, efisien, dan berkelanjutan serta memberi ruang bagi generasi muda menjadikan pertanian sebagai masa depan yang menjanjikan.

(Diskom/Andika).

Salman Stafsus: Panggung Politik, Boros Anggaran, atau Mesin Pendapatan Terselubung?

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Satu keputusan bisa membuat publik heboh, terutama jika dinilai tak masuk akal. Itulah yang kini terjadi di Indramayu. Keputusan Bupati Lucky Hakim dari Partai NasDem yang menunjuk tenaga ahli dari kalangan masyarakat sipil justru memicu badai kontroversi di warung kopi, media sosial, hingga ruang diskusi politik.

Pertanyaan pun bermunculan. Apakah ini langkah strategis atau sekadar panggung politik? Apakah ini akan menyedot APBD? Bahkan, ada yang curiga, jangan-jangan ini cara baru membagi-bagi kue proyek pemerintah.

Dalam politik lokal, langkah kecil bisa jadi gelombang besar. Alih-alih menumbuhkan kepercayaan publik, keputusan ini justru menyisakan tanda tanya besar.

Salman, Sosok Misterius di Balik Kontroversi

Nama Salman kini menjadi perbincangan paling panas. Ia mendadak terkenal bukan karena prestasi, melainkan karena jabatan staf khusus yang diberikan langsung oleh bupati. Publik bertanya-tanya: siapa Salman? Apakah ia seorang pakar pembangunan, ahli pemerintahan, atau hanya “orang dekat” yang sedang diberi panggung?

Pertanyaan itu sesungguhnya mewakili kegelisahan lebih besar: apakah pengangkatan ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang?

Media Sosial Jadi Arena Tarung

Isu Salman bukan hanya dibahas di forum resmi, tapi juga meledak di media sosial. TikTok, grup WhatsApp, hingga komentar netizen dipenuhi perdebatan. Bahkan politikus Bambang Hermanto ikut bersuara lantang, mengajak relawan bupati “menggeruduk” pendopo.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: kepercayaan terhadap bupati mulai goyah. Apakah ini awal perpecahan di lingkaran pendukung Lucky Hakim, atau hanya luapan emosi sesaat?

Inilah wajah politik lokal di era digital: satu video bisa lebih mengguncang daripada rapat resmi, satu unggahan bisa lebih membentuk opini publik daripada pidato panjang.

Stafsus: Kursi Kerja atau Kursi Panggung?

Sejak lama, posisi staf khusus di daerah kerap jadi sorotan. Tak jarang jabatan ini dianggap sekadar kursi kehormatan bagi kerabat atau loyalis, bukan pos kerja nyata. Dan kini, sorotan itu kembali diarahkan ke Bupati Indramayu.

Pertanyaannya sederhana: apakah pengangkatan Salman murni demi mempercepat pembangunan, atau hanya panggung politik berbiaya APBD?

Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, bahkan memberi peringatan: kepala daerah harus bijak. Jangan mengakomodir kepentingan kelompok, jangan menghamburkan anggaran untuk jabatan tanpa dampak nyata.

Peringatan ini seolah jadi tamparan halus. Publik pun bertanya: apakah bupati mendengarnya? Ataukah ia lebih sibuk tampil di TikTok ketimbang menelaah regulasi?

Menguji Kepercayaan Publik

Kontroversi ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas bupati. Rakyat menuntut transparansi:

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk stafsus?

Apa kontribusi nyata yang diharapkan?

Bagaimana mekanisme pengangkatannya?

Tanpa jawaban jelas, kepercayaan publik bisa semakin terkikis.

Ketika Kebijakan Jadi Bumerang

Keputusan politik selalu punya risiko. Namun risiko terbesar adalah ketika kebijakan itu dianggap blunder. Kasus Salman menunjukkan kurangnya komunikasi dan transparansi dari pemerintah daerah.

Alih-alih menjadi jembatan antara bupati dan rakyat, stafsus justru bisa menjadi tembok yang memperlebar jarak.

Pelajaran untuk Kepala Daerah

Mengangkat staf ahli memang hak kepala daerah, tapi bukan tanpa batas. Hak itu harus dipertanggungjawabkan – kepada aturan hukum, dan kepada hati nurani rakyat.

Kontroversi Salman adalah peringatan keras bahwa komunikasi politik yang buruk bisa meruntuhkan legitimasi.

Pertanyaan yang Menggantung

Pada akhirnya, publik berhak bertanya:

Siapakah Salman sebenarnya?

Untuk apa jabatan stafsus diberikan?

Apakah kebijakan ini untuk rakyat atau hanya untuk segelintir orang?

Apakah bupati masih mendengar suara rakyat, atau lebih sibuk mengejar tepuk tangan di layar ponsel?

Demokrasi tumbuh dari keberanian rakyat bersuara. Dan hari ini, suara itu menggema dari pelosok Indramayu, menuntut jawaban yang jelas dari pemimpinnya.

(Mtd/Andika).

Panpilwu Leuwigede Resmi Dibentuk, Ini Jadwal Lengkap Tahapan Pilwu 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Persiapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) 2025 di Kabupaten Indramayu semakin matang. Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) di setiap desa, termasuk Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, telah resmi dibentuk pada 24 September 2025 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahapan berikutnya adalah melengkapi administrasi dan menyiapkan kanal informasi seperti media sosial dan email hingga 30 September.

Selanjutnya, Panpilwu akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pada 1–3 Oktober. Pendaftaran bakal calon Kuwu dibuka pada 1–13 Oktober, dilanjutkan penetapan calon pada 21 November dan pengumuman resmi pada 24 November. Pengundian nomor urut digelar sehari setelahnya, 25 November.

Bersamaan dengan penetapan calon, Panpilwu mulai melakukan pencacahan daftar pemilih tetap (DPT) hingga 26 November. DPT kemudian ditetapkan pada 27–28 November, disusul distribusi kartu pemilih pada 5–9 Desember.

Kampanye calon Kuwu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 2–4 Desember, kemudian masa tenang pada 5–9 Desember. Puncaknya, pemungutan suara akan digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 07.00–12.00 WIB, dengan penghitungan suara dimulai pukul 13.00 WIB.

Tahun ini, Pilwu menggunakan sistem hybrid. Satu TPS digital akan disediakan di setiap desa, berlokasi dekat Balai Desa, sementara TPS lain tetap menggunakan sistem pemungutan suara manual berbasis kertas.

Ketua Panpilwu Leuwigede, Casyanto, melalui wakil ketua Ahmad Khoeri menjelaskan, kapasitas maksimal tiap TPS adalah 500 pemilih. “Dengan sistem hybrid ini, seluruh proses di 139 desa yang mengikuti Pilwu bisa terpantau secara real time,” ujar Khoeri, Jum’at (26/9).

Khoeri berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan Pilwu 2025 di Desa Leuwigede sukses sesuai harapan masyarakat.

Andika

DPRD–Pemkab Indramayu Sepakat Revisi Propemperda 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com- DPRD Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi menyepakati perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025. Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Kamis (25/9/2025).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Indramayu, Nurhayati, dan dihadiri langsung Bupati Lucky Hakim. Forum tersebut juga diikuti jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, anggota dewan, serta undangan lainnya.

Dalam pidatonya, Nurhayati menegaskan bahwa revisi Propemperda ini penting untuk memastikan regulasi daerah sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan.

“Propemperda harus disusun secara terencana dan berbasis prioritas, sehingga setiap perda yang dihasilkan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Bupati Lucky Hakim menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan DPRD demi menghadirkan regulasi yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada publik.

“Kesepakatan ini bukti kolaborasi eksekutif dan legislatif untuk menghadirkan aturan yang adaptif dan memperkuat pelayanan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian Bapemperda, jumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang awalnya 18 kini bertambah menjadi 21. Komposisinya mencakup 15 usulan dari Bupati, 2 dari DPRD, serta 3 Raperda lanjutan dari Propemperda 2024. Salah satu tambahan yang krusial adalah raperda terkait penyertaan modal pemerintah daerah kepada PT BPR Indramayu Jabar Perseroda.

Perubahan ini diharapkan menjadikan perda bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan dinamika sosial-ekonomi daerah.

Rapat ditutup dengan penandatanganan persetujuan bersama oleh Ketua DPRD dan Bupati Indramayu, disaksikan seluruh peserta paripurna.

(Diskom/Andika).

Cemara Kulon Tancap Gas: PLTS Dorong Wisata dan Energi Ramah Lingkungan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, menorehkan sejarah baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indramayu. Pada Kamis (25/09/25), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) resmi beroperasi di kawasan wisata Taman Cemara Kulon, berkat dukungan penuh Pertamina PHE ONWJ.

Peresmian ini mendapat sambutan hangat dari warga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menekankan bahwa PLTS bukan sekadar penyedia listrik, tetapi simbol kolaborasi untuk mendorong kemandirian energi, memacu pariwisata, dan meningkatkan perekonomian lokal.

“Kehadiran PLTS akan mendukung kebutuhan listrik Taman Cemara Kulon. Wisata yang berkembang akan menciptakan lapangan kerja, menambah pendapatan warga, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Lucky.

Selain itu, Bupati menyoroti status Cemara Kulon sebagai salah satu dari empat Desa Kreatif di Indramayu pada 2025, berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas potensi desa dalam bidang wisata, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.

Sebagai Desa Kreatif, Cemara Kulon dituntut terus berinovasi: mengoptimalkan potensi lokal, mendorong partisipasi warga, menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam wisata dan energi ramah lingkungan, serta menjaga kelestarian alam.

“Dengan status Desa Kreatif dan hadirnya PLTS, Cemara Kulon semakin jelas arah untuk menjadi pionir desa wisata ramah lingkungan berbasis energi terbarukan di Indramayu,” tegas Lucky.

Bupati menambahkan, pembangunan PLTS sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Pemanfaatan energi baru dan terbarukan tak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga lingkungan.

Di akhir acara, Lucky mengajak masyarakat untuk merawat fasilitas ini. “Mari kita jadikan PLTS dan status Desa Kreatif sebagai bukti nyata kolaborasi pemerintah, BUMN, dan warga memberikan manfaat besar bagi semua,” tutupnya.

Kuwu Cemara Kulon, Sudarno, menilai peresmian PLTS sebagai momentum penting. “Energi bersih ini akan mendukung keberlanjutan pariwisata. Harapan kami, Cemara Kulon menjadi wajah baru Indramayu: desa kreatif, mandiri, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Desa ini juga terus mengembangkan hamparan mangrove dan budidaya lebah trigona, yang kini menjadi primadona karena madu alami yang dihasilkan.

Sementara itu, General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus bermitra dan mengembangkan potensi desa pesisir utara. Menurutnya, warga Cemara Kulon sangat kreatif dan gigih dalam memajukan desanya.

(Diskom/Andika).