Pemkab Indramayu Bangun 184 Unit SPALD, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pembangunan fasilitas sanitasi yang layak dan ramah lingkungan. Pada tahun 2025, sebanyak 184 unit Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) Setempat atau MCK akan dibangun di 9 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Program yang dijalankan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Diskimrum) ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 miliar. Adapun desa penerima manfaat meliputi Desa Pabean Udik Kecamatan Indramayu (21 unit), Desa Krimun Kecamatan Losarang (21 unit), Desa Loyang Kecamatan Cikedung (21 unit), Desa Anjatan Baru Kecamatan Anjatan (21 unit), Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis (20 unit), Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur (20 unit), Desa Anjatan Kecamatan Anjatan (20 unit), Desa Drunten Wetan Kecamatan Gabuswetan (20 unit), dan Desa Cikedung Kecamatan Cikedung (20 unit).

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa pembangunan SPALD ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan dan kesejahteraan warganya.

“Kesehatan masyarakat bermula dari rumah dan lingkungan. Dengan tersedianya MCK yang layak, kita bisa mengurangi pencemaran, mencegah penyakit, serta menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. Ini bagian dari upaya mewujudkan Indramayu yang Reang,” ujar Lucky.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu terus menargetkan seluruh desa memiliki akses sanitasi yang aman dan berkelanjutan, sehingga tidak ada lagi praktik buang air besar sembarangan (BABS).

Sementara itu, Siti (46), warga Desa Krimun Kecamatan Losarang, menyampaikan rasa syukurnya atas pembangunan MCK di desanya.

“Dulu kami harus bergantian menggunakan kamar mandi seadanya, bahkan sebagian masih ke sungai. Sekarang kami lebih nyaman dan sehat. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli,” ucapnya.

Kepala Diskimrum Indramayu, Erpin Marpinda, menambahkan bahwa pembangunan SPALD ini juga dibarengi dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya fasilitas SPALD Setempat ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan semakin meningkat, serta terwujud lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni di seluruh pelosok Indramayu.

(Andika/Smr/Diskom).

31 Camat di Indramayu Resmi Sandang Jabatan PPATS, Siap Percepat Layanan Pertanahan

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Sebanyak 31 camat di Kabupaten Indramayu resmi dikukuhkan sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS). Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indramayu, Dwi Hary Januarto, di Gedung Puspihat Indramayu, Kamis (30/10/2025).

Acara pelantikan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat, yang hadir mewakili Bupati Lucky Hakim, bersama sejumlah tamu undangan lainnya.

Penetapan para camat sebagai PPATS ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat Nomor 292/SK-32.HP.03.04/X/2025 tentang Penunjukan Camat Sebagai PPAT Sementara.

Dalam sambutannya, Dwi Hary Januarto menegaskan bahwa kehadiran PPAT Sementara di tingkat kecamatan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pelayanan urusan pertanahan. Para camat kini memiliki kewenangan membuat akta otentik yang berkaitan dengan hak atas tanah maupun hak milik atas satuan rumah susun.

“Dengan adanya PPAT Sementara di setiap kecamatan, masyarakat dapat mengurus akta tanah lebih mudah, cepat, dan efisien,” ujar Dwi.

Ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas tersebut. Para camat diminta bekerja dengan jujur, tertib, dan bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi kehormatan jabatan.

“PPAT Sementara harus netral dan tidak menimbulkan konflik. Sebaliknya, mereka harus hadir sebagai solusi dalam setiap persoalan pertanahan,” tegasnya.

Menutup prosesi pelantikan, Dwi mengingatkan agar seluruh PPATS tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, serta setia kepada pemerintah dalam mengemban amanah dengan penuh dedikasi.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan agraria yang cepat, transparan, dan merata hingga ke tingkat kecamatan, sejalan dengan komitmen membangun tata kelola pertanahan yang semakin dekat dengan masyarakat.

(Andika/Smr/Diskom).

Rutilahu Hidupkan Asa: Warga Indramayu Nikmati Hunian Layak dan Bermartabat

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Senyum sumringah tampak menghiasi wajah warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang. Deretan rumah yang dulu tampak rapuh kini berdiri kokoh dan tertata. Harapan baru pun tumbuh seiring hadirnya Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Salah satu penerima manfaat, Tarsiwan, tak kuasa menahan rasa syukurnya. Rumah yang dulunya berlantai tanah dan sering bocor tiap kali hujan, kini telah menjelma menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi dirinya, istri, dan ketiga anaknya.

“Alhamdulillah, akhirnya kami punya rumah yang layak. Walau belum sepenuhnya rampung, ini sudah jauh lebih baik. Terima kasih untuk Pak Bupati Lucky Hakim yang telah peduli,” ujarnya penuh haru.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Caswati, warga di desa yang sama. Ia mengenang masa ketika setiap hujan turun, ember-ember harus disiapkan untuk menampung air dari atap bocor. Kini, cerita itu tinggal kenangan.

“Rumah saya sudah selesai dibangun. Sekarang tidur pun tenang, tidak khawatir bocor lagi. Terima kasih untuk Pemkab Indramayu,” tuturnya sambil tersenyum lega.

Bagi warga seperti Tarsiwan dan Caswati, rumah bukan hanya bangunan tempat berteduh. Lebih dari itu, ia menjadi lambang harapan, martabat, dan kehidupan yang lebih baik.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, Program Rutilahu tidak semata soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Setiap keluarga berhak atas tempat tinggal yang aman dan sehat. Hunian layak menumbuhkan rasa percaya diri dan martabat. Kami berharap masyarakat bisa menjaga rumahnya agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum) Indramayu, Erpin Marpinda, menuturkan bahwa program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di tiap desa. Tujuannya, agar penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran.

“Kami terus memantau prosesnya agar hasil pembangunan sesuai standar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Indramayu menargetkan pembangunan 639 unit rumah Rutilahu. Rinciannya: 163 unit bersumber dari APBD Kabupaten di 17 desa, 141 unit dari APBD Provinsi di 4 desa, serta 335 unit melalui dukungan APBN.

(Andika).

Sumber: DiskomInfo Kab.Indramayu

Meski Anggaran Dipangkas, Bupati Lucky Hakim Pastikan Pembangunan Tetap Jalan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemkab Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan daerah, meski dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada tahun 2026 mengalami pemangkasan hingga Rp240 miliar.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengatakan pihaknya akan menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut melalui langkah efisiensi yang terukur, tanpa mengorbankan proyek-proyek prioritas, terutama di sektor infrastruktur.

“Kita akan beradaptasi dengan kebijakan ini. Ada beberapa langkah yang akan ditempuh seperti efisiensi dan pengalihan anggaran,” ujar Lucky saat dikonfirmasi, Sabtu (18/10/2025).

Sebagai bentuk komitmen efisiensi, Lucky menyebut sejumlah pos anggaran telah dikaji ulang. Termasuk rencana renovasi kantor camat dan kegiatan seremonial yang akan ditunda, bahkan anggaran Rp5 miliar untuk rumah dinas bupati juga dipangkas sepenuhnya.

Dana hasil efisiensi tersebut, kata Lucky, akan dialihkan untuk menutupi kekurangan akibat pemotongan TKD. Meskipun beberapa kegiatan ikut terdampak, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama.

“Beberapa daerah memilih meniadakan pembangunan tahun depan. Namun bagi saya, Indramayu harus tetap membangun meski harus berhemat di sisi lain,” tegasnya.

Selain efisiensi, Pemkab juga tengah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski belum bisa diandalkan sepenuhnya pada 2026 karena kawasan industri masih dalam tahap konstruksi, kontribusi PAD saat ini diharapkan dapat membantu menopang pembiayaan daerah.

“Kawasan industri nanti akan menjadi sumber PAD besar, tapi hasilnya baru terasa pada 2027,” jelasnya.

Untuk menambah pendapatan, Pemkab juga berencana memanfaatkan lahan-lahan tidur melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Lucky turut mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong efisiensi demi keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

“Kalau provinsi bisa berhemat tapi tetap membangun, Indramayu juga harus bisa,” kata Lucky.

Meski efisiensi dilakukan secara ketat, ia menegaskan tidak semua pos anggaran akan dihapus. Beberapa kebutuhan seperti jamuan tamu pemerintahan tetap dianggarkan, namun dengan pengelolaan yang lebih bijak.

“Kita tetap harus menjamu tamu dari kementerian atau ulama yang datang. Tapi pengeluaran yang boros akan kita evaluasi, termasuk anggaran makan-minum, tagihan listrik, dan sebagainya,” pungkasnya.

(Andika/Diskom).

Cuaca Panas Sentuh 37,8°C, BPBD Indramayu Minta Warga Waspadai Aktivitas Siang Hari

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Gelombang panas ekstrem tengah melanda wilayah Kabupaten Indramayu dan sekitarnya. Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Kertajati, suhu udara di kawasan Ciayumajakuning mencapai titik tertinggi hingga 37,8 derajat Celcius.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu mengimbau warga agar membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada rentang waktu pukul 13.00–16.00 WIB, guna menghindari dehidrasi dan menjaga stamina tubuh.

Sekretaris BPBD Indramayu, Sutrisno, menjelaskan, panas ekstrem ini merupakan dampak dari gerak semu matahari yang kini bergeser ke selatan ekuator.

“Posisi matahari sedang berada di jalur selatan, sehingga sinarnya jatuh lebih tegak di wilayah tropis seperti Indonesia. Hal itu membuat suhu terasa jauh lebih terik,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena serupa lazim terjadi setiap tahun menjelang peralihan musim hujan, namun masyarakat tetap diminta waspada agar tidak mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.

Sementara itu, Muhammad Syifaul Fuad, Ketua Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, menyebut suhu tinggi telah terjadi sejak Januari hingga Oktober 2025, dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Oktober hingga awal November.

“Kondisi ini bukan termasuk gelombang panas atau heatwave seperti di beberapa negara lain. Suhu tinggi muncul karena posisi matahari berada di sekitar garis ekuator, sehingga radiasi sinarnya langsung menyentuh permukaan bumi,” jelasnya.

BMKG mengingatkan, cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi, heat stroke, sakit kepala, hingga iritasi kulit. Udara yang kering juga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko ISPA serta DBD.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Indramayu mengimbau masyarakat untuk:

● Banyak minum air putih untuk   mencegah dehidrasi,

● Menghindari paparan langsung sinar matahari di siang hari,

● Mengenakan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian berlengan panjang,

● Membatasi aktivitas berat di luar ruangan,

● Serta menggunakan kipas atau AC agar suhu ruangan tetap sejuk.

Dengan langkah sederhana tersebut, BPBD berharap masyarakat Indramayu tetap sehat dan aman beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem yang masih melanda wilayah ini.

(Andika/Diskom).

Indramayu Rayakan Hari Santri 2025: Santri Didorong Jadi Pelopor Peradaban

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kabupaten Indramayu memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan menggelar Apel Hari Santri di Alun-Alun Indramayu, Acara ini dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, jajaran Forkopimda, Kepala Kemenag Indramayu, para kiai, pimpinan pesantren, santri, serta pelajar madrasah,” Rabu (22/10/25).

Pada momen tersebut, Wakil Bupati Syaefudin membacakan amanat Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Menteri Agama menekankan pentingnya Hari Santri sebagai momentum kebangkitan dan penguatan peran santri dalam mengawal kemerdekaan dan membangun peradaban global.

“Santri tidak cukup menjadi penonton perubahan zaman, tetapi harus menjadi pelaku sejarah yang membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin untuk dunia yang damai dan berkeadaban,” tegas Syaefudin.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pesantren, melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren, termasuk Dana Abadi Pesantren sebagai wujud dukungan nyata negara. Menteri Agama juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program yang mendukung pesantren, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang meningkatkan kualitas hidup santri di seluruh Indonesia.

Menteri Agama menegaskan bahwa santri masa kini perlu menguasai kitab kuning sekaligus teknologi, sains, dan bahasa dunia. Komitmen ini diperkuat oleh Wakil Bupati Syaefudin yang menyatakan pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan pesantren serta peningkatan kualitas pendidikan santri di Indramayu.

Selain apel, kegiatan juga diwarnai pemberian penghargaan dari berbagai lomba dan bantuan untuk sejumlah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Indramayu.

(Andika/Diskom).

NasDem Indramayu Gelar Reses dan Layanan Kesehatan Gratis di Lohbener

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Partai NasDem Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan reses dan pelayanan kesehatan gratis di Desa Lohbener, Agenda ini digelar sebagai sarana untuk menjalin komunikasi langsung dengan warga serta menyerap aspirasi masyarakat di tingkat desa,” Senin (20/10/25).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sri Wahyuni Utami Herman bersama Taufik Hadi, perwakilan DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu. Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni menegaskan pentingnya momentum reses sebagai media dialog dua arah antara partai dan masyarakat.

“Kami ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga Lohbener agar program yang kami jalankan benar-benar tepat sasaran,” ujar Sri Wahyuni.

Turut hadir Camat Lohbener, H. Warno, yang memberikan apresiasi terhadap langkah Partai NasDem dalam menjangkau masyarakat di akar rumput.

“Keterlibatan partai politik seperti ini sangat membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik,” ungkapnya.

Selain agenda serap aspirasi, Partai NasDem juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga. Pemeriksaan meliputi cek tekanan darah, kadar gula, hingga konsultasi kesehatan ringan. Antusiasme warga terlihat dari ramainya peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Partai NasDem terhadap kesehatan masyarakat. Semoga menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan,” tambah Sri Wahyuni.

Program reses dan layanan kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen NasDem Indramayu dalam memberdayakan masyarakat secara menyeluruh baik di bidang politik, sosial, maupun kesehatan. Warga Lohbener pun menyambut hangat kegiatan tersebut dan berharap agar langkah serupa terus berlanjut demi kemajuan desa mereka.

(Andika/Uncu).

Ribuan Pelajar Meriahkan “Indramayu Run 2025”, Pemkab dan UNJ Dorong Semangat Sportif Pelajar

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana Alun-Alun Indramayu, Sabtu (18/10/2025), berubah menjadi lautan semangat. Ribuan pelajar dari tingkat SD hingga SMA tumpah ruah mengikuti ajang Indramayu Run Bupati Cup 2025, sebuah event olahraga bergengsi hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tak hanya menyajikan atmosfer kompetisi, kegiatan ini juga menawarkan hadiah menarik dengan total puluhan juta rupiah.

Tiga Kategori, Satu Semangat

Lomba lari ini dibagi menjadi tiga kategori: 3 kilometer untuk siswa SD, 5 kilometer bagi pelajar SMP, dan 10 kilometer untuk tingkat SMA/sederajat. Seluruh peserta memulai dan mengakhiri perlombaan di Alun-Alun Indramayu, melewati jalur utama kota yang dipadati sorak dukungan masyarakat.

Bupati: Olahraga Sebagai Pembentuk Karakter

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan lari, tetapi juga upaya membangun karakter dan mental juara di kalangan pelajar.

“Indramayu Run ini momentum untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, dan gaya hidup sehat. Kita ingin anak-anak Indramayu tumbuh menjadi generasi kuat, sehat, dan berprestasi,” ujar Lucky.

UNJ: Sport Science untuk Generasi Muda

Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., menilai kerja sama dengan Pemkab Indramayu menjadi langkah penting dalam mengembangkan olahraga berbasis pendidikan.

“UNJ bangga bisa bersinergi dengan Indramayu. Melalui event ini, kami ingin menanamkan semangat sport science dan menginspirasi pelajar agar menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian,” tutur Prof. Komarudin.

Deretan Juara: Bukti Semangat Kompetitif Pelajar

Kegiatan ini juga melahirkan deretan juara muda berbakat dari berbagai sekolah:

Kategori SD Putri: Juara 1 Aura Melati (SDN 1 Karanganyar), Juara 2 Fitrih (SDN 2 Terusan), Juara 3 Alya (SDN 5 Margadadi).

Kategori SD Putra: Juara 1 M. Dursilah (SDN 3 Panyindangan Wetan), Juara 2 Teguh (SDN 2 Telukagung), Juara 3 Aditia (SDN Ilir Kandanghaur).

Kategori SMP Putri: Juara 1 SMP NU Kaplongan, Juara 2 SMPN 1 Arahan, Juara 3 SMPN Unggulan.

Kategori SMP Putra: Juara 1 Kai April (SMPN 1 Kandanghaur), Juara 2 Hanin Wirano (SMPN 2 Sindang), Juara 3 Abdul Nasir (SMPN 1 Arahan).

Kategori SMA Putri: Juara 1 Sananra Kara (SMAN 1 Indramayu), Juara 2 Noer Affinah (SMAN 1 Sindang), Juara 3 Riri Rahma (SMAN 1 Indramayu).

Kategori SMA Putra: Juara 1 Rohmat Hidayat (SMAN 2 Indramayu), Juara 2 Wira Ade Setiawan (SMAN 2 Indramayu), Juara 3 Muhammad Rafi (SMAN 1 Sindang).

Menuju Agenda Tahunan Kebanggaan Indramayu

Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Indramayu Run Bupati Cup 2025 diharapkan menjadi agenda olahraga tahunan yang memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kebanggaan pelajar Indramayu.

“Bukan hanya lomba lari, tapi simbol kemajuan generasi muda Indramayu,” tutup Bupati Lucky dengan penuh optimisme.

(Andika/Diskom).

Disduk-P3A Indramayu Borong 3 Penghargaan Bergengsi di Ajang Bangga Kencana Jabar 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan taringnya di tingkat Provinsi Jawa Barat. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Disduk-P3A), daerah ini sukses menyabet tiga penghargaan prestisius pada ajang Apresiasi Kelompok Bimbingan Konseling Remaja (KBKR) Program Bangga Kencana Jawa Barat 2025.

Gelaran bergengsi yang berlangsung di Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang, Bandung, Selasa (14/10/2025), menjadi panggung pembuktian konsistensi Indramayu dalam mendukung program kependudukan dan keluarga berencana di Jawa Barat.

Dalam kompetisi tersebut, Indramayu berhasil menorehkan prestasi ganda, masing-masing sebagai:

Terbaik III Pelayanan Peserta Baru (PB) untuk target 3.001–7.000 akseptor,

Terbaik III PB MKJP dengan target 1.501–3.500 akseptor, serta

Terbaik III Pelayanan KBPP dengan target 551–1.500 akseptor.

Penghargaan diserahkan langsung kepada Kepala Disduk-P3A Indramayu, H. Iman Sulaeman, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan keluarga berencana serta kesehatan reproduksi masyarakat.

Dalam sambutannya, Iman Sulaeman menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan mengapresiasi kerja sama seluruh pihak.

“Ini adalah buah kerja keras bersama. Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelayanan dan memastikan manfaat program KB benar-benar dirasakan masyarakat hingga pelosok desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi cerminan komitmen nyata Pemkab Indramayu dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. Melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Disduk-P3A menargetkan agar Program Bangga Kencana terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

(Andika/Diskom).

Akademi Pengentasan Kemiskinan Resmi Diluncurkan, Indramayu Jadi Daerah Percontohan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam menekan angka kemiskinan kembali menunjukkan langkah nyata. Bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Pemkab Indramayu resmi meluncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan (APK), Senin (13/10/2025), di Aula Bappeda-Litbang Kabupaten Indramayu.

Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi penanggulangan kemiskinan.

Kegiatan diawali dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dari Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Falah, dilanjutkan sambutan dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Kabupaten Indramayu, Drs. Jajang Sudrajat, yang mewakili Bupati Indramayu.

Dalam sambutannya, Jajang menegaskan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar di Indramayu. Namun, dengan potensi besar sebagai lumbung pangan nasional dan penghasil ikan tangkap terbesar di Jawa Barat, pihaknya optimistis bahwa angka kemiskinan bisa terus ditekan.

“Kami yakin, dengan program yang tepat dan sinergi semua pihak, pengentasan kemiskinan dapat dilakukan lebih efektif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LAN RI dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang telah menunjuk Indramayu sebagai salah satu dari tiga daerah percontohan APK bersama Kabupaten Probolinggo dan Kota Kupang.

“Peluncuran ini harus segera diikuti dengan langkah konkret agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama BP Taskin Brigjen (Purn) Sondi Siswanto, perwakilan Kementerian Sosial RI Lilik Sugianto, dan perwakilan Kementerian PAN-RB Dra. Damayani Tyastianti, MQM, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Puncak acara diisi dengan paparan dari Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufiq, yang menyebut kemiskinan sebagai masalah multidimensi yang memerlukan sinergi dari berbagai elemen.

“Akademi ini menjadi wadah pembelajaran bersama, melibatkan ASN, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk mencari solusi nyata,” tutur Dr. Taufiq.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini merupakan awal dari perubahan budaya kerja menuju sistem yang lebih adaptif dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat.

Peluncuran APK ditandai dengan penekanan layar bersama antara Kepala LAN RI, perwakilan kementerian, dan Pemkab Indramayu, disertai bunyi sirene sebagai simbol dimulainya program di Indramayu.

Acara kemudian ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Problem Discovery, yang menghadirkan peserta akademi, fasilitator, serta perwakilan masyarakat.

Melalui peluncuran Akademi Pengentasan Kemiskinan ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan menuju terwujudnya Indramayu REANG (Religius, Maju, Mandiri, dan Gotong Royong).

(Andika/Diskom).