Bupati Lucky Hakim Tinjau RSUD M.A. Sentot Patrol, Pastikan Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung pelayanan dan fasilitas kesehatan di RSUD M.A. Sentot Patrol untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Lucky didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. Wawan Ridwan, serta jajaran manajemen RSUD M.A. Sentot Patrol.

Peninjauan diawali dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di lokasi tersebut, Bupati Lucky menyapa sejumlah pasien dan berdialog dengan dokter serta perawat yang sedang menjalankan tugas.

Setelah itu, Lucky berkeliling melihat sejumlah fasilitas pelayanan di rumah sakit. Ia meninjau kondisi sarana dan prasarana, termasuk gedung baru yang telah dibangun dengan fasilitas yang dinilai lebih representatif untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Lucky mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di lapangan sekaligus memastikan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, berkualitas, serta tetap mengutamakan keselamatan dan kebutuhan pasien.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan di Indramayu terus berjalan dengan baik. Fasilitas yang sudah tersedia harus dimanfaatkan secara optimal dan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, nyaman, dan berkualitas,” ujar Lucky.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis dan seluruh jajaran RSUD M.A. Sentot Patrol yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Indramayu dalam memperkuat pelayanan kesehatan daerah, sehingga fasilitas kesehatan milik pemerintah dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Pelayanan Cepat dan Ramah, Puskesmas Patrol Tuai Apresiasi Masyarakat

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Puskesmas Patrol, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, mendapat apresiasi dari masyarakat atas pelayanan kesehatan yang dinilai cepat, ramah, dan profesional. Komitmen memberikan pelayanan prima tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah warga yang memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas tersebut.

Salah satunya disampaikan Tahrudin, warga Desa Sukahaji, yang mendampingi istrinya menjalani pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Patrol. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun dokter,” pada Selasa (28/7/2026).

“Saya senang dengan pelayanan di Puskesmas Patrol. Selain cepat, juga ramah dan santun,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wastini, warga Desa Patrol Lor, yang membawa anaknya untuk menjalani tindakan pencabutan gigi. Menurutnya, pelayanan yang diterima sangat memuaskan.

“Berobat di Puskesmas Patrol sangat memuaskan, pelayanannya luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Alan, warga Desa Bugel, juga mengaku tidak mengalami kendala saat mengurus surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk keperluan operasi. Ia mengatakan seluruh proses berjalan dengan mudah dan tetap diawali pemeriksaan medis oleh petugas.

“Alhamdulillah proses permintaan surat rujukan untuk operasi sudah saya dapatkan. Tidak ada kendala, bahkan dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas,” ungkap Alan.

Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala Puskesmas Patrol, dr. Hj. Siti Rokayah, menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Puskesmas Patrol tetap mengedepankan komunikasi yang santun serta terus berusaha membuat pasien merasa nyaman ketika berobat di tempat kami,” ujarnya.

Ia berharap pelayanan yang cepat, humanis, dan berkualitas dapat terus dipertahankan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Puskesmas Patrol semakin meningkat.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Kecamatan Sukagumiwang Perkuat Integrasi Layanan Primer hingga Tingkat Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang bersama tenaga kesehatan menggelar kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Aula Ki Sapu Angin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaksana layanan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin terintegrasi dan berkualitas. Selasa (23/6/2026)

Acara diikuti tenaga kesehatan, bidan desa, kader kesehatan, serta unsur terkait lainnya. Mewakili Camat Sukagumiwang, Juniri menegaskan bahwa ILP merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan implementasi ILP membutuhkan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat.

“Melalui pendampingan ini diharapkan seluruh pelaksana layanan kesehatan mampu memahami konsep dan mekanisme Integrasi Layanan Primer secara menyeluruh, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat diberikan secara lebih optimal, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Arnimah menjelaskan pentingnya transformasi layanan kesehatan primer untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Aliamtin Suhartini memaparkan aspek teknis pelaksanaan layanan kesehatan terintegrasi, termasuk penguatan sistem rujukan dan pencatatan pelayanan kesehatan.

Materi mengenai Posyandu ILP disampaikan oleh Iis. Ia menjelaskan bahwa pelayanan posyandu kini berbasis siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih menyeluruh.

Selain itu, Wiheri menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat, deteksi dini penyakit, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan. Melalui pendampingan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap pelaksanaan ILP dapat berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Data Terpadu Pusat Picu Penonaktifan PBI-JK, Pemkab Indramayu Siapkan Solusi Alternatif

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sejumlah warga Kabupaten Indramayu mengeluhkan status kepesertaan Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang mendadak nonaktif saat hendak mengakses layanan di fasilitas kesehatan.

Keluhan tersebut mengemuka dalam audiensi Forum Wartawan GEPLAK dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu terkait surat edaran Nomor 400.7.3.6/337/SDK.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menjelaskan bahwa perubahan status PBI-JK merupakan dampak pemutakhiran data terpadu yang dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama BPJS Kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Indramayu, H. Dede Setiawan, SKM., M.H.Kes., menyebutkan sebanyak 84.313 peserta PBI-JK dinonaktifkan berdasarkan data terpadu dari Kementerian Sosial. 

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada pelayanan di daerah karena masyarakat tetap datang ke fasilitas kesehatan untuk berobat.

“Penonaktifan bersumber dari data pusat. Di daerah, kami berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan sekaligus penjelasan,” ujarnya. Rabu (18/02)

Ia menambahkan, secara administratif pihaknya tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, sehingga dibutuhkan koordinasi lintas sektor guna mengatasi kendala teknis di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Murniasih, S.KM., M.KM., menjelaskan kewenangan aktivasi PBI-JK berada di bawah Kementerian Sosial, sedangkan di tingkat kabupaten difasilitasi oleh Dinas Sosial.

Sebagai solusi bagi peserta nonaktif yang tetap membutuhkan layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Indramayu menyediakan program Jamkesayu (Jaminan Kesehatan Masyarakat Indramayu) melalui skema PBI Pemda atau PBI APBD.

Adapun fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dalam program tersebut meliputi RSUD Indramayu, RS Sentot, RS Mitra Plumbon, RS MM, RS Zam Zam, RS Bhayangkara, RS Pertamina, serta 49 puskesmas di wilayah Kabupaten Indramayu.

Melalui aplikasi Jamkesayu, masyarakat diwajibkan melengkapi persyaratan berupa foto KTP terbaru, Kartu Keluarga minimal pembaruan tahun 2023, foto rumah, serta surat rujukan atau keterangan pelayanan kesehatan yang mencantumkan diagnosis pasien.

Reaktivasi PBI-JK dapat diproses apabila peserta terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tergolong tidak mampu, memiliki penyakit kronis atau kondisi darurat medis, serta status nonaktif kurang dari enam bulan.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan data kependudukan selalu valid dan mutakhir agar proses verifikasi berjalan lancar, sehingga hak atas pelayanan kesehatan tetap terjamin.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Hj. Hakanna Serap Aspirasi Warga Rancamaya Terkait Posyandu dan Bansos

BOGOR.radarinformasi.com – Dengan mengusung tema “Mendengarkan dan Melayani Masyarakat untuk Kemajuan”, Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN Dapil Bogor Selatan, Hj. Hakanna, S.I.Kom., M.A.P., menggelar kegiatan reses pada Kamis (25/9/2025) di Aula Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

Acara tersebut dihadiri perwakilan warga, tokoh masyarakat, serta perangkat kelurahan. Suasana berlangsung hangat ketika masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah terkait optimalisasi layanan posyandu serta penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran.

Warga berharap keberadaan posyandu dapat semakin ditingkatkan, baik dari segi fasilitas maupun tenaga kesehatan, mengingat posyandu merupakan ujung tombak layanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Selain itu, warga juga meminta perhatian serius dalam pendistribusian bansos, agar data penerima benar-benar akurat dan tepat guna.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Hakanna menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan ditampung dan diperjuangkan dalam rapat-rapat pembahasan di DPRD Kota Bogor.

“Reses ini memang menjadi sarana kami untuk mendengarkan langsung suara masyarakat. Semua masukan, baik terkait posyandu maupun bansos, akan saya kawal agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Melalui kegiatan reses ini, Hj. Hakanna menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Bupati Lucky Hakim Rencanakan Buka Kembali RS Reysa Untuk Layanan Kesehatan Masyarakat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Eks bangunan Rumah Sakit Reysa yang berada di Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung berencana diaktifkan kembali menjadi RSUD untuk memaksimalkan layanan kesehatan masyarakat Kabupaten Indramayu. 

Hal tersebut terungkap ketika kunjungan Bupati Indramayu bersama kepala SKPD di RS Reysa Cikedung Lor, Selasa (22/4/2025). 

Menurut Lucky Hakim, bangunan bekas RS Reysa ini telah mendapatkan kekuatan hukum tetap dan telah dikembalikan oleh KPK ke pemerintah daerah untuk dimanfaatkan. Dengan melihat bentuk bangunan dan juga ruangan maka pemerintah daerah akan mengembalikan fungsinya sebagai rumah sakit. 

Selanjutnya, untuk waktu 2 minggu ke depan pemerintah daerah akan menyelesaikan tahapan administrasi bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah itu akan dilakukan pengurusan ijin rumah sakit, penataan aset untuk sarana dan prasarana serta ketersediaan para pegawai yang akan bertugas di rumah sakit tersebut. 

“Kita bertahap lakukan prosesnya mulai dari administrasi, perijinan, penyediaan sarana dan prasarana hingga para pegawainya. Kemudian terhadap bagian yang rusak kita akan lakukan berbagai perbaikan,” kata Lucky Hakim. 

Lucky menambahkan, rencana difungsikan kembali rumah sakit tersebut mengingat saat ini Kabupaten Indramayu masih kekurangan tempat tidur bagi pasien bila dipersandingkan dengan jumlah penduduk saat ini. “Kehadiran RS Reysa ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui cakupan layanan kesehatan yang lebih luas,” harapannya. 

Seperti diketahui, pada bulan Mei 2024 lalu KPK telah menghibahkan Barang Milik Negara (BMN) yang telah berkekuatan hukum tetap berupa tanah dan bangunan yang berada di Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung berjumlah 24 unit dengan nilai Rp8.049.935.000,- dan Desa Mundakjaya Kecamatan Cikedung berjumlah 13 unit dengan nilai Rp2.224.856.000,-. Dari kedua lokasi tersebut total keseluruhan tanah dan bangunan yang dihibahkan berjumlah 37 unit dengan nilai Rp10.274.791.000, -.

Pada peninjauan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda-Litbang, Kepala BKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Inspektur, dan beberapa pejabat lainnya. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Lapas Indramayu Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan, Kontrol Ke Rumah Sakit dan Hadirkan Perawat Gigi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya meningkatkan layanan secara optimal kepada warga binaan. Terkini, Lapas Indramayu berikan layanan kesehatan pemeriksaan gigi bagi warga binaannya. Minggu (16/3)

Layanan kesehatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 Maret 2025 oleh tenaga medis Lapas berkolaborasi dengan tenaga kesehatan gigi dari Puskesmas Plumbon. Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa kondisi dan kesehatan gigi dengan tujuan mencegah masalah kesehatan mulut warga binaan.

Kalapas Indramayu, Fery Berthoni mengatakan pelayanan kesehatan yang diberikan merupakan upaya Lapas Indramayu dalam memenuhi hak kesehatan warga binaan sesuai amanat Undang-Undang.

“Warga binaan berhak mendapatkan akses layanan kesehatan. Kemarin (Jumat) juga kami lakukan kontrol kesehatan warga binaan ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut karena yang tidak bisa dilakukan di Lapas. Tentu dengan SOP dan pengawalan yang ketat dari jajaran pengamanan,” jelas Berthoni.

Diketahui sebelumnya, seorang warga binaan Lapas Indramayu berinisial AH dirujuk ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan karena didiagnosis menderita diabetes melitus (DM). Narapidana tersebut dibawa dengan didampingi tenaga kesehatan dan dikawal jajaran pengamanan Lapas.

Berthoni berkomitmen untuk memberikan hak-hak warga binaan termasuk pelayanan kesehatan secara maksimal tanpa diskriminatif, khususnya pada kelompok rentan.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Pelayanan RS Bhakti Medicare Cicurug Dikeluhkan Keluarga Pasien

SUKABUMI.radarinformasi.com – Keluarga pasien RS Bhakti Medicare Cicurug mengeluhkan pelayanan rumah sakit terhadap kedua anak mereka. Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ini menyampaikan kekecewaannya karena kondisi kesehatan anak-anak mereka tak kunjung membaik setelah lima hari menjalani perawatan.

Lamro Tobing, orang tua pasien, mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. “Sudah lima hari kedua anak saya dirawat melalui jalur umum, tapi anehnya kondisi kesehatan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, malah semakin parah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (6/3/2025).

Ia menambahkan bahwa sebelum dirawat, salah satu anaknya, Romeo, masih bisa buang air kecil secara normal. Namun, setelah lima hari menjalani perawatan di rumah sakit, anaknya justru mengalami gangguan dan enggan buang air kecil.

Lamro menduga kondisi anaknya justru memburuk setelah dirawat di RS Bhakti Medicare Cicurug. Harapan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik berubah menjadi kecemasan. “Sepertinya anak saya hanya numpang tidur di sini, bukan untuk mendapat perawatan yang optimal. Kondisinya semakin lemah,” tandasnya.

Hingga saat ini, pihak RS Bhakti Medicare Cicurug belum memberikan tanggapan terkait keluhan ini.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Rizal

Sidokkes Polres Bogor dan Bid Dokkes Polda Jabar Berikan Bantuan Kesehatan bagi Korban Banjir di Bojong Kulur

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Jawa Barat turun langsung memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Personel dari Tim Dokkes Polres Bogor dan Bid Dokkes Polda Jabar dikerahkan ke lokasi untuk memberikan bantuan medis, termasuk pemberian vitamin dan obat-obatan, pemeriksaan tekanan darah, serta evakuasi warga yang membutuhkan perawatan lebih lanjut ke rumah sakit terdekat.

Kasidokkes Polres Bogor, dr. Hj. Elynda Vidiyana Ekawati, MARS, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan ini akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau. “Pengecekan kesehatan sangat diperlukan karena banjir bercampur lumpur dapat menimbulkan risiko penyakit seperti demam, flu, sesak napas, serta infeksi kulit. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan monitoring terhadap kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Selain pengobatan, tim medis juga memberikan pendampingan trauma healing guna membantu korban secara psikologis. “Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memberikan pengobatan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta semangat bagi para korban agar tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari kepolisian, lanjut dr. Elynda, tugas mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial. “Kami berharap pelayanan kesehatan ini dapat sedikit meringankan beban para korban di masa sulit ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk relawan dan berbagai stakeholder yang telah bekerja keras dalam memberikan bantuan.
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Tim Dokkes Polres Bogor dan Bid Dokkes Polda Jabar ini merupakan bentuk kepedulian serta tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Dukcapil Indramayu Gelar Program “Go Patas” untuk Pelayanan Administrasi Kependudukan Warga Rentan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Indramayu kembali menggelar program Dukcapil Go Patas untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat rentan. Program ini menyasar warga lansia, penyandang disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), warga sakit, serta narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indramayu yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP. Rabu (12/2)

Pada Rabu (12/02/2025), tim Dukcapil Go Patas turun langsung ke lokasi untuk melakukan perekaman data di Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan Indramayu, tepatnya di Gang Dongol, RT 01 RW 08. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat dan pengurus RT setempat. Salah satu warga penerima manfaat adalah Wartini, warga RT 01 yang kini telah mendapatkan akses perekaman e-KTP berkat program ini.

Menurut Usam, S.IP, selaku Analis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Indramayu, dalam wawancara kepada awak media,” program ini dilaksanakan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan secara langsung di kantor kecamatan.

“Banyak warga yang belum memiliki KK dan e-KTP karena berbagai kendala, seperti keterbatasan fisik atau ekonomi. Oleh karena itu, tim kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan mereka mendapatkan hak administrasi kependudukan,” ujar Usam.

Proses pelayanan ini dilakukan dengan sistem jemput bola, di mana masyarakat dapat melaporkan warga yang membutuhkan layanan melalui nomor WhatsApp 087-874-123-195. Setelah menerima laporan, tim Dukcapil akan melakukan verifikasi dan segera datang ke lokasi untuk melakukan perekaman data. Data yang telah direkam kemudian dikirim ke pusat sebelum akhirnya dicetak dan diserahkan kepada warga.

Untuk meningkatkan efektivitas program, Dukcapil Indramayu telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media, termasuk media sosial dan banner di kecamatan. Program ini juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Santi, selaku Wakil RT 01 Kelurahan Lemah Mekar, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu warganya, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan mengurus dokumen kependudukan secara mandiri.

“Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin berkembang agar lebih banyak warga yang terbantu, terutama untuk keperluan pendidikan, kesehatan, dan administrasi lainnya,” kata Santi.

Dukcapil Indramayu terus berinovasi untuk meningkatkan layanan Adminduk bagi masyarakat. Ke depan, program ini akan lebih diperluas dengan mendata warga yang belum memiliki dokumen kependudukan di berbagai kecamatan dan desa.

“Kami ingin memastikan bahwa semua penduduk memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, karena ini penting untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan anak, layanan kesehatan, dan akses program sosial pemerintah,” tambah Usam.

Dengan adanya program Dukcapil Go Patas, diharapkan seluruh warga Indramayu, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, dapat memiliki dokumen kependudukan yang sah dan diakui secara hukum.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal