Ratusan Warga Saksikan Kirab Tunggul dan Pataka, Indramayu Songsong Lima Abad

INDRAMAYU.radarinformasi.com — Suasana peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu berlangsung meriah. Ratusan warga memadati sepanjang jalur utama kota untuk menyaksikan Kirab Tunggul dan Pataka yang digelar pada Rabu (7/10/2026).

Kirab tahun ini dimeriahkan iring-iringan ratusan becak yang membawa Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wakil Bupati Syaefudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Rombongan memulai perjalanan dari Pendopo Indramayu sekitar pukul 08.00 WIB dengan tujuan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu. Kehadiran rombongan di gedung dewan tersebut untuk mengikuti Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu.

Dari pendopo, iring-iringan melintasi Jalan R.A. Kartini menuju Bundaran Adipura, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Jenderal Sudirman hingga tiba di Gedung DPRD.

Sepanjang rute kirab, masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan jalannya prosesi. Anak-anak sekolah turut berdiri di tepi jalan untuk melihat langsung iring-iringan yang menjadi bagian dari tradisi peringatan hari jadi daerah tersebut.

Kirab Tunggul dan Pataka tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga membawa pesan kebersamaan dalam menyambut lima abad perjalanan Kabupaten Indramayu. Tahun ini, peringatan mengusung tema “499 Tahun Mengukir Sejarah, Menyongsong Lima Abad, Indramayu Berjaya.”

Bupati Lucky Hakim menyampaikan bahwa usia 499 tahun merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Indramayu yang patut dihargai dan dijaga bersama. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mempererat persatuan serta membangun semangat kolektif dalam memajukan daerah.

“Hari Jadi ke-499 Indramayu menjadi momentum untuk menghargai perjalanan panjang Indramayu sekaligus memperkuat semangat bersama menyongsong 5 abad. Sejarah menjadi pijakan, sedangkan persatuan dan kerja bersama menjadi kekuatan untuk membawa Indramayu semakin maju dan berjaya,” ujar Lucky Hakim.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Syaefudin menilai kirab tersebut mencerminkan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah menuju usia lima abad.

“Menuju 5 abad, Indramayu membutuhkan kebersamaan seluruh unsur masyarakat,” ungkap Syaefudin.

Selain prosesi kirab, nuansa budaya lokal juga ditampilkan melalui penggunaan batik khas Indramayu oleh jajaran pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Indramayu menghadirkan motif khusus yang dikenakan sesuai dengan unsur dan jabatan masing-masing.

Motif Iwak Etong digunakan oleh jajaran Forkopimda, sedangkan pejabat struktural dan para kuwu mengenakan batik bermotif Sekarniyem.

Penggunaan batik tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan identitas budaya daerah dalam agenda resmi pemerintahan. Selain memperkuat kekhasan peringatan hari jadi, langkah ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya Indramayu.

Melalui semangat Indramayu REANG, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada terwujudnya masyarakat religius, perekonomian yang maju, kehidupan yang adil, serta lingkungan yang nyaman demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Diskominfo Indramayu Gelar Forum Konsultasi Publik, Usulkan 13 Standar Pelayanan Gratis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) secara daring pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menyerap masukan, saran, dan evaluasi dari para pemangku kepentingan terhadap pelayanan yang diselenggarakan Diskominfo Indramayu.

Pelaksanaan FKP tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Instansi Pemerintah. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan yang adil, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa forum konsultasi publik menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Pelaksanaan forum konsultasi publik ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan pengguna layanan serta para pemangku kepentingan,” ujar H. Suwenda.

Menurutnya, pelayanan publik di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian perlu terus dievaluasi dan disempurnakan. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, dalam pemaparannya menyampaikan rencana pengembangan standar pelayanan publik di lingkungan Diskominfo. Dari sebelumnya terdapat tujuh jenis pelayanan, Diskominfo Indramayu mengusulkan pengembangan menjadi 13 standar pelayanan yang seluruhnya diberikan secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

Khusus di lingkungan sekretariat, terdapat empat standar pelayanan yang ditawarkan. Di antaranya pemanfaatan aula rapat dan Indramayu Command Center (ICC), serta layanan penerimaan mahasiswa atau pelajar untuk kegiatan magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Untuk layanan magang dan PKL, Diskominfo Indramayu kini memfasilitasinya secara terintegrasi melalui aplikasi Semanis Madu (Sistem Manajemen Informasi Magang Terpadu). Sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengelolaan dan pelayanan bagi peserta magang maupun PKL.

Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel interaktif dan penyampaian berbagai masukan dari peserta. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyempurnaan standar dan kualitas pelayanan publik Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Diskominfo Kabupaten Indramayu berharap berbagai masukan dan kesepakatan yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang konkret. Dengan demikian, pengembangan pelayanan Diskominfo ke depan diharapkan semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Semarak HUT ke-81 RI, Diskominfo Indramayu Gelar Lomba untuk Pererat Kebersamaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar berbagai perlombaan 17 Agustusan di lingkungan instansinya.

Mengusung tema “Digitalisasi Cepat, Silaturahmi Erat, Kominfo Hebat”, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Diskominfo, termasuk tenaga pendukung serta peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kekompakan. Berbagai perlombaan digelar tidak hanya sebagai hiburan dalam menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar Diskominfo.

“Ini acara kebersamaan kita semuanya. Karena berkat kebersamaan juga dulu para penjajah terusir dari Indonesia,” ujarnya.

Menurut Suwenda, semangat persatuan yang menjadi salah satu kekuatan dalam perjuangan kemerdekaan juga penting diterapkan dalam lingkungan kerja. Dengan membangun kebersamaan dan persatuan, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Ia menegaskan, perlombaan yang digelar bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat kekompakan dan membangun hubungan yang lebih erat di antara seluruh personel Diskominfo.

Antusiasme juga terlihat dari keterlibatan tenaga pendukung dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Andriyana, petugas cleaning service di lingkungan Diskominfo Indramayu, yang mengaku senang dapat ikut serta dalam perlombaan.

“Senang bisa ikut lomba dan dilibatkan dalam kegiatan seperti ini. Jadi bisa berkumpul bersama teman-teman di kantor,” ujarnya.

Beragam perlombaan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari cerdas cermat antarbidang hingga volley air. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap perlombaan dalam suasana penuh keceriaan.

Melalui kegiatan tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Diskominfo Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, silaturahmi, dan kolaborasi.

Keluarga besar Diskominfo Indramayu diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas, membangun komunikasi, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Diskominfo Indramayu Edukasi Siswa SMK PGRI tentang Etika dan Keamanan Digital saat MPLS

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Suwenda, memberikan edukasi mengenai etika dan keamanan digital kepada para siswa baru SMK PGRI Indramayu dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Asesmen Awal Pemetaan Karakteristik dan Kompetensi” tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar dalam menggunakan media sosial secara bijak sekaligus memperkenalkan prinsip 3S (Screentime, Screenzone, dan Screen Break) sebagai pedoman menciptakan kebiasaan digital yang sehat.

Dalam pemaparannya, Suwenda menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan pemahaman, etika, dan tanggung jawab dalam memanfaatkannya. Menurutnya, dunia digital semestinya menjadi sarana untuk memperluas wawasan, mempererat komunikasi, serta memperoleh informasi yang bermanfaat.

“Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi wawasan mengenai pemanfaatan teknologi sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Suwenda juga mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati saat menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga data pribadi, memverifikasi setiap informasi sebelum dibagikan, menghormati privasi orang lain, serta memahami bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital.

“Biasakan saring sebelum sharing, jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif,” pesannya.

Selain membahas etika bermedia digital, Suwenda turut memberikan pemahaman mengenai cyberbullying atau perundungan siber. Ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan digital beserta dampaknya terhadap kondisi fisik maupun psikologis korban. Para siswa juga diimbau untuk tidak membalas tindakan pelaku, menyimpan bukti, dan segera melaporkan kejadian kepada orang tua atau pihak sekolah apabila menjadi korban.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Wong Reang Apps, aplikasi layanan digital milik Pemerintah Kabupaten Indramayu. Materi disampaikan oleh Staf Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Indramayu, Saji Yogie Permana.

Dalam sesi tersebut, para siswa diajak mencoba langsung berbagai fitur aplikasi, mulai dari akses CCTV yang terintegrasi dengan pemerintah daerah, layanan pengaduan masyarakat, pembayaran pajak, hingga marketplace yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan produk usahanya.

“Melalui Wong Reang Apps, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik dalam satu aplikasi sehingga pelayanan menjadi lebih mudah dan cepat,” jelas Saji Yogie Permana.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI Indramayu, Warsinih, menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu atas edukasi yang diberikan kepada peserta didik maupun tenaga pendidik.

Menurutnya, pemahaman mengenai literasi digital menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga perlu terus ditanamkan kepada seluruh warga sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu yang telah memberikan wawasan mengenai dunia digital kepada para siswa. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Salah seorang peserta MPLS, M. Riyan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala Diskominfo Indramayu. Materinya menarik, mudah dimengerti, dan menambah pengetahuan kami tentang penggunaan teknologi secara bijak,” tuturnya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Diskominfo Indramayu Bekali Siswa Baru SMPN 4 Sindang dengan Literasi Digital dan Edukasi PP TUNAS

INDRAMAYU.radarinformasi.com– Ratusan siswa baru SMP Negeri 4 Sindang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh antusias. Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai literasi digital dan perlindungan anak di ruang digital.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) itu menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Suwenda, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi tentang Literasi Digital serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Dalam pemaparannya, Suwenda menegaskan bahwa MPLS merupakan momentum yang tepat untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan karakter dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, generasi muda harus mampu memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, mengembangkan potensi diri, serta memperluas wawasan tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan karakter bangsa.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika bermedia sosial serta mewaspadai bahaya cyberbullying. Para siswa diajak menggunakan media digital secara bijak, menghormati sesama, dan turut menciptakan ruang digital yang aman dan positif.

Selain itu, Suwenda memperkenalkan PP TUNAS sebagai regulasi yang bertujuan memperkuat perlindungan anak dalam penggunaan media sosial, permainan daring, dan berbagai layanan digital lainnya.

“Saya yakin anak-anak akan mampu melanjutkan kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat,” ujar Suwenda.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Sindang, Ana Rohdiana, mengapresiasi kehadiran Diskominfo Kabupaten Indramayu yang telah memberikan edukasi kepada para siswa baru. Menurutnya, kegiatan MPLS yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 diikuti oleh 320 peserta didik baru.

Selama pelaksanaan MPLS, siswa mendapatkan berbagai materi, di antaranya pencegahan cyberbullying, etika berlalu lintas, pengenalan profil lulusan, pendidikan karakter dan budi pekerti, serta pengenalan lingkungan sekolah.

Ana menjelaskan, tema nasional MPLS Ramah sejalan dengan tema yang diusung sekolah, yakni “Hari Baru, Aman dan Nyaman”, sebagai upaya mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu yang telah memberikan materi literasi digital kepada peserta didik baru. Bekal ini sangat penting agar anak-anak lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Salah seorang peserta didik baru, Nidha Ayu Septyani, siswi kelas VII H, mengaku senang mengikuti MPLS karena memperoleh banyak pengalaman baru, mengenal lingkungan sekolah, serta memahami cara menggunakan media sosial secara bijak.

“Saya senang mengikuti MPLS karena bisa mengenal sekolah dan teman-teman baru. Materi literasi digital membuat saya tahu cara menggunakan media sosial dengan baik dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui kegiatan MPLS Ramah, SMP Negeri 4 Sindang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan karakter, kepedulian, serta kecakapan digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi di era digital.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Diskominfo Indramayu Perkuat Transformasi Digital Desa Melalui Sosialisasi SIDOMA dan CERMATIN

INDRAMAYU.radarinformasi.com– Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong percepatan transformasi digital hingga ke tingkat desa. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Aplikasi SIDOMA dan Program CERMATIN yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang diikuti para kuwu, lurah, dan perangkat desa se-Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan digital.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sejalan dengan visi Indramayu REANG, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Suwenda menjelaskan, salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah SIDOMA (Sistem Informasi Pengajuan Domain Desa). Aplikasi ini memudahkan pemerintah desa dalam mengajukan dan mengelola domain resmi desa.id sebagai identitas digital desa.

Menurutnya, website desa tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana pelayanan publik, transparansi pemerintahan, serta mendukung peningkatan Indeks Pemerintahan Digital Indonesia (PemDI). Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan seluruh 317 desa dan kelurahan memiliki domain desa.id sebagai identitas resmi pemerintah desa.

Selain SIDOMA, Diskominfo juga memperkenalkan CERMATIN (Cerdas Bermedia Digital Indramayu) sebagai platform pembelajaran bagi perangkat desa. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengikuti pelatihan, webinar, serta memperoleh materi mengenai teknologi informasi, keamanan siber, etika digital, hingga pemanfaatan teknologi secara produktif.

“Teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Suwenda.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto, menuturkan bahwa SIDOMA dan CERMATIN saling melengkapi dalam mendukung percepatan digitalisasi pemerintahan desa.

“Melalui SIDOMA kami ingin memastikan seluruh desa memiliki identitas digital resmi melalui domain desa.id. Sedangkan CERMATIN menjadi ruang belajar bagi perangkat desa agar semakin siap memanfaatkan teknologi informasi secara aman, efektif, dan berkelanjutan dalam mendukung pelayanan publik,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Diskominfo Indramayu Ikuti Bimtek Monev Keterbukaan Informasi Publik Jawa Barat 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu mengikuti pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik pada Badan Publik di Jawa Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Barat dari Kantor Diskominfo Kabupaten Indramayu, Jum’at (10/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dedy Suprayogi, beserta jajaran. Bimtek ini menjadi tahapan awal pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik bagi badan publik di Jawa Barat.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, mengatakan monitoring dan evaluasi merupakan tindak lanjut dari peluncuran Monev Keterbukaan Informasi Publik yang sebelumnya telah dilaksanakan KI Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, pelaksanaan Monev merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik beserta peraturan turunannya yang mewajibkan setiap badan publik menyelenggarakan layanan informasi secara terbuka, transparan, dan akuntabel.

Di Jawa Barat, pelaksanaan keterbukaan informasi juga mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2011 tentang Transparansi, Partisipasi, dan Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Melalui tema Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat melalui Keterbukaan Informasi Publik Menuju Jabar Istimewa, kami berharap keterbukaan informasi tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek prosedural, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung terwujudnya visi Jawa Barat Istimewa,” ujar Husni.

Usai mengikuti kegiatan, Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi badan publik dalam memahami mekanisme monitoring dan evaluasi sekaligus memperkuat implementasi keterbukaan informasi di daerah.

“Kami menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini sebagai bagian dari upaya mendorong terwujudnya pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan informasi publik yang lebih baik kepada masyarakat,” kata Suwenda.

Selain penyampaian kebijakan, peserta juga memperoleh penjelasan teknis dari Komisioner KI Provinsi Jawa Barat Bidang Kelembagaan, Yadi Supriadi. Materi yang disampaikan meliputi tahapan pelaksanaan, mekanisme penilaian, hingga kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan oleh masing-masing badan publik.

Monitoring dan Evaluasi Penerapan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 diikuti sebanyak 170 badan publik di Jawa Barat, yang terdiri atas pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, biro Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, instansi vertikal tingkat provinsi, BUMD, lembaga pemerintah nonstruktural, serta partai politik tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Transformasi Digital, Diskominfo Sosialisasikan Tiga Aplikasi Pendukung Kinerja ASN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat transformasi digital sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, CERMATIN, dan SIAGA AYU yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendasar dalam birokrasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan budaya kerja ASN melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Suwenda menambahkan, keberhasilan implementasi transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan seluruh aparatur dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami cara penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambahnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menjadi motor penggerak penerapan berbagai inovasi digital sehingga tercipta budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi bimbingan teknis, peserta memperoleh pemaparan mengenai fungsi dan mekanisme penggunaan tiga aplikasi yang dikembangkan Diskominfo Kabupaten Indramayu.

Aplikasi PATAS Co-Work (Portal ASN Tanpa Batas) dipaparkan oleh Pranata Komputer Ahli Pertama, Indra Kusumah. Platform ini dirancang sebagai ruang kerja digital yang mendukung kolaborasi antar-ASN, mempermudah koordinasi, berbagi informasi, serta meningkatkan produktivitas kerja secara terintegrasi.

Selanjutnya, Pranata Komputer Terampil Saji Yogi memperkenalkan SIAGA AYU (Sistem Informasi Agenda dan Monitoring Kegiatan Pemerintahan Indramayu) yang berfungsi untuk mengelola agenda pimpinan dan perangkat daerah secara lebih tertib, terkoordinasi, serta terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, Pranata Komputer Terampil Wahyu Hermawan memaparkan aplikasi CERMATIN (Cerdas Bermedia dan Literasi Digital Indramayu). Platform ini menjadi sarana pembelajaran digital yang menyediakan berbagai materi literasi digital, webinar, pelatihan, serta kegiatan edukasi guna meningkatkan kompetensi digital ASN maupun masyarakat.

Pada sesi tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai alur penggunaan aplikasi CERMATIN, mulai dari proses pendaftaran akun, pengisian presensi, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga penyimpanan sertifikat elektronik ke Google Drive pribadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Heru Susanto. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil bimbingan teknis yang telah diberikan.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata. Setiap perangkat daerah harus segera mengintegrasikan ketiga aplikasi ini ke dalam aktivitas kerja sehari-hari agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, efektif, dan responsif,” katanya.

Melalui pemanfaatan aplikasi PATAS Co-Work, SIAGA AYU, dan CERMATIN, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis mampu memperkuat ekosistem pemerintahan digital yang modern, meningkatkan kinerja aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sesuai tuntutan perkembangan teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Peringati Harganas ke-33, Diskominfo Indramayu Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Unggul

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Harganas 2026 menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang hadir secara fisik dan emosional, menjadi teladan, memberikan rasa aman, serta terlibat aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada Upacara Peringatan Harganas ke-33 di lingkungan Diskominfo Kabupaten Indramayu, Senin (29/6/2026).

Dalam amanatnya, Suwenda menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang memasuki masa bonus demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila kualitas sumber daya manusia dibangun sejak dari lingkungan keluarga.

“Penguatan kesehatan, pendidikan karakter, ketahanan mental, pencegahan stunting, serta pola pengasuhan yang berkualitas merupakan investasi penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Suwenda.

Ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting dari Kemendukbangga/BKKBN dalam peringatan Harganas tahun ini. Pertama, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dicintai, didengar, dan dihargai. Kedua, pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh ayah dan ibu sebagai satu tim.

Selain itu, keterlibatan ayah dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendukung perkembangan sosial dan emosional anak, menjaga kesehatan mental, hingga meningkatkan capaian pendidikan.

Suwenda juga mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif tanpa mengurangi kualitas komunikasi dan kedekatan antaranggota keluarga.

Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah Yogya Kembali pada 29 Juni 1949, ketika para pejuang Indonesia kembali berkumpul bersama keluarga setelah mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.

Melalui peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, Pemerintah berharap seluruh keluarga Indonesia semakin menyadari pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Mahasiswa Unnes Kembangkan Aplikasi Manajemen TTE untuk Diskominfo Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya digitalisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Salah satunya melalui program magang mahasiswa yang menghasilkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Awan Saputra Romadhoni, berhasil mengembangkan aplikasi manajemen TTE selama menjalani program magang di Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu.

Aplikasi tersebut dipresentasikan secara resmi pada 11 Juni 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sertifikat elektronik aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Indramayu menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, sistem yang dikembangkan mampu mempermudah proses pemantauan dan pengelolaan TTE yang sebelumnya dilakukan secara manual.

“Pengelolaan TTE yang sebelumnya memerlukan ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sedikit kini dapat dipantau secara instan dan akurat melalui sistem ini, sehingga efisiensi kerja dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Aplikasi tersebut memiliki empat fitur utama, yakni Dashboard dan Visualisasi Statistik, Manajemen Data TTE Aktif, Manajemen Data TTE Proses, serta Arsip TTE Expired.

Melalui dashboard interaktif, pengguna dapat memantau jumlah TTE aktif, pengajuan yang sedang diproses, hingga sertifikat yang telah kedaluwarsa. Sementara itu, fitur manajemen data memungkinkan pengelolaan informasi sertifikat elektronik secara lebih cepat dan terintegrasi.

Selain itu, sistem juga dilengkapi modul pelacakan proses pengajuan sertifikat baru maupun perpanjangan, sehingga memudahkan pemantauan terhadap tahapan verifikasi yang dilakukan oleh instansi terkait.

Fitur arsip TTE Expired berfungsi sebagai penyimpanan data historis sertifikat elektronik yang telah habis masa berlakunya. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan audit maupun penelusuran dokumen di masa mendatang.

Awan Saputra Romadhoni mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut merupakan implementasi langsung dari ilmu yang diperolehnya selama perkuliahan. Ia berharap sistem yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan administrasi di Diskominfo Indramayu.

Keberhasilan pengembangan aplikasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu melahirkan solusi digital yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, modern, dan berbasis teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika