INDRAMAYU.radarinformasi.com- Polsek Balongan Polres Indramayu Polda Jawa Barat memberikan edukasi kepada para pelajar melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti kenakalan remaja di Aula SMP Negeri 3 Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Balongan AKP Dedi Wahyudi, S.H., M.H., bersama jajaran Bhabinkamtibmas dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra (Unwir). Sekitar 60 siswa-siswi mengikuti kegiatan edukatif tersebut.
Dalam penyuluhan, Kapolsek Balongan mengajak para pelajar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, geng motor, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas.
Selain itu, para siswa diingatkan untuk tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah apabila belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Mereka juga diminta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan ketentuan atau knalpot brong.
Kapolsek juga mendorong para pelajar untuk menyalurkan energi, minat, dan kreativitas melalui berbagai kegiatan positif, seperti olahraga, seni, maupun kegiatan keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Balongan berharap para pelajar dapat memahami bahaya kenakalan remaja serta tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Mari bersama-sama mendukung generasi muda Indramayu agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan membanggakan.”
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan di jalur utama Pantura terus dilakukan jajaran kepolisian. Unit Lalu Lintas Polsek Lohbener Polres Indramayu Polda Jawa Barat melakukan pendataan terhadap seluruh titik putar balik atau u-turn di wilayah hukumnya, Rabu (22/7/2026).
Pendataan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan untuk menertibkan sejumlah titik u-turn yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan lalu lintas. Pengecekan lapangan dilakukan oleh Aiptu Wapi’i.
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 28 titik u-turn di sepanjang wilayah hukum Polsek Lohbener. Dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan titik dinilai perlu ditutup dan dicor demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Saat ini, dua titik u-turn telah memasuki proses penutupan dan pengecoran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu. Kedua lokasi tersebut berada di Blok Tanggul, Desa Kiajaran Kulon, serta di depan PT KKI.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kendaraan yang melakukan putar balik secara tiba-tiba di jalur Pantura yang memiliki tingkat kepadatan dan kecepatan kendaraan cukup tinggi.
Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta menggunakan titik putar balik yang telah ditentukan.
“Yuk, selalu utamakan keselamatan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas di jalan raya.”
BOGOR.radarinformasi.com – Setelah pemberitaan mengenai pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI/P3AI) di Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, berjudul “Swakelola Tinggal Nama? Proyek P3AI Desa Banjarwangi Diduga Diborongkan, Kualitas Pekerjaan Turap Ikut Disorot”, Ketua P3A Desa Banjarwangi, Ade Salman, membantah isi pemberitaan tersebut.
Menurut Ade Salman, informasi yang disampaikan dalam berita tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia beralasan pekerjaan pembangunan masih berlangsung sehingga belum dapat dinilai secara utuh.
Di sisi lain, diketahui Ade Salman juga berstatus sebagai Pendamping Desa. Sebelumnya ia bertugas di Kecamatan Ciawi dan sekitar dua bulan terakhir berpindah menjadi Pendamping Desa di Kecamatan Caringin.
Status rangkap jabatan tersebut menjadi sorotan karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Pendamping Desa merupakan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang bekerja berdasarkan kontrak dengan pemerintah pusat, dengan honorarium dan biaya operasional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai tenaga profesional yang dibiayai negara, pendamping desa dituntut menjalankan tugas secara penuh, menjaga integritas, profesionalitas, independensi, serta menghindari potensi benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugasnya. Oleh karena itu, sejumlah pihak menilai perlu adanya klarifikasi dari instansi yang berwenang mengenai apakah rangkap jabatan sebagai Ketua P3A sejalan dengan ketentuan yang mengatur Tenaga Pendamping Profesional.
Dalam proses konfirmasi, Ade Salman juga meminta agar redaksi radarinformasi.com menghapus pemberitaan yang telah diterbitkan.
“Kan pekerjaan belum beres bu, tar Kang A menemui ibu. Hapus itu sampai ditayangin di TikTok segala. Dari awal saya sudah bilang, kirim nomor rekening buat operasional dulu pasti dikasih. Ibu enggak ngasih nomor rekening kan. Saya bukan enggak respons di WA, tapi sedang sibuk monitoring, evaluasi, verifikasi kegiatan dan tugas lain,” ujar Ade Salman melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian karena dalam komunikasi yang sama Ade Salman meminta nomor rekening awak media dengan alasan untuk memberikan biaya operasional. Ia juga menyampaikan belum dapat menemui wartawan karena sedang menjalankan tugas verifikasi sebagai pendamping desa.
Dalam Code of Conduct Tenaga Pendamping Profesional Kementerian Desa, setiap pendamping diwajibkan menjunjung tinggi integritas, independensi, dan profesionalitas. Pendamping juga diwajibkan menghindari segala bentuk benturan kepentingan serta tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Selain itu, pendamping tidak diperkenankan menduduki jabatan atau posisi yang berpotensi memengaruhi objektivitas dan independensinya dalam menjalankan tugas.
Apabila seorang Pendamping Desa pada saat yang sama menjabat sebagai Ketua P3A yang mengelola program bantuan pemerintah, kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena yang bersangkutan menjalankan dua fungsi yang berbeda, yakni sebagai pihak yang melakukan pendampingan sekaligus memimpin organisasi penerima program pemerintah.
Oleh karena itu, instansi yang berwenang dinilai perlu melakukan verifikasi terhadap status jabatan yang bersangkutan guna memastikan pelaksanaan Program P3-TGAI maupun tugas pendampingan desa tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Ade Salman terkait potensi konflik kepentingan atas statusnya sebagai Ketua P3A Desa Banjarwangi sekaligus Pendamping Desa di Kecamatan Caringin. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang melaksanakan Pembinaan Administrasi Desa Semester I Tahun Anggaran 2026 di Desa Cadangpinggan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan tertib administrasi pemerintahan desa agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” Selasa (21/7/2026).
Pembinaan dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, serta dihadiri Sekretaris Kecamatan, para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Sub Bagian (Kasubag), Kuwu Desa Cadangpinggan Bagyana Kusmiarta, beserta jajaran perangkat desa.
Kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa. Melalui pembinaan ini, Pemerintah Kecamatan melakukan evaluasi sekaligus pendampingan terhadap pengelolaan administrasi desa agar lebih tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Dalam pelaksanaannya, tim pembina memeriksa berbagai dokumen administrasi pemerintahan desa, memberikan arahan terkait penyempurnaan administrasi, serta menyampaikan masukan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa. Kegiatan ini juga menjadi wadah konsultasi bagi perangkat desa dalam menyelesaikan berbagai kendala administrasi.
Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan menegaskan bahwa administrasi desa merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Pembinaan administrasi bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk pendampingan agar pemerintah desa mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Kami berharap seluruh perangkat desa memiliki pemahaman yang sama dalam pengelolaan administrasi sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Cadangpinggan, Bagyana Kusmiarta, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan berbagai arahan dan masukan dari tim pembina akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan di desanya.
Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berkomitmen melaksanakan pembinaan administrasi secara berkelanjutan kepada seluruh desa di wilayahnya. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan tertib administrasi, memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa, serta mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) bersama pengelola Pantai Balongan Indah atau Pantai Bali 2 menjalin sinergi melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengatasi kebutuhan air di kawasan wisata.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembuatan mesin pengolah air payau menjadi air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan mandi, cuci, kakus (MCK).
Mesin hasil karya mahasiswa Polindra itu diperkenalkan dalam acara soft opening yang digelar di halaman Pantai Wisata Bali 2, Jalan Raya Balongan, Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Indramayu Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM., beserta jajaran, Ketua Pantai Balongan Indah Akso Surya Darmawangsa bersama jajaran, serta sejumlah awak media.
Dalam sambutannya, Ketua Pantai Balongan Indah Akso Surya Darmawangsa mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara sektor pariwisata dan dunia pendidikan.
Menurut Akso, pengelola kawasan wisata perlu terus belajar dan berinovasi agar mampu berkembang serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana. Sebenarnya dari awal tidak ada rencana untuk mengadakan acara seperti ini. Namun, tujuan kami adalah agar tempat-tempat wisata di sepanjang pantai ini juga mau belajar dan berkembang. Belajarnya tidak harus ke Bali, tetapi bisa belajar ke Polindra,” ujarnya.
Ia berharap, sinergi tersebut dapat mendorong pengembangan sumber ekonomi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Balongan.
“Ini merupakan upaya untuk mencapai tujuan dan mengembangkan sumber ekonomi kita agar ekonomi dapat tumbuh dan manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat, khususnya warga Balongan,” katanya.
Sementara itu, saat ditemui awak media, Direktur Polindra Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berawal dari persoalan kebutuhan air di kawasan Pantai Bali 2.
“Sekarang kita bersinergi dengan wisata Pantai Balongan 2. Ada permasalahan air bersih di pantai ini, sehingga kita selesaikan dengan membuat mesin penjernih air,” ungkap Rofan.
Ia menjelaskan, mesin tersebut dirancang untuk mengolah air payau agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan MCK.
“Air payau ini kita olah menjadi air yang layak digunakan untuk mandi dan kebutuhan sanitasi di kawasan Pantai Balongan,” jelasnya.
Rofan menambahkan, mesin tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Polindra yang dikembangkan sebagai bagian dari tugas akhir.
“Ini merupakan hasil karya mahasiswa dan tugas akhir mahasiswa. Kami ingin agar tugas akhir yang dibuat di Polindra dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Mesin pengolah air tersebut dibuat oleh dua mahasiswa semester VIII Politeknik Negeri Indramayu, yakni Ahmad Farhani dan Anggerata Gama Inka.
Salah satu pembuat mesin, Ahmad Farhani, menjelaskan kepada awak media bahwa mesin tersebut mampu menghasilkan sekitar tujuh liter air per menit atau sekitar 420 liter per jam.
Jika dioperasikan selama 24 jam, kapasitas produksinya diperkirakan dapat mencapai sekitar 10.000 liter air per hari.
Ahmad menjelaskan, proses pengolahan air dilakukan melalui beberapa tahapan. Air dari sumur bor terlebih dahulu ditampung di tandon pertama untuk menjalani proses pengendapan.
Selanjutnya, air dialirkan melalui sistem penyaringan untuk mengurangi bau, kadar zat besi, kekeruhan, ion, serta berbagai partikel halus.
Dalam proses filtrasi, mesin tersebut menggunakan sejumlah media penyaring, di antaranya pasir silika, mangan, karbon aktif, dan media filter lainnya.
Setelah melalui proses penyaringan, air kemudian dialirkan ke tandon kedua sebelum dipompa melalui membran. Air hasil pengolahan tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan MCK.
Ahmad mengatakan, proses pembuatan mesin tersebut membutuhkan waktu hampir dua bulan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya referensi mengenai mesin pengolahan air payau dengan konsep yang dikembangkan.
“Referensi mengenai mesin seperti ini masih minim. Saya banyak belajar secara otodidak, berdiskusi dengan pihak Polindra, serta belajar dari para teknisi yang berpengalaman,” ungkapnya.
Ia menuturkan, ide pembuatan mesin tersebut berawal dari obrolan bersama sejumlah pihak, termasuk pengelola Pantai Balongan Indah, Bapak Hasan, serta ayahnya, Sobari.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan untuk menjawab persoalan tingginya biaya penggunaan air PDAM yang selama ini menjadi salah satu beban operasional kawasan wisata.
“Latar belakang saya membuat mesin ini karena pernah mendengar keluhan mengenai biaya PDAM yang cukup tinggi, bisa mencapai sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta. Dari situ muncul ide, kenapa tidak membuat mesin untuk mengolah air yang tersedia di sekitar pantai,” katanya.
Ia berharap, keberadaan mesin tersebut dapat membantu mengurangi biaya penggunaan air PDAM sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia di sekitar kawasan Pantai Balongan.
Kolaborasi Polindra dan pengelola Pantai Bali 2 tersebut menjadi salah satu contoh penerapan hasil karya mahasiswa dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, inovasi yang lahir dari lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akhir, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha pariwisata.
BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dirancang pemerintah dengan sistem swakelola agar pembangunan irigasi dilaksanakan langsung oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Namun, pelaksanaan proyek P3A senilai Rp195 juta di Desa Banjarwangi, Kabupaten Bogor, justru memunculkan sejumlah dugaan yang bertolak belakang dengan tujuan program tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek tersebut diduga tidak dikerjakan secara swakelola oleh P3A, melainkan dialihkan kepada seorang pemborong. Apabila dugaan tersebut benar, pelaksanaan proyek patut dipertanyakan karena tidak sejalan dengan Pedoman Pelaksanaan Program P3-TGAI yang diterbitkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai.
Di lapangan, pekerjaan diketahui dikoordinasikan oleh seorang mandor bernama Pepen (Fendi). Sementara itu, baik pelaksana maupun mandor proyek disebut jarang berada di lokasi sehingga sulit ditemui awak media. Saat dikonfirmasi mengenai dugaan proyek diborongkan, pelaksanaan pekerjaan, maupun kualitas konstruksi, baik mandor Pepen maupun pelaksana proyek memilih tidak memberikan keterangan.
Selain dugaan mekanisme pelaksanaan yang tidak sesuai konsep swakelola, awak media juga menemukan sejumlah kondisi yang menjadi sorotan pada pekerjaan fisik. Di antaranya terdapat dugaan penggunaan batu bekas pada pasangan turap. Batu-batu tersebut tampak seperti batu lama yang digunakan kembali.
Temuan lainnya adalah adanya rongga atau lubang yang cukup dalam di bagian belakang salah satu turap irigasi. Secara teknis, apabila kondisi tersebut merupakan hasil akhir pekerjaan, keberadaan rongga dapat mengurangi dukungan tanah terhadap turap. Rongga yang dibiarkan berpotensi menjadi jalur masuk air yang dapat menggerus tanah, memicu penurunan tanah, hingga meningkatkan risiko pergeseran maupun kerusakan turap dalam jangka panjang.
Awak media juga menemukan banyak genangan air di sepanjang area pekerjaan. Meski pekerjaan pasangan batu masih berlangsung, tidak terlihat adanya pemasangan kisdam (cofferdam) atau penahan aliran sementara yang lazim digunakan untuk mengurangi masuknya air ke area kerja sehingga proses pemasangan pasangan batu dan adukan dapat dilakukan dalam kondisi yang lebih terkendali.
Kondisi area kerja yang terus tergenang air berpotensi memengaruhi kualitas pekerjaan apabila tidak ditangani dengan metode konstruksi yang memadai, terutama terkait daya lekat adukan, kepadatan pasangan batu, dan hasil akhir konstruksi. Oleh karena itu, penggunaan metode pengendalian aliran air menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga mutu pekerjaan, khususnya pada pembangunan turap irigasi.
Ironisnya, Kepala Desa Banjarwangi mengaku hingga saat ini belum pernah menerima koordinasi terkait pelaksanaan proyek tersebut.
“Sejauh ini belum ada koordinasi dengan pemerintah desa mengenai pelaksanaan proyek tersebut, tanyakan langsung saja ke pelaksananya,” ujar Kepala Desa Banjarwangi.
Pernyataan tersebut semakin menambah tanda tanya mengenai tata kelola proyek yang menggunakan anggaran negara. Pasalnya, koordinasi dengan pemerintah desa dinilai penting agar pelaksanaan kegiatan berjalan secara transparan dan diketahui oleh pemerintah setempat.
Jika pekerjaan benar diduga diborongkan, lalu di mana letak konsep swakelola yang menjadi ruh Program P3-TGAI. Di sisi lain, dugaan penggunaan material bekas serta temuan kondisi turap di lapangan juga menjadi perhatian karena menyangkut kualitas bangunan irigasi yang nantinya dimanfaatkan masyarakat.
Apabila ditemukan adanya penyimpangan, baik dari sisi tata kelola, penggunaan material, maupun mutu pekerjaan, masyarakat meminta agar dilakukan evaluasi dan penindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pengurus P3A dan pelaksana proyek belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu membuka Pelatihan Bahasa Jepang bagi calon peserta Program Pemagangan ke Jepang. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan IM Japan sebagai upaya mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten untuk bekerja di Negeri Sakura.
Pelatihan berlangsung selama 60 Jam Pelajaran (JP) dan ditujukan bagi calon pekerja migran yang ingin mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh berbagai fasilitas, di antaranya pelatihan Bahasa Jepang selama 60 JP, modul pembelajaran, alat tulis, serta kaos seragam.
Adapun persyaratan umum pendaftaran meliputi laki-laki berusia 18 hingga 25 tahun 6 bulan, berpendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat, memiliki tinggi badan minimal 160 sentimeter, berat badan minimal 50 kilogram, sehat jasmani dan rohani, tidak bertindik maupun bertato, tidak memiliki riwayat patah tulang, serta tidak menggunakan kacamata dan tidak buta warna.
Pelatihan akan dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Pendaftaran dibuka hingga 29 Juli 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui tautan https://bit.ly/sigap_bahasajepang� atau dengan memindai QR Code yang tersedia pada media publikasi resmi.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui nomor 0877-7618-2626 (Gerry).
Melalui pelatihan ini, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa dan keterampilan yang memadai sehingga siap mengikuti program pemagangan di Jepang serta mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern terus dilakukan di Kecamatan Sukagumiwang. UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukagumiwang bersama Kelompok Tani (Poktan) melaksanakan studi banding ke Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, untuk mempelajari implementasi Program PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agricultural System), Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian serta petani melalui pembelajaran langsung mengenai penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern yang telah dikembangkan di Desa Plosokerep.
Selama kunjungan, peserta berkesempatan mengamati berbagai teknologi, metode budidaya, dan sistem pengelolaan lahan yang diterapkan guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian.
Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP, mengapresiasi pelaksanaan studi banding tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian sekaligus membuka peluang penerapan berbagai inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Sukagumiwang.
“Studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga mampu menginspirasi para petani untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Sukagumiwang,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan memperoleh pemaparan mengenai konsep PM-AAS, yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi pertanian modern, pengelolaan lahan secara efisien, serta penerapan berbagai inovasi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Selain menerima materi, para peserta juga melakukan peninjauan langsung ke area pertanian untuk melihat implementasi teknologi, penggunaan alat dan mesin pertanian, serta metode budidaya yang telah diterapkan di lapangan.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman dengan pengelola program, membahas berbagai tantangan dalam penerapan pertanian modern, sekaligus menggali strategi yang dinilai efektif untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.
Camat Moh. Mulya Setiawan berharap hasil studi banding tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penerapan inovasi yang sesuai dengan kondisi kelompok tani di Kecamatan Sukagumiwang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, UPTD BPP Sukagumiwang bersama kelompok tani diharapkan mampu mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Program PM-AAS secara bertahap, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu melalui penerapan teknologi dan sistem pertanian modern.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Antusiasme masyarakat Kabupaten Indramayu menyambut partai puncak Piala Dunia 2026 terlihat dalam kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia yang digelar Pemerintah Kabupaten Indramayu di Videotron Alun-Alun Indramayu, Senin (20/7/2026) dini hari.
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu tersebut menghadirkan suasana penuh kebersamaan saat masyarakat menyaksikan laga final antara Spanyol dan Argentina.
Sejak Minggu (19/7/2026) malam, kawasan Alun-Alun Indramayu telah dipadati warga. Sebelum pertandingan dimulai, pengunjung disuguhkan hiburan musik dari band lokal, dipandu pembawa acara, serta berkesempatan memperoleh berbagai hadiah yang disiapkan panitia.
Ramainya masyarakat yang hadir turut memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pedagang makanan, minuman, dan berbagai produk lainnya memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan penjualan selama acara berlangsung.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, mengatakan kegiatan nobar bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berolahraga.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menjadi wadah kebersamaan masyarakat, juga menjadi media untuk menyampaikan pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Ahmad Syadali, olahraga tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mental dan menciptakan suasana hati yang lebih baik.
“Dengan berolahraga tubuh menjadi sehat dan kuat, pikiran lebih segar, serta hati menjadi lebih tenang dan bahagia,” tambahnya.
Suasana nobar berlangsung tertib dan kondusif. Sejak menjelang dini hari, masyarakat mulai memadati kawasan Alun-Alun Indramayu untuk menyaksikan pertandingan sepak bola empat tahunan tersebut melalui layar videotron.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat Pemerintah Kabupaten Indramayu juga tampak hadir bersama masyarakat, di antaranya Dandim 0616/Indramayu, jajaran Polres Indramayu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, kepala perangkat daerah, pimpinan Bank BJB Indramayu, Perumdam Tirta Dharma Ayu, PT BWI, serta BIMJ Balongan.
Guna memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menggelar nonton bareng di sejumlah titik lain, yakni eks Kawedanan Karangampel, Jatibarang, Losarang, Kandanghaur, Haurgeulis, serta wilayah eks Kawedanan Indramayu yang berlokasi di Kecamatan Sindang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap ruang-ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul yang positif, mempererat silaturahmi antarmasyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan acara.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini memasuki tahap akhir. Sekolah hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia tersebut dijadwalkan mulai menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada 31 Juli 2026.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare ini akan melayani peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Kesiapan penyelenggaraan MPLS dipastikan saat Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, melakukan monitoring dan evaluasi di lokasi sekolah.
Iin mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Sosial RI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang didukung sarana dan prasarana yang memadai.
“Sekolah Rakyat menjadi bukti komitmen pemerintah, baik Kementerian Sosial maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Agus Saputra Aryanto, menjelaskan bahwa kawasan Sekolah Rakyat dirancang sebagai kompleks pendidikan modern dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas yang tersedia meliputi gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, rumah ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, hingga sarana olahraga.
Selain itu, kawasan pendidikan tersebut juga dilengkapi lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area multifungsi, taman edukasi, serta sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurut Agus, dimulainya kegiatan MPLS menjadi penanda bahwa Sekolah Rakyat telah memasuki tahap operasional dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan dan segera dapat digunakan oleh para siswa,” katanya.
Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu akan menampung 270 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 100 siswa dari sekolah rintisan yang juga akan mengikuti proses pembelajaran di kawasan tersebut.
Dengan hampir rampungnya pembangunan infrastruktur, Sekolah Rakyat Cikawung diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu menciptakan generasi muda Indramayu yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing, sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di daerah.