Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Desa Pancawati Disambut Antusias Petani dan Masyarakat

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilakukan di Daerah Irigasi (D.I.) Cilonjong, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.

Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Sugih Mukti 3 dengan Ketua Kelompok Tani Iyus.

Ketua Kelompok Tani, Iyus, mengatakan program P3-TGAI merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung sektor pertanian melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi. Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang baik akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah Desa Pancawati kembali mendapatkan program P3-TGAI. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Ciliwung Cisadane yang telah memperhatikan kebutuhan petani. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” ujar Iyus.

Ia berharap pembangunan saluran irigasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap hasil pertanian masyarakat serta menjadi infrastruktur yang bermanfaat dalam jangka panjang.

“Dengan irigasi yang baik, aliran air menuju sawah akan semakin lancar sehingga para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama saat musim kemarau. Kami optimistis program ini akan berdampak pada meningkatnya hasil panen dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Iyus juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar ikut merawat saluran irigasi ini. Jangan membuang sampah ke saluran air dan mari rutin membersihkannya agar tidak terjadi penyumbatan. Infrastruktur ini dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) 03 Desa Pancawati, Asep, yang akrab disapa Daseng, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya atas pelaksanaan program P3-TGAI di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat dan para petani.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut dengan antusias adanya program P3-TGAI ini. Saluran irigasi yang baik sangat dibutuhkan petani untuk menunjang aktivitas pertanian. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Pancawati dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah kami,” ungkap Daseng.

Daseng juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program sekaligus menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami siap mendukung penuh program ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga serta merawat saluran irigasi yang telah dibangun. Dengan semangat gotong royong, kami yakin manfaat program ini akan terus dirasakan oleh para petani dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui pola swakelola, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, program ini juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.

Red

Program P3-TGAI Rp195 Juta di Desa Sukamahi Tingkatkan Infrastruktur Irigasi Pertanian

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Ciseuseupan, Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung.

Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000.
Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.89. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Sahabat Sejati dengan Ketua Pelaksana Ujang Munzali.

Ujang Munzali mengatakan, pembangunan saluran irigasi melalui program P3-TGAI merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas jaringan irigasi guna mendukung produktivitas sektor pertanian. Menurutnya, saluran yang baik akan membuat distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan air para petani dapat terpenuhi secara optimal.

“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para petani melalui pembangunan infrastruktur irigasi berbasis swakelola masyarakat. Kami berharap saluran yang telah dibangun ini dapat memperlancar aliran air ke area persawahan sehingga mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan para petani,” ujar pria yang akrab disapa Ust. Jali saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada proses pembangunan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya para petani, agar bersama-sama merawat saluran irigasi ini. Jangan membuang sampah ke saluran air dan rutin membersihkannya agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menghambat aliran air menuju lahan pertanian. Irigasi yang bersih dan terawat adalah tanggung jawab kita bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ust. Jali juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sukamahi beserta jajaran Pemerintah Desa yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama pelaksanaan kegiatan sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Sukamahi beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan demi kelancaran pelaksanaan program ini. Harapan kami, amanah yang diberikan kepada seluruh pihak dapat dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik Desa Sukamahi, yang dikenal sebagai salah satu desa terbaik di Kabupaten Bogor, dengan bekerja secara jujur, transparan, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Melalui pola swakelola, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, program ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta memastikan keberlanjutan pemeliharaan jaringan irigasi.

Dengan selesainya pembangunan saluran irigasi di D.I. Ciseuseupan, diharapkan pasokan air menuju lahan pertanian di Desa Sukamahi dapat semakin optimal, sehingga memberikan manfaat nyata bagi para petani sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Megamendung.

Red

Pembangunan P3-TGAI di Desa Sukamaju Masuki Tahap Akhir, Ketua P3A: Kini Irigasi Mampu Mengairi Hingga 15 Hektare Sawah

BOGOR.radarinformasi.com – Pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Cibalandongan, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kini telah memasuki tahap akhir. Saat ini, para pekerja tengah menyelesaikan proses penghalusan (finishing) pada bangunan turap sebagai bagian dari penyelesaian pekerjaan sebelum dilakukan pemeriksaan akhir.

Program yang didanai melalui APBN Tahun 2026 dengan nilai sebesar Rp195.000.000 tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Mitra Cai Sukamaju.

Ketua P3A Mitra Cai Sukamaju, Topik, S.Pd.I., mengatakan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai tahapan dan kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani di Desa Sukamaju.

“Alhamdulillah, saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap finishing. Kami terus berupaya menyelesaikan seluruh tahapan dengan sebaik-baiknya agar hasil pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat yang memanfaatkan saluran irigasi,” ujar Topik saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, pembangunan saluran irigasi yang baik akan berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi air ke areal persawahan sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.

“Ketika salurannya bagus, maka air yang mengalir juga akan bagus. Terutama untuk para petani yang sebelumnya hanya dapat mengairi lahan sekitar 2 hingga 3 hektare, sekarang insyaallah bisa menjangkau hingga sekitar 15 hektare. Selain itu, manfaatnya juga akan dirasakan oleh warga yang berada di sekitar aliran sungai,” ucapnya.

Topik juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas irigasi ini. Pembangunan ini merupakan aset bersama yang dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat. Mari kita rawat dan pelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Topik turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Sukamaju beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Sukamaju atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan selama proses pelaksanaan Program P3-TGAI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Sukamaju beserta seluruh perangkat desa yang telah memberikan dukungan, koordinasi, dan kerja sama sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik hingga memasuki tahap akhir. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat Desa Sukamaju,” tuturnya.

Dengan segera rampungnya pekerjaan tersebut, Program P3-TGAI diharapkan mampu meningkatkan fungsi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Cibalandongan, memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para petani dan masyarakat sekitar dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Sukamaju.

Red

Berantas Kejahatan Jalanan, Polres Indramayu Bentuk Unit Reaksi Cepat

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Polres Indramayu Polda Jawa Barat memperkuat upaya pemberantasan kejahatan jalanan dengan membentuk Unit Reaksi Cepat (URC). Tim khusus tersebut disiapkan untuk merespons secara cepat berbagai laporan dan aduan masyarakat terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Unit Reaksi Cepat tersebut diumumkan langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., saat memberikan keterangan di Mako Polres Indramayu, Kamis (23/7/2026).

Kapolres menjelaskan, URC terdiri dari 10 personel pilihan yang didukung oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu serta jajaran polsek. Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Jawa Barat dalam memperkuat penanganan berbagai bentuk kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), begal, premanisme, tawuran, hingga aksi geng motor.

Tim URC disiagakan sebagai garda terdepan untuk merespons secara cepat setiap aduan darurat masyarakat. Penanganan laporan juga terintegrasi dengan layanan Call Center Polri 110.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat.

“Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan yang mencoba mengganggu keamanan di Kabupaten Indramayu. Kami akan melakukan penindakan secara tegas dan tanpa kompromi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau menjadi korban tindak kejahatan.

“Masyarakat jangan takut untuk melapor. Segera sampaikan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aksi kejahatan, tawuran, premanisme, begal, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kami akan merespons setiap laporan masyarakat dengan cepat dan terukur,” ujar Fajar.

Kapolres juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja guna mencegah keterlibatan mereka dalam aksi tawuran, geng motor, maupun kejahatan jalanan lainnya.

Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan, Polres Indramayu menyediakan layanan cepat Lapor Pak POLISI – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp 0819-9970-0110 serta layanan darurat Call Center Polri 110.

Dengan pembentukan URC dan dukungan partisipasi masyarakat, Polres Indramayu berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Sumber: Humas Polres Indramayu
Andika

Polres Indramayu Ungkap Tawuran Maut di Lohbener, Empat Tersangka Diamankan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu Polda Jawa Barat mengungkap kasus kekerasan yang mengakibatkan seorang pelajar meninggal dunia dalam aksi tawuran antar remaja di Jalan Raya Desa Larangan, Blok Cilempong, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026). Pengungkapan kasus disampaikan Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang saat memimpin konferensi pers di Mako Polres Indramayu, Kamis (23/7/2026).

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Korban diketahui merupakan seorang pelajar berinisial G (17) yang meninggal dunia akibat kekerasan dalam peristiwa tawuran.

Satu tersangka berinisial Y (16 tahun 4 bulan) diduga sebagai pelaku utama kekerasan fisik terhadap korban. Sementara tiga tersangka lainnya, yakni W (20), S (18), dan K (19), ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa dan menguasai senjata tajam berukuran ekstrem saat aksi tawuran berlangsung.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya berbagai jenis senjata tajam serta pakaian yang dikenakan para pelaku.

Kapolres Indramayu menyampaikan keprihatinan atas kembali terlibatnya anak di bawah umur dalam aksi kekerasan. Ia mengimbau orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya di luar rumah.

Polres Indramayu menegaskan komitmennya untuk menindak tegas berbagai bentuk kejahatan jalanan dan aksi tawuran yang mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau aktivitas yang dapat mengarah pada tindak kekerasan agar dapat segera ditangani.

Sumber: Humas Polres Indramayu
Andika

Polres Indramayu Ungkap 27 Kasus Narkoba, 29 Tersangka Diamankan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayu Polda Jawa Barat mengungkap 27 kasus peredaran gelap narkoba selama periode Juni hingga Juli 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 29 orang tersangka beserta sejumlah barang bukti.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan pengungkapan kasus tersebut saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Indramayu, Kamis (23/7/2026).

Dari 27 kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 21 kasus merupakan perkara narkotika, lima kasus terkait obat keras tertentu, serta satu kasus psikotropika. Pengungkapan tersebut dilakukan di 16 kecamatan di wilayah Kabupaten Indramayu.

Dari tangan para tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu seberat 233,7 gram, tembakau sintetis 100,76 gram, 2.403 butir obat keras tertentu, serta 40 butir alprazolam.

Selain itu, polisi turut menyita uang tunai, belasan timbangan digital, serta sejumlah kendaraan yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

Kapolres menegaskan, para tersangka yang berperan sebagai pengedar akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, tersangka yang berstatus sebagai pengguna akan diarahkan melalui mekanisme Tim Asesmen Terpadu (TAT) untuk mendapatkan penanganan rehabilitasi sesuai prosedur.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Indramayu dalam memberantas peredaran gelap narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sumber: Humas Polres Indramayu
Andika

Tinjau Bendung Cileuis, Kementan dan BBWS Cimanuk Cisanggarung Perkuat Penanganan Kekeringan di Sukagumiwang

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya penanganan dampak kekeringan pada lahan pertanian terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Tenaga Ahli Menteri Pertanian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kondisi Bendung Cileuis di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kamis (23/7/2026).

Kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Kecamatan Sukagumiwang Yayan Tefianty, S.E., mewakili Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari monitoring kondisi kekeringan yang berdampak pada Daerah Irigasi Sekunder Bondan. Saluran irigasi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sukagumiwang dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Daerah Irigasi Sekunder Bondan mengairi sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian. Kondisi kekeringan yang terjadi menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi ketersediaan air untuk mendukung produktivitas pertanian.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, pihak terkait melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi bendung dan sistem pengairan sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi dampak kekeringan.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan kekeringan serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Langkah koordinasi dan monitoring secara langsung dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air irigasi tetap menjadi perhatian bersama, khususnya dalam menjaga produktivitas lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan.

Sumber: Humas Sukagumiwang
Andika

FWJI Indramayu Bersama HKHPI Kawal Dugaan Pencemaran Limbah Pertamina EP di Pantai BALI 2

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Indramayu bersama Himpunan Konsultan Hukum Pertambangan Indonesia (HKHPI) menyatakan akan mengawal penanganan dugaan pencemaran limbah minyak yang diduga berasal dari aktivitas PT Pertamina EP di kawasan Pantai Wisata Balongan Indah (BALI 2), Kabupaten Indramayu.

Langkah pengawalan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta perlindungan terhadap masyarakat, pelaku usaha wisata, dan nelayan yang terdampak dugaan pencemaran. Sebelumnya, pengelola Wisata BALI 2, Akso Surya Darmawangsa, mengungkapkan bahwa pencemaran limbah minyak telah mengganggu aktivitas wisata dan menurunkan jumlah kunjungan wisatawan.

Ketua FWJI Kabupaten Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom., menegaskan bahwa apabila hasil penyelidikan membuktikan pencemaran tersebut berasal dari aktivitas perusahaan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, maka penyelesaiannya harus dilakukan secara bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mendorong adanya transparansi dalam proses penanganan serta pemulihan lingkungan.

Sementara itu, Ketua HKHPI Edi menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Organisasi tersebut juga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan penyelidikan secara profesional berdasarkan bukti dan hasil uji ilmiah.

FWJI dan HKHPI berharap PT Pertamina EP segera memberikan penjelasan resmi kepada publik serta mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi lingkungan apabila terbukti terjadi pencemaran, sehingga aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Pantai Wisata BALI 2 dapat kembali normal.

Hingga laporan tersebut dipublikasikan, pihak PT Pertamina EP belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.

Reporter : Andika

BLK Indramayu Buka Pendaftaran Pelatihan Berbasis Kompetensi Gratis Tahun 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Indramayu resmi membuka pendaftaran Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja sekaligus memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pendaftaran dibuka mulai 23 hingga 26 Juli 2026. Setelah masa pendaftaran, peserta akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang terdiri atas tes teori secara daring pada 27 Juli 2026, pengumuman hasil tes 28 Juli 2026, wawancara 29 Juli 2026, pengumuman hasil wawancara 30 Juli 2026, serta daftar ulang 31 Juli 2026.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai 3 Agustus hingga 1 September 2026 di UPTD BLK Kabupaten Indramayu.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas secara gratis, meliputi alat tulis dan modul pelatihan, seragam, sepatu, sertifikat pelatihan, serta Sertifikat Kompetensi BNSP sebagai bukti pengakuan kompetensi sesuai bidang keahlian yang diikuti.

Masyarakat yang berminat dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan https://linktr.ee/imyblk⁠� atau memperoleh informasi lebih lanjut melalui nomor 0896-9823-0800.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kompetensi tenaga kerja, serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Pihak penyelenggara mengingatkan masyarakat untuk segera mendaftar karena jumlah peserta yang diterima terbatas.

Sumber: BLK Kab. Indramayu
Andika

“Pantai Bali 2 Makin Siap Sambut Wisatawan, Dishub Jabar Perkuat Fasilitas Keselamatan”

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyerahkan bantuan alat keselamatan pelayaran kepada pengelola Objek Wisata Pantai Bali 2, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/7/2026).

Bantuan tersebut berupa 10 jaket keselamatan (life jacket) dan dua tandu. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Pantai Bali 2, Jalan Raya Balongan, Desa/Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah PPP Pelabuhan Laut, Maulida Aprilia, SE., M.Si., Ketua Pengelola Objek Wisata Pantai Bali 2 Akso Surya Darmawangsa beserta jajaran, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat beserta jajaran, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, serta sejumlah awak media.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan berita acara serah terima barang, ramah tamah, serta peninjauan kawasan Objek Wisata Pantai Bali 2.

Kepala UPTD PPP Pelabuhan Laut, Maulida Aprilia, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan pantai.

“Acara ini penyerahan alat keselamatan, antara lain life jacket dan tandu. Harapan kami, apa yang sudah diberikan ini meskipun masih belum sepenuhnya seperti yang diminta oleh pengelola Bali 2, paling tidak dapat mengurangi risiko kecelakaan di pantai,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, keselamatan pengunjung menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan melalui langkah-langkah pencegahan.

“Kita tidak mengharapkan ada korban, tetapi hal itu bisa saja terjadi. Karena itu, kita melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan risiko tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengelola Objek Wisata Pantai Bali 2, Akso Surya Darmawangsa, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, pihak pengelola sejak awal telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan terkait kebutuhan sarana keselamatan.

“Dari awal kita sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan. Prinsipnya, mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Akso.

Ia berharap dukungan terhadap keselamatan di kawasan wisata dapat terus ditingkatkan. Selain bantuan alat keselamatan yang telah diterima, Akso juga berharap adanya dukungan tambahan berupa perahu karet dan kendaraan siaga khusus untuk kawasan pantai.

“Harapan kami ke depan juga dapat dipikirkan perahu karet dan mobil siaga khusus untuk wilayah pantai, karena Pantai Bali 2 sudah banyak pengunjungnya. Minimal penjagaan dan kesiapsiagaan harus lebih diutamakan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan dalam upaya meningkatkan keselamatan pengunjung di kawasan wisata.

Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung penyerahan bantuan alat keselamatan kepada pengelola Pantai Bali 2. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai langkah antisipasi dan upaya meminimalkan berbagai potensi kejadian yang tidak diinginkan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan edukasi serta menyampaikan kebutuhan tambahan kepada pimpinan, termasuk pengadaan perahu karet yang dinilai penting untuk mendukung penanganan kondisi darurat di kawasan wisata.

“Perahu karet mungkin sangat dibutuhkan, apalagi melihat kondisi dan aktivitas di kawasan pantai. Kami akan mencoba mengedukasi dan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pimpinan, sehingga ke depan dapat mendukung apa yang menjadi kebutuhan pengelola Pantai Bali 2,” ujarnya.

Dinas Perhubungan berharap sinergi dan dukungan terhadap pengelola wisata dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara lebih optimal demi menciptakan keamanan dan keselamatan bagi para pengunjung Pantai Bali 2.

Reporter  : Andika