Kecamatan Sukagumiwang Sosialisasikan Administrasi Kependudukan dan Percepatan Kepemilikan KIA bagi Anak Usia Dini

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar sosialisasi tata kelola administrasi kependudukan sekaligus percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 hingga 5 tahun di Ruang Kerja Camat Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP., didampingi Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Dudy Riswandi, S.IP., serta Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dedi Nurhadi, SE.

Sosialisasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut nota lisan Camat Sukagumiwang terkait pentingnya penataan administrasi kependudukan sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak berusia 0 hingga 5 tahun. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan sebagai dasar memperoleh berbagai layanan publik.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang mengundang Koordinator Dinas Pendidikan Kecamatan Sukagumiwang bersama Ketua Persatuan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (PGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), serta Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sukagumiwang.

Camat Sukagumiwang Moh. Mulya Setiawan mengatakan, sinergi antara pemerintah kecamatan dan dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung tertib administrasi kependudukan. Melalui jaringan satuan pendidikan anak usia dini, informasi mengenai pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan dan KIA dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada para orang tua maupun wali murid.

Menurutnya, KIA tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi anak, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pendukung dalam mengakses berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial lainnya.

“Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh anak usia dini di wilayah Kecamatan Sukagumiwang memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Sukagumiwang, Dudy Riswandi, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi pendidik dalam mendorong percepatan penerbitan KIA bagi anak usia dini.

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dedi Nurhadi menegaskan pentingnya tertib administrasi kependudukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang optimal.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Dengan meningkatnya kepemilikan KIA dan dokumen kependudukan lainnya sejak usia dini, diharapkan terwujud data kependudukan yang akurat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Hashim Djojohadikusumo Hadiri Penanaman Kedelai Nasional di Indramayu, Dukung Target Swasembada Pangan 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menghadiri kegiatan Penanaman Kedelai 2026 yang berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).

Kehadiran Hashim dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap program peningkatan produksi kedelai nasional guna mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Hashim menyampaikan bahwa dirinya hadir di Indramayu atas amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program penanaman kedelai yang menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan pangan nasional.

“Saya hadir di Kabupaten Indramayu atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri sekaligus mendukung kegiatan Penanaman Kedelai 2026 yang dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana,” ujarnya.

Menurut Hashim, pengembangan komoditas kedelai menjadi perhatian serius pemerintah mengingat tingginya kebutuhan dalam negeri yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi kedelai melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, kegiatan penanaman kedelai yang dilaksanakan di lahan HGU PG Rajawali II tersebut merupakan salah satu proyek percontohan nasional dalam program swasembada kedelai tahun 2026.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian kedelai yang efektif dan berkelanjutan sehingga dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia.

“Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Karena itu, daerah ini dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan untuk mendukung pencapaian target swasembada kedelai nasional,” katanya.

Hashim menegaskan, keberhasilan program swasembada kedelai membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, hingga pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian.

Menurutnya, peningkatan produksi kedelai dalam negeri tidak hanya penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.

Kegiatan penanaman kedelai tersebut mendapat sambutan positif dari para petani dan masyarakat setempat. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kedelai yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Melalui proyek percontohan yang dimulai di Desa Sukamulya, pemerintah berharap produksi kedelai nasional dapat terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi dan target swasembada kedelai tahun 2026 dapat tercapai.

Diketahui, Hashim Djojohadikusumo saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan aktif mendorong berbagai program pembangunan yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Reporter : Andika

Polsek Widasari Edukasi Siswa MI PUI Ujung Aris Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Kejahatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan anak-anak terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, Polsek Widasari Polres Indramayu menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) di MI PUI Ujung Aris, Desa Ujung Aris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan siswi dengan materi yang berfokus pada pentingnya menjaga keselamatan diri serta mengenali berbagai bentuk ancaman yang dapat membahayakan anak-anak di lingkungan sekitar.

Kapolsek Widasari, AKP Suprapto, mengatakan bahwa edukasi sejak usia dini sangat penting untuk membentuk sikap waspada sekaligus memberikan bekal pengetahuan kepada anak-anak dalam menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

Menurutnya, para pelajar perlu memahami langkah-langkah dasar untuk melindungi diri, mengenali kondisi yang mencurigakan, serta mengetahui kepada siapa harus melapor ketika menghadapi permasalahan yang mengancam keselamatan mereka.

“Anak-anak harus memiliki pemahaman tentang cara menjaga diri, mengenali situasi yang berisiko, serta segera melaporkan kepada guru atau orang tua apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujar AKP Suprapto.

Selain memberikan edukasi kepada para siswa, petugas kepolisian juga mengajak para guru untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik selama berada di lingkungan sekolah maupun saat jam kepulangan.

Peran aktif tenaga pendidik dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kapolsek menambahkan, sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian menjadi faktor penting dalam upaya mencegah berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam keselamatan anak-anak.

Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan tersebut, Polsek Widasari berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, serta berani melaporkan setiap kejadian yang dianggap mencurigakan.

Dengan adanya edukasi berkelanjutan, lingkungan pendidikan diharapkan tetap menjadi ruang yang aman dan kondusif bagi proses belajar serta perkembangan karakter generasi muda.

Sumber Humas Indramayu

Andika

Polsek Tukdana Berikan Penyuluhan di SMPN 1 Tukdana, Tekankan Disiplin dan Pencegahan Kenakalan Remaja

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, Polsek Tukdana Polres Indramayu menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) bagi para pelajar di SMP Negeri 1 Tukdana, Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sekaligus membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan patuh terhadap aturan.

Kapolsek Tukdana, AKP Junata Tisnasenjaya, menjelaskan bahwa pembinaan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menaati tata tertib sekolah serta menjauhi berbagai bentuk perilaku yang berpotensi melanggar hukum.

“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar tentang pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.

Dalam penyuluhan tersebut, petugas kepolisian mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga perilaku, menghormati peraturan sekolah, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Para pelajar juga diajak untuk lebih fokus pada kegiatan positif yang dapat menunjang prestasi akademik maupun pengembangan karakter.

Selain membahas pencegahan kenakalan remaja, petugas turut memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Siswa diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima informasi, menghindari penyebaran berita yang belum terverifikasi, serta tidak terlibat dalam aktivitas digital yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Menurut Kapolsek, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar para pelajar dapat memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga diajak untuk terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pendidikan. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta perilaku positif peserta didik.

Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini, Polsek Tukdana berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran hukum sejak dini. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat tetap terjaga sebagai tempat yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Intensifkan Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Anak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat langkah pencegahan pernikahan pada usia anak melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada kalangan remaja. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin saat membuka kegiatan Sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) tentang pencegahan pernikahan usia anak di MAN 1 Indramayu, Kamis (12/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Syaefudin menegaskan bahwa pernikahan usia anak masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, permohonan dispensasi pernikahan anak di daerah tersebut masih tergolong cukup tinggi.

Menurutnya, upaya pencegahan pernikahan pada usia anak merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan siap membangun keluarga berkualitas di masa depan.

“Pencegahan pernikahan usia anak menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan anak-anak di Indramayu dapat lebih fokus menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Indramayu REANG (Religius, Berekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

Sementara itu, Kepala MAN 1 Indramayu, Wahyudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini penting untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai dampak pernikahan usia anak serta pentingnya pendidikan dalam meraih cita-cita.

“Belajar merupakan prioritas utama bagi para siswa untuk mempersiapkan masa depan dan mewujudkan impian mereka,” ujar Wahyudin.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Penyuluhan UU ITE di Dermayu, Warga Diingatkan Bijak Gunakan WhatsApp

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Dermayu menggelar penyuluhan hukum terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di Aula Balai Desa Dermayu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang batasan hukum dalam penggunaan media sosial dan aplikasi perpesanan, Selasa (3/3/2026).

Hadir sebagai narasumber, dr. Ismayana, S.H., M.H., yang memaparkan sejumlah ketentuan penting dalam UU ITE. Turut hadir Kuwu Desa Dermayu, Wasjudin, beserta perangkat desa dan warga setempat.

Dalam materinya, dr. Ismayana menegaskan bahwa penggunaan media sosial dan aplikasi percakapan seperti WhatsApp harus dilakukan secara bijak dan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hingga ancaman melalui pesan digital dapat berujung pada proses hukum.

“Banyak yang belum sadar, sekadar meneruskan pesan, foto, atau video tanpa memastikan kebenarannya bisa berdampak pidana. Jejak digital tidak bisa dihapus begitu saja dan dapat menjadi alat bukti di pengadilan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pelanggaran terhadap UU ITE dapat dikenai sanksi pidana penjara maupun denda dalam jumlah besar. Karena itu, masyarakat diminta lebih selektif sebelum membagikan informasi, baik di grup maupun percakapan pribadi.

Sementara itu, Wasjudin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi hukum penting agar warga tidak terjerat persoalan hukum akibat kurangnya pemahaman dalam bermedia sosial.

“Kami berharap warga semakin cerdas dan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif serta membangun,” katanya.

Penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Warga tampak antusias mengangkat berbagai persoalan yang kerap terjadi, khususnya terkait penyebaran informasi di platform digital.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Dermayu berharap tercipta lingkungan digital yang aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Sosialisasikan Wong Reang Apps, Diskominfo Kabupaten Indramayu Dorong Digitalisasi Layanan dan UMKM

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar sosialisasi implementasi Wong Reang Apps bertajuk Indramayu dalam Satu Genggaman secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pelayanan publik sekaligus penguatan ekonomi daerah melalui digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, menegaskan digitalisasi merupakan kebutuhan di era teknologi saat ini. 

Menurutnya, hampir seluruh wilayah telah terjangkau internet sehingga pemerintah daerah dituntut beradaptasi agar pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Diskominfo mengembangkan Wong Reang Apps sebagai super aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu platform. 

Salah satu fitur unggulannya adalah marketplace UMKM yang difungsikan sebagai etalase digital resmi produk unggulan Indramayu.

“Fitur ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi kerakyatan. 

UMKM adalah tulang punggung perekonomian, penyerap tenaga kerja, dan penggerak ekonomi lokal,” ujar Suwenda.

Melalui marketplace tersebut, produk lokal diharapkan mampu menembus pasar lebih luas, baik tingkat lokal, nasional, hingga internasional. 

Pelaku UMKM juga mendapat manfaat berupa peningkatan visibilitas produk, kemudahan transaksi digital, penguatan branding melalui identitas resmi pemerintah, serta peluang pembinaan berbasis data yang lebih terarah.

Diskominfo turut mendorong kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Industri sebagai leading sector pembinaan UMKM agar ekosistem digital berjalan optimal.

Pada sesi teknis, Wahyu Hermawan dari Bidang TIK yang juga tim pengembang aplikasi memaparkan mekanisme pendaftaran akun, pengunggahan produk, pengelolaan pesanan, hingga pemanfaatan fitur promosi dalam aplikasi.

Ia menjelaskan, Wong Reang Apps menghadirkan beragam layanan, mulai dari informasi pemerintahan, layanan aduan, sektor kesehatan, cek pajak daerah, layanan PDAM, hingga informasi lengkap seputar Kabupaten Indramayu.

Pengembangan aplikasi ini selaras dengan program prioritas Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, yang mencakup 14 fitur utama termasuk dua fitur unggulan, salah satunya marketplace UMKM.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan, aplikasi tersebut berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dan konsumen, sementara mekanisme transaksi menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

Melalui Wong Reang Apps, Pemkab Indramayu berharap digitalisasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah dapat berjalan beriringan menuju daerah yang adaptif, modern, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tangani Banjir Perkotaan, Bupati Lucky Hakim Fokuskan Normalisasi Saluran Irigasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu segera melakukan normalisasi saluran irigasi di wilayah perkotaan sebagai langkah konkret dalam penanganan banjir. Pengerjaan normalisasi ditargetkan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat dengan estimasi penyelesaian antara satu hingga tiga bulan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu Lucky Hakim saat meninjau langsung kondisi saluran irigasi di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pembangunan, Kecamatan Indramayu, Jumat (30/1/2026). 

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menemukan saluran irigasi mengalami pendangkalan parah dan dipenuhi eceng gondok yang menghambat aliran air.

Dalam kunjungannya, Lucky Hakim didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Erpin Marpinda. 

Ia menegaskan bahwa keberadaan eceng gondok yang tumbuh subur menjadi salah satu faktor utama tersendatnya aliran air dan berpotensi memperparah banjir di kawasan perkotaan.

“Eceng gondok yang sudah besar-besar ini kalau tidak segera dibereskan akan memperburuk banjir di Indramayu,” tegas Lucky Hakim.

Bupati menjelaskan, saluran irigasi tersebut menampung limpasan air dari kawasan permukiman warga, namun kondisinya saat ini relatif dangkal. 

Oleh karena itu, normalisasi perlu dilakukan melalui pengerukan hingga kedalaman sekitar 2,5 meter agar fungsi aliran air kembali optimal.

“Kita ingin Indramayu memiliki sistem drainase yang baik. Semua usulan akan kami tampung dan ditangani secara bertahap. 

Kita upayakan semaksimal mungkin, minimal satu sampai dua bulan ke depan sudah mulai tertangani,” ujarnya.

Selain pendangkalan dan eceng gondok, Lucky Hakim juga menyoroti masih adanya bangunan liar, seperti warung, yang berdiri di atas saluran air. 

Menurutnya, kondisi tersebut sangat menghambat aliran air dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah sekitar.

Bupati pun mengimbau warga yang membangun di atas saluran irigasi agar bersedia direlokasi dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif. 

Penertiban bangunan akan dilakukan agar proses normalisasi dapat berjalan lancar dan direncanakan dimulai dalam waktu dekat.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Jalan Pembangunan. Di lokasi tersebut, Bupati menjelaskan bahwa aliran air menuju laut di wilayah Karangsong terhambat akibat longsoran tebing sungai, sedimentasi, tumpukan sampah, serta eceng gondok.

“Air dari kota terhambat di tengah karena sedimentasi, sampah, dan eceng gondok. Kalau alur air lancar, eceng gondok tidak akan tumbuh. Artinya, saluran ini memang perlu dinormalisasi,” jelasnya.

Lucky Hakim menambahkan, meskipun lebar saluran irigasi di beberapa titik terlihat cukup besar, aliran air tetap tidak berjalan maksimal karena kedalaman yang tidak memadai. Untuk itu, Pemkab Indramayu menargetkan pendalaman saluran hingga kedalaman konstan sekitar empat meter sampai ke pintu air.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tekan Angka Pernikahan Usia Anak, TP PKK Sukagumiwang Dorong Edukasi CERDIN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komitmen mencegah praktik pernikahan dini terus diperkuat di Kecamatan Sukagumiwang. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui kegiatan CERDIN (Cerdas Tanpa Pernikahan Dini) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 144 Universitas Padjadjaran di Balai Desa Sukagumiwang, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Ketua TP PKK Kecamatan Sukagumiwang, dr. Mentari Mulya Setiawan, sebagai pemateri utama. 

Dalam penyampaiannya, ia menyoroti berbagai dampak negatif pernikahan di usia anak, di antaranya risiko kesehatan reproduksi, terhentinya pendidikan, hingga permasalahan sosial dan ekonomi yang dapat muncul dalam kehidupan rumah tangga.

Menurut dr. Mentari, remaja perlu dibekali pemahaman yang memadai agar mampu merancang masa depan secara matang. 

“Generasi muda harus tumbuh sehat dan siap. Pengetahuan menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan besar, termasuk soal pernikahan,” ujarnya.

Dari sisi keagamaan, Ketua KUA Kecamatan Sukagumiwang, Drs. H. Abdul Haris, menegaskan bahwa pernikahan tidak hanya soal batas usia. 

Ia menyampaikan bahwa kesiapan mental, spiritual, dan tanggung jawab menjadi aspek penting yang harus dipahami sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. 

Edukasi dini dinilai efektif untuk menekan angka pernikahan usia anak di masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPTD Disduk P2KB Kecamatan Sukagumiwang, Hj. Imas Masitoh, yang diwakili Sucipto, menekankan bahwa pernikahan dini berpengaruh langsung terhadap kualitas keluarga serta indikator kesehatan ibu dan anak. 

Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menciptakan keluarga yang sehat dan terencana.

Diskusi dipandu oleh Rahmania Devina, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang mengajak peserta berdialog secara interaktif mengenai kesehatan reproduksi remaja, perencanaan pendidikan, serta peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh kalangan remaja, kader PKK, serta masyarakat umum yang tampak antusias hingga akhir acara. 

Beragam pertanyaan mencuat, mulai dari dampak medis pernikahan dini hingga pengaruhnya terhadap masa depan pendidikan dan ekonomi keluarga.

Melalui program CERDIN, KKN 144 Universitas Padjadjaran bersama TP PKK Kecamatan Sukagumiwang berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat dalam merencanakan masa depan secara bijak. 

Program ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menurunkan angka pernikahan dini serta mencetak generasi Sukagumiwang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini, Dishub Indramayu Sosialisasikan Program SALUD ke Siswa TK

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menanamkan pemahaman dasar tentang rambu lalu lintas dan perilaku aman di jalan sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk generasi yang disiplin dan sadar keselamatan. Kesadaran berlalu lintas bukan semata kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga upaya melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Komitmen tersebut terus diwujudkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu melalui Bidang Pengembangan dan Keselamatan dengan menyosialisasikan Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD). 

Kegiatan ini dilaksanakan bersama siswa-siswi TK Trisula Perwari di Taman Aspirasi Rakyat Indramayu, Sekitar 50 anak mengikuti kegiatan edukasi tersebut dengan penuh antusias, Rabu (21/1/2026).

Selain dikenalkan pada rambu-rambu lalu lintas dan tata cara menyeberang jalan yang aman, peserta juga diajak mengikuti Senam SALUD serta Senam Memakai Helm sebagai metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kepala Dishub Indramayu Ali Fikri melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Andri Sigit Supriatna, menjelaskan bahwa Program SALUD merupakan agenda rutin Dishub yang menyasar anak-anak usia TK dan PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

Program ini bertujuan membangun karakter anak agar sejak dini memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas serta mengenal berbagai rambu yang ada di jalan raya.

“Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, kami berharap anak-anak dapat memahami dasar-dasar tertib berlalu lintas sehingga kelak tumbuh menjadi generasi yang patuh dan sadar aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Trisula Perwari, Tati Rohayati, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan SALUD oleh Dishub Indramayu. Menurutnya, edukasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang positif dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran, mulai dari mengenal rambu lalu lintas, cara memakai helm yang benar, hingga praktik menyeberang jalan. Seluruh kegiatan berlangsung ceria dan penuh semangat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dishub Indramayu berharap kesadaran dan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas dapat tertanam sejak dini, sekaligus mendukung terwujudnya budaya tertib lalu lintas di Kabupaten Indramayu. 

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika