Keluarga Korban Bantah Tudingan Kelalaian Pengelola Pantai Bali 2

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ibu korban anak tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Nila Wasnila (43), menyampaikan klarifikasi terkait berbagai pemberitaan yang dinilai menyudutkan pihak pengelola pantai atas peristiwa yang menimpa putranya.

Dalam keterangannya, Nila menegaskan bahwa dirinya telah mengikhlaskan kepergian sang anak dan tidak menyalahkan pihak mana pun atas musibah tersebut,” pada Rabu (17/6/2026).

“Saya sudah mengikhlaskan anak saya yang meninggal dunia. Saya juga berterima kasih kepada tim SAR yang telah berusaha menolong anak saya. Walaupun nyawanya tidak tertolong, saya sangat menghargai kepedulian mereka,” ujarnya.

Menurut Nila, kejadian tersebut merupakan takdir yang harus diterima dengan ikhlas sebagai orang tua. Ia menegaskan tidak memiliki tuntutan terhadap siapa pun terkait insiden tersebut.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Mungkin itu sudah garis takdir anak saya. Saya tidak menuntut apa-apa dari siapa pun. Saya hanya meminta doa agar anak saya husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT,” katanya.

Nila juga berharap tidak ada pihak yang memperkeruh suasana dengan berbagai tuntutan yang menurutnya dapat mengganggu ketenangan keluarga yang sedang berduka.

“Anak saya sudah tenang di sana. Saya berharap jangan ada yang memperkeruh suasana. Kalau ada yang menuntut, saya rasa itu bukan keinginan saya sebagai orang tua kandung yang sudah mengikhlaskan kepergian anak saya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, surat pernyataan yang dibuat setelah kejadian dilakukan secara sukarela tanpa tekanan dari pihak mana pun. Surat tersebut, kata Nila, dibuat dengan disaksikan pihak kepolisian dari Polsek Balongan serta anggota keluarga.

“Waktu saya membuat surat pernyataan tidak ada paksaan. Saya memang tidak menuntut apa-apa dan saat itu disaksikan oleh pihak Polsek Balongan serta saudara-saudara saya,” jelasnya.

Meski masih merasakan duka mendalam atas kehilangan putranya, Nila mengaku berusaha menerima kenyataan tersebut sebagai kehendak Tuhan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan penanganan korban.

“Saya berterima kasih kepada tim SAR, pengelola Pantai Bali 2, dan semua pihak yang telah membantu selama proses pencarian hingga anak saya ditemukan dan dibawa ke rumah sakit. Mungkin memang sudah takdir, tetapi saya sangat berterima kasih atas semua bantuan dan kepedulian yang diberikan,” pungkasnya.

Reporter : Andika

Polsek Kedokanbunder Bantu Pencarian Bocah Tenggelam Hingga Proses Evakuasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Muhamad Balya bin Anwar dilaporkan tenggelam di Sungai Blok Zaenal, Desa Kedokanbunder, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Selasa (22/7/2025) sore. 

Upaya pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, warga, hingga Basarnas, dan jenazah korban akhirnya ditemukan keesokan harinya dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang melalui Kapolsek Kedokanbunder IPDA Eryana membenarkan adanya insiden tersebut. 

“Korban ditemukan pada Rabu pagi (23/7) sekitar pukul 07.00 WIB di saluran irigasi Blok Klampean, Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi awal korban tenggelam,” ungkapnya.

Dari keterangan saksi Ningsih (40), peristiwa itu bermula ketika anaknya, Maulana Malik Ibrahim, yang juga berusia tiga tahun, tiba-tiba mengatakan bahwa Balya tercebur ke sungai. 

Panik, Ningsih segera meminta bantuan tetangga bernama Yayah dan bergegas menuju lokasi untuk mencari korban.

Pencarian sempat dihentikan pukul 17.00 WIB karena kondisi gelap dan sesuai SOP Basarnas. Namun, upaya pencarian dilanjutkan keesokan paginya.

Korban akhirnya ditemukan oleh seorang petani bernama Casiman (75), yang sedang melintas di saluran irigasi Blok Klampean. 

Ia melihat tubuh kecil tergeletak tertelungkup di aliran air, lalu segera memberi tahu warga dan keluarga.

Kapolsek Kedokanbunder IPDA Eryana menambahkan, pihak kepolisian turut hadir di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan memastikan prosedur penanganan berjalan sesuai aturan. 

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang bermain di sekitar sungai atau saluran air.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan aktif melaporkan potensi gangguan keamanan maupun kondisi darurat lainnya kepada pihak kepolisian.

“Silakan manfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU lewat WhatsApp di nomor 081999700110 atau call center 110. Kami siap membantu,” tegas AKP Tarno.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

Polsek Cibinong Investigasi Laporan Warga Tenggelam di Persawahan

BOGOR.radarinformasi.com – Seorang perempuan ditemukan tewas di area persawahan Kampung Sampora, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (27/10/2024) sekitar pukul 08.30 WIB. Senin (28/10)

Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dari warga dan pengurus lingkungan. Informasi awal diterima dari Ketua RT setempat, yang melaporkan adanya temuan seorang perempuan dalam posisi telungkup di sawah. “Awalnya warga dan keluarga tidak mengenali identitas korban. Setelah tubuh korban dibalik, warga dan pengurus lingkungan baru menyadari bahwa korban adalah warga setempat,” ucap Kompol Waluyo.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang diketahui bernama Atikah (52 tahun), warga Kampung Sampora, Kecamatan Cibinong, keluar rumah pada pukul 06.30 WIB untuk jogging. Namun, sekitar pukul 08.30 WIB, warga menemukan tubuhnya mengambang di sawah. Setelah identifikasi di lokasi, warga bersama keluarga segera membawa jenazah ke rumah duka untuk dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan di pemakaman umum Kampung Sampora.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga menyatakan tidak berniat membawa kasus ini ke ranah hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses pemakaman.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam kejadian ini.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Tanjungsari Cek TKP dan Investigasi Kasus Tenggelamnya Pelajar Sekolah

BOGOR.radarinformasi.com – Pada Kamis, 3 Oktober 2024, sekitar pukul 15.30 WIB, Polsek Tanjungsari menerima laporan dari masyarakat terkait tenggelamnya seorang pelajar di Sungai Cibeet, Leuwi Seseupan. Kapolsek Tanjungsari, Iptu Rustam, bersama tim Piket Bawas, Bhabinmas, Patroli, dan Reskrim segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut. Jumat (4/10)

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Rustam, membenarkan bahwa seorang pelajar meninggal dunia akibat tenggelam. Kejadian tersebut terjadi saat kegiatan Pramuka Jelajah Alam yang diikuti oleh 83 siswa kelas 5 dan 6 dari MI Pasirtanjung. Rute kegiatan pramuka tersebut memiliki empat pos, dimulai dari Pos 1 di Kampung Sirna Bakti sekitar pukul 13.30 WIB.

Menurut keterangan dari AG, pendamping kegiatan pramuka, empat siswa laki-laki, termasuk korban MF, keluar dari rute yang ditentukan dan turun ke sungai. Pendamping, RS, sempat memperingatkan para siswa untuk tidak bermain air, namun mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut. AG kemudian meniup peluit untuk menghentikan kegiatan bermain air, tetapi salah seorang siswa melaporkan bahwa MF telah tenggelam.

AG berhasil menyelamatkan tiga siswa, namun MF sudah tenggelam dan tidak dapat diselamatkan. Seorang warga yang tidak diketahui namanya membantu membawa MF ke daratan, namun meskipun telah diberikan pertolongan pertama, nyawa MF tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia teridentifikasi sebagai MF, seorang pelajar MI Pasirtanjung, lahir di Bogor pada 9 Juni 2013. MF, yang masih berusia 11 tahun, tinggal di Kampung Pasiringgit, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Beberapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di antaranya AG, pembina pendamping siswa laki-laki yang juga guru MI Pasirtanjung; RS, pembina pendamping siswi perempuan dari sekolah yang sama; YW, Ketua Kwartir Ranting Tanjungsari; dan EM, guru MI Pasirtanjung.

Korban telah dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga, yang menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. Hingga berita ini diturunkan, Polsek Tanjungsari masih melanjutkan investigasi terkait peristiwa ini.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Cibinong Bersama Instansi Terkait Temukan Jasad Korban Tenggelam di Setu Citatah

BOGOR.radarinformasi.com – Selasa, 6 Agustus 2024, sekitar pukul 17.00 WIB, tim evakuasi gabungan dari Polsek Cibinong, BPBD, Damkar dan Basarnas berhasil menemukan jasad seorang pria tunawisma yang tenggelam di Setu Citatah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Korban, yang diidentifikasi sebagai Sotenius Gulo (39), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah tenggelam akibat kelelahan saat berenang dalam keadaan mabuk. Kamis (8/8)

Menurut keterangan saksi, Albert Satria (33), yang juga merupakan rekan korban, sebelum kejadian mereka sempat membeli dan meminum minuman keras jenis Ciu di sebuah warung di Cibinong. Mereka meminumnya di sekitar kuburan Cina dekat Setu Citatah, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong. Setelah minum, mereka memutuskan untuk berenang menyeberangi setu untuk bertemu dengan teman di seberang.

Albert menjelaskan bahwa korban langsung berenang ke arah teman mereka di seberang setu. Namun, karena tidak pandai berenang dan dalam keadaan mabuk, Sotenius kelelahan dan akhirnya tenggelam saat mencapai tengah setu.

Tim evakuasi yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Kapolsek Cibinong AKP Waluyo, S.H., M.H, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cirimekar, Tim Rescue BPBD Kabupaten Bogor, Damkar Kabupaten Bogor, Basarnas, Ketua RT Cirimekar, serta masyarakat sekitar, segera melakukan pencarian sejak pagi hari.

Pencarian dimulai pukul 10.00 WIB dan korban berhasil ditemukan pada pukul 16.45 WIB. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Cibinong untuk dilakukan autopsi. Proses evakuasi berjalan lancar dan selesai pada pukul 17.25 WIB.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban,” ujar Kapolsek Cibinong AKP Waluyo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan bahwa kegiatan evakuasi berlangsung dengan lancar dan aman.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Korban Tenggelam Di Curug Cigamea Bogor Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

BOGOR.radarinformasi.com– Korban tenggelam seorang anak berinisial DRR di Curug Cigamea Sungai Cianten Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten  Bogor, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan yang melakukan pencarian pada Minggu pagi, 03 September 2023.
Senin (04/09/2023).

Korban DDR (15)  berhasil ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, dalam kondisi telah meninggal dunia. Dimana kejadian tenggelamnya Korban terjadi saat  berenang bersama teman-temannya pada Sabtu siang, 02 Sepetember 2023. Upaya pertolongan sempat dilakukan teman-temannya, namun upaya tersebut gagal hingga korban tenggelam di sungai Curug Cigamea.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Zulkernaedi mengatakan bahwa, “Upaya pencarian terhadap korban tenggelam remaja berinisial DRR (15) yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan bantuan warga sekitar akhirnya dapat membuahkan hasil, korban ditemukan pada hari Minggu, sekitar  pukul 10.00 WIB dalam keadaan telah meninggal dunia”.

“Jenazah korban sendiri langsung dibawa ke RSUD Leuwiliang, guna proses pemeriksaan lebih lanjut secara medis dan setelah itu jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan secara layak”, ungkap Kompol Zulkernaidi Kapolsek Cibungbulang.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Pelajar SMP Tenggelam di Bendungan Sungai Ciampea dan Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

BOGOR.radarinformasi.com – Seorang anak berusia 13 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di bendungan sungai Ciampea yang berada di wilayah Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, pada Selasa siang, 23 Mei 2023.

Kapolsek Cibungbulang Polres Bogor Polda Jabar AKP Zulkernaidi mengatakan bahwa Korban berisinisial D (13) yang merupakan  seorang pelajar SMP tenggelam saat berenang bersama ketiga orang temannya,  yang mana saat kejadian korban bersama temannya tersebut mencoba berenang kesebrang sungai namun beberapa saat kemudian korban tidak terlihat akibat tenggelam dan menurut kesaksian temannya, korban ini sempat melambaikan tangan seperti meminta tolong akan tetapi teman – temannya sudah tidak bisa menolongnya.

“Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut pun langsung berdatangan ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pada korban dengan cara menutup bendungan hingga surut dan pada akhirnya korban pun dapat ditemukan oleh warga sekitar pukul 16.30 WIB dengan kondisi sudah meninggal dunia”.

“Korban sendiri sempat dibawa ke Klinik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, yang kemudian selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga korban, sementara itu keluaraga korban pun menerima dengan ikhlas bahwa kejadian ini merupakan sebuah musibah dan tidak akan di lakukan otopsi jenazah maupun di laporan ke kepolisian”, jelas Kapolsek Cibungbulang  Polres Bogor Polda Jabar AKP Zulkernaidi.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Pelajar SMK Yang Tenggelam di Danau Bonardo, Berhasil Ditemukan Polsek Cileungsi dan Tim Gabungan

Pelajar SMK Yang Tenggelam di Danau Bonardo, Berhasil Ditemukan Polsek Cileungsi dan Tim Gabungan

BOGOR.radarinformasi.com – Pencarian terhadap seorang Siswa SMK Nurul Hikmah bernama Dafri Faroji (17) yang tenggelam di Danau Bonardo wilayah Desa Cipeucang Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, pada Rabu sore (23/11/2022) akhirnya membuahkan hasil.

Tim gabungan dari Polsek Cileungsi, Koramil Cileungsi, Dislambair Koarmada 1 TNI AL, Basarnas, Damkar, BPBD, Sat Pol PP, Pemdes Cipeucang, dan Relawan berhasil menemukan korban Dafri Faroji dalam keadaan telah meninggal dunia.

Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal saat korban bersama temannya ini menaiki rakit yang berada di Danau Bonardo pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB, namun saat berada di tengah-tengah danau rakit yang dinaiki korban dan seorang temannya ini hilang keseimbangan hingga membuatnya terjatuh ke dalam danau.

Teman korban yang berenang ke tepi danau berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Korban yang mengalami kepanikan tidak dapat menyelamatkan diri hingga tenggelam. Saat kejadian rekan-rekan Korban pun mencoba melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.

“Pencarian terhadap Korban yang kita lakukan bersama tim gabungan sejak kemarin akhirnya membuahkan hasil, Korban berhasil kita temukan pada Kamis pagi (24/11) pagi ini sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Korban langsung kita bawa kerumah duka yang berada di Perumahan Citra Indah Kecamatan Jonggol, untuk langsung di makamkan oleh pihak keluarga.” ungkap Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen.

Sumber Humas Polres Bogor

Red

Korban Tenggelam di Cariu Bogor Berhasil di Temukan

Korban Tenggelam di Cariu Bogor Berhasil di Temukan

BOGOR.radarinformasi.com – Pencarian terhadap seorang warga bernama Ajum (31) warga Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, yang tenggelam di empang. Pada Kamis pagi akhirnya membuahkan hasil, Korban ditemukan sejauh atau lebih kurang 10 meter dari titik awal dinyatakan hilang, pada Jum’at (21/10/2022).

Sebelum kejadian tersebut Korban sendiri berpamitan kepada istrinya untuk pergi memancing pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hingga menjelang petang Korban tak kunjung pulang, hingga sang istri pun mencoba mencari suaminya tersebut ke lokasi dirinya memancing. Namun saat tiba di lokasi pemancingan hanya di temukan dua buah alat pancing dan sepasang sandal.

Kejadian hilangnya suaminya tersebut pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Cariu, yang kemudian langsung di respon oleh pihak kepolisian dengan melakukan pencarian terhadap korban bersama pihak TNI, BPBD, Basarnas dan Relawan, hingga akhirnya di temukan pada Jum’at (21/10) sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan telah meninggal dunia.

Kapolsek Cariu Kompol Yufrialdi mengatakan, “Dari keterangan yang diberikan oleh pihak keluarga, bahwa Korban ini juga mengidap penyakit ayan. Saat ini jenazah Korban langsung kita serahkan kepada pihak keluarga untuk langsung dimakamkan”, jelasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Red