Polres Indramayu Dukung Swasembada Jagung Lewat Penanaman Kuartal III 2026

INDRAMAYU.radarinformasai.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Polres Indramayu, Polda Jawa Barat. Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Forkopimcam Gantar, kelompok tani, serta sekitar 50 warga Desa Mekarwaru.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Indramayu bersama jajaran Polda Jawa Barat menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Bantuan itu berupa satu unit mesin pemipil jagung, 50 paket sembako, enam ton pupuk, serta 300 kilogram bibit atau benih jagung.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, ketahanan pangan tidak sebatas memastikan ketersediaan bahan pangan. Menurutnya, sektor tersebut juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani, kestabilan harga, pertumbuhan ekonomi, hingga ketahanan nasional.

“Kabupaten Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polres Indramayu akan terus mengambil bagian dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pangan, termasuk melalui program penanaman jagung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, sepanjang Januari hingga September 2026, dukungan penanaman jagung telah dilakukan pada lahan seluas 64,5 hektare dengan total produksi mencapai 437,226 ton.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

“Semua pihak perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” katanya.

Kapolres berharap lahan-lahan produktif di wilayah Indramayu dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga kegiatan pertanian mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Polri Dorong Pendampingan dari Hulu hingga Pascapanen

Pada kesempatan yang sama, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung agar kebijakan pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan kepastian bagi petani.

Ia menjelaskan, aspek kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga memiliki hubungan dengan stabilitas keamanan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” ujarnya.

Fadly menegaskan, kehadiran polisi dalam program tersebut bukan untuk menggantikan peran petani. Polri lebih diarahkan untuk membantu menghubungkan berbagai kebutuhan petani dengan instansi maupun pihak terkait.

Pendampingan tersebut mencakup pemetaan lahan, pemanfaatan lahan produktif, akses permodalan, ketersediaan pupuk dan benih, hingga pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian.

Tak hanya berhenti pada proses penanaman, perhatian juga diarahkan hingga masa panen dan pascapanen. Hal ini penting agar petani memiliki akses pasar serta kepastian dalam penyerapan hasil produksi.

“Kepolisian bukan bertugas menanam jagung, tetapi hadir untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelasnya.

Fadly juga mendorong pemetaan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama pada musim kemarau. Lahan tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk tanaman jagung.

Ia menilai keterlibatan Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian lapangan menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas lahan dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, akses pembiayaan serta ketersediaan sarana produksi juga perlu dikoordinasikan dengan baik sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi kelompok tani.

Dengan pola pendampingan yang berkesinambungan dari hulu hingga pascapanen, Fadly berharap potensi sektor pertanian di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran Kabupaten Indramayu dalam mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Terima Kunjungan Tim Stranas PK, Bupati Lucky Hakim Bahas Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menerima kunjungan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dalam kegiatan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim beserta jajaran, Koordinator Harian Stranas PK Didik Mulyanto bersama tim, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta kementerian terkait.

Pemantauan lapangan difokuskan pada pembahasan pengendalian alih fungsi lahan sawah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Indramayu. Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan di tingkat pusat.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional, termasuk pembangunan KDKMP yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Kami menyambut baik kegiatan pemantauan lapangan yang dilaksanakan hari ini sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola, mitigasi risiko, serta langkah pencegahan terhadap potensi permasalahan dalam pelaksanaan program strategis nasional,” ujarnya.

Bupati berharap kegiatan tersebut menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi yang konstruktif guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan pertanian produktif.

“Kami berharap melalui kunjungan dan pemantauan lapangan ini dapat diperoleh masukan, arahan, dan rekomendasi yang konstruktif guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, tetap menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Harian Stranas PK, Didik Mulyanto, menjelaskan bahwa pemantauan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pembangunan KDKMP yang berada di kawasan lahan sawah sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang memerlukan perhatian bersama.

Menurutnya, hasil identifikasi dan diskusi bersama pemerintah daerah akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan yang selanjutnya dibahas di tingkat pusat guna memperoleh solusi yang tepat.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi masyarakat desa, perlindungan lahan pertanian, serta upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Sumber  Diskominfo Indramayu

Andika

Polsek Megamendung Dukung Program Ketahanan Pangan melalui Panen Raya Jagung Hibrid

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Megamendung Polres Bogor bersama Muspika Kecamatan Megamendung melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Hibrida Tahun 2026 secara serentak melalui live streaming bersama Presiden RI dan Kapolri, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan berlangsung di Kampung Sukamaju RT 04/06, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Panen raya ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Ketahanan Pangan guna meningkatkan swasembada pangan nasional.

Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana, S.H., M.H., bersama Kepala Desa Sukamaju H. Alex Purnama Johan, S.IP., memanfaatkan lahan pertanian seluas sekitar satu hektare untuk penanaman jagung hibrida yang dikelola bersama kelompok tani setempat.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah, kepolisian, dan petani. Jagung hibrida diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar 120 hari dan hasilnya akan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Turut hadir unsur Muspika Kecamatan Megamendung, perwakilan pemerintah desa, kelompok tani, dan warga sekitar. Meski diguyur hujan, kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga selesai pukul 16.00 WIB.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Bupati Lucky Hakim Temui Menteri Pertanian, Perjuangkan Infrastruktur dan Modernisasi Pertanian Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mempertahankan posisi Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Lucky Hakim menyerahkan langsung surat permohonan dukungan sarana dan prasarana pertanian guna mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Indramayu. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini berjalan baik.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman atas dukungan dan bantuan kepada Kabupaten Indramayu,” ujar Lucky.

Dalam dokumen permohonan bantuan tersebut, Pemkab Indramayu memaparkan capaian sektor pertanian sepanjang 2025. Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Indramayu memiliki luas baku sawah mencapai 124.517 hektare dengan indeks pertanaman sebesar 1,8 poin.

Sepanjang tahun 2025, luas tanam padi di Indramayu mencapai 251.971 hektare, sedangkan luas panen mencapai 249.817 hektare. Produksi padi tercatat menembus sekitar 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan produktivitas mencapai 68,24 kuintal per hektare, atau setara sekitar 900.931 ton beras selama periode Januari–Desember 2025.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Indramayu mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai peringkat ke-7 nasional dalam peningkatan produksi beras serta kontribusi terhadap swasembada pangan berkelanjutan.

Meski demikian, Lucky Hakim mengakui sektor pertanian Indramayu masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, dampak perubahan iklim, hingga kondisi infrastruktur irigasi yang belum optimal.

“Sebagian jaringan irigasi mengalami kerusakan dan sedimentasi sehingga distribusi air belum maksimal, terutama saat musim kemarau,” jelasnya.

Melalui surat permohonan itu, Pemkab Indramayu mengusulkan sejumlah dukungan strategis, di antaranya normalisasi Waduk Cipancuh, perbaikan Bendung Karet Waledan di Kecamatan Cantigi, Bendung Karet Cipanas di Kecamatan Kandanghaur, Bendung Karet Pangkalan di Kecamatan Lohbener, hingga kelanjutan modernisasi Rentang Kanan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan percepatan operasional Bendungan Cipanas serta Daerah Irigasi Cikawung Premium dan Sadawarna. Upaya antisipasi banjir rob di kawasan pertanian Kandanghaur juga menjadi perhatian melalui rencana pembangunan kanal sepanjang 7,5 kilometer.

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Indramayu turut mengajukan bantuan modernisasi pertanian berupa 200 titik irigasi perpompaan (Irpom), 302 titik Jalan Usaha Tani (JUT), serta pengadaan alat dan mesin pertanian modern seperti drone pertanian, combine harvester besar, rotavator, traktor roda dua, vertical dryer, hingga ratusan unit pompa air berbagai kapasitas.

Melalui dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap produktivitas pertanian terus meningkat sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Siap Tindak Lanjut Arahan Pusat, Fokus Kendalikan Inflasi Pangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara daring dari Ruang Indramayu Command Center (ICC). Kegiatan ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, bersama jajaran terkait, Senin (27/4/2026).

Rakor tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena masih adanya daerah yang dinilai belum optimal dalam menekan laju inflasi, terutama terkait fluktuasi harga bahan pangan pokok.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, memberikan teguran kepada ratusan pemerintah daerah yang dinilai belum melakukan langkah konkret. Ia menegaskan, pengendalian inflasi harus disertai aksi nyata di lapangan, bukan sekadar menghadiri rapat koordinasi.

“Daerah harus serius memanfaatkan bantuan APBN, seperti program penanaman cabai dan bawang. Jika tidak dimanfaatkan, berarti tidak menjalankan amanah,” tegasnya.

Tomsi juga meminta pemerintah daerah tidak lagi beralasan pada faktor cuaca atau distribusi, melainkan fokus pada solusi nyata demi menjaga daya beli masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Asep Abdul Mukti menyatakan bahwa Pemkab Indramayu siap menjalankan arahan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan, Indramayu termasuk daerah penerima intervensi bantuan APBN dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk pengamanan pasokan cabai dan bawang.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait guna menyiapkan lahan seluas 5 hingga 10 hektare sebagai bagian dari program penanaman komoditas tersebut.

“Kami tidak hanya memantau, tetapi akan langsung bergerak memastikan program penanaman ini berjalan optimal. Harapannya, pasokan pangan tetap terjaga sehingga harga di pasar stabil dan terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga akan memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog untuk mengawasi distribusi beras dan minyak goreng, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga di tingkat pasar.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Mardiono Serukan Penguatan Ketahanan Pangan dalam Muswil PPP Jabar

Indramayu.radarinformasi.com-
Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Indramayu, tak sekadar menjadi ajang konsolidasi internal partai. Forum tersebut juga diwarnai refleksi mendalam terkait kondisi global dan tantangan kebangsaan,” Rabu (4/2/2026).

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, yang juga menjabat Ketua Umum PPP, mengajak para kader menaruh perhatian serius terhadap situasi dunia yang dinilainya tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian.

“Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dari sekitar 195 negara, lebih dari separuhnya terlibat konflik, baik perang antarnegara maupun konflik internal,” ujar Mardiono di hadapan peserta Muswil PPP Jawa Barat.

Ia menegaskan, konflik global tersebut membawa dampak berantai yang tidak hanya dirasakan negara-negara yang berperang, tetapi juga menjalar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya mencakup berbagai sektor, mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi.

Mardiono turut menyinggung sejarah globalisasi yang semula digagas negara-negara maju melalui sistem perdagangan bebas. Namun, menurutnya, prinsip tersebut kini mulai ditinggalkan oleh para penggagasnya sendiri.

“Dulu perdagangan lintas negara bisa dilakukan dengan tarif rendah, bahkan nol persen. Sekarang justru banyak negara menerapkan tarif tinggi hingga 100 persen demi melindungi kepentingan domestik,” ungkapnya.

Kondisi itu, lanjut Mardiono, dipicu oleh berbagai persoalan internal yang dihadapi negara-negara besar, seperti penurunan pendapatan negara dan meningkatnya angka pengangguran, sehingga mendorong mereka bersikap protektif.

Dalam konteks Indonesia, ia menilai ketergantungan terhadap impor komoditas strategis menjadi tantangan serius di tengah dinamika global tersebut. Konflik Rusia-Ukraina, misalnya, berdampak pada pasokan gandum dan pupuk, sementara konflik di Timur Tengah berpengaruh terhadap stabilitas energi dan harga minyak dunia.

“Masyarakat Indonesia banyak mengonsumsi mi, sementara bahan bakunya gandum impor, terutama dari negara-negara yang kini terdampak konflik,” kata Mardiono.

Menurutnya, situasi global semacam ini membuat harga kebutuhan pokok menjadi fluktuatif dan berpotensi memengaruhi stabilitas sosial serta ekonomi masyarakat.

Melalui forum Muswil, Mardiono mengajak seluruh kader PPP untuk memperkuat komitmen dalam membangun ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan, ketahanan pangan bukan sekadar isu pertanian, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan dan ketahanan bangsa di tengah gejolak global.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dinamika politik nasional dan daerah tidak bisa dilepaskan dari konteks global, serta menegaskan pentingnya peran seluruh elemen bangsa dalam memperkuat ketahanan nasional, dimulai dari sektor pangan.

Reporter : Andika

Tinjau KKN Tematik Unpad di Indramayu, Sekda Jabar Tekankan Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun langsung meninjau pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) di Desa Linggajati, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Senin (12/1/2026).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan program pengabdian mahasiswa berjalan seiring dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa. 

Dalam kesempatan itu, Herman menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Menurut Herman Suryatman, keterlibatan ribuan mahasiswa Unpad di lapangan membawa misi strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Terdapat tiga fokus utama dalam KKN Tematik ini, yaitu pengentasan kemiskinan, pendampingan pencegahan stunting, dan pengelolaan sampah. Selain itu, ada program pendukung berupa penanaman cabai dan sayuran di pekarangan rumah warga,” jelas Herman.

Program pemanfaatan pekarangan tersebut dirancang untuk membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan sekitar 100 ribu bibit tanaman yang akan disalurkan selama pelaksanaan KKN.

Herman berharap masyarakat Indramayu dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami mendorong warga agar pekarangan rumah bisa menjadi sumber pangan mandiri, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui hasil panen,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Herman didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu Jafar Abdullah, Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu Iin Indrayati, serta Camat Arahan Rohaenah.

Sementara itu, Jafar Abdullah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung penuh pelaksanaan KKN Tematik Unpad yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi desa-desa lokasi KKN.

Hal senada disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Unpad, merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Iin merinci, pada pelaksanaan KKN tahun ini sebanyak 2.635 mahasiswa Unpad diterjunkan ke 158 desa yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dengan fokus utama pada program pengentasan kemiskinan.

Melalui KKN Tematik tersebut, diharapkan terjalin sinergi antara gagasan inovatif mahasiswa dan kebijakan pemerintah provinsi serta daerah, sehingga mampu menghadirkan perubahan nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat pedesaan.

(S/Diskom/Andika)

Polres Indramayu Ikut Meriahkan Panen Raya Jagung Serentak, Dorong Swasembada Pangan Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan perannya dalam program ketahanan pangan nasional melalui panen raya jagung serentak yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Bekasi dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, namun berlangsung secara simultan di seluruh daerah, termasuk di Indramayu,” pada Kamis (8/1/2026).

Polres Indramayu tidak ketinggalan, menggelar panen jagung di Blok Sukatani 2, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, sebagai wujud dukungan nyata terhadap program swasembada pangan.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., memimpin langsung kegiatan yang juga dihadiri Wakapolres Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR, Kepala Bulog Indramayu Sri Wahyuni, Direktur PT Uniteda Arkato Kelik Irawan, ST, para pejabat utama Polres, Kapolsek Gantar Iptu Sutarko, SH, perwakilan Koramil 1615/Haurgeulis Babinsa Serda Ikram Duwila, Kuwu Desa Mekarwaru Edi Sukandi, SE, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Gantar dan masyarakat tani setempat.

Melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, Kapolres menjelaskan bahwa panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari inisiatif Polri untuk mendukung swasembada pangan secara nasional.

“Panen jagung serentak ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap program swasembada pangan. Sementara Bapak Kapolri memimpin kegiatan pusat di Bekasi, jajaran Polres di seluruh Indonesia melaksanakan panen di wilayah masing-masing,” ujar AKP Tarno.

Kegiatan ini menegaskan sinergi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, TNI, Bulog, pelaku usaha, dan masyarakat tani dalam mendukung program strategis nasional. Menurut AKP Tarno, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan yang berkelanjutan.

Setelah mengikuti rangkaian Zoom Meeting nasional, panen jagung di Indramayu dilanjutkan sebagai wujud dukungan konkret terhadap Program Swasembada Pangan 2026.

“Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai penggerak pembangunan nasional, mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup AKP Tarno.

(S.Humas/Andika)

GH Taman Anggur Az Zikri Al-Amaliyah Desa Ciawi Tunjukkan Perkembangan Pesat, Siap Memasuki Masa Panen Perdana

BOGOR.radarinformasi.com – Green House (GH) Taman Anggur Az Zikri Al-Amaliyah yang dibangun melalui Program Ketahanan Pangan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 kini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Beberapa bulan setelah pertama kali diliput, kawasan budidaya anggur ini terus mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi perawatan, teknik budidaya, hingga pertumbuhan tanaman.

Sejak tahap awal, GH ini menanam tiga varietas anggur unggulan internasional, yaitu Red Rose asal Prancis yang dikenal dengan warna merah cerah dan rasa manisnya, Cherry Crystal dari Rusia yang memiliki tekstur renyah dan aroma khas, serta Transfigurasi dari Ukraina yang terkenal dengan ukuran buah besar dan tingkat produktivitas tinggi. Ketiga varietas ini dipilih karena adaptif dan memiliki potensi pasar menjanjikan.

Perkembangan GH ini juga menarik perhatian luas. Beberapa negara tetangga telah melakukan kunjungan studi ke lokasi, termasuk komunitas pertanian modern yang ingin mempelajari teknik budidaya anggur berbasis greenhouse. Selain itu, dinas-dinas terkait dari tingkat kabupaten hingga provinsi turut melakukan peninjauan untuk melihat efektivitas program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Desa Ciawi.

Proses budidaya dilakukan secara terstruktur mulai dari penyemaian benih, pemupukan terjadwal, hingga perawatan intensif oleh tim pengelola. Kini, tanaman-tanaman tersebut telah memasuki fase pembentukan bakal buah. Tandan dari ketiga varietas mulai terlihat dan menandakan bahwa masa panen perdana akan segera tiba.

Kepala Desa Ciawi, Nana Sumarna, S.Ag, turut memberikan apresiasi atas perkembangan GH ini. “Alhamdulillah, perkembangan greenhouse anggur ini sangat membanggakan. Ini adalah hasil kerja keras bersama, dan kami berharap GH Taman Anggur Az Zikri Al-Amaliyah bisa menjadi ikon ketahanan pangan Desa Ciawi. Kami juga siap menjadi desa percontohan bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan budidaya hortikultura modern,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (6/12/2025).

Dengan pencapaian ini, GH Taman Anggur Az Zikri Al-Amaliyah diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat, serta memperkuat posisi Desa Ciawi sebagai desa yang inovatif dalam sektor ketahanan pangan.

Rizal

Target 1,7 Juta Ton Padi, Pemkab Indramayu Percepat Musim Tanam

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai mempercepat pelaksanaan Musim Tanam I tahun 2025/2026 dengan menetapkan target produksi padi sebesar 1,7 juta ton. Sasaran tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya luas lahan tanam di wilayah setempat.

Data menunjukkan, peningkatan lahan mencapai 21 ribu hektare, dari sebelumnya 233 ribu hektare pada 2024 menjadi 252 ribu hektare pada 2025.

Hal itu disampaikan Bupati Lucky Hakim saat memimpin kegiatan Pencanangan Percepatan Musim Tanam I 2025/2026 di Balai Pembenihan Tanaman Pangan, Kecamatan Cikedung, Selasa (02/11/25).

Menurut Lucky, percepatan musim tanam merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat petani. Program ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Astacita yang berfokus pada penguatan kemandirian pangan nasional.

“Langkah ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi petani Indramayu,” ujar Lucky.

Ia menilai keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada dedikasi para petani di lapangan.

“Menanam padi bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari agenda besar pemerintah. Harga gabah saat ini cukup baik, dan ketersediaan pupuk terus kami perjuangkan,” lanjutnya.

Lucky menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menyediakan sarana produksi pertanian, pendampingan lapangan, hingga memastikan akses pasar hasil panen agar tetap stabil.

“Untuk mewujudkan Indramayu yang sejahtera dan mendukung visi Indramayu REANG, sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci. Kesejahteraan petani harus menjadi fondasi pembangunan daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, menyampaikan bahwa percepatan tanam di wilayah irigasi BBWS Citarum sudah dimulai sejak 1 Oktober, sedangkan daerah irigasi BBWS Cimancis dijadwalkan mulai tanam pada 1 Desember.

Sugeng menjelaskan penambahan luas tanam tahun ini mencapai 21 ribu hektare, termasuk lahan tadah hujan yang kini telah dialiri irigasi teknis. Hingga akhir November, produksi padi sudah menyentuh angka 1,63 juta ton.

“Kami optimistis target 1,7 juta ton dapat direalisasikan,” katanya.

Beberapa kecamatan seperti Gantar, Kroya, dan Terisi telah memulai musim tanam dengan total luas 2.624 hektare. Untuk menopang produksi, pemerintah juga telah mengajukan alokasi pupuk subsidi sebanyak 70 ribu ton urea dan 69 ribu ton NPK.

(Andika/S/Diskom)