Kades Pasir Angin Himbau Masyarakat Menjaga Infrastruktur yang telah direalisasikan
BOGOR.radarinformasi.com- Dalam rangka meningkatkan pembangunan infrastuktur desa, agar Kabupaten Bogor bisa maju bersama menjadi lebih baik, Pemerintahan Kabupaten Bogor, menggelontorkan anggaran yang sangat fantastis jumlahnya melalui desa – desa yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, dalam program Satu Desa Satu Milyar (Samisade), Selasa (08/11/22).
Seperti halnya Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, program Samisade dialokasikan untuk perbaikan jalan berupa Betonisasi Jalan Desa dengan volume P.534m, L. 3m, T.0,15m tepatnya di Kampung Leuwimalang Rt.006/002 sampai dengan Kp.Pamandin Rt.006/003. Untuk mengawali kegiatan pembangunan, Pemerintah Desa mengadakan acara lounching Samisade sebagai simbol dimulainya pengerjaan tersebut. Kegiatan sendiri oleh Perwakilan Camat Megamendung, Danramil, Bhabinsa dan Bhabinmas serta para sesepuh sebagai perwakilan warga wilayah setempat.
Peletakan batu pertama oleh H. Endang Setiawan Kades Pasir Angin
Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan jalan desa yang sering digunakan warga sebagai jalan yang menjadi salahsatu faktor penunjang warga dalam kehidupan sehari – hari guna meningkatkan kelancaran dalam perputaran roda perekonomian warga. Untuk itu pemerintah setempat berharap hal tersebut dapat membantu warga dalam percepatan mobilitas sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
Endang Setiawan selaku Kepala Desa Pasir Angin berpesan, ” Saya harap dengan adanya bantuan ini bisa membantu warga dalam perputaran roda perekonomian masyarakat, sehingga warga disini lebih mapan dan berkembang dalam banyak hal dan saya meminta agar penduduk setempat bisa menjaga bantuan Insfrastuktur yang telah di berikan oleh pemerintah, jangan sampai terbengkalai apa lagi sampai rusak karena tidak di rawat dengan baik”.
Betonisasi Jalan dan TPT menjadi Prioritas Samisade Tahun 2022 Bojong Murni
BOGOR.radarinformasi.com– Dalam rangka meningkatkan pembangunan infrastuktur, agar desa-desa bisa maju lebih baik, maka Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan keuangan Insfrakstruktur desa (SAMISADE). Salahsatu desa penerima manfaat adalah Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dimana anggaran tersebut digunakan untuk betonisasi jalan, di salahsatu jalan desa, Sabtu (05/11/22).
Sebagai simbol di mulainya pengerjaan tersebut pemerintah desa mengadakan Launching Bantuan Keuangan Insfrastuktur Desa ( SAMISADE ) tahun anggaran 2022, pada Jumat (04/10/2022). Turut hadir Sekertaris Kecamatan ( perwakilan Camat Ciawi ), Kepala Desa Bojong Murni, Babhinsa dan bhabinmas serta sesepuh setempat.
Pemerintah desa, kecamatan serta aparat terkait dan sesepuh setempat berharap program tersebut dapat membantu warga agar lebih mudah dalam meningkatkan ekonomi, sehingga masyarakat menjadi lebih baik dsn stabil dalam finansial.
“Saya harap dengan adanya bantuan ini bisa menjadi akses dalam membantu warga untuk lebih mununjang kelancaran dalam memutar roda perekonomian warga. Sehingga masyarakat bisa lebih baik dan lebih nyaman dalam kehidupan sehari – hari”, ujar M.Kusnadi selaku Kepala Desa Bojong Murni.
Kapolsek Ciawi-pun berharap ” Semoga bantuan ini bisa berjalan dengan lancar dan baik, serta tidak ada pihak yang melakukan kelalaian dalam pengerjaan maupun dalam anggaran, agar tidak ada kesalahan yang dapat menyebabkan cacat hukum apapun bentuknya”,ungkap A.Hidayat.
Pemdes Cibedug Alokasikan Anggaran Samisade untuk Betonisasi Jalan dan TPT
BOGOR.radarinformasi.com- Dalam rangka meningkatkan pembangunan infrastuktur, agar desa-desa Kabupaten Bogor bisa maju lebih baik, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan Bantuan Keuangan Insfrakstruktur Desa berupa anggaran Satu Milyar Satu Desa (Samisade), Salahsatunya desa yang mendapatkan bantuan Samisade adalah Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, yang tepatnya dialokasikan di Kampung Cibedug RT.01 RW.03, Sabtu (05/11/22).
Untuk itu pemerintah Desa Cibedug mengadakan launching Samisade sebagai simbol dimulainya pengerjaan tersebut. Kegiatan dihadiri oleh Sekertaris kecamatan Ciawi, Kepala Desa Cibedug, Bhabinsa dan Bhabinmas serta para sesepuh wilayah setempat. Jumat ( 04 November 2022 ).
Besar Bantuan diberikan oleh pemerintah Kabupaten Bogor adalah Rp.252.551.000,00 (termasuk pajak) guna betonisasi jalan dengan volume pengerjaan 350 X 3 X 0,15m. Dan Rp.531.190.000,00 dengan volume 90 X 0,40 X 10m untuk Tembok Penahan Tanah ( TPT ).
Dengan adanya bantuan tersebut pemerintah setempat berharap dapat lebih membantu masyarakat agar lebih mudah dalam memutar roda perekonomian. Karena lancarnya insfrastuktur sebagai akses utama yang dibutuhkan oleh warga setempat.
Deni Setiawan selaku Kepala Desa Cibedug berrharap, “Semoga dengan adanya bantuan insfrakstruktur perbaikan jalan dan tembok penahan tanah ini dapat membantu masyarakat untuk lebih aman, nyaman dan lebih mudah dalam melakukan kegiatan sehari – hari, karena tentunya warga sangat membutuhkan bantuan ini.” ujarnya
“Apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, tentunya warga ada sedikit kekhawatiran terjadinya pengikisan tanah yang mungkin terjadi kapan saja, maka bukan hanya betonisasi jalan saja, tapi juga butuh TPT yang kokoh dengan baik.” pungkasnya kepada awak media.
Penindakan Hukum terhadap Pelaku Penimbunan Solar Subsidi di Kabupaten Bogor berkesan Tebang Pilih
BOGOR.radarinformasi.com- Meskipun sudah dikonfirmasi langsung oleh Tim radarinformasi.com pada 29 Maret 2022 kepada Iptu Didin selaku Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri via WhatsApp terkait adanya gudang penimbunan Solar Subsidi yang berada di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, namun kesan lamban dan tutup mata begitu nampak, Sabtu (02/04/22).
Bagaimana tidak setelah radarinformasi.com menayangkan pemberitaan pada tgl 25 Maret 2022 lalu, terkait adanya gudang penimbunan solar subsidi tersebut Iptu Didin mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan ke lapangan dan tidak didapati adanya kegiatan seperti yang diberitakan oleh radarinfirmasi.com.
Menindaklanjuti statment Iptu Didin tersebut maka tim investigasi radarinformasi.com, kembali melakukan pengecekan ke gudang penimbunan solar subsidi tersebut pada Jumat 31 Maret 2022, namun fakta di lapangan menemukan hal yang bertolak belakang dengan penjelasan Iptu Didin, kegiatan penimbunan solar masih terjadi seperti hari-hari sebelumnya bahkan dilakukan secara terang-terangan dan terbuka, sehingga menimbulkan kesan bahwa para pemain bisnis ilegal ini kebal akan hukum padahal hal tersebut sangat jelas telah melanggar ketentuan pasal 55,53,Jo 23 UU no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.
Setelah melakukan pengecekan ulang, tim radarinformasi melakukan konfirmuasi langsung kepada Iptu Didin di kantornya, Ia mengatakan bahwa, “Saya akan menindaklanjuti hal tersebut dari hulu ke hilir dengan berkoordinasi terlebih dahulu kepada pimpinan dan unit Tipidter Polres Bogor karena keterbatasan personil Polsek yang kurang mendukung”.
Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Ciampea Bogor
BOGOR.radarinformasi.com – Telah terjadi angin puting beliung di Ciampea Kabupaten Bogor yang mengakibatkan 1 (satu) rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa bencana angin puting tersebut yang disertai hujan, terjadi pada Senin (14/03/2022) sekitar pukul 14.55 WIB.
“Akibat dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, rumah milik Engkus Sutisna (52) mengalami kerusakan sebagian atap genting kamarnya rusak dan 4 batang baja ringan rusak”, ungkap Kapolsek Ciampea Kompol Beben Beni, SH.
“Upaya yang dilakukan pihak Kepolisian mendatangi TKP bersama unsur desa untuk mengecek kerugian rumah milik Engkus”, tutupnya.
Diduga Kepsek SMP Al-Jihad Endapkan Dana PIP untuk meraup Keuntungan Pribadi
BOGOR.radarinformasi.com- Dana yang di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) adalah diperuntukkan untuk siswa yang kurang mampu, anggaran tersebut disalurkan ke setiap sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, program PIP tersebut diatur dengan Undang-undang dan Perpres Permendikbud, Kamis (02/11/21).
Sehingga kesimpulannya Penerima Manfaat program PIP harus diambil berupa uang tunai dan tidak bisa di kolektifkan, akan tetapi Program Indonesia Pintar, diduga banyak dimanfaatkan oleh Oknum-oknum Kepala Sekolah, anggaran tersebut di jadikan aji mumpung untuk memperkaya diri-sendiri.
Seperti halnya yang terjadi di SMP AL.Jihad yang beralamat di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dari hasil investigasi, Oknum Kepala Sekolah yang bernama Amir, mengendapkan anggaran PIP, yang seharusnya di cairkan di tanggal 30 September lalu, hingga saat ini bantuan PIP masih mengendap di Bank, sedangkan menurut aturan, ketika program PIP sudah masuk ke rekining masing-masing Penerima Manfaat itu harus segera diambil dan disalurkan sesuai kebutuhan Siswa-siswi.
Ketika dikonfirmasi via seluler, Kepala Sekolah mengakui dengan adanya pengendapan dan belum di salurkan ke pihak Penerima Manfaat.
Pandangan kami selaku awak media diduga Kepala Sekolah SMP AL.Jihad yang bernama Amir ingin meraup keuntungan dari dana PIP tersebut, dalam hal ini Kepala Sekolah telah melanggar KUHP Pasal 372, Penggelapan dana untuk para Siswa-siswi dan barang siapa yang sengaja melawan hukum memiliki barang hak orang lain sebagian atau seluruhnya diancam lima tahun penjara
Menggapi hal tersebut anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan, Waras menegaskan, “Jika ada kejanggalan tentang program PIP saya tidak akan segan-segan untuk memanggil dan melaporkan ke pihak Penegak Hukum di wilayah Jabar”.
Dianggap hanya Pelengkap Administrasi, TPK Desa Ciburuy Kecewa
BOGOR.radarinformasi.com- Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, merasa kecewa karena TPK seolah-olah hanya pelengkap administrasi saja, bahkan dalam pengaspalan Jalan Lingkungan di Kp. Cisalopa untuk penunjukan Tenaga Ahli dilakukan oleh pihak Pemdes tanpa melibatkan dirinya, Kamis (30/09/21).
Sementara itu Suherman,SE selaku Kepala Desa Ciburuy mengatakan dibeberapa Media Online bahwa pengerjaan seluruhnya oleh TPK dan begitu juga anggarannya, akan tetapi TPK sendiri mengatakan bahwa dirinya hanya memegang anggaran tidak lebih satu menit.
“Ya benar saya pegang anggaran akan tetapi hanya kurang dari satu menit, untuk Tenaga Ahli juga yang menunjuk pihak Pemdes (Kepala Desa) tanpa minta pertimbangan kepada saya”, ujar TPK saat dikonfirmasi via telpon.
“Dengan adanya berita yang mencuat terkait adanya penjualan aspal, saya sudah berusaha mengajak kepada Tim Ahli agar melakukan pengukuran secara bersama, agar bisa diketahui apakah volume mencukupi dan aspal yang dijual tersebut benar-benar aspal yang sisa, katanya sih yang menjual Akew Ketua Rw.03 Kp.Muara”, paparnya.
Asep A.Sudrajat selaku PLT.Camat Cigombong, saat dikonfirmasi via seluler mengatakan bahwa, “Kami tidak tahu ada hal tersebut, silakan saja dengan Kades, tanggungjawab ada pada Kepala Desa, artinya harus diselesaikan oleh beliau dan TPKnya, saya sangat mendukung Pers, asal dalam rangka Ihdinas Siraatal Mustaqiim”.
Begitupun dengan salahsatu anggota DPMD, saat dikonfirmasi mengatakan, “Musti dicek dulu volumenya sudah benar atau belum begitu, kalau ada lebih aspal hingga dijual berarti ada perhitungan yang salah kalau menurut saya, coba nanti saya tanyakan ke bidang yang menanganinya, kenapa bisa lebih begitu”.
Ketua PC.SEMMI Kabupaten Bogor Apresiasi Program Samisade Bupati Bogor
BOGOR.radar.informasi.com – Setiap daerah di Indonesia umumnya mempunyai tujuan pembangunan sesuai dengan kebutuhan pada daerahnya tersebut, seperti halnya Kabupaten Bogor yang memiliki kurang lebih 40 kecamatan yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan, dengan luas wilayah mencapai 2.986 km2, ditambah dengan jumlah penduduk sekitar 2.236 jiwa/km2, Jum’at (11/06/21).
Oleh karena itu, sangat rasional jika ada visi dan misi untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor guna mendukung Kabupaten Bogor yang berkemajuan. Rencana Bupati Bogor untuk menata daerah kabupaten di wilayah Cibinong Raya dengan konsep City Beautification Project (CBP) atau program mempercantik kota merupakan ide yang sangat brilian dari seorang Pemimpin Daerah, karena Cibinong merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor sekaligus wilayah sentral untuk berbagai sektornya.
Dalam Pasal 1 sub 10 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dinyatakan bahwa, kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama, bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Konsep City Beautification Projeckt (CBP), merupakan bagian dari pembangunan nasional, yang berlandaskan keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, materil dan spiritual, jiwa dan raga serta individu dan masyarakat.
Cibinong sebagai pusat perekonomian wilayah memiliki peran yang sangat besar bagi pembangunan, dimana konstribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan hidup warga Kabupaten Bogor melahirkan berbagai permasalahan. Jumlah penduduk yang terus bertambah dan dikaitkan dengan implikasinya pada ruang kota, lingkungan ini sangatlah menakutkan, apalagi ada banyak kejadian terutama di negara berkembang, kota – kota tersebut berkembang tanpa pengendalian. Jumlah penduduk terus bertambah, ruang kota semakin padat dan berkualitas rendah, lalu – lintas semrawut, penghijauan sangat kurang, terjadi banjir dan sebagainya.
Mengantisipasi terjadinya kondisi pusat Kabupaten Bogor dalam keadaan terpuruk dimana gejala ekonomi meningkat, jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya akan berakibat pada padatnya penduduk di suatu wilayah yang akan berimbas pada meningkatnya kebutuhan tempat tinggal, jumlah penduduk dengan kualitas tinggi menurun, jumlah orang sakit terus bertambah, pada akhirnya kota/pusat Kabupaten Bogor yang katanya mengalami kemajuan, padahal mengalami kemunduran dengan sendirinya, maka diperlukannya penataan ruang kota yang baik dan matang.
Namun melihat kondisi tersebut, pembangunan penataan di wilayah Cibinong wajib memiliki suatu konsep perencanaan tata ruang, yang disebut dengan Master Plan, dimana konsep tersebut sebagai arahan dan pedoman dalam melaksanakan pembangunan, sehingga masalah – masalah yang akan timbul yang diakibatkan dari hasil pembangunan akan diminimalisir. Ditambah lagi dengan adanya penataan pendesaan yang dilakukan Pemkab.Bogor yang menggolontorkan dana sebesar Rp318,5 miliar kepada 356 desa untuk menstimulus pembangunan infrastruktur desa yang bernama Satu Miliar Satu Desa ( SAMISADE), tentu mempunyai dampak besar, khususnya bagi desa tertinggal sebagai dorongan desa yang berstatus desa berkembang menjadi desa maju.
“Menurut saya langkah yang diambil Bupati Bogor untuk penataan wajah ibukota kabupaten dan pedesaan itu memberikan semangat baru bagi masyarakat Kabupaten Bogor juga dapat menjadikan sumber kekuatan baru bagi Kabupaten Bogor itu sendiri, yang dimana sekarang ini Kabupaten Bogor membutuhkan peng-upgrade-an kembali agar memberikan energi baru untuk kemajuannya”, tutur Moh.Miftahuzzaman selaku Ketua PC.SEMMI Kabupaten Bogor.
Masih menurutnya, “Jika kita tinjau dari segi perekonomian, tentu dengan adanya penataan baru di wilayah Kabupten Bogor ini dapat menjadikan nilai lebih yang memiliki daya jual tinggi bagi Masyarakat Bogor sendiri maupun luar daerah Bogor, karena Cibinong merupakan lintas daerah yang juga merupakan daerah yang dekat dengan Ibukota Negara ini, melihat kondisi sekarang yang sedang dilanda pandemi Covid-19, mengharuskan semua aktifitas untuk melakukan adaptasi guna penyesuaian terhadap kondisi dan situasi yang lebih konkrit, seperti halnya, peningkatan perekonomian dibidang UKM,UMKM, pariwisata dan lain – lain”.
“Bila dilaksanakan secara komprehenshif dan konsekwen, maka penataan konsep City Beautification Projeckt (CBP) dan Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE), dapat menjadi alat yang efektif untuk bangkit dari permasalahan akibat Covid-19 maupun mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi wilayah berkemajuan, pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang dan mengindahkan kondisi lingkungan dapat menghindari permasalahan lingkungan di masa mendatang”, paparnya.
Miftahuzzan juga berharap agar penataan wilayah ini bisa dilakukan dengan bijaksana, karena kualitas lingkungan akan terjaga dengan baik, sebaliknya bila dilakukan dengan kurang bijaksana maka tentunya kualitas lingkungan juga akan terganggu. Pemerintah juga harus memperhatikan penataan ruang dan akan lebih baik jika turut berperan dalam menyediakan ruang terbuka hijau di area perkotaan ini.
Pemerintah juga diharapkan dapat mewujudkan penataan ruang yang adil dan tepat guna mewujudkan kenyamanan dan keharmonisan dalam masyarakat dan kami menilai berdasarkan kajian internal, yang sudah pasti melalui proses penelitian yang mendalam dan kredibel, kabupaten bogor dibawah pimpinan Bupati Ade Munawaroh Yasin dan Saepudin Muhtar (Gus udin) selaku bagian dari tim percepatan pembangunan strategis Kabupaten Bogor telah berhasil merealisasikan City Beautification Project (CBP) dengan mengedepankan kondisi lingkungan dan alam di kawasan Kabupaten Bogor yang sampai saat ini masih terbilang asri, nyaman dan aman bagi masyarakat kab. Bogor.
Dengan adanya pembangunan yang terstruktur, terencana dan tersistematis dalam pembangunan City Beautification Project (CBP) dan pedesaan yang bernama Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) ini memberikan dampak positif seperti mengurangi kemacetan mempercantik wajah kota, efisiensi mobilitas kota berpotensi menjadi stimulus kebangkitan ekonomi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaam Baru (AKB) dan lain – lain.
“Kami mendukung secara penuh program ini karena berdampak pada masyarakat proses percepatan pembangunan daerah, kami juga berharap pemerintah selalu membuat program – program yang berdampak signifikan terhadap masyarakat secara umum dan kami juga berharap ada keterlibatan dari berbagai element masyarakat salahsatunya Mahasiswa dalam setiap program – program yang ada di Kabupaten Bogor”, pungkasnya.
10 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Kp.Tegal Kopi berharap Ada Perhatian
BOGOR.radar.informasi.com – Warga Kp. Tegal Kopi, Rt.03/10, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, mengeluhkan jalan lingkungan yang masih tanah, pasalnya kurang lebih hampir 10 tahun jalan tersebut diduga belum pernah tersentuh oleh Pemerintah Desa Ciadeg. Jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut menurut Lahem warga Rt.03/10 sama sekali belum tersentuh oleh Pemdes Ciadeg, Rabu (05/05/21).
“Sempat kami mengajukan beberapa kali pada Rt, Rw dan kepala Desa belum ada respone sama sekali. Padahal jalan ini akses satu – satunya untuk warga disini dan kalo hujan jalan sangat licin makanya jalan tersebut saya taburi pakai pecahan genteng agar tidak licin sebab disini banyak motor Warga yang melintas melalui jalan itu,” ujar Lahem kepada radar.informasi.com.
Masih kata Lahem, “Kami selaku Warga Kp. Tegal Kopi, khususnya Rt.03/10 kepada Pemerintah Desa Ciadeg agar cepat memperbaiki jalan lingkungan tersebut, karena hampir 10 tahun jalan ini belum pernah tersentuh sama sekali”.
Sementara itu Kepala Desa Ciadeg Wahyu, mengatakan, ” Rt.03/10 kebetulan itu domisili saya, jadi anggaran yang sekarang untuk Covid -19, tidak ada pembangunan dulu, cuma nanti kata saya yang termen kedua mungkin ada pengerjaan, nah kemarin begitu, saya jelaskan kepada warga R.03/10″.
“Pada intinya begini tarolah disitu kampung baru sebelumnya warga juga baru beberapa rumah, karna terdampak satu jalan tol dan PJKA Double Track, jadi pindahlah Warga kesitu, jadi gini initinya itukan tetangga saya logikanya masa saya tidak memperhatikan”, ujar Kades.
Masih kata Wahyu saya menjabat baru satu tahun pas Covid -19, jadi termen kedua untuk Covid -19 kan dan termen kesatu dibangunkan ke jembatan, turap dan pengaspalan, jadi saya fokuskan dulu pembangunan ke wilayah Nagrog, persatu tahun kita bangun perwilayah dulu, Insya Allah saya sudah komitmen semua pasti akan tersentuh”, ucapnya.
Bantu Petani di Kecamatan Cempaka, BPP Salurkan Benih Padi
CIANJUR.radarinformasi.com – Untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat Petani, Pemerintah menyalurkan benih padi kepada Masyarakat melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan, hadirnya BPP untuk membantu Kepala UPTD wilayah dalam melaksanakan tugas penyaluran benih padi kepada Masyarakat, Rabu (01/04/2021).
Tersalurnya benih padi kepada Petani sawah diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan, hingga Pemerintahan membuat Peraturan dan Monitoring bagi mereka yang ingin mendapatkan benih padi tersebut agar pemanfaatannya bisa benar – benar maksimal.
Seperti halnya di BPP Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur – Jawa Barat, yang telah menyalurkan program Pemerintah yang berupa benih padi kepada Masyarakat, melalui Kelompok Tani berjalan lancar dan disambut baik oleh Masyarakat ( Petani sawah ).
Hal ini disampaikan oleh Kordinator BPP Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur M. Sahlan Fauzi, “Program benih padi dari Pemerintah Pertanian, kami sudah salurkan oleh PPL melalui Kelompok Tani untuk kemudian disalurkan ke Masyarakat Petani sawah, Kecamatan Cempaka ada 20 kelompak yang mendapatkan benih padi dan masing – masing kelompok mendapatkan benih 625 Kg dengan total benih yang tersalurkan untuk Kecamatan Campaka 12,500 Kg”.
“Dalam pelaksanaan penyaluran benih kepada Masyarakat petani padi, sesuai arahan dari Pemerintah benih ini kami berikan secara gratis tidak dipungut biaya apapun, bahkan kami selalu menghimbau kepada PPL atau Kelompok tani untuk tidak memungut biaya apapun”, pungkasnya.