Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Pemkab Indramayu Perkuat Stabilitas Harga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjadi fokus utama pemerintah pusat dan daerah. Untuk memastikan inflasi tetap terkendali, Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia.

Rakor dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dan dilaksanakan secara daring pada Selasa (3/3/2026). Pemerintah Kabupaten Indramayu mengikuti kegiatan tersebut dari Indramayu Command Center (ICC).

Dalam arahannya, Tomsi menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah dinamika pasar dan tekanan faktor eksternal. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain tren kenaikan harga emas dunia, harga BBM non-subsidi, penetapan 1 Ramadan, curah hujan, serta tarif listrik.

“Saya berharap kabupaten/kota dapat sigap dalam mengendalikan pergerakan harga kebutuhan pokok,” tegas Tomsi.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, menegaskan komitmen Pemkab Indramayu dalam mendukung kebijakan pengendalian inflasi yang sejalan dengan program nasional.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Indramayu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026. Selain itu, pemantauan harga pasar dilakukan secara berkala oleh dinas terkait, serta diperkuat melalui koordinasi lintas sektor bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” ujar Asep.

Selain pengendalian inflasi, rakor tersebut juga membahas evaluasi Program 3 Juta Rumah serta sosialisasi kebijakan Jaminan Produk Halal, sebagai bagian dari upaya menyelaraskan implementasi kebijakan pusat dan daerah agar berjalan efektif di lapangan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pantau Harga Pangan Awal Ramadan, Bupati Lucky Hakim Tinjau Pasar Jatibarang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lucky Hakim meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok serta daya beli masyarakat pada awal Ramadan, sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi daerah, Rabu (25/2/2026).

Dalam peninjauan itu, bupati berdialog dengan pedagang berbagai komoditas, mulai dari sembako, sayur-mayur, tempe, daging, hingga bawang merah. Ia menegaskan pentingnya melihat kondisi riil di lapangan sebagai pembanding data statistik yang dimiliki pemerintah.

“Secara data kita punya angka-angka, tetapi kami ingin memantau langsung. Dari hasil ngobrol dengan pedagang memang ada kenaikan harga, tetapi relatif masih landai. Bahkan beberapa komoditas sempat turun kembali ke harga normal,” ujarnya.

Menurutnya, pedagang juga menyampaikan bahwa kenaikan harga biasanya kembali terjadi menjelang Lebaran. Namun hingga saat ini kondisi pasar masih terpantau terkendali. Dari sisi daya beli, sebagian pedagang menyebut masih stabil, meskipun ada yang mengalami sedikit penurunan, dan hal tersebut dinilai sejalan dengan data pemerintah daerah.

Selain harga komoditas, bupati juga menyoroti kondisi fasilitas pasar yang dinilai masih memerlukan perbaikan agar aktivitas perdagangan lebih nyaman. Ia juga mencermati keberadaan kios titipan yang menjual pakaian, seiring meningkatnya tren belanja daring yang turut memengaruhi pola transaksi di pasar tradisional.

“Harapan kami tentu tidak terjadi inflasi yang berlebihan. Kalau pendapatan masyarakat tetap, tetapi harga bahan pokok naik, itu akan memberatkan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengendalian inflasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemantauan rutin tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah intervensi, seperti operasi pasar maupun kebijakan pengendalian lainnya.

“Data yang kami kumpulkan akan memudahkan pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dalam menentukan instrumen intervensi yang tepat,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, bupati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto, Camat Jatibarang Mardono, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Sumber Diskominfo Kabupaten Indramayu

Andika

Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Indramayu Prioritaskan Stabilitas Harga Pangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah dengan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara virtual oleh Pemerintah Pusat. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemkab Indramayu dari Ruang Indramayu Command Center (ICC), Senin (12/1/26).

Pemkab Indramayu diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asep Abdul Mukti, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, H. Suwenda, bersama perangkat daerah terkait. Kehadiran mereka bertujuan menyerap arahan strategis dalam upaya menekan laju inflasi, khususnya pada awal tahun 2026.

Dalam rapat disampaikan bahwa inflasi nasional saat ini masih berada dalam kisaran target sebesar 2,5 persen dengan toleransi ±1 persen. Kendati demikian, seluruh pemerintah daerah diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga pada komoditas pangan bergejolak (volatile foods), seperti beras, cabai, dan bawang, yang rentan terdampak faktor cuaca serta distribusi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi daerah dalam menjalankan enam langkah konkret pengendalian inflasi. Upaya tersebut antara lain pelaksanaan operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, penguatan kerja sama antar daerah (KAD), serta pemanfaatan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mendukung subsidi transportasi logistik pangan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Indramayu terus mengintensifkan pemantauan harga harian di pasar tradisional melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan harga dapat dijangkau masyarakat.

Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah dalam forum koordinasi rutin, diharapkan daya beli masyarakat dapat terjaga serta tercipta kondisi ekonomi yang stabil dan kondusif di Kabupaten Indramayu sepanjang tahun 2026.

(S/Diskom/Andika)

Wabup Indramayu Tinjau Stabilitas Harga Bahan Pokok di Pasar dan Supermarket Patrol Jelang Idul Adha

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, melakukan kegiatan monitoring stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Patrol, Kamis (5/6/2025).
‎
‎Dalam kunjungan tersebut, Wabup Syaefudin didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Suwenda, Plt. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, serta Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu.
‎
‎Monitoring dilakukan dengan mengunjungi sejumlah pedagang, di antaranya pedagang daging ayam potong, daging sapi, sayur segar, dan buah-buahan. 
‎
‎Wabup Syaefudin secara langsung berdialog dengan para pedagang untuk menggali informasi terkait stabilitas harga pangan, ketersediaan barang, serta kualitas produk yang dijual.
‎
‎“Kami ingin memastikan bahan pangan yang beredar di masyarakat dalam kondisi baik, stoknya mencukupi, dan harga masih dalam batas wajar,” ujarnya.
‎
‎Selain pasar tradisional, rombongan juga melanjutkan monitoring ke pusat perbelanjaan modern, Yogya Patrol. Didampingi oleh manajer toko, Wabup Syaefudin meninjau langsung stok bahan pangan seperti daging ayam, ikan, telur, sayuran, dan buah segar. Wabup memastikan, distribusi pangan tetap lancar dan kualitas produk tetap terjaga menjelang hari raya.

“Hari ini luar biasa, kita mengunjungi pasar dan Yogya Toserba. Alhamdulillah, menjelang Hari Raya Idul Adha ini kita bersama teman-teman dari SKPD dan stakeholder kompak untuk mengecek ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, dan memastikan semuanya aman untuk masyarakat Indramayu,” tutur Wabup Indramayu. 
‎
‎Wabup juga menyampaikan, kenaikan harga yang terjadi menjelang hari besar masih dalam taraf wajar dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.
‎
‎“Mudah-mudahan komunikasi dengan pedagang terus terjalin dengan baik, dan insyaallah tidak ada kendala berarti. Yang penting, Pasar Patrol ini aman pedagangnya, nyaman pembelinya,” imbuhnya.
‎
‎Kegiatan monitoring ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Pasar Murah Digelar di Indramayu untuk Bantu Masyarakat Hadapi Kenaikan Harga Menjelang Hari Raya 

INDRAMAYU.radrinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar Pasar Murah di Alun-Alun Indramayu, Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama dalam menghadapi kenaikan harga di bulan Ramadan dan  menjelang Hari Raya Idul Fitri,” pada Rabu (19/03/25).

Pasar Murah ini menyediakan berbagai bahan pokok seperti beras, daging, ayam, gula, telur, minyak, dan sayur-sayuran. Harga barang-barang tersebut telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

H. Suweda, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. “Harapannya, apa yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah bisa diterima masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas daerah, kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Heru Purwanto, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Indramayu, menambahkan bahwa Pasar Murah ini juga merupakan bagian dari program sosial yang melibatkan Bank Indonesia dan meminta partisipasi Pemda. “Kami berkolaborasi dengan Bank Indonesia agar program ini bisa berjalan dengan baik. Kegiatan ini hanya berlangsung satu hari, namun diharapkan dapat meringankan beban masyarakat,” katanya dalam wawancara dengan awak media.

Melalui kegiatan ini, Pemda Indramayu berharap dapat terus berperan aktif dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi seperti kenaikan harga barang kebutuhan pokok.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Gerakan Pangan Murah Digelar di Indramayu, Harga Bahan Pokok Lebih Terjangkau

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Tim Pengendalian Hidup menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Kecamatan Sindang, Jl. MT Haryono No. 24. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar,” pada Selasa (11/03/25).

Program ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi harga pangan, terutama menjelang bulan Ramadan. Berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, serta aneka sayur dan buah dijual dengan harga di bawah rata-rata pasar.

H. Suweda, S.Sos., M.Si, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu.

Harga Lebih Murah dengan Subsidi Pemerintah

Harga bahan pokok yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah ini lebih rendah dibandingkan pasar tradisional karena adanya subsidi dari pemerintah. Contohnya, beras premium yang biasanya dijual Rp14.000 per kilogram di pasaran, dalam kegiatan ini dijual Rp13.000. Minyak goreng yang biasanya Rp17.000–Rp18.000 per liter, di sini hanya Rp15.000. Begitu pula dengan telur yang di pasaran seharga Rp30.000 per kilogram, bisa diperoleh dengan harga Rp27.000.

Heru Purwanto, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya menekan harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat. “Kami bekerja sama dengan Bulog dan berbagai pihak untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar,” ujarnya.

Perluasan Program di Beberapa Kecamatan

Selain di Kecamatan Sindang, program ini juga akan dilaksanakan Kecamatan Balongan selama bulan Ramadan. Pemerintah daerah, provinsi, dan pusat terus berupaya memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaatnya.

Selain itu, operasi pasar pangan murah dari pemerintah pusat juga digelar di beberapa cabang Kantor Pos di Indramayu. Di lokasi ini, harga bahan pokok bahkan lebih murah dibandingkan pasar tradisional maupun kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Sindang. Misalnya, minyak goreng dijual Rp14.175 per liter, lebih rendah dari harga di kegiatan utama yang mencapai Rp15.000. Gula pasir di sana juga lebih murah, yakni Rp15.000 dibandingkan harga di tempat lain yang mencapai Rp16.000.

Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menekan laju inflasi daerah dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami akan terus menggelar kegiatan serupa di berbagai lokasi, terutama saat harga pangan cenderung meningkat, agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tambah Heru Purwanto.

Dengan adanya program ini, masyarakat di Indramayu diharapkan dapat lebih mudah mengakses kebutuhan pangan dengan harga lebih murah, sekaligus meringankan beban ekonomi mereka menjelang bulan suci Ramadan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Pemkab Indramayu Proaktif Kawal Harga Pokok, Antisipasi Kenaikan Jelang Ramadan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah terus mengintensifkan langkah antisipasi untuk menekan potensi kenaikan harga menjelang Ramadan 1446H. Indeks Perkembangan Harga (IPH) menjadi fokus utama mengingat dampaknya terhadap inflasi nasional. Senin (10/2)

Hal ini ditegaskan PIt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 secara daring, Senin (10/2/2025).

“Kita perlu memperkirakan dan memitigasi kenaikan harga komoditas, terutama mengingat pengalaman sebelumnya yang menunjukkan lonjakan signifikan selama Ramadan,” ujar Tomsi.

Dia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), meningkatkan koordinasi, memastikan ketersediaan stok barang, dan menyiapkan langkah konkret berbasis data lapangan.

Sementara itu beradasarkan data yang dipaparkan PIt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, pada 1 Februari 2025 menunjukkan 11 provinsi mengalami kenaikan IPH, dengan cabai merah, cabai rawit, telur, daging ayam ras, dan minyak goreng sebagai penyumbang utama. Sementara itu, 27 provinsi lainnya mencatat penurunan IPH.

Menanggapi hal ini, Bupati Indramayu Hj Nina Agustina melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suwenda menyatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui dinas terkait rutin memantau harga barang pokok di 13 pasar wilayahnya.

“Pemantauan ini menjadi dasar langkah antisipasi sesuai arahan pusat,” jelas Suwenda.

Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Polres Bogor Bersama Stakeholder Terkait Pantau Harga Minyakita di Kabupaten Bogor

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor bersama jajaran dan stakeholder terkait melakukan monitoring perkembangan harga Minyakita di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya Kabupaten Bogor. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan harga minyak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Selasa (28/1)

Temuan di Lapangan:
Berdasarkan pendataan pihak kepolisian, berikut fakta-fakta yang ditemukan:

• Kenaikan Harga Minyakita
Harga Minyakita di Kabupaten Bogor mencapai Rp16.500 hingga Rp17.000 per liter, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

• Sidak Pemerintah Kabupaten Bogor
Pada Jumat, 24 Januari 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda dan instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke tingkat produsen, distributor, dan pengecer. Berikut hasil sidak:

• Distributor Tingkat 1 (D1):
PT Wilmar di Jl. Raya Pemda Pangkalan Kedunghalang, Kecamatan Sukaraja, diketahui memproduksi berbagai merek minyak, termasuk Sania, Fortune, Sip, dan Sovia. Namun, stok Minyakita kosong sejak pengiriman terakhir pada 22 November 2024.

• Distributor Tingkat 2 (D2):
a. PT Jessindo Prakarsa Depo, Sukaraja, menerima pasokan dari PT Wilmar. Stok Minyakita kosong sejak pengiriman terakhir pada 22 November 2024, yang dijual ke pengecer dengan harga Rp14.500 per liter.
b. CV Purbajaya, Cibinong, juga mengalami hal serupa dengan stok kosong sejak pengiriman terakhir pada tanggal yang sama.

• Pengecer:
Pengecekan di Pasar Cibinong menunjukkan stok terbatas, rata-rata hanya dua karton (24 pouch). Harga jual mencapai Rp17.500 hingga Rp17.666 per liter, jauh di atas HET.

• Mekanisme Distribusi dan Harga:
Berdasarkan aturan Kementerian Perdagangan:
• Produsen ke Distributor 1: Rp13.500 per liter.
• Distributor 1 ke Distributor 2: Rp14.000 per liter.
• Distributor 2 ke Pengecer: Rp14.500 per liter.
• Konsumen membeli di kisaran Rp16.500 hingga Rp18.000 per liter.

Mayoritas pasokan di Kabupaten Bogor berasal dari Distributor PT Jujur Sentosa di Jakarta Barat.

Analisis dan Prediksi:
• Penyebab Kenaikan Harga:
• Ketidaksesuaian harga di tingkat pengecer dengan HET.
• Tingginya permintaan di Kabupaten Bogor, namun stok barang kosong di tingkat produsen dan distributor.
• Potensi Dampak:
• Kelangkaan Minyakita di Kabupaten Bogor.
• Peluang bagi spekulan untuk memonopoli harga akibat kelangkaan.

Tindakan dan Rekomendasi
• Langkah Kepolisian:
• Melakukan operasi pasar dan sidak bersama instansi terkait untuk menekan harga.
• Berkoordinasi dengan instansi terkait guna menggelar pasar murah.
• Rekomendasi Kepolisian:
• Mengupayakan Perum BULOG Cabang Bogor menjadi distributor Minyakita.
• Melakukan pengawasan berkala untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga.

Polres Bogor akan terus memantau situasi dan memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Bupati Nina Agustina Komitmen Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng, Dirjen Kemendag RI Kunjungi Indramayu 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Rusmin Amin, didampingi Bupati Indramayu yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Suwenda, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Indramayu pada Kamis (9/1/2025). 

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga dan menjaga stok barang kebutuhan pokok utamanya pada tahun 2025 sekaligus melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi minyak goreng yang saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah. 

Dalam kunjungan tersebut Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga mendatangi beberapa tempat diantaranya adalah Pasar Daerah Jatibarang dan berbincang dengan beberapa pedagang pasar serta mengunjungi salah satu Gudang Distributor Minyak Goreng di Kabupaten Indramayu. 

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Rusmin Amin mengatakan, dirinya telah melihat peta distribusi minyakita di Kabupaten Indramayu serta di beberapa kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat di mana saat ini harga minyakita pada tingkat konsumen masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp15.700,-. 

Diketahui di Pasar Daerah Jatibarang sendiri harga minyakita berkisar antara 17.000 — 18.000 rupiah per liter sedangkan untuk minyak curah berada pada harga 20.000 rupiah per liter. 

Sementara pada salah satu toko grosir eceran (D2) di Kabupaten Indramayu, harga minyakita berkisar antara Rp14.500 -Rp15.400 rupiah per liter dan untuk minyak curah berada pada harga Rp18.800 per liter. 

Rusmin menyebut, walaupun harga minyakita yang saat ini beredar masih di atas HET namun harga tersebut masih relatif rendah dibanding dengan daerah lainnya. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu juga dari aparat kepolisian maupun TNI yang sudah mengecek sama-sama hari ini. Kami sudah melihat dan sempat berbincang dengan para pedagang, di mana minyakita ini rata-rata mereka menjual 17.000-18.000 per liter dan harga tersebut masih di atas HET,” ujarnya. 

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga berharap hal tersebut menjadi perhatian bersama untuk terus berupaya keras dan meningkatkan sinergi baik dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Indramayu serta BULOG sehingga harga minyakita yang dijual ke konsumen terutama sebelum momentum Ramadan dapat sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. 

“Untuk itu kami harapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk senantiasa selalu turun ke lapangan mengecek kalau memang ada hal-hal yang kirakira ditemukan dan itu perlu bantuan dari pemerintah pusat kami siap untuk membantunya,” ujar Rusmin. 

Menurut Rusmin, peran BULOG juga sangat sentral, pihaknya berharap BULOG juga bisa membantu di Kabupaten Indramayu terkait dengan stabilisasi harga minyakita atau pun bahan pokok secara keseluruhan karena BULOG secara infrastruktur memiliki infrastruktur yang cukup lengkap dibandingkan dengan perusahaanperusahaan lainnya hanya mungkin yang perlu kita support dari pemerintah pusat bagaimana ketersediaan bahan baku maupun minyakita ini bisa diselesaikan oleh BULOG sebagai mitra dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. 

Melalui kegiatan ini, Suwenda berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah makin solid sehingga upaya menjaga ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok serta stabilisasi harganya dapat dilaksanakan secara optimal dan masyarakat dapat membeli dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal