PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Santri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 resmi dibuka sebagai ajang pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta mempererat silaturahmi antar santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu.

Pembukaan PORSADIN VIII dilakukan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Iin Indrayati mengatakan PORSADIN merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.

Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sebagai modal utama pembangunan daerah.

Ia menambahkan, penyelenggaraan PORSADIN selaras dengan visi Indramayu REANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan insentif bagi guru Madrasah Diniyah sebesar Rp13,99 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

“Untuk anak-anakku seluruh peserta, mari junjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama mengikuti perlombaan. Kepada dewan juri dan para pelatih, kami berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab,” ujar Iin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, menegaskan bahwa PORSADIN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembinaan santri agar tumbuh sebagai generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan di bidang keagamaan, olahraga, dan seni.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas kepada para peserta.

“PORSADIN diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit santri berprestasi yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana evaluasi pendidikan dan pengembangan minat serta bakat santri sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG.

Menurutnya, PORSADIN menjadi momentum bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan.

Aspuri menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan komitmen Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu. PORSADIN VIII tahun ini diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas santri, dewan juri, dan panitia dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Melalui penyelenggaraan PORSADIN VIII, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki prestasi di bidang olahraga dan seni, serta mampu menjadi generasi berkarakter yang berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Siswi MI/PUI Dermayu Raih Juara I Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Piala Presiden 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Indramayu. Setelah sebelumnya sejumlah pelajar Indramayu mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional, kini giliran Liyyana Maulida, siswi MI/PUI Dermayu, yang sukses mengharumkan nama daerah melalui cabang olahraga pencak silat.

Liyyana berhasil meraih Juara I Tanding Usia Dini 2 Putri Kelas Prestasi Pool 9 pada Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang digelar di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, pada 25–28 Juni 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) tersebut diikuti ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, mulai jenjang SD hingga SMA/SMK, baik pada kategori tanding maupun seni.

Ajang nasional ini menjadi wadah pembinaan sekaligus kompetisi bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan teknik, mental bertanding, dan daya juang dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Di tengah persaingan yang ketat, Liyyana tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih medali emas pada kategorinya. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu sekaligus membuktikan bahwa atlet-atlet muda daerah mampu bersaing di level nasional.

Ayah Liyyana, Uus, mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, serta dukungan keluarga dan pelatih selama proses pembinaan.

“Kami selalu memberikan kepercayaan kepada Liyyana untuk mengikuti program latihan yang telah disusun pelatih. Harapan kami, ke depan Liyyana terus berkembang dan mampu menembus kejuaraan yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga SEA Games, sehingga dapat terus mengharumkan nama Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Keberhasilan Liyyana menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini memiliki peran penting dalam melahirkan generasi berprestasi. Prestasi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak dan pelajar lainnya di Kabupaten Indramayu untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Prestasi Liyyana diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat nasional hingga internasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Tuntaskan Kendala Kuota SPMB 2026, Sebanyak 242 Calon Siswa Dipastikan Tertampung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat terkait keterbatasan daya tampung dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Indramayu tetap memperoleh haknya atas layanan pendidikan dasar.

Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, Caridin, menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami kekhawatiran para orang tua, khususnya di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, yang sempat menghadapi kendala akibat terbatasnya kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

“Kami memahami sepenuhnya aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait keterbatasan daya tampung SPMB Tahun 2026. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menghadirkan solusi agar seluruh peserta didik dapat mengakses pendidikan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kabupaten Indramayu melakukan koordinasi, verifikasi, dan evaluasi secara intensif dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Melalui mekanisme pengecualian sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah mengajukan penambahan jumlah rombongan belajar di sejumlah sekolah.

Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan penuh dari BBPMP Jawa Barat. Sebanyak 12 sekolah dasar yang mengajukan penambahan kuota, termasuk beberapa sekolah di Desa Dadap, kini memperoleh tambahan rombel sehingga mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik.

Berdasarkan data Disdikbud, sebanyak 242 calon siswa yang sebelumnya berpotensi tidak memperoleh kuota dipastikan 100 persen dapat diterima dan mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

Keberhasilan penyelesaian persoalan kuota SPMB ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendukung pelaksanaan program wajib belajar serta menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Pemkab Indramayu juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif sehingga permasalahan dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ke depan, Disdikbud Kabupaten Indramayu akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan daya tampung sekolah, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), penataan tenaga pendidik, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta didik pada tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih atas dukungan, kesabaran, dan sinergi seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mewujudkan layanan pendidikan di Kabupaten Indramayu yang bermutu, adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak,” tutup Caridin.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Peringati Harganas ke-33, Diskominfo Indramayu Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Generasi Unggul

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Harganas 2026 menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang hadir secara fisik dan emosional, menjadi teladan, memberikan rasa aman, serta terlibat aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada Upacara Peringatan Harganas ke-33 di lingkungan Diskominfo Kabupaten Indramayu, Senin (29/6/2026).

Dalam amanatnya, Suwenda menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang memasuki masa bonus demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila kualitas sumber daya manusia dibangun sejak dari lingkungan keluarga.

“Penguatan kesehatan, pendidikan karakter, ketahanan mental, pencegahan stunting, serta pola pengasuhan yang berkualitas merupakan investasi penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Suwenda.

Ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting dari Kemendukbangga/BKKBN dalam peringatan Harganas tahun ini. Pertama, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dicintai, didengar, dan dihargai. Kedua, pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh ayah dan ibu sebagai satu tim.

Selain itu, keterlibatan ayah dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendukung perkembangan sosial dan emosional anak, menjaga kesehatan mental, hingga meningkatkan capaian pendidikan.

Suwenda juga mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif tanpa mengurangi kualitas komunikasi dan kedekatan antaranggota keluarga.

Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah Yogya Kembali pada 29 Juni 1949, ketika para pejuang Indonesia kembali berkumpul bersama keluarga setelah mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.

Melalui peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, Pemerintah berharap seluruh keluarga Indonesia semakin menyadari pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa dan penguatan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kecamatan Sukagumiwang Perkuat Validasi Data Anak Tidak Sekolah untuk Dukung Program Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Anak Tidak Sekolah (ATS) bersama operator ATS desa se-Kecamatan Sukagumiwang, pengawas Sekolah Dasar (SD), dan pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aula Ki Sapu Angin Kecamatan Sukagumiwang. Selasa (30/6/2026)

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Juniri, S.E., M.A.P., didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Dedi Nurhadi, S.E. Agenda ini bertujuan memastikan keakuratan data Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai dasar penyusunan kebijakan penanganan anak putus sekolah di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Dalam proses verifikasi, seluruh operator ATS desa bersama pengawas pendidikan melakukan pencocokan dan validasi data terhadap anak usia 7 hingga 18 tahun yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Juniri menegaskan bahwa data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program penanganan Anak Tidak Sekolah. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, satuan pendidikan, dan pemerintah kecamatan harus terus diperkuat agar setiap anak memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan.

“Pendataan yang akurat menjadi dasar dalam penyusunan langkah intervensi dan kebijakan agar anak-anak yang tidak bersekolah dapat kembali memperoleh hak pendidikan secara optimal,” ujarnya.

Operator ATS memiliki peran penting sebagai ujung tombak pendataan di tingkat desa. Mereka bertugas mengidentifikasi, memverifikasi, dan memvalidasi data anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan sehingga pemerintah memiliki basis data yang valid dalam menentukan langkah penanganan.

Pelaksanaan verval ini juga merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Regulasi tersebut menjadi landasan nasional dalam upaya menekan angka anak tidak sekolah melalui pendataan yang akurat, kolaborasi lintas sektor, serta berbagai bentuk intervensi, mulai dari reintegrasi ke sekolah formal, pendidikan nonformal melalui Paket A, B, dan C, hingga pelatihan vokasi.

Pemerintah menargetkan penanganan sekitar 645 ribu Anak Tidak Sekolah secara bertahap hingga tahun 2045 melalui pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) periode 2026–2029, 2030–2034, 2035–2039, dan 2040–2045.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap tersusunnya data ATS yang akurat dan komprehensif sehingga program penanganan anak tidak sekolah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi seluruh anak di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Belasan Perangkat Desa Tersana dan Cadangpinggan Resmi Dilantik, Camat Sukagumiwang Tekankan Integritas dan Profesionalisme

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Tersana dan Pemerintah Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan perangkat desa di Aula Ki Sapu Angin Kecamatan Sukagumiwang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses penjaringan dan penyaringan perangkat desa yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Senin (29/6/2026)

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang profesional, efektif, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Acara dihadiri Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan Desa Raden Adang Kusumah Dewantara, S.IP., M.Si., unsur Danramil dan Polsek Sukagumiwang, Ketua TP PKK, Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT/RW, unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan menegaskan bahwa jabatan perangkat desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjunjung tinggi integritas.

“Perangkat desa merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, perangkat desa yang baru dilantik diharapkan mampu bekerja secara profesional, disiplin, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat desa senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Raden Adang Kusumah Dewantara, menyampaikan bahwa perangkat desa memiliki posisi strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat desa.

Menurutnya, perangkat desa yang baru dilantik harus terus meningkatkan kompetensi, memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan tata kelola pemerintahan yang semakin modern.

Mewakili pemerintah desa, Kuwu Desa Cadangpinggan Bagyana Kusmiarta menekankan pentingnya kedisiplinan, loyalitas, dan semangat pengabdian sebagai modal utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kedisiplinan merupakan modal utama dalam menjalankan amanah jabatan. Kami berharap seluruh perangkat desa yang dilantik hari ini dapat menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta semangat pengabdian yang tinggi demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Adapun perangkat desa yang dilantik berasal dari dua desa, yakni Desa Tersana dan Desa Cadangpinggan.

Untuk Desa Tersana, perangkat yang dilantik meliputi Rohim sebagai Sekretaris Desa, Suweti sebagai Kepala Urusan Keuangan, Irpa Wardanu Siregar sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, Susanti sebagai Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum, Saefullah sebagai Kepala Dusun I, serta Firmansyah sebagai Kepala Dusun II.

Sementara itu, dari Desa Cadangpinggan dilantik Liana Rohaly sebagai Kepala Urusan Keuangan, Raeni, S.Pd. sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, Mirza Izzurohman sebagai Kepala Seksi Pelayanan, Sumawijaya sebagai Kepala Urusan Kesejahteraan, Joharudin sebagai Kepala Urusan Perencanaan, Supriyadi sebagai Kepala Dusun I, Irfan Saputra sebagai Kepala Dusun II, dan Aris Munandar sebagai Kepala Dusun III.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, transparan, responsif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Kecamatan Sukagumiwang Sosialisasikan KIA untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan administrasi kependudukan bagi anak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA) di Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH). Senin (29/6/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., didampingi Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat, Dudy Riswandi, S.IP. Sementara materi teknis mengenai kepemilikan dan tata cara pembuatan Kartu Identitas Anak disampaikan oleh Bayu Febrianto Shona, S.E.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Republik Indonesia terkait pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program tersebut mengacu pada surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Nomor 400.3.3/5462-Bid. Pemb. PAUD PNF tanggal 26 Juni 2026 mengenai implementasi wajib belajar bagi anak usia 5 hingga 6 tahun.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan menegaskan bahwa kepemilikan Kartu Identitas Anak bukan hanya berfungsi sebagai identitas resmi bagi anak, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan serta mendukung berbagai program pemerintah di bidang pendidikan dan perlindungan anak.

“Kepemilikan KIA bukan hanya sebagai identitas resmi anak, tetapi juga menjadi bagian penting dalam integrasi data kependudukan yang mendukung pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk akses terhadap pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan serta menyalurkan berbagai program pembangunan secara tepat sasaran, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga masyarakat, untuk berperan aktif dalam memastikan seluruh anak memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap.

Sementara itu, Bayu Febrianto Shona menjelaskan secara rinci persyaratan serta prosedur pembuatan Kartu Identitas Anak. Ia mengimbau para orang tua agar segera mengurus KIA sebagai bentuk kepatuhan terhadap administrasi kependudukan sekaligus upaya memenuhi hak identitas bagi setiap anak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap seluruh anak usia dini di wilayahnya memiliki Kartu Identitas Anak sehingga dapat mendukung implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun secara optimal.

Selain meningkatkan tertib administrasi kependudukan, kepemilikan KIA juga diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas serta mendukung lahirnya generasi muda Kabupaten Indramayu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Peringati Harganas ke-33, Kecamatan Sukagumiwang Ajak Perkuat Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berkualitas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kecamatan Sukagumiwang di halaman Kantor Kecamatan Sukagumiwang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Senin (29/6/2026)

Upacara diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala UPTD/UPTB, para kuwu beserta perangkat desa se-Kecamatan Sukagumiwang, kepala sekolah, serta aparatur sipil negara dan pegawai instansi pemerintah di lingkungan Kecamatan Sukagumiwang.

Pelaksanaan upacara mengacu pada Surat Edaran Bupati Indramayu Nomor 400.14.1.1/1868/DP2KBP3A tanggal 24 Juni 2026 tentang Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang kemudian ditindaklanjuti melalui surat undangan resmi dari Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang.

Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi fondasi utama dalam membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Dari keluargalah nilai-nilai moral, kasih sayang, serta tanggung jawab mulai ditanamkan,” ujarnya dalam amanat.

Pada peringatan Harganas tahun ini, pemerintah mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai ajakan kepada para ayah agar semakin aktif berperan dalam pengasuhan, pendidikan, serta pendampingan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, peran seorang ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pelindung, pendidik, teladan, sekaligus pendamping yang hadir dalam setiap fase kehidupan anak. Keterlibatan ayah dinilai sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari pengaruh teknologi digital, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pencegahan stunting.

“Keterlibatan ayah dalam mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak merupakan salah satu kunci untuk mencetak generasi yang tangguh, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Sukagumiwang juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat keharmonisan keluarga melalui komunikasi yang baik, meluangkan waktu bersama keluarga, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Ia menambahkan, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh keberhasilan membangun sumber daya manusia yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Keluarga adalah titik awal pembangunan bangsa. Mari jadikan peringatan Harganas ke-33 sebagai momentum untuk memperbaiki pola asuh, menjaga kesehatan keluarga, dan merencanakan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Mohamad Mulya Setiawan mengajak seluruh peserta untuk terus menggaungkan semangat “Berencana Itu Keren” serta mengimplementasikan pesan utama Harganas, yakni “Cintai Keluarga dengan Cinta yang Terencana untuk Membentuk Keluarga Berkualitas, Indonesia Kuat, SDM Unggul, dan Bangsa Pemenang.”

Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tingkat Kecamatan Sukagumiwang berlangsung dengan khidmat dan tertib. Pemerintah Kecamatan berharap peringatan ini menjadi penguat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang sejahtera, maju, dan berdaya saing.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Jalan Temiyang–Kroya Direkonstruksi, Warga Apresiasi Pembangunan DPUPR Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rekonstruksi Jalan Temiyang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Tahun 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur jalan yang kini lebih baik dinilai memberikan kenyamanan serta memperlancar mobilitas warga, Sabtu (27/6/2026).

Proyek rekonstruksi tersebut telah rampung dengan hasil yang dinilai sesuai spesifikasi teknis. Pekerjaan memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.774.917.000 dan dikerjakan oleh PT Putri Pringgabaya, yang beralamat di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan jalan yang telah diperbaiki disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Warno, mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, jalannya sekarang sudah mulus. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Warno berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Yang penting jalannya mulus dan lancar. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai rekonstruksi Jalan Temiyang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Masyarakat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang telah lama diharapkan. Mereka berharap kualitas jalan tersebut dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Reporter : Andika

Jalan Temiyang–Kroya Direkonstruksi, Warga Apresiasi Pembangunan DPUPR Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rekonstruksi Jalan Temiyang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Tahun 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur jalan yang kini lebih baik dinilai memberikan kenyamanan serta memperlancar mobilitas warga, Sabtu (27/6/2026).

Proyek rekonstruksi tersebut telah rampung dengan hasil yang dinilai sesuai spesifikasi teknis. Pekerjaan memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.774.917.000 dan dikerjakan oleh PT Putri Pringgabaya, yang beralamat di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan jalan yang telah diperbaiki disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Warno, mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah, jalannya sekarang sudah mulus. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Warno berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

“Yang penting jalannya mulus dan lancar. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” tambahnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai rekonstruksi Jalan Temiyang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat akses transportasi di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Masyarakat turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang telah lama diharapkan. Mereka berharap kualitas jalan tersebut dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Reporter : Andika