Pemuda Batak Bersatu ikut Andil dalam Proses Pencarian Bocah Hanyut di Kali Ciliwung
BOGOR.radar.informasi.com – Nasib malang menimpa dua bocah usia 5 tahun yang diperkirakan tengah mandi di aliran Kali Ciliwung di Kampung Peundeuy, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor pada Minggu ( 20/06/21) sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah dilakukan penyisiran di area sungai, salahsatu anak dengan inisial L berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara itu anak dengan inisial A hingga saat ini belum berhasil diketemukan, Senin (21/06/21).
Hal ini tentu saja menggugah nurani setiap orang, selain pihak Tim SAR, Kepolisian, Damkar dan Tagana yang sibuk menyisir aliran Sungai Ciliwung, tampak pula Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang di Ketuai ( PAC Bogor Timur ) oleh Feri Alek Manurung menurunkan beberapa Personelnya untuk membantu proses pencarian, mereka bergerak tanpa pamrih demi rasa kemanusiaan.
Upaya pencarian terus dilakukan meskipun belum mendapatkan hasil, mereka saling bahu-membahu dan bergantian dalam proses pencarian.
“Kita terus melakukan koordinasi, pencarian terus kami lakukan, saya juga berharap rekan- rekan PBB bisa hadir semua untuk membantu proses pencarian”, ujar Simon Bongsu Pakpahan selaku Wakil Ketua PBB.
Hingga berita ini ditayangkan, bocah dengan inisial A belum berhasil ditemukan.
Akibat Beras di Tolak KPM, Dinsos Kota Bogor Ambil Beras dari Agen E-Warung untuk Uji Lab
BOGOR.radar.informasi.com – Atas aduan dari KPM dan juga maraknya pemberitaan di Media Massa terkait buruknya kualitas beras yang disalurkan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Sumartini selaku Kepala Bidang Dinas Sosial melakukan monev terhadap beberapa Agen E-warung yang ada di wilayah Kota Bogor, dalam monev tersebut Sumartini juga mengambil contoh beras untuk dilakukan uji lab agar dapat diketahui secara pasti kualitas beras yang disalurkan, Rabu (02/06/21).
Contoh beras sendiri diambil dari Agen E-warung milik Indro dan E-warung Batu Tulis Sejahtera dengan Suplayer PT.Aam Prima Artha serta E-warung Anggrek dengan Suplier PT.Inti Prima Karkasindo. Menurut Sumartini secara kasat mata beras tersebut terlihat banyak patahan, terdapat gabah dan juga agak kekuningan.
“Kita belum bisa memastikan kualitas dari beras tersebut, namun secara kasat mata terlihat banyak patahan, berwarna kekuningan dan terdapat gabah, kalau premium itu kan ga ada gabahnya, yang jadi masalah itu kan banyaknya beras di produksi oleh PT apa dan disalurkan oleh PT yang berbeda pula, jadi kadang – kadang hal tersebut dijadikan peluang untuk mengecoh isi karung”, ujar Sumartini.
Masih menurutnya”, Kita juga udah sering menegur para Agen agar lebih berhati – hati dalam menyeleksi Suplier, apalagi dengan kejadian ini kita akan memberikan teguran juga kepada agen E-warung, intinya saya belum bisa memastikan kualitas dari beras yang saya ambil contohnya ini, kita akan uji lab dulu, kita juga ga mau fitnah salahsatu Suplier”.
Dengan adanya beras yang diambil untuk contoh, radar.informasi.com mencoba mengorek keterangan dari salahsatu Agen, dalam percakapan via seluler, Indro mengatakan, “lya saya teledor dan ini pembelajaran buat saya, ke depannya saya akan lebih selektif, saya minta maaf dan benar bu Kabid sudah datang kesini, mohon maaf ya saya lagi sakit akibat kejadian ini”.
Tak hanya sebatas itu, pihak Awak Mediapun mencoba mengklarifikasi terhadap PT. Inti Prima Karkasindo dan juga PT. Aam Prima Artha, dalam pesan Whatshaap Syarif perwakilan dari PT. Aam mengatakan no coment, sedangakan Deni yang mengaku perwakilan dari PT.Inti mengatakan, “Ya boleh diambil sample tapi bukti kongkritnya mana jangan di plastik seperti itu, bisa saja ambil dari warung atau toko beras biasa, seharusnya ketika diambil sample disertakan juga kemasannya”.
“Dari E-warung dan agen tidak ada yang komplain akan hal beras, biasanya beda sedikitpun mereka komplain, Iya yang saya minta samplenya bukan diplastik atau dari kantong keresek, tapi diperlihatkan bukti kemasannya juga, setidaknya ada bukti bahwa itu beras kita, kan bisa jadi beras itu ambil dari mana aja, bisa dari pasar, kalau memang bener ngambil dari KPM berarti mengurangi dong hak KPM”, pungkasnya.
Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata
BOGOR.radar.informasi.com – Warga Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, kesal akibat adanya pembangunan perumahan cluster milik salahsatu pihak pengembang yang diduga menjadi penyebab banjir dan merugikan masyarakat sekitar perumahan, pasalnya banjir yang terjadi bukan untuk pertama kalinya, akan tetapi sudah ketiga kalinya, bahkan akan ada kemungkinan banjir terjadi lagi mengingat intensitas hujan yang akhir – akhir ini kerap terjadi, Kamis (27/05/21).
Salahsatu ketua RT setempat, saat di jumpai Media mengatakan bahwa, “Ya memang benar sudah 3 kali banjir ini terjadi di pemukiman warga lantaran pihak pengembang tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya banjir yang kepung rumah warga. Hal ini juga pernah kita sampaikan kepada Kades Pasir Eurih, Rauf Obay dan kepada pihak pengembang perumahan tersebut, kata pihak pengembang nanti akan dibuatkan drainase”.
“Saat ini para pegawai belum datang pasca lebaran, selain itu juga adanya persoalan lain terkait adanya salahsatu lahan warga yang belum selesai dibayar, padahal sebelumnya kami tidak pernah kebanjiran, ya sebelum adanya perumahan tersebut, memang tidak ada rumah yang rusak parah, tapi kan kami jadi was – was, belum lagi harus membersihkan air dan sampah yang masuk rumah”, keluhnya.
Saat tim mencoba Menghubungi Kades Pasir Eurih melalui pesan WhatsApp, Kades menjelaskan bahwa, “Oh sudah di selesaikan, terus pihak pengembang udah bikin atau menambah saluran dan serapan air lagi, karena emang kemaren intensitas curah hujannya tinggi karena di wilayah saya emang ada beberapa wilayah bukan cuma di situ”.
Saat disinggung terkait kerugian warga baik materil ataupun imateril, Kades mengatakan, “Kalau saya gak kasian, saya ga akan langsung kumpulin atuh pihak pengembang sama masyarakat, terus malam itu juga saya langsung turun ko ke masyarakat, saya udah langsung ngobrol sama masyarakat nya kemaren terus di situ ada pak RT sama pak RW nya juga langsung pengembang sama masyarakat”.
“Perasaan saya sudah clear permasalahan nya, pihak pengembang mau tanggungjawab kalau pengen jelas tanya langsung aja ke RW atau RT nya karena mereka juga pada hadir waktu musyawarah itu di samping sebagian masyarakat yang kena musibahnya hadir”, jelasnya.
Dalam hal ini perlunya pihak pengembang menyediakan sarana Sistem Drainase yang baik guna membantu mencegah banyak persoalan, seperti mengurangi kemungkinan banjir, mengendalikan permukaan air tanah, erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada, namun sangat disayangkan hal tersebut hingga saat ini masih diabaikan. Hingga berita ini ditayangkan pihak pengembang belum berhasil dihubungi.
Selain dikeluhkan Warga, Jembatan Extrim Kp.Ciomas banyak Menelan Korban
BOGOR.radar.informasi.com – Saat menyeberang di jalan memang tidak boleh dilakukan sembarang tempat. Pasalnya, hal tersebut merupakan hal yang salah dan berisiko tinggi mengalami kecelakaan jika pejalan kaki menyeberang di sembarang tempat, selain membahayakan diri sendiri juga beresiko membahayakan orang lain, Selasa (04/05/21).
Akan tetapi, berbeda dengan JPO yang baru saja dibangun diatas pelintasan Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Kp. Ciomas, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan – Kota Bogor, JPO yang dibangun tersebut kondisinya sangat curam dan tentu saja membahayakan, baik untuk pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Kondisi jalan yang menanjak dan menurun begitu tajam membuat sebagian Pengendara memilih jalur lama demi keselamatan meskipun harus memutar agak jauh, bahkan JPO yang belum lama bisa dilintasi tersebut sudah menelan beberapa Korban.
Sebut saja Ujang, penyebrang penguna jalan roda 2 mengatakan kepada radar.informasi, Senin(03/02/21), “Iya penyebrangan jalan ini baru saja di buka sekitar satu minggu kemarin untuk penyebrangan orang juga pengendara roda dua (2), tapi sangat disayangkan kondisinya sangat membahayakan untuk pengguna roda dua (2) karena pelintasannya yang cukup curam”.
Lebih lanjut Ia mengatakan, “Penyebrangan ini juga merupakan akses penghubung dengan Desa Cibalung, Desa Cipicung, Kelurahan Rancamaya dan Kelurahan Kertamaya, jadi mengingat pentingnya pelintasan tersebut, saya harap agar di ulang kontruksinya atau di aspal agar tidak terlalu licin, karena kalau ga dibetulin saya rasa akan sangat membahayakan pengguna jalan dan korban berjatuhan akan terus bertambah”.
“Kemarin juga suami istri, Asyah dan Hamzah Warga Kp. Pangrasan Rt.05 Rw.05 Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten bogor, ketika hendak pulang, motor yang mereka bawa tergelincir di tanjakan, dari atas ke bawah, sampai kaki suaminya luka lecet – lecet dan istrinya keseleo”, terangnya
Di tempat terpisah saat tim radar.informasi.com mencoba konfirmasi ke pihak korban, Hamzah pun menuturkan, “Ya pak baru aja saya pulang dari rumah sakit habis berobat, kejadiannya kemarin sore habis Adzan Magrib mau arah pulang ke rumah sama istri saya, namun tiba-tiba begitu mau turun saya terpeleset sampe motor jatuh kebawah, istri saya juga terpental ke bawah nyusul motor. Ya saya sih berharap ada perbaikan takutnya ada korban makin banyak lagi”, keluhnya.
Hingga saat ini korban masih dalam kondisi sakit, kaki Hamzah sebelah kanan lecet parah dan istrinya merasa sakit di bagian sebelah kiri bahu tanggan.
Mesakh Mirin Berikan Bantuan Korban Longsor di Desa Purwasari
SUKABUMI.radar.informasi.com – Anggota DPR RI Komisi lX Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Papua, Mesakh Mirin memberikan bantuan langsung kepada Korban bencana longsor di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Mesakh, memberikan bantuan secara langsung berupa, semen 100 sak dan besi 50 batang.
Mesakh mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan rasa kemanusiaan untuk sedikit meringankan beban Warga yang rumah tinggalnya kena longsor/ bencana alam.
“Saya melihat secara kemanusiaan, saya membantu warga di Desa Purwasari khususnya. Saya berikan bantuan, semen 100 sak dan besi 50 batang,” ujar Mesakh Jum’at (30/04/21).
Mesakh menambahkan, Semoga sedikit bantuan yang kita sumbangkan ini bisa bermanfaat dan meringankan korban bencana yang ada di Desa Purwasari Khususnya.
Buntut dari Ledakan T.301, Masyarakat Kecamatan Balongan Pertanyakan Nasibnya
INDRAMAYU.radar.informasi.com – Forum Masyarakat Kecamatan Balongan (FMKB), adakan aksi turun ke jalan bersama perwakilan masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Balongan. Menindaklanjuti Surat selebaran audensi yang sudah di kirim ke pihak Pertamina RU VI Balongan pertanggal 12 April 2021, yang tak dibalas dan kembali mengirimkan surat selebaran ke pihak Muspida juga tak ada jawaban untuk melakukan audensi terkait pasca kebakaran Tanki Gasoline di area kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu Jawa Barat, Kamis (29/04/2021).
Genap sebulan pasca kebakaran dan meledaknya tanki T.301 pemasok premium yang berada di Area Kilang Minyak RU VI Pertamina Balongan, menyisakan kisah berbagi macam haru bagi Warga sekitar, dari mulai bau yang menyengat sebelum meledak, dentuman dan guncangan yang membuat Masyarakat panik, kobaran api yang tinggi serta menimbulkan hawa panas sehingga membuat Warga yang berjarak 500 M berhamburan menyelamatkan diri mencari tempat yang lebih aman dibantu dengan Armada TNI & Polri.
Beberapa kerusakan matrial seperti retaknya tembok rumah, pecahnya kaca baik dari jendela, pintu dan lain sebagainya juga hewan ternak baik yang di darat, air semuanya ikut terdampak, sampai korban luka bakar saat ledakan terjadi mengenai pengguna jalan raya yang pada saat itu kebetulan melintas.
Dengan terbentuknya Forum Masyarakat Kecamatan Balongan (FMKB), ini bertujuan meminta pertanggungjawaban dan menolak bahwa yang diledakan di Tanki Gasoline adalah bencana alam, serta meminta agar semua Masyarakat yang terdampak diberikan konpensasi ganti rugi baik yang dialami saat ini.
Taufiquurahman selaku Ketua dari FMKB mengatakan, “Pertamina itu adalah perusahaan plat merah sudah semestinya sebagai BUMN mulai membangun kepedulian dan membangun komunikasi yang baik dengan stakeholder sekitar kilang Pertamina RU VI Balongan, harus dicatat setiap produksi pasti akan memproduksi dampak secanggih apapun alat yang digunakan, maka sudah sepantasnya dan keharusan perusahaan ini mulai membangun komunikasi yang intens dengan warga sekitar apalagi jarak antara tembok perusahaan dan tembok warga begitu dekat dengan hanya dipisah jalan aspal yang jaraknya bisa diukur pake hitungan kaki melangkah”, kata Taufiq.
“Kami Forum Masyarakat Kecamatan Balongan yang mewakili Masyarakat terdampak ledakan dan terbakarnya Tanki T.301, sudah pernah coba berkomunikasi dengan Humas RU VI secara bersurat tertanggal 12 April 2021, namun sampai Tanggal 28 April 2021, belum ada jawaban dari pihak Humas RU VI Balongan, jelas bagi kami bahwa Pertamina tidak punya keinginan untuk membicarakan persoalan dampak diatas dengan Masyarakat Kecamatan Balongan, oleh sebab itu kami selaku perwakilan Masyarakat akan terus menyampaikan tuntutan Masyarakat yang sudah diamanahkan oleh kami”, katanya.
Melalui Forum Masyarakat Kecamatan Balongan, Masyarakat menyampaikan poin – poin tuntutan, agar secepatnya Pertamina mengganti kerugian fisik/materi berdasarkan kondisi, mengganti kerugian Immatriil masyarakat pasca terjadinya ledakan, kerugian psikis/Trauma yang di derita masyarakat pasca ledakan dan kebakaran T.301.
Dalam aksi damai FMKB bersama perwakilan 10 desa kurang lebih 200 massa yang tergabung mengawali titik kumpul di pertigaan Wismajati Desa Sukaurip dan melanjutkan perjalanan menuju pintu utama masuk RU VI Balongan dan menyampaikan Orasinya bersama gabungan bantuan dari Ormas dan Lsm, Pihak pertamina memberikan izin atas 10 orang dari perwakilan aksi dan yang mewakili untuk bertemu langsung dengan pihak tertinggi di RU VI, untuk duduk bareng beraudensi.
Pihak pertamina melalui pertemuan audensi bersama FMKB siap bertanggungjawab terhadap persoalan Masyarakat yang terdampak dan akan segara merelisasikan apa yang sudah dibahas dalam pertemuan audensi dan sudah disepakati dalam bentuk notulen kesepakatan antara Pertamina dan FMKB.
Akibat Hujan Lebat Longsor Melanda Kampung Panceling Desa Kutajaya
SUKABUMI.radar.informasi.com – Akibat tingginya curah hujan yang melanda khususnya wilayah utara, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan tanah longsor terjadi di Kampung Panceling. Rt.04 Rw 02, Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akibatnya berupa jalan setapak tersebut longsor pada, Rabu (28/04/2021).
Kepala Desa (Kades) Kutajaya, Ujang Royani mengatakan, “Tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB kejadiannya, diperkirakan ada 2 rumah di Kp.Panceling yang terkena Longsor, longsor diduga disebabkan air yang kerap keluar dari balik tembok ketika hujan deras berlangsung”.
Sementara itu, Aisah salah satu pemilik rumah yang terkena longsor mengatakan, Sore tdi saya mendengar seperti ada bunyi ‘blug’ dan ternyata tanahnya longsor.
Seketika, tanah pun longsor dalam hitungan menit. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dari pantauan radarinformasi.com di lokasi kejadian, bagian tanah yang longsor itu sudah di evakuasi oleh warga setempat.
Nampak hadir juga Kades Kutajaya, Bhabinkambtimas Desa Kutajaya dan Kasi Kesra Desa Kutajaya.
Akibat Tak Sabar Menunggu, Pengendara Motor Terserempet Kereta Api yang Melintas
BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor. Polsek Gunung Putri evakuasi warga Citereup yang luka – luka akibat terserempet Kereta api di Kp. Keranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sabtu (03/04/2021).
Polsek Gunung Putri yang mendapatkan informasi adanya warga yang terserempet Kereta api pada Jumat 02 April 2021 langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Menurut informasi yang didapat dari warga sekitar, korban merupakan Edi (36 th) warga Kampung Puspasari, Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor, dilihat saat sebelum kejadian korban bersama anaknya mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit ber Nopol F 5184 GF tersebut melintasi rel Kereta api tanpa palang pintu, dimana disaat bersamaan melintas Kereta api dari stasiun Nambo yang mengarah ke arah Jakarta. Berawal hal tersebutlah mengakibatkan Korban terserempet dan jatuh, sehingga mengakibatkan luka di bagian kepala, kaki dan tangannya.
“Akibat kejadian itu korban saudara Edi pun langsung dilarikan ke Rumah sakit Anisa, namun dikarenakan luka Korban yang cukup serius, maka Korban pun dirujuk ke Rumah sakit RSUD Cibinong untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu beruntung anaknya tidak mengalami luka apapun”, ungkap Kapolsek Gunung Putri Kompol Andry Fran Ferdiyawan S.Pd., S.I.K., C.P.H.R.
Kapolsek Gunung Putri menghimbau,”Saya minta kepada warga masyarakat yang tinggal ataupun lalulalang melintasi rel Kereta api tersebut agar lebih berhati – hati dan bersabar jika akan melintas jalur Kereta api dan kepada petugas pelintasan Kereta Api agar kesiap – siagaannya”, tuturnya.
Warga Cipayung Digegerkan Penemuan Mayat Laki – laki tanpa Identitas
BOGOR.radarinformasi.com – Warga Kp. Cipayung Rt. 01/05, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan mayat seorang laki – laki yang belum diketahui identitasnya di sungai Kumpa, pada Kamis (01/04/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.
Berawal dari warga sekitar yang melintas didekat sungai Kumpa dan melihat ada yang mengambang di sungai seperti boneka namun ketika dihampiri ternyata sosok tersebut penuh dengan belatung dan diyakini bahwa sesosok tersebut adalah manusia dalam keadaan meninggal, kemudian warga tersebut melaporkan kepada pihak Kepolisian, lalu tim piket dari Polsek Cibinong pun langsung ke lokasi bersama Kapolsek Cibinong untuk mengecek ke TKP.
“Sesampainya di TKP petugas langsung mengevakusi korban dan membawa korban Mr X kerumah sakit Polri, sampai saat ini identitasnya belum diketahui dan jenazah diperkirakan berumur 40 th”, ungkap Kapolsek Cibinong Kompol I Kadek Vemil, SE, SIK, MH.
Pencarian Korban Hanyut di Leuwiliang akhirnya Membuahkan Hasil
BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor. Pencarian korban hanyut Sofi Luna (11 th), warga Gunung Tangkil timur Desa Cibeber, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Kabupaten Bogor, yang hanyut di bantaran sungai Gunung Tangkil akhirnya membuahkan hasil.
Kejadian hilangnya korban bermula Pada Minggu 21 Maret 2021 pada pukul 16.30 WIB, korban Sofi Luna bersama tiga orang lainnya yaitu Aan Anisa Wati, Cantika dan Eka menuju sungai Gunung Tangkil dengan maksud untuk membersihkan rambutnya setelah sebelumnya Sofi Luna merayakan ulang tahun dengan cara dilempar telor ke kepalanya.
Pada saat di sungai Korban Sofi Luna bersama temannya yaitu Aan Anisa Wati bercanda dengan saling dorong sehingga membuat keduanya terjatuh dan terseret oleh arus sungai, yang mana sebelumnya sungai tersebut sedang dalam kondisi banjir setelah di guyur hujan lebat.
Teman lainnya yaitu Cantika dan Eka yang mengetahui kejadian tersebut pun berteriak meminta tolong, lalu kemudian tak berselang lama warga berdatangan dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Leuwiliang.
Polsek Leuwiliang yang datang ke lokasi bersama Tagana dengan dibantu warga pun langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan Aan Anisa Wati, yang diketemukan sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian dalam keadaan lemas kemudian korban langsung di bawa ke rumah sakit Assyifa dan dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara itu Pencarian korban Sofi Luna yang di lakukan oleh Polsek Leuwiliang, Tim Tagana dan dibantu warga akhirnya membuahkan hasil pada Senin (22/03/2021), korban Sofie Luna (11 th) ditemukan di sungai Cikanniki Kp. Karekel Kecamatan Leuwiliang dan selanjutnya korban di bawa ke RS untuk di lakukan pemeriksaan namun korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal. “Atas kejadian ini keluarga korban pun menerima dengan ikhlas, bahwa kejadian ini merupakan sebuah musibah yang menimpa anaknya”, ungkap kapolsek Leuwiliang Kompol Ismet Inono S.H.