BBRP Terjun Langsung ke Lokasi Banjir sebagai Wujud Kepedulian terhadap Sesama

BBRP Terjun Langsung ke Lokasi Banjir sebagai Wujud Kepedulian terhadap Sesama

Sukabumi. radarinformasi.com – Banjir bandang yang menerjang kawasan Kampung Cibuntu di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Senin (21/9) petang lalu, menyisihkan duka yang mendalam bagi warga yang terdampak bencana alam.

Melihat kondisi yang seperti ini, Organisasi Masyarakat ORMAS Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP)Ranting POCARI SWEAT, Dpc Kabupaten Sukabumi berinisiatif membantu warga yang terkena dampak dari bencana alam banjir bandang di wilayah Sukabumi tepatnya di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/09/20).

Ujeng, Ketua Ranting POCARI Kecamatan Cicurug menjelaskan, pihaknya membantu warga yang terkena dampak bencana alam, bantuan itu berupa suplay bahan pokok makanan, tenaga bantuan, dan uang untuk keperluan warga di lokasi bencana yang berada di kampung Cibuntu.

Menurut Ujeng yang saat ini masih berada di lokasi bencana, dampak yang terparah akibat terjangan banjir bandang adalah di wilayah kampung Cibuntu Rt. 04/04, Desa Pasawahan, Kabupaten Sukabumi. Akibat banjir bandang tersebut beberapa bangunan rumah hancur luluhlantah.

“Ada beberapa rumah ini yang hancur saya gak tahu ada berapa rumah,” jelasnya.

 

( Dewi )

Korban Terakhir Banjir Bandang Cicurug Berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan

Korban Terakhir Banjir Bandang Cicurug Berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan

Sukabumi.radarinformasi.com – Masa pencarian Tim SAR akhirnya membuahkan hasil, satu korban terakhir akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, atas nama Haji (25thn) dan diketemukan pada radius 19 KM dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi menuju RS. Sekarwangi pada Kamis (24/09/2020) sore tadi sekitar pukul 15.08 WIB.

“Berkat sinergi dan kerjasama tim SAR gabungan akhirnya korban terakhir banjir bandang Cicurug dapat kita temukan sore ini dalam keadaan meninggal dunia.” ungkap Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi.

Ia juga mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh personil tim SAR gabungan yang telah secara maksimal meskipun dalam suasana pandemic Covid 19 melakukan pencarian hingga seluruh korban ditemukan serta ungkapan belasungkawa atas musibah yang menimpa diri korban.

Sebelumnya pada pencarian hari keempat, pagi tadi tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi area menjadi 2 (dua) dimana SRU pertama melakukan penyisiran di sepanjang sungai Cicatih menggunakan rafting boat hingga sejauh 20 KM dari lokasi kejadian dan SRU kedua melakukan pencarian melalui jalur darat hingga sejauh 10 KM.

Unsur SAR gabungan dalam operasi SAR melibatkan puluhan personil yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, TNI, Polda Jabar, Brimob Polda Jabar, Kodim Sukabumi, Polres Sukabumi, BPBD Kab. sukabumi, Polsek Cicurug, Damkar Sukabumi, PMI Sukabumi, ACT, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Pramuka Peduli, IEA Sukabumi, Baznas, SAR Khatulistiwa, Jabar Quic Respon, River Tubing Sukabumi, Camp Stick, PPM, Pot SAR Kedoya, Faji Sukabumi, Tagana Sukabumi, PI Sukabumi, SAR Pasundan, Serikat Pendaki Bogor, Mapa Atmawana, Pandu PKS, Apala, Haihata, KSSD Lebak, PP Cicurug, Mapala, Geompala, Mapalu, Mapolkes, Ummi, Mapala Jabodetabek, Perpala Spider, Wanadri, Panthera, Ruang Peduli, Wiradaka, HPPA, Tapak Giri, Rotasi, Pammi Kab. Sukabumi, Prumka Ekaprasetya, Catatan Cakrawala, Rmai, dan Masyarakat Setempat.

Diketahui bencana banjir bandang melanda Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Senin (21/09) sore hingga mengakibatkan puluhan rumah rusak, korban luka-luka, serta mengakibatkan 3 (tiga) orang korban hilang akibat terseret air bah tersebut. Pada selasa (22/9) korban pertama atas nama Jeje (58) ditemukan di daerah Tenjo Jaya dalam keadaan meninggal dunia, kemudian menyusul ditemukannya korban kedua atas nama Hasyim (70) di daerah Parung Kuda dalam keadaan meninggal dunia. Dengan ditemukannya korban terakhir maka operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur kembali kekesatuannya masing-masing.

(Dewi)

Hendak Sholat Subuh Ke Masjid, Berujung Maut Menimpa Seorang Kakek Pensiun Veteran RI

Hendak Sholat Subuh Ke Masjid, Berujung Maut Menimpa Seorang Kakek Pensiun Veteran RI

Bogor.radarinformasi.com – Naas memang nasib Kakek berusia 94 tahun ini, saat hendak menyebrang dan melaksanakan Sholat Subuh menuju Masjid Biru, Ia tertabrak oleh Colt Mini yang tengah melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Bogor, Kamis (10/09/2020).

Kejadian bermula pada pukul 04.30 WIB, saat sebuah Minibus penumpang dengan No.Pol F 7681 SD yang dikendarai oleh Isep menabrak seorang kakek yang diketahui bernama Madroi (94 thn) seorang pensiun Veteran RI, Warga Kp. Tajur Pugag Rt.04/10 Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi – Bogor hingga meninggal dunia.

Sesaat setelah kejadian ada beberapa yang melihat termasuk istrinya Hj. Miah (75 thn), namun Ia tidak menyadari bahwa korban tersebut adalah suaminya, hingga beberapa saat kemudian Warga dan Kerabat Korban berpencar mencari tahu keberadaan dan keadaan korban dengan mengecek ke beberapa Rumah Sakit, namun tersebar info dari salahsatu group Satpam bahwa telah ditemukan Minibus dengan kondisi kaca depan pecah dengan seorang mayat kakek – kakek didalamnya tengah parkir di depan RSUD Ciawi tanpa ada Sopir.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak Kepolisian menghimbau agar Masyarakat yang memiliki Orang Tua yang memiliki keterbatasan gerak langkahnya, pandangannya dan juga kesehatan hendaknya beribadah di rumah atau Masjid sekitar rumah saja untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

(Acil)

Residivis sekaligus Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polisi

Cianjur.radarinformasi.com – Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam , Polisi berhasil menangkap Lutfi Lukman (26), anggota Geng Motor yang menjadi Pelaku pembacokan Briptu. M. Naufal Arief, anggota Dalmas Polres Cianjur saat mengatur lalu lintas di Jln.Dr. Muwardi bypass Cianjur, Minggu ( 16/8/2020) sekitar pukul 18.30 WIB.

Polisi menangkap Lutfhi Lukman di kamar kostnya yang beralamat di Kecamatan Karang Tengah, setelah mendapat keterangan dari anggota Geng Motor yang sebelumnya ditangkap pada Senin ( 17/8/2020) sekitar pukul 01. 00 WIB.

 

” Katerangan dari anggota Geng Motor yang sebelumnya diamankan , didapat profil tentang pelaku, kemudian anggota Reskrim melacak Pelaku kemudian ditangkap di kamar kosan”, ujar Kapolres Cianjur AKBP. Mochammad Rifai pada Radar Informasi.com di Mapolres Cianjur , Senin (17/8/2020)

Dalam penangkapan tersebut , Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok, pakaian dan bendera Geng Motor tersebut .

” Dari kamar kos pelaku , Anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa golok yang digunakan membacok ,” lanjutnya.

Perihal anggota Geng Motor sebelumnya yang di tangkap sebayak 21 orang , Polisi tidak melakukan penahanan hanya di mintai keterangan saja . ” Kami hanya menahan Pelaku saja ,” singkatnya.

Rifai menegaskan, ” Pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2 KUHP dan pasal 2 ayat 2 UU darurat RI nomor 12/1951, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara”, pungkasnya.

Di beritakan sebelumnya , Geng Motor di Kabupaten Cianjur ,kembali berulah, kali ini Anggota Polres Cianjur Briptu. M. Naufal Arief yang menjadi korban beringsan Geng Motor .

Korban mengalami luka dibagian kepala belakang akibat dibacok kawanan Geng Motor , saat itu korban tengah membantu mengatur lalu lintas yang macet

( Cahya )

Si Jago Merah Mengamuk, Ratusan Ruko Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk, Ratusan Ruko Ludes Terbakar

Cianjur.radarinformasi.com – Kumpulan asap tebal dan hitam tampak membumbung tinggi yang berasal dari Pasar Ciranjang (Pasar Inpres), Desa Ciranjang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, sekitar pukul 14.30 WIB (10/08/2020).

Para Pedagang dan Warga tampak panik akibat si Jago Merah melahap ratusan Ruko yang berada di Pasar Ciranjang (Pasar Inpres), suara jerit dan tangis ketakutan saling bersahutan, membuat suasana di Pasar tersebut menjadi ramai bahkan banyak Pengendara yang melintas ikut berhenti untuk mengetahui apa penyebab kebakaran yang menghabiskan ratusan ruko tersebut.

Ucok (39 thn) salahsatu Warga mengatakan bahwa, “Kebakaran terjadi diduga berasal dari salahsatu Ruko paling ujung didalam Pasar, ada beberapa lainnya juga Pedagang mencoba untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya”, ujar Ucok.

Sementara Armada Pemadam Kebakaran (DAMKAR) dari Pos Unit Cianjur menurunkan dua unit Damkar.
” Saat ini dua unit Mobil Damkar sudah berangkat menuju tempat kejadian perkara (TPK)”, kata Iwan, salahsatu Anggota pos Damkar unit Cianjur.

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab kebakaran tersebut serta berapa kerugian yang dideeita para Pedagang akibatkan kebakaran tersebut, Warga-pun tampak menjauh dari lokasi untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.
(Iman)