Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Bogor Selatan

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Mekarwangi, RT 004/RW 013, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, dua orang penghuni rumah, yakni seorang ibu dan anaknya, sempat terjebak di dalam. Pohon yang tumbang menutup akses pintu keluar karena material reruntuhan.

Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan keluar melalui celah pintu yang terhalang reruntuhan pohon.

“Peristiwa ini disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang, serta kondisi konstruksi bangunan yang sudah lapuk. Pohon jambu yang sudah rapuh akhirnya tumbang dan menimpa rumah tersebut,” ujar seorang saksi di lokasi.

Ketua RT Suta Priatna bersama Ketua RW Muhamad Rizal yang baru menjabat sekitar dua minggu, langsung merespons cepat kejadian tersebut. Mereka segera berkoordinasi dengan tokoh pemuda dan warga setempat.

Babinsa Widodo dan Lurah Amir juga turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 15.08 WIB.

“Korban sempat terjebak di ruang tengah karena akses pintu keluar tertutup material reruntuhan. Namun, mereka berhasil keluar melalui celah pintu,” ujar Anjas di lokasi kejadian.

Diketahui, korban adalah Yuni (35) dan anaknya Aiswa (6). Keduanya selamat dan tidak mengalami luka.

Tim BPBD, Damkar, dan warga setempat yang berada di lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Untuk sementara waktu, korban mengungsi ke rumah tetangga di alamat yang sama. Selanjutnya, pihak aparatur desa akan memfasilitasi tempat tinggal sementara berupa rumah kontrakan.

Sementara itu, bangunan rumah dan pohon yang menimpa masih memerlukan penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Red

Puluhan Gempa Susulan Guncang Adonara Usai Gempa Dangkal M 4,7 di Flores Timur

FLORES.radarinformasi.com – Suasana tenang di Flores Timur pada Kamis dini hari (9/4/2026) mendadak berubah menjadi kepanikan setelah gempa bumi dangkal berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang wilayah tersebut.

Dampak paling parah terjadi di Pulau Adonara, di mana ratusan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah warga harus mendapatkan perawatan medis.

Guncangan terjadi sekitar pukul 00.17 WITA dan berlangsung selama dua hingga empat detik. Meski magnitudonya tergolong sedang, kedalaman gempa yang hanya sekitar 5 kilometer membuat daya rusaknya cukup besar, terutama bagi bangunan warga.

Hingga siang hari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat telah terjadi sekitar 60 kali gempa susulan. Kondisi ini membuat warga memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir akan guncangan lanjutan.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Terong dan Desa Lamahala. Berdasarkan data dari Camat Adonara Timur, Ismail Ban, total 146 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 105 unit di Desa Terong dan 41 unit di Desa Lamahala.

Selain kerusakan bangunan, sedikitnya 20 warga dilaporkan mengalami luka-luka. Lima orang di antaranya mengalami luka berat dan memerlukan penanganan intensif, sementara lainnya mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari guna mempercepat distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan TAGANA telah turun langsung ke lokasi. Fokus penanganan saat ini meliputi pendataan korban, pembangunan tenda pengungsian, serta penyaluran kebutuhan dasar seperti kasur dan terpal.

Di tengah kondisi tersebut, warga terdampak berusaha bertahan dengan mendirikan tenda darurat seadanya. Salah satu korban, Maryam Mahyudin, mengungkapkan bahwa rumahnya mengalami kerusakan parah dan dirinya masih diliputi trauma akibat guncangan yang terjadi secara tiba-tiba.

“Rumah saya hancur, dan saya masih trauma karena guncangannya masih teringat. Saya melihat dinding rumah roboh saat hendak berlari keluar. Sekarang kami hanya bisa memasak dan tidur di tenda sederhana beratapkan terpal,” ujar Maryam.

Red

Aksi Kompi Tolak Revitalisasi Tambak Pantura Berujung Ricuh di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Demonstrasi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana proyek revitalisasi tambak Pantura yang dinilai berpotensi merugikan pembudidaya lokal, Kamis (02/04/2026).

Dalam orasinya, massa menolak rencana pengembangan budidaya ikan nila salin dengan skema insentif di kawasan tambak Perhutani dan lahan tanah timbul. Kebijakan tersebut dianggap mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada tambak tradisional.

Selain menyampaikan penolakan, para demonstran juga mendesak pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog secara transparan serta melibatkan seluruh pihak terdampak guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Situasi yang awalnya berlangsung kondusif berubah memanas ketika massa tidak mendapat respons langsung dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang tidak hadir menemui peserta aksi. Kekecewaan tersebut memicu kericuhan di kawasan Alun-Alun Indramayu.

Akibat insiden tersebut, sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya kursi taman, pagar pembatas, tempat sampah, lampu hias, hingga pot bunga. Papan informasi dan ornamen bola yang menjadi ikon alun-alun juga turut terdampak.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan warga, mengingat fasilitas yang rusak merupakan aset publik yang seharusnya dijaga bersama.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait insiden tersebut maupun penjelasan mengenai ketidakhadiran bupati saat aksi berlangsung.

Masyarakat berharap ke depan terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan warga, sehingga aspirasi dapat disampaikan secara damai tanpa menimbulkan kerugian bagi kepentingan umum.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Ngeri! Gegara Sandal, Seorang Dokter di Bogor Ancam Pasien dengan Golok

BOGOR.radarinformasi.com – Seorang dokter umum berinisial DA yang membuka praktik di sebuah klinik di Jalan Nangka, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ia diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap seorang pasiennya dengan mengancam menggunakan senjata tajam.

Peristiwa yang terbilang tidak biasa ini terjadi pada Jumat (13/3/2026). Bukannya memberikan pelayanan medis, oknum dokter tersebut justru diduga hendak membacok pasiennya hanya karena persoalan sepele terkait penggunaan alas kaki berupa sandal.

Kejadian bermula saat korban berinisial PBN datang ke klinik tersebut untuk berobat. Setelah menunggu giliran, korban kemudian dipanggil masuk ke ruang pemeriksaan oleh oknum dokter dengan nada yang dinilai kasar.

“Eh, lepaskan sandal kamu,” ujar korban menirukan ucapan sang dokter.
Melihat dokter tersebut masih mengenakan sandal di dalam ruangan, korban sempat menegur dengan nada bercanda.

“Abang juga pakai sandal,” ucap korban.
Namun, candaan tersebut justru memicu emosi sang dokter. Dengan nada tinggi dan sikap arogan, dokter itu langsung mengusir korban dari ruang pemeriksaan.
“Kamu enggak terima? Ini rumah saya, keluar kamu. Ini rumah saya, yang punya aturan saya, keluar kamu,” ujar dokter tersebut sebagaimana dituturkan korban.

Situasi semakin memanas ketika oknum dokter tersebut mengambil sebilah golok dari dapur dan langsung mengayunkannya ke arah korban. Meski korban telah berusaha meminta maaf, emosi dokter tersebut disebut tidak mereda. Bahkan ia menantang korban untuk melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi di hadapan putri korban yang masih berusia 10 tahun. Anak tersebut dilaporkan berlari keluar ruangan karena ketakutan dan kini mengalami trauma setelah melihat ayahnya diancam dengan senjata tajam.

Dilaporkan ke Polres Bogor


Merasa keselamatan dirinya terancam, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor dengan didampingi kuasa hukumnya, James Sitorus, SH, dari kantor hukum James Sitorus & Partners.

Laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dengan nomor registrasi:
LP/B/626/III/2026/SPKT/Polres Bogor/Polda Jawa Barat.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat profesi dokter seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta etika pelayanan kepada pasien, bukan melakukan tindakan intimidasi.

“Kami berharap laporan klien kami dapat segera diproses oleh pihak Polres Bogor dan pelaku dapat segera diamankan. Hal ini penting agar menjadi efek jera bagi siapa pun yang berprofesi sebagai pelayan masyarakat,” ujar James Sitorus, Sabtu malam (14/3/2026).

Sementara itu, sejumlah wartawan telah berupaya menghubungi oknum dokter yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Gerak Cepat Bupati Indramayu, Remaja Korban Gigitan Ular Kobra Dievakuasi ke RSUD

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Indramayu bergerak cepat menindaklanjuti laporan darurat yang disampaikan masyarakat kepada Bupati Lucky Hakim. Laporan tersebut terkait seorang remaja bernama Abad Muhammadi Syahiddin (15), warga Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, yang mengalami gigitan ular kobra setelah melaksanakan salat tarawih.

Korban sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit, namun terkendala biaya pengobatan. Informasi tersebut kemudian segera direspons pemerintah daerah untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis lanjutan, Kamis (12/03/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Camat Kroya, H. A. Syafruddin, bersama Kepala Puskesmas Temiyang, dr. Syahid Yamani, serta bidan desa dan perangkat desa setempat langsung mendatangi rumah korban di Blok Cipedang Lasdam RT 04/02.

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel pada luka gigitan untuk memastikan kondisi terkini pasien. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama pada situasi darurat yang mengancam keselamatan jiwa.

Camat Kroya, H.A. Syafruddin, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama sesuai arahan pimpinan daerah.

“Kami hadir untuk memastikan instruksi Bapak Bupati dilaksanakan dengan baik. Tidak boleh ada warga yang tidak mendapatkan penanganan medis hanya karena kendala biaya. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan rumah sakit agar pasien segera mendapatkan perawatan intensif,” ujarnya.

Berdasarkan hasil observasi tim medis di lapangan, kondisi Abad membutuhkan penanganan medis yang lebih lengkap. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan memutuskan untuk segera merujuk korban ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Dalam penanganan tersebut turut hadir sejumlah pihak, di antaranya Bidan Desa Dasimah serta Kuwu Desa Jayamulya, Tati Sumyati. Kehadiran berbagai unsur pemerintah ini memberikan dukungan moril bagi keluarga korban.

Penanganan cepat ini menunjukkan bahwa sinergi antara laporan masyarakat termasuk melalui media sosial dengan respons pemerintah di lapangan dapat berjalan efektif. Saat ini, korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Indramayu dengan pendampingan dari pemerintah daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Diguyur Hujan Lebat, Gunung Sampah di TPST Bantargebang Longsor dan Akibatkan Korban Jiwa

BEKASI.radarinformasi.com – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan longsor pada Minggu (8/3/2026). Peristiwa ini diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sehingga menyebabkan gunungan sampah menjadi labil dan akhirnya runtuh.

Longsoran material sampah yang menggunung tersebut terjadi di salah satu zona pembuangan dan menimpa sejumlah kendaraan pengangkut sampah yang sedang berada di lokasi. Beberapa truk yang tengah mengantre untuk membuang muatan dilaporkan tertimbun material sampah yang tiba-tiba meluncur dari ketinggian.

Selain menimbulkan kerusakan pada kendaraan, peristiwa ini juga menyebabkan korban jiwa. Berdasarkan Informasi yang dihimpun, sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah, yang terdiri dari sopir truk dan pekerja di area TPST.

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, serta aparat kepolisian langsung melakukan proses evakuasi dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Hingga kini proses pendataan korban serta kerugian material masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Diketahui, TPST Bantar Gebang merupakan salah satu tempat pembuangan sampah terbesar yang menampung limbah dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tumpukan sampah yang terus bertambah dan kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras berpotensi memicu longsor apabila struktur timbunan tidak stabil.

Pihak berwenang mengimbau para pekerja serta sopir truk pengangkut sampah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat memperbesar risiko longsor pada gunungan sampah di kawasan tersebut.

Rizal

Laka Laut KM Almujib Ditabrak Tongkang di Perairan Pulau Biawak, Dua Tewas Empat Hilang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan utara Indramayu. Kapal nelayan KM Almujib berukuran sekitar 6 GT dilaporkan tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tongkang bernomor lambung 3009 di perairan Pulau Rakit/Biawak, Sabtu (28/2/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Almujib bertolak dari Pelabuhan Karangsong sekitar pukul 13.00 WIB untuk melaut mencari ikan. Usai menebar jaring, para awak kapal mematikan mesin dan beristirahat sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun nahas, saat para awak terlelap, sebuah kapal tongkang mendekat dan menghantam lambung kiri KM Almujib. 

Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah hingga kapal nelayan itu akhirnya tenggelam.

Akibat insiden tersebut, dua nelayan dinyatakan meninggal dunia, yakni Jupri alias Kempot (35) warga Desa Pabean Udik dan Wandi (39) warga Desa Karangsong. 

Sementara dua awak lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas, yakni Carudin (48) asal Desa Brondong dan Alfianto Agus Sulistiyo (20) warga Kelurahan Paoman.

Empat awak kapal lainnya hingga kini masih dalam pencarian, masing-masing Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50). 

Tim SAR gabungan dari Polairud, Basarnas, BPBD, serta unsur terkait terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Kondisi KM Almujib sempat ditemukan dalam posisi terbalik dan mengapung tidak jauh dari titik tabrakan sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di perairan utara Indramayu yang dikenal sebagai jalur penangkapan ikan dengan tingkat aktivitas pelayaran yang cukup padat. Proses pencarian korban hilang masih terus berlangsung.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Surganya Perikanan Tangkap, Indramayu Kukuhkan Diri sebagai Produsen Utama di Jawa Barat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabupaten Indramayu kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung perikanan Jawa Barat. Pada 2025, Indramayu ditetapkan sebagai daerah dengan kontribusi produksi perikanan terbesar di tingkat provinsi.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, dalam Forum DKP Provinsi Jawa Barat 2026 yang digelar di Kantor DKP Jawa Barat dan secara daring, Rabu (19/2/2026).

Forum tersebut menjadi ruang strategis penyelarasan kebijakan dan program sektor kelautan serta perikanan lintas pemerintahan, mulai dari pusat hingga kabupaten/kota. 

Mengusung tema penguatan produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan daya saing sektor maritim Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Rinny Cempaka mengajak seluruh pemangku kepentingan menggali isu strategis serta merumuskan solusi konkret sebagai dasar perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan tahun 2027.

Berdasarkan data yang dipaparkan, total produksi perikanan Jawa Barat mencapai 1.555.951,71 ton. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Indramayu menyumbang 528.873,80 ton atau 33,99 persen. 

Rinciannya, produksi perikanan tangkap sebesar 180.620,58 ton dan perikanan budidaya sebesar 348.253,22 ton.

Secara persentase, Indramayu berkontribusi 63,01 persen terhadap total produksi perikanan tangkap dan 26,43 persen pada sektor budidaya di Jawa Barat. Angka tersebut menempatkan Indramayu sebagai pemain kunci dalam rantai pasok perikanan provinsi.

Kepala DPK Indramayu, Edi Umaedi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pelaku usaha, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan yang dinilai menjadi faktor utama capaian tersebut.

“Terima kasih atas ikhtiar maksimal para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta sinergi pembangunan yang terjalin dengan baik bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. 

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, sektor perikanan juga berperan strategis dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pengurus dan Anggota Jabar Bergerak Kabupaten Indramayu Periode 2026 Resmi Dikukuhkan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengukuhan pengurus dan anggota Jabar Bergerak Kabupaten Indramayu periode 2026 digelar di Hotel Trisula, Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran organisasi dalam mendukung agenda pembangunan Jawa Barat di tingkat daerah, Kamis (12/2/2026).

Ketua Umum Jabar Bergerak Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya, hadir langsung untuk melantik jajaran pengurus dan anggota yang baru. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Jabar Bergerak merupakan gerakan sosial yang berorientasi pada aksi nyata.

“Jabar Bergerak bukan sekadar nama, tetapi gerakan nyata untuk mewujudkan Jawa Barat yang maju, adil, dan sejahtera. Di Indramayu, fokus kita pada pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Cabang Jabar Bergerak Indramayu yang baru dilantik, Hj. Ridha Triana, S.Psi., menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami siap bersinergi untuk menjawab tantangan lokal, mulai dari peningkatan kesejahteraan petani hingga penguatan UMKM. Kepengurusan baru ini akan bekerja maksimal demi kemajuan Indramayu,” katanya.

Acara pengukuhan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Hj. Nurhayati serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Taufik Hidayat. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan dukungan terhadap kiprah Jabar Bergerak di daerah.

Prosesi berlangsung khidmat, ditandai dengan penandatanganan berita acara dan ramah tamah. Jabar Bergerak Indramayu diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam berbagai isu strategis pembangunan Jawa Barat, khususnya di tingkat kabupaten.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Baru Diguyur Hujan Sekali, Kios Pasar Baru Indramayu Kebanjiran, Pemda Diminta Bertindak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sejumlah pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluhkan kondisi kios yang tergenang air meski hujan baru turun satu kali dengan intensitas sedang, Genangan air masuk ke dalam kios dan merusak barang dagangan, sehingga aktivitas jual beli terganggu, Minggu (22/2/2026).

Pedagang menilai kondisi bangunan pasar sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan serius. Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh atau mempertimbangkan relokasi pasar ke lokasi yang lebih representatif.

Air disebut masuk melalui atap yang bocor dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. Selain itu, posisi lantai kios yang lebih rendah dari area luar pasar turut memperparah genangan saat hujan turun.

Mey (53), salah satu pedagang, mengaku mengalami kerugian akibat kejadian tersebut. “Baru sekali hujan saja sudah banjir. Kalau musim hujan panjang, barang dagangan bisa rusak semua,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Jn (47). Ia menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak memadai. “Atapnya bocor dan baru sekali hujan langsung banjir ke kios-kios. Harus segera dipindahkan atau diperbaiki total,” ujarnya.

Sejumlah pedagang juga mempertanyakan kualitas konstruksi dan sistem drainase pasar. Saluran air diduga tersumbat dan tidak mampu menampung debit air hujan, sementara beberapa bagian atap dilaporkan mengalami kebocoran.

Kondisi ini memicu tuntutan evaluasi menyeluruh dari dinas terkait. Para pedagang berharap ada langkah konkret agar persoalan banjir tidak terus berulang dan kenyamanan serta keamanan aktivitas perdagangan dapat kembali terjamin.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal