Tim Saber Pungli Klarifikasi Dugaan Pungli Studi Kampus 

INDRAMAYU. radarinformasi.com – Tim Saber Pungli Unit Pelaksana Pemberantasan (UPP) Kabupaten Indramayu melakukan klarifikasi terkait dugaan pungutan liar (Pungli) dalam kegiatan studi kampus siswa di salah satu SMA di Indramayu. Klarifikasi dilakukan pada hari Selasa (4/2/2025) menyusul adanya aduan masyarakat selaku wali murid melalui salah satu media online.  Sabtu (8/2)

Kegiatan klarifikasi dipimpin oleh Ka Posko UPP Kab. Indramayu, AKP Nandang Supriatna, SH, beserta anggota. Tim mengumpulkan fakta dari Wakil Kepala Kesiswaan yang juga merupakan Ketua Pelaksana kegiatan studi kampus. 

Berdasarkan klarifikasi, diketahui bahwa para pelajar sekolah tersebut berencana mengadakan studi kampus ke Yogyakarta dan Bali pada tanggal 11-16 Februari 2025 mendatang. Kegiatan ini diikuti oleh 363 siswa, dengan biaya Rp2.700.000 per siswa. Pemilihan biro perjalanan (travel) dilakukan melalui voting daring, dan terpilih “Dolan Senja” sebagai penyedia jasa. 

Tim Saber Pungli menemukan beberapa fakta yang menjadi perhatian. Antara lain, presentasi dari biro perjalanan hanya dihadiri oleh siswa, tanpa melibatkan orang tua/wali siswa. Selain itu, belum ada izin tertulis dari orang tua/wali murid terkait keikutsertaan siswa dalam kegiatan ini. 

“Diduga terdapat pungutan terkait biaya studi kampus di sekolah tersebut,” kata AKP Nandang Supriatna. 

Sebagai tindak lanjut, Tim Saber Pungli akan merekomendasikan kepada penyelenggara studi kampus untuk mengundang orang tua/wali murid, memberikan pengarahan, dan meminta izin terkait keikutsertaan siswa. Tim juga akan meminta dokumen kehadiran orang tua/wali murid pada pertemuan tersebut, serta melaporkan temuan ini ke Saber Pungli Provinsi Jawa Barat. 

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dan komunikasi yang baik antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua/wali murid dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Pungutan liar dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan, dan Tim Saber Pungli akan terus berupaya memberantas praktik-praktik merugikan tersebut.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

SMK Wijaya Plus 2 Ciawi Tahan Ijazah, Siswa Kesulitan Mendapatkan Dokumen Penting

BOGOR.radarinformasi.com – SMK Wijaya Plus 2, yang berlokasi di Jl. Bitungsari No.1, Bitung Sari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga menahan ijazah salah satu alumninya sejak kelulusan. Sebelumhya, siswa yang didampingi orangtua telah berupaya meminta salinan ijazah untuk keperluan melamar pekerjaan, namun pihak sekolah tidak memberikannya. Selasa (4/2)

Pada Jumat, 31 Januari 2025 lalu, siswa yang didampingi orangtua tersebut mengonfirmasi keinginannya untuk mengambil ijazah. Pihak sekolah menyarankan untuk datang pada hari Senin. Namun, ketika orangtua siswa tersebut menghubungi kembali pada hari Senin, ia diminta untuk datang keesokan harinya, yaitu hari Selasa.

Lalu pada hari Selasa, pihak sekolah justru mengarahkan orangtua siswa tersebut untuk mengambil ijazahnya di dinas terkait. “Ijazah sudah diberikan ke dinas, ambil saja sendiri,” ujar Kepala Sekolah, Ade Firmansyah.

Perlu diketahui, bahwa Dinas Pendidikan Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 3597/PK.03.04.04/SEKRE yang menegaskan bahwa sekolah, baik negeri maupun swasta, tidak diperkenankan menahan ijazah dengan alasan apapun. Surat edaran ini ditujukan kepada kepala SMA/SMK/SLB di seluruh Jawa Barat guna mempercepat penyerahan ijazah kepada siswa.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang menahan ijazah lulusannya. Ia menyebut ijazah adalah hak siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi dokumen penting untuk masa depan mereka.

Dedi meminta agar tidak ada lagi sekolah yang menahan ijazah siswa terlebih sudah ada dana BOS atau Bantuan Operasional Sekolah. 

Disisi lain, ia juga memahami bahwa salah satu alasan penahanan ijazah sering kali berkaitan dengan faktor ekonomi, seperti tunggakan biaya sekolah. Oleh karena itu, ia meminta sekolah untuk mendata serta melaporkan tunggakan tersebut agar dapat dicarikan solusi tanpa mengorbankan hak siswa.

“Tidak ada alasan nahan ijazah karena siswanya dapat BOS,” ujar pria yang disapa KDM saat membahas anggaran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diunggah di YouTube.

Penahanan ijazah dapat menghambat masa depan siswa, terutama dalam mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan. Diharapkan pihak sekolah dapat mematuhi imbauan pemerintah dan segera menyerahkan ijazah kepada siswa yang berhak.

Red

Respons Video Viral Soal Nasib Siswi SD di Palembang, Ketum IWO Perintahkan Ketua PW Sumsel Lakukan Aksi Sosial

PALEMBANG.radarinformasi.com – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (Ketum IWO) Teuku Yudhistira melalui Ketua Pengurus Wilayah IWO Provinsi Sumatera Selatan (Ketua PW IWO Sumsel) melakukan aksi sosial pada kemanusiaan pada Kamis, 21 November 2024, dengan mendatangani kediaman siswi Sekolah Dasar Negeri 166 (SDN 166) Devi Saputri (10), di Lorong Maju Jaya RT 002 RW 004, Kelurahan Aryo Kemuning, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang. Jumat (22/11)

Aksi sosial ini merupakan bentuk gerak cepat Ketum IWO setelah melihat video viral di Instagram tentang kondisi perekonomian Devi dan keluarganya.

Ketua PW IWO Sumsel Rainaldy Stanza mengatakan, aksi sosial kemanusiaan ini diinisiasi oleh Ketum IWO Teuku Yudhistira secara spontanitas. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh bocah SD itu sangat menyentuh hati.

“Tadi malam Ketum IWO menelepon saya setelah melihat di Instagram dan beliau menginstruksikan kepada saya untuk mencari alamat adik kita ini,” ungkap Ketua PW IWO Sumsel Rainaldy Stanza menyampaikan instruksi yang diterimanya.

Mendapatkan amanat dari Ketum Yudhistira, Rainaldy langsung meminta rekan-rekan yang berada di Palembang untuk mencari tahu alamat bocah SD yang viral tersebut.

Saat dijumpai di kediaman Devi, pria yang akrab disapa Ronald itu mengatakan bahwa insan pers juga merupakan bagian dari mahluk sosial dan sudah sepatutnya memiliki rasa kepedulian kepada sesama.

“Kita kan makhluk sosial ya sudah sepatutnya saling bantu satu sama lain, dan bantuan yang kita berikan ini mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi keluarga adinda Devi,” ujar Ronald.

Selain itu Ketua PW IWO Provinsi Sumsel ini juga mendoakan semoga ibu dan anak ini selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, selalu diberikan kesehatan, dimurahkan rezeki dan selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Selain memberikan bantuan sosial dan berdoa, Ketua PW IWO Provinsi Sumsel juga berharap pihak pemerintah berada di garis terdepan dalam mengatasi kemiskinan terutama yang terjadi di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.

“Jangan sampai ketika sudah viral di medsos pemerintah baru mau bergerak berduyun-duyun ingin membantu,” tegasnya.

Sementara itu ibu kandung Devi, Suryati mengatakan, sangat berterima kasih karena sudah datang jauh-jauh dari Kayuagung ke kediamannya hanya untuk memberikan bantuan kepada keluarganya.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak, semoga bantuan yang bapak berikan ini bisa bermanfaat bagi keluarga kami,” ucap Suryati sambil meneteskan air mata.

Diketahui sebelumnya, momen mengharukan ini terjadi saat pembagian uji coba makan siang gratis yang berlangsung pada Sabtu (16/11/2024).

Saat pembagian makan siang gratis tersebut, rupanya siswi SD Negeri 166 bernama Devi memilih untuk tidak menyantap makanan yang diberikan oleh jajaran Polda Sumatera Selatan.

Justru siswi ini ingin membawa pulang makanan tersebut untuk dimakan bersama ibunya di rumah. Tak hanya itu makan siang gratis tersebut juga dibagi dengan kedua kakaknya.

Red

Kepala Sekolah SMPN 2 Cisarua Tolak Dikonfirmasi Terkait Penggunaan Dana BOS, Libatkan Preman untuk Hadang Media

BOGOR.radarinformasi.com – Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cisarua, Olih Sodikulhikmah, menolak memberikan penjelasan saat dikonfirmasi mengenai penggunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai Rp 228 juta.

Dana BOS adalah bantuan dari pemerintah untuk mendukung operasional sekolah, termasuk biaya pembelian alat tulis, kegiatan belajar, dan gaji guru honorer. Pencairan dana ini dilakukan bertahap setiap tahunnya, dengan syarat laporan penggunaan yang harus transparan dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Akan tetapi, tingginya alokasi dana BOS di SMPN 2 Cisarua menjadi sorotan publik.

Bukannya memberikan keterangan secara transparan, pihak kepala sekolah justru diduga menggunakan sekelompok orang yang terlihat seperti preman untuk menghadang awak media yang berusaha meminta penjelasan di sekolah. Hal tersebut terlihat dari video yang beredar saat awak media sedang melakukan konfirmasi.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Olih Sodikulhikmah menampik praduga dari awak media dengan statement yang menohok. “Saya mantan kepala sekolah diluar negeri, jadi mana mungkin saya korupsi,” tegasnya.

Selain itu, aksi arogansi juga diperlihatkan Olih Sodikulhikmah dengan melibatkan orang-orang yang diduga preman, sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif saat awak media menggali informasi terkait Dana BOS tersebut. Seharusnya, sekolah sebagai institusi pendidikan mengedepankan etika dan transparansi, bukan malah menunjukkan tindakan intimidatif yang terkesan arogan.

Kami selaku kontrol sosial sangat menyayangkan sikap kepala sekolah ini, dan berharap agar dinas pendidikan serta pihak terkait turut turun tangan untuk memastikan transparansi penggunaan dana BOS. Kami menilai bahwa tindakan kepala sekolah tidak hanya merusak citra institusi pendidikan, namun juga melanggar etika yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.

Red

Dandim 0606/KB dan Kapolresta Laksanakan Program Makan Siang Bergizi Gratis untuk Siswa

BOGOR.radarinformasi.com – Pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.15 WIB, SD MI Al Muawanah di Kp. Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, menjadi tuan rumah kegiatan sosial berupa pembagian makan siang bergizi gratis yang diadakan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Dr. Bismo Teguh Prakso, S.H, S.I.K, M.H., dan Dandim 0606/KB Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, S.Sos., M.Tr (Han). Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 75 siswa dari sekolah tersebut. Jumat (1/11)

Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut hadir dalam giat ini, di antaranya adalah para Danramil dari jajaran Kodim 0606/KB, Kabag SDM dan Kabag Log Polresta Bogor Kota, Kapolsek Bogor Tengah, serta beberapa perwira utama yang berwenang di bidang kemasyarakatan dan keamanan dari Polresta Bogor Kota. Camat Bogor Tengah dan Lurah Babakan Pasar juga tampak hadir didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memberikan dukungan.

Pembagian makan siang bergizi ini merupakan bagian dari inisiatif bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan para siswa di lingkungan sekolah. Program ini juga bertujuan mendorong kebiasaan hidup sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi para pelajar, agar mereka dapat belajar dengan optimal dan sehat.

Dandim 0606/KB, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, S.Sos., M.Tr (Han), dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan aparat dengan masyarakat sekaligus mendukung kesehatan generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI dan Polri bersama-sama hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak, yang merupakan aset masa depan bangsa. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Letkol Inf Dwi Agung Prihanto.

Program makan siang bergizi ini merupakan langkah nyata dari jajaran TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Reporter: Rizal

Beli Angklung dapat Nilai, Tidak Beli Tidak dapat Nilai, Beginikah Wajah Pendidikan Kabupaten Bogor?

BOGOR.radarinformasi.com – SDN 01 Ciawi menjadi sorotan setelah muncul dugaan pungutan liar (pungli) terkait kewajiban pembelian angklung bagi siswa. Pihak sekolah meminta orang tua siswa membeli angklung dengan harga Rp120.000 hingga Rp150.000, dengan alasan alat musik tersebut diperlukan untuk pelajaran seni musik.

Sudah bukan rahasia umum, aksi pungutan liat kerap terjadi di sekolah. Selain pungli berkedok infak, pungli yang kerap terjadi di sekolah yaitu pungli terkait ujian, sertifikasi guru, praktikum, dan untuk menebus surat keterangan lulus serta pungli berkedok pembelian seragam, buku dan lainnya dengan harga tidak wajar.

Saat awak media mengunjungi sekolah tersebut, Kepala SDN 01 Ciawi, Misbah, memberikan klarifikasi bahwa pembelian angklung tersebut merupakan bagian dari pelajaran wajib dan akan mempengaruhi nilai siswa di rapor. “Alat ini digunakan untuk pelajaran seni musik, jadi sifatnya wajib ya, dan nilainya akan dicantumkan di rapor,” jelas Misbah.

Ia juga menambahkan bahwa anggaran dari Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dialokasikan untuk buku penunjang pembelajaran, dan berdalih belum ada tempat untuk menyimpan alat seni musik. “Memang benar bisa dibeli dengan dana BOS, tapi kami tidak mengalokasikan untuk pembelian alat tersebut. Butuh dana berapa apabila harus dibelikan semua? jadi kami memprioritaskan buku penunjang daripada alat seni musik,” ucapnya.

“Dari pihak sekolah juga belum ada fasilitas untuk menyimpan alat musik tersebut (angklung). Lagipula rasa kepemilikan dari murid sendiri akan berkurang apabila angklung tersebut disediakan oleh pihak sekolah,” tegasnya.

Namun, beberapa orang tua siswa merasa keberatan karena biaya tersebut dibebankan langsung kepada mereka tanpa ada solusi alternatif. “Kalau memang wajib, kenapa tidak disediakan oleh sekolah? Kami merasa ini seperti pungutan,” ujar salah satu orang tua siswa.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah menegaskan bahwa sekolah tidak boleh memaksa siswa atau orang tua membayar biaya tambahan tanpa dasar yang jelas, terutama di sekolah negeri.

Kasus ini juga dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 11 ayat (1) menyebutkan:
“Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.”

Red

Perhutani Memberi Akses Penelitian Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup IPB

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor berikan akses kepada Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka penyusunan dan penulisan Tesis untuk penelitian di BKPH Jonggol, pada Kamis (22/08/2024) bertempat di Kantor BKPH Jonggol, Kabupaten Bogor. 

Hadir pada kesempatan tersebut Administratur/KKPH Bogor Muhadi, Asisten Perhutani BKPH Jonggol Agus Abdurachman, KRPH Gunung Karang Bagja, KRPH Cariu Ahmad Supandi, Kepala Urusan BKPH Jonggol beserta jajaran BKPH Jonggol dan Mahasiswa Program Magister Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Hafidz Suri’a Maulana. 

Dalam kesempatan tersebut Muhadi menyampaikan bahwa giat mahasiswa ini dalam rangka penelitian Tesis dengan judul Model Simulasi Pengembangan Kawasan Multiusaha Kehutanan Berbasis Teknologi Smart pada Lahan Kritis di BKPH Jonggol, yang sudah berlangsung dari bulan Juli dan rencananya akan selesai di akhir Agustus.

“Kami harap penelitian ini dapat bermanfaat untuk Perhutani khususnya KPH Bogor, IPB Fakultas Kehutanan dan Saudara Hafidz yang melakukan penelitian guna penyelesaiannya tesisnya dan kami meminta setelah selesai hasilnya dapat diberikan juga ke Perhutani”, ujarnya. 

Sementara Hafidz Suri’a Maulana menyampaikan ucapan terima kasihnya atas diberikannya akses dalam penelitiannya, sehingga dapat mengumpulkan data baik primer maupun sekunder. 

“Terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Perhutani KPH Bogor khususnya BKPH Jonggol, jajaran Asper, semoga Perhutani lebih baik dan dan maju dalam pengelolaan hutan yang lestari”, ungkapnya. 

Reporter  : Maulana

Redaktur  : Dewi

Peduli Pendidikan, Perhutani Bogor Berikan Bantuan TJSL Non PUMK ke Madrasah Diniyah Darul Falah

BOGOR.radarinformasi.com- Perhutani Peduli terhadap Pendidikan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor berikan Dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non Pendanaan Usaha Mikro & Usaha Kecil (PUMK) ke Madrasah Diniyah Darul Falah di Desa Bojong Rangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Selasa (30/07).

Bantuan TJSL Non PUMK diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum dan IT Wanti Hadi Kusumawati bersama Kepala Subseksi Keuangan Ali Mansyur beserta staf kepada Kepala Sekolah Madrasah Diniyah Darul Falah Nining Suningsih bersama beberapa Guru dan siswa-siswi Madrasah Diniyah Darul Falah.

Pada kesempatan tersebut mewakili Administratur/KKPH Bogor Wanti Hadi Kusumawati menjelaskan bahwa bantuan TJSL ini merupakan bantuan yang diperuntukkan perbaikan atau rehab ruang kelas dengan nominal Rp 25.000.000,- guna membantu dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah Darul Falah. 

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dari sisi sarana serta bantuan TJSL ini merupakan salah satu bentuk dan komitmen, kepedulian kami terhadap pendidikan”, terangnya. 

Sementara Nining Suningsih menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian bantuan TJSL Non PUMK ke Madrasah yang dipimpinya. 

“Semoga ke depan Perhutani dapat senantiasa berkontribusi dalam pembangunan serta pengembangan pendidikan yang berkualitas”, ucapnya.

Reporter   : Maulana

Redaktur   : Dewi

Jelang Tournament Mini Soccer, Serda Agung Sujatmiko Laksanakan Komsos Bersama Kepsek SDN 02 Teluk Pinang

BOGOR.radarinformasi.com- Dalam rangka persiapan Turnamen Mini Soccer, Serda Agung Sujatmiko melaksanakan Komunikasi Sosial bersama Kepala Sekolah SDN 02 Teluk Pinang,Sri Nurtiningsih, S.Pd. MM dan guru olahraga di sekolah tersebut, dengan tujuan agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar saat pertandingan nantinya, Selasa (23/07/24).

Serda Agung Sujatmiko berharap agar pihak sekolah mampu menyiapkan Siswa-siswi yang berprestasi dalam giat perlombaan kali ini, sehingga diharapkan mampu membawa nama harum sekolah. Mulai dari latihan fisik dan kecekatan harus dimulai sedini mungkin.

Sebagai Babinsa, Ia juga berharap agar Siswa-siswi SDN 02 Teluk Pinang mampu berprestasi dalam segala hal, baik bidang olahraga maupun bidang yang lainnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan Turnamen Mini Socer ini dapat menggali bibit-bibit unggul dalam bidang olahraga, disini kita juga berusaha mempersiapkan sedini mungkin agar dapat meraih hasil yang maksimal, semoga untuk ke depannya generasi muda ini dapat membawa nama harum pihak sekolah, syukur-syukur bisa maju dalam tingakat yang lebih tinggi lagi’, ujar Serda Agung Babinsa 0621-11/Ciawi yang bertugas di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Reporter : Dewi

Polres Bogor Sosialisasi Anti Kekerasan dan Bullying di SMPN 03 Cibinong Demi Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan serta bullying, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bogor, Ipda Ndaru Cahya Diana, S.H, beserta anggota, menggelar kegiatan sosialisasi di SMPN 03 Cibinong. Kegiatan ini diadakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa/i baru, pada hari Selasa, 16 Juli 2024. Rabu (17/7/24)

Sosialisasi yang berlangsung dengan aman dan lancar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa/i tentang pentingnya menghindari tindakan kekerasan dan bullying. Dalam sosialisasi tersebut, Ipda Ndaru Cahya Diana menyampaikan berbagai informasi mengenai bentuk-bentuk kekerasan dan bullying, dampak negatifnya, serta cara mengatasi dan melaporkan kejadian tersebut.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, para siswa dapat lebih memahami betapa pentingnya menjaga sikap saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang merugikan teman-teman mereka. Kami juga mengajak seluruh pihak sekolah untuk berperan aktif dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan serta bullying di lingkungan sekolah,” ujar Ipda Ndaru Cahya Diana.

Para siswa/i yang hadir dalam kegiatan ini terlihat antusias dan aktif bertanya serta berdiskusi mengenai topik yang dibahas. Kepala Sekolah SMPN 03 Cibinong, Sri Wahyuni, menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerjasama antara pihak sekolah dan kepolisian dapat terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Polres Bogor dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan sekolah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan siswa/i dapat lebih menyadari pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai satu sama lain.

Kegiatan sosialisasi anti kekerasan dan bullying di SMPN 03 Cibinong ini berjalan dengan baik dan lancar. Polres Bogor juga berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan serupa di berbagai sekolah guna memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi generasi penerus bangsa.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule