Camat Sukagumiwang Hadiri Pasar Murah Inflasi, Rumbah MIGUYU Jadi Daya Tarik Produk Lokal

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan menghadiri kegiatan Pasar Murah Inflasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu di halaman Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri Kabupaten Indramayu. Ia hadir didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Sukagumiwang Ny. dr. Mentari Mulya Setiawan beserta jajaran TP PKK,” Senin (13/4/2026).

Program pasar murah yang berlangsung selama 13–16 April 2026 ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada sektor kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan terbuka untuk umum dengan menyediakan berbagai komoditas penting dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Mengusung tema “Bela Beli Produk Indramayu dalam Bulan Bangga Buatan Indramayu”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menstabilkan harga, tetapi juga mendorong konsumsi produk lokal guna memperkuat perekonomian daerah.

Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Sekretaris Daerah Aep Surahman menegaskan pasar murah merupakan langkah konkret menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat serta mendorong penggunaan produk lokal,” ujarnya.

Beragam kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas strategis lainnya disediakan dalam kegiatan ini. Produk UMKM lokal juga dipasarkan sebagai bagian dari pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indramayu.

Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kecamatan Sukagumiwang turut menghadirkan kuliner khas bertajuk Rumbah MIGUYU, yang menjadi daya tarik pengunjung. Menu tradisional ini terdiri dari sambal kacang, aneka sayuran segar, lontong, serta kerupuk, yang mencerminkan kekayaan kuliner lokal dan potensi ekonomi kreatif masyarakat.

Mohamad Mulya Setiawan menyampaikan, kehadiran TP PKK menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah daerah sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga melalui sektor kuliner lokal. Ia menilai pasar murah memberi dampak langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama. Warga dari berbagai wilayah memadati lokasi untuk berbelanja kebutuhan pokok sekaligus menikmati sajian kuliner lokal. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber : Humas Sukagumiwang
Andika

Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat di Sentul, Paket “All In” Terkuak

BOGOR.radarinformasi.com – Dugaan praktik prostitusi berkedok tempat pijat kembali mencuat di kawasan Sentul. Sebuah usaha bernama SM Sentul Massage yang berlokasi di Ruko Plaza Amsterdam, Jl. MH. Thamrin No.36 Blok D, Desa Cintaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, disinyalir menyediakan layanan di luar pijat kepada pelanggan.

Indikasi tersebut menguat setelah adanya pengakuan dari penjaga di lokasi. Ia menyebut adanya paket “all in” dengan tarif sekitar Rp360 ribu yang diduga mencakup layanan pijat sekaligus aktivitas lain.

“Untuk paket all in 360 ribu, pijat dan main,” ujarnya.

Lebih jauh, penjaga itu juga mengungkap bahwa terdapat belasan wanita yang berada di dalam lokasi dan dapat dipilih langsung oleh pelanggan. “Untuk wanitanya bebas pilih, semua ada di dalam,” katanya sambil menunjukkan gambar wanita yang disediakan.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut bukan sekadar usaha pijat konvensional, melainkan menjadi kedok praktik prostitusi terselubung yang berjalan secara sistematis.

Jika terbukti, praktik ini berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum. Mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), pihak yang memfasilitasi atau mengambil keuntungan dari praktik prostitusi dapat dijerat Pasal 296 dengan ancaman pidana penjara hingga 1 tahun 4 bulan atau denda. Selain itu, Pasal 506 KUHP juga mengatur tentang mucikari dengan ancaman pidana kurungan.

Di tingkat daerah, pelanggaran juga dapat dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor tentang Ketertiban Umum, yang umumnya memuat larangan praktik prostitusi dan penyalahgunaan tempat usaha. Sanksinya dapat berupa penutupan tempat usaha, pencabutan izin, hingga denda administratif yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung hasil penindakan dan ketentuan yang berlaku.

Keberadaan usaha tersebut di kawasan komersial yang terbuka memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan. Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, melakukan penyelidikan, serta menindak tegas apabila dugaan ini terbukti.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun aparat setempat terkait dugaan tersebut.

Red

Jadi Motor Ekonomi Daerah, Indramayu Genjot Bidang Pariwisata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam program “Dialog Jabar Hari Ini” yang disiarkan pada Kamis (9/4/2026).

Melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Suhardi, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparra) Indramayu mengungkapkan bahwa daerah ini memiliki potensi wisata yang beragam, mencakup wisata alam, budaya, hingga agrowisata. 

Letak geografis Indramayu di pesisir utara Pulau Jawa dengan garis pantai sekitar 135 kilometer menjadi kekuatan utama dalam pengembangan wisata bahari dan pesisir, yang didukung oleh karakter budaya masyarakat setempat yang khas.

Usai momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Barat tercatat meningkat sebesar 3,28 persen. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis bagi Indramayu untuk memaksimalkan potensi pariwisatanya. Selain unggul di sektor bahari, Indramayu juga memiliki kekayaan budaya seperti tradisi Nadran dan Ngarot di Desa Lelea, serta keuntungan posisi di jalur Pantura yang memudahkan akses wisatawan.

Dari sisi ekonomi, Indramayu berperan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) sekaligus dikenal sebagai lumbung pangan dan kawasan industri migas. Potensi agrowisata turut menjadi daya tarik, terutama komoditas mangga unggulan seperti gedong gincu, cengkir, arumanis, dan agrimania yang dapat ditemukan di sejumlah sentra produksi, antara lain Desa Mangunjaya, Jatibarang, dan Balongan. Tak hanya itu, wisata mangrove, aktivitas nelayan, hingga pembuatan kapal tradisional juga menjadi pengalaman unik bagi pengunjung.

Berbagai destinasi wisata turut memperkaya pilihan, di antaranya Pantai Tirtamaya, Pantai Balongan Indah, Pantai Pletong, Pulau Biawak, serta objek wisata budaya seperti Alun-Alun Indramayu dan Museum Bandar Cimanuk. Kuliner khas daerah, seperti pindang gombyang dan pedesan entog, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Untuk memperkuat pengembangan sektor ini, pemerintah daerah terus meningkatkan aksesibilitas, mengoptimalkan promosi digital, serta memberdayakan desa wisata. Pembinaan generasi muda melalui program “Nok Nang Dermayu” dan kerja sama dengan agen perjalanan juga terus digencarkan. Dengan strategi yang terintegrasi, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi Indramayu yang berkelanjutan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Komitmen Kabupaten Layak Anak, Target Naik Peringkat KLA 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026 di Aula DP2KBP3A Indramayu, Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan capaian pemenuhan hak anak di daerah, Kamis (9/4/2026).

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA), Hj. Atin Justinah, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa rakor bertujuan menyinkronkan data lintas sektor serta memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan.

“Anak merupakan investasi masa depan. Melalui rakor ini, kami ingin memastikan koordinasi antar sektor berjalan optimal dalam memenuhi indikator enam klaster KLA, sehingga capaian Indramayu dapat meningkat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, di antaranya Kejaksaan Negeri Indramayu, Polres Indramayu, Badan Pusat Statistik (BPS), serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran lintas instansi ini menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, sejalan dengan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2019.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Indramayu, H. Iman Sulaeman, menyoroti pentingnya akurasi pendokumentasian data dalam mendukung penilaian KLA.

“Permasalahan utama sering bukan pada kegiatan, tetapi pada administrasi dan penginputan data. Ratusan indikator penilaian membutuhkan bukti yang valid dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya menjalankan program, tetapi memastikan setiap kegiatan terdokumentasi dengan perspektif perlindungan anak. Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan peningkatan status dari tingkat Pratama menuju Madya bahkan Nindya pada evaluasi KLA 2026.

Sesi inti rakor diisi pemaparan teknis oleh Faisan CB dari Yayasan Bahtera Bandung. Ia menekankan bahwa proses verifikasi oleh pemerintah pusat akan dilakukan secara ketat, sehingga validasi dokumen resmi yang telah ditandatangani dan distempel pimpinan instansi menjadi syarat mutlak sebelum diunggah ke sistem penilaian.

Melalui rakor ini, diharapkan sinkronisasi data antar OPD, kepolisian, kejaksaan, serta instansi vertikal lainnya dapat segera diselesaikan sebelum memasuki tahapan verifikasi lapangan, sehingga target peningkatan capaian Kabupaten Layak Anak di Indramayu dapat terwujud.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tradisi Nadran Karangsong Kembali Digelar, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Syukur Laut

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu kembali menghidupkan tradisi budaya pesisir melalui perayaan Nadran yang digelar. Tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan khidmat sebagai wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas limpahan rezeki dari laut, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok KPL Mina Sumitra tersebut dihadiri ribuan warga, khususnya para nelayan beserta keluarga. Mereka memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama, pertunjukan seni tradisional, hingga berbagai atraksi budaya yang sarat makna.

Ketua KPL Mina Sumitra, H. Suwito, menyampaikan bahwa tradisi nadran bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ungkapan syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut, juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelaksanaan nadran, hasil tangkapan nelayan ke depan semakin meningkat serta keselamatan saat melaut tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Amsori, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang bergotong royong demi suksesnya acara tersebut.

“Berkat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, perayaan nadran tahun ini berjalan lancar dan meriah. Semoga tradisi ini terus terjaga dan membawa berkah bagi masyarakat,” tuturnya.

Perayaan berlangsung penuh semarak melalui pesta rakyat dan berbagai pertunjukan budaya, mencerminkan kekayaan tradisi serta kuatnya nilai kebersamaan masyarakat pesisir Indramayu.

Reporter : Andika

Puluhan Gempa Susulan Guncang Adonara Usai Gempa Dangkal M 4,7 di Flores Timur

FLORES.radarinformasi.com – Suasana tenang di Flores Timur pada Kamis dini hari (9/4/2026) mendadak berubah menjadi kepanikan setelah gempa bumi dangkal berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang wilayah tersebut.

Dampak paling parah terjadi di Pulau Adonara, di mana ratusan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah warga harus mendapatkan perawatan medis.

Guncangan terjadi sekitar pukul 00.17 WITA dan berlangsung selama dua hingga empat detik. Meski magnitudonya tergolong sedang, kedalaman gempa yang hanya sekitar 5 kilometer membuat daya rusaknya cukup besar, terutama bagi bangunan warga.

Hingga siang hari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat telah terjadi sekitar 60 kali gempa susulan. Kondisi ini membuat warga memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir akan guncangan lanjutan.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Terong dan Desa Lamahala. Berdasarkan data dari Camat Adonara Timur, Ismail Ban, total 146 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 105 unit di Desa Terong dan 41 unit di Desa Lamahala.

Selain kerusakan bangunan, sedikitnya 20 warga dilaporkan mengalami luka-luka. Lima orang di antaranya mengalami luka berat dan memerlukan penanganan intensif, sementara lainnya mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari guna mempercepat distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan TAGANA telah turun langsung ke lokasi. Fokus penanganan saat ini meliputi pendataan korban, pembangunan tenda pengungsian, serta penyaluran kebutuhan dasar seperti kasur dan terpal.

Di tengah kondisi tersebut, warga terdampak berusaha bertahan dengan mendirikan tenda darurat seadanya. Salah satu korban, Maryam Mahyudin, mengungkapkan bahwa rumahnya mengalami kerusakan parah dan dirinya masih diliputi trauma akibat guncangan yang terjadi secara tiba-tiba.

“Rumah saya hancur, dan saya masih trauma karena guncangannya masih teringat. Saya melihat dinding rumah roboh saat hendak berlari keluar. Sekarang kami hanya bisa memasak dan tidur di tenda sederhana beratapkan terpal,” ujar Maryam.

Red

Pemkab Indramayu Buka Dialog Pasca Demo, Tegaskan Tidak Terima Ganti Rugi Uang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik atas dinamika yang berkembang pasca aksi demonstrasi masyarakat beberapa waktu lalu.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah meminta ganti rugi dalam bentuk uang atas kerusakan fasilitas umum. Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi simbolis masyarakat yang menyerahkan koin di Pendopo Indramayu.

Menurutnya, secara aturan pemerintah daerah tidak diperkenankan menerima pemberian dalam bentuk uang. Oleh karena itu, bentuk tanggung jawab yang diharapkan adalah perbaikan langsung terhadap fasilitas umum yang rusak agar dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Lucky Hakim juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyebutkan, sejak awal pemerintah daerah telah membuka ruang audiensi dan mengundang perwakilan warga untuk berdiskusi secara langsung di Pendopo Indramayu.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Indramayu, Aep Surahman, yang mengapresiasi kepedulian masyarakat. Namun ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat menerima uang dalam bentuk apa pun dan berharap adanya perbaikan fasilitas sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang berlangsung pada 2 April 2026 di Alun-alun Indramayu telah difasilitasi pemerintah daerah sebagai ruang penyampaian aspirasi. Namun demikian, pemerintah menyayangkan adanya kerusakan fasilitas umum yang merupakan aset bersama.

Terkait isu yang berkembang, Bupati menjelaskan bahwa program revitalisasi tambak merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat. Meski begitu, aspirasi masyarakat tetap diterima dan akan dijembatani sesuai mekanisme yang berlaku.

Hingga Senin malam (6/4/2026), pemerintah daerah bersama jajaran terkait telah menunggu kehadiran perwakilan masyarakat untuk berdialog, namun belum ada konfirmasi kehadiran. Upaya serupa juga dilakukan pada Rabu (8/4/2026) setelah adanya permintaan pertemuan pukul 20.00 WIB, namun pertemuan tidak terlaksana karena pihak yang bersangkutan tidak hadir.

Lucky Hakim kembali menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, termasuk melalui aksi demonstrasi sebagai bagian dari hak konstitusional. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum.

“Pemerintah telah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya, bahkan tanpa prosedur yang berbelit. Kami siap berdialog kapan saja, termasuk di luar jam kerja. Namun, kami berharap aspirasi disampaikan dengan cara yang baik dan tidak merusak fasilitas umum,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap komunikasi yang baik dapat segera terjalin kembali, sehingga solusi terbaik dapat dicapai secara bersama demi kepentingan masyarakat luas.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Digitalisasi Pajak Daerah, Pemkab Indramayu Dorong Optimalisasi PAD dan Transparansi Layanan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kemandirian fiskal melalui transformasi digital layanan pajak. Langkah ini dibahas dalam kegiatan bertajuk Transformasi Digital Layanan PBB-P2 dan Tabungan Samsat dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah yang digelar di Swiss-Belinn Hotel Indramayu, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga sektor perbankan. Forum ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga wadah kolaborasi dalam memperkuat sistem layanan pajak berbasis digital.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk menekan potensi kebocoran pendapatan daerah. Menurutnya, sistem yang terintegrasi dan transparan akan mendorong peningkatan penerimaan daerah secara lebih akuntabel.

“Digitalisasi mampu meminimalkan potensi kebocoran, sehingga perlu dioptimalkan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak para kuwu untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sekaligus menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses pembayaran pajak.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Indramayu, Amrullah, menyebut transformasi digital sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menuturkan, sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD, terutama dari PBB-P2 dan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Dalam lima tahun terakhir, penerimaan PBB-P2 tercatat meningkat signifikan hingga 160 persen atau hampir Rp60 miliar. Pada 2025, realisasi PBB-P2 mencapai Rp97,2 miliar, naik 12,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Amrullah juga mengungkapkan bahwa pada 2026 telah didistribusikan sebanyak 681.537 SPPT kepada masyarakat. Berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari pemutakhiran data hingga penerapan sistem digital guna mempermudah akses layanan.

Dari tingkat provinsi, perwakilan Bapenda Jawa Barat, Dwi Agus Sulistyo, menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, optimalisasi PAD menjadi kunci utama, dengan digitalisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas layanan publik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri telah menghadirkan sejumlah inovasi layanan Samsat digital, seperti SAMBARA, e-Samsat, dan SIGNAL.

Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Pimpinan Cabang Bank bjb⁠ Indramayu, Sigit Lesmana, menyatakan komitmennya dalam mendukung program pemerintah daerah melalui layanan keuangan terintegrasi serta kontribusi terhadap PAD dari sisi deviden.

Kegiatan ini turut diisi diskusi interaktif yang dimoderatori Sekretaris Bapenda Indramayu, Suyitno, serta penyerahan simbolis SPPT dan DHKP. Peserta juga diperkenalkan dengan simulasi penggunaan barcode pada SPPT yang memungkinkan akses data secara real time.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pendukung, optimalisasi PAD diharapkan dapat terus meningkat guna mendukung pembangunan Indramayu yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

KKL Seskoad di Indramayu Resmi Ditutup, Tinggalkan Kesan dan Rekomendasi Strategis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Kabupaten Indramayu resmi berakhir dengan kesan mendalam. Penutupan kegiatan berlangsung di Swiss-Belinn Hotel Indramayu, dan ditutup langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim,” Rabu malam (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menyampaikan bahwa kegiatan KKL memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk masukan dan perspektif baru. Ia menilai para perwira siswa menunjukkan kedisiplinan tinggi, ketangguhan mental, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi.

“Pengalaman yang diperoleh di Indramayu diharapkan dapat menjadi gambaran kondisi wilayah dan potensi daerah, serta menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas ke depan. Pada dasarnya, kita memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Indramayu sebagai lokasi KKL. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyambutan dan pelayanan masih terdapat kekurangan, serta berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dan Seskoad dapat terus terjalin.

Sementara itu, perwakilan peserta, Hari Santoso, mengungkapkan kesan positif selama empat hari pelaksanaan kegiatan di Indramayu. Ia mengapresiasi sambutan hangat dari pemerintah daerah serta keterbukaan dalam penyediaan data dan informasi.

“Saya sangat terkesan dengan Indramayu. Kota Mangga ini memberikan banyak data dan informasi yang sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Menurut Hari, seluruh data yang diperoleh akan menjadi bahan kajian untuk dipresentasikan dalam seminar di lingkungan Seskoad sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ia menilai KKL ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami dinamika wilayah yang kompleks, sebagai bekal bagi para perwira yang kelak akan mengemban tugas kewilayahan, termasuk sebagai Komandan Kodim.

Di sisi lain, Koordinator Lapangan Seskoad Kelompok II Wilayah Indramayu, Imam Purnomo Hadi, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, terutama terkait penanganan kebencanaan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan melalui latihan dan simulasi rutin guna meminimalisir risiko bencana.

Selain itu, Imam juga mendorong penguatan sistem layanan darurat melalui integrasi komunikasi lintas instansi, termasuk optimalisasi call center 119. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Menutup kegiatan, rombongan Seskoad kembali menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu sebelum kembali ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Integrasi Layanan Digital Lewat Pengembangan Wong Reang Apps

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar rapat koordinasi untuk membahas pembaruan fitur aplikasi Wong Reang Apps. Kegiatan ini berlangsung di Aula Diskominfo Indramayu, sebagai langkah memperkuat integrasi layanan publik berbasis digital, Selasa (7/4/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, serta dihadiri Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Heru Susanto. Turut hadir perwakilan dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bapperida, Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM), DPMPTSP, dan Disdukcapil.

Rapat koordinasi ini difokuskan pada upaya integrasi layanan antar perangkat daerah melalui pengembangan fitur dalam aplikasi Wong Reang Apps. Setiap instansi dilibatkan sesuai dengan tugas dan fungsinya guna memastikan layanan yang terintegrasi dapat berjalan optimal.

Suwenda menegaskan, pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efektif dan mudah diakses masyarakat.

“Pengembangan Wong Reang Apps ini bertujuan untuk mendukung integrasi layanan antar perangkat daerah. Di dalamnya tersedia berbagai fitur, termasuk akses CCTV di sejumlah titik yang telah terintegrasi,” ujarnya.

Selain melibatkan perangkat daerah, Diskominfo Indramayu juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, termasuk sektor swasta seperti Pertamina serta fasilitas layanan kesehatan, guna memperluas cakupan manfaat aplikasi bagi masyarakat.

Dalam pengelolaannya, setiap fitur pada Wong Reang Apps ditangani oleh admin dari masing-masing instansi terkait. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas serta memastikan layanan berjalan sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui pengembangan berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap Wong Reang Apps dapat menjadi solusi terpadu yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik secara cepat, praktis, dan terintegrasi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika