Bupati Lucky Hakim Tutup MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Selasa (18/8/2026).

Mengusung tema “Membuka Pintu Kesempatan, Menjemput Harapan”, penutupan MPLS menjadi momentum bagi para siswa untuk melanjutkan proses pendidikan dengan semangat belajar serta mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, kehadiran SRT 1 Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Menurutnya, kondisi ekonomi bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih masa depan. Kesempatan memperoleh pendidikan, kerja keras, kemauan belajar, dan semangat untuk maju menjadi modal penting untuk mengubah kehidupan.

“Sekolah Rakyat ini harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan, kekerasan. Kalau ada apa-apa jangan sungkan, cerita sama gurunya,” tegas Lucky.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga fasilitas serta pemenuhan kebutuhan gizi bagi para siswa. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

SRT 1 Indramayu Miliki 370 Siswa

Saat ini, SRT 1 Kabupaten Indramayu tercatat memiliki 370 siswa, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa rintisan.

Sebanyak 270 siswa baru tersebut meliputi 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Sementara 100 siswa rintisan terdiri atas 50 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP.

Kepala SRT 1 Kabupaten Indramayu, Mardiani, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Dibutuhkan sinergi, dukungan, dan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya Pemkab, sehingga cita-cita untuk memberikan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan dapat terwujud, serta mencetak generasi Indramayu yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang gemilang,” katanya.

Mardiani juga mengingatkan para siswa bahwa berakhirnya MPLS bukan berarti berakhirnya proses belajar. Para siswa diharapkan terus meningkatkan kemampuan, membangun karakter, menjaga kedisiplinan, serta saling mendukung dalam lingkungan sekolah.

Guru dan Siswa Sambut Positif

Guru SMP SRT 1 Indramayu, Anisa Istiqomah, mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan pengalaman sekaligus tantangan bagi tenaga pendidik dalam memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat terus berlanjut sehingga para siswa dapat berkembang menjadi generasi yang sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas VII SMP SRT 1 Indramayu, Bunga Aprilia, mengaku senang mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, terutama kegiatan Pramuka.

“Saya sangat suka kegiatan Pramuka. Guru-guru juga sangat membantu untuk belajar. Terima kasih kepada Presiden dan Bupati Indramayu atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” katanya.

Penutupan MPLS tersebut menjadi awal bagi para siswa SRT 1 Indramayu untuk memasuki proses pembelajaran secara lebih penuh.

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Camat Sukagumiwang Beri Motivasi Calon Siswa Sekolah Rakyat Jelang Keberangkatan ke SRT Cikawung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, memberikan motivasi dan arahan kepada calon siswa Sekolah Rakyat yang akan berangkat menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sukagumiwang tersebut dihadiri Pendamping Sosial Kecamatan Sukagumiwang, para calon siswa, serta orang tua dan wali murid.

Dalam arahannya, Mohamad Mulya Setiawan menyampaikan apresiasi kepada para calon siswa yang berhasil memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Ia mengajak para peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui semangat belajar, kedisiplinan, dan tekad meraih cita-cita.

“Kesempatan ini merupakan peluang yang sangat berharga. Manfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk belajar, menjaga disiplin, serta terus mengembangkan kemampuan agar kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Camat Sukagumiwang juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan dukungan moral dan doa agar anak-anak dapat menjalani proses pendidikan dengan baik selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Menurutnya, sinergi antara keluarga dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan para peserta didik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembekalan awal bagi calon siswa sebelum memasuki lingkungan pendidikan yang baru. Para peserta diberikan berbagai informasi terkait kehidupan di asrama, tata tertib, serta kesiapan mental agar mampu beradaptasi dengan baik selama mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Cikawung merupakan program pemerintah yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp236 miliar. Kawasan pendidikan tersebut berdiri di atas lahan seluas 9,2 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi dan didukung ruang terbuka hijau seluas 69.628 meter persegi.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif guna mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Melalui kegiatan motivasi dan pembekalan ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan yang berkualitas, sekaligus memastikan para calon siswa siap mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Infrastruktur Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Cikawung Siap Gelar MPLS Perdana Akhir Juli

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini memasuki tahap akhir. Sekolah hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia tersebut dijadwalkan mulai menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada 31 Juli 2026.

Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare ini akan melayani peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

Kesiapan penyelenggaraan MPLS dipastikan saat Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, melakukan monitoring dan evaluasi di lokasi sekolah.

Iin mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Sosial RI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“Sekolah Rakyat menjadi bukti komitmen pemerintah, baik Kementerian Sosial maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Agus Saputra Aryanto, menjelaskan bahwa kawasan Sekolah Rakyat dirancang sebagai kompleks pendidikan modern dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Fasilitas yang tersedia meliputi gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, rumah ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, hingga sarana olahraga.

Selain itu, kawasan pendidikan tersebut juga dilengkapi lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area multifungsi, taman edukasi, serta sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Menurut Agus, dimulainya kegiatan MPLS menjadi penanda bahwa Sekolah Rakyat telah memasuki tahap operasional dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan dan segera dapat digunakan oleh para siswa,” katanya.

Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu akan menampung 270 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 100 siswa dari sekolah rintisan yang juga akan mengikuti proses pembelajaran di kawasan tersebut.

Dengan hampir rampungnya pembangunan infrastruktur, Sekolah Rakyat Cikawung diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu menciptakan generasi muda Indramayu yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing, sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi Indramayu Perkuat Komitmen Pendidikan Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

INDRAMAYU.radarinformasi.com –
Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan program Sekolah Rakyat, sekolah berasrama gratis yang merupakan program prioritas Presiden Republik Indonesia bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kamis (9/7/2026)

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Indramayu, Mardiani, mengatakan Open House menjadi langkah awal untuk mengenalkan visi besar Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Menurutnya, program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 sebagai upaya memberikan akses pendidikan yang setara.

Mardiani menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya Bupati Indramayu Lucky Hakim, atas dukungan dan komitmennya dalam menyediakan lahan sekitar 10 hektare di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu menjadi jembatan agar program pemerintah pusat ini dapat membumi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan amanah bersama untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Ia mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, pemerintah pusat, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut. Menurutnya, tidak ada anak yang tidak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Insya Allah, generasi Indonesia Emas 2045 akan lahir dari anak-anak Sekolah Rakyat,” katanya.

Ahmad Syadali menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangannya agar program tersebut berjalan optimal. Menurutnya, penyelenggaraan Sekolah Rakyat juga sejalan dengan visi Indramayu REANG yang menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tinjau Progres Sekolah Rakyat di Cikawung, Bupati Lucky Hakim Dorong Pelebaran Akses Jalan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat 1 yang berlokasi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Selasa (2/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lucky Hakim menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, terutama akses menuju kawasan sekolah. Selain memastikan legalitas lahan, pemerintah daerah juga berencana melakukan penataan dan pelebaran jalan guna mempermudah mobilitas masyarakat serta menunjang aktivitas pendidikan di masa mendatang.

Menurut Lucky, lokasi Sekolah Rakyat memiliki potensi untuk berkembang menjadi kawasan pendidikan yang representatif. Karena itu, akses jalan menuju lokasi perlu ditingkatkan agar mampu mendukung berbagai aktivitas yang akan berlangsung setelah sekolah beroperasi.

“Kami ingin akses menuju Sekolah Rakyat semakin baik dan nyaman dilalui. Ini bukan hanya untuk mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan kawasan pendidikan di masa depan,” ujarnya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga terus mempersiapkan berbagai kebutuhan peserta didik yang nantinya akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Lucky menekankan, keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan sekolah yang megah, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Ade Suhayati, menjelaskan proses penjaringan calon peserta didik terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), hingga Pelaksana Program Kesejahteraan Sosial Kecamatan (PKSK).

Ia menyebutkan, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 sebagai bagian dari upaya pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.

“Kami berharap masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan program ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak mereka,” kata Ade.

Di sisi lain, perwakilan pelaksana proyek dari PT Abipraya Uno KSO, Fahri, mengungkapkan bahwa progres pembangunan hingga saat ini telah mencapai 61,60 persen. Sesuai target kontrak, pembangunan dijadwalkan rampung pada 25 Agustus 2026.

Beberapa fasilitas utama yang telah menunjukkan perkembangan signifikan di antaranya gedung serbaguna, masjid, serta sejumlah sarana pendukung lainnya. Sementara itu, pembangunan gedung SMP, SMA, SD, asrama siswa, asrama guru, kantin, hingga lapangan sepak bola masih terus dikebut. Khusus lapangan sepak bola, saat ini telah memasuki tahap penanaman rumput.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, perhatian Bupati Lucky Hakim tidak hanya tertuju pada penyelesaian bangunan fisik, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung yang akan menunjang keberlangsungan aktivitas pendidikan di kawasan tersebut.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Gandeng Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Terisi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memperkuat sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat di wilayahnya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai menggelar rapat kerja bersama Kementerian PU RI di Pendopo Indramayu, Kamis (2/4/2026).

Menurut Lucky, hasil koordinasi dengan Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat memastikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat akan berlokasi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Pemkab Indramayu bersama pemerintah pusat sepakat bahwa Sekolah Rakyat akan dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Lembaga ini akan mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Lucky menyambut positif rencana tersebut dan menegaskan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan tepat waktu sehingga mampu menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inspiratif bagi generasi muda di Indramayu.

Sementara itu, perwakilan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menyatakan kesiapan pihaknya untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Ia menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek secepat mungkin agar Sekolah Rakyat segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Sekolah Rakyat Siap Hadir di Indramayu, Fokus Angkat Warga Miskin Ekstrem

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah pusat memastikan program Sekolah Rakyat (SR) akan segera direalisasikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai tahun ajaran 2025/2026. Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, saat meninjau kesiapan Gedung Wisma Haji Indramayu pada Sabtu, 24 Mei kemarin yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Minggu (25/5)

Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, menjelaskan bahwa peluncuran Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025. Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem, dengan pendidikan sebagai pendekatan utama.

“Saya sangat mendukung agar Sekolah Rakyat di Indramayu segera berjalan,” ujar Cak Imin dalam kunjungannya.

Ia memastikan bahwa secara teknis, Indramayu siap menyambut tahun ajaran baru pada pertengahan atau akhir Juli 2025. Di tahap awal, Sekolah Rakyat di Indramayu hanya akan melayani jenjang pendidikan setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan kapasitas sekitar 100 siswa.

Secara nasional, Cak Imin menyebut saat ini sudah ada 85 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 200 sekolah. Pendanaan program ini akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi langkah pusat yang telah memberi perhatian terhadap kemajuan pendidikan di daerahnya. Menurutnya, Gedung Wisma Haji yang sempat terbengkalai akan disulap menjadi fasilitas pendidikan yang representatif.

“Alhamdulillah, kita mendapat berkah karena pusat menjadikan gedung ini sebagai Sekolah Rakyat. Nanti akan direnovasi jadi lebih layak, bersih, dan rapi,” ujar Lucky.

Bupati menambahkan, program ini benar-benar menyasar keluarga kurang mampu, termasuk warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Mereka tak hanya mendapat pendidikan, tapi juga fasilitas asrama, makan, seragam, dan perlengkapan sekolah secara gratis.

“Targetnya Agustus renovasi selesai. Untuk guru dan proses belajar, akan didukung penuh oleh Kemensos,” tutupnya.

Dengan kehadiran Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap mampu menciptakan peluang pendidikan yang lebih setara bagi generasi muda dari kalangan rentan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Lucky Hakim dan Mensos Tinjau Wisma Haji, Siapkan Transformasi Jadi Sekolah Rakyat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, meninjau langsung Wisma Haji Indramayu yang sudah lama tidak dipergunakan, Rabu (7/5/2025).

Bupati Lucky Hakim mengatakan, bahwa giat tersebut merupakan bagian dari langkah awal persiapan pemanfaatan kembali gedung Wisma Haji Indramayu untuk dialihfungsikan sebagai Sekolah Rakyat.

“Saya, bupati bersama Sekda dan seluruh jajaran SKPD terkait mendampingi Mensos dan jajaran melihat Wisma Haji yang sempat vakum beberapa tahun. Pa Mensos langsung cocok melihat gedung ini dari sisi bangunan, lokasi, juga ruang-ruangnya,” katanya.

Bupati Lucky menyampaikan, Sekolah Rakyat yang menjadi program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto di Wisma Haji Indramayu akan menampung sekitar 200 siswa dari keluarga tidak mampu dan disiapkan dalam format boarding school (asrama). 

“Setelah ini kita akan lakukan rapat untuk memastikan kesiapan kami dalam beberapa hari ke depan. Kemudian akan dilakukan asesmen untuk renovasi gedung ini sehingga dalam dua bulan ke depan sudah bisa operasional,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bupati Lucky menerangkan, Pemkab Indramayu juga telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di kawasan Cikawung untuk pembangunan sekolah rakyat permanen. 

“Sembari berjalan, kita siapkan lahan di Cikawung sebagai lokasi jangka panjang. Gedung Wisma Haji akan menjadi titik awal. Kami semua bekerja dengan tegas, cerdas, dan cepat untuk merespon program Presiden Prabowo yang sangat peduli pada masyarakat seperti Indramayu. Kita integrasikan program pusat dengan gotong royong dan kolaborasi antarlevel pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyampaikan, Wisma Haji Indramayu memiliki potensi luar biasa untuk dijadikan sekolah berasrama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. 

“Saya sudah keliling ke beberapa daerah, dan salah satu yang paling siap adalah di Indramayu ini. Gedungnya luas, ada aula, ada ruang-ruang yang bisa dijadikan kelas. Tinggal renovasi, lalu bisa langsung dimanfaatkan,” sampainya.

Dirinya menambahkan, Sekolah Rakyat yang direncanakan akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026 tersebut merupakan program prioritas pemerintah pusat. 

Menteri Saifullah mengatakan, akan ada rekrut guru, kepala sekolah, dan murid semuanya dari Indramayu. Murid-murid yang akan sekolah di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin ekstrem, mereka yang putus sekolah atau bahkan tidak terdata dalam sistem dapodik.

“Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, maka pada pertengahan tahun ini Wisma Haji Indramayu akan resmi bertransformasi menjadi Sekolah Rakyat, memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa mengakses pendidikan berkualitas secara gratis dan berasrama,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal