PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Santri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 resmi dibuka sebagai ajang pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta mempererat silaturahmi antar santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu.

Pembukaan PORSADIN VIII dilakukan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Iin Indrayati mengatakan PORSADIN merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.

Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sebagai modal utama pembangunan daerah.

Ia menambahkan, penyelenggaraan PORSADIN selaras dengan visi Indramayu REANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan insentif bagi guru Madrasah Diniyah sebesar Rp13,99 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

“Untuk anak-anakku seluruh peserta, mari junjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama mengikuti perlombaan. Kepada dewan juri dan para pelatih, kami berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab,” ujar Iin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, menegaskan bahwa PORSADIN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembinaan santri agar tumbuh sebagai generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan di bidang keagamaan, olahraga, dan seni.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas kepada para peserta.

“PORSADIN diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit santri berprestasi yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana evaluasi pendidikan dan pengembangan minat serta bakat santri sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG.

Menurutnya, PORSADIN menjadi momentum bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan.

Aspuri menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan komitmen Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu. PORSADIN VIII tahun ini diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas santri, dewan juri, dan panitia dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Melalui penyelenggaraan PORSADIN VIII, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki prestasi di bidang olahraga dan seni, serta mampu menjadi generasi berkarakter yang berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Santri Penghafal Al-Qur’an Jadi Aset Daerah, Bupati Lucky Hakim Hadiri Haflah Khairussanah di Sukra

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa santri dan penghafal Al-Qur’an merupakan aset penting bagi pembangunan Kabupaten Indramayu di masa depan. Karena itu, keberadaan mereka harus terus dijaga, dibimbing, dan dibina secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Haflah Khairussanah ke-6 Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/6/2026).

Kehadiran Bupati disambut hangat oleh para santri, anak yatim, wali murid, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi Indramayu REANG yang mengedepankan nilai-nilai religius.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan para tokoh agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an.

“Selamat kepada anak-anakku yang telah menyelesaikan proses pembelajaran. Anak-anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah aset berharga bagi Indramayu. Ilmu yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk masa depan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap Yayasan Hidayatul Mubtadiin terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi Qurani yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. Ia juga menegaskan bahwa wilayah Indramayu bagian barat, termasuk Kecamatan Sukra, menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Hidayatul Mubtadiin, Aspuri, menjelaskan bahwa Haflah Khairussanah ke-6 merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari, mulai dari semaan 30 juz Al-Qur’an, istighatsah, pawai ta’aruf, hingga khotmil Qur’an. Pada tahun ini, sejumlah santri berhasil menyelesaikan hafalan 20 juz, 25 juz, hingga 30 juz Al-Qur’an.

Aspuri menambahkan, Yayasan Hidayatul Mubtadiin yang berdiri sejak 2016 kini telah menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD, TPQ, MDT, SMP Ibnu Abbas, MA, hingga pondok pesantren.

“Semoga melalui kegiatan ini para santri menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Alhamdulillah, sejak berdiri pada tahun 2016, yayasan terus berkembang dan jumlah santri semakin bertambah. Kehadiran Bapak Bupati menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Bupati Lucky Hakim didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu dan Camat Sukra. Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim untuk terus belajar serta meraih cita-cita.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Wujudkan Program Indramayu Mengaji, Ponpes Al-Urwatul Wutsqo Gelar Khotmil Qur’an Metode Ummi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo sukses menggelar kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan Metode Ummi, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Sabtu (31/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dalam menyukseskan salah satu program percepatan Indramayu REANG, yakni Indramayu Mengaji. 

Kegiatan Imtihan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban dan uji publik bacaan Qur’an di hadapan wali santri dan masyarakat terkait ketuntasan santri dalam belajar. Di mana para santri kemudian diuji berbagai tahapan penting dalam proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah ditempuh para mulai dari membaca Al-Qur’an secara benar dan tartil, tahfidz Juz 30, 29, 1 dan 30 Juz, hingga turjuman (pemahaman makna ayat-ayat Al-Qur’an). 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum pengukuhan guru Al-Qur’an kepada para santri yang telah menuntaskan pelatihan dengan Metode Ummi, sebuah metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis tajwid dan pemahaman makna.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya Khotmul Quran dan Imtihan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo. Kegiatan seperti ini dapat memperkuat tekad dan semangat untuk senantiasa menjunjung tinggi ajaran agama.

“Secara khusus, saya mengucapkan selamat yang tulus kepada para santri Khotmul Quran dari jenjang SDIT, SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Indramayu. Prestasi kalian mengkhatamkan Al-Qur’an adalah kebanggaan bagi kita semua. Semoga capaian mulia ini membawa keberkahan bagi para santri, orang tua, dan masyarakat Indramayu, ” ujarnya

Bupati Lucky menambahkan, Program Indramayu Mengaji telah ditetapkan sebagai program prioritas percepatan pembangunan daerah periode 2025–2029. Dalam konteks ini, kontribusi nyata dari Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo patut diapresiasi, karena telah menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mewujudkan program tersebut.

Momentum Khotmul Quran hari ini bukan hanya bukti penguasaan bacaan Al-Qur’an dengan tajwid dan hukum yang benar, tetapi juga harus menjadi langkah awal untuk mendalami makna dan kandungan Al-Qur’an. Membaca adalah pintu gerbang; memahami dan mengamalkan adalah tujuan hakiki.

Melalui kegiatan ini, bupati berharap akan lahir generasi-generasi Qurani di Indramayu. Generasi yang tidak sekadar mencintai Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhurnya dalam kehidupan sehari-hari, membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

“Pelaksanaan Khotmul Qur’an bukan sekadar acara seremonial, melainkan memiliki nilai spiritual yang mendalam sebagai bentuk siar agama dan ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Saya menghargai dedikasi para kiai, ustaz, serta orang tua yang telah membimbing dan mendukung anak-anak hingga mampu menyelesaikan tilawah Al-Qur’an. Peran guru mengaji dan keluarga adalah kunci kesuksesan ini,” tambahnya. 

Dalam kesempatan tersebut bupati juga berpesan kepada para orang tua untuk terus mendampingi dan mendorong putra-putrinya untuk mendalami Al-Qur’an hingga tahap menghafal (tahfidz) dan mengamalkannya serta tentunya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang mengarahkan setiap langkah mereka. Sinergi antara pesantren, pemerintah, dan keluarga adalah kunci membentuk generasi Qur’ani.

Semangat ini sejalan dengan Visi “Indramayu Reang” khususnya pada pilar Religius yaitu memperkuat nilai-nilai keagamaan dengan menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, dan budi pekerti luhur dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Mari kita jaga semangat persatuan dan gotong royong untuk bersama-sama mewujudkan visi Indramayu Reang (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Dengan landasan iman dan kebersamaan, Insya Allah Indramayu akan menjadi kabupaten yang maju, sejahtera, dan penuh keberkahan,” tandasnya

Sementara itu Mudir (pimpinan) Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Ustaz Agung Mardianto menyampaikan, prosesi Khotmul Quran dan Imtihan metode Ummi tersebut diikuti 160 santriwan-santriwati dari jenjang SD hingga MA dengan kategori yang diujikan berbeda setiap tingkatannya.

Pada kesempatan tersebut Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Indramayu serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi suksesnya kegiatan tersebut. 

Ustaz Agung melanjutkan, Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo menyambut baik Program “Indramayu Mengaji” sebagai upaya strategis pemerintah meningkatkan literasi Al-Qur’an dan pesantren siap bersinergi mewujudkan target program ini. 

“Terima kasih kepada Bupati Lucky Hakim atas dukungannya. Semoga kolaborasi ini memperkuat fondasi moral serta berakhlak Qurani menuju Indramayu yang Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman dan Gotong Royong (REANG), ” pungkasnya. 

Acara Khotmul Quran dan Imtihan ditutup dengan pemberian sertifikat Khotmul Quran oleh Bupati Indramayu kepada perwakilan santri didampingi civitas akademika Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo dan perwakilan Ummi Foundation.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal 

34 Santri Takhasus Dapat Beasiswa dari Baznas, Komitmen Bangun Indramayu Religius

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Halalbihalal bersama para penerima program Bea Santri Takhassus dan Beasiswa Mahasiswa di Aula Ki Sidum, Setda Indramayu, Kamis (10/4/2025). 

Acara ini dihadiri oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jajang Sudrajat yang mewakili Bupati Indramayu, didampingi oleh Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu, Atang Riko Hasbudi. Turut hadir para Komisioner BAZNAS Indramayu, orang tua wali santri, serta mahasiswa penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Indramayu, Aspuri, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi ajang silaturahmi, evaluasi, sekaligus persiapan penempatan santri baru ke berbagai pondok pesantren.

“Tahun ini, kami telah menyeleksi 34 santri selama bulan Ramadan. Terdiri dari 19 santri Kitab Kuning, 13 santri Tahfidz, dan 2 santri Tilawah. Santri-santri ini akan kami tempatkan di pesantren sesuai kompetensinya masing-masing,” ungkapnya.

Dia menambahkan, program ini dibiayai dari dana zakat, dengan rincian bantuan Rp500.000 per bulan. Durasi bantuan disesuaikan dengan program: empat tahun untuk santri kitab kuning, tiga tahun untuk tahfidz, dan dua tahun untuk santri tilawah. 

Harapannya, para santri dapat menjadi duta pendidikan agama yang membawa harum nama Indramayu, mendukung visi daerah Indramayu REANG.

Tak hanya untuk santri, BAZNAS juga melanjutkan program “Indramayu Cerdas” yang menyasar mahasiswa di seluruh desa. Saat ini, 22 mahasiswa telah lulus dari program ini, dan untuk tahun 2025 akan kembali dibuka seleksi beasiswa selama empat semester, dengan alokasi Rp3 juta per semester.

Dalam sambutannya, Jajang Sudrajat menyampaikan pesan Bupati Indramayu, yang menekankan pentingnya fondasi religius sebagai prioritas dalam pembangunan daerah. 

“Visi REANG dimulai dari Religius sebagai dasar. Dengan agama yang kuat, program pemerintah akan berjalan dengan niat baik,” tegasnya.

Dia juga menyoroti pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak dini, agar sebelum memasuki jenjang SMP, anak-anak minimal sudah menyelesaikan Iqro 6. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun karakter generasi yang religius dan berakhlak.

Kegiatan diakhiri dengan pelepasan santri Takhassus baru oleh Jajang Sudrajat secara simbolis. Dalam kesan dan pesan yang disampaikan perwakilan santri dan mahasiswa, para santri mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kesempatan yang diberikan oleh BAZNAS.

“Bantuan ini bukan hanya soal dana, tetapi juga dukungan moral dan mental. Kami akan jaga amanah ini dan menjadi insan yang berguna bagi umat, bangsa, dan agama,” ungkap salah satu santri penerima manfaat.

BAZNAS Kabupaten Indramayu kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menguatkan pendidikan keagamaan dan mencetak generasi yang religius serta berkualitas. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Ponpes Al Bahjah dan TMMS Lahirkan Generasi Santri untuk Dakwah dan Pengembangan Ekonomi Syariah

CIREBON.radarinformasi.com – PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) melalui Rimba Foundation memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia lewat program beasiswa bagi santri Sekolah Tinggi Al Bahjah. Program yang dimulai pada Desember 2024 ini merupakan hasil kolaborasi TMMS dengan Pondok Pesantren Al Bahjah dan telah memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa per bulan agar mereka dapat fokus pada studi tanpa terkendala biaya. Sabtu (8/3)

Rimba Foundation merupakan yayasan yang dibentuk oleh TMMS untuk mengelola dana CSR dari masing-masing entitas anak perusahaan di bawahnya. Para mahasiswa penerima beasiswa program ini menempuh pendidikan di jurusan ekonomi, matematika, dan manajemen pendidikan Islam (MPI) di Sekolah Tinggi Al Bahjah.

Program ini juga diintegrasikan dengan berbagai unit usaha berbasis syariah di bawah naungan Al Bahjah, seperti BMT Al Bahjah, AB Mart, Travel Al Bahjah, dan Al Bahjah Chicken. Manajer BMT Al Bahjah, Mujibullah, menegaskan bahwa program ini bertujuan mencetak ulama yang tidak hanya memahami syariat, tetapi juga memiliki wawasan ekonomi syariah dan ilmu umum.

“Kenapa Buya Yahya menciptakan tiga jurusan ini? Karena tiga jurusan inilah yang sangat relevan dalam mempersiapkan ulama masa depan yang tidak hanya memahami syariat, tetapi juga ekonomi dan ilmu umum. Dengan ini, mereka siap menjadi pemimpin umat yang dapat berdakwah sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis Islam,” ujar Mujibullah.

Komitmen TMMS terhadap ESG dan Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan dan penyewaan alat berat, TMMS tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga berkomitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun keberlanjutan sosial melalui pendidikan.

CEO TMMS, Herryan Syahputra, menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan pemberdayaan komunitas. “Kami di TMMS percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus melibatkan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui beasiswa ini, kami ingin memastikan bahwa santri yang nantinya menjadi pemimpin umat juga memiliki pemahaman ekonomi yang kuat dan dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” ujar Herryan.

TMMS sebelumnya juga telah aktif dalam sejumlah program sosial, salah satunya pembangunan Masjid Al-Ikhlas di Konawe Selatan. Selain membangun tempat ibadah, TMMS juga ingin memastikan keberlanjutan dakwah dengan menyiapkan santri sebagai pendakwah dan pemimpin komunitas di daerah pelosok.

Dukungan Buya Yahya: Ekonomi Umat Harus Didorong oleh Bisnis yang Kuat

Pendekatan TMMS dalam pemberdayaan ekonomi umat mendapat apresiasi dari pemimpin Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya. Ia menekankan pentingnya peran perusahaan dalam membantu pertumbuhan ekonomi Islam.

“Baginda Nabi bersabda bahwa orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah karena lebih banyak manfaatnya, termasuk dalam ekonomi. Maka, seorang Muslim sejati harus berpikir untuk maju dalam bisnis dan berdampingan dengan bisnis besar dunia. Selagi di dalam hatinya ada iman dan niat baik, semakin besar bisnisnya, semakin besar pula manfaatnya bagi umat,” ujar Buya Yahya.

Buya juga menekankan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR) seperti yang dilakukan TMMS harus menjadi contoh bagi perusahaan lain. Menurutnya, pembangunan masjid dan program pendidikan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga cara memperkuat ekosistem ekonomi berbasis Islam.

“Apa artinya bisnis besar jika tidak bermanfaat bagi umat? Seharusnya semua perusahaan memiliki kontribusi sosial. Bahkan, cita-cita kita harus lebih besar, bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban CSR, tetapi menjadikan bisnis sebagai alat untuk membangun umat yang lebih kuat,” lanjut Buya Yahya.

Membangun Ekosistem Bisnis Syariah untuk Masa Depan

Program beasiswa yang merupakan kerja sama Pondok Pesantren Al Bahjah dan TMMS diharapkan dapat membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berbasis keislaman. Para santri penerima beasiswa ini nantinya diharapkan dapat mengisi peran strategis, baik di bidang dakwah maupun dalam ekosistem ekonomi syariah.

Kolaborasi ini juga diharapkan membuka peluang bagi dunia usaha untuk lebih aktif dalam mencetak generasi Muslim yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kapasitas dalam mengelola bisnis syariah dan ekonomi berbasis komunitas.

Red

Semarak Sambut Ramadan 1446 H, Ratusan Santri di Indramayu Gelar Pawai Tarhib

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446 H, ratusan santri dari Rumah Tahfidz Qur’an Ar Rahman bersama masyarakat Desa Dermayu dan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar Pawai Tarhib pada Rabu (26/2/2025). Kamis (27/2)

Dengan penuh semangat, peserta pawai berjalan kaki dari Masjid Pusaka Baiturrohmah mengitari kota. Mereka bersholawat sepanjang perjalanan sambil membentangkan spanduk bertuliskan Marhaban ya Ramadhan, menciptakan suasana syiar Islam yang meriah.

Fuad Kamus, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa tradisi ini telah menjadi agenda tahunan warga Desa Dermayu. “Alhamdulillah, ini merupakan kegiatan positif yang rutin dilakukan pemuda Masjid Pusaka. Mereka melibatkan anak-anak sekitar agar turut serta memeriahkan datangnya bulan Ramadan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, panitia juga membagikan selebaran berisi jadwal puasa kepada masyarakat, membantu mereka dalam persiapan ibadah selama Ramadan.

Sementara itu, Shakila (7), salah satu peserta pawai, mengaku sangat antusias bisa ikut serta dalam acara tersebut. “Ini pertama kalinya saya ikut pawai menyambut Ramadan. Seru sekali! Meski harus berjalan jauh, saya tidak merasa lelah, justru senang,” ungkapnya dengan wajah ceria.

Pawai Tarhib ini menjadi bukti antusiasme masyarakat Indramayu dalam menyambut bulan suci, sekaligus mempererat kebersamaan dalam semangat keislaman.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dugaan Pelecehan di Ponpes Berujung Kekeluargaan

BOGOR.radarinformasi.com – Dugaan sebuah aksi pelecehan terjadi di lingkungan Ponpes yang berada di Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya Ciampea Kabupaten Bogor, yang mana aksi tersebut diduga dilakukan oleh pimpinan ponpes kepada anak didiknya. Senin (05/06/2023).

Terkait adanya dugaan tersebut pihak kepolisian Polsek Ciampea Polres Bogor pun mepertemukan pihak walisantri dengan pimpinan ponpes, dalam pertemuan tersebut dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Kapolsek Ciampea Polres Bogor Polda Jabar Kompol Suminto mengatakan bahwa dugaan tersebut berawal dari aduan santri kepada orang tuanya, bahwa yang bersangkutan merasa dilecehkan  pada saat dibangunkan dan nonton bareng di lingkungan ponpes.

Dari mediasi yang digelar tersebut pimpinan ponpes sendiri menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan kepada para santri seperti yang dituduhkan kepadanya.

“Terkait hasil musyawarah yang dilakukan  tersebut, bahwa kedua belah pihak telah bersepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan tidak menuntut secara hukum dan nantinya para santri pun tidak lagi tinggal di asrama melainkan tinggal di rumah masing-masing”.

“Sementara itu para santri yang duduk di kelas 1 dan 2 pun akan dipindahkan sekolahnya setelah berakhirnya ujian dan kenaikan kelas, adapun bagi para santri yang duduk di kelas 3 akan tetap belajar di ponpes hingga selesai dan menerima kelulusan. Hasil kesepakatan dalam mediasi tersebut pun dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani kedua belah pihak”,  jelas Kapolsek Ciampea Polres Bogor Kompol Suminto.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule