BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupateb Bogor telah menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis untuk kemajuan infrastruktur di wilayah, salahsatunya adalah anggaran Samisade (satu desa satu milyar), namun sangat disayangkan masih ada segelintir Oknum Kepala Desa yang tidak dapat memanfaatkan program tersebut dengan maksimal, Selasa (30/01/24).
Seperti halnya yang terjadi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, dimana anggaran Samisade yang mencapai 1 milyar tersebut diduga tidak dimanfaatkan secara optimal dan banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Samisade yang dialokasikan untuk Betonisasi dan TPT tersebut hingga saat ini pekerjaan belum selesai, bahkan di lokasi tidak terlihat lagi adanya pengerjaan (mangkrak). Saat radarinformasi berusaha menggali keterangan ke kantor desa, Kepala Desa, Sekdes dan TPK tidak ada ditempat, hanya tampak beberapa staf yang tidak bisa memberikan keterangan apapun.
Sekdes saat dihubungi via seluler mengatakan bahwa, “Memang benar pekerjaan belum selesai, tinggal beberapa persen lagi, tapi itu semua terkendala karena pesanan beton kita yang belun datang, katanya sih masih antri”.
Sementara itu Kasi Ekbang saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Bukan tidak dikerjakan, bukan mangkrak juga tapi karena faktor cuaca saja, Desa Mekar Wangi kan paling akhir turun anggarannya”.
BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis dalam bidanga infrastruktur melalui program Satu Milyar Satu Desa (Samisade), yang diproyeksikan untuk mendorong peningkatan ekonomi desa. Setiap Desa di Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan samisade setiap tahunnya, salahsatunya Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Senin (11/09/23).
Namun sangat disayangkan, anggaran yang begitu fantastis dan dialokasikan untuk Betonisasi jalan desa diduga dikerjakan secara asal-asalan, pasalnya pekerjaan betonisasi yang baru rampung dalam hitungan hari tersebut sudah terdapat keretakan bahkan patah di beberapa bagian.
Saat radarinformasi.com mencoba ke kantor desa, Kepala Desa tidak ada di tempat, sementara itu, Sekretaris Desa mengatakan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam pembangunan.
“Terkait pembangunan betonisasi untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Kades atau TPK, karena kalau saya tidak tahu-menahu, saya hanya bertugas membuat LPJ saja”, ujar Sekdes.
Sementara itu, TPK saat dikonfirmasi tidak memberikan respon sama sekali, bahkan hingga berita ini ditayangkan Kepala Desa belum berhasil dimintai keterangan.
BOGOR.radarinformasi.com- Samisade merupakan istilah dari program Pemerintah Kabupaten Bogor berupa bantuan keuangan infrastruktur desa, yang diproyeksikan untuk mendorong peningkatan ekonomi desa. Setiap Desa di Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan samisade setiap tahunnya. Pada dasarnya konsep program samisade adalah desa membangun bukan membangun desa. Kamis (24/08/2023).
Namun sangat disayangkan pembangunan betonisasi jalan yang di lakukan oleh Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, yang menggunakan anggaran samisade tahun 2023 tidak sesuai dengan kualitas yang seharusnya.
Betonisasi jalan yang terlaksana di Kampung Curugdengdeng, RW. 004 dengan anggaran Rp.600.000.000,00 berkualitas jauh dari yang seharusnya. Jalan lingkungan tersebut terlihat bergelombang bak tidak diratakan dengan benar agar rapih.
Sangat disayangkan ketika Mulyadi (Kades Caringin) ditemui untuk konfirmasi mengatakan bahwa ia telah melakukan pengawasan diawal pembangunan bahkan sudah berkomunikasi dengan ketua TPK.
“Saya sudah melakukan pengawasan ketika awal pembangunan, namun karena tidak bisa sering datang ke lokasi mala saya serahkan sepenuhnya kepada TPK, saya juga sudah kordinasi dengan TPK atas hal tersebut, mungkin nanti akan diperbaiki menggunakan adukan semen biar jadi rata”, ucapnya.
“Untuk jelasnya silahkan konfirmasi saja ketua TPK”, pungkasnya.
Namun ketika di hubungi lewat pesan WhatsApp oleh awak media untuk konfirmasi hal tersebut Ia tidak memberikan respon, seolah enggan memberikan konfirmasi kepada publik terkait pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan kualitas yang seharusnya.
BOGOR.radarinformasi.com- Sesuai dengan teknis pengerjaannya, program Satu Milyar Satu Desa (samisade) seharusnya dikerjakan dengan cara memberdayakan masyarakat setempat, dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka, akan tetapi sangat disayangkan pembangunan Betonisasi Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Jawa Barat, diduga tidak mengindahkan aturan tersebut, Kamis (24/08/23).
Selain menggunakan Tenaga Ahli dari luar wilayah, Betonisasi yang baru beberapa hari selesai tersebut nampak terjadi keretakan, lebih parahnya lagi papan proyek yang tercantum di lokasi pembngunan tidak sesuai dengan volume yang direalisasikan.Dalam papan proyek sangat jelas tercantum P 850×2,5x 015, akan tetapi pada faktanya P 730x3x015.
Akmali selalu Sekretaris Desa saat ditemui mengatakan bahwa, “Pak Kades sedang sakit jadi hari ini tidak masuk”.
“Masalah keretakan itu kan wajar ya, ga ada yang sempurna dalam setiap pembangunan juga, untuk tenaga ahli kita pakai yang luar wilayah karena itu kan pertimbangan dan kewenangan ada di Kades, selain itu juga di wilayah sini tidak ada yang menguasai untuk pembangunan Betonisasi”, ujar Akmali.
Saat disinggung terkait papan proyek yang tidak sesuai dengan pengalokasiannya, Akmali menjelaskan bahwa semua ada perubahan dah kita juga sudah membuat berita acara, kalau masalah papan proyek kita ga sempat ganti karena saat launcing kita terburu-buru”.
BOGOR.radarinformasi.com- Proyek Betonisasi Jalan, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Jawa Barat saat ini menjadi buah bibir di masyarakat, pembangunan yang berlokasi di Kp.Gembrong RW. 008 tersebut selain diduga dikerjakan asal-asalan juga tidak sesuai dengan RAB yang telah ditentukan, sehingga masyarakat menyesalkan pembangunan yang dinilai gagal dalam mutu dan tidak sesuai dengan spek, pasalnya Betonisasi yang sudah selesai dikerjakan tersebut sudah mulai terlihat rusak di beberapa bagian, Kamis (02/03/23).
Selain hal tersebut diatas dari segi volume diduga tidak sesuai dengan yang tercantum di papan proyek, dalam papan proyek tertera dengan volume 361m x 2m x 0,15m untuk Rabat Beton dan 12m x 3-5m x 0,30-0,60m untuk TPT, dengan nilai anggaran yang sangat fantastis sebesar Rp. 720.000.000,00, akan tetapi fakta di lapangan tinggi beton bervariatif antara 5-10 cm saja.
Sangat disayangkan, program Samisade yang dianggarkan dari APBD tersebut seharusnya dapat direalisasikan dengan mengutamakan kualitas sehingga masyarakat dapat menikmati dalam jangka waktu yang panjang sehingga memperlancar mobilitas bukan malah dijadikan ajang untuk berlomba-lomba meraup keuntungan pribadi ataupun pihak Pemdes.
Menanggapi hal tersebut, Dadan Syarif selaku Ketua TAP3MD mengatakan sangat menyayangkan pekerjaan tersebut apabila benar tidak sesuai dengan RAB.
“Terimakasih atas infonya, saya akan sidak langsung ke lapangan untuk kroscek pembangunan yang ada di Desa Ciadeg, seandainya benar tidak sesuai kita akan tindak lanjuti, infokan juga buat desa-desa yang lain apabila ada pekerjaan yang tidak sesuai mutu ataupun RAB-nya”, ujar Dadan via seluler.
BOGOR.radarinformasi.com- Program Satu Milyar Satu Desa (samisade) merupakan program percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor sebagai bentuk akselerasi dari bantuan keuangan yang diberikan kepada desa-desa untuk pembangunan dalam bidang infrastruktur, setelah sukses di gelombang pertama, Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menggelontorkan anggaran Samisade gelombang kedua di tahun 2022, Senin (27/02/23).
Salahsatu penerima anggaran tersebut adalah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, namun sangat disayangkan pembangunan yang dialokasikan di Kp.Gembrong RW.008 tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan, pembangunan yang direalisasikan untuk Rabat Beton dengan volume P. 210m x L. 2,5m x TB. 0,15m dan TPT dengan P. 139m x T. 3m x TB. 50 tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Minimnya pengawasan dan adanya dugaan pembiaran dari pihak terkait sehingga menjadi pemicu dalam pengerjaannya berkesan amatiran, anggaran sebesar Rp.720.800.000,00 yang terbilang cukup fantastis seharusnya pihak pelaksana mengedepankan mutu dan kualitas dari pekerjaan sehingga dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang dan tidak berkesan jauh dari azas manfaat.
Wahyu Rahayu selaku Kepala Desa Ciadeg saat dikonfirmasi melalui seluler enggan memberikan jawaban dan memilih bungkam seribu bahasa, hingga berita ini ditayangkan belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi.
Pemdes Cijayanti Alokasikan Samisade Betonisasi dan Pivanisasi Sarana Air Bersih
BOGOR.radar informasi.com- Dalam rangka meningkatkan infrastruktur pembangunan, agar desa-desa bisa maju dan lebih baik, maka Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan keuangan Insfrakstruktur desa ( SAMISADE ). Salahsatu desa penerima manfaat adalah Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dimana anggaran tersebut digunakan untuk Betonisasi Jalan, dan Sarana Air bersih di salahsatu jalan desa, Kamis (10/11/22).
Sebagai simbol di mulainya pengerjaan tersebut pemerintah desa mengadakan Launching Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa ( SAMISADE ) tahun anggaran 2022, pada hari Rabu (09/11/22), turut hadir Camat Babakan Madang, Kepala Desa H.Amad Paozan, Bhabinsa dan Bhabinkantibmas serta sesepuh setempat.
Baik Pemerintah Desa maupun pihak kecamatan serta aparat terkait dan sesepuh setempat berharap program tersebut dapat membantu warga agar lebih mudah dalam meningkatkan ekonomi, sehingga masyarakat menjadi lebih baik dan stabil dalam finansial.
“Saya harap dengan adanya bantuan ini bisa menjadi akses dalam membantu warga untuk lebih mudah dalam perputaran roda prekonomian warga, sehingga masyarakat bisa lebih baik dan lebih nyaman dalam kehidupan sehari – hari”, ujar H.Ahmad Paojan
Kapolsek yang di wakili Bhabikabtimas pun berharap, ”Semoga bantuan ini bisa berjalan dengan lancar dan baik, serta tidak ada pihak yang melakukan kelalaian dalam pengerjaan maupun dalam anggaran, agar tidak ada kesalahan yang dapat menyebabkan cacat hukum apapun bentuk”,ungkapnya.
Pemdes Pandansari Genjot Pembangunan Drainase guna Percepatan Peningkatan Perekonomian Petani
BOGOR.radarinformasi.com- Tim TPK dan Ketua KPMD desa Pandansari meninjau langsung kegiatan pembuatan drainase yang dianggarakan dari Samisade, meskipun dikerjakan dalam waktu yang singkat akan tetapi kualitas tetap dikedepankan, mengingat drainase tersebut nantinya akan dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi sawah yang mencapai hektaran luasnya, Minggu (19/12/21).
Selain TPK dan Ketua KPMD, tampak hadir juga Sekretaris Desa yang ikut turun langsung mengawasi jalannya pembangunan, hal ini guna memastikan bahwa pengerjaan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan speak dan bisa selesai tepat waktu, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp.939.453.000,00 dengan Volume 900 m x 1m x 1m tersebut, saat ini sudah mencapai 70% pengerjaan.
“Meskipun kita kerjakan dalam waktu yang minim, akan tetapi kita tetap mengutamakan kualitas dan speak, karena kita berharap pembangunan ini dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lama, sehingga masyarakat, khususnya petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam pengairan”, ujar TPK.
Masih menurutnya, “Saat ini pengerjaan sudah mencapai 70, mudah-mudahan pencairan tahap kedua akan segera bisa direalisasikan, sehingga di akhir bulan ini pekerjaan selesai sesuai dengan keinginan kita bersama, saya rasa dengan lancarnya pengairan untuk persawaahan akan berdampak positif, petani bisa lebih meningkatkan hasil panennya dan perekonomian juga bisa berangsur membaik, terutama di masa pandemi seperti saat ini”.
Betonisasi Jalan Bancoy-Cinagara Sebagai Pelumas Perekonomian Masyarakat Sekitar
BOGOR.radar.informasi.com-Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Pemerintah Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, melaksanakan kegiatan pembangunan Betonisasi Jalan Desa dengan menggunakan anggaran Satu Miliar Satu Desa (samisade), dengan volume panjang 840 meter, lebar 3 meter dan tinggi 0,20 meter yang berlokasi di Jalan Bancoy RW.006, dengan anggaran sebesar Rp.870.000.000.00 serta waktu pengerjaan selama 90 hari kalender, Selasa (29/06/21).
Pekerjaan yang dilaksanakan dengan Padat Karya Tunai tersebut diharapkan bisa menyerap tenaga kerja Warga setempat sehingga mampu membantu Masyarakat dalam sektor perekonomian. Pandemi Covid-19 tentu saja berdampak terhadap Masyarakat, sehingga Bupati Bogor, Hj.Ade Yasin berharap Samisade dapat memberikan peluang pekerjaan bagi Masyarakat yang terdampak.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh Dindin Misbahudin atau yang akrab disapa Dede selaku Sekretaris Desa Cingara saat ditemui diruangannya.
“Dengan adanya program Samisade ini tentu saja mendapat sambutan antusias dari Masyarakat, selain bisa menyerap tenaga kerja, pembangunan akses jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas, sehingga perekonomian dapat meningkat, lancarnya akses jalan tentu saja memperlancar juga roda perekonomian”, harap Dede.
Ia juga menegaskan bahwa, “Akses jalan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mempermudah akses menuju tempat wisata, mempermudah Petani dalam pengangkutan hasil panen dan yang paling penting adalah untuk kelancaran perputaran roda perekonomian, mudah-mudahan semua berjalan lancar sesuai yang diharapkan, meskipun saat ini faktor cuaca sedikit menghambat dalam pengerjaannya.
Ketua PC.SEMMI Kabupaten Bogor Apresiasi Program Samisade Bupati Bogor
BOGOR.radar.informasi.com – Setiap daerah di Indonesia umumnya mempunyai tujuan pembangunan sesuai dengan kebutuhan pada daerahnya tersebut, seperti halnya Kabupaten Bogor yang memiliki kurang lebih 40 kecamatan yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan, dengan luas wilayah mencapai 2.986 km2, ditambah dengan jumlah penduduk sekitar 2.236 jiwa/km2, Jum’at (11/06/21).
Oleh karena itu, sangat rasional jika ada visi dan misi untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor guna mendukung Kabupaten Bogor yang berkemajuan. Rencana Bupati Bogor untuk menata daerah kabupaten di wilayah Cibinong Raya dengan konsep City Beautification Project (CBP) atau program mempercantik kota merupakan ide yang sangat brilian dari seorang Pemimpin Daerah, karena Cibinong merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor sekaligus wilayah sentral untuk berbagai sektornya.
Dalam Pasal 1 sub 10 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dinyatakan bahwa, kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama, bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Konsep City Beautification Projeckt (CBP), merupakan bagian dari pembangunan nasional, yang berlandaskan keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, materil dan spiritual, jiwa dan raga serta individu dan masyarakat.
Cibinong sebagai pusat perekonomian wilayah memiliki peran yang sangat besar bagi pembangunan, dimana konstribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan hidup warga Kabupaten Bogor melahirkan berbagai permasalahan. Jumlah penduduk yang terus bertambah dan dikaitkan dengan implikasinya pada ruang kota, lingkungan ini sangatlah menakutkan, apalagi ada banyak kejadian terutama di negara berkembang, kota – kota tersebut berkembang tanpa pengendalian. Jumlah penduduk terus bertambah, ruang kota semakin padat dan berkualitas rendah, lalu – lintas semrawut, penghijauan sangat kurang, terjadi banjir dan sebagainya.
Mengantisipasi terjadinya kondisi pusat Kabupaten Bogor dalam keadaan terpuruk dimana gejala ekonomi meningkat, jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya akan berakibat pada padatnya penduduk di suatu wilayah yang akan berimbas pada meningkatnya kebutuhan tempat tinggal, jumlah penduduk dengan kualitas tinggi menurun, jumlah orang sakit terus bertambah, pada akhirnya kota/pusat Kabupaten Bogor yang katanya mengalami kemajuan, padahal mengalami kemunduran dengan sendirinya, maka diperlukannya penataan ruang kota yang baik dan matang.
Namun melihat kondisi tersebut, pembangunan penataan di wilayah Cibinong wajib memiliki suatu konsep perencanaan tata ruang, yang disebut dengan Master Plan, dimana konsep tersebut sebagai arahan dan pedoman dalam melaksanakan pembangunan, sehingga masalah – masalah yang akan timbul yang diakibatkan dari hasil pembangunan akan diminimalisir. Ditambah lagi dengan adanya penataan pendesaan yang dilakukan Pemkab.Bogor yang menggolontorkan dana sebesar Rp318,5 miliar kepada 356 desa untuk menstimulus pembangunan infrastruktur desa yang bernama Satu Miliar Satu Desa ( SAMISADE), tentu mempunyai dampak besar, khususnya bagi desa tertinggal sebagai dorongan desa yang berstatus desa berkembang menjadi desa maju.
“Menurut saya langkah yang diambil Bupati Bogor untuk penataan wajah ibukota kabupaten dan pedesaan itu memberikan semangat baru bagi masyarakat Kabupaten Bogor juga dapat menjadikan sumber kekuatan baru bagi Kabupaten Bogor itu sendiri, yang dimana sekarang ini Kabupaten Bogor membutuhkan peng-upgrade-an kembali agar memberikan energi baru untuk kemajuannya”, tutur Moh.Miftahuzzaman selaku Ketua PC.SEMMI Kabupaten Bogor.
Masih menurutnya, “Jika kita tinjau dari segi perekonomian, tentu dengan adanya penataan baru di wilayah Kabupten Bogor ini dapat menjadikan nilai lebih yang memiliki daya jual tinggi bagi Masyarakat Bogor sendiri maupun luar daerah Bogor, karena Cibinong merupakan lintas daerah yang juga merupakan daerah yang dekat dengan Ibukota Negara ini, melihat kondisi sekarang yang sedang dilanda pandemi Covid-19, mengharuskan semua aktifitas untuk melakukan adaptasi guna penyesuaian terhadap kondisi dan situasi yang lebih konkrit, seperti halnya, peningkatan perekonomian dibidang UKM,UMKM, pariwisata dan lain – lain”.
“Bila dilaksanakan secara komprehenshif dan konsekwen, maka penataan konsep City Beautification Projeckt (CBP) dan Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE), dapat menjadi alat yang efektif untuk bangkit dari permasalahan akibat Covid-19 maupun mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi wilayah berkemajuan, pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang dan mengindahkan kondisi lingkungan dapat menghindari permasalahan lingkungan di masa mendatang”, paparnya.
Miftahuzzan juga berharap agar penataan wilayah ini bisa dilakukan dengan bijaksana, karena kualitas lingkungan akan terjaga dengan baik, sebaliknya bila dilakukan dengan kurang bijaksana maka tentunya kualitas lingkungan juga akan terganggu. Pemerintah juga harus memperhatikan penataan ruang dan akan lebih baik jika turut berperan dalam menyediakan ruang terbuka hijau di area perkotaan ini.
Pemerintah juga diharapkan dapat mewujudkan penataan ruang yang adil dan tepat guna mewujudkan kenyamanan dan keharmonisan dalam masyarakat dan kami menilai berdasarkan kajian internal, yang sudah pasti melalui proses penelitian yang mendalam dan kredibel, kabupaten bogor dibawah pimpinan Bupati Ade Munawaroh Yasin dan Saepudin Muhtar (Gus udin) selaku bagian dari tim percepatan pembangunan strategis Kabupaten Bogor telah berhasil merealisasikan City Beautification Project (CBP) dengan mengedepankan kondisi lingkungan dan alam di kawasan Kabupaten Bogor yang sampai saat ini masih terbilang asri, nyaman dan aman bagi masyarakat kab. Bogor.
Dengan adanya pembangunan yang terstruktur, terencana dan tersistematis dalam pembangunan City Beautification Project (CBP) dan pedesaan yang bernama Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) ini memberikan dampak positif seperti mengurangi kemacetan mempercantik wajah kota, efisiensi mobilitas kota berpotensi menjadi stimulus kebangkitan ekonomi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaam Baru (AKB) dan lain – lain.
“Kami mendukung secara penuh program ini karena berdampak pada masyarakat proses percepatan pembangunan daerah, kami juga berharap pemerintah selalu membuat program – program yang berdampak signifikan terhadap masyarakat secara umum dan kami juga berharap ada keterlibatan dari berbagai element masyarakat salahsatunya Mahasiswa dalam setiap program – program yang ada di Kabupaten Bogor”, pungkasnya.