Ambarita Laporkan 10 Pelaku Kekerasan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA.radarinformasi.com- Diori Parulian Ambarita, yang akrab disapa Ambar, resmi melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya. Ambar, seorang jurnalis yang dikenal berani mengungkap fakta di lapangan, menjadi korban pengeroyokan pada Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 15.30 WIB.

Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau Opan, menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/9/2025), bahwa Ambar didampingi oleh sejumlah wartawan serta perwakilan LSM, termasuk AWIBB dan LBH Harimau Raya, saat membuat laporan kepolisian pada Sabtu, 27 September 2025.

“Selain membuat laporan, Ambar juga dibawa ke RS Polri untuk visum. Proses ini sesuai dengan LP Nomor STTLP/B/6885/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya,” jelas Opan.

Opan menegaskan, pengeroyokan dilakukan lebih dari 10 orang, termasuk dugaan keterlibatan pemilik usaha bernama Ali. Akibat insiden tersebut, Ambar mengalami luka serius di kelopak mata kiri hingga berpotensi kebutaan, memar di kepala, serta lebam di beberapa bagian tubuh.

Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, sehari setelah laporan diterbitkan, mendatangi Ambar di RSUD Bekasi Kabupaten untuk meminta keterangan lebih detail. Tim juga meninjau TKP, yaitu home industri pengepakan makanan kucing merek “Me-O” di Jalan Kp. Siluman, Dusun 1, Mangun Jaya, Tambun Selatan, Bekasi. Namun, Opan menyoroti bahwa lokasi tersebut diduga ilegal dan tidak dipasangi police line, serta ketua RT setempat sulit dikonfirmasi.

Menurut Opan, ada indikasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk oknum Ketua RT, anggota karangtaruna desa Mangun Jaya, hingga seorang pengacara yang mengaku dari Kongres Advokat Indonesia (KAI). Ambar menyebut adanya tekanan untuk menandatangani mediasi perdamaian yang menguntungkan pemilik usaha ilegal dan para pelaku.

“Kasus ini jelas menunjukkan upaya menghalangi tugas jurnalistik, intimidasi, diskriminasi, hingga kriminalisasi terhadap wartawan,” ujar Opan. Ia menambahkan bahwa Ambar kini mengalami gangguan serius, termasuk mata kiri berisiko buta, penglihatan sebelah kanan kabur, luka di hidung, dan pusing berat. Kondisi saraf tengkuk yang terdampak juga memengaruhi pencernaan dan menimbulkan mual hebat.

Tak hanya itu, alat-alat jurnalistik Ambar juga sempat dirusak, menghambat aktivitas peliputan. Berdasarkan hal tersebut, Opan menekankan agar kepolisian segera menindak tegas para pelaku sesuai Pasal 170 KUHP dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Andika/FWJI).

Polda Metro Jaya: Kebebasan Berpendapat Dijamin, Perusuh Dipidana

JAKARTA.radarinformasi.com– Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menegaskan bahwa penangkapan yang dilakukan dalam peristiwa kerusuhan beberapa waktu lalu tidak menyasar para pendemo, melainkan individu yang terbukti melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum. Selasa (16/9)

Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam sesi doorstop bersama media, Senin (15/9). Ia menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap dijamin, selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Yang kami tangkap dan kami proses pidana bukan pendemo. Yang kami pidanakan adalah perusuh, perusak, pembakar, dan pengganggu ketertiban umum yang menimbulkan kerugian,” ujar Brigjen Pol Ade Ary.

Ia mengapresiasi sejumlah kelompok massa aksi yang telah melakukan pemberitahuan serta koordinasi dengan kepolisian sebelum menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh baik dalam menjaga ketertiban bersama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah preemtif telah dilakukan sejak awal melalui imbauan dan komunikasi langsung dengan penanggung jawab aksi. “Kami selalu menyampaikan agar penyampaian pendapat dilakukan dengan tertib, bersih, dan sopan,” katanya.

Terkait penanganan kasus, Brigjen Pol Ade Ary menegaskan bahwa penyidikan terhadap para tersangka dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. “Penyidikan dilakukan hati-hati, cermat, serta mengedepankan prinsip proporsional, profesional, transparan, dan akuntabel. Saat ini sudah ada tersangka yang ditahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyidik terus mencocokkan keterangan saksi dengan tersangka, barang bukti, serta lokasi kejadian untuk memperjelas perkara. Rilis resmi terkait perkembangan penyidikan akan disampaikan dalam waktu dekat.

Untuk merespons kekhawatiran masyarakat mengenai kabar orang hilang pascakerusuhan, Polda Metro Jaya membuka Posko Pengaduan Orang Hilang di Gedung Ditreskrimum, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Posko beroperasi 24 jam dengan hotline 0812-8559-9191.

“Kami membuka posko ini sebagai bentuk kepedulian. Mindset kami: orang hilang adalah saudara kami. Kami akan bantu menelusuri dan memberikan informasi secepat mungkin,” tegasnya.

Menanggapi adanya anak-anak dalam aksi tersebut, ia menjelaskan bahwa sebagian diamankan demi keselamatan karena tidak ada pendampingan orang dewasa. “Banyak dari mereka terpengaruh provokasi media sosial dan pihak tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Di akhir, Brigjen Pol Ade Ary mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, terutama menjelang kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. “Aspirasi silakan disampaikan, itu hak warga negara. Namun mari kita jaga ketertiban bersama,” tutupnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polda Metro Jaya Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan Beras Terjangkau untuk Warga

JAKARTA.radarinformasi.com – Polda Metro Jaya menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Djati Wiyoto Abadhy, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Kegiatan ini untuk membantu masyarakat agar bisa membeli beras dengan harga yang cukup terjangkau,” ujar Djati.

Beras yang dijual dikemas dalam ukuran 5 kilogram dengan harga Rp55.000, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram.

Gerakan Pangan Murah ini berlangsung selama enam hari, mulai 11–16 Agustus 2025, dengan total pasokan 40 ton beras. Setiap hari, ditargetkan penjualan 6–7 ton atau sekitar 1.300–1.400 kemasan. Beras yang disediakan merupakan kualitas medium, dipasok oleh Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten.

“Jika antusiasme masyarakat cukup tinggi, kami akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menambah kuota harian,” jelas Djati.

Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polri sekaligus dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Selain di Polda Metro Jaya, Gerakan Pangan Murah juga akan digelar di Polres jajaran mulai 13–16 Agustus 2025. Peluncuran resmi program ini rencananya akan dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di wilayah Polres Jakarta Utara.

Masyarakat yang ingin membeli beras murah dapat datang langsung ke lokasi, mengantre, dan mendaftarkan diri untuk mendapatkan kupon pembelian. Setiap orang diperbolehkan membeli maksimal dua kantong beras ukuran 5 kilogram per hari selama kegiatan berlangsung.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kakorlantas Minta Polda Metro dan Polda Jabar Paparkan Kesiapan Penanganan Mudik Lebaran

JAKARTA.radarinformasi.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, meminta Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya memaparkan kesiapan mereka dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi bersama jajaran Direktorat Lalu Lintas kedua polda tersebut di Polres Karawang pada Jumat 28 Februari kemarin. Sabtu (1/3)

Dalam rapat tersebut, Kakorlantas menekankan pentingnya penyesuaian strategi pengamanan lalu lintas, terutama dengan adanya jalan tol fungsional yang akan digunakan selama arus mudik dan balik Lebaran. “Hari ini kita membahas bagaimana Operasi Ketupat dapat berjalan lancar, tertib, dan aman. Ada beberapa evaluasi dari tahun lalu yang menjadi dasar perubahan cara bertindak tahun ini,” ujar Irjen Agus, Sabtu (1/3/2025).

Salah satu perubahan dalam strategi pengamanan tahun ini adalah rencana pemanfaatan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan II secara fungsional. Tol ini akan digunakan untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya saat arus balik. Dalam satu jam, tol fungsional ini diperkirakan mampu menampung hingga 1.000 kendaraan, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di Tol Cikampek.

“Contohnya, nanti di KM 76 akan ada tol fungsional yang langsung mengarah ke KM 37 atau 34. Hal ini tentu akan mengubah pola pengamanan di ruas Tol Cikampek-Cipularang hingga Polda Metro. Dengan berfungsinya tol ini, diperkirakan dalam satu jam sekitar 1.000 kendaraan bisa melintas, sehingga akan mengurangi kepadatan di Cikampek. Namun, strategi pengamanan di KM 37 dan 34 tentu perlu disesuaikan,” jelasnya.

Pembahasan lebih lanjut mengenai kesiapan Tol Japek Selatan II akan dilanjutkan dalam rapat berikutnya bersama para pemangku kepentingan (stakeholder). Tujuannya adalah memastikan kelancaran arus mudik dan balik pada libur Lebaran 2025. Selain itu, Kakorlantas juga mengimbau para pengusaha transportasi agar membatasi operasional kendaraan sumbu tiga ke atas di jalur tol maupun arteri selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Hal ini menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kemacetan dan potensi kecelakaan akibat kendaraan berat, seperti rem blong dan kelebihan muatan.

“Berdasarkan pengalaman dan masukan masyarakat, kami menyarankan agar kendaraan sumbu tiga ke atas tidak beroperasi selama Operasi Ketupat, yaitu mulai 26 Maret hingga 8 April. Bukan sekadar sistem window time, tetapi benar-benar pembatasan penuh selama periode tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan survei jalur serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan yang tepat terkait pembatasan kendaraan berat. Hasil kajian ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat tingkat pusat guna menentukan langkah terbaik dalam penanganan arus mudik Lebaran.

“Kami akan membawa hasil survei dan koordinasi ini ke tingkat pusat untuk merumuskan solusi terbaik dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025,” pungkas Kakorlantas.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule