Pria Ditemukan Tewas di Sungai Klontongan, Diduga Alami Epilepsi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Warga Blok Tempel, Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, digemparkan dengan penemuan mayat pria mengapung di aliran Sungai Klontongan, Selasa (10/6/2025) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepolisian Sektor Sliyeg membenarkan peristiwa tersebut. Kapolsek Sliyeg IPTU Edi Mulyana mengungkapkan, korban diketahui bernama Dian Ferdiana Adita (45), warga Desa Tanjar Lor, Kecamatan Kertasemaya, Indramayu.

“Korban ditemukan oleh warga bernama Dirjo dalam posisi telungkup. Ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas setempat, lalu diteruskan ke Polsek,” kata IPTU Edi.

Petugas gabungan dari Polsek Sliyeg, Unit Inafis Polres Indramayu, serta tenaga medis dari Puskesmas Sliyeg dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban. Dokter Masludi turut membantu dalam proses pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan tim medis RSUD Indramayu tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka di bagian mata diduga akibat benturan saat jatuh ke sungai.

“Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat epilepsi dan telah hilang selama dua hari. Mereka menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelas Kapolsek.

IPTU Edi Mulyana pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit tertentu, untuk mencegah kejadian serupa.

Sementara itu, Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak warga aktif menjaga keamanan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat bisa melapor potensi gangguan kamtibmas melalui layanan ‘Lapor Pak Kapolres – SIAP MAS INDRAMAYU’ di WhatsApp 081999700110 atau call center 110.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Polsek Dramaga Investigasi Penemuan Pria Meninggal di Kebun Singkong

BOGOR.radarinformasi.com — Polsek Dramaga, Kabupaten Bogor, tengah melakukan investigasi terkait penemuan sesosok pria yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kebun Singkong, Kampung Nagrog RT 02/01, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, pada Minggu (27/4/2025).

Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto, SH, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.50 WIB. Seorang saksi bernama Arif menemukan korban dalam posisi telungkup mengenakan celana jeans biru dan kaus berwarna hitam. Setelah melihat kejadian itu, saksi segera melaporkan kepada ketua RT setempat dan staf Desa Petir, yang kemudian meneruskan informasi kepada Polsek Dramaga.

Petugas Reskrim bersama unit patroli Polsek Dramaga segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah dengan bantuan warga sekitar. Jenazah semula direncanakan dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Namun, setelah dilakukan identifikasi, pihak keluarga korban mendatangi Polsek Dramaga. Keluarga menyatakan keberatan terhadap rencana autopsi dan membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Jenazah telah kami serahkan kepada pihak keluarga sesuai dengan prosedur setelah adanya surat pernyataan keberatan autopsi,” ujar AKP Hartanto.

Dengan telah dikenalnya identitas korban dan diserahkannya jenazah kepada keluarga, proses penyelidikan sementara dihentikan, dan pihak kepolisian memastikan akan tetap melakukan pemantauan jika ditemukan fakta baru.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Warga Desa Sukaharja Digegerkan dengan Penemuan Mayat Pria Gantung Diri

BOGOR.radarinformasi.com – Warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang diduga tewas akibat gantung diri di sebuah kebun pada Minggu pagi (16/3).

Korban diketahui bernama Mochamad Nur Nasution (31), warga Kampung Pondok Bitung, RT 005/002, Desa Sukaharja. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematiannya masih belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam serta mengenakan jaket hitam. Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang melintas di lokasi dan segera menghubungi pihak berwajib.

Petugas kepolisian dari Polsek Cijeruk langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Polisi juga akan meminta keterangan dari keluarga serta saksi di sekitar lokasi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek Cijeruk mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kejadian ini dan menunggu hasil investigasi resmi. Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga yang berduka pun masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi terkait insiden ini.

Reporter : Rizal

Penemuan Mayat di Bunut Hulu, Kapuas Hulu: Korban Diduga Dibunuh, Polisi Selidiki Pelaku

KAPUAS HULU.radarinformasi.com – Warga Dusun Kedaung Raya, Desa Beringin, Kecamatan Bunut Hulu, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria bernama Jamaludin (68) pada Senin pagi. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka yang diduga akibat tindak kekerasan. Polisi kini tengah memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Selasa (18/2)

Penemuan mayat ini bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika seorang warga, Rita Novrianti (38), mendengar suara mencurigakan dari gedung serbaguna yang berlokasi di depan rumahnya. Bersama suaminya, Rita menyaksikan seorang pria tengah membersihkan darah dengan tangan kirinya menggenggam sebilah parang.

“Saya sempat melihat pria itu, tapi dia langsung kabur pakai motor,” ungkap Rita kepada petugas kepolisian.

Curiga dengan kejadian tersebut, Rita mendekati gedung serbaguna dan menemukan bercak darah di sekitar lokasi. Setelah melakukan pengecekan lebih lanjut, ia melihat kaki seseorang tergeletak di dalam gedung. Sontak, teriakannya mengundang perhatian warga sekitar, yang kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Pihak kepolisian dari Polsek Bunut Hulu yang dipimpin oleh Kanit Provost Aiptu Gusti Antasari Isnaini bersama tim segera mendatangi lokasi kejadian. Tim yang terdiri dari lima anggota polisi langsung melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi, mengumpulkan barang bukti, serta berkoordinasi dengan keluarga korban.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Jamaludin, seorang petani kelahiran Nanga Suruk, 1 Juli 1957, yang tinggal di Dusun Kedaung Raya, Desa Beringin. Polisi juga menemukan beberapa barang bukti di lokasi kejadian, termasuk sebuah KTP dan ponsel yang diduga milik pelaku. KTP tersebut atas nama Hairi, seorang petani asal Sambas.

Berdasarkan keterangan warga, korban tinggal bersama seorang pria bernama Kurniawan, yang juga berasal dari Sambas. Pria ini diduga sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap Kurniawan, yang menghilang setelah kejadian. Polisi juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengingat peristiwa ini menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

Kapolsek Bunut Hulu telah menyampaikan laporan resmi mengenai kasus ini kepada Kapolres Kapuas Hulu melalui LI. Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan segera mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan ini.

Sebelum berita ini diterbitkan awak media juga mengkonfirmasi kasi Humas polres Kapuas hulu Doni membenarkan kejadian tersebut.

Penulis : Hamedi Tim

Polsek Ciomas Olah TKP Penemuan Mayat Diduga Korban Pembunuhan di Dalam Rumah

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Ciomas menerima laporan dari warga masyarakat tentang penemuan mayat bersimbah darah di dalam sebuah rumah. Mayat tersebut diduga menjadi korban pembunuhan. Laporan diterima pada Jumat, 29 November 2024, sekitar pukul 12.30 WIB. Sabtu (30/11)

Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki itu terjadi di Kampung Sirnasari RT 02/RW 06, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Setelah mendapatkan laporan, Polsek Ciomas segera menuju lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di TKP, polisi mendapati korban dalam kondisi terkapar bersimbah darah.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keterangan diperoleh dari saksi pertama, Ustaz Inen. Ia menyebutkan bahwa sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat, ia melihat dua orang laki-laki sedang berbincang di depan rumah korban. Salah satu dari mereka diduga pelaku berinisial HS, sementara satunya adalah korban. Setelah salat Jumat, Ustaz Inen kembali melewati lokasi tersebut, namun tidak lagi melihat keduanya.

Sementara itu, saksi kedua, M, yang merupakan ibu kandung terduga pelaku, memberikan keterangan bahwa sebelum berangkat kerja, ia sempat berbicara dengan HS yang mengaku sedang menunggu seorang teman. Sepulang kerja, M, memasuki rumah melalui pintu samping karena pintu depan terkunci. Ia terkejut mendapati banyak ceceran darah di lantai dan melihat mayat korban dalam kondisi bersimbah darah. Saksi kemudian melapor ke tetangga sekitar dan pihak kepolisian.

Identitas Korban dan Terduga Pelaku
Korban diketahui bernama AF, seorang pelajar berusia 19 tahun. Korban berjenis kelamin laki-laki dan berdomisili di Kampung Muruharja, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, terduga pelaku berinisial HS, seorang laki-laki berusia 29 tahun. Terduga pelaku diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk keperluan otopsi. Polisi masih menunggu kehadiran orang tua korban serta pihak sekolah untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Sementara itu, terduga pelaku masih dalam proses pencarian oleh tim kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, motif pembunuhan belum diketahui. Polsek Ciomas terus berupaya mengusut kasus ini demi mengungkap fakta dan memastikan pelaku segera tertangkap.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Diduga Sakit, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumahnya

BOGOR.radarinformasi.com – Warga di Perumahan Jalan Kinanti RT 04 RW 09, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di sebuah rumah pada, Minggu 17 November pukul 15.20 WIB. Mayat tersebut diketahui bernama Justin(50). Penemuan ini berawal dari laporan warga yang mencium bau menyengat dari rumah korban. Senin (18/11)

Menurut Babinsa Kelurahan Tanah Baru, Serka Sirad Abdulah, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia tanpa tanda-tanda kekerasan. “Kami mendapat laporan dari warga yang mencium bau menyengat dari rumah korban. Saat tiba di lokasi bersama Bhabinmas, kami memastikan kondisi rumah sebelum memanggil tim INAFIS untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Serka Sirad.

Korban diketahui bernama Justin, berusia 50 tahun yang lahir di Jakarta. Berdasarkan keterangan warga, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut tanpa sanak keluarga.

Saksi mata, Boyke (62), yang juga tetangga korban, mengungkapkan bahwa dirinya diminta oleh warga untuk memeriksa rumah tersebut. “Saya diminta ibu-ibu kompleks untuk mengecek rumah korban karena bau yang menyengat, tetapi saya tidak berani membuka pintu. Akhirnya, saya memanggil Babinsa dan Bhabinmas,” ungkap Boyke.

Setelah pemeriksaan oleh tim INAFIS, ditemukan beberapa obat, termasuk obat lambung, di sekitar tubuh korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan korban diperkirakan meninggal karena sakit. Menurut tetangga sekitar, korban terakhir terlihat pada Jumat 15 November lalu.

Keluarga korban yang dihubungi memutuskan untuk tidak melakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Duka Sinar Kasih untuk proses pemakaman.

Dalam penanganan kasus ini, hadir beberapa pihak, yakni Tim INAFIS, Babinsa Kelurahan Tanah Baru Serka Sirad Abdulah, Bhabinmas Briptu Budi, Lurah Tanah Baru Darmawan, Ketua RW 09 Imron, dan Ketua RT 04 Eko.

Proses penanganan berjalan aman dan selesai pada pukul 17.20 WIB. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan keberadaan tetangga, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri.

Reporter : Rizal

Polsek Cibinong Selidiki Kematian Pria Usai Cekcok dengan Istri

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Cibinong tengah menyelidiki peristiwa meninggalnya seorang pria yang ditemukan di rumahnya di Perumahan Puri Nirwana 3, Blok DN No. 32, RT 07/16, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (29/10/2024) sekitar pukul 03.50 WIB. Rabu (30/10)

Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh istrinya, RA, setelah sempat terlibat pertengkaran terkait masalah ekonomi. Dari keterangan saksi, korban, yang sedang sakit stroke dan tidak bekerja, menguasai kartu ATM berisi gaji yang menjadi pemicu perselisihan.

Pada hari kejadian, saksi RA beserta anaknya, Ahmad Pamungkas (4 tahun), tiba di rumah mereka setelah menginap di kediaman keluarga di Semplak, Bogor. Korban dan saksi awalnya sempat berbaikan, bahkan korban membuatkan mi untuk saksi. Namun, pertengkaran terjadi ketika saksi menanyakan kartu ATM gaji korban yang tidak pernah diberikan.

Pertikaian memuncak ketika korban marah dan mengambil dua bilah pisau dapur. Saksi RA menuturkan bahwa korban mengancam dan melempar salah satu pisau dari jarak sekitar tiga meter, tetapi pisau tersebut jatuh ke bawah tempat tidur. Korban kemudian mendekati RA dengan sebilah pisau lain, berusaha menyerangnya.

Demi membela diri, RA mendorong tubuh korban dan segera berlari keluar rumah untuk bersembunyi karena takut dikejar. Sekitar 10 menit kemudian, saksi kembali masuk dan melihat korban terbaring miring di depan lemari televisi di ruang tengah, dengan darah mengalir dari hidungnya.

Dalam kondisi panik, RA meminta bantuan tetangganya, AS, yang kemudian datang dan mendapati korban dalam posisi sama. Keduanya segera melapor kepada Ketua RW setempat, yang kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas. Polsek Cibinong segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

Korban diketahui bernama Cecen Effendy (48), bekerja sebagai karyawan swasta. Korban tinggal di Perumahan Puri Nirwana 3, Blok DN No. 32, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Bogor.

Saksi utama dalam kejadian ini adalah RA (37), istri korban, berprofesi sebagai ibu rumah tangga. RA tinggal di alamat yang sama dengan korban. Saksi lainnya adalah AS (54), tetangga mereka, yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Korban dan RA diketahui sering terlibat konflik rumah tangga terkait masalah ekonomi. Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan oleh Polsek Cibinong masih berlanjut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di TKP.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Pria di Cibinong Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Diduga karena Sakit

BOGOR.radarinformasi.com – Senin, 21 Oktober 2024, sekitar pukul 08.00 WIB, Polsek Cibinong menerima laporan dari warga mengenai penemuan jenazah di dalam kamar mandi sebuah rumah di Perumahan Bogor Asri, Blok G2.8 RT 02/011, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Senin (21/10)

Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kejadian bermula saat saksi bernama Devi hendak ke kamar mandi sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, pintu kamar mandi terkunci dari dalam. Devi kemudian kembali ke ruang tengah dan melihat bahwa pintu kamar korban, Daniel Sinaga, dalam keadaan terbuka. Ia menduga korban berada di dalam kamar mandi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, saat saksi terbangun dan hendak ke kamar mandi, pintu masih terkunci. Devi memberitahukan hal tersebut kepada SPS, penghuni lain di rumah itu. Mereka memanggil korban dari luar kamar mandi, namun tidak ada respons. SPS akhirnya mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan Daniel Sinaga tergeletak tak bernyawa di lantai.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Nanggewer dan petugas piket Reskrim Polsek Cibinong. Pihak keluarga korban turut dihubungi dan tiba di lokasi kejadian. Setelah berkoordinasi dengan polisi, keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi karena korban diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru. Keluarga menyatakan ikhlas atas kejadian ini dan akan memakamkan jenazah secara adat.

Diketahui korban bernama Daniel Sinaga (27), berjenis kelamin laki-laki, beragama Kristen, dan belum bekerja. Korban berdomisili di Blok Sremped RT 010/008, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pihak Kepolisian juga sudah memintai keterangan dari para saksi. Saksi pertama adalah SPS (91), seorang laki-laki yang bekerja sebagai karyawan swasta dan tinggal di Perumahan Bogor Asri, Blok K1 No. 7, RT 006/011, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, serta Devi ST (69), seorang perempuan yang bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di Pegangsaan 1, RT 005/003, Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah menyerahkan surat pernyataan kepada pihak kepolisian yang menyatakan penolakan autopsi. Jenazah akan segera dimakamkan secara adat oleh keluarga. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Pria Meninggal di Pinggiran Kali Cimanuk, Diduga Serangan Jantung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di pinggir Kali Cimanuk, Jl. Veteran, RT 022/RW 004, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Selasa pagi (8/10/2024) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hilal Adi Imawan, mengidentifikasi korban sebagai Widodo Yulianto (50), warga setempat.

AKP Hilal Adi Imawan menjelaskan, kejadian ini bermula ketika pihaknya mendapat laporan tentang korban yang ditemukan tergeletak di pinggiran kali dengan sebuah sepeda di dekatnya.

“Kami segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) begitu laporan diterima,” kata AKP Hilal.

Kejadian berawal sekitar pukul 06.40 WIB saat seorang saksi, Hendri, melihat korban terbaring di lokasi. Hendri kemudian menghubungi Irwan Purnomo, yang setelah mendatangi tempat kejadian memastikan bahwa korban adalah saudaranya, Widodo Yulianto.

Irwan menduga korban mengalami serangan jantung, terlebih mengingat bahwa beberapa hari sebelumnya korban sempat mengalami demam dan telah diberikan obat oleh Irwan.

Korban dilarikan ke RSUD Indramayu, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, AKP Hilal menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan dugaan sementara menyebutkan bahwa korban meninggal akibat serangan jantung.

“Keluarga korban telah menerima musibah ini sebagai takdir dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tambah AKP Hilal, didampingi oleh Kasi Humas Polres Indramayu, IPTU Junata.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Polsek Gunung Putri Bersama Instansi Terkait Lakukan Olah TKP dan Evakuasi Jasad di Pinggir Jalan

BOGOR.radarinformasi.com– Pada Sabtu, 17 Agustus 2024, Polsek Gunung Putri menerima laporan mengenai penemuan jasad seorang perempuan di Jalan Baru, Desa Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 16.00 WIB. Minggu (18/8)

Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari masyarakat yang melihat seorang perempuan tergeletak dalam kondisi tidak bergerak di pinggir jalan dekat Warung Ubi Cilembu pada pukul 15.45 WIB, saksi yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan ke Polsek Gunung Putri.

Pada pukul 16.00 WIB, Polsek Gunung Putri bersama bidan desa dan Ikatan Pekerja Sosial (IPS) tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan pada korban tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah dilakukan olah TKP, pihak kepolisian dari Polsek Gunung Putri dan tim medis mendapatkan informasi dari para saksi mengenai identitas korban, yang diketahui bernama Anen, warga Kampung Cikeas Udik, RT 02/RW 05, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menunggu pihak keluarga guna tindakan lanjutan. Dugaan sementara, korban mengalami sakit dan jatuh sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian tetap kondusif dan jasad korban sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule