Keluhan Tak Kunjung Ditanggapi, Warga Kampung Cikalang Kecewa Pelayanan PLN

BOGOR.radarinformasi.com – Warga RT 04 RW 06 Kampung Cikalang, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi listrik yang tidak kunjung membaik meski permohonan perbaikan telah diajukan sejak lebih dari satu tahun lalu. Hingga kini, warga masih harus menghadapi tegangan listrik rendah atau spaneng yang kerap terjadi, terutama pada malam hari.

Ketua RT 04, Iwan, mengatakan persoalan tersebut diduga disebabkan oleh sistem penyaluran listrik yang belum memadai. Menurutnya, sekitar 25 rumah warga saat ini masih menerima aliran listrik yang disalurkan secara paralel dari satu rumah yang berfungsi sebagai induk.

“Sudah setahun lebih kami mengajukan perbaikan jaringan listrik. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Aliran listrik masih dibagi dari satu rumah induk ke sekitar 25 rumah lainnya. Dampaknya listrik sering spaneng dan bahkan padam karena voltasenya terlalu rendah,” ujar Iwan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, paling sering terjadi setelah waktu Maghrib hingga menjelang pagi hari. Akibatnya, berbagai aktivitas rumah tangga warga menjadi terganggu.

“Pernah ada warga yang memasak nasi dari waktu Isya sampai Subuh, tetapi nasinya tidak matang-matang karena listrik terlalu lemah. Kejadiannya saat bulan Ramadhan. Itu sangat menyulitkan warga,” katanya.

Ironisnya, sekitar Maret tahun lalu pihak PLN diketahui telah memasang sejumlah tiang listrik baru di kawasan tersebut. Saat itu warga berharap pemasangan tiang menjadi awal dari perbaikan jaringan yang selama ini dinantikan. Namun hingga kini, menurut warga, belum ada tindak lanjut yang mampu mengatasi persoalan listrik yang mereka alami.

“Tiang listrik memang sudah dipasang, tetapi setelah itu tidak ada kelanjutan. Sampai sekarang listrik masih sering terganggu dan tidak stabil,” ungkap Iwan.

Ia juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak PLN, termasuk kepala jaringan yang menangani wilayah tersebut. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mendapatkan respons yang diharapkan.

“Saya sudah mencoba berkomunikasi dengan kepala jaringan. Pesan WhatsApp hanya dibaca, sementara telepon tidak pernah diangkat. Kami tentu kecewa karena keluhan warga belum juga mendapat solusi,” tegasnya.

Kekecewaan warga semakin bertambah ketika mendatangi kantor PLN. Di area resepsionis, terpampang piagam penghargaan pelayanan terbaik tingkat Jawa Barat. Namun menurut Iwan, kondisi yang dialami warga di lapangan belum mencerminkan kualitas pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam penghargaan tersebut.

“Ketika saya datang ke kantor PLN, saya melihat ada piagam pelayanan terbaik se-Jawa Barat. Namun kenyataan yang kami rasakan berbeda. Keluhan sudah disampaikan sejak lama, tetapi belum ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.

Warga berharap PLN Cibogo Megamendung segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi teknis dan mempercepat pembangunan jaringan listrik yang memadai. Mereka meminta agar pemasangan tiang yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai proyek tanpa kelanjutan, melainkan benar-benar diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pasokan listrik bagi masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga Kampung Cikalang tersebut.

Red

Desa Kuta Mantapkan Infrastruktur: Pembangunan TPT Tahap Lanjutan Hadir Lebih Kokoh

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Kuta terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa melalui program Bantuan Samisade Tahun Anggaran 2025. Tahun ini, anggaran Samisade dialokasikan untuk tiga titik pembangunan, salah satunya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Tari Kolot RT 001 RW 004. Proyek ini merupakan lanjutan dari pembangunan tahap pertama yang sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap akses dan keamanan lingkungan warga.

Pada tahap lanjutan ini, pembangunan TPT dikerjakan dengan volume P. 30 meter x L. 0,30 meter x T. 5 meter, menggunakan anggaran sebesar Rp120.000.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor. Demi memperkuat struktur bangunan, pemasangan TPT dilakukan dengan sistem terasering, menyesuaikan dengan kondisi lokasi yang terjal sehingga konstruksi menjadi lebih kokoh, stabil, dan tahan terhadap tekanan tanah. Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh TPK Desa Kuta bersama masyarakat dengan target penyelesaian 12 hari kalender.

Ketua TPK Desa Kuta, Budi, menyampaikan bahwa metode terasering dipilih agar bangunan benar-benar aman dan efektif. “Kami berupaya menerapkan konstruksi terbaik, termasuk sistem terasering, supaya TPT lebih kuat menahan tekanan tanah di lokasi yang cukup curam. Bersama masyarakat, kami bekerja semaksimal mungkin agar pembangunan ini memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (5/12/2025).

Sementara itu, salah satu warga Kampung Tari Kolot, Ervan, turut mengapresiasi pembangunan tersebut. “Terima kasih kepada pemerintah desa dan program Samisade. Pembangunan TPT ini sangat terasa manfaatnya bagi warga, terutama dalam menjaga keamanan lingkungan. Semoga pembangunan lainnya juga terus berjalan lancar,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya pembangunan di tiga titik ini, Pemerintah Desa Kuta berharap peningkatan infrastruktur dapat semakin memperkuat keamanan lingkungan, memperlancar mobilitas warga, dan memberikan dampak positif bagi aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat setempat.

Rizal

Resmi Dibentuk, PSBKB Siap Angkat Derajat Para Seniman dan Budayawan Kabupaten Bogor

BOGOR.radarinformasi.com – Berbekal dari rasa keprihatinan dan semangat revolusi perjuangan, puluhan para penggiat seni, pelaku seni, para seniman dan budayawan beserta para pemilik sanggar seni yang berdomisili di Kabupaten Bogor mengadakan pertemuan untuk berdiskusi dalam rangka pembentukan sebuah wadah yang diberi nama Paguyuban Seniman Budayawan Kabupaten Bogor atau disingkat PSBKB. Sabtu (14/12)

Ide dan gagasan pembentukan PSBKB yang dicetuskan sekaligus diprakarsai oleh Raden Nasan Sudjana atau lebih dikenal dalam ketokohannya yaitu Abah Jana dari sanggar seni Topeng Jiprak yang beralamat di kecamatan Cibungbulang ini, berlangsung di Gedung Kesenian Kabupaten Bogor pada Jumat, 13 Desember 2024.

PSBKB ini dibentuk dalam upaya mengangkat derajat para seniman dan budayawan agar kehidupan ke depannya lebih baik, dan tentunya setiap karya mereka bisa dihargai serta mendapat perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Bogor.

“Diharapkan dengan terbentuknya PSBKB ini menjadi energi baru dan dapat menciptakan angin segar bagi para seniman budayawan dan pemilik sanggar se-kabupaten Bogor untuk bisa bangkit dan bisa bersinergi dengan pemerintah, khususnya pemerintah kabupaten Bogor dalam upaya merawat, melestarikan dan menjaga seni budaya para lelulur yang dimiliki kabupaten Bogor,” ungkap Abah Jana di sela-sela diskusi.

Abah Jana menjelaskan, bahwa dengan terbentuknya PSBKB ini diharapkan akan menjadi suatu wadah ataupun forum besar yang menaungi dan mempasilitasi kegiatan-kegiatan dalam pelayanan kebutuhan dan dinamika yang terjadi di lingkungan para pelaku seni, seniman dan budayawan serta para pemilik sanggar kesenian yang ada.

Lebih jauh, Abah Jana yang merupakan sesepuh dan seorang budayawan yang mengabdikan seluruh hidupnya demi menjaga kelestarian seni budaya ini mengungkapkan harapan besarnya agar  setelah paguyuban ini terbentuk, secepatnya bekerja dengan semangat juang yang tinggi, tetap menjaga marwah dan kultur budaya untuk kemajuan di masa depan dan bisa memberikan warisan budaya ke anak cucu kita nanti.

“Ke depan pergerakan ini dapat melahirkan para generasi bangsa yang berkarakter, berkesenian dan bermartabat, serta seniman-seniman muda yang mampu membuat prestasi kebanggaan masyarakat Indonesia di mata dunia,” harapnya.

Sementara, Adi Supriadi atau yang akrab disapa Kang Adi Wild yang ditunjuk sebagai Ketua PSBKB dalam kesempatannya menyampaikan akan keinginannya untuk mengabdikan diri sebagai pelayan bagi seluruh seniman dan budayawan agar bisa tetap eksis mengapresiasikan karya-karya nya tanpa harus dipagari oleh hal-hal yang berbau politik.

“Kita ingin netral berjalan sesuai harapan hati nurani tanpa beban memikirkan hal yang bukan dunia yang kita punya, akan tetapi dengan memunculkan karya-karya nyata,” ungkapnya.

Dengan modal itulah, lanjut Kang Adi Wild, maka seluruh pelaku seni, seniman dan budayawan kabupaten Bogor terpanggil untuk membentuk paguyuban seniman budayawan kabupaten bogor.

“Hal ini untuk bisa menciptakan kolaborasi, motivasi, edukasi dan empati bersama dengan menggandeng para persatuan atau kumpulan pemilik hotel, para pemilik tempat pariwisata, para pemilik kafe dan tempat hiburan sehingga mereka dapat menyediakan panggung-panggung kecil dan besar supaya para seniman dan budayawan bisa ikut berkontribusi di setiap acara hiburan yang diselenggarakan,” ujar Kang Adi Wild.

“Selain dengan pihak swasta, tentunya juga kita bersinergi dengan pemerintah untuk bisa menyelaraskannya. Sebab, di Kabupaten Bogor ini rata-rata para senimannya sebagian masih miskin informasi dan kurangnya pengetahuan teknologi untuk mengakses media sosial yang ada,” tutur Adi.

Nanang Susanto yang dipercaya menjabat Sekertaris PSBKB turut menambahkan, bahwa maksud dan tujuan didirikannya PSBKB ini adalah murni dari panggilan jiwa sebagai pekerja seni untuk bisa lebih bangkit menata masa depan para seniman dan budayawan yang lebih baik lagi.

“Kehadiran PSBKB ini bukan untuk menyaingi atau meniadakan forum-forum seniman yang sudah ada. Namun justru, keberadaan PSBKB ini ingin melahirkan karakter generasi-generasi Z untuk lebih andil  dan bisa merawat serta mengembangkan kesenian kebudayaan etnik leluhur Bogor yang harus dilestarikan keberadaannya,” tandas Anang Susanto.

Diketahui, kegiatan temu diskusi dihadiri lebih dari 89 perwakilan dari pemilik sanggar seni yang tersebar di 40 kecamatan, dan yang terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor.

Red

Proyek Pengaspalan di Kampung Ciawi Girang Rampung, Warga Sambut Akses Jalan Mulus

BOGOR.radarinformasi.com – Kabar gembira datang dari Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Dua proyek pengaspalan jalan tahap 1 di Kampung Ciawi Girang, RW 003 dan RW 002, akhirnya rampung dikerjakan. Program ini merupakan bagian dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun anggaran 2024, dengan 60% dari total anggaran sebesar Rp972 juta yang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor. Senin (2/12)

Proyek pertama berlokasi di RW 003 dengan volume pekerjaan sepanjang 2.150 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 2 cm. Dengan anggaran sebesar Rp516 juta, pekerjaan ini berhasil diselesaikan dalam waktu 22 hari kalender. Sementara itu, proyek kedua berlokasi di RW 002, dengan panjang jalan 1.800 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 2 cm. Proyek ini diselesaikan dalam 20 hari kalender dengan anggaran Rp456 juta.

Meskipun cuaca sempat menjadi kendala dengan hujan yang turun selama pelaksanaan, tim pelaksana berhasil menyelesaikan kedua proyek tepat waktu. Rampungnya pengaspalan ini menjawab kebutuhan warga atas infrastruktur yang memadai, terutama untuk mendukung mobilitas sehari-hari di tengah tantangan jalan rusak sebelumnya. Kini, warga dapat menikmati akses jalan yang lebih nyaman, bahkan di musim hujan.

H. Deden, selaku pelaksana kegiatan menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim serta dukungan masyarakat setempat selama proses pembangunan. “Kami bersyukur kedua proyek ini dapat selesai tepat waktu meskipun menghadapi beberapa kendala teknis, seperti cuaca. Kami berharap warga dapat menjaga infrastruktur ini dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” ujar H. Deden.

Kedua proyek ini tidak hanya memperbaiki aksesibilitas, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Desa Ciawi terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkualitas, menjadikan desa ini semakin maju dan berkembang. Warga diminta untuk menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Reporter : Lina
Redaktur : Rizal

Pemkab Bogor Tutup Mata, Jalan Raya Tamansari Langganan Banjir Tiap Musim Penghujan

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini menyebabkan banjir dan longsor di berbagai titik. Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa ruas jalan, seperti di Kecamatan Dramaga, sehingga semakin menyulitkan mobilitas warga terdampak. Minggu (10/11)

Kondisi cuaca ekstrem ini membutuhkan perhatian serius, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Daerah ini dikenal memiliki topografi perbukitan yang rawan terhadap bencana alam, seperti longsor, terutama selama musim hujan.

Bencana banjir dan longsor kali ini merendam sejumlah desa, merusak jalan, dan menggenangi rumah warga. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Tamansari, di mana banjir mengancam kelancaran lalu lintas, terutama di jalan-jalan utama yang tergenang air hingga puluhan sentimeter.

Di beberapa titik, jalan utama bahkan tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga warga harus mencari jalur alternatif yang lebih aman. Selain itu, pohon tumbang juga menjadi masalah yang memperburuk situasi. Banyak ruas jalan yang terhalang batang pohon, menyebabkan kemacetan dan menghambat mobilitas.

Menanggapi situasi ini, Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Chandra Sasmita, segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat untuk memastikan langkah penanganan cepat.

Dede meminta agar Dinas Sosial dan BPBD langsung turun ke lokasi untuk memantau keadaan dan memastikan bantuan sampai ke warga terdampak. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah evakuasi warga dan pemulihan akses jalan yang terhalang pohon tumbang.

Selain itu, ia juga berkoordinasi untuk pengiriman bantuan logistik, seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya, bagi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bogor.

Reporter : Rizal

Ironi Penanganan Bencana: Prioritas Anggaran Dinas Sosial Kabupaten Bogor Dipertanyakan di Tengah Krisis

BOGOR.radarinformasi.com – Kabupaten Bogor, yang saat ini tengah dilanda bencana seperti tanah longsor, banjir, dan kerusakan rumah, seakan terabaikan dalam hal penanganan bencana. Minggu (10/11)

Dinas Sosial Kabupaten Bogor malah terfokus pada pelaksanaan workshop manajemen psikososial bagi korban bencana.

Hal ini menjadi sebuah ironi, karena 23 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bogor sedang menghadapi bencana besar, sementara anggaran yang seharusnya difokuskan untuk penanganan darurat justru digunakan untuk kegiatan yang dianggap kurang tepat waktu.

Dinas Sosial Kabupaten Bogor berencana mengadakan workshop mengenai manajemen psikososial bagi korban bencana. Kegiatan ini akan diikuti oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Lembaga Kesejahteraan Sosial (LK3), dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Yang lebih mengejutkan, workshop ini akan menggunakan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) atau APBD Kabupaten Bogor.

Anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk penanganan bencana yang lebih mendesak, namun kini dialihkan untuk kegiatan yang lebih terfokus pada pembekalan teori.

Munculnya pertanyaan besar adalah, “Mengapa pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) di ikuti sertakan dalam  workshop tersebut dan dari kapan menjadi Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)?”

Ikut sertanya Pendampingan PKH ini menimbulkan polemik, sebab fokus utama saat ini seharusnya adalah pemulihan langsung bagi korban bencana, bukan pelatihan yang dapat menunggu.

Sementara itu, bencana yang melanda Kabupaten Bogor semakin parah. Tanah longsor dan banjir merusak rumah warga dan infrastruktur penting, menyisakan kesulitan bagi ribuan keluarga.

Banyak daerah yang terisolasi, dan bantuan untuk korban bencana sangat dibutuhkan, baik berupa makanan, obat-obatan, maupun bantuan psikososial yang langsung dilakukan oleh para petugas di lapangan.

Namun, di tengah kondisi darurat ini, justru ada kabar ironis bahwa sejumlah pekerja sosial dari Kabupaten Bogor akan melakukan lawatan ke Kabupaten Badung, Bali, pada 11-13 November 2024.

Kunjungan ini untuk mengikuti kegiatan yang tidak terkait langsung dengan penanganan bencana di wilayah mereka sendiri.

Hal ini semakin menambah kesan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Bogor belum sepenuhnya memprioritaskan penanganan bencana yang tengah berlangsung.

Melihat kondisi yang ada, tentu menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah benar ini adalah prioritas yang tepat bagi Dinas Sosial Kabupaten Bogor?

Dengan banyaknya korban bencana yang membutuhkan perhatian segera, apakah workshop psikososial yang direncanakan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap pemulihan korban bencana di lapangan?

Ataukah ini justru menjadi pemborosan anggaran yang seharusnya difokuskan untuk penyelamatan dan rehabilitasi warga yang terdampak bencana?

Aktivis Muda Bogor Nurdin Ruhendi berharap Dinas Sosial Kabupaten Bogor dapat lebih fokus dalam memberikan bantuan langsung kepada korban bencana dan memanfaatkan anggaran dengan lebih efisien dan tepat sasaran.

Workshop psikososial memang penting, namun di tengah situasi darurat ini, prioritas utama seharusnya adalah pemulihan dan bantuan langsung yang lebih dibutuhkan oleh para korban bencana di lapangan.

Waktu tidak bisa diputar kembali, dan setiap detik sangat berarti untuk meringankan beban mereka yang terdampak bencana.

Red

Desa Ciawi Gelar Launching Bankeu Infrastruktur Desa, Tahap 1 Fokus Pengaspalan Jalan

BOGOR.radarinformasi.com– Desa Ciawi menggelar acara launching bantuan keuangan (Bankeu) infrastruktur desa di Aula Kantor Desa Ciawi. Kegiatan ini menandai dimulainya program pembangunan infrastruktur desa untuk tahun anggaran ini, dengan fokus utama pengaspalan jalan di Kampung Ciawi Girang, tepatnya di wilayah RW 02 dan RW 03. Kamis (7/10)

Dalam pelaksanaan tahap pertama ini, total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp516 juta. Sementara itu, Dana tersebut sepenuhnya diprioritaskan untuk memperbaiki akses jalan di dua RW tersebut, yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga serta mempercepat distribusi barang dan jasa di Desa Ciawi.

Kepala Desa Ciawi, H. Nana Sumarna, S.Ag., menyatakan bahwa bantuan ini merupakan upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang lebih baik. “Kami berharap program ini bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga, serta mendukung perekonomian desa,” ujarnya dalam sambutan.

Acara yang berlangsung lancar ini turut dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa Ciawi, serta perwakilan warga setempat. Warga pun menyambut baik program ini, mengingat akses jalan yang baik sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari mereka. Tahap berikutnya diharapkan dapat segera dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur lainnya di Desa Ciawi.

Reporter : Rizal

Menjaga Stabilitas Pangan, Indramayu Perlu Sistem Logistik Terpadu

INDRAMAYU.radarinformasi.com-

Kabupaten Indramayu dikenal sebagai salah satu pusat produksi padi di Jawa Barat dan juga secara nasional, memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, khususnya beras. Namun, untuk menjaga stabilitas pangan, terutama pada masa-masa sulit seperti musim kemarau yang berkepanjangan atau bencana alam, keberadaan Sistem Logistik Daerah sangatlah krusial. Selasa (29/10/2024).

Sistem logistik daerah meliputi pengelolaan dan pengaturan distribusi pangan dari produsen sampai ke konsumen. Di Indramayu, sistem ini harus mampu menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi pangan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pjs. Bupati Indramayu, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si., dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, beberapa waktu yang lalu.

“Dengan adanya Sistem Logistik Daerah, Kabupaten Indramayu bisa mengontrol ketersediaan pangan. Sistem logistik yang baik akan memastikan produk pangan tersedia sepanjang tahun, terutama ketika terjadi penurunan produksi akibat cuaca atau serangan hama. Dengan pengelolaan logistik yang efektif, pangan dapat didistribusikan secara tepat di berbagai wilayah kabupaten sesuai kebutuhan,” ujar Dedi Taufik.

Sistem Logistik Daerah juga berfungsi sebagai cadangan pangan. Ini berkaitan dengan pengelolaan stok pangan di gudang-gudang penyimpanan. Indramayu perlu memiliki fasilitas penyimpanan yang mampu menampung hasil pertanian dalam jumlah besar untuk menghadapi kemungkinan kekurangan di masa depan.

Dedi Taufik menambahkan bahwa Sistem Logistik Daerah juga berperan dalam stabilisasi harga. Ketika pasokan pangan terganggu, harga komoditas pangan sering kali meroket. Sistem logistik yang efisien dapat mengurangi fluktuasi harga dengan memastikan distribusi pangan berlangsung lancar dan merata, baik di pasar tradisional maupun modern.

“Dalam situasi bencana alam seperti banjir atau kekeringan, sistem logistik pangan daerah berperan penting dalam mendistribusikan bantuan pangan dengan cepat dan tepat. Ini membantu masyarakat untuk tetap mendapatkan akses makanan meskipun dalam kondisi krisis,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi Taufik menekankan bahwa Sistem Logistik Daerah juga merupakan bagian dari kebijakan untuk memberdayakan ekonomi lokal. Sistem logistik yang dikelola dengan baik akan meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan, yang tidak hanya menjaga stabilitas pangan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal, karena hasil panen mereka dapat didistribusikan dengan lebih efektif ke pasar yang lebih luas.

“Sistem Logistik Daerah yang efisien dan berkelanjutan merupakan kunci untuk menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Indramayu. Dukungan dari pemerintah, teknologi, serta koordinasi antara pelaku sektor pangan sangat penting agar kabupaten ini terus berkontribusi sebagai penyokong pangan nasional dan menjamin kesejahteraan masyarakatnya,” jelas Dedi Taufik.

Reporter  : Dani

Redaktur  : Rizal

Desa Sukakarya Gelar Kick Off Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa 2024

BOGOR.radarinformasi.com–Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, melakukan launching Program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa Tahun 2024, sebuah inisiatif besar yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan kemajuan desa-desa di wilayah Kabupaten Bogor. Acara yang berlangsung pada Senin, 7 Oktober 2024, ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukakarya, Hasan S., bersama jajaran perangkat desa, Camat Megamendung, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, menandai komitmen kuat dalam membangun infrastruktur yang lebih baik untuk masyarakat.

Dalam pidatonya, Hasan S. menegaskan bahwa program ini adalah salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat desa. “Dengan program ini, kita akan mewujudkan infrastruktur yang lebih kokoh dan modern, demi mempercepat kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah konkret menuju masa depan yang lebih baik bagi Desa Sukakarya,” ungkapnya.

Salah satu proyek utama yang akan digarap melalui dana ini adalah peningkatan jalan desa di beberapa titik strategis. Di Kampung Coblong RT 002 RW 002 dan Kampung Cijulang RT 004 RW 004, pembangunan jalan sepanjang 2.075 meter akan dilakukan, meliputi perluasan jalan hingga lebar 3,50 meter dengan ketebalan 0,03 meter. Selain itu, pembangunan drainase sepanjang 40 meter dengan tinggi 60 cm akan diimplementasikan untuk memperbaiki sistem pengairan, mengurangi risiko banjir, serta meningkatkan aksesibilitas warga.

Anggaran yang disiapkan untuk proyek ini mencapai Rp 1.000.000.000, sepenuhnya bersumber dari Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa. Dana ini akan digunakan secara maksimal, dengan pengelolaan yang melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan dukungan dari masyarakat setempat. Hasan S. menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut. “Kami akan memastikan setiap rupiah yang digunakan dalam proyek ini diawasi dengan ketat, demi menjaga kualitas hasil dan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan aksesibilitas, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Sukakarya dan desa-desa lain di Kabupaten Bogor.

Hasan S. juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungannya. “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Pemkab Bogor yang telah memberikan kontribusi besar dalam upaya pembangunan desa. Dengan sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, dan warga, Desa Sukakarya diharapkan mampu menjadi percontohan dalam pembangunan desa berkelanjutan yang fokus pada kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang modern, kokoh dan fungsional.”

Reporter : Lina
Redaktur : Rizal

Bogor Barat Penuhi Syarat menjadi DOB, sayang Ibukota masih Terkendala

Bogor Barat Penuhi Syarat menjadi DOB, sayang Ibukota masih Terkendala

 

Bogor. radarinformasi.com – Bogor Barat merupakan wilayah yang potensi Sumber Daya Manusia dan ekonominya sangat luar biasa, dengan terpenuhinya syarat admintransi, teknis dan lainnya, maka untuk itu sebaiknya Pemprov Jabar meminta Pemerintahan Pusat membuka Morotarium pemekaran wilayah hingga Bogor Barat, Sukabumi Utara dan Garut Selatan menjadi Kabupaten atau Kota baru, Rabu (26/08/2020).

 

Sekertaris Komisi I DPRD Jabar sekaligus Politisi PKS, Sadar Muslihat kepada Radar Informasi.com di gedung Setda Kabupaten Bogor, mengatakan, “Keinginan memekarkan wilayah, juga merupakan keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar suntikan Pemerintah pusat untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tingkat I dan II ada peningkatan jumlah rupiahnya”

 

“Mengaca Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dimana jumlah penduduknya lebih sedikit dan luas daerahnya lebih kecil namun suntikan APBD nya tinggi, maka agar seimbang suntikan dana dari Pemerintah pusat, maka Jawa Barat harus memiliki 40 – 42 Kabupaten dan Kota. Saat ini apabila Bogor Barat, Sukabumi Utara dan Garut Selatan menjadi DOB maka jumlah Kabupaten dan Kota di Jawa Barat baru 30 jumlahnya”, terangnya.

 

Sadar pun menuturkan mengenai usullan review Ibukota calon Bogor Barat, maka tim Independen Pemerintah pusat yang akan mensupervisinya.

 

“Usulan bupati Bogor Ade Yasin agar Kecamatan Rumpin dikaji menjadi calon Ibukota dari Kabupaten Bogor Barat, itu bisa dilakukan nanti oleh tim Independen Pemerintah pusat yang akan mensupervisi agar hasil kajian bener -bener Objektif”.

 

Ditempat yang sama, bupati Bogor Ade Yasin berpendapat banyak alasan hingga dirinya mengusulkan Kecamatan Rumpin menjadi Ibukota calon Kabupaten Bogor Barat.

 

“Saya mengusulkan Kecamatan Rumpin menjadi Ibukota karena Kecamatan Rumpin lebih aman dari bencana alam dan juga sudah bayak Investor yang menanamkan modalnya ke kecamatan tersebut, selain itu bagi saya Kecamatan Rumpin itu letaknya strategis dimana dekat dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan dan juga wilayah di Provinsi Jawa Barat sendiri ,”ucap Ade.

 

Ketua DPW PPP jawa barat ini menjelaskan untuk persiapan kabupaten bogor barat, jajarannya sudah menyiapkan Rp 75 Miliar untuk anggaran persiapan selama tiga tahun

 

“Kami menyiapkan anggaran Rp 75 Miliar tersebut agar kapanpun morotarium pemekaran wilanyah dibuka oleh Pemerintah Pusat, maka kita sudah siap hingga Bogor Barat lekas menjadi kabupaten baru”, jelasnya.

 

Ketua Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) Yana Nur Heryana” mengungkapkan usulan pengkajian atau review Ibukota calon Kabupaten Bogor Barat ada mekanismenya tersendiri, sementara untuk calon Ibukota sebelumnya yaitu Kecamatan Cigudeg sudah melewati kajian itu.

 

“Saya belum bisa komentar lebih lanjut,namun bagi saya Kecamatan Cigudeg sebelumnya sesuai kajian ilmiah dari ITB (INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG), memang layak menjadi calon Ibukota Kabupaten Bogor Barat,” ugkap Yana.

 

(Cahya/ iman)