Polindra dan Pantai Bali 2 Bersinergi, Mahasiswa Ciptakan Mesin Pengolah Air Payau

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) bersama pengelola Pantai Balongan Indah atau Pantai Bali 2 menjalin sinergi melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengatasi kebutuhan air di kawasan wisata.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembuatan mesin pengolah air payau menjadi air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan mandi, cuci, kakus (MCK).

Mesin hasil karya mahasiswa Polindra itu diperkenalkan dalam acara soft opening yang digelar di halaman Pantai Wisata Bali 2, Jalan Raya Balongan, Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Indramayu Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM., beserta jajaran, Ketua Pantai Balongan Indah Akso Surya Darmawangsa bersama jajaran, serta sejumlah awak media.

Dalam sambutannya, Ketua Pantai Balongan Indah Akso Surya Darmawangsa mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara sektor pariwisata dan dunia pendidikan.

Menurut Akso, pengelola kawasan wisata perlu terus belajar dan berinovasi agar mampu berkembang serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana. Sebenarnya dari awal tidak ada rencana untuk mengadakan acara seperti ini. Namun, tujuan kami adalah agar tempat-tempat wisata di sepanjang pantai ini juga mau belajar dan berkembang. Belajarnya tidak harus ke Bali, tetapi bisa belajar ke Polindra,” ujarnya.

Ia berharap, sinergi tersebut dapat mendorong pengembangan sumber ekonomi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Balongan.

“Ini merupakan upaya untuk mencapai tujuan dan mengembangkan sumber ekonomi kita agar ekonomi dapat tumbuh dan manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat, khususnya warga Balongan,” katanya.

Sementara itu, saat ditemui awak media, Direktur Polindra Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berawal dari persoalan kebutuhan air di kawasan Pantai Bali 2.

“Sekarang kita bersinergi dengan wisata Pantai Balongan 2. Ada permasalahan air bersih di pantai ini, sehingga kita selesaikan dengan membuat mesin penjernih air,” ungkap Rofan.

Ia menjelaskan, mesin tersebut dirancang untuk mengolah air payau agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan MCK.

“Air payau ini kita olah menjadi air yang layak digunakan untuk mandi dan kebutuhan sanitasi di kawasan Pantai Balongan,” jelasnya.

Rofan menambahkan, mesin tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Polindra yang dikembangkan sebagai bagian dari tugas akhir.

“Ini merupakan hasil karya mahasiswa dan tugas akhir mahasiswa. Kami ingin agar tugas akhir yang dibuat di Polindra dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Mesin pengolah air tersebut dibuat oleh dua mahasiswa semester VIII Politeknik Negeri Indramayu, yakni Ahmad Farhani dan Anggerata Gama Inka.

Salah satu pembuat mesin, Ahmad Farhani, menjelaskan kepada awak media bahwa mesin tersebut mampu menghasilkan sekitar tujuh liter air per menit atau sekitar 420 liter per jam.

Jika dioperasikan selama 24 jam, kapasitas produksinya diperkirakan dapat mencapai sekitar 10.000 liter air per hari.

Ahmad menjelaskan, proses pengolahan air dilakukan melalui beberapa tahapan. Air dari sumur bor terlebih dahulu ditampung di tandon pertama untuk menjalani proses pengendapan.

Selanjutnya, air dialirkan melalui sistem penyaringan untuk mengurangi bau, kadar zat besi, kekeruhan, ion, serta berbagai partikel halus.

Dalam proses filtrasi, mesin tersebut menggunakan sejumlah media penyaring, di antaranya pasir silika, mangan, karbon aktif, dan media filter lainnya.

Setelah melalui proses penyaringan, air kemudian dialirkan ke tandon kedua sebelum dipompa melalui membran. Air hasil pengolahan tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi dan MCK.

Ahmad mengatakan, proses pembuatan mesin tersebut membutuhkan waktu hampir dua bulan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya referensi mengenai mesin pengolahan air payau dengan konsep yang dikembangkan.

“Referensi mengenai mesin seperti ini masih minim. Saya banyak belajar secara otodidak, berdiskusi dengan pihak Polindra, serta belajar dari para teknisi yang berpengalaman,” ungkapnya.

Ia menuturkan, ide pembuatan mesin tersebut berawal dari obrolan bersama sejumlah pihak, termasuk pengelola Pantai Balongan Indah, Bapak Hasan, serta ayahnya, Sobari.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan untuk menjawab persoalan tingginya biaya penggunaan air PDAM yang selama ini menjadi salah satu beban operasional kawasan wisata.

“Latar belakang saya membuat mesin ini karena pernah mendengar keluhan mengenai biaya PDAM yang cukup tinggi, bisa mencapai sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta. Dari situ muncul ide, kenapa tidak membuat mesin untuk mengolah air yang tersedia di sekitar pantai,” katanya.

Ia berharap, keberadaan mesin tersebut dapat membantu mengurangi biaya penggunaan air PDAM sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia di sekitar kawasan Pantai Balongan.

Kolaborasi Polindra dan pengelola Pantai Bali 2 tersebut menjadi salah satu contoh penerapan hasil karya mahasiswa dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, inovasi yang lahir dari lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akhir, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha pariwisata.

Reporter : Andika

Sinergi Pemerintah dan Mahasiswa, KKN Unpad Fokuskan Program Pengelolaan Sampah di Sukagumiwang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., menghadiri kegiatan Lokakarya Rencana Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang digelar di Aula Balai Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Senin (19/1/2026).

Lokakarya tersebut mengangkat tema pengelolaan sampah sebagai fokus utama pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi tahapan awal pelaksanaan KKN guna memaparkan sekaligus menyelaraskan rencana program kerja mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Desa Sukagumiwang.

Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang, Pemerintah Desa Sukagumiwang, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN Universitas Padjadjaran.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Sukagumiwang sebagai lokasi KKN dengan tema pengelolaan sampah. 

Ia menilai persoalan sampah merupakan isu strategis yang memerlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk peran aktif perguruan tinggi.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui edukasi, inovasi, serta pendampingan yang berkelanjutan. 

Camat juga mendorong agar program yang dirancang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah desa dan kecamatan, khususnya dalam mendukung kebersihan lingkungan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukagumiwang, Sudarmono, menyatakan bahwa pemerintah desa menyambut baik pelaksanaan KKN Unpad dan siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan. 

Ia mengungkapkan bahwa permasalahan sampah masih menjadi tantangan di tingkat desa, baik dari aspek kesadaran masyarakat maupun sistem pengelolaan yang belum optimal.

Ia berharap program kerja yang disusun mahasiswa dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sampah, serta pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomis. 

Sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dinilai penting agar manfaat kegiatan KKN dapat dirasakan secara langsung.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Toni Setiawan, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa lokakarya rencana program kerja merupakan bagian penting dari proses akademik KKN. 

Melalui kegiatan ini, program yang dirancang mahasiswa diharapkan berbasis pada kebutuhan masyarakat serta selaras dengan potensi dan permasalahan yang ada di desa.

Ia menambahkan, tema pengelolaan sampah dipilih karena memiliki relevansi tinggi dengan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan partisipatif, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan dan mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.

Lokakarya berlangsung secara interaktif dengan pemaparan rencana program kerja serta masukan dari pemerintah kecamatan dan desa. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi pelaksanaan KKN Universitas Padjadjaran di Desa Sukagumiwang, sehingga mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat. 

(Sumber: Humas Sukagumiwang / Andika).

Bupati Lucky Hakim Lepas Ribuan Mahasiswa Unpad KKN di Kota Mangga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi melepas ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Indramayu. Prosesi pelepasan digelar di Pelataran Rektorat Kampus Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (9/1/2026).

Program KKN ini diikuti mahasiswa semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dan akan berlangsung selama Januari hingga Februari 2026. Para mahasiswa dijadwalkan terjun langsung ke desa-desa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi lintas entitas dalam pelaksanaan KKN tersebut. 

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan, khususnya upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu.

“Terima kasih atas kerja sama lintas entitas ini. Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak bisa bekerja sendiri. Menurunkan angka kemiskinan di Jawa Barat salah satunya dimulai dari Indramayu, karena kami bagian dari provinsi ini,” ujar Lucky Hakim.

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mendukung penuh pelaksanaan KKN, termasuk penyediaan data serta keterlibatan seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami siap secara data dan akan mengerahkan seluruh camat serta kepala desa untuk berkolaborasi. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga dan belum tentu kembali kita dapatkan di antara kabupaten/kota lain di Jawa Barat,” tegasnya.

Lucky Hakim juga berharap program KKN tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi dapat berkelanjutan melalui berbagai inovasi yang mampu mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan di Indramayu.

Sebagai informasi, sebanyak 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran akan diterjunkan ke 203 desa yang tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang, dalam program KKN periode Januari–Februari 2026.

(S/Diskom/Andika)

Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 774 Mahasiswa Berprestasi

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si.,M.Si., melalui Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Taput telah menyelesaikan penyaluran Bantuan Pendidikan Tahun 2025 kepada 774 mahasiswa berprestasi yang berasal dari 20 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia. Rabu(05/11/2025)

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan perusahaan yang memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility / CSR).

Tahun ini, total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 582.257.117, yang diberikan kepada 774 mahasiswa penerima bantuan pendidikan.

Bantuan ini dibagi dalam dua kategori :
Kategori I sebanyak 117 mahasiswa menerima Rp 1.000.000 asal UGM, ITB, UI, UNAIR, IPB, UNDIP, UB, UNPAD, UNS, UNHAS dan Kategori II sebanyak 657 mahasiswa menerima Rp 700.000 asal ITS, USU, UNIMED, UPI, UM, UNSRI, UNRI, ITERA, UNUD, UNILA.

Adapun CSR perusahaan donatur yang berpartisipasi dalam program ini yakni:

1. PT. Bank Sumut Cabang Tarutung
2. ⁠PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
3. Sarulla Operations Limited (SOL)
4. PT. Gading Energi Prima
5. PT. Anugerah Bumimegah Energi
6. PT. Partogi Hidro Energi
7. PT. Sumatera Specialty Coffees
8. PT. Hero Global Investment
9. PT. Sihulambu Sumber Energi
10. PT. Sumatera Pembangkit Mandiri

“Penyaluran dilakukan melalui transfer ke rekening masing masing penerima telah kita selesaikan hari ini,” ucap Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Manto Tobing.

Pada perayaan HUT Hari Jadi Tapanuli Utara ke-80 pada tgl 6 Oktober 2025 lalu Bupati Tapanuli Utara menyerahkan secara simbolis.

Bupati berharap bantuan tersebut dapat menambah semangat para generasi muda untuk mencapai cita-cita serta selalu ingat orangtua dan bonapasogit.

“Ini harus kita syukuri. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang membanggakan untuk kita semua,” pesan Bupati kepada para orangtua yang menerima secara simbolis.

Secara terpisah, Ruth Elika Ambarita, mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia, salah satu penerima bantuan tersebut melalui pesan media sosialnya menyampaikan rasa syukur atas perhatian Bupati dan mengatakan telah dapat membeli stetoskop dan spyhgmomanometer untuk menunjang studinya.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya pak JTP dan seluruh sponsor yang terlibat atas bantuan pendidikannya. Semoga sukses selalu,” ungkap Ruth dalam pesannya.

Reporter   : RH
Redaktur  : Rizal

Pro-Kontra Kebijakan Ekonomi Indramayu, Mahasiswa Islam Indonesia dan Diskopindagin Bahas Solusi untuk UMKM

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kebijakan ekonomi di Indramayu kembali menjadi sorotan. Banyak pihak menilai bahwa regulasi yang diterapkan pemerintah daerah masih berpihak kepada kelompok tertentu dan belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan rakyat kecil, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Isu ini mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindagin) Kabupaten Indramayu di Aula kantor Diskopindagin, Jalan MT Haryono No. 11/B, pada Jumat (21/03/2025).

Wakil Ketua II Bidang Eksternal PC PMII Indramayu, Ahmad Fikri, dalam konferensi persnya menegaskan bahwa kebijakan ekonomi daerah seharusnya menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat, bukan justru menguntungkan kelompok tertentu.

“Kebijakan ini seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, bukan hanya memberikan keuntungan lebih kepada pihak-pihak tertentu,” tegas Ahmad Fikri.

Senada dengan itu, Ketua PC PMII Indramayu, Budi Hermawan, menekankan pentingnya transparansi terkait dampak pembangunan Mall Indramayu terhadap UMKM. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan tersebut, tetapi pemerintah harus memastikan solusi relokasi yang layak bagi pedagang kecil yang terdampak.

“Kami tidak menolak pembangunan mall, tetapi pemerintah harus menjamin relokasi yang adil dan tidak merugikan UMKM,” ujar Budi.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Diskopindagin Indramayu, H. Iyus, mengakui adanya tantangan besar dalam menyeimbangkan perkembangan ekonomi modern dengan kepentingan pelaku usaha tradisional. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik agar UMKM tetap dapat bersaing di tengah gempuran toko modern.

“Kami berusaha mencari jalan tengah agar toko tradisional tetap bisa bertahan dan bersaing. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif,” jelasnya.

Diskusi ini menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Indramayu perlu dikaji lebih lanjut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi UMKM yang menjadi pilar utama perekonomian daerah.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Demonstrasi Mahasiswa di Indramayu Berujung Ricuh, Massa Desak Masuk Kantor DPRD

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aksi protes yang diorganisir oleh Aliansi Mahasiswa Indramayu Melawan berakhir dengan kericuhan setelah massa berusaha menerobos masuk ke Kantor DPRD Indramayu. pada Kamis, 20 Februari 2025. Upaya tersebut memicu bentrokan berupa dorong-mendorong antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Jumat (21/2)

Sebelum ketegangan memuncak, ratusan mahasiswa terlebih dahulu menggelar longmarch menuju gedung dewan sambil menyuarakan aspirasi. Dalam aksinya, mereka juga membakar ban bekas sebagai simbol protes terhadap pemangkasan anggaran pendidikan yang menjadi salah satu pokok tuntutan.

Menurut Carhendi, koordinator aksi, demonstrasi tersebut mengusung 17 poin tuntutan yang kemudian disederhanakan di lapangan. Tuntutan utama mereka adalah pendidikan gratis yang ilmiah dan demokratis, serta pembatalan kebijakan jpemangkasan anggaran pendidikan.

“Kami menuntut pemerintah menciptakan pendidikan yang terjangkau, berkualitas, dan adil, karena pendidikan merupakan hak dasar bagi seluruh warga negara,” ujar Carhendi.

Ia juga menegaskan bahwa aksi serupa akan terus dilakukan jika aspirasi mereka tidak mendapat respons dari pihak terkait. “Kalau tuntutan ini diabaikan, kami pasti akan turun ke jalan lagi,” tegasnya.

Kekecewaan pun dirasakan para demonstran karena tidak diizinkan masuk ke gedung DPRD. “Kami merasa dihalangi untuk menyampaikan suara. Seharusnya mereka sebagai wakil rakyat mendukung, bukan justru menghambat,” tambah Carhendi.

Setelah mengadakan dialog dengan perwakilan DPRD, massa akhirnya membubarkan diri meski situasi sempat memanas di sekitar lokasi aksi.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Mahasiswa Didorong Berperan Aktif dalam Politik: Menuju Indonesia Emas 2045

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua DPP Partai Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam politik dan demokrasi Indonesia. Dalam acara “Midang Bengi Padang Wulanan” yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu, mahasiswa didorong untuk memiliki pola pikir kritis menjelang Pemilu agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Sabtu (1/2)

Setelah Pilkada selesai, dinamika politik tidak boleh berhenti. Generasi muda diharapkan tetap berpartisipasi aktif dalam politik melalui berbagai forum diskusi dan kegiatan politik yang akan rutin diadakan. Partai Golkar berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang melibatkan generasi muda guna meningkatkan kesadaran politik mereka.

Dalam acara yang berlangsung pada Kamis, (30/01/2025) malam pukul 20.00 WIB hingga selesai ini, Daniel Mutaqien menekankan bahwa Indonesia menargetkan menjadi negara maju dengan ekonomi yang kuat pada tahun 2045. Generasi muda saat ini akan menjadi pemimpin masa depan, baik sebagai anggota DPR, bupati, maupun gubernur. Oleh karena itu, mereka harus memiliki pemikiran yang konstruktif dan inovatif dalam membangun bangsa.

Kegiatan diskusi dan program terkait politik akan dilakukan setiap bulan untuk mendorong inovasi dan pemikiran kritis di kalangan mahasiswa. Selain Partai Golkar, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda-Litbang Indramayu, yang memiliki peran dalam perencanaan pembangunan daerah. Bappeda sendiri berfungsi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyusun kebijakan pembangunan daerah.

Dalam acara ini turut hadir Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, S.ST., M.Si., serta para pengurus DPD Partai Golkar. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat membentuk kesadaran politik yang lebih kuat di kalangan generasi muda, agar mereka tidak hanya aktif di tingkat daerah tetapi juga berkontribusi dalam politik nasional.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami peran mereka dalam demokrasi dan politik serta siap menghadapi tantangan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Mahasiswa Beri Apresiasi Polri Berpredikat Lembaga Bercitra Baik Versi Litbang Kompas

JAKARTA.radarinformasi.com- Mahasiswa Apresiasi Polri atas hasil survei Litbang Kompas baru-baru ini. Dalam survei tersebut Polri menempati urutan teratas setelah TNI sebagai lembaga yang memiliki citra terbaik. Senin (24/06/24).

“Kami dari DPP PMPI sangat mengapresiasi hasil rilis dari survei dari rilis Litbang Kompas terkait dengan citra positif lembaga negara,” ujar Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pencinta Tanah Air Indonesia (PMPI) Khusniyati, Minggu (23/6/2024).

Dalam survei itu Polri mendapatkan kepercayaan publik sangat tinggi, yakni 73,1%. Angka itu beranjak naik dibanding pada Agustus 2023 sebesar 66% dan Desember 2023 sebesar 71,6%.

“Alhamdulillah Polri mendapatkan 73,1 % dari 1.200 responden di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke di 38 provinsi,” ucap Khusniyati.

Menurut Khusniyati, angka tersebut membuktikan bahwa Polri dekat dengan masyarakat. Hal ini tak lepas dari kerja keras Polri dibawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Oleh sebab itu, Khusniyati berharap Polri terus menjadi pengayom di tengah masyarakat dengan humanis dan profesional.

“Kami berharap bahwa Polri akan terus humanis dan semakin profesional dalam mengayomi masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan, bahwa kepercayaan publik terhadap Polri meningkat karena transformasi Polri melalui program Presisi (prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan) yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Alhamdulillah masyarakat semakin percaya terhadap Polri, pada survei oleh Litbang Kompas kemarin sudah dirilis menjelang HUT Bhayangkara naik menjadi 73%. Kami Apresiasi dan Mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta mohon doa dan dukungannya, mudah-mudahan ini menjadi berkah buat kepolisian sebelum ultah kepolisian agar kinerja kepolisian semakin baik lagi,” kata Sandi.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Ketua GP Ansor Kota Bogor Mengecam Aksi Mahasiswa Merusak APK Parpol Sepulang Unras

BOGOR.radarinformasi.com– GP Ansor Kota Bogor mengecam aksi perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduk partai politik di Jalan Pemuda Kota Bogor – Jawa Barat. Perusakan APK itu diduga dilakukan oleh oknum mahasiswa saat pulang dari demonstrasi. Kamis (05/10/2023).

Ketua GP Ansor Kota Bogor, Bustomi mengatakan, tindakan sejumlah oknum mahasiswa itu mencerminkan sikap premanisme, tidak punya intelektualitas. Karenanya, dia meminta penegak hukum mengusut aksi perusakan tersebut.

“Kami mengecam aksi vandalisme dan premanisme, penegak hukum harus mengusut kasus tersebut,” kata Bustomi dalam keterangannya.

Selain itu, pihaknya juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor selaku pihak yang bertugas mengawasi kepemiluan agar memonitor aksi perusakan tersebut.

“Bawaslu juga jangan diam saja, harus ikut mengawasi perusakan APK Parpol yang dirusak oknum mahasiswa,” tegas dia.

Aksi perusakan APK itu terjadi usai para mahasiswa menggelar demonstrasi di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, pada Rabu, 4 Oktober 2023.

Adapun isu yang diangkat yakni soal UU Cipta Kerja, Tragedi Kanjuruhan, Penggusuran Rempang, Dago Elos, Kalimantan Tengah, Citayem, Polemik Pendidikan di Kota Bogor hingga Kerusakan Alam.

Aksi mahasiswa yang mayoritas menggunakan pakaian serba hitam ini, sempat melakukan orasi hingga tepat pukul 17.20 WIB mereka pun membubarkan diri.

Saat pulang, sejumlah APK Parpol dicabut paksa dan dibersihkan oleh masa aksi disepanjang titik Air Mancur hingga Jalan Pemuda, Kota Bogor.

Menurut informasi, baliho atau spanduk yang berada di kantor DPD Partai Nasdem pun tak luput dari pengerusakan juga.

Red

FKPMI geruduk Kantor SNVT Tuntut Kementerian PUPR Evaluasi Kinerja Balai P2P Sulawesi III

FKPMI geruduk Kantor SNVT Tuntut Kementerian PUPR Evaluasi Kinerja Balai P2P Sulawesi III

Kendari.radarinformasi.com- Forum Kajian Pemuda Mahasiswa Indoneisa (FKPMI) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan demostrasi dikantor Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan perwakilan Balai Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi III Minggu, (20/03/2022).

Ardianto, selaku Koordinator Aksi, dalam orasinya meminta Kementerian PUPR RI untuk mengevaluasi kinerja Kepala Balai P2P Sulawesi III, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ketua Panitia seleksi penerimaan Calon pendamping Koordinator Lapangan (Korkab) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (Tfl), Dalam kegiatan pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2022 di Sulawesi tenggara.

“Dalam tahapan perekrutan serta pengumuman hasil seleksi ada kejanggalan dan inprosedural, tetapi KA Balai P2P Sulawesi III tetap saja melanjutkan tahapan berikutnya berupa pembekalan Tfl dan Korfas yang akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 maret tahun 2022”, ucap, Ardianto pada Jumat, (18/03/22).

Masih menurutnya, “Selain itu proses pengumuman dikeluarkan Panitia Minggu, 13 Maret 2022 hingga hari ini belum ada klarifikasi dan perbaikan yang dilakukan, tetapi Balai P2P Sulawesi III tetap saja melanjutkan tahapan selanjutnya yang dinilai inprosedural. Malah pihak SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi tenggara sudah melakukan pembekalan pendamping akan dimulai Selasa, 23 – 24 maret 2022, FKPMI juga beberapa kali berusaha menemui PPK Rumah Swadaya di kantor, akan tetapi justru mendaptkan jawaban yang mengagetkan bahwa yang bersangkutan sudah jarang masuk kantor”.

FKPMI juga meminta Kementerian PUPR RI untuk menunda pelaksanaan kegiatan proses pembekalan Korkan dan TFL, sampai ada klafikasi jelas dari pihak berwenang atau mengganti KA Balai P2P dan PPK Rumah Swadaya SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tenggara dinilai bekerja tidak sesuai prosedur yang ada.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Baso Amrin Natsir, saat ditemui diruangannya pada hari Jumat, (18/03/22) malam, mengatakan bahwa Ia belum mendapatkan surat resmi dari Balai P2P Sulawesi III terkait nama yang lulus hasil seleksi panitia.

Reporter : Laode Abubakar
Redaktur : Dewi Pelangi