80 Mahasiswa IPB Jalani KKN Tematik di Indramayu, Siap Dorong Inovasi Pembangunan Desa

INDRAMAYU.radarinfprmasi.com – Sebanyak 80 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Juntinyuat, Indramayu, Pasekan, Cantigi, dan Kandanghaur. Selama lebih dari satu bulan, mereka akan tinggal bersama masyarakat untuk mengidentifikasi potensi desa, memetakan berbagai persoalan, serta menyusun program yang dapat mendukung pembangunan di wilayah setempat.

Kegiatan diawali dengan serah terima mahasiswa KKN Tematik IPB Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Momentum tersebut menjadi awal sinergi antara pemerintah daerah, IPB, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan daerah. Senin (6/7/2026)

Pelaksana Tugas Sekretaris Bapperida Kabupaten Indramayu, El Gharif Hajar Aswad, mewakili Plt. Kepala Bapperida, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IPB yang kembali memilih Indramayu sebagai lokasi KKN Tematik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk menghubungkan hasil kajian akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mampu menyatu dengan masyarakat serta menghadirkan solusi bagi pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN yang berlangsung mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026 diharapkan mampu mendorong mahasiswa beradaptasi dengan cepat, memahami karakteristik wilayah, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Beginer Subhan, mengatakan KKN merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah. Menurutnya, mahasiswa perlu terjun langsung ke masyarakat agar mampu memahami persoalan sekaligus menggali potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi masyarakat serta mencari solusi berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.

Salah seorang peserta KKN, Faridatun Ainun Nisha dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK IPB yang ditempatkan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, mengaku ingin mempelajari secara langsung kondisi masyarakat pesisir yang kerap terdampak banjir rob.

“Saya ingin mengetahui bagaimana masyarakat menghadapi banjir rob dan memahami upaya-upaya yang telah dilakukan. Semoga pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi kami sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, IPB, dan masyarakat, KKN Tematik 2026 diharapkan tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan inovasi serta rekomendasi yang mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu dan Universitas Pancasakti Tegal Matangkan Kerja Sama Program KKN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar rapat pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan kesepakatan bersama dengan Universitas Pancasakti Tegal terkait pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Indramayu, Rabu (01/04/2026).

Rapat dibuka oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu, Ade Suharyati, dan dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait. Sementara itu, pihak Universitas Pancasakti Tegal mengikuti jalannya pembahasan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bentuk dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut.

Dalam forum tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan kerja sama akan melibatkan tiga pihak utama, yakni LPPM Universitas Pancasakti Tegal, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) guna menunjang pelaksanaan program di lapangan.

Perwakilan Universitas Pancasakti Tegal, Sanday Jamaludin bersama Rizky Amaliyah Sholikhah selaku Sekretaris KKN, mengungkapkan bahwa pihak kampus sebelumnya telah melakukan survei awal di 10 desa di Kecamatan Gabuswetan.

Sanday menyampaikan, berdasarkan keterangan Plt. Camat Gabuswetan, Nono Sugiono, Desa Rancahan dan Desa Rancamulya merupakan bagian dari wilayah kecamatan tersebut dan menjadi perhatian dalam rencana pelaksanaan KKN.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kesesuaian program mahasiswa, lokasi KKN akhirnya ditetapkan di sembilan desa.

Dalam pelaksanaannya, setiap desa akan ditempatkan sekitar 15 mahasiswa yang akan menjalankan program pengabdian selama kurang lebih 90 hari. 

Kegiatan KKN akan difokuskan pada lima sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya.

Kesepakatan bersama dan PKS ini menjadi wujud komitmen antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Universitas Pancasakti Tegal dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tekan Angka Pernikahan Usia Anak, TP PKK Sukagumiwang Dorong Edukasi CERDIN

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komitmen mencegah praktik pernikahan dini terus diperkuat di Kecamatan Sukagumiwang. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui kegiatan CERDIN (Cerdas Tanpa Pernikahan Dini) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 144 Universitas Padjadjaran di Balai Desa Sukagumiwang, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Ketua TP PKK Kecamatan Sukagumiwang, dr. Mentari Mulya Setiawan, sebagai pemateri utama. 

Dalam penyampaiannya, ia menyoroti berbagai dampak negatif pernikahan di usia anak, di antaranya risiko kesehatan reproduksi, terhentinya pendidikan, hingga permasalahan sosial dan ekonomi yang dapat muncul dalam kehidupan rumah tangga.

Menurut dr. Mentari, remaja perlu dibekali pemahaman yang memadai agar mampu merancang masa depan secara matang. 

“Generasi muda harus tumbuh sehat dan siap. Pengetahuan menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan besar, termasuk soal pernikahan,” ujarnya.

Dari sisi keagamaan, Ketua KUA Kecamatan Sukagumiwang, Drs. H. Abdul Haris, menegaskan bahwa pernikahan tidak hanya soal batas usia. 

Ia menyampaikan bahwa kesiapan mental, spiritual, dan tanggung jawab menjadi aspek penting yang harus dipahami sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. 

Edukasi dini dinilai efektif untuk menekan angka pernikahan usia anak di masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPTD Disduk P2KB Kecamatan Sukagumiwang, Hj. Imas Masitoh, yang diwakili Sucipto, menekankan bahwa pernikahan dini berpengaruh langsung terhadap kualitas keluarga serta indikator kesehatan ibu dan anak. 

Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menciptakan keluarga yang sehat dan terencana.

Diskusi dipandu oleh Rahmania Devina, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang mengajak peserta berdialog secara interaktif mengenai kesehatan reproduksi remaja, perencanaan pendidikan, serta peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh kalangan remaja, kader PKK, serta masyarakat umum yang tampak antusias hingga akhir acara. 

Beragam pertanyaan mencuat, mulai dari dampak medis pernikahan dini hingga pengaruhnya terhadap masa depan pendidikan dan ekonomi keluarga.

Melalui program CERDIN, KKN 144 Universitas Padjadjaran bersama TP PKK Kecamatan Sukagumiwang berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat dalam merencanakan masa depan secara bijak. 

Program ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menurunkan angka pernikahan dini serta mencetak generasi Sukagumiwang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Gebyar Pelayanan Publik Bersama KKN Unpad, Sinergi Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Warga Sukagumiwang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Gebyar Pelayanan Publik sebagai upaya mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah dan akademisi dalam menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, dan tanpa biaya, Senin (26/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhi beragam layanan terpadu, salah satunya pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Dukcapil. 

Warga dapat mengurus berbagai dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), hingga Akta Kelahiran. Layanan ini dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan waktu untuk mengurus dokumen ke pusat pelayanan.

Selain administrasi kependudukan, panitia juga membuka layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Melalui kepemilikan NIB, pelaku usaha diharapkan semakin mudah mengembangkan usaha secara legal, mengakses permodalan, serta memperluas jaringan pemasaran.

Gebyar Pelayanan Publik ini juga memberikan layanan pengurusan sertifikat halal dan Izin Rumah Tangga Pangan (IRTP), yang menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman. 

Sertifikasi tersebut bertujuan menjamin keamanan produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Di sektor kesehatan, masyarakat mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. 

Layanan ini disambut antusias warga karena memudahkan deteksi dini kondisi kesehatan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara rutin.

Seluruh layanan yang disediakan dalam kegiatan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal tanpa beban administrasi.

Tak hanya fokus pada pelayanan langsung, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penguatan kapasitas Petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kecamatan Sukagumiwang yang dilaksanakan di Sekretariat PKK Kecamatan. 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Daya Sosial, Cucu Awenda, dengan tujuan meningkatkan peran Puskesos dalam memberikan layanan sosial yang responsif dan tepat sasaran.

Selain itu, Gebyar Pelayanan Publik turut menghadirkan kegiatan literasi perbankan yang melibatkan BRI, Bank BJB, dan BSI Cabang Jatibarang Indramayu. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ki Sapu Angin Kecamatan Sukagumiwang ini diikuti oleh Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Sukagumiwang beserta anggota. 

Peserta memperoleh pemahaman seputar layanan perbankan, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan produk keuangan secara aman dan bijak.

Tidak hanya literasi, masyarakat juga dapat langsung mengakses layanan perbankan seperti pembukaan rekening ATM serta aktivasi layanan digital, termasuk BJB Digi. 

Langkah ini diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan serta pemanfaatan layanan keuangan digital di tengah masyarakat.
Camat Sukagumiwang, Moh. 

Mulya Setiawan, S.STP., turut meninjau langsung jalannya kegiatan dan berdialog dengan warga. 

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang dekat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Gebyar Pelayanan Publik ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin efektif, inklusif, dan berdampak pada kesejahteraan warga,” ujarnya.

Melalui kolaborasi pemerintah kecamatan, instansi terkait, perbankan, serta mahasiswa KKN Unpad, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh pelayanan terpadu yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.

Sumber: Humas Sukagumiwang

Andika

Sinergi Pemerintah dan Mahasiswa, KKN Unpad Fokuskan Program Pengelolaan Sampah di Sukagumiwang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., menghadiri kegiatan Lokakarya Rencana Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang digelar di Aula Balai Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Senin (19/1/2026).

Lokakarya tersebut mengangkat tema pengelolaan sampah sebagai fokus utama pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi tahapan awal pelaksanaan KKN guna memaparkan sekaligus menyelaraskan rencana program kerja mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Desa Sukagumiwang.

Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang, Pemerintah Desa Sukagumiwang, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN Universitas Padjadjaran.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Sukagumiwang sebagai lokasi KKN dengan tema pengelolaan sampah. 

Ia menilai persoalan sampah merupakan isu strategis yang memerlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk peran aktif perguruan tinggi.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui edukasi, inovasi, serta pendampingan yang berkelanjutan. 

Camat juga mendorong agar program yang dirancang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah desa dan kecamatan, khususnya dalam mendukung kebersihan lingkungan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukagumiwang, Sudarmono, menyatakan bahwa pemerintah desa menyambut baik pelaksanaan KKN Unpad dan siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan. 

Ia mengungkapkan bahwa permasalahan sampah masih menjadi tantangan di tingkat desa, baik dari aspek kesadaran masyarakat maupun sistem pengelolaan yang belum optimal.

Ia berharap program kerja yang disusun mahasiswa dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sampah, serta pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomis. 

Sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dinilai penting agar manfaat kegiatan KKN dapat dirasakan secara langsung.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Toni Setiawan, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa lokakarya rencana program kerja merupakan bagian penting dari proses akademik KKN. 

Melalui kegiatan ini, program yang dirancang mahasiswa diharapkan berbasis pada kebutuhan masyarakat serta selaras dengan potensi dan permasalahan yang ada di desa.

Ia menambahkan, tema pengelolaan sampah dipilih karena memiliki relevansi tinggi dengan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan partisipatif, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan dan mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat.

Lokakarya berlangsung secara interaktif dengan pemaparan rencana program kerja serta masukan dari pemerintah kecamatan dan desa. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi pelaksanaan KKN Universitas Padjadjaran di Desa Sukagumiwang, sehingga mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat. 

(Sumber: Humas Sukagumiwang / Andika).

Tinjau KKN Tematik Unpad di Indramayu, Sekda Jabar Tekankan Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun langsung meninjau pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) di Desa Linggajati, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Senin (12/1/2026).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan program pengabdian mahasiswa berjalan seiring dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa. 

Dalam kesempatan itu, Herman menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Menurut Herman Suryatman, keterlibatan ribuan mahasiswa Unpad di lapangan membawa misi strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Terdapat tiga fokus utama dalam KKN Tematik ini, yaitu pengentasan kemiskinan, pendampingan pencegahan stunting, dan pengelolaan sampah. Selain itu, ada program pendukung berupa penanaman cabai dan sayuran di pekarangan rumah warga,” jelas Herman.

Program pemanfaatan pekarangan tersebut dirancang untuk membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan sekitar 100 ribu bibit tanaman yang akan disalurkan selama pelaksanaan KKN.

Herman berharap masyarakat Indramayu dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami mendorong warga agar pekarangan rumah bisa menjadi sumber pangan mandiri, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui hasil panen,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Herman didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu Jafar Abdullah, Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu Iin Indrayati, serta Camat Arahan Rohaenah.

Sementara itu, Jafar Abdullah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung penuh pelaksanaan KKN Tematik Unpad yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi desa-desa lokasi KKN.

Hal senada disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Unpad, merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Iin merinci, pada pelaksanaan KKN tahun ini sebanyak 2.635 mahasiswa Unpad diterjunkan ke 158 desa yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dengan fokus utama pada program pengentasan kemiskinan.

Melalui KKN Tematik tersebut, diharapkan terjalin sinergi antara gagasan inovatif mahasiswa dan kebijakan pemerintah provinsi serta daerah, sehingga mampu menghadirkan perubahan nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat pedesaan.

(S/Diskom/Andika)

Bupati Lucky Hakim Lepas Ribuan Mahasiswa Unpad KKN di Kota Mangga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi melepas ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Indramayu. Prosesi pelepasan digelar di Pelataran Rektorat Kampus Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (9/1/2026).

Program KKN ini diikuti mahasiswa semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dan akan berlangsung selama Januari hingga Februari 2026. Para mahasiswa dijadwalkan terjun langsung ke desa-desa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi lintas entitas dalam pelaksanaan KKN tersebut. 

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan, khususnya upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu.

“Terima kasih atas kerja sama lintas entitas ini. Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak bisa bekerja sendiri. Menurunkan angka kemiskinan di Jawa Barat salah satunya dimulai dari Indramayu, karena kami bagian dari provinsi ini,” ujar Lucky Hakim.

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mendukung penuh pelaksanaan KKN, termasuk penyediaan data serta keterlibatan seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami siap secara data dan akan mengerahkan seluruh camat serta kepala desa untuk berkolaborasi. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga dan belum tentu kembali kita dapatkan di antara kabupaten/kota lain di Jawa Barat,” tegasnya.

Lucky Hakim juga berharap program KKN tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi dapat berkelanjutan melalui berbagai inovasi yang mampu mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan di Indramayu.

Sebagai informasi, sebanyak 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran akan diterjunkan ke 203 desa yang tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang, dalam program KKN periode Januari–Februari 2026.

(S/Diskom/Andika)

Mahasiswa STIK-PTIK Laksanakan KKN di Indramayu, Bupati Lucky Hakim Berikan Pesan Motivasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pendopo Kabupaten Indramayu kedatangan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jumat (21/3)

STIK-PTIK sendiri merupakan lembaga pendidikan kedinasan dan akademik Polri di bawah naungan Lembaga Pendidikan Polri. Perwira pendamping dari Mabes Polri, Doddy, turut mendampingi mereka dalam kegiatan ini.  

“Sebanyak 19 mahasiswa kepolisian melaksanakan KKN di Indramayu selama empat hari. Kegiatan mereka mencakup mediasi di Polres, berinteraksi dengan masyarakat di masjid, berbagi takjil, serta mengunjungi panti jompo,” katanya. Kamis (20/3)

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut baik kedatangan mahasiswa STIK-PTIK. Dalam sambutannya, dia mengapresiasi pengalaman para mahasiswa kepolisian yang telah ditempa di berbagai daerah dengan kondisi sosial dan budaya yang berbeda. 

“Menjadi polisi bukan hal mudah. Berhadapan langsung dengan berbagai masalah di tempat dan kultur yang berbeda. Hanya orang hebat yang bisa bertahan,” tambahnya.  

Dalam diskusi bersama mahasiswa, Bupati Lucky Hakim membahas berbagai permasalahan di Indramayu, seperti anak telantar, panti jompo, kriminalitas, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta kasus pekerja migran Indonesia (PMI). Dia menekankan, polisi harus memiliki motivasi kuat dan tujuan jelas dalam menjalankan tugasnya.  

“Polisi mungkin sering tidak disukai, tetapi sangat dibutuhkan. Maka, harus bisa mengelola emosi dan menjaga sikap dalam bertugas. Seragam polisi memiliki marwah dan harapan besar dari masyarakat. Jaga image, pandai membawa diri, dan tetap profesional,” pesannya.  

Sebagai penutup, Bupati Lucky Hakim mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa STIK-PTIK atas kontribusi mereka selama berada di Indramayu. Dia juga memberikan semangat kepada para mahasiswa agar tetap teguh dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih sudah datang, berkunjung ke pendopo, mendampingi masyarakat, membela masyarakat, mengunjungi panti jompo, dan berinteraksi langsung dengan warga. Kalian telah memberikan pengayoman luar biasa selama empat hari di sini. Mudah-mudahan angkatan 82 ini tidak melupakan Indramayu kelak ketika sudah sukses,” tutupnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal