P3-TGAI D.I. Cinagara Disorot, Pondasi Terendam Air

BOGOR.radarinformasi.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Cinagara, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp195 juta itu didapati memasang pondasi pada galian yang masih dipenuhi genangan air.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane yang dilaksanakan oleh P3A Bumi Tani Cinagara Asri dengan nilai bantuan Rp195.000.000 berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nomor HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.3.

Hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan dasar galian pondasi masih dipenuhi air berlumpur. Meski demikian, batu-batu pondasi telah terlihat dipasang di dalam genangan tersebut. Hingga saat pemantauan dilakukan, tidak tampak adanya upaya pengeringan lokasi pekerjaan.

Dalam pekerjaan konstruksi saluran irigasi, area pemasangan pondasi pada umumnya diupayakan berada dalam kondisi kering agar dasar galian dapat diperiksa, dibersihkan dari lumpur, serta memastikan pondasi bertumpu pada tanah yang memiliki daya dukung memadai. Pada kondisi saluran yang masih dialiri air, lazim diterapkan kisdam (cofferdam) atau metode pengalihan aliran sementara agar lokasi pemasangan pondasi terbebas dari genangan selama proses pekerjaan berlangsung.

Namun, pada pekerjaan di D.I. Cinagara, awak media tidak menemukan adanya kisdam maupun metode pengendalian air lainnya pada titik pemasangan pondasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan yang diterapkan oleh pelaksana pekerjaan.

Selain persoalan teknis, sejumlah warga juga mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi mengatakan bahwa masyarakat di wilayah proyek tersebut tidak dilibatkan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Enggak tahu, Pak. Kalau dari rencananya di RT saya, pas pelaksanaannya ternyata berbeda,” ujarnya.

Warga tersebut juga mengaku tidak melihat adanya pelibatan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaan, padahal program P3-TGAI pada prinsipnya mengedepankan pola swakelola dan pemberdayaan masyarakat.

Apabila pemasangan pondasi dilakukan tanpa dasar galian yang memadai dan tanpa pengendalian air, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pendamping teknis mengenai metode pekerjaan yang digunakan di lapangan, termasuk terkait mekanisme pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jaka selaku mandor pelaksana telah dimintai penjelasan terkait pemasangan pondasi di tengah genangan air, tidak terlihatnya kisdam di lokasi pekerjaan, serta adanya keluhan warga mengenai minimnya informasi dan pelibatan masyarakat. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada P3A Bumi Tani Cinagara Asri, pendamping teknis, maupun BBWS Ciliwung Cisadane untuk memberikan klarifikasi. Apabila terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait, berita ini akan diperbarui sesuai prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

P3A Tunas Mekar 1 Laksanakan Pembangunan Irigasi P3-TGAI di D.I. Batu Kembar

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Batu Kembar, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dalam meningkatkan kualitas jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, pembangunan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 berdasarkan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.1, dengan pelaksana P3A Tunas Mekar 1.

Ketua P3A Tunas Mekar 1, Asep Saepuloh, mengatakan program P3-TGAI menjadi angin segar bagi para petani di Desa Ciderum karena keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengairan lahan pertanian.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan pelaksanaan Program P3-TGAI kepada P3A Tunas Mekar 1. Kami berharap pembangunan ini dapat memperlancar aliran air sehingga para petani lebih mudah memenuhi kebutuhan irigasi sawah,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat melalui sistem padat karya. Selain memperbaiki infrastruktur irigasi, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang ikut terlibat dalam proses pengerjaan.

Menurut Asep, kualitas pekerjaan menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Harapan kami, saluran irigasi ini dapat dimanfaatkan dalam waktu lama dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan para petani di Desa Ciderum,” tuturnya.

Program P3-TGAI merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, diharapkan distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan hasil panen petani.

Program P3-TGAI di D.I. Ciletuh Perkuat Infrastruktur Irigasi Pertanian Desa Ciderum

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Ciletuh, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane yang bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, pembangunan bersumber dari APBN Tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417, dan dilaksanakan oleh P3A Tani Mandiri.

Ketua P3A Tani Mandiri, Beni Herdiansyah, mengatakan program tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi penopang aktivitas pertanian masyarakat di Desa Ciderum.

“Program P3-TGAI ini sangat membantu para petani. Dengan adanya perbaikan saluran irigasi, kami berharap distribusi air menjadi lebih lancar sehingga lahan pertanian dapat terairi secara optimal,” ujar Beni.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar melalui pola padat karya. Selain menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat bagi petani, program tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat selama proses pembangunan berlangsung.

Beni berharap pembangunan dapat selesai sesuai jadwal dengan kualitas yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin hasil pekerjaan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi petani. Ketika jaringan irigasi berfungsi dengan baik, produktivitas pertanian akan meningkat dan hasil panen diharapkan menjadi lebih maksimal,” tuturnya.

Melalui Program P3-TGAI, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Ciderum semakin meningkat serta mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

Red

P3-TGAI Tahun 2026 Hadir di Desa Pancawati, Dukung Produktivitas Pertanian

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali hadir untuk mendukung peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Citengah, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.


Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000.

Sesuai informasi pada papan kegiatan, pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.6. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Legok Pancawati.

Ketua P3A Mitra Cai Legok Pancawati, Rusdi, mengatakan program P3-TGAI menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan para petani, khususnya dalam penyediaan jaringan irigasi yang lebih baik.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan saluran irigasi yang lebih baik, distribusi air ke lahan pertanian akan semakin lancar sehingga para petani bisa lebih optimal dalam mengelola sawahnya,” ujar Rusdi.

Menurutnya, pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat melalui pola padat karya. Selain memperbaiki infrastruktur irigasi, program tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi warga selama proses pembangunan berlangsung.

Rusdi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan bangunan yang berkualitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap saluran irigasi ini mampu mendukung produktivitas pertanian di Desa Pancawati. Jika pasokan air lancar, tentu hasil panen petani juga diharapkan menjadi lebih baik dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” tuturnya.

Program P3-TGAI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, sektor pertanian diharapkan semakin produktif serta mampu memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Desa Pancawati Disambut Antusias Petani dan Masyarakat

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilakukan di Daerah Irigasi (D.I.) Cilonjong, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.

Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Sugih Mukti 3 dengan Ketua Kelompok Tani Iyus.

Ketua Kelompok Tani, Iyus, mengatakan program P3-TGAI merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung sektor pertanian melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi. Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang baik akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah Desa Pancawati kembali mendapatkan program P3-TGAI. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Ciliwung Cisadane yang telah memperhatikan kebutuhan petani. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” ujar Iyus.

Ia berharap pembangunan saluran irigasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap hasil pertanian masyarakat serta menjadi infrastruktur yang bermanfaat dalam jangka panjang.

“Dengan irigasi yang baik, aliran air menuju sawah akan semakin lancar sehingga para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama saat musim kemarau. Kami optimistis program ini akan berdampak pada meningkatnya hasil panen dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Iyus juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar ikut merawat saluran irigasi ini. Jangan membuang sampah ke saluran air dan mari rutin membersihkannya agar tidak terjadi penyumbatan. Infrastruktur ini dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) 03 Desa Pancawati, Asep, yang akrab disapa Daseng, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya atas pelaksanaan program P3-TGAI di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat dan para petani.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut dengan antusias adanya program P3-TGAI ini. Saluran irigasi yang baik sangat dibutuhkan petani untuk menunjang aktivitas pertanian. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Pancawati dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah kami,” ungkap Daseng.

Daseng juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program sekaligus menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami siap mendukung penuh program ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga serta merawat saluran irigasi yang telah dibangun. Dengan semangat gotong royong, kami yakin manfaat program ini akan terus dirasakan oleh para petani dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui pola swakelola, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, program ini juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.

Red

Mantan Kades Ciherang Pondok Jadi Korban Penusukan Usai Salat Jumat

BOGOR.radarinformasi.com — Aksi kekerasan kembali terjadi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Seorang pengusaha rafting berinisial J, yang diketahui merupakan mantan Kepala Desa Ciherang Pondok, menjadi korban penusukan oleh tetangganya sendiri, Jumat (13/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, tak lama setelah korban selesai melaksanakan salat Jumat. Lokasi kejadian berada di sekitar kediaman korban, wilayah Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Caringin, AKP Jajang, membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut. “Abis solat Jumat,” kata AKP Jajang saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan kepolisian, penusukan dilakukan secara langsung dan berhadapan menggunakan senjata tajam jenis pisau. Terduga pelaku berinisial M diketahui merupakan tetangga korban sendiri.

Usai kejadian, warga sekitar sempat digegerkan dengan proses penangkapan pelaku yang dilakukan aparat kepolisian. Dalam video yang beredar di media sosial, pelaku terlihat mengenakan pakaian berwarna merah gelap saat diamankan. “Pelaku sudah kami amankan, M, tetangga korban,” jelas Jajang.

Sementara itu, korban J langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.

“Korban sudah ditangani di rumah sakit. Perkaranya saat ini masih dalam penanganan kami,” pungkas AKP Jajang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik penusukan tersebut serta memastikan kronologi lengkap kejadian. Polisi memastikan kasus ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Rizal

Warga Ditemukan Diduga Hendak Bunuh Diri di Jembatan Cikereteg, Korban Dilarikan ke RS Ciawi

BOGOR.radarinformasi.com — Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diduga berupaya melakukan bunuh diri di Jembatan Cikereteg, Kampung Cikereteg RT 02/04, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, pada Minggu (21/12/2025) sore.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 18.00 WIB oleh seorang saksi bernama Rio, warga Kampung Cikereteg RT 03/11, Desa Ciderum. Saksi melihat seorang pria tak dikenal tergeletak di sekitar lokasi jembatan dalam kondisi memprihatinkan. Menyadari situasi darurat, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi aparat setempat.

Babinsa Desa Ciderum dan Bhabinkamtibmas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Polsek Caringin. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Ciawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Berdasarkan data sementara, korban diketahui bernama Muhammad Yusuf (23), warga Kampung Ciherang Satim RT 01/06, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Sejumlah langkah cepat dilakukan oleh aparat gabungan, antara lain mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan koordinasi lintas unsur dengan Polsek Caringin, mengevakuasi korban ke rumah sakit, serta melaporkan kejadian tersebut kepada komando atas.

Adapun personel yang terlibat di lokasi kejadian meliputi Kapolsek Caringin, Kanit Reskrim Polsek Caringin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota Reskrim, Ketua RT 02 Desa Ciderum, serta warga sekitar.

Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait latar belakang dan penyebab peristiwa tersebut.

Rizal

Polemik Proyek Irigasi di Caringin: Pembangunan Belum Rampung Namun Sudah Ada Keretakan

BOGOR.radarinformasi.com – Proyek Rehabilitasi Fungsi Jaringan Irigasi D.I. Ciderum di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali menuai kritik tajam setelah awak media menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan kontrol sosial di lokasi pekerjaan. Salah satu temuan yang paling mencolok adalah Tembok Penahan Tanah (TPT) yang sudah mengalami keretakan, padahal proyek tersebut masih berjalan dan belum memasuki tahap penyelesaian. Senin (17/11/2025)

Proyek dengan anggaran Rp429.180.000 ini dikerjakan oleh PT Joskrindo Hutama Sinergy dengan pengawasan PT Gumilang Sajati, dan memiliki waktu pengerjaan 90 hari kalender. Namun, fakta di lapangan menimbulkan tanda tanya besar mengenai kualitas konstruksi dan transparansi proyek.

Awak media tidak hanya menemukan retakan pada TPT, tetapi juga mencatat tidak adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar perencanaan (rancangan teknis) yang biasanya dipasang untuk memastikan keterbukaan informasi publik. Ketidakhadiran dokumen-dokumen tersebut memperkuat dugaan minimnya transparansi dan potensi pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Ketika dikonfirmasi, salah satu pelaksana proyek, Asep, memberikan pengakuan mengejutkan. Ia menjelaskan bahwa keretakan terjadi karena TPT tersebut merupakan pekerjaan pemborong lama dan bagian yang dikerjakan saat ini hanyalah sambungan dari konstruksi sebelumnya.

“TPT itu kan pemborong lama yang buat, ini sambungan. Jadi kami hanya memperbarui bagian yang kurang, bukan dibongkar dan dibuat baru,” ujar Asep dengan terbata-bata.

Selain retakan, awak media juga menemukan genangan air di sekitar pondasi awal yang dikhawatirkan dapat melemahkan struktur bangunan. Pemasangan pondasi pada kondisi tanah basah sangat berisiko menyebabkan retakan dini serta mengurangi kekuatan konstruksi secara keseluruhan.

Fakta-fakta tersebut menimbulkan pertanyaan serius: mengapa proyek dengan nilai hampir setengah miliar rupiah justru hanya melakukan tambal-sulam, bukan rehabilitasi total? Padahal tujuan rehabilitasi adalah memperbaiki keseluruhan struktur agar kembali berfungsi maksimal, bukan memperbarui bagian tertentu saja.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat bahwa proyek dilakukan dengan pola asal jadi, tanpa memastikan standar teknis terpenuhi dan tanpa dokumentasi perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Rizal(pihak kontraktor) belum memberikan keterangan resmi terkait rangkaian temuan tersebut meskipun awak media sudah mencoba untuk berkomunikasi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar potensi kerugian anggaran dan kegagalan konstruksi dapat dicegah.

Dewi

Kecelakaan Maut di Caringin, Satu Pengendara Motor Tewas

BOGOR.radarinformasi.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di depan Pasar Caringin Maseng, Kabupaten Bogor, pada Minggu (16/3). Insiden ini melibatkan sebuah mobil sedan berwarna silver yang diduga kehilangan kendali hingga menabrak kendaraan lain dari arah berlawanan, termasuk sebuah sepeda motor. Akibatnya, pengendara motor tewas di tempat.

Berdasarkan keterangan warga, mobil sedan silver tersebut dikemudikan oleh seorang sopir yang diduga dalam kondisi mabuk. Kendaraan itu kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan, lalu menghantam sebuah mobil Avanza hitam, menabrak seorang tukang parkir, serta pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Saksi mata lain menuturkan, bahwa mobil sedan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya oleng dan menabrak kendaraan lain. “Tiba-tiba mobil oleng, lalu menabrak motor dan kendaraan lainnya dari arah berlawanan,” ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Hingga saat ini, kondisi pengemudi mobil sedan belum dapat dipastikan.

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan cukup panjang di sekitar lokasi kejadian. Warga setempat berharap para pengguna jalan lebih berhati-hati agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Reporter : Rizal

Koramil 0621-11/Ciawi Adakan Danramil Cup II Mini Soccer U-12 : Dalam Rangka HUT RI Ke-79 dan Mencari Bibit Pemain Muda

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79 se-wilayah Kecamatan Caringin dan Ciawi, Koramil 0621-11/Ciawi menggelar acara pembukaan Danramil Cup Mini Soccer U-12 di lapangan desa Bendungan pada Senin, 29 Juli 2024 sekitar pukul 08.30 WIB.

Rentetan acara dimulai dengan upacara resmi yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Acara ini diadakan karena sepak bola Indonesia sedang dalam kondisi yang maju.

“Danramil 0621- Ciawi mengadakan Danramil Cup ke 2 dalam Rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, meneruskan perjuangan para pejuang yang telah mendahului kita,” ucap Mayor Arm M. Sutrisna dalam sambutannya.

Setelah Apel, acara dilanjutkan dengan pembacaan janji atlet yang diwakili oleh salah satu pemain mini soccer. Selain itu, janji wasit juga dibacakan untuk menegaskan komitmen terhadap sportivitas dan keadilan dalam pertandingan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh masyarakat, antara lain Camat Ciawi, Camat Caringin yang diwakili oleh Sekretaris Camat (Sekcam), Kapolsek Ciawi yang diwakili oleh Kanit, Kepala KUA, Ketua MUI Ciawi dan Caringin, serta pimpinan asosiasi kepala desa Kecamatan Caringin. Turut hadir juga Direktur Bank Dana Mandiri Bersama (DMB), perwakilan dari Prima Ettawa Milk dan para panitia penyelenggara Danramil Cup Mini Soccer.

Selain dihadiri oleh para pejabat dan tokoh masyarakat, acara ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai sponsor, termasuk Prima Ettawa Milk, Bank Dana Mandiri, serta beberapa perusahaan yang berada di Kecamatan Caringin.

Peserta dalam Danramil Cup Mini Soccer U-12 ini terdiri dari siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Ciawi dan Caringin. Mereka berkompetisi untuk memperebutkan gelar juara dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang olahraga sepak bola.

Danramil Cup Mini Soccer U-12 ini diadakan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola usia dini di wilayah tersebut, sekaligus memberikan kesempatan bagi para pemain muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dalam olahraga sepak bola.

Pertandingan pertama resmi dibuka dengan penendang bola pertama secara simbolis yang dilakukan oleh beberapa perwakilan tamu dan tokoh masyarakat setempat. Lalu dilanjutkan dengan pertandingan antar tim SD di Kecamatan Caringin – Ciawi.

Reporter : Rizal
Redaktur : Dewi