Proyek Polypropylene Plant Balongan Resmi Masuki Tahap Konstruksi, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengembangan industri petrokimia di Kabupaten Indramayu memasuki babak baru. PT Polytama Propindo resmi memulai pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digadang-gadang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri dan ekonomi daerah.

Peresmian dimulainya proyek tersebut ditandai melalui kegiatan launching yang berlangsung di area pabrik PT Polytama Propindo, Indramayu, Senin (22/6/2026).

Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, mengatakan proyek Polypropylene Plant Balongan merupakan tonggak penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat industri petrokimia nasional.

“Hari ini merupakan momen yang sangat penting bagi PT Polytama karena diberikan kepercayaan untuk menjalankan proyek ini. Kami menyadari keberhasilan proyek membutuhkan niat, komitmen, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.

Menurut Avianto, peningkatan kapasitas produksi melalui proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri pendukung maupun industri hilir yang memanfaatkan produk petrokimia, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro), Sukriyanto, menilai pembangunan pabrik kedua tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri petrokimia dan industri turunannya di kawasan industri Balongan.

Ia menjelaskan bahwa proyek PPB merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja sama dan komitmen berbagai pihak.

“Kami berharap seluruh tim proyek terus bekerja secara optimal di lapangan. Apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik, dan apabila terdapat kendala dapat segera dievaluasi bersama sehingga tidak terjadi stagnasi. Ini merupakan langkah besar yang akan berkontribusi terhadap penguatan industri nasional,” katanya.

Di sisi lain, Project Manager Wuhuan Engineering Co., Ltd., Xue Jin Yong, menyampaikan bahwa proyek Polypropylene Plant Balongan kini resmi memasuki tahap konstruksi. Pihaknya menargetkan proyek tersebut selesai sesuai jadwal dengan standar kualitas tinggi, operasional yang andal, serta biaya perawatan yang efisien.

Xue optimistis target tersebut dapat tercapai melalui pengawasan yang ketat dan kolaborasi yang solid antara PT Polytama Propindo, PT Tuban Petrochemical Industries, Pertamina, serta seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turut mengapresiasi dimulainya proyek yang dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan sektor industri strategis nasional.

Menurutnya, investasi besar di sektor petrokimia akan menjadi magnet bagi tumbuhnya berbagai industri turunan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Bupati Lucky Hakim meyakini kehadiran proyek tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya peluang usaha baru, meningkatnya kesempatan kerja, hingga transfer pengetahuan dan keterampilan bagi sumber daya manusia lokal.

“Hadirnya investasi dan industri seperti ini, kami berharap semakin banyak kesempatan kerja tersedia di daerah. Saya juga berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan komunikasi yang baik agar proyek berjalan lancar serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan dimulainya tahap konstruksi Proyek Polypropylene Plant Balongan, Kabupaten Indramayu diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan industri strategis. Selain mendukung ketahanan industri petrokimia nasional, proyek ini juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan berkembangnya industri turunan di masa mendatang.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Sukra Disiapkan Jadi Kawasan Industri, Pemerintah Jaga Keseimbangan dengan Lahan Pertanian

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kecamatan Sukra bersiap memasuki babak baru sebagai kawasan industri strategis. Pengembangan ini dilakukan dengan komitmen kuat untuk tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lahan pertanian.

Pemerintah Kecamatan Sukra menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Camat Sukra, Sigit Widiyanto, menegaskan bahwa industrialisasi di wilayahnya diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kami mendukung penuh selama prosesnya sesuai aturan. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Langkah pengembangan kawasan industri ini turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu (19/4/2026).

Dalam kunjungannya, Nusron memastikan bahwa pemanfaatan lahan untuk mendukung program hilirisasi industri tetap sesuai dengan ketentuan tata ruang. Pemerintah, kata dia, berhati-hati dalam kebijakan alih fungsi lahan agar tidak mengganggu kawasan pertanian yang dilindungi.

“Kami memastikan lahan yang digunakan tidak termasuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan maupun Lahan Sawah Dilindungi. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap alih fungsi lahan menjadi hal strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.

Melalui pendekatan kolaboratif antara berbagai pihak, Sukra diharapkan berkembang sebagai kawasan industri yang modern tanpa mengorbankan peran strategisnya sebagai lumbung pangan. 
Pemerintah berkomitmen menjaga agar pembangunan tidak menggerus lahan pertanian secara masif.

Dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat, Sukra diproyeksikan menjadi kawasan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab ekologis di masa mendatang.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Persiapkan Kawasan Industri dan Potensi Unggulan, Bupati Indramayu Paparkan Perubahan Tata Ruang Kecamatan Krangkeng

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Ruang Rapat Prambanan, Gedung Ditjen Tata Ruang, Jakarta, pada Senin (26/5/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana, dan diikuti oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan kementerian/lembaga, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh rekomendasi strategis dalam penyusunan kebijakan tata ruang yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dirjen Suyus Windayana menegaskan pentingnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai instrumen operasional Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“RDTR menjadi dasar dalam pengendalian pemanfaatan ruang dan mempercepat proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hal ini akan mendorong investasi berkualitas serta memastikan pembangunan sesuai arah kebijakan tata ruang nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim memaparkan rancangan RDTR Kecamatan Krangkeng yang disusun untuk mengoptimalkan potensi wilayah. Dokumen ini diarahkan untuk menjadikan Kecamatan Krangkeng sebagai pusat kegiatan industri, pertanian, dan garam, yang didukung oleh pengembangan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

“RDTR Krangkeng disusun untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti industri penunjang Kawasan Rebana, pertanian pangan, serta pengembangan garam rakyat. Selain itu, konsep infrastruktur hijau seperti greenbelt dan jalur pejalan kaki juga diintegrasikan dalam dokumen perencanaan,” ujar Bupati.

RDTR Krangkeng turut memuat rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatigede untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya. Selain itu, terdapat rencana peningkatan jalan lingkungan menjadi jalan lokal, pengembangan saluran distribusi tenaga listrik untuk kawasan industri, pembangunan bangunan pengendali banjir, serta penambahan menara Base Transceiver Station (BTS) guna mengatasi area blankspot.

Dokumen RDTR juga mengalokasikan 8,96 persen wilayah sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta mencakup strategi mitigasi bencana dan perlindungan ekosistem secara menyeluruh.

Bupati Lucky menjelaskan bahwa wilayah perencanaan RDTR Kecamatan Krangkeng mencakup ±7.357,44 hektare atau sekitar 3,5 persen dari total luas Kabupaten Indramayu, yang meliputi 11 desa. Wilayah tersebut dirancang menjadi beberapa klaster pengembangan, yaitu pusat kegiatan industri, pengolahan garam, pertanian, perikanan, perumahan, perdagangan dan jasa, serta RTH.

“RDTR Krangkeng diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan wilayah, mempercepat proses perizinan melalui OSS Berbasis Risiko, serta mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup dan daya tarik investasi,” jelasnya.

Selain sebagai alat percepatan perizinan, RDTR Kecamatan Krangkeng juga menjadi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan daerah Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

“RDTR Krangkeng dirancang tidak hanya untuk mempercepat perizinan melalui OSS, tetapi juga memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sesuai visi Indramayu REANG,” tutup Bupati Lucky.

Rakor turut dihadiri oleh perwakilan lintas sektor, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pemerintah daerah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Jembrana. Pertemuan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam implementasi RDTR.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Pemkab dan Polres Indramayu Siapkan Tim Khusus di Kawasan Industri, Beri Jaminan Keamanan pada Investor

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Kapolres Indramayu AKBP. Ari Setyawan Wibowo melaksanakan penandatanganan kerja sama dalam penanganan bidang keamanan, ketentraman, dan ketertiban umum di Kabupaten Indramayu.

Penandatangan dilakukan dihadapan Gubernur dan Kapolda Jawa Barat di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (16/5/2025). 

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah tegas yang dilakukan Gubernur dan Kapolda Jawa Barat tersebut yang diberlakukan di seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. 

Sebagai tindak lanjut, pihaknya bersama Polres Indramayu dan lainnya akan menempatkan kesatuan atau tim khusus di kawasan industri dan pabrik lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu. 

Menurut Lucky Hakim penempatan pasukan khusus ini merupakan langkah antisipatif terhadap kemungkinan gangguan bagi investor yang melakukan usaha di Kabupaten Indramayu. 

Lucky menambahkan, pihaknya memberikan jaminan kepada para investor di Kabupaten Indramayu untuk menanamkan modalnya dalam berusaha. Pabrik sepatu di Kecamatan Krangkeng yang sebentar lagi melakukan operasional merupakan bukti bahwa investasi di Indramayu aman dan ramah bagi investor. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, selain penempatan pasukan khusus. Di kawasan industri juga harus ada penyidik Polri dan penyidik PPNS (Gakumdu). Hal ini untuk mengantisipasi jika ada masyarakat/ormas yang komplain tentang keberadaan pabrik/industri tidak boleh masuk ke pabrik tetapi harus diselesaikan di tingkat pasukan khusus yang ada di depan pabrik. 

Sementara itu Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan, dengan penguatan kerja sama ini akan makin tercipta keamanan, ketentraman dan ketertiban di wilayah Jawa Barat terutama untuk mendukung investasi yang meyerap tenaga kerja secara massal.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Lucky Hakim Dorong Percepatan Investasi, Kemenperin Verifikasi Kawasan Industri Losarang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kementerian Perindustrian RI melakukan verifikasi lapangan terkait pengajuan Kawasan Industri Losarang Kabupaten Indramayu pada Jumat (7/3/2025). Sabtu (8/3)

Verifikasi dilakukan langsung Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian RI, Winardi, di Kawasan Industri Losarang yang diterima langsung Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Direktur Utama PT. Wiratama Indramayu Perkasa Edward Sofiananda. 

Edward Sofiananda mengatakan, PT. Wiratama Indramayu Perkasa merupakan perusahaan yang tengah mengembangkan Kawasan Industri Losarang yang direncanakan berdiri di lahan seluas 1000 hektare. Untuk saat ini proses pembebasan lahan yang telah selesai sekitar 300 hektare. 

Edward menambahkan, di atas lahan sekitar 300 hektare tersebut sudah terdapat 20 tenan yang siap untuk bergabung dan mendirikan pabriknya. “Kami mengusulkan Kementerian Perindustrian agar kawasan yang kita bangun ini menjadi Kawasan Industri Losarang,” kata Edward. 

Sementara itu Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pihaknya siap melakukan percepatan untuk kemudahan investasi di Kabupaten Indramayu. Keberadaan Kawasan Industri Losarang diharapkan menjadi kebangkitan perekonomian di Kabupaten Indramayu. 

Terkait dengan kesiapan tenaga kerja, pihaknya meminta semua pihak menyiapkan berbagai skema mulai dari pelatihan melalui BLK, sekolah kejuruan, hingga lainnya. “Kita ingin bahwa kehadiran industri di Indramayu ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Indramayu,” kata Lucky. 

Sementara Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian RI, Winardi, saat ini tengah berlangsung proses akhir penentuan akhir kawasan industri. Sebelumnya Kementerian Perindustrian telah menerima berbagai dokumen persyaratan bahwa di Kabupaten Indramayu akan dibangun Kawasan Industri Losarang. 

Setelah menerima dokumen maka pihaknya harus melakukan verifikasi lapangan secara langsung. “Kami datang ke sini untuk melakukan verifikasi lapangan secara langsung,” katanya. 

Winardi menambahkan, setelah ditetapkan harus sebagai Kawasan Industri, maka perusahaan harus memenuhi ketersediaan infrastruktur dasar, air, limbah, kantor pengelola, listrik, dan sarana logistik lainnya. 

“Saat ini ada 166 Kawasan Industri di Indonesia. Jika selesai ditetapkan Kawasan Industri Losarang bisa jadi ke 167. Daerah yang memiliki Kawasan Industri ini cepat sekali mengalami perkembangan,” kata Winardi.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Indramayu Resmikan Kawasan Industri, Buka Lapangan Pekerjaan Baru

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabar gembira bagi masyarakat Indramayu!. Pembangunan kawasan peruntukan industri resmi dimulai dengan groundbreaking yang dilakukan di Kawasan Industri Losarang. Acara ini menandai langkah besar dalam upaya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rabu (19/2)

Bupati Indramayu, Nina Agustina, secara simbolis menandatangani prasasti peresmian sebagai tanda dimulainya proyek ini. Ia menegaskan bahwa penyelesaian rencana tata ruang wilayah  yang telah tertunda selama 8-9 tahun kini telah berhasil diselesaikan di masa kepemimpinannya. “Dengan adanya kawasan industri ini, diharapkan investasi meningkat dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta investor,”  ucap Nina Agustina pada Senin (17/02/25).

“Sejak awal, saya berjanji untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indramayu. Alhamdulillah, pada momen yang bersejarah ini, kawasan industri resmi dimulai dan menjadi hadiah di akhir masa jabatan saya,” ujar Bupati Nina Agustina.

Acara ini juga dihadiri oleh Letkol Yanuar (Dandim Indramayu), H. Sirojudin (Ketua DPC PDIP Indramayu), H. Gori (pengusaha), serta Kuwu Losarang, Kuwu Sugih. Para tokoh tersebut menyambut baik peresmian ini dan berharap kawasan industri dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, proyek ini juga mencatat sejarah baru dengan pembangunan pabrik kemasan makanan pertama di Indramayu, PT. Food Packaging Jaya. Pabrik ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung industri makanan di wilayah tersebut.

“Tentunya, ini adalah prestasi luar biasa. Kami berharap Indramayu bisa semakin maju dan berkembang pesat dengan adanya kawasan industri ini,” kata Letkol Yanuar.

Bupati Nina Agustina juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar. Ia menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat agar memahami manfaat besar dari kawasan industri ini bagi masa depan Indramayu.

Dengan groundbreaking ini, Indramayu semakin siap menjadi pusat industri yang menjanjikan, membawa dampak positif bagi masyarakat dan kemajuan daerah secara keseluruhan. Semangat untuk Indramayu yang lebih maju dan luar biasa.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dirgahayu Indramayu Ke 497 : Semakin Melesat Menuju Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan Hingga Industrial

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Saat ini Kabupaten Indramayu genap berusia 497 tahun. Berhitung angka, hampir lima abad dimana Raden Bagus Wiralodra menapakan jejak peradabannya di tatar pesisir sisi sungai Cimanuk, Minggu (6/10/2024).

Tapakan di pesisir utama Jawa ini sudah banyak dikenal orang sejak 500 tahun yang lalu. Catatan jalur rempah banyak menyebut Chiamo, Dermayu dan Indermajoe sebagai penghasil beras dan garam pada masa Hindu Budha hingga masa kolonial.

Diusianya yang ke 497, Indramayu tak mau kalah dengan daerah daerah lain. Keinginan untuk sepadan dan maju ditorehkan oleh Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina yang saat ini kembali maju mencalonkan diri sebagai bupati untuk periode lima tahun ke depan.

Program proteksi kesehatan untuk seluruh masyarakat Indramayu yang digelontorkan melalui anggaran APBD Kabupaten Indramayu sebesar Rp 89 milyar, merupakan upaya Hj Nina Agustina untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Program layanan kesehatan gratis ini berlaku untuk semua masyarakat yang ber KTP Kabupaten Indramayu tanpa terkecuali. Universal Health Coverage (UHC), merupakan Program kebijakan Hj. Nina Agustina terkait Pemberian Bantuan Iuran atau Premi asuransi BPJS kepada masyarakat untuk menjadi peserta BPJS kelas 3.

Proteksi kesehatan kepada masyarakat ini belum semua kabupaten/ kota di negeri ini merogoh APBD nya untuk Program yang dibutuhkan oleh semua orang ini.

“Pemkab Indramayu telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 89 Milyar dan ini semua bentuk keberpihakan saya sebagai kepala daerah dalam memproteksi masyarakat,” jelas Hj. Nina Agustina dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.

Tidak hanya bidang kesehatan, Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai lumbung padi nasional dengan luasan area tanam mencapai 125.442 hektar dan tingkat produksi mencapai 1,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) / tahun, juga di proteksi agar lahan pertanian tidak beralih fungsi.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menjaga lahan pertanian melalui program Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dua program ini tidak lain agar lahan pertanian padi yang menjadi andalan sekaligus mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indramayu tidak hilang seiring masuknya industrialisasi.

“Kita proteksi lahan pertanian agar tidak tergerus oleh industrialisasi yang perlahan mulai melirik Indramayu sebagai lahan utama para investor” tutur Nina.

Meski berstatus sebagai daerah pertanian, Hj Nina Agustina juga memberikan ruang bagi investor untuk menanamkan investasinya di kabupaten Indramayu. Pemkab Indramayu menyiapkan enam wilayah kawasan industri sebagai penyangga kawasan Rebana. Ke-enam wilayah tersebut meliputi kecamatan Losarang, Sukra. Balongan, Cikedung. Gantar dan Terisi.

“Kita buka peluang seluas luasnya untuk investor berinvestasi di Indramayu. Sudah kita siapkan enam titik kawasan untuk mereka berusaha. Imbasnya pada penyerapan ratusan ribu tenaga kerja lokal,” jelas Nina yang meminta anak anak muda Indramayu mulai mempersiapkan kemampuan diri.

Nina sendiri meminta generasi muda Indramayu untuk fokus dengan melesatnya Indramayu ke arah industrialisasi ini, akan menjadi peluang bagi masyarakat Indramayu untuk bekerja di tanahnya sendiri. Artinya, lanjut Nina, program ini akan membawa masyarakat Indramayu sejahtera.

“Tidak perlu lagi kerja ke daerah lain kalo di daerah kita sendiri peluang kerja itu ada. Mulai hari ini ayo asah kemampuan dan ketrampilan kita terutama anak anak muda Indramayu. Kalian pasti bisa,” kata Nina menyemangati anak anak muda Indramayu.

Dalam kesempatan lain, Nina memaparkan selama tiga setengah tahun ini sudah 88 persen infrastruktur kita perbaiki. Dari mulai jalan desa, jalan Kabupaten, jalan usaha tani, hingga kebutuhan insfratruktur lainnya. Waktu yang tidak genap lima tahun dalam membangun Indramayu ini, kata Nina menjadikan dorongan agar rakyatnya yang tersebar di 31 kecamatan dapat merasakan sentuhan pembangunan.
DIRGAHAYU INDRAMAYU-KU

Reporter : Slamet H
Redaktur : Rizal

100 Ribu Naker Lokal Akan Bekerja di Kawasan Industri Losarang

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dirut PT. Wiratama Indramayu Perkasa Edward Sofiananda akan membuka lapangan pekerjaan di kawasan industri terpadu Losarang dengan peluang sekitar 100 ribu orang, Senin (19/8/2024)

Hal tersebut disampaikan Edward Sofiananda usai melakukan Ground breaking Kawasan Industri Losarang Kecamatan Losarang Indramayu.

Menurut Edo sapaan akrab Edward Sofiananda mengatakan kawasan industri Losarang memiliki peluang terbukanya akses perekonomian dan peningkatan pendapatan Dari sektor pajak dan sektor lainnya.

“Ada sekitar delapan tenant yang sudah siap untuk berinvestasi disini. Kondisi ini harus dibarengi dengan kemampuan kerja sehingga ini merupakan bagi masyarakat Indramayu,” kata Edward Sofiananda.

Edward merinci delapan tenant yang sudah siap membangun diantaranya Sekedar informasi, beberapa mitra usaha PT. WIB yang sudah siap untuk membangun usahanya di Kawasan Industri Losarang diantaranya :

1. PT. Fuling Packaging Indonesia
2. PT. Forindo Multi Abadi
3. ΡΤ Κaixing International Logistic
4. PT. Struktur Baja Ringan Indonesia
5. PT. Inti Nusantara Capital
6. Freetrend Industrial Ltd
7. PT. Forever Young International
8. PT. Fujian Highjet Co. Ltd
9. Brillian/Wah Man Textile Ltd

Seluruh pabrik tersebut merupakan pabrik yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar seperti pabrik tekstil. Pabrik kemasan siap pakai pangan dan usaha lainnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan kawasan industri Losarang ini merupakan jawaban pasti kepada masyarakat Indramayu terkait lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Selama ini banyak masyarakat Indramayu yang bekerja ke luar negeri karena tidak adanya lapangan pekerjaan di kampung halamannya,” ucapnya.

“Dengan adanya ground breaking ini, pecah telur keinginan saya sejak dulu agar masyarakat Indramayu bisa bekerja di daerahnya sendiri dan ini merupakan jawaban untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan ini bukan mimpi,” jelas Nina.

Nina mengatakan sudah ada delapan tenant yang akan mendirikan pabrik di kawasan industri Losarang dan akan mempekerjakan 100 ribu tenaga kerja lokal. Dari jumlah itu. Kata Nina, 80 persennya harus tenaga lokal.

Nina akan terus menjadi “sales” untuk menarik investor dan menanamkan modalnya di Indramayu. Pemkab Indramayu telah menyiapkan enam kawasan industri di kecamatan Patrol, Balongan, Krangkeng, Losarang, Gantar dan Sukra.

“Saya minta kepada masyarakat Indramayu untuk dapat menciptakan iklim investasi sehingga Indramayu dapat menjadi target untuk menanamkan modalnya oleh investor,” jelas Nina.

Ground breaking Kawasan Industri Losarang rencananya akan dibangun diatas lahan seluas 1000 hektar. Untuk tahap awal akan dibangun dilahan seluas 300 hektar.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi