Pelayanan RS Bhakti Medicare Cicurug Dikeluhkan Keluarga Pasien

SUKABUMI.radarinformasi.com – Keluarga pasien RS Bhakti Medicare Cicurug mengeluhkan pelayanan rumah sakit terhadap kedua anak mereka. Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ini menyampaikan kekecewaannya karena kondisi kesehatan anak-anak mereka tak kunjung membaik setelah lima hari menjalani perawatan.

Lamro Tobing, orang tua pasien, mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. “Sudah lima hari kedua anak saya dirawat melalui jalur umum, tapi anehnya kondisi kesehatan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, malah semakin parah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (6/3/2025).

Ia menambahkan bahwa sebelum dirawat, salah satu anaknya, Romeo, masih bisa buang air kecil secara normal. Namun, setelah lima hari menjalani perawatan di rumah sakit, anaknya justru mengalami gangguan dan enggan buang air kecil.

Lamro menduga kondisi anaknya justru memburuk setelah dirawat di RS Bhakti Medicare Cicurug. Harapan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik berubah menjadi kecemasan. “Sepertinya anak saya hanya numpang tidur di sini, bukan untuk mendapat perawatan yang optimal. Kondisinya semakin lemah,” tandasnya.

Hingga saat ini, pihak RS Bhakti Medicare Cicurug belum memberikan tanggapan terkait keluhan ini.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Rizal

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Didampingi Bupati Sukabumi Tinjau Lokasi Pergerakan Tanah di Desa Sukamaju

SUKABUMI.radarinformasi.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, didampingi Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, untuk meninjau dampak pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan signifikan di wilayah tersebut, Jumat (6/12).

Kunjungan ini diawali dengan peninjauan lokasi pengungsian. Wakil Presiden Gibran mengunjungi dua titik pengungsian utama, yaitu di SDN Tegalpanjang dan halaman Kantor Desa Sukamaju. Dalam kunjungan tersebut, Gibran berinteraksi langsung dengan para pengungsi, terutama anak-anak, sembari memberikan bantuan berupa mainan, susu, dan paket kebutuhan lainnya. Aksi ini menunjukkan empati mendalam terhadap kondisi para pengungsi.

Setelahnya, Gibran bersama rombongan menuju lokasi terdampak bencana menggunakan kendaraan roda dua untuk memeriksa langsung area yang mengalami pergerakan tanah. Dalam kesempatan itu, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, menyampaikan harapannya agar kunjungan Wakil Presiden membawa perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi perhatian khusus dari kementerian terkait untuk mempercepat kebijakan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana,” ujar Bupati Marwan Hamami.

Kunjungan Wakil Presiden ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Sukabumi. Dengan dukungan pemerintah pusat, proses pemulihan dan pembangunan infrastruktur yang rusak diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Langkah ini tidak hanya penting untuk perbaikan fisik, tetapi juga untuk memulihkan semangat serta kesejahteraan warga terdampak.

Kehadiran Wakil Presiden Gibran di tengah masyarakat yang sedang berjuang melawan dampak bencana menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana alam dan mempercepat pemulihan di daerah terdampak.

Reporter  : Dahlia
Redaktur  : Rizal

Para Pegawai Kantor UPT Pasar Parungkuda dihantui Rasa Was-was saat Bekerja

Para Pegawai Kantor UPT Pasar Parungkuda dihantui Rasa Was-was saat Bekerja

SUKABUMI.radarinformasi.com – Akibat seringnya terjadi gempa dan juga guyuran hujan yang terus-menerus belakangan ini, sehingga mengakibatkan Kantor UPT Pasar Parungkuda, yang berlokasi di Pasar Parungkuda, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi-Jawa Barat nyaris roboh dengan keretakan terjadi dimana-mana, Jum’at (06/01/23).

Namun sangat disayangkan, kondisi yang sudah terjadi selama sebulan ini, belum sama sekali mendapat sentuhan perbaikan/bantuan dari pihak terkait, sedangkan seperti yang kita ketahui bahwa kantor UPT Pasar sangat vital manfaatnya dalam aktifitas seharu-hari para staf UPT maupun pedagang di pasar tersebut.

Kondisi tembok dan lantai yang retak sangat terlihat jelas, bahkan kemiringan tanah sangat terasa saat memijakkan kaki ke dalam kantor tersebut, tentu saja hal tersebut membuat tidak nyaman dalam aktifitas keseharian para staf UPT. Saat radarinformasi menyambangi kantor, sangat di sayangkan Kepala UPT tidak ada di tempat, pihak media hanya bertemu dengan salah seorang staf yang tampak ada di dalam kantor.

Dalam keterangannya, Usep Rustandi selaku Staf mengatakan bahwa, “Keretakan tanah ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu, sejak seringnya turun hujan dan gempa Cianjur dan gempa di Kota Sukabumi, kan terasa sampai kesini besarnya jadi mungkin kita juga terkena dampaknya”.

“Kemarin kita sudah melaporkan ke dinas terkait dan juga sudah ada peninjauan dari dinas kesini, katanya akan segera diajukan untuk penanganan secepatnya kata orang yang kemaren meninjau kesini. Saya harap bisa segera di berikan tindakan serta solusi yang baik untuk kami. Karena kami juga selalu merasa khawatir tiap kali hujan turun, semua keluar dari kantor takut roboh”, keluhnya.

Reporter : Yonk
Redaktur : Dewi

Sekda Pimpin Raker DPK Korpri 2021-2026 Kabupaten Sukabumi di Bulan Suci Ramadhan

Sekda Pimpin Raker DPK Korpri 2021-2026 Kabupaten Sukabumi di Bulan Suci Ramadhan

SUKABUMi.radarinformasi.com- Di bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi, tepatnya di hari ke tiga, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, SH., MM sekaligus Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (DPK KORPRI) Kabupaten Sukabumi, dengan penuh semangat memimpin Rapat Kerja DPK Korpri Kabupaten Sukabumi di Aula BKPSDM, Selasa (05/04/22).

Sekda menjelaskan bahwa Raker pertama kepengurusan Korpri 2021-2026 ini dilaksanakan dalam rangka untuk menyusun Program Kerja DPK Korpri Kabupaten Sukabumi.

“Dalam Program kerja ini Nanti Kita akan pecah, program prioritas apa saja yang didahulukan, kita tekankan di setiap bidang sudah harus memiliki program kerja masing-masing ” ungkapnya.

Sekda berharap Program kerja Ini kedepannya semua Pegawai Korpri terlindungi masalah hukum, serta kesejahteraannyang bisa meningkat.

Reporter : Rick
Redaktur : Dewi Pelangi

Dirut Perumda (AM TJM) Kabupaten Sukabumi Gelar Workshop dengan Satu Media, Sebut Tidak Tau Pers Yang Asli dan Yang Abal-abal !!!

Dirut Perumda (AM TJM) Kabupaten Sukabumi Gelar Workshop dengan Satu Media, Sebut Tidak Tau Pers Yang Asli dan Yang Abal-abal !!!

Sukabumi.radar.informasi.com- Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan workshop (pelatihan) dengan tajuk “Bertetangga Dengan Media” yang dilaksanakan di aula kantor Perumda AM TJM, Jalan Karang Tengah-Cirendeu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/3/2022).

Informasi yang dihimpun, kegiatan workshop tersebut terlaksana berkat kerjasama Perumda AM TJM bersama dengan media sukabumiupdate.com dan dilaksanakan selama dua hari, yakni 23-24 Maret 2021.

Seperti dikutip sukabumiupdate.com – Workshop yang digelar tersebut diikuti sebanyak 22 peserta dari perwakilan cabang Perumda AM TJM ini menghadirkan sejumlah pemateri kompeten di bidang kehumasan, jurnalistik, hukum dan pers.

Diantaranya ada Wartawan Senior Tempo, Elik Susanto dan Yosep Suprayogi serta Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS).

Direktur Utama Perumda AM TJM, Kamaludin Zenn mengatakan, “Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah mainset ke arah yang lebih baik mengenai humas dan juga pers”.

Berbicara tentang fenomena wartawan, Zenn mengaku belum mengetahui mana wartawan asli atau yang abal-abal.
Meski demikian, Zenn berharap kedepannya terjalin kerjasama yang baik diantara pihaknya dengan insan pers yang ada di Sukabumi.

Disamping itu, Direktur Umum Perumda AM TJM, Budiarkah menambahkan, “Kedepannya apapun informasi yang dibutuhkan masyarakat maupun wartawan, bisa disampaikan oleh humas Perumda AM TJM”.

Reporter : Rick
Redaktur : Dewi Pelangi

Massa Geruduk Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi yang Sedang Rapat POKIR

Massa Geruduk Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi yang Sedang Rapat POKIR

SUKABUMI.radarinformasi.com – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi di geruduk ratusan massa diluar gerbang gedung DPRD yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia Sukabumi Raya dan BPC Diaga Muda Indonesia. Selasa, 15/03/2022.

Sedangkan menurut informasi yang himpun pada saat gelar aksi ratusan massa diluar gerbang gedung DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut, sejumlah pejabat daerah dan wakil rakyat sedang rapat Paripurna menandatangani Berita Acara Penetapan Pokir DPRD TA 2023 di dalam gedung DPRD.

Selanjutnya aksi massa tersebut diterima oleh para wakil rakyat untuk menyuarakan tuntutannya. Ada tiga tuntutan yang disuarakan kepada para wakil rakyat dalam audiensi yang digelar di ruang Badan Musyawarah (Banmus) tersebut terkait sejumlah isu di Kabupaten Sukabumi.

Ketiga tuntutan yang disuarakan di antaranya, cabut Perda Perubahan No 7 tahun 2014 Kabupaten Sukabumi, menuntut transparansi mark up Dana Aspirasi, menuntut DPRD untuk segera membentuk Pansus Reforma Agraria.

Setelah audensi digelar dengan para wakil rakyat DPRD tersebut, ratusan massa melanjutkan gelar aksinya ke Inspektorat Kabupaten Sukabumi untuk menyuarakan tuntutannya.

Reporter   : Erick
Redaktur   : Dewi Pelangi

Viral… 3 Bocil di Sukabumi Ditangkap Warga Curi Emas buat Foya-Foya Bayar Cewek Open BO”

Viral… 3 Bocil di Sukabumi Ditangkap Warga Curi Emas buat Foya-Foya Bayar Cewek Open BO”

SUKABUMI.radarinformasi.com – Video viral di media sosial tiga Bocah kecil (Bocil) di Sukabumi mencuri perhiasan emas sebesar Rp 8 juta yang berhasil diamankan oleh warga ke dalam mobil pick up terbuka. Saat diamankan ketiga bocah tersebut sudah dalam keadaan babak belur.

Keterangan dalam video yang beredar tersebut dari salahsatu akun @romansasopirtruck yang membagikan videonya dengan keterangan “Bocil nyolong perhiasan emas dan uang, yang 8 juta uangnya sudah habis dipakai buat foya-foya, salah satunya buat open BO,”. (jasa pemuas hasrat).

Penangkapan bocil tersebut dikutip trans7.co.id – terjadi pada Senin, 28 Februari 2022 ketika hendak menjual emas curian ke toko emas di Mareleng, Waluran, Sukabumi.

Satu bocil diikat dengan duduk disamping pengemudi dan dua lainnya diikat dibelakang mobil mobil pick up.

“Uang 40 juta dan berikut perhiasan, kejadiannya di Mareleng, dia lari kesini ngejual emas,” kata pria perekam video.

Perekam juga menanyakan uang delapan juta tersebut dipakai untuk apa. Kemudian dalam rekaman video lain, salahsatu bocah diinterogasi dalam sebuah ruangan.

“Jang ka awewe sajuta si wati jeung (buat ke cewe satu juta)”, jawab salah satu bocil yang menggunakan kaos hitam.

“Dipakai buat ke perempuan, Pak, namanya ***, berdua sama si ***, bayar satu juta lebih sama buat minum-minum,” jawab salah satu bocil menggunakan bahasa sunda yang duduk dilantai.

Diketahui ketiganya mencuri emas dan uang di rumah milik Muslihin, warga Kampung Samelang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Sukabumi sekitar satu minggu lalu sebelum penangkapan.

Mereka mencuri emas senilai Rp 7 juta, dan 2 handphone dengan total kerugian mencapai Rp 40 juta.

Kehilangan harta benda, Muslihin berkoordinasi dengan toko emas setempat jika ada yang menjual emas miliknya.

Pemilik toko emas langsung menghubungi Muslihin. Ketiga anak tersebut dibekuk dan dibawa ke kepolisian Ciracap.

Reporter : Erick
Redaktur : Dewi Pelangi

Sekda Ade Suryaman, SH.,MM. Berikan Arahan Pada Rakor P2WKSS Kabupaten Sukabumi

Sekda Ade Suryaman, SH.,MM. Berikan Arahan Pada Rakor P2WKSS Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI.radarinformasi.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, SH., MM. selaku Ketua P2WKSS Kabupaten Sukabumi berikan arahan pada rapat koordinasi program lintas sektor Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tahun 2022 di Aula Kantor Desa Sukamekar Kecamatam Sukaraja, dilanjutkan dengan peninjauan lokasi desa binaan Program P2WKSS, Kamis (10/03/2022).

Dalam arahannya Sekda menyampaikan bahwa ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi didalam penilaian, diantaranya adalah sinergitas/kolaborasi multipihak, inovasi/kebaruan, partisipasi/swadaya masyarakat dan kepuasan penerima manfaat.

Sekda berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat, untuk berkeyakinan memenangkan P2WKSS tahun ini, dengan saling bersinergi dalam memenuhi kriteria penilaian kinerja kegiatan P2WKSS, terlebih mengingat lokasi desa binaan sekarang yang telatif tidak terlalu jauh.

“Dari empat itu InsyaAllah ya, kita harus bersama, niatkan kita ikhlas, kita niatkan bisa jadi juara” pungkasnya.

Reporter : Erick
Redaktur : Dewi Pelangi

Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Pimpin Upacara Dikbangum Angkatan Ke-51 Dihadiri Wali Kota Sukabumi

Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Pimpin Upacara Dikbangum Angkatan Ke-51 Dihadiri Wali Kota Sukabumi

SUKABUMI.radarinformasi.com – Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Pimpin Upacara Tradisi Pengenalan Lingkungan Peserta Dikbangum Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan Ke-51 TA 2022 di lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Polri Sukabumi Jawa Barat, Rabu (9/3/2022).

Informasi yang dihimpun jumlah siswa dari peserta Dikbangum Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan Ke-51 TA 2022 sebanyak 2.126 orang yang terdiri dari Setukpa Polri 1.425 orang, di Pusdik Polair 250 orang, Pusdik Binmas 251 orang, Pusdikmin 75 orang, dan Pusdik Intel 125 orang.

Hadir dalam kesempatan momen tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan menyampaikan agar para peserta didik dapat mengenal Kota Sukabumi, salah satunya sebagai kota Polisi karena memiliki sisi historis, empiris dan psikologis dengan kepolisian.

”Atas nama warga Kota Sukabumi dan selaku Wali kota secara khusus mengucapkan selamat datang di wilayah Kota Sukabumi yang dikenal Nizza Van Java, kalau Bandung Paris Van Java dan Garut Swiss Van Java”, katanya.

Fahmi mengatakan, Kota Sukabumi ini dinamakan Sukabumi berawal dari kata Suka-bumen-bumen. Di mana suka artinya senang dan bumen-bumen tempat menyenangkan untuk disinggahi sebagai tempat tinggal. Dari sisi sejarah Sukabumi menunjukkan sebuah lokasi menyenangkan untuk singgah karena suasana dan udaranya dan keberadaan warganya.

”Dalam konteks pengenalan lingkungan, secara geografis Kota Sukabumi salah satu kota terkecil di Jabar luas wilayah 48 hektar, 7 kecamatan, 33 kelurahan, 355 RW, dan 1.550 RT”, jelas Wali kota.

Kalau melihat peta Sukabumi lanjut Fahmi layaknya ibarat telur mata sapi maka kuning telurnya Kota Sukabumi dan putih Kabupaten Sukabumi.

Dari sisi sejarah 1914, Pemerintah Hindia Belanda menyebutkan Sukabumi sebagai gementee sebuah pembagian kota administrator dan tahun ini pula resmi jadi kota administratif dengan kepemimpinan sendiri. ”Pada 1927 muncul sekolah pendidikan kepolisian, itulah sebabnya secara historis, empiris dan psikologis Kota Sukabumi tidak bisa dilepaskan dengan kepolisian”,ungkap Fahmi.

Reporter : Erick
Redaktur : Dewi Pelangi

Jembatan Lapuk Patah, Seorang Warga Meninggal dan Satu Hilang di Sungai Sukabumi

Jembatan Lapuk Patah, Seorang Warga Meninggal dan Satu Hilang di Sungai Sukabumi

SUKABUMI.radarinformasi.com – Kapolsek Ciemas, Iptu Azhar Sunandar membenarkan terkait seorang warga tewas dan satu korban lainnya belum ditemukan akibat terjatuh dan terbawa arus Sungai Leuweung Hejo saat melintasi jembatan yang tiba-tiba patah, di Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (6/3/2022), sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, kronologi kejadian berawal dari 2 Kepala Keluarga (KK) yang berjumlah 6 orang warga Kampung Ciwangi, sepulang bekerja di sawah dan menyebrangi Sungai Leuweung hejo dengan menggunakan jembatan bambu dengan panjang lengan kuasa (lk) 4 meter.

“3 orang rekan korban melintas terlebih dahulu dengan menggunakan jembatan Sungai Leuweung Hejo dengan keadaan selamat sampai ke tepi sungai, selanjutnya disusul oleh korban dengan menggendong anaknya yang menyebrangi jembatan sungai tersebut,” ujar Azhar kepada awak media.

Menurut informasi yang dihimpun korban meninggal bernama Dana (55) seorang petani yang merupakan warga Kampung Ciwangi 1, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sedangkan korban yang dinyatakan hilang bernama Habibi (7) pelajar kelas 1 Sekolah Dasar (SD) yang merupakan anak kandung dari korban yang meninggal dunia.

Lebih lanjut Azhar, dikutip MNC Portal Indonesia mengatakan bahwa pada saat korban dan anaknya melintasi jembatan tersebut, tiba-tiba jembatan Sungai Leuweung Hejo tersebut patah dan mengakibatkan korban dan anaknya jatuh dan terbawa arus sungai dengan kondisi arus sedang deras.

“Sekira pukul 19.30 WIB, satu orang korban atas nama Dana diketemukan di Leuwi Buleud yang berjarak kurang lebih 1,5 km dari TKP, dengan kondisi sudah meninggal dunia dan tim melanjutkan pencarian korban satu laginya,” tuturnya.

“Akan tetapi sehubungan situasi sudah larut malam dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan pada jam 22.00 WIB, tim memutuskan untuk memberhentikan pencarian sementara dan akan dilanjutkan besok pagi,” tambah Azhar.

Azhar menjelaskan bahwa jembatan yang digunakan sebagai penyebrangan di Sungai Leuweung Hejo tersebut kondisi sudah lapuk.

Sedangkan aliran Sungai Leuweung Hejo tersebut mengalir dan tembus ke Sungai Panarikan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap dan Laut Pangumbahan wilayah Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Erick