Ratusan Penari Muda Meriahkan Lomba Tari Topeng di Pantai Tirtamaya, Lestarikan Budaya Sekaligus Dongkrak Pariwisata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pantai Tirtamaya menjadi panggung pelestarian seni budaya tradisional melalui penyelenggaraan Lomba Tari Topeng Kreasi Nusantara, Tari Topeng Samba, dan Tari Topeng Kelana yang digelar pada 4–5 Juli 2026.

Sebanyak 171 peserta dari jenjang TK hingga SMA ambil bagian dalam ajang tersebut. Kegiatan yang digagas Diamond Management di bawah pimpinan Kak Poepoen itu tidak hanya menjadi wadah bagi generasi muda menampilkan bakat, tetapi juga menjadi upaya mengenalkan kembali seni tari topeng kepada masyarakat luas.

Mengusung konsep pertunjukan di kawasan wisata, lomba ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan daya tarik Pantai Tirtamaya sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Indramayu.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui kehadiran Pelaksana Tugas Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispara) Kabupaten Indramayu, Runita, yang secara resmi membuka acara.

Runita mengapresiasi inisiatif Diamond Management yang memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Membawa seni tari topeng ke destinasi wisata seperti Pantai Tirtamaya merupakan langkah positif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata daerah,” ujarnya.

Ia juga menilai antusiasme peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap warisan budaya daerah.

“Semangat peserta dari tingkat TK hingga SMA menunjukkan bahwa mereka tetap mencintai budaya daerah. Hal ini menjadi modal penting dalam membentuk karakter dan identitas generasi muda sebagai penerus pelestarian budaya Indramayu,” katanya.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya. Melalui berbagai karakter dalam Tari Topeng, seperti Topeng Samba yang ceria hingga Topeng Kelana yang gagah, para peserta diajak memahami nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam seni tradisi sehingga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri budayanya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

80 Mahasiswa IPB Jalani KKN Tematik di Indramayu, Siap Dorong Inovasi Pembangunan Desa

INDRAMAYU.radarinfprmasi.com – Sebanyak 80 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) diterjunkan ke Kabupaten Indramayu untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 10 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Juntinyuat, Indramayu, Pasekan, Cantigi, dan Kandanghaur. Selama lebih dari satu bulan, mereka akan tinggal bersama masyarakat untuk mengidentifikasi potensi desa, memetakan berbagai persoalan, serta menyusun program yang dapat mendukung pembangunan di wilayah setempat.

Kegiatan diawali dengan serah terima mahasiswa KKN Tematik IPB Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Momentum tersebut menjadi awal sinergi antara pemerintah daerah, IPB, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan daerah. Senin (6/7/2026)

Pelaksana Tugas Sekretaris Bapperida Kabupaten Indramayu, El Gharif Hajar Aswad, mewakili Plt. Kepala Bapperida, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IPB yang kembali memilih Indramayu sebagai lokasi KKN Tematik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk menghubungkan hasil kajian akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga mampu menyatu dengan masyarakat serta menghadirkan solusi bagi pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan KKN yang berlangsung mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026 diharapkan mampu mendorong mahasiswa beradaptasi dengan cepat, memahami karakteristik wilayah, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Beginer Subhan, mengatakan KKN merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah. Menurutnya, mahasiswa perlu terjun langsung ke masyarakat agar mampu memahami persoalan sekaligus menggali potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi masyarakat serta mencari solusi berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.

Salah seorang peserta KKN, Faridatun Ainun Nisha dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK IPB yang ditempatkan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, mengaku ingin mempelajari secara langsung kondisi masyarakat pesisir yang kerap terdampak banjir rob.

“Saya ingin mengetahui bagaimana masyarakat menghadapi banjir rob dan memahami upaya-upaya yang telah dilakukan. Semoga pengalaman ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi kami sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, IPB, dan masyarakat, KKN Tematik 2026 diharapkan tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan inovasi serta rekomendasi yang mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pesona Pantai Balongan Indah (BALI 2) Tak Diragukan, Tetap Dipadati Wisatawan di Penghujung Libur Sekolah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Destinasi wisata Pantai Balongan Indah (BALI 2) di Jalan Raya Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan masa libur sekolah. Memasuki penghujung musim liburan, kawasan wisata pantai ini tetap dipadati pengunjung dari berbagai daerah, Minggu (5/7/2026).

Ramainya kunjungan menunjukkan bahwa Pantai BALI 2 masih menjadi salah satu destinasi favorit wisata keluarga di Kabupaten Indramayu. Selain menawarkan panorama pantai yang indah dan suasana yang nyaman, objek wisata ini juga didukung berbagai fasilitas serta harga tiket masuk yang terjangkau.

Salah seorang pengunjung asal Cirebon, Umroh, mengaku baru pertama kali berwisata ke Pantai BALI 2 bersama rombongan keluarganya. Ia mengaku terkesan dengan suasana pantai yang ramai, bersih, dan nyaman untuk dijadikan lokasi berlibur.

“Ini pertama kali saya datang ke Pantai BALI 2 bersama rombongan satu mobil. Tempatnya indah, suasananya nyaman, dan harga tiket masuknya juga cukup terjangkau. Untuk hari libur, tiket dewasa Rp15.000, sedangkan anak-anak Rp12.500,” ujarnya.

Ia berharap Pantai BALI 2 terus berkembang dan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Menurutnya, aspek keamanan juga perlu terus ditingkatkan, khususnya bagi pengunjung yang bermain atau berenang di kawasan pantai.

“Semoga Pantai Balongan Indah semakin maju dan keamanan pengunjung, terutama yang bermain di laut, terus mendapat pengawasan dari petugas maupun tim SAR,” harapnya.

Kesan positif juga disampaikan pengunjung asal Blanakan, Kabupaten Subang. Menurutnya, Pantai BALI 2 memiliki lingkungan yang teduh, bersih, serta dilengkapi berbagai wahana permainan yang cocok untuk anak-anak maupun keluarga.

“Tempatnya teduh, bersih, pemandangannya bagus, tiket masuknya murah, dan pilihan permainan anak juga cukup banyak. Sangat cocok untuk liburan bersama keluarga,” tuturnya.

Dengan harga tiket yang ramah di kantong, fasilitas wisata yang terus berkembang, serta suasana pantai yang nyaman dan asri, Pantai Balongan Indah (BALI 2) terus mempertahankan daya tariknya sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Indramayu. Tingginya antusiasme wisatawan hingga penghujung libur sekolah menjadi bukti bahwa pesona Pantai BALI 2 masih menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan bersama keluarga.

Reporter : Andika

Tradisi Mapag Sri di Desa Tawangsari, Wujud Syukur Panen dan Pelestarian Budaya Indramayu

INDRAMAYU – radarinformasi.com – Suasana Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, dipenuhi nuansa budaya dan kebersamaan saat ratusan warga mengikuti tradisi Mapag Sri. Tradisi turun-temurun tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi sekaligus upaya melestarikan warisan budaya masyarakat agraris Indramayu. Rabu (1/7/2026)

Mapag Sri, yang secara harfiah berarti “menjemput Dewi Sri” sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran, menjadi salah satu tradisi yang masih terus dijaga masyarakat. Puncak acara ditandai dengan kirab hasil bumi, tumpeng robyong, serta pagelaran wayang kulit dengan lakon Dewi Sri.

Kuwu Desa Tawangsari, Eva Rosyani, mengatakan tradisi ini bukan sekadar perayaan panen, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya bagi generasi penerus.

“Mapag Sri ini bukan sekadar pesta panen. Ini doa kita kepada Allah SWT agar panen tahun depan lebih baik lagi. Sekaligus mengingatkan anak cucu agar tetap mengenal dan mencintai adat istiadat masyarakat Indramayu,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan hasil bumi dari area persawahan menuju Balai Desa. Warga membawa berbagai hasil pertanian seperti padi, ketan, buah-buahan, dan sayuran yang diiringi kesenian tarling serta kentrung. Setelah doa bersama, hasil bumi tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Ketua Panitia Mapag Sri, Tarkim, yang juga menjabat sebagai Raksa Desa, menjelaskan bahwa generasi muda dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

“Anak-anak mulai dari tingkat SD hingga Karang Taruna kami libatkan sebagai penari, penabuh kendang, maupun pembawa gunungan. Harapannya, tradisi ini tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah seorang warga, Rohaya (55), mengaku sengaja pulang dari Jakarta untuk mengikuti tradisi yang telah menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya.

“Saya rindu suasana kampung. Dulu waktu kecil sering diajak orang tua mengikuti Mapag Sri. Sekarang cucu saya juga bisa ikut merasakan tradisi ini,” tuturnya.

Budayawan Indramayu, Darpan, turut mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Tawangsari dalam menjaga tradisi lokal. Menurutnya, Mapag Sri merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan patut terus dilestarikan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, masih ada desa yang tetap menjaga tradisi seperti ini. Tawangsari layak menjadi contoh desa yang berhasil melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Pemerintah Desa Tawangsari berkomitmen menjadikan Mapag Sri sebagai agenda budaya tahunan sekaligus mendorongnya menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Indramayu.

“Kami berharap ke depan Mapag Sri semakin dikenal luas. Rencananya tahun depan kami akan berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar tradisi ini dapat menjadi ikon wisata budaya Indramayu,” pungkas Eva Rosyani.

Reporter : Andika

Aksi Heroik Bang Jay Selamatkan Bocah yang Nyaris Tenggelam di Waduk Dayung Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aksi cepat seorang warga berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah yang nyaris tenggelam di kawasan wisata Waduk Bojongsari atau yang dikenal sebagai Waduk Dayung, Kecamatan Indramayu, Jum’at (3/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang beraktivitas di sekitar bibir waduk. Dalam hitungan detik, bocah itu dilaporkan nyaris tenggelam hingga memicu kepanikan pengunjung dan warga yang berada di lokasi.

Di tengah situasi darurat, seorang pengendara motor yang melintas, Bang Jay, segera memberikan pertolongan. Pria yang dikenal sebagai pemilik gerai telepon seluler di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, itu tanpa ragu langsung menuju lokasi dan melakukan upaya penyelamatan.

Berkat kesigapan dan keberaniannya, Bang Jay berhasil mengevakuasi korban ke daratan dengan selamat.

Usai dievakuasi, korban kemudian dibawa ke rumah Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongsari untuk mendapatkan penanganan awal serta memastikan kondisi kesehatannya. Berkat respons cepat tersebut, bocah itu berhasil diselamatkan dan dilaporkan dalam kondisi baik tanpa mengalami luka serius.

Orang tua korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas aksi heroik Bang Jay yang telah menyelamatkan nyawa anak mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu memberikan pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di kawasan perairan maupun lokasi wisata.

Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan serupa. Sementara itu, aksi cepat dan keberanian Bang Jay mendapat apresiasi dari warga karena dinilai menjadi contoh nyata kepedulian terhadap sesama.

Terima kasih, Bang Jay, atas aksi heroik dan kepedulian yang telah menyelamatkan nyawa seorang anak.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Tunjangan 3.611 Guru Madrasah Diniyah di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim mengalokasikan dana hibah sebesar Rp13 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Indramayu. 

Melalui program tersebut, setiap guru penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus memperhatikan kesejahteraan para guru madrasah sebagai ujung tombak pembinaan generasi muda.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Dra. Iin Indrayati, M.Si., saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Menurut Iin, perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap Madrasah Diniyah tidak hanya diwujudkan melalui pemberian tunjangan, tetapi juga melalui berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar proses pembelajaran di madrasah semakin berkualitas.

“Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu, salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan sebanyak 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu yang juga Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aspuri, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap para guru madrasah.

Menurut Aspuri, bantuan hibah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam mendukung peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Madrasah Diniyah.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 992 Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Indramayu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.611 guru menerima tunjangan sebesar Rp300 ribu per bulan, sedangkan guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak termasuk sebagai penerima hibah.

“Penerima tunjangan dari dana hibah ini sebanyak 3.611 guru madrasah, sedangkan yang tidak menerima merupakan guru dengan status ASN,” kata Aspuri.

Apresiasi juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal DPP FKDT, Akhmad Sururi, yang menilai besaran dana hibah untuk guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Indramayu menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat.

Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

“Anggaran hibah untuk tunjangan guru madrasah tersebut merupakan bukti nyata komitmen Bupati Lucky Hakim dalam meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah,” ujarnya.

Ia menambahkan, di banyak kabupaten dan kota lain, nilai hibah untuk FKDT umumnya berada di kisaran Rp10 miliar, sedangkan Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan hingga Rp13 miliar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ahmad Syukri, S.S., menegaskan bahwa Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keimanan, dan ketakwaan generasi muda.

Menurutnya, dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.

“Dana hibah yang cukup besar dari APBD Kabupaten Indramayu menjadi penyemangat bagi guru madrasah dalam mencerdaskan para santri serta memajukan pendidikan keagamaan di Indramayu,” ungkap Ahmad Syukri.

Melalui dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesejahteraan guru Madrasah Diniyah semakin meningkat sehingga mampu mendorong lahirnya pendidikan keagamaan yang lebih berkualitas serta mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Atlet Muda MTFC Indramayu Borong 25 Medali di Kejuaraan Taekwondo Internasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kabupaten Indramayu. Tim Mangoes Taekwondo Fans Club (MTFC) Indramayu sukses membawa pulang 25 medali dari ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta pada 19–21 Juni 2026.

Dari total 26 atlet yang diturunkan, MTFC berhasil mengoleksi 11 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Capaian tersebut mengantarkan tim asal Indramayu menempati peringkat ke-13 dari 172 kontingen peserta berdasarkan perolehan medali.

Kejuaraan bertaraf internasional itu diikuti lebih dari 3.000 atlet dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Australia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi untuk menguji kemampuan para atlet sekaligus mempererat persaingan sehat di tingkat internasional.

Raihan medali MTFC berasal dari dua nomor pertandingan. Pada kategori Kyorugi (pertarungan), tim menyumbangkan 10 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Sementara pada kategori Poomsae (seni jurus), MTFC menambah 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena diraih atlet dari berbagai kelompok usia, mulai kategori pra-sekolah hingga senior. Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah Adhisa Legitya Dermawan. Di usia 4,5 tahun, ia berhasil mempersembahkan medali emas pada penampilan keduanya di ajang resmi.

Sementara itu, atlet senior Ahmad Rafa Rosidi turut menyumbangkan medali perunggu. Usai kejuaraan ini, Rosidi dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Indramayu pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Ketua MTFC Indramayu, Lukman Pribadi, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para atlet yang dinilai telah membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat internasional.

“Hasil dari pertandingan ini bukan hanya mengharumkan nama tim, melainkan juga membawa nama daerah, Indramayu,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet taekwondo lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mampu bersaing pada kejuaraan nasional maupun internasional.

Hal senada disampaikan Pelatih MTFC Indramayu, Sabeum Abdul Rojak. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet selama menjalani latihan.

“Selamat kepada seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat. Prestasi ini patut disyukuri, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu turut mengapresiasi prestasi yang diraih MTFC. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga.

Usai mengikuti kejuaraan internasional tersebut, seluruh atlet MTFC kini kembali menjalani program latihan rutin sebagai persiapan menghadapi berbagai kompetisi mendatang. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang membawa nama Kabupaten Indramayu ke level nasional hingga internasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Santri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 resmi dibuka sebagai ajang pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta mempererat silaturahmi antar santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu.

Pembukaan PORSADIN VIII dilakukan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, di Alun-Alun Indramayu, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Iin Indrayati mengatakan PORSADIN merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.

Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sebagai modal utama pembangunan daerah.

Ia menambahkan, penyelenggaraan PORSADIN selaras dengan visi Indramayu REANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan insentif bagi guru Madrasah Diniyah sebesar Rp13,99 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

“Untuk anak-anakku seluruh peserta, mari junjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama mengikuti perlombaan. Kepada dewan juri dan para pelatih, kami berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab,” ujar Iin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syukri, menegaskan bahwa PORSADIN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembinaan santri agar tumbuh sebagai generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan di bidang keagamaan, olahraga, dan seni.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas kepada para peserta.

“PORSADIN diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit santri berprestasi yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana PORSADIN VIII Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana evaluasi pendidikan dan pengembangan minat serta bakat santri sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG.

Menurutnya, PORSADIN menjadi momentum bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan.

Aspuri menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan komitmen Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu. PORSADIN VIII tahun ini diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas santri, dewan juri, dan panitia dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Melalui penyelenggaraan PORSADIN VIII, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki prestasi di bidang olahraga dan seni, serta mampu menjadi generasi berkarakter yang berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Santri Penghafal Al-Qur’an Jadi Aset Daerah, Bupati Lucky Hakim Hadiri Haflah Khairussanah di Sukra

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa santri dan penghafal Al-Qur’an merupakan aset penting bagi pembangunan Kabupaten Indramayu di masa depan. Karena itu, keberadaan mereka harus terus dijaga, dibimbing, dan dibina secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Haflah Khairussanah ke-6 Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/6/2026).

Kehadiran Bupati disambut hangat oleh para santri, anak yatim, wali murid, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi Indramayu REANG yang mengedepankan nilai-nilai religius.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan para tokoh agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an.

“Selamat kepada anak-anakku yang telah menyelesaikan proses pembelajaran. Anak-anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah aset berharga bagi Indramayu. Ilmu yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk masa depan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap Yayasan Hidayatul Mubtadiin terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi Qurani yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. Ia juga menegaskan bahwa wilayah Indramayu bagian barat, termasuk Kecamatan Sukra, menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Hidayatul Mubtadiin, Aspuri, menjelaskan bahwa Haflah Khairussanah ke-6 merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari, mulai dari semaan 30 juz Al-Qur’an, istighatsah, pawai ta’aruf, hingga khotmil Qur’an. Pada tahun ini, sejumlah santri berhasil menyelesaikan hafalan 20 juz, 25 juz, hingga 30 juz Al-Qur’an.

Aspuri menambahkan, Yayasan Hidayatul Mubtadiin yang berdiri sejak 2016 kini telah menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD, TPQ, MDT, SMP Ibnu Abbas, MA, hingga pondok pesantren.

“Semoga melalui kegiatan ini para santri menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Alhamdulillah, sejak berdiri pada tahun 2016, yayasan terus berkembang dan jumlah santri semakin bertambah. Kehadiran Bapak Bupati menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Bupati Lucky Hakim didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu dan Camat Sukra. Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim untuk terus belajar serta meraih cita-cita.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Proyek Polypropylene Plant Balongan Resmi Masuki Tahap Konstruksi, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengembangan industri petrokimia di Kabupaten Indramayu memasuki babak baru. PT Polytama Propindo resmi memulai pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digadang-gadang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri dan ekonomi daerah.

Peresmian dimulainya proyek tersebut ditandai melalui kegiatan launching yang berlangsung di area pabrik PT Polytama Propindo, Indramayu, Senin (22/6/2026).

Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, mengatakan proyek Polypropylene Plant Balongan merupakan tonggak penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat industri petrokimia nasional.

“Hari ini merupakan momen yang sangat penting bagi PT Polytama karena diberikan kepercayaan untuk menjalankan proyek ini. Kami menyadari keberhasilan proyek membutuhkan niat, komitmen, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.

Menurut Avianto, peningkatan kapasitas produksi melalui proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri pendukung maupun industri hilir yang memanfaatkan produk petrokimia, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro), Sukriyanto, menilai pembangunan pabrik kedua tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri petrokimia dan industri turunannya di kawasan industri Balongan.

Ia menjelaskan bahwa proyek PPB merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja sama dan komitmen berbagai pihak.

“Kami berharap seluruh tim proyek terus bekerja secara optimal di lapangan. Apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik, dan apabila terdapat kendala dapat segera dievaluasi bersama sehingga tidak terjadi stagnasi. Ini merupakan langkah besar yang akan berkontribusi terhadap penguatan industri nasional,” katanya.

Di sisi lain, Project Manager Wuhuan Engineering Co., Ltd., Xue Jin Yong, menyampaikan bahwa proyek Polypropylene Plant Balongan kini resmi memasuki tahap konstruksi. Pihaknya menargetkan proyek tersebut selesai sesuai jadwal dengan standar kualitas tinggi, operasional yang andal, serta biaya perawatan yang efisien.

Xue optimistis target tersebut dapat tercapai melalui pengawasan yang ketat dan kolaborasi yang solid antara PT Polytama Propindo, PT Tuban Petrochemical Industries, Pertamina, serta seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turut mengapresiasi dimulainya proyek yang dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan sektor industri strategis nasional.

Menurutnya, investasi besar di sektor petrokimia akan menjadi magnet bagi tumbuhnya berbagai industri turunan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Bupati Lucky Hakim meyakini kehadiran proyek tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya peluang usaha baru, meningkatnya kesempatan kerja, hingga transfer pengetahuan dan keterampilan bagi sumber daya manusia lokal.

“Hadirnya investasi dan industri seperti ini, kami berharap semakin banyak kesempatan kerja tersedia di daerah. Saya juga berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan komunikasi yang baik agar proyek berjalan lancar serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan dimulainya tahap konstruksi Proyek Polypropylene Plant Balongan, Kabupaten Indramayu diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan industri strategis. Selain mendukung ketahanan industri petrokimia nasional, proyek ini juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan berkembangnya industri turunan di masa mendatang.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika