JAKARTA.radarinformasi.com – Manajemen PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo alias Darmo, sepertinya terus melakukan berbagai cara menutupi kebobrokannya. Bersama kroni-kroninya, Darmo kabarnya berupaya secara maksimal menyelamatkan diri dari sorotan kasus dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang kini mendera. Rabu (8/1)
Indikasi itu terendus, menyusul munculnya gerakan dari oknum eksternal yang mendekati media di sejumlah daerah. Dengan iming-iming sejumlah uang. Timbal baliknya, oknum-oknum tersebut meminta pemberitaan negatif menyangkut PLN untuk dihapus (takedown).
Informasi di lapangan menyebutkan, fokus dari gerakan itu terkait berita soal PT Sahitya Amartya Konsultama (SAK) sebagai vendor ‘anak emas’ dan meminta Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Darmawan Prasodjo terkait isu perjalanan dinas fiktif ke Australia.
Ketua Umum PP Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira yang terus menyoroti berbagai kasus di PLN mengatakan, isunya mobilisasi gerakan itu dilakukan oleh rekanan yang selama ini memiliki kontrak kerjasama dengan PLN.
“Sejak awal kami sudah mendapat informasi tersebut, karena rekan-rekan kita pengurus IWO baik di Provinsi dan Kabupaten Kota, memang ada dihubungi sejumlah pihak yang mengaku mendapat arahan dari manajemen PLN dan informasinya yang hire wartawan juga,” tegas Yudhistira di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Kata Yudhis, bagi sebuah koorporasi, menjaga citra tentu sangat wajar dilakukan, apalagi dalam rangka menyelamatkan wajah, sekaligus meredam citra negatif lewat siaran berita yang bisa saja bergulir ke ranah hukum.
“Yang jelas, ini cara-cara lama. Apalagi kita tau bagaimana karakter Darmawan Prasodjo yang selalu berusaha tampil perfeksionis. Pencitraan yang dibangunnya selama menjabat lewat berbagai framing keberhasilan memimpin PLN dan ratusan atau mungkin lebih dari seribu penghargaan diduga berbayar yang diperolehnya bisa hancur karena ternyata kebobrokan dan dugaan KKN di dalam PLN terungkap ke publik lewat sorotan pemberitaan media,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, sambung Yudhis, permintaan take down berita negatif khususnya terkait PT SAK ‘anak emas’ PLN dan permintaan pencopotan Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN, semakin memperkuat indikasi bahwa semua yang ditemukan pihaknya adalah fakta.
“Pertanyaannya, kalau Darmo dan kroni-kroninya memang bersih, kenapa risih?. Lantas kenapa berita-berita itu minta di take down. Ada Apa? Atau Apa ada?,” ucapnya.
Atas permintaan itu pula, lanjut Yudhis, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari jajarannya di daerah, bahwa ada pihak-pihak sengaja menggelontorkan anggaran besar.
“Kami masih telusuri, permintaan take down berita itu kebijakan siapa? Anggarannya dari mana? Kalau dari PLN jelas itu uang negara. Karena yang kami dengar ada juga media nasional yang menurunkan berita soal Darmo ke Australia. Kabarnya nominal kompensasinya sampai puluhan atau ratusan juta gitu. Sedangkan untuk media daerah, kami dengar suapnya antara 1 hingga 2 juta rupiah per-media. Ini jelas bagian dari gratifikasi,” bebernya.
Lebih jauh Ketua Umum Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) ini menyampaikan, begitu berita tentang PT SAK mencuat, berdasarkan pantauan langsung tim IWO di Kantor PLN Pusat, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, manajemen perusahaan vendor tersebut terlihat kasak kusuk mendatangi Kantor PLN.
“Kita tidak dapat informasi pasti apa yang dibahas di Kantor PLN. Tapi yang jelas perusahaan vendor itu sangat terganggu dan mulai menyusun skema lewat pemufakatan agar mereka bisa lolos dari kejahatan korporasi tersebut,” sebutnya.
Leo Manurung sebagai salah satu Manager Sub Sidang di Divisi Komunikasi ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon, berkilah dan tak mengakui adanya perintah soal pembayaran terhadap media untuk take down berita. Namun yang bersangkutan tak mampu menjawab saat disinggung siapa pihak yang berbaik hati membayar sejumlah media untuk menghapus berita negatif tentang PLN tersebut.
“Benar yang bersangkutan mengaku tidak tahu menahu soal permintaan takedown itu. Ya itukan haknya mau jawab apa. Tapi logikanya tidak mungkin kan ada relawan yang mau bantu PLN untuk membayarkan biaya takedown itu ke media,” ucap Yudhis.
Sementara, terkait masalah ini, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Direktur HC Yusuf Didi Setiarto, Sekper Alois Wisnuhardana dan EVP Komunikasi Gregorius Adi Putranto yang dikonfirmasi Selasa (7/1/2025), lagi-lagi kompak bungkam meski pesan konfirmasi yang dikirim melalui pesan singkat WhatsApp terkait masalah ini, sudah mereka baca.
BANDARLAMPUNG.radarinformasi.com – Pj. Gubernur Lampung Samsudin mendukung dibangunnya gedung pertunjukan untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata dan budaya di Provinsi Lampung. Rabu (8/1)
Hal tersebut disampaikan Samsudin saat menerima kunjungan Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung dan Konduktor Betik Youth Singers, di Ruang Kerja Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa, 7 Januari 2025.
Disebutkan Samsudin, rencana pembangunan gedung pertunjukan ini memang sudah direncanakan. Namun, terkendala pada biaya pembangunan. Sehingga, dia menjamin, bahwa pemerintah siap memberikan lahan yang akan dibangun gerdung pertunjukan di Kota Baru.
“Kalau lahan berapa pun luasnya kita ada, lokasinya di Kota Baru (Lampung Selatan, red). Kalau nanti ada dana masuk (CSR, red) siap. Barulah menyesuaikan lahan tempat rencana akan dibangun,” ucap Samsudin.
“Nanti kita akan lakukan MoU dan kita awasi bersama. Kita fokus dulu untuk membangun gedung budayanya dulu. Yang penting efektif dan efisien serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Samsudin.
Dalam kesempatan yang sama, Pendiri dan Konduktor Betik Youth Singers Rayza Aldira menuturkan, gedung pertunjukan yang ada di Lampung masih kurang layak.
Untuk itu, dirinya memiliki gagasan untuk membangun gedung pertunjukan yang memenuhi standar, sehingga dapat digunakan untuk mengundang tamu-tamu penting saat ada pertunjukan.
Ia juga menilai bahwa ekonomi masyarakat Lampung dan daya beli masyarakat sudah cukup baik, sehingga perlu dilakukan rencana pembangunan gedung pertunjukan yang memenuhi standar.
Terkait dana, dirinya juga akan membicarakan dengan pihak sponsor untuk mendukung rencana pembangunan gedung pertunjukan. Tentunya Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut.
Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Ketua IWO Lampung Aprohan Saputra dan jajaran IWO Lampung, Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Achmad Saefulloh, dan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan.
Selain gedung pertunjukan, Aprohan Saputra menilai pemerintah melalui Legislatif juga perlu merancang peraturan daerah (perda) atau atau peraturan gubernur (pergub) yang mengatur tentang hari sadar wisata, sebagai langkah strategis dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata Lampung.
“Hari Sadar Wisata dapat dimanfaatkan untuk kampanye besar-besaran yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam memperkenalkan destinasi unggulan di Lampung,” ujar Aprohan.
Salah satu kegiatan menarik yang dapat diadakan dalam rangka Hari Sadar Wisata adalah pemberian diskon untuk berbagai layanan dan produk yang berkaitan dengan pariwisata.
“Diskon ini terkait tiket wisata, harga hotel, restoran, kafe, penyedia transfortasi, dan sebagainya, sehingga mendorong banyak wisatawan dari luar Lampung menikmati destinasi Lampung, secara luas,” tandasnya.
JAKARTA.radarinformasi.com – Sepak terjang PT Sahitya Amartya Konsultama (SAK) yang terindikasi sebagai vendor ‘anak emas’ PT PLN (Persero) semakin terkuak. Diduga kuat, perusahaan itu semakin eksis mengelola proyek di PLN setelah mendapat dukungan penuh dari Dirut PLN Darmawan Prasodjo dan Alois Wisnuhardana yang kini menjabat Sekper PLN. Senin (6/1)
Pertanyaannya, bagaimana alurnya sehingga PT SAK sangat diprioritaskan PLN dalam mengelola sejumlah proyek khususnya berkaitan dengan Divisi Komunikasi?
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) Teuku Yudhistira yang sejak awal menyoroti berbagai dugaan penyimpangan di PLN mengungkapkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan tim IWO, serta hasil informasi dari internal PLN, PT SAK diketahui mulai muncul di perusahaan setrum itu sejak 6 tahun lalu.
Perusahaan yang berkantor di sebuah kafe di kawasan Red Diamond VI, No.2 Residence One, RT/RW 001/014, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten itu semakin berkembang di perusahaan BUMN itu mulai 2019 saat Darmo duduk sebagai Dewan Komisaris dan semakin eksis setelah Darmo ditunjuk sebagai Wadirut PLN pada tahun 2020.
“Kita kupas dulu satu persatu gimana alur ceritanya sehingga PT Sahitya ini bisa begitu mendapat prioritas di PLN,” ungkap Yudhis di Jakarta, Senin (6/1/2025).
Sesuai data Ditjen AHU Kemenkumham yang diperoleh, perusahaan itu lahir pada 24 Februari 2016 dengan bantuan Notaris Djoko Karyoso di Kabupaten Tangerang. Perusahaan itu awalnya dipegang oleh Dwi Susanto (64) selaku Direktur dengan kepemilikan saham Rp9.350.000.000 dan Muhammad Syihabuddin (44), selaku Komisaris dengan kepemilikan saham Rp1.650.000.000. sedangkan modal dasar perusahaan Rp44.000.000.000 dan modal disetor Rp11.000.000.
“Siapakah sosok Dwi Susanto dan Mohammad Syihabuddin bagi Darmawan Prasodjo?. Bagaimana hubungan kedua orang ini dengan Darmawan Prasodjo? Yang pasti hanya Dirut PLN yang bisa menjawab pertanyaan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Yudhis, PT SAK semakin mencengkramkan kukunya di PLN setelah terindikasi adanya peran besar Alois Wisnuhardana. Kala itu is dikenal sebagai perpanjangan tangan vendor tersebut yang sengaja ditempatkan secara khusus dalam urusan proyek di PLN.
Kemudian, persis ketika Darmo ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Dirut PLN menggantikan Zulkifli Zaini, persisnya pada 17 Maret 2021, PT SAK diketahui melakukan AHU perubahan pada 17 Maret 2021. Untuk perubahan ini, mereka menggunakan jasa notaris Maya Sari Dewi di Kabupaten Tangerang.
Dan persis sekitar tiga bulan lalu tepatnya pada 06 September 2024 atau tak lama setelah Ganjar Pranowo kalah dalam kontestasi Pilpres, PT SAK kembali mengajukan perubahan AHU. Kali ini dengan menggunakan jasa Notaris Putu Asti Nurtjahjanti, perusahaan ini menetapkan dua orang perempuan sebagai pimpinan.
Jajaran pengurus pun dirombak total. Posisi Direktur diserahkan kepada Vitra Tiara Permana (29) dengan jumlah saham dominan Rp10.890.000.000 dan Ismia Fitri Hirmayati (36) yang mendapat posisi Komisaris dengan jumlah saham Rp110.000.
Pergantian pimpinan itu pun semakin menguatkan indikasi bahwa PT SAK mulai ‘cuci dosa’. Disinyalir, hal itu dilakukan untuk menyelamatkan diri jika kasus ini bergulir ke ranah hukum. Kedua perempuan yang ditunjuk menjadi Direktur dan Komisarin itu pun diduga sengaja dijadikan kambing hitam.
“Kejanggalan ini yang kami harap bukan hanya menjadi masukan dan pertimbangan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk membongkar habis dugaan korupsi, kolusi dan Nepotisme untuk bahan mengevaluasi posisi Darmawan Prasodjo dan kroninya di PLN, akan tetapi sudah sepatutnya juga didalami oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap dugaan bancakan korupsi secara korporasi di PLN, termasuk terkait dugaan aliran dana dari PLN untuk Pencapresan Ganjar melalui PT Sahitya Amartya Konsultama yang sudah viral di Tiktok. Harus dibuktikan semua itu. Apalagi menurut informasi di lingkungan PLN, selama ini kedua perempuan itu hanya dikenal sebagai admin perusahaan. Tapi kok mendadak dijadikan Direktur dan Komisaris,” sebut Yudhis.
PT SAK ‘Anak Emas’ PLN
Tak berlebihan jika PT Sahitya Amartya Konsultama disebut sebagai vendor ‘anak emas’ PLN, karena eksistensinya memang semakin tak terbendung dan terus menggurita di PLN sejak Darmo menjadi Dirut di tahun 2021 silam. Apalagi, karena faktor kedekatan, Alois Wisnuhardana yang kabarnya punya hubungan dekat dengan PT SAK, sengaja diangkat oleh Darmo sebagai sekretaris perusahaan (Sekper/Corsec).
Tak ayal, duet pejabat utama ini, ditambah lagi dukungan Direktur SDM Yusuf Didi Setiarto yang terindikasi sebagai pejabat yang suka mengutak-atik aturan, membuat semua proyek-proyek komunikasi yang sudah dikerjakan secara mandiri oleh Divisi Komunikasi, maupun yang terindikasi dimunculkan lewat kolusi, mulai dimonopoli, meski acap kali terjadi tumpang tindih pekerjaan. Terlebih setelah pengaturan paket proyek untuk PT SAK isunya dikendalikan langsung oleh Alois sang Sekper.
“Selain pemborosan karena ada tumpang tindih pekerjaan, kami rasa kongkalikong ini menjadi modus lain dugaan tindak pidana korupsi antara PLN dengan Sahitya. Toh pekerjaan di Divisi Komunikasi memang sudah ada perangkatnya, tapi kenapa PT SAK ikut mengerjakannya juga. Artinya tentu ada cost lain yang tidak tau dari pos anggaran mana di komunikasi, yang harus dikeluarkan,” ujarnya.
Berdasarkan data umum yang bisa di-searching di Google, beberapa tugas PT SAK selaku vendor di PLN antara lain:
1. Menulis artikel dengan bahasa yang jelas dan menarik dengan mengikuti standar komunikasi perusahaan. Hal ini berhasil meningkatkan pemberitaan positif tentang PT PLN (Persero) sebagai klien dengan strategi komunikasi yang terarah dan pengelolaan media yang efektif.
2. Melakukan analisis mendalam terhadap berita dan data terkait PT PLN (Persero) untuk memberikan wawasan dan perspektif tambahan dalam pemberitaan. Hal ini mendukung PLN dalam meraih berbagai penghargaan selama 3 tahun terakhir.
3. Menjalin hubungan profesional dengan kontak di PT PLN (Persero) untuk memastikan akses informasi yang baik dan memperkuat kerja sama.
Seperti pemberitaan sebelumnya, selama Darmawan Prasodjo menjabat sebagai Direktur Utama, salah satu proyek yang dimonopoli PT SAK adalah pembuatan video untuk kebutuhan PLN. Lantas bagaimana sepak terjangnya selama lebih kurang 5 tahun beraktivitas di PLN.
Sumber yang layak dipercaya di lingkungan Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan menyebutkan, sejak PT SAK mengerjakan proyek berita dan video, semua vendor, termasuk yang sudah lama bekerjasama dengan PLN, langsung disingkirkan sekalipun tarif satu paket video yang dipatok perusahaan itu jauh dari harga normal.
“Semua atas arahan Dirut, Sekper dan didukung penuh oleh EVP Komunikasi & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto. Sekalipun hasil video produksi dari vendor lain kualitasnya lebih baik, tapi Dirut maunya PT SAK yang memproduksinya,” ungkap sejumlah sumber di PLN Pusat yang minta identitasnya dirahasiakan.
Yang mencurigakan lagi, lanjut sumber, harga selangit yang ditawarkan PT SAK tidak pernah dipermasalahkan PLN. Artinya, setiap tarif pekerjaan video yang diajukan PT SAK, langsung di-ACC tanpa penawaran atau negosiasi.
“Misalnya vendor lain mengajukan tawaran Rp60 juta pervideo, tapi tidak dipakai juga, sedangkan PT SAK meski harganya antara 90 hingga 100 juta pervideo, tapi pekerjaan diberikan kepada perusahaan ini, anehkan. Dan tarif itu belum include dengan biaya dubbing (mengisi suara video) ya. Itu harganya biasanya dipatok vendor itu sama sampai Rp90 juta,” sebut mereka.
Pokoknya, kata sumber, Dirut telah menetapkan, setiap video yang dibuat oleh PLN, harus hasil produksi dari PT SAK.
“Yang lebih mencurigakan, padahal PT SAK ini sudah punya kontrak payung yang nilainya di atas Rp700 juta perbulan untuk kebutuhan komunikasi seperti rilis berita dan video. Tapi ternyata kontrak itu diluar pembuatan video dan dubbing. Bahkan dalam sebulan diluar kontrak payung, PT SAK ini bisa diberi proyek antara 8 hingga 10 video setiap bulannya. Semua proyek itu didapat PT SAK tanpa tender. Bayangkan berapa miliar yang harus dikucurkan PLN hanya untuk PT SAK tiap bulannya. Jelas sangat tidak wajar,” terang sumber.
Benarkan Dirut PLN Dukung Ganjar Lewat PT SAK?
Seperti diketahui, dalam beberapa terakhir, PLN menuai sorotan negatif masyarakat dan netizen, menyusui viralnya sejumlah video di TikTok terkait dugaan penyelewengan dana CSR yang diisukan untuk mendukung pencapresan Ganjar.
Salah satunya terlihat dari postingan akun ‘nalarpolitik’. Meski pemilik akun sudah memostingnya pada 22 November 2024, namun kabar ini baru merebak dalam beberapa hari terakhir.
Dari amatan di postingan tersebut pada Jumat, 3 Januari 2025, terlihat jelas ada 3 flyer yang dibagikan pemilik aku dengan menggambarkan bermacam ilustrasi, termasuk pejabat berkepala tikus dan wajah Dirut PLN Darmawan Prasodjo.
Pada flyer slide pertama tertulis kalimat ‘Waduh Dirut PLN Pakai Dana CSR Buat Dukung Capres Ganjar??’. Menjelang akhir masa jabatan, Darmawan Prasodjo alias Darmo dikabarkan mati-matian pertahankan kursinya. Tapi kok malah isu nggak enak soal dana CSR?’
Kemudian di flyer slide kedua tertulis kalimat ‘CSR PLN Buat Kampanye Capres?. Kabarnya dana CSR buat program tanam mangrove di Rembang, malah dipakai buat pemenangan Capres 03. Ditambah lagi proyek video kampanye yang dibanderol harga fantastis Rp90 juta per menit! Monopoli vendor PT SAK,” katanya.
Di flyer slide terakhir, dengan ilustrasi wajah wajah tikus berdasi dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo tertulis kalimat ‘Dukung Capres Pakai Duit Pribadi Dong. Dukung capres sih boleh-boleh aja, tapi pakai duit pribadi, bukan duit negara, bro! BUMN itu bukan celengan pribadi buat urusan politik’.
Tertulis pula caption berjudul ‘PDI-P Pake Dana CSR untuk Pilpres kemarin. Dirut PLN Darmo salah satu penyokong dana kampanye ganjar ternyata pake dana CSR PLN untuk kampanye ganjar!. #pln #pilpres #kampanye #korupsi. Ribuan akun pun diketahui terlihat memberi like atas postingan itu. Begitu juga dengan komentar netizen, terlihat begitu banyak.
JAKARTA.radarinformasi.com – Jejak Hedonisme yang dipamerkan Dirut PLN Darmawan Prasodjo , semakin terang benderang. Ironisnya, hal itu dipertontonkannya di saat Presiden Prabowo Subianto secara tegas telah meminta jajaran pejabat negara berhemat dan mengurangi aktivitas keluar negeri.
Namun pria yang akrab disapa Darmo ini justru seolah membangkang dan mengabaikan ultimatum Prabowo tersebut. Indikasi itu semakin jelas, setelah dalam beberapa hari terakhir sejumlah media online menyoroti Darmawan Prasodjo yang dikabarkan plesiran ke Melbourne, Australia.
Parahnya lagi, dia berangkat keluar negeri di saat Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dan isu ini semakin liar setelah Darmo diduga kuat berangkat dengan modus perjalanan dinas fiktif, sehingga semua pembiayaan keberangkatannya bersama keluarga ditanggung PLN.
Ternyata bukan sekadar isapan jempol. Jejak itu nyata setelah Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) melakukan investigasi terkait kabar keberadaan Darmo di Negeri Kanguru tersebut.
“Kami sudah pegang bukti manifest keberangkatan yang bersangkutan keluar negeri,” ungkap Ketua Umum PP IWO Teuku Yudhistira di Jakarta, Jumat (20/12/2024).
Berdasarkan data yang kami himpun, Darmo berangkat dengan 5 orang lainnya, diantaranya sang istri Diny Sandra Dewi beserta 4 orang yang diduga merupakan anaknya yang masih berusia 10, 12, 14 dan 16 tahun.
“Dia berangkat pada Selasa dinihari, 17 Desember 2024 pukul 00.34 WIB atau persis sehari setelah menyelesaikan kegiatan apel Siaga Nataru di Kantor PLN Pusat dan Konferensi Pers Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Dia berangkat dengan pesawat Garuda GA 0716 dari Bandara Soetta, Cengkareng menuju Melbourne, Australia,” tegasnya.
Menurut Yudhis, manifest itu nantinya akan menjadi salah satu dokumen yang akan dilaporkan pihaknya kepada pihak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan penyidik untuk pelaporan itu. Tentunya ada dokumen lainnya yang akan kami laporkan terkait dugaan Mega Korupsi di PLN di era kepemimpinan Darmo selama 3 tahun terakhir. Selain itu, kami juga akan melaporkan masalah ini ke Seskab,” ucap Yudhis.
Terkait hal ini juga, Yudhis mengaku sangat menyesalkan sikap seorang pejabat negara yang seolah tidak bertanggungjawab dan tidak menjadi contoh yang baik kepada anak buahnya.
“Memang agak lain ini. Dia sebagai Dirut PLN sudah menetapkan Siaga Nataru mulai tanggal 18 Desember hingga 8 Januari 2024. Lalu Darmo telah menegaskan kepada anak buahnya dalam masa siaga seluruh petugas berjaga 24 jam tanpa henti dan tidak diperkenankan pulang kampung atau berpergian. Tapi, Darmo sendiri yang memimpin apel pada hari senin lalu di PLN Pusat yang diikuti seluruh unit PLN se-Indonesia, malah dia sendiri yang melanggar, dengan santainya dia plesiran dan diduga kuat dengan modus dinas fiktif pula. Kacau kan,” sesalnya.
Karena itu, lanjut Yudhis, pihaknya menyampaikan kepada Presiden Prabowo, bawah Darmo ini bukan contoh pemimpin yang baik. Apalagi yang bersangkutan jelas tidak patuh dengan Presiden terkait penghematan dan tidak komitmen atas apa yang menjadi kebijakannya.
“Buktinya Siaga Nataru ini. Dia yang memerintahkan ke anggotanya, tapi dia tidak menjalankannya. Di dalam laporan ke Seskab, kami juga turut meminta kepada Presiden agar mencopot Darmo, audit total seluruh keuangan di PLN termasuk transaksi kartu kredit milik Darmo yang diperolehnya selama menjabat Dirut PLN yang konon katanya unlimited. Kami juga sangat mendukung pemberantasan korupsi di PLN dan pihak Kortas Tipikor Polri nantinya bisa menangkap seluruh pelaku koruptor di PLN tanpa pandang bulu,” pungkas Yudhis.
JAKARTA.radarinformasi.com – Kepemimpinan Soeharto di era Orde Baru bukan hanya membuat nama Indonesia besar di Benua Asia, namun negara Adidaya Amerika Serikat pun turut segan. Kamis (19/12)
Tak mengherankan, dengan leadership (kepemimpinan) sang jenderal bintang lima yang sangat mumpuni, Indonesia pun dijuluki sebagai ‘Macan Asia’.
Sayangnya, upaya Bapak Pembangunan itu membesarkan Indonesia harus terhenti ketika Reformasi terjadi. Persis pada 21 Mei 1998, untuk menjaga stabilitas Nasional, Soeharto akhirnya memilih mundur di saat dia belum menghabiskan periode sebagai Presiden RI untuk ketujuh kalinya.
Tapi sepertinya reformasi belum mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan belum memberi dampak positif bagi Indonesia. Sebaliknya, perekonomian dalam negeri yang dulu terjaga, justru semakin ambruk yang ditandai dengan merosotnya rupiah jauh dari era Orde Baru dan hutang negara yang terus melonjak.
Menyikapi hal ini, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira mengungkapkan, terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke 8, merupakan sebuah harapan baru bagi Indonesia dalam berbagai aspek.
“Kami optimis apa yang sudah dilakukan bapak pembangunan kita terdahulu bisa kembali lagi ke Indonesia. Dan untuk merealisasikan itu semua, memang sosok Prabowo yang mampu melakukannya,” ucap Yudhistira di Jakarta, Rabu, 18 Desember 2024.
Yudhistira mengungkapkan dengan latar belakang militer yang tegas, ditambah lagi karakter pejuang yang tak pantang menyerah, Yudis meyakini di era ini Indonesia akan kembali bersinar di mata dunia.
“Harapan kita tentu Prabowo mampu menunjukkan komitmennya untuk mengabdikan dirinya secara utuh untuk Negeri ini tanpa ada kepentingan untuk mencari kekayaan. Karena Pak Prabowo kami rasa sudah sangat berkecukupan. Dan sebagai militer, segala janjinya saat kampanye di hadapan rakyat adalah harga mati yang pasti akan diwujudkannya,” tegasnya.
Dengan orang-orang pilihan yang ada disekitarnya, diyakini Prabowo bakal semakin percaya diri menghadapi segala rintangan, sekaligus menuntaskan beban yang diembannya.
Lebih jauh Yudis mengatakan, seperti memang sudah menjadi petunjuk, lanjut Yudhis, Prabowo sebagai Presiden ke 8, selama ini memang dijuluki 08.
“Ini bukan semacam kebetulan saja, tapi memang seperti sudah disiapkan dan sudah menjadi tanda kebangkitan Indonesia di rentang waktu lima tahun ke depan, walaupun julukan 08 yang melekat pada diri Prabowo sudah disematkan sejak beliau berpangkat Kapten dan aktif sebagai anggota Kopassus TNI,” sebutnya.
Untuk mewujudkan cita-cita bersama bangsa ini, Yudis meminta seluruh perangkat yang bertugas menjaga dan mengawal Prabowo harus selalu over protective agar kesehatan, keamanan serta keselamatan sang Presiden bisa selalu terjaga.
“Memang kita tidak meragukan seluruh instrumen itu sudah berjalan sebagaimana mestinya, tapi sebagai anak bangsa, sebagai rakyat Indonesia, kami meminta jangan lengah, ini sarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena semua bisa terjadi dan kami tidak mau cita-cita besar Pak Prabowo dan cita-besar bangsa ini yang diamanahkan kepada beliau kandas di tengah jalan. Musuh dalam selimut bisa saja terjadi,” tegasnya.
PALEMBANG.radarinformasi.com – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (Ketum IWO) Teuku Yudhistira melalui Ketua Pengurus Wilayah IWO Provinsi Sumatera Selatan (Ketua PW IWO Sumsel) melakukan aksi sosial pada kemanusiaan pada Kamis, 21 November 2024, dengan mendatangani kediaman siswi Sekolah Dasar Negeri 166 (SDN 166) Devi Saputri (10), di Lorong Maju Jaya RT 002 RW 004, Kelurahan Aryo Kemuning, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang. Jumat (22/11)
Aksi sosial ini merupakan bentuk gerak cepat Ketum IWO setelah melihat video viral di Instagram tentang kondisi perekonomian Devi dan keluarganya.
Ketua PW IWO Sumsel Rainaldy Stanza mengatakan, aksi sosial kemanusiaan ini diinisiasi oleh Ketum IWO Teuku Yudhistira secara spontanitas. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh bocah SD itu sangat menyentuh hati.
“Tadi malam Ketum IWO menelepon saya setelah melihat di Instagram dan beliau menginstruksikan kepada saya untuk mencari alamat adik kita ini,” ungkap Ketua PW IWO Sumsel Rainaldy Stanza menyampaikan instruksi yang diterimanya.
Mendapatkan amanat dari Ketum Yudhistira, Rainaldy langsung meminta rekan-rekan yang berada di Palembang untuk mencari tahu alamat bocah SD yang viral tersebut.
Saat dijumpai di kediaman Devi, pria yang akrab disapa Ronald itu mengatakan bahwa insan pers juga merupakan bagian dari mahluk sosial dan sudah sepatutnya memiliki rasa kepedulian kepada sesama.
“Kita kan makhluk sosial ya sudah sepatutnya saling bantu satu sama lain, dan bantuan yang kita berikan ini mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi keluarga adinda Devi,” ujar Ronald.
Selain itu Ketua PW IWO Provinsi Sumsel ini juga mendoakan semoga ibu dan anak ini selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, selalu diberikan kesehatan, dimurahkan rezeki dan selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
Selain memberikan bantuan sosial dan berdoa, Ketua PW IWO Provinsi Sumsel juga berharap pihak pemerintah berada di garis terdepan dalam mengatasi kemiskinan terutama yang terjadi di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.
“Jangan sampai ketika sudah viral di medsos pemerintah baru mau bergerak berduyun-duyun ingin membantu,” tegasnya.
Sementara itu ibu kandung Devi, Suryati mengatakan, sangat berterima kasih karena sudah datang jauh-jauh dari Kayuagung ke kediamannya hanya untuk memberikan bantuan kepada keluarganya.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak, semoga bantuan yang bapak berikan ini bisa bermanfaat bagi keluarga kami,” ucap Suryati sambil meneteskan air mata.
Diketahui sebelumnya, momen mengharukan ini terjadi saat pembagian uji coba makan siang gratis yang berlangsung pada Sabtu (16/11/2024).
Saat pembagian makan siang gratis tersebut, rupanya siswi SD Negeri 166 bernama Devi memilih untuk tidak menyantap makanan yang diberikan oleh jajaran Polda Sumatera Selatan.
Justru siswi ini ingin membawa pulang makanan tersebut untuk dimakan bersama ibunya di rumah. Tak hanya itu makan siang gratis tersebut juga dibagi dengan kedua kakaknya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama Smartfren Community menggelar seminar dengan tema “Meningkatkan Kemampuan Public Speaking untuk Membangun Kepercayaan Diri” yang diadakan pada Kamis, (21/11) di aula MTS Negeri 2 Indramayu. Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta keterampilan praktis bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dan membangun kepercayaan diri.
Acara ini menghadirkan narasumber Tomi Indra Suprianto, SE, selaku ketua IWO Jawa Barat yang memberikan tips dan trik efektif dalam menyampaikan pesan dengan percaya diri, mengatasi rasa gugup, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan audiens.
Peserta yang hadir diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya kemampuan public speaking dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks profesional, pendidikan, maupun sosial. Selain itu, seminar ini juga akan menjadi wadah bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dan berbagi pengalaman seputar teknik berbicara di depan umum.
Ketua IWO Jawa Barat Tomi Indra Suprianto, SE, yang sekaligus menjadi narasumber dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa ini adalah bagian dari pendidikan dan melatih peserta untuk lebih berani dan percaya diri dalam menyampaikan informasi.
“Saya kira bagus ini bagian dari pendidikan anak-anak pelajar bisa lebih berani dan percaya diri dalam menyampaikan informasi dan menambah keterampilan public speaking” ujarnya
Sementara itu, Haji Mujtahid dari Smartfren Community menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat (Comdev) perusahaan.
“Semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi efektif dan menyampaikan ide-ide inovatif.” pungkasnya.
Acara ini juga mendapatkan reaksi positif dari kepala MTS N 2 Indramayu. “Saya sangat suport dengan kegiatan ini karena anak-anak menjadi terinspirasi, banyak hal yang ingin kita capai di maderasah ini salah satunya adalah literasi siswa, dengan kegiatan ini sangat membantu” ujar Adi Mesya.
Lain halnya dengan Kang Supardi Ketua PD IWO Kabupaten Indramayu, mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua IWO wilayah Jawa Barat dan semua pengurus Daerah IWO daerah Indramayu yang telah menyukseskan acara publik speaking, ini adalah program IWO Pengurus Daerah Indramayu Jawa Barat.
Dan akan berkelanjutan, kedepan kita juga akan menyelenggarakan di sekolah-sekolah lain tentunya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – IWO Kabupaten Indramayu bersama Smartfren Community akan mengadakan pelatihan public speaking untuk siswa MTs Negeri 2 Indramayu. Acara yang akan digelar besok (21/11) ini menghadirkan Tomi Indra Priyanto, Ketua Pengurus Ikatan Wartawan Online Wilayah Jawa Barat sebagai narasumber. Rabu (20/11)
Ketua IWO Indramayu, Kang Supardi, mengatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat Hari Pahlawan, yakni menginspirasi generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan.
Sementara itu, Haji Mujtahid dari Smartfren Community menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat (Comdev) perusahaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi efektif dan menyampaikan ide-ide inovatif.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Bogor resmi menerima surat keputusan (SK) tentang kepengurusan periode 2024-2029 dari pengurus pusat IWO. Kamis (14/11)
Penyerahan SK kepengurusan IWO Bogor dilakukan oleh ketua pengurus wilayah IWO provinsi Jawa Barat, Tomi Indra Priyanto kepada ketua pengurus daerah IWO Bogor Lekat Azadi di sekretariatan II IWO Provinsi Jawa Barat di Perumahan BDI Desa Tambak Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Jawa Barat pada Kamis (14/11/2024).
Dalam penyerahan tersebut, ketua PW IWO Provinsi Jawa Barat Tomi Indra membacakan SK pengurus pusat IWO dengan nomor : 097.B/SKep-PD/PP-IWO/X/2024 tentang komposisi struktur pengurus daerah IWO Kabupaten/kota Bogor. SK tersebut ditandatangani oleh ketua umum PP IWO, Teuku Yudhistira Adi Nugraha, M.I.KOM dan Sekretaris Jendral M. Darwinsyah S.E, M.M.
“SK IWO Bogor ini kami sampaikan, semoga menjadi landasan bagi pengurus IWO Bogor untuk mengembangkan organisasi ini secara lebih luas dan mampu merangkul temen-temen wartawan media online,” kata Tomi.
IWO Provinsi Jawa Barat juga berharap kepengurusan IWO Bogor yang meliputi Kabupaten dan Kota bisa terus menguatkan eksistensi pewarta online dan menjadi jembatan untuk memfasilitasi kerja-kerja jurnalistik bagi anggotanya.
Sementara itu, Ketua IWO Bogor Lekat Azadi mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan untuk memimpin IWO Bogor.
“Semoga bisa memberikan kebaikan bagi anggota IWO Bogor serta organisasi ini mampu meningkatkan kualitas kerja pewarta online,” ujarnya.
Dalam kesempatan penyerahan SK Kepengurusan, Lekat Azadi didampingi sejumlah pengurus IWO Bogor.
PURWAKARTA.radarinformasi.com – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Purwakarta terima surat keputusan (SK) kepengurusan dari pengurus pusat IWO. Kamis (7/11)
SK kepengurusan PD IWO Kabupaten Purwakarta ini dengan nomor 074.B/SKP-PD/PP-IWO/IX/2024. SK kepengurusan dengan masa bakti 2024-2029 tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum IWO Teuku Yudhistira Adi Nugraha, M.Ikom dan Sekretaris Jendral M. Darwinsyah, S.E., M.M.
Penyerahan SK kepengurusan PD IWO Purwakarta ini dilakukan oleh ketua IWO Provinsi Jawa Barat Tomi Indra Priyanto kepada Ketua PD IWO Kabupaten Purwakarta Ade Eldian yang berlangsung di kantor sekretariat II IWO Provinsi Jawa Barat di Perum BDI Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada Kamis, 7 November 2024.
Dalam komposisi kepengurusan Ketua PD IWO Purwakarta dijabat oleh Ade Eldian dari trust3media.com. Sementara itu, Dodi sebagai Sekretaris dan Nono Maryono sebagai bendahara.
Ketua PD IWO Kabupaten Purwakarta, Ade Eldian mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan dari IWO Jawa Barat yang telah memberikan amanah untuk menjalankan organisasi ini di Kabupaten Purwakarta.
“Semoga PD IWO Kabupaten Purwakarta memberikan warna baru untuk organisasi kewartawanan,” ucap Ade Eldian.
Ketua PW IWO Jawa Barat Tomi Indra Priyanto berharap IWO Kabupaten Purwakarta menjadi ekosistem organisasi wartawan online yang sehat dan mampu menjadi ruang untuk berkomunikasi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“IWO bisa menjadi rumah yang nyaman bagi temen-temen media online di Purwakarta dan mampu meningkatkan kualitas profesi sebagai pewarta online,” kata dia.
Berikut ini Susunan Lengkap Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Kabupaten Purwakarta :
Dewan Kehormatan : H. Entis Sutisna, S.E., S.H., M.H., M.M.
Dewan Etik : 1. Ir. H. Dany Hamidi 2. Yani Yatnikasari