Koramil 1602 Sindang dan Forkopimcam Cantigi Gelar Apel Gabungan Tingkat Kecamatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Koramil 1602 Sindang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cantigi melaksanakan apel gabungan tingkat Kecamatan Cantigi. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Kantor Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, pada Senin (19/1/2026).

Apel gabungan ini diikuti oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cantigi, Babinsa Serma Warsono, Kasi Umum Polsek Cantigi, para kepala UPTD beserta pegawai kecamatan, serta para pamong desa se-Kecamatan Cantigi.

Bertindak sebagai pengambil apel, Babinsa Koramil 1602 Sindang, Serma Warsono, menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejala alam ekstrem. 

Ia juga menekankan pentingnya segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila terjadi situasi yang berpotensi menimbulkan dampak di wilayah binaan.

Selain itu, Serma Warsono mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk mendukung program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, mulai dari program ketahanan pangan hingga upaya peningkatan gizi bagi anak-anak sekolah.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung program pemerintah, baik ketahanan pangan maupun peningkatan gizi anak sekolah,” ujar Serma Warsono.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan apel gabungan ini bertujuan untuk mempererat koordinasi dan sinergitas antarinstansi demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Cantigi.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antar pemerintah kecamatan, kepala desa, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat dapat semakin kuat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya.

Reporter : Andika

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Lampung Barat, Polisi Evakuasi Warga Hingga Tengah Malam

LAMPUNG.radarinformasi.com – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Suoh sejak Rabu sore (10/9/2025) memicu banjir bandang dan longsor. Sungai Way Haru meluap membawa lumpur serta batang kayu besar hingga menghantam permukiman warga di Dusun Gunung Sari, Pekon Banding Agung.

Dalam waktu singkat, lima rumah hanyut terbawa arus dan 80 rumah lainnya mengalami kerusakan parah. Puluhan sepeda motor serta satu unit mobil Avanza terendam, sebagian tertimpa pohon tumbang. Kerugian sementara ditaksir mencapai setengah miliar rupiah.

Proses evakuasi berlangsung dramatis pada Rabu malam. Petugas gabungan dari Polsek Bandar Negeri Suoh, BPBD, Babinsa, aparat kecamatan, serta warga setempat mengevakuasi penduduk yang rumahnya terendam. Dalam kondisi gelap gulita dan arus deras, mereka menyeberangi banjir untuk menyelamatkan warga yang masih bertahan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun menegaskan aparat bergerak cepat.
“Begitu laporan masuk, tim segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor,” ujarnya.

Meski bencana menimbulkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa. Namun, trauma mendalam menyelimuti warga yang menyaksikan harta benda mereka hanyut terbawa arus.

Hingga Kamis dini hari, banjir mulai surut dan warga telah dipindahkan ke lokasi aman. Meski begitu, ancaman hujan lebat masih membayangi. Debit air di Sungai Way Semangka terus meningkat sehingga wilayah Pekon Tugu Ratu dan Banding Agung berstatus siaga.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih tinggi. Debit air sungai-sungai besar belum sepenuhnya stabil,” kata Yuyun.

Ia juga mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman. “Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Jangan memaksakan diri pulang jika lokasi masih berisiko diterjang banjir susulan,” tegasnya.

Selain evakuasi, aparat bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan darurat. Yuyun mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam pemulihan pasca-bencana. “Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk saling bergandengan tangan membantu korban. Kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar mereka segera bangkit,” ungkapnya.

Polisi bersama tim gabungan tetap siaga di lapangan untuk memantau situasi dan memberikan rasa aman bagi warga.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Tanah Longsor Sebabkan Akses Jalan ke Stasiun Batutulis Terputus

BOGOR.radarinformasi.com– Dalam sepekan terakhir, Bogor dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan sejumlah bencana alam, termasuk banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di berbagai titik. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan tanah menjadi labil, memperbesar risiko longsor di daerah rawan. Beberapa kawasan seperti Puncak, Tamansari, dan Bogor Selatan dilaporkan mengalami longsor dengan dampak yang cukup parah, menghambat akses transportasi dan mengancam permukiman warga. Selasa (4/3)

Salah satu bencana terbaru terjadi di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, di mana tanah longsor kembali memutus akses jalan menuju Stasiun Batutulis dan sebaliknya. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (04/03/2025) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, menyebabkan jalan tidak dapat dilalui dari kedua arah.

Longsor terjadi tepat di bawah Patilasan Mbah Dalem, di mana sebelumnya sudah terdapat retakan yang semakin melebar. Retakan tanah yang mencapai kedalaman sekitar setengah meter ini diperparah oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor sejak sore hari.

Menurut kesaksian warga, tanda-tanda longsor sudah mulai terlihat sejak pukul 23.30 WIB. “Tanah mulai retak sekitar jam 23.30 WIB, terdengar suara retakan jalan dan gemuruh,” ujar Daniel, warga Batutulis Gang Dalam. Beberapa saat kemudian, sebagian jalan ambles dan material tanah menutupi akses kendaraan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tindakan dari pihak berwenang. Warga setempat secara inisiatif menutup jalan menggunakan benda-benda dan alat seadanya untuk mencegah kendaraan melintas dan menghindari kemungkinan korban jiwa. Beberapa pengendara yang hendak melintas terpaksa mencari jalur alternatif.

Sementara itu, warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menangani bencana ini, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga dan pengguna transportasi umum yang hendak menuju Stasiun Batutulis.

Reporter : Rizal

Hujan Tak Henti, Tanah Longsor Terjang Rumah Warga

SUKABUMI.radarinformasi.com – Curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini meningkatkan risiko bencana, khususnya bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau daerah dengan kontur tanah tidak merata, seperti banjir dan tanah longsor. Sebuah longsor terjadi di Kampung Nyalindung, RT 03 RW 04, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/11/2024).

Longsor ini diperkirakan terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama hampir setiap harinya. Akibatnya, satu rumah warga mengalami kerusakan di bagian depan dan dapurnya. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materil yang dialami cukup signifikan.

Pihak terkait, seperti ketua RT, ketua RW, LPM, perangkat desa, tim pemadam kebakaran, BPBD, Babinsa, dan lainnya, segera turun ke lokasi untuk memberikan bantuan darurat dan mencegah longsor lebih lanjut yang dapat mengancam bagian rumah lainnya.

Saep Purnama, S.IP, M.Si, Lurah setempat, turut merespons dengan cepat. “Saya berharap seluruh warga yang tinggal di daerah rawan longsor atau banjir bisa lebih waspada, terutama untuk keselamatan diri, mengingat intensitas hujan yang tinggi dan berkepanjangan. Saya berharap tidak ada lagi korban baik materi maupun jiwa,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, estimasi kerugian material masih dalam pendataan. Namun, langkah-langkah penanganan dan pengamanan darurat telah dilakukan di lokasi kejadian.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Rizal