Lapor Pak Menteri BUMN! Bau Kolusi dan Korupsi Lewat PT SAK di PLN Menyengat, Bakal Ada Kambing Hitam?

JAKARTA.radarinformasi.com – Sepak terjang PT Sahitya Amartya Konsultama (SAK) yang terindikasi sebagai vendor ‘anak emas’ PT PLN (Persero) semakin terkuak. Diduga kuat, perusahaan itu semakin eksis mengelola proyek di PLN setelah mendapat dukungan penuh dari Dirut PLN Darmawan Prasodjo dan Alois Wisnuhardana yang kini menjabat Sekper PLN. Senin (6/1)

Pertanyaannya, bagaimana alurnya sehingga PT SAK sangat diprioritaskan PLN dalam mengelola sejumlah proyek khususnya berkaitan dengan Divisi Komunikasi?

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) Teuku Yudhistira yang sejak awal menyoroti berbagai dugaan penyimpangan di PLN mengungkapkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan tim IWO, serta hasil informasi dari internal PLN, PT SAK diketahui mulai muncul di perusahaan setrum itu sejak 6 tahun lalu.

Perusahaan yang berkantor di sebuah kafe di kawasan Red Diamond VI, No.2 Residence One, RT/RW 001/014, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten itu semakin berkembang di perusahaan BUMN itu mulai 2019 saat Darmo duduk sebagai Dewan Komisaris dan semakin eksis setelah Darmo ditunjuk sebagai Wadirut PLN pada tahun 2020.

“Kita kupas dulu satu persatu gimana alur ceritanya sehingga PT Sahitya ini bisa begitu mendapat prioritas di PLN,” ungkap Yudhis di Jakarta, Senin (6/1/2025).

Sesuai data Ditjen AHU Kemenkumham yang diperoleh, perusahaan itu lahir pada 24 Februari 2016 dengan bantuan Notaris Djoko Karyoso di Kabupaten Tangerang. Perusahaan itu awalnya dipegang oleh Dwi Susanto (64) selaku Direktur dengan kepemilikan saham Rp9.350.000.000 dan Muhammad Syihabuddin (44), selaku Komisaris dengan kepemilikan saham Rp1.650.000.000. sedangkan modal dasar perusahaan Rp44.000.000.000 dan modal disetor Rp11.000.000.

“Siapakah sosok Dwi Susanto dan Mohammad Syihabuddin bagi Darmawan Prasodjo?. Bagaimana hubungan kedua orang ini dengan Darmawan Prasodjo? Yang pasti hanya Dirut PLN yang bisa menjawab pertanyaan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yudhis, PT SAK semakin mencengkramkan kukunya di PLN setelah terindikasi adanya peran besar Alois Wisnuhardana. Kala itu is dikenal sebagai perpanjangan tangan vendor tersebut yang sengaja ditempatkan secara khusus dalam urusan proyek di PLN.

Kemudian, persis ketika Darmo ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Dirut PLN menggantikan Zulkifli Zaini, persisnya pada 17 Maret 2021, PT SAK diketahui  melakukan AHU perubahan pada 17 Maret 2021. Untuk perubahan ini, mereka menggunakan jasa notaris Maya Sari Dewi di Kabupaten Tangerang.

Dan persis sekitar tiga bulan lalu tepatnya pada 06 September 2024 atau tak lama setelah Ganjar Pranowo kalah dalam kontestasi Pilpres, PT SAK kembali mengajukan perubahan AHU. Kali ini dengan menggunakan jasa Notaris Putu Asti Nurtjahjanti, perusahaan ini menetapkan dua orang perempuan sebagai pimpinan.

Jajaran pengurus pun dirombak total. Posisi Direktur diserahkan kepada Vitra Tiara Permana (29) dengan jumlah saham dominan Rp10.890.000.000 dan Ismia Fitri Hirmayati (36) yang mendapat posisi Komisaris dengan jumlah saham Rp110.000.

Pergantian pimpinan itu pun semakin menguatkan indikasi bahwa PT SAK mulai ‘cuci dosa’. Disinyalir, hal itu dilakukan untuk menyelamatkan diri jika kasus ini bergulir ke ranah hukum. Kedua perempuan yang ditunjuk menjadi Direktur dan Komisarin itu pun diduga sengaja dijadikan kambing hitam.

“Kejanggalan ini yang kami harap bukan hanya menjadi masukan dan pertimbangan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk membongkar habis dugaan korupsi, kolusi dan Nepotisme untuk bahan mengevaluasi posisi Darmawan Prasodjo dan kroninya di PLN, akan tetapi sudah sepatutnya juga didalami oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap dugaan bancakan korupsi secara korporasi di PLN, termasuk terkait dugaan aliran dana dari PLN untuk Pencapresan Ganjar melalui PT Sahitya Amartya Konsultama yang sudah viral di Tiktok. Harus dibuktikan semua itu. Apalagi menurut informasi di lingkungan PLN, selama ini kedua perempuan itu hanya dikenal sebagai admin perusahaan. Tapi kok mendadak dijadikan Direktur dan Komisaris,” sebut Yudhis.

PT SAK ‘Anak Emas’ PLN

Tak berlebihan jika PT Sahitya Amartya Konsultama disebut sebagai vendor ‘anak emas’ PLN, karena eksistensinya memang semakin tak terbendung dan terus menggurita di PLN sejak Darmo menjadi Dirut di tahun 2021 silam.
Apalagi, karena faktor kedekatan, Alois Wisnuhardana yang kabarnya punya hubungan dekat dengan PT SAK, sengaja diangkat oleh Darmo sebagai sekretaris perusahaan (Sekper/Corsec).

Tak ayal, duet pejabat utama ini, ditambah lagi dukungan Direktur SDM Yusuf Didi Setiarto yang terindikasi sebagai pejabat yang suka mengutak-atik aturan, membuat semua proyek-proyek komunikasi yang sudah dikerjakan secara mandiri oleh Divisi Komunikasi, maupun yang terindikasi dimunculkan lewat kolusi, mulai dimonopoli, meski acap kali terjadi tumpang tindih pekerjaan. Terlebih setelah pengaturan paket proyek untuk PT SAK isunya dikendalikan langsung oleh Alois sang Sekper.

“Selain pemborosan karena ada tumpang tindih pekerjaan, kami rasa kongkalikong ini menjadi modus lain dugaan tindak pidana korupsi antara PLN dengan Sahitya. Toh pekerjaan di Divisi Komunikasi memang sudah ada perangkatnya, tapi kenapa PT SAK ikut mengerjakannya juga. Artinya tentu ada cost lain yang tidak tau dari pos anggaran mana di komunikasi, yang harus dikeluarkan,” ujarnya.

Berdasarkan data umum yang bisa di-searching di Google, beberapa tugas PT SAK selaku vendor di PLN antara lain:

1. Menulis artikel dengan bahasa yang jelas dan menarik dengan mengikuti standar komunikasi perusahaan. Hal ini berhasil meningkatkan pemberitaan positif tentang PT PLN (Persero) sebagai klien dengan strategi komunikasi yang terarah dan pengelolaan media yang efektif.

2.  Melakukan analisis mendalam terhadap berita dan data terkait PT PLN (Persero) untuk memberikan wawasan dan perspektif tambahan dalam pemberitaan. Hal ini mendukung PLN dalam meraih berbagai penghargaan selama 3 tahun terakhir.

3. Menjalin hubungan profesional dengan kontak di PT PLN (Persero) untuk memastikan akses informasi yang baik dan memperkuat kerja sama.

Seperti pemberitaan sebelumnya, selama Darmawan Prasodjo menjabat sebagai Direktur Utama, salah satu proyek yang dimonopoli PT SAK adalah pembuatan video untuk kebutuhan PLN. Lantas bagaimana sepak terjangnya selama lebih kurang 5 tahun beraktivitas di PLN.

Sumber yang layak dipercaya di lingkungan Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan menyebutkan, sejak PT SAK mengerjakan proyek berita dan video, semua vendor, termasuk yang sudah lama bekerjasama dengan PLN, langsung disingkirkan sekalipun tarif satu paket video yang dipatok perusahaan itu jauh dari harga normal.

“Semua atas arahan Dirut, Sekper dan didukung penuh oleh EVP Komunikasi & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto. Sekalipun hasil video produksi dari vendor lain kualitasnya lebih baik, tapi Dirut maunya PT SAK yang memproduksinya,” ungkap sejumlah sumber di PLN Pusat yang minta identitasnya dirahasiakan.

Yang mencurigakan lagi, lanjut sumber, harga selangit yang ditawarkan PT SAK tidak pernah dipermasalahkan PLN. Artinya, setiap tarif pekerjaan video yang diajukan PT SAK, langsung di-ACC tanpa penawaran atau negosiasi.

“Misalnya vendor lain mengajukan tawaran Rp60 juta pervideo, tapi tidak dipakai juga, sedangkan PT SAK meski harganya antara 90 hingga 100 juta pervideo, tapi pekerjaan diberikan kepada perusahaan ini, anehkan. Dan tarif itu belum include dengan biaya dubbing (mengisi suara video) ya. Itu harganya biasanya dipatok vendor itu sama sampai Rp90 juta,” sebut mereka.

Pokoknya, kata sumber, Dirut telah menetapkan, setiap video yang dibuat oleh PLN, harus hasil produksi dari PT SAK.

“Yang lebih mencurigakan, padahal PT SAK ini sudah punya kontrak payung yang nilainya di atas Rp700 juta perbulan untuk kebutuhan komunikasi seperti rilis berita dan video. Tapi ternyata kontrak itu diluar pembuatan video dan dubbing. Bahkan dalam sebulan diluar kontrak payung, PT SAK ini bisa diberi proyek antara 8 hingga 10 video setiap bulannya. Semua proyek itu didapat PT SAK tanpa tender. Bayangkan berapa miliar yang harus dikucurkan PLN hanya untuk PT SAK tiap bulannya. Jelas sangat tidak wajar,” terang sumber.

Benarkan Dirut PLN Dukung Ganjar Lewat PT SAK?

Seperti diketahui, dalam beberapa terakhir, PLN menuai sorotan negatif masyarakat dan netizen, menyusui viralnya sejumlah video di TikTok terkait dugaan penyelewengan dana CSR yang diisukan untuk mendukung pencapresan Ganjar. 

Salah satunya terlihat dari postingan akun ‘nalarpolitik’. Meski pemilik akun sudah memostingnya pada 22 November 2024, namun kabar ini baru merebak dalam beberapa hari terakhir.

Dari amatan di postingan tersebut pada Jumat, 3 Januari 2025, terlihat jelas ada 3 flyer yang dibagikan pemilik aku dengan menggambarkan bermacam ilustrasi, termasuk pejabat berkepala tikus dan wajah Dirut PLN Darmawan Prasodjo.

Pada flyer slide pertama tertulis kalimat ‘Waduh Dirut PLN Pakai Dana CSR Buat Dukung Capres Ganjar??’. Menjelang akhir masa jabatan, Darmawan Prasodjo alias Darmo dikabarkan mati-matian pertahankan kursinya. Tapi kok malah isu nggak enak soal dana CSR?’

Kemudian di flyer slide kedua tertulis kalimat ‘CSR PLN Buat Kampanye Capres?. Kabarnya dana CSR buat program tanam mangrove di Rembang, malah dipakai buat pemenangan Capres 03. Ditambah lagi proyek video kampanye yang dibanderol harga fantastis Rp90 juta per menit! Monopoli vendor PT SAK,” katanya.

Di flyer slide terakhir, dengan ilustrasi wajah wajah tikus berdasi dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo tertulis kalimat ‘Dukung Capres Pakai Duit Pribadi Dong. Dukung capres sih boleh-boleh aja, tapi pakai duit pribadi, bukan duit negara, bro! BUMN itu bukan celengan pribadi buat urusan politik’.

Tertulis pula caption berjudul ‘PDI-P Pake Dana CSR untuk Pilpres kemarin. Dirut PLN Darmo salah satu penyokong dana kampanye ganjar ternyata pake dana CSR PLN untuk kampanye ganjar!. #pln #pilpres #kampanye #korupsi. Ribuan akun pun diketahui terlihat memberi like atas postingan itu. Begitu juga dengan komentar netizen, terlihat begitu banyak.

Red

Kilang Balongan Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8%

INDRAMAYU.radarinformasi.com – General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa Kilang Balongan siap mendukung pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Kamis (7/10)

Dengan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan industri dan masyarakat, Kilang Balongan berkomitmen mendorong percepatan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Hal ini disampaikan oleh Yulianto saat menerima kunjungan kerja dari perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon pada 4 November 2024, di Ruang Strategic Command Center, Gedung Amanah RU VI Balongan.

Selain menjalankan peran utama sebagai pemasok BBM dan BBK nasional, Kilang Balongan juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah operasinya.

“Syukur Alhamdulillah, keberadaan Kilang Balongan memberikan dampak yang cukup besar, khususnya terhadap sektor ekonomi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning),” ujar Yulianto.

Berbagai kebutuhan operasional perusahaan dipenuhi dengan melibatkan usaha lokal dan UMKM di Ciayumajakuning. Selain itu, banyak kebutuhan harian pekerja yang juga disuplai dari wilayah sekitar, yang berdampak positif pada perekonomian lokal.

Yulianto berharap kegiatan ini akan memperkuat sinergi antara Kilang Balongan dan Bank Indonesia, sehingga manfaat keberadaan kilang dapat semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Deputi Kepala BI Cirebon, Agung Budilaksono, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari survei liaison BI.

“Survei liaison dari Bank Indonesia dilakukan untuk mengumpulkan data guna mendukung penyusunan kebijakan moneter dan makroekonomi, serta memberikan masukan kepada pemerintah daerah maupun pusat,” jelas Agung.

Data dari survei ini akan diolah sebagai acuan untuk membuka peluang kerja sama dan peningkatan demi mendukung pertumbuhan ekonomi di Ciayumajakuning serta secara nasional, tambah Agung. Setelah diskusi, acara ditutup dengan tur fasilitas Kilang Balongan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Daftar Nama Pejabat PLN yang Dicopot Beredar, Ketum SP Malah Tuduh Wartawan

JAKARTA.radarinformasi.com – Teka teki sejumlah inisial pejabat PLN yang dicopot Dirut PLN Darmawan Prasodjo belum lama ini mulai beredar luas. Dari data yang dihimpun, ada 6 nama pejabat Eselon 1 yang dicopot dalam 2 minggu terakhir yang disebut-sebut karena tidak bisa memenuhi keinginan. Kamis (24/10).

Mereka adalah:

1. Karyawan Adji – Direktur Manajemen Human Capital PLN Nusantara Power
2. ⁠Muhammad Reza – Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power
3. ⁠Agung Nugraha Putra – Executive Vice President Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan
4. ⁠Abdul Muchlis Executive Vice President Operasi Distribusi Jawa Madura Bali
5. ⁠Eric Rossi Priyo Nugroho – General Manager UID Sumatera Barat
6. ⁠Maria I Gunawan – Executive Vice President Customer Experience

Beredarnya daftar nama ini pun semakin memicu kekisruhan di tubuh PLN, meski sejauh ini tidak satupun jajaran direksi, khususnya Dirut PLN yang buka suara.

Sementara, Ketua Umum SP PLN, M. Abrar Ali yang sebelumnya slow respon saat dikonfirmasi mengakui tidak tahu. Dia malah balik menuduh wartawan.

“Nggak tau kita itu Om..yang tau yang buat Om,” balasnya melalui pesan singkat WhatsApp sambil menyelipkan emoticon tertawa, Rabu malam (23/10/2024).

Sebelumnya, PT PLN (Persero) yang kini masih di bawah kepemimpinan sang Dirut Darmawan Prasodjo alias Darmo, terus menerus menuai sorotan. Apalagi di balik framing pencitraan lewat berbagai penghargaan yang diraih mantan Caleg PDI Perjuangan itu, ternyata tersimpan berbagai aib yang kabarnya mulai membuat resah jajaran pegawai.

Permasalahan di perusahaan strum itu semakin santer, menyusul beredarnya surat kaleng pada Rabu, 23 Oktober 2024, dengan pengirim dan penulis anonim, yang ditujukan kepada Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN Muhammad Abrar Ali.

Secara garis besar, surat tersebut menjabarkan sejumlah inisial yang diduga pejabat teras PLN yang diistilahkan sebagai Sengkuni (tokoh jahat perwayangan) dan Kurawa, yang tak lain berwatak serupa.

Lantas siapa sosok pejabat yang dimaksud dalam tersebutmelakukan berikut isi surat kaleng tersebut yang dihimpun wartawan secara utuh.

_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera untuk kita semua, Namo Budaye, Salam Kebajikan.._

Yang Saya Banggakan Ketua Umum SP PLN : Uda Abrar dan jajaran pengurus SP PLN Kantor Pusat

Disclaimer :
1. Email atau laporan terbuka ini dikirimkan tidak bermaksud untuk memojokkan atau menjelekkan beberapa pihak atau person dan tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik person.
2. Email atau laporan terbuka ini hanya bersifat DIDUGA /DUGAAN sang penulis dan tidak memfitnah, untuk fakta di lapangan SILAKAN dicari sendiri.
3. Email atau laporan terbuka ini hanya untuk mengingatkan kita semua untuk lebih peduli bahwa PLN adalah tempat kita beramal ibadah, mencari nafkah keluarga kita.
4. Penulis mohon maaf apabila ada ketersinggungan secara person.

PLN adalah sebuah Perusahaan BUMN yang seharusnya dalam pengelolaanya juga harus professional. Sangat bangga sekali dengan jumlah award yang diterima oleh DIRUT PLN, mungkin jumlahnya ratusan. Dan kita tidak tahu berapa biaya (Sponsorship, CSR, dll) yang kemungkinan dikeluarkan demi mendapatkan award ini. Mungkin inilah disebut sindrom narsistic dan semoga ini tidak menjadi wabah.


Abang Ketum SP, melalui laporan terbuka ini saya hanya ingin melaporkan hal-2 sebagai berikut:

1. Pembentukan Sub Holding Pembangkit
Jika kita melihat kebelakang, sebenarnya apa manfaat pembentukan Sub Holding? Toh pengelolaan keuangan ternyata dilakukan terpusat di Holding PLN yang artinya dulu dalam sosialisasi, SH akan lebih lean dalam pengambilan Keputusan, gimana mau Lean ? yang ada justru semua diduga atas instruksi DP ((istilah dalam wayang kita sebut saja SENGKUNI ). Justru kalau Ketum SP dan pengurusnya peduli, seharusnya dilihat bagaimana pengelolaan ipp yang ternyata Perusahaan swasta dikawinkan dengan Sub Holding. Bahkan metode seperti dulu EPC, justru diduga ditolak oleh DP bahkan murka SENGKUNI jika ada yang masih mengusulkan EPC padahal EPC bernilai positif untuk Perusahaan kita.
Ya semoga KETUM SP terbuka mata hati nya, walupun KETUM SP dan SEKJEND diduga mungkin sering diajak diskusi oleh DP dan DS
2. Arogansi dalam Pengelolaan SDM
Dalam 2 tahun kepemimpinan Sengkuni ini banyak hal-hal yang  tidak wajar dan bukan merupakan mencerminkan kepemimpinan seorang pemimpin di BUMN. Kita mulai dari beberapa waktu yang lalu :

a) RH (Direktur OP BB IP) dicopot karena apa? Banyak orang mengira kalau RH dianggap tidak perfom dan diangkat isunya bersamaan dengan kasus Suralaya yang dianggap memberikan polusi untuk Jakarta. Apakah Ketum SP tahu kalau pencopotannya diduga karena ada perintah SENGKUNI  harus dibeli dari sang penjual (OBP) ini konon kabarnya memilki power dalam pemerintahan, dan masalahnya adalah Batubara yang ternyata low kalori yang tidak sesuai spesifikasi kalori BB. Cilakanya adalah apakah pengganti RH lebih baik? Bahkan H sang pengganti RH adalah DIROPS IP yang dievaluasi atau dicopot karena performance nya

b) MIG (EVP CES) dicopot karena masalah penyajian data pelanggan subsidi. Ternyata data tersebut diduga akan digunakan sebagai salah satu program pencitraan SENGKUNI di depan suksesor dari presiden terpilih. Karena data nya tidak selesai sesuai harapan, padahal penanggung jawab data itu adalah IT loh pak KETUM SP, atau pak KETUM SP belum tahu KSDTI nya juga pilihan SENGKUNI dan EVP MDG nya juga kaki tangan SENGKUNI dari kantor sebelumnya dari Kerajaan KURAWA. SENGKUNI itu kan Paman dari para KURAWA.
Pertanyaannya apakah pengganti MIG (BAP) LEBIH BAIK dari MIG, oh karenaa BAP merupakan kaki tangan SENGKUNI sebelumnya???

c) AM (EVP ODJ) AN (EVP ODS) dicopot diduga tidak memenuhi undangan dari SENGKUNI. Pertannyaanya : AM dan AN menghadiri acara yang ditugaskan oleh AP (Direktur), apakah salah ? seharusnya AP yang bertanggung jawab atau AP diduga sebagai salah satu KURAWA ? ternyata info dari tukang kebun BSD bahwa AN dicurigai oleh SENGKUNI kalau sedang membangun dinasti kekuatan, dan SENGKUNI khawatir dinasti ini akan menyerangnya suatu saat.Cilakanya, penggantinya adalah SS (notabene pernah jadi EVP dan ternyata diduga tidak perform dan diturunkan jadi GM)

d) ERPN (GM SUMBAR) dicopot diduga tidak memberikan data yang diminta oleh SENGKUNI terkait trah dinasti diatas. Berbeda dengan M (GM Aceh) yang bisa memberikan data dinasti akhirnya selamat jabatanya. Berarti M juga termasuk kurawa karena gila jabatan dan takut dicopot . memang jabatan membuat silau.

e) MR (DirSH) mengundurkan diri karena beredar issu mencalonkan menjadi rector ITB. Kenyataanya diduga SENGKUNI memberikan intruksi ke MR untuk segera membuat mou dengan Pertamina dan harus di ttd sebelum pelantikan presiden, namun MR tidak melaksanakan dengan baik.
Pertanyaanya: untuk apa MOU sebelum pelantikan ? Narsistic? Pencitraan SENGKUNI? Kenapa RF (dirutSH) tidak mengundurkan diri atau dicopot? Seharusnya yang tanggung jawab RF

3. Pengelolaan Sindrom Narsistic
Berapa penghargaan yang diterima oleh SENGKUNI? Berapa rupiah sponsorship yang dikelola dan dikeluarkan G (EVP KOM) demi mendapatkan banyak penghargaan tersebut?
Pertanyaanya : jangan jangan G diduga kaki tangan SENGKUNI?
Jangan heran pak KETUM SP, sekarang banyak pejabat kantor pusat yang naik menjadi EVP langsung di kantor Pusat. Bagaimana Nasib para GM dan SRM di pulau2 disana ? kapan mereka mendapatkan promosi ? EVP diisi dari VP kantor Pusat, VP Kantor Pusat diisi dari MSB Kantor Pusat? Pasti kalau Pak KETUM SP peduli sudah pasti tahu permasalahan ini , dan kenapa Pak KETUM SP DIAM SAJA?? Atau sudah nikmat?

4. Bagaimana Netralitas SENGKUNI karena dari Partai Politik?
Kalau kita baca dari berita
https://news.detik.com/berita/d-3019616/kenapa-puan-ingin-darmawan-prasodjo-jadi-penggantinya-di-dpr

https://anekainfounik.wordpress.com/2015/11/19/darmo-bantah-pernah-bertemu-presiden-dan-novanto-bahas-freeport/
ini apakah SENGKUNI masih terafiliasi dengan salah satu partai politik besar di NKRI.

Dengan dugaan afiliasi ini, apakah Keputusan SENGKUNI dalam memimpin PLN ini bisa PROFESIONAL? Misalkan sudah tidak terafiliasi, apakah SENGKUNI bisa NETRAL?

5. Apresiasi kepada SENGKUNI atas kenaikan gaji
Namun ada hal yang saya ucapkan terima kasih karena SENGKUNI memberikan apresiasi kenaikan pendapatan pegawai walaupun maksud dan tujuannya adalah diduga agar pegawai tidak banyak protes atas kebijakan-2 yang sudah dipikirkan oleh SENGKUNI.

Demikian Pak KETUM SP dan para pengurus SP, surat laporan terbuka saya sampaikan. Semua kita semua yang membaca menjadi SADAR kalau PLN adalah tempat kita mencari nafkah untuk istri dan anak anak kita, untuk keluarga kita. Jangan DIAM SAJA kalau PIMPINAN kita DZALIM.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo selaku Dirut ketika dikonfirmasi ke nomor WhatsApp pribadinya, hingga kini tak merespons meski ia sudah membaca pesan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan centang biru dari pesan yang dikirim tersebut.

Red

PLN ‘Diguncang’ Surat Kaleng, Isyaratkan Sengkuni Sebagai Biang Kekisruhan

JAKARTA.radarinformasi.com –  PT PLN (Persero) yang kini masih di bawah kepemimpinan sang Dirut Darmawan Prasodjo alias Darmo, terus menerus menuai sorotan. Apalagi di balik framing pencitraan lewat berbagai penghargaan yang diraih Darmo, ternyata tersimpan berbagai aib yang kabarnya mulai membuat resah jajaran pegawai. Rabu (23/10)

Permasalahan di perusahaan strum itu semakin santer, menyusul beredarnya surat kaleng pada Rabu, 23 Oktober 2024, dengan pengirim dan penulis anonim, yang ditujukan kepada Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN Muhammad Abrar Ali.

Secara garis besar, surat tersebut menjabarkan sejumlah inisial yang diduga pejabat teras PLN yang diistilahkan sebagai Sengkuni (tokoh jahat perwayangan) dan Kurawa, yang tak lain berwatak serupa.

Lantas siapa sosok pejabat yang dimaksud dalam tersebutmelakukan berikut isi surat kaleng tersebut yang dihimpun wartawan secara utuh.

_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera untuk kita semua, Namo Budaye, Salam Kebajikan.._

Yang Saya Banggakan Ketua Umum SP PLN : Uda Abrar dan jajaran pengurus SP PLN Kantor Pusat

Disclaimer :
1. Email atau laporan terbuka ini dikirimkan tidak bermaksud untuk memojokkan atau menjelekkan beberapa pihak atau person dan tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik person.
2. Email atau laporan terbuka ini hanya bersifat DIDUGA/DUGAAN sang penulis dan tidak memfitnah, untuk fakta di lapangan SILAKAN dicari sendiri.
3. Email atau laporan terbuka ini hanya untuk mengingatkan kita semua untuk lebih peduli bahwa PLN adalah tempat kita beramal ibadah, mencari nafkah keluarga kita.
4. Penulis mohon maaf apabila ada ketersinggungan secara person.

PLN adalah sebuah Perusahaan BUMN yang seharusnya dalam pengelolaanya juga harus professional. Sangat bangga sekali dengan jumlah award yang diterima oleh DIRUT PLN, mungkin jumlahnya ratusan. Dan kita tidak tahu berapa biaya (Sponsorship, CSR, dll) yang kemungkinan dikeluarkan demi mendapatkan award ini. Mungkin inilah disebut sindrom narsistic dan semoga ini tidak menjadi wabah.
Abang Ketum SP, melalui laporan terbuka ini saya hanya ingin melaporkan hal-2 sebagai berikut:

1. Pembentukan Sub Holding Pembangkit
Jika kita melihat kebelakang, sebenarnya apa manfaat pembentukan Sub Holding? Toh pengelolaan keuangan ternyata dilakukan terpusat di Holding PLN yang artinya dulu dalam sosialisasi, SH akan lebih lean dalam pengambilan Keputusan, gimana mau Lean ? yang ada justru semua diduga atas instruksi DP (istilah dalam wayang kita sebut saja SENGKUNI). Justru kalau Ketum SP dan pengurusnya peduli, seharusnya dilihat bagaimana pengelolaan ipp yang ternyata Perusahaan swasta dikawinkan dengan Sub Holding. Bahkan metode seperti dulu EPC, justru diduga ditolak oleh DP bahkan murka SENGKUNI jika ada yang masih mengusulkan EPC padahal EPC bernilai positif untuk Perusahaan kita.
Ya semoga KETUM SP terbuka mata hati nya, walupun KETUM SP dan SEKJEND diduga mungkin sering diajak diskusi oleh DP dan DS
2. Arogansi dalam Pengelolaan SDM
Dalam 2 tahun kepemimpinan Sengkuni ini banyak hal-hal yang  tidak wajar dan bukan merupakan mencerminkan kepemimpinan seorang pemimpin di BUMN. Kita mulai dari beberapa waktu yang lalu :

a) RH (Direktur OP BB IP) dicopot karena apa? Banyak orang mengira kalau RH dianggap tidak perfom dan diangkat isunya bersamaan dengan kasus Suralaya yang dianggap memberikan polusi untuk Jakarta. Apakah Ketum SP tahu kalau pencopotannya diduga karena ada perintah SENGKUNI  harus dibeli dari sang penjual (OBP) ini konon kabarnya memilki power dalam pemerintahan, dan masalahnya adalah Batubara yang ternyata low kalori yang tidak sesuai spesifikasi kalori BB. Cilakanya adalah apakah pengganti RH lebih baik? Bahkan H sang pengganti RH adalah DIROPS IP yang dievaluasi atau dicopot karena performance nya

b) MIG (EVP CES) dicopot karena masalah penyajian data pelanggan subsidi. Ternyata data tersebut diduga akan digunakan sebagai salah satu program pencitraan SENGKUNI di depan suksesor dari presiden terpilih. Karena data nya tidak selesai sesuai harapan, padahal penanggung jawab data itu adalah IT loh pak KETUM SP, atau pak KETUM SP belum tahu KSDTI nya juga pilihan SENGKUNI dan EVP MDG nya juga kaki tangan SENGKUNI dari kantor sebelumnya dari Kerajaan KURAWA. SENGKUNI itu kan Paman dari para KURAWA.
Pertanyaannya apakah pengganti MIG (BAP) LEBIH BAIK dari MIG, oh karenaa BAP merupakan kaki tangan SENGKUNI sebelumnya???

c) AM (EVP ODJ) AN (EVP ODS) dicopot diduga tidak memenuhi undangan dari SENGKUNI. Pertannyaanya : AM dan AN menghadiri acara yang ditugaskan oleh AP (Direktur), apakah salah ? seharusnya AP yang bertanggung jawab atau AP diduga sebagai salah satu KURAWA ? ternyata info dari tukang kebun BSD bahwa AN dicurigai oleh SENGKUNI kalau sedang membangun dinasti kekuatan, dan SENGKUNI khawatir dinasti ini akan menyerangnya suatu saat. Celakanya, penggantinya adalah SS (notabene pernah jadi EVP dan ternyata diduga tidak perform dan diturunkan jadi GM)

d) ERPN (GM SUMBAR) dicopot diduga tidak memberikan data yang diminta oleh SENGKUNI terkait trah dinasti diatas. Berbeda dengan M (GM Aceh) yang bisa memberikan data dinasti akhirnya selamat jabatanya. Berarti M juga termasuk kurawa karena gila jabatan dan takut dicopot . memang jabatan membuat silau.

e) MR (DirSH) mengundurkan diri karena beredar issu mencalonkan menjadi rector ITB. Kenyataanya diduga SENGKUNI memberikan intruksi ke MR untuk segera membuat mou dengan Pertamina dan harus di ttd sebelum pelantikan presiden, namun MR tidak melaksanakan dengan baik.
Pertanyaanya: untuk apa MOU sebelum pelantikan ? Narsistic? Pencitraan SENGKUNI? Kenapa RF (dirutSH) tidak mengundurkan diri atau dicopot? Seharusnya yang tanggung jawab RF

3. Pengelolaan Sindrom Narsistic
Berapa penghargaan yang diterima oleh SENGKUNI? Berapa rupiah sponsorship yang dikelola dan dikeluarkan G (EVP KOM) demi mendapatkan banyak penghargaan tersebut?
Pertanyaanya : jangan jangan G diduga kaki tangan SENGKUNI?
Jangan heran pak KETUM SP, sekarang banyak pejabat kantor pusat yang naik menjadi EVP langsung di kantor Pusat. Bagaimana Nasib para GM dan SRM di pulau-pulau disana ? kapan mereka mendapatkan promosi ? EVP diisi dari VP kantor Pusat, VP Kantor Pusat diisi dari MSB Kantor Pusat? Pasti kalau Pak KETUM SP peduli sudah pasti tahu permasalahan ini , dan kenapa Pak KETUM SP DIAM SAJA?? Atau sudah nikmat?

4. Bagaimana Netralitas SENGKUNI karena dari Partai Politik?
Kalau kita baca dari berita
https://news.detik.com/berita/d-3019616/kenapa-puan-ingin-darmawan-prasodjo-jadi-penggantinya-di-dpr

https://anekainfounik.wordpress.com/2015/11/19/darmo-bantah-pernah-bertemu-presiden-dan-novanto-bahas-freeport/
ini apakah SENGKUNI masih terafiliasi dengan salah satu partai politik besar di NKRI.

Dengan dugaan afiliasi ini, apakah Keputusan SENGKUNI dalam memimpin PLN ini bisa PROFESIONAL? Misalkan sudah tidak terafiliasi, apakah SENGKUNI bisa NETRAL?

5. Apresiasi kepada SENGKUNI atas kenaikan gaji
Namun ada hal yang saya ucapkan terima kasih karena SENGKUNI memberikan apresiasi kenaikan pendapatan pegawai walaupun maksud dan tujuannya adalah diduga agar pegawai tidak banyak protes atas kebijakan-kebijakan yang sudah dipikirkan oleh SENGKUNI.

Demikian Pak KETUM SP dan para pengurus SP, surat laporan terbuka saya sampaikan. Semua yang membaca menjadi SADAR kalau PLN adalah tempat kita mencari nafkah untuk istri dan anak anak kita, untuk keluarga kita. Jangan DIAM SAJA kalau PIMPINAN kita DZALIM.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo selaku Dirut ketika dikonfirmasi ke nomor WhatsApp pribadinya, hingga kini tak merespons meski ia sudah membaca pesan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan centang biru dari pesan yang dikirim tersebut.

Sedangkan Ketua Umum SP PLN M. Abrar Ali, hingga berita ini dinaikkan tak kunjung merespons dan membaca konfirmasi wartawan.

Red

Perhutani KPH Bogor Mengadakan Pasar Murah Safari Ramadhan BUMN 2023

BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani yang merupakan salahsatu bagian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pasar murah yang dilaksanakan hari Kamis 30 Maret 2023, bertempat di Gedung Olah Raga Padjadjaran Jalan Jenderal Ahmad Yani, Tanah Sareal Kota Bogor. Kamis (30/03/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut pasar murah  Safari Ramadhan BUMN 2023, Stap khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Direktur Umum Perhutani M Deny Ermasnyah, Wakil Wali Kota Bogor Deddy A. Rahim,  Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor Achmad Rusliadi, Kepala Dinas Pemuda & Olah Raga Kota Bogor, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Kepala Dinas KUKM Perdagangan Industri Kota Bogor serta masyarakat Kota Bogor. 

Arya Sinulingga menyampaikan, kegiatan Pasar murah  Safari Ramadhan BUMN 2023 ini berupa penjualan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau, meliputi Beras 5 kg, Minyak Goreng 1 liter dan 1 kg Gula  yang dibandrol seharga Rp. 55.000,- per paketnya.

“Program Kementrian BUMN ini diharapkan dapat membantu masyarakat guna mendorong pemerataan dan keseimbangan pasar”, ujarnya.

Direktur Utama Perhutani yang diwakili Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor Achmad Rusliadi dalam sambutannya menyampaikan Perum Perhutani salahsatu beberapa BUMN pada kesempatan pasar murah  Safari Ramadhan Badan Usaha Milik Negara, memiliki beberapa program kerja yang selaras dengan Program Kerja Kementrian BUMN, salahsatunya adalah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau disingkat TJSL.

“Program safari Ramadhan BUMN tahun 2023 ini berupa penjualan 1000 paket sembako dengan harga terjangkau bagi masyarakat  dan program TJSL  ini  tidak terbatas kepada masyarakat diwilayah kawasan hutan, seperti saat ini dilaksanakan bagi warga Kota Bogor”.

“Selain itu, Perhutani juga membuka stand Mudik Gratis Perhutani  bagi masyarakat yang akan mudik sekitar Jawa yang nanti akan dilaksanakan secara serentak oleh Kementrian BUMN”, ujarnya.

Wakil Wali Kota Bogor Deddy A. Rahim yang membuka Pasar Murah Safari Ramadhan BUMN tahun 2023 menyatakan Langkah yang diambil oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini BUMN Perhutani yaitu Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sangat kami apresiasikan berupa penjualan 1000 paket sembako, meskipun waktunya satu hari 
tetapi tanggapan masyarakat Kota Bogor cukup positif.

“Harapan kedepannya BUMN dapat terus memberikan kontribusi dan perhatian kepada masyarakat, mengingat saat Ramadhan ini kondisi masyarakat masih dalam pemulihan ekonomi paska pandemic Covid 19”.

Disampaikan pula Kota Bogor tingkat pertumbuhan ekonominya cukup tinggi di Jawa Barat, yakni 5 poin 65 sedangkan di Jawa Barat 4 point 43 masih diatas nasional dan Jawa Barat, tetapi masyarakat yang terdampak pandemic juga masih banyak, jelasnya.

Sanusi warga Tanah Sareal Kota Bogor menyampaikan ucapan terimakasih atas program Kementrian BUMN yang dilaksanakan oleh Perhutani hari ini.

“Kami berharap kedepannya seperti yang disampaikan tadi oleh pak wakil Walikota, ada program lainnya yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup baik sandang maupun pangannya”, harapannya.

Reporter  : Red / Mul
Redaktur  : Dewi